Zakat Peternakan

Peternakan apa sajakah yang wajib dizakati? Kalau ikan dan ayam apa termasuk yang wajib zakati?
Nor Khotim, ibsal77@yahoo.co.id

 
JAWAB:
 
Dalam kitab dijelaskan bahwa ada beberapa hewan ternak yang wajib dizakati, diistilahkan dengan mâsyiyah yaitu meliputi onta, sapi/kerbau, kambing/domba. Sedangkan hewan ternak selain yang disebutkan barusan tidak dikenakan zakat. Seperti, unggas (segala jenis ayam, bebek, burung, dsb), ikan, dll. Namun jika hewan-hewan ternak yang tidak dikenakan zakat itu dijadikan sebagai usaha perdagangan atau perniagaan, seperti usaha peternakan bebek, usaha peternakan ayam, usaha peternakan burung, usaha peternakan ikan, dll, maka ia dikenakan zakat atas nama zakat perdagangan (tijârah), dan berlaku baginya ketentuan-ketentuan zakat tijarah. Sebab, segala sesuatu yang secara dzatiah tidak berkewajiaban untuk dizakati, jika dijadikan sebagai usaha perdagangan maka berlakulah hukum zakat tijârahuntuknya.
 
Sedangkan yang dinamakan harta tijarah adalah semua yang digunakan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang, seperti sandang, papan dan pangan, termasuk usaha hewan ternak; atau berupa jasa, seperti jasa transportasi, perhotelan dan semacamnya; baik diusahakan oleh perorangan maupun perserikatan seperti CV atau PT, dll.
 
Sedangkan kadar nishabdalam harta tijarah adalah apabila harta tersebut sudah setara dengan salah satu dari nishab emas (77,50 gr) atau perak (543,35 gr). Namun karena pada umumnya nilai perak lebih rendah daripada nilai emas, maka nishab dalam harta tijarah langsung disetarakan dengan nishab perak, yaitu 543,35 gram perak. Sedangkan kadar yang harus dikeluarkan adalah 2,5 %.
 
Jadi apabila ayam pedaging (potong), ayam petelor dan itik yang diternak oleh saudara penanya dijadikan sebagai usaha perdagangan, dan nilainya sudah setara dengan 543,35 gram perak, maka anda harus mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %.
 
==
A. Qusyairi Isma’iel
Editor: Moh. Yasir