Tajdid Nikah

 

Bagaimana sebetulnya hukum tajdÓdun-nik‚h atau taukÓdun-nik‚h, apakah ada anjuran khusus tentang itu? Dan apa dalilnya?

Fathurrahman, Muncar, Banyuwangi

 
JAWAB:

 

Pada dasarnya, tajdÓdun-nik‚h hukumnya boleh-boleh saja (mubah) dan tidak mengakibatkan rusak atau fasakh-nya akad yang pertama. Demikian ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam Syarhis-Syih‚b. Namun, hukum mubah ini bisa berkembang menjadi hukum yang lain sesuai dengan keyakinan dan tujuan pelakunya

 

a. Haram, apabila pelakunya berkeyakinan bahwa dengan tajdÓdun-nik‚h bisa mengubah dan memperbaiki ekonomi keluarga.

b. Wajib, bila dikaitkan dengan kewajiban melaksanakan peraturan pemerintah yang mengharuskan akad nikah semuanya harus tercatat dalam catatan sipil (dan tentunya tidak disertai keyakinan-keyakinan di atas)

 

Lihat: Syarhus-Syih‚b, VII/391;Gh‚yatut-TalkhÓsh, 206; Bugyatul-MustarsyidÓn, 91; Fathul-B‚rÓ, XIII/199