Usaha Kredit Barang

Di antara usaha yang saya tekuni adalah membuka kredit berbagai barang berdasarkan pesanan atau permintaan pemesan, termasuk emas. Apakah boleh?
Mudakir, daqyr@plasa.com


JAWAB:

Menjual barang dengan sistem kredit dalam fikih dikenal dengan bai’ bi tsaman ajil (menjual barang dengan harga tempo). Penjualan model seperti ini hukumnya sah-sah saja.

Namun yang perlu diperhatikan adalah adanya pilihan harga yang jelas dari kedua belah pihak, sehingga tidak terjadi penjualan satu barang dengan dua harga (bai’atun fi bai’ataini) yang dilarang dalam Hadits riwayat at-Tirmidzi. Semisal penjual bilang pada pembeli, “Aku jual barang ini kepada kamu dengan harga 1.000 kontan atau dengan harga 2.000 dengan tempo (kredit). Terserah kamu pilih harga yang mana.”

Keterangan: Umpama di antara dua belah pihak (penjual-pembeli) saling rela dengan transaksi (barang masing-masing) yang mereka lakukan itu tidak berpengaruh, artinya transaksinya tetap dianggap batal dan berkosekwensi wajibnya mengembalikan barang yang telah mereka terima.

Lihat: Al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuh, V/147; Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil-Minhaj, 17/54 (Maktabah Syamilah Ishdar Tsani)

==
Abdulloh Munawwir
Editor: A. Qusyairi Isma’iel