RANCANGAN JAWABAN

ASILAH BAHTSUL MASAIL PWNU JATENG DI KENDAL

OLEH : LBM PCNU KEBUMEN

( Ahad, 25 September 2011 di Aula PCNU Kebumen)

 

1. HIV

Deskripsi Masalah

Ada suami positif tertular HIV, dia tidak mau memberitahukan kepada istrinya karena khawatir kalau istrinya tahu justru akan memohon fasakh nikah ke Pengadilan Agama, padahal dia sangat mencintainya. Dalam setiap melakukan hubungan suami istri dia menggunakan kondom untuk menghindari tertularnya penyakit HIV tersebut pada istrinya.

Pertanyaan

a.       Bolehkan menyembunyikan penyakit menular seperti HIV kepada pasangan hidupnya?

Jawaban :

Tidak Boleh, karena suatu hal yang menetapkan adanya khiyar dalam nikah wajib disampaikan pada pasangannya.

1.                  3 312

: .

. .

b.      Apakah HIV termasuk aib yang membolehkan istri mengajukan fasakh nikah?

Jawaban :

Termasuk aib yang membolehkan mengajukan fasakh nikah karena penyakit HIV termasuk penyakit menular yang berakibat terhalangnya hubungan seksual suami istri ( )

1.      - ( 3 / 203)

2.      2 449

: ( ) ( ) : [ ]

3.      - ( 2 / 421)

( ) .

2 ALAT MUSIK

Deskripsi Masalah :

  • Ada 2 (dua) keputusan muktamar NU ke-1 yang menjawab pertanyaan seputar alat musik ,berikut teksnya :

Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya haram, kecuali terompet perang ,terompet jamaah haji ,seruling gembala dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.

Muktamar memutuskan bahwa segala alat yang dipukul (dibunyikan) dengan tangan ,seperti rebana dan sebagainya itu hukumnya mubah (boleh) selama alat-alat tersebut tidak dipergunakan untuk menimbulkan kerusakan dan tidak menjadi tanda-tanda orang fasiq, kecuali kubah yang ditetapkan haramnya dalam hadis (nash). ( lihat Ahkamul Fuqoha cet.1,2010,PBNU)

  • Dalam hasil bahtsul masail PCNU Pati, 8 Desember 2010, menyimpulkan beberapa hal :

a.       Menurut Imam Ghozali dalam Ihya Ulumuddin semua bunyian indah apapun sumbernya adalah mubah, kecuali malahi, autar, mizmar yang ditemukan nash pelarangannya dari syari

 

. . .

 

b.      Juga menurut Imam Ghazali, alat-alat itu diharamkan sebab mengandung tiga illat yang ketiganya tidak lepas (tabaan / ittibaan) dari khamr, yaitu: (1) mengajak kepada minum khamr, (2) mengingatkan orang yang baru berhenti minum akan situasi minum khamr, sehingga menyebabkan dia akan mudah kembali minum khamr, dan (3) menggunakan alat-alat itu berarti menyerupai ( tasyabbuh ) dengan para peminum khamr yang sering melakukannya.

 

ȡ .

 

Pertanyaan :

a.       Apakah perbedaan dari masing-masing istilah malahi, autar dan mizmar yang oleh Imam Ghozali disebut terdapat nash pelarangannya dari syari ? Dan apakah nash-nash dari masing-masing tersebut ?

Jawaban :

Ø  Malahi adalah semua alat musik untuk hiburan (yang diharamkan), termasuk di dalamnya Autar dan Mizmar.

Ø  Autar adalah segala macam alat musik yang berdawai.

Ø  Mizmar adalah semua alat musik tiup selain terompet pemandu haji, terompet perang dan seruling pengembala.

 

1.      3263

: .

.

: : : .

.

:

2.      2 269

.

3.      4

( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Ø  Nash tentang haramnya alat malahi adalah hadits Nabi SAW.

1.      - ( 10 / 221)

- - : .

2.      - ( 3 / 382) 3698

. . . . . . .

3.      2 337

: : { : } - : - { } .

. : :

 

b.      Jika suatu waktu, ketiga illat berubah, khususnya pada illat ketiga (tasyabbuh), yaitu ketika malahi, autar dan mizmar selain dipakai oleh ahli maksiat juga digunakan oleh orang-orang sholeh, apakah hukum juga berubah ?

Jawaban :

Hukumnya tetap haram menurut qoul shohih, karena bagaimanapun alat malahi yang diharamkan melalui nash tersebut telah menjadi Syiar peminum khomr, sehingga jika dalam perkembangannya orang-orang sholih pun menggunakannya, tetap tidak akan mempengaruhi alasan menyerupai kebiasaan peminum khomr ( illat tasyabbuh bi ahlis syurbi )

 

1.      6 475

2.      2 43

( ) .

: : .

: .

.

c.       Bagaimana hukum penggunaan alat musik elektronik ?

Jawaban :

Apabila penggunaan listrik hanya sebagai pengeras suara maka hukumnya sesuai dengan jenis alat music asalnya. Apabila penggunaan listrik itu sendiri sebagai sumber bunyinya maka hukumnya sama dengan mizmar.

 

1.      3263

:

2.      48

3        PEMINDAHAN KUBURAN

Deskripsi masalah :

Ada makam seorang Habib / Ulama yang berada di tanah hak milik keluarga dan ramai diziarahi oleh kaum muslimin di sekitarnya. Pemerintah daerah setempat dalam program pengembangan tata ruang kota menuntut agar kawasan makam itu dijadikan taman kota, maka upaya pemindahan makam pun diperlukan.

Dalam perundingan dengan pihak keluarga, disepakati bahwa metode pemindahan makam itu dengan mengeruk tanah kuburan dengan lebar 3 m, panjang 4 m, kedalaman 3 m dengan alat berat tanpa menyentuh tubuh mayat sama sekali, kemudian dipindah ke tempat baru yang dilengkapi dengan masjid dan beberapa fasilitas yang dibutuhkan oleh para peziarah, adapun biaya kesemuanya itu menjadi tanggungan pemerintah daerah setempat.

Pertanyaan :

a.       Bagaimana hukum pemindahan mayat dengan cara / metode di atas ?

Jawaban :

Hukum pemindahan mayat dengan alasan seperti diatas terdapat perbedaan pendapat diantara ulama :

Ø  Menurut Hanafiyyah haram secara mutlak.

Ø  Menurut Syafiiyyah haram, karena alasan diatas ( untuk taman ) tidak termasuk darurat.

Ø  Menurut Malikiyyah dan Hanabilah boleh, dengan syarat keberadaan taman benar-benar mewujudkan kemaslahatan umum ( lil maslahah ammah). Sedangkan cara / metode pemindahan diatas diperbolehkan karena telah sesuai dengan syarat yang diajukan ulama Malikiyyah, yakni : tidak terjadi kerusakan pada tubuh mayit dan tidak menurunkan martabat mayit.

1.      2 670

- : : ɡ ɡ ɡ (2) :

: ѡ ѡ ڡ .

: ǡ ( ) ɡ (1) .

: . ɡ ͺ ѡ ȡ .

: ǡ ǡ : .

: ʡ ͡ .

2.      232

b.      Bagaimana hukum pengambilan dana Pemda untuk kepentingan di atas ?

Jawaban :

Boleh, bila memenuhi beberapa ketentuan sebagai berikut :

-         Keuangan Pemda mencukupi.

-         Tidak menelantarkan kebutuhan yang lebih mendesak.

-         Menimbulkan maslahat yang lebih besar.

1.          185

: : .

: :

.

: .

.

.

2.          357

3.          5 518

ɡ ɡ ɡ ʡ (3) (4) .

: { } [:59/4] : ɡ : .

: : ( ) ѡ : : : ɡ : ѡ :

 

4. NIKAH SYARI SESUDAH GUGAT CERAI

Deskripsi Masalah :

Ada seorang istri yang ditinggal pergi suaminya selama dua tahun berturut-turut tanpa dinafkahi dan tak ada kabar pasti tentang keberadaannya, sikap suami tersebut telah memenuhi kandungan shighat taliq talaq yang diucapkannya setelah ijab qobul. Si istri kemudian mengajukan gugat cerai ( rafa ) ke Pengadilan Agama (PA) setempat dan dikabulkan oleh Hakim Agama dan dinyatakan telah jatuh talaq khulu.

Dalam UU Perkawinan, keputusan Hakim tersebut belum bersifat hukum tetap (inkraach). Keputusan Hakim dianggap hokum tetap apabila suami telah mengajukan banding dan ditolak oleh PA atau mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan ditolak oleh Mahkamah Agung (MA), sehingga sejak keputusan pertama itu belum bisa dihitung iddah menurut Undang-Undang, padahal dalam taliq talaq kalimat yang berbunyi : maka jatuhlah talaq saya satu kepadanya sudah sangat jelas, sehingga terkesan diantara pasal-pasal dari UU itu terdapat kontradiksi.

Dalam masa menunggu hokum tetap itu, wanita tersebut menikah dengan seorang lelaki secara syarI (tanpa dicatatkan di KUA ) meskipun surat keputusan dari PA belum terbit.

Pertanyaan :

a.       Apakah shighat taliq talaq yang dibaca setelah akad nikah itu mempunyai implikasi hokum menurut fiqh ?

Jawaban :

Ya, mempunyai implikasi hokum, taliq talak sah dan jatuh talak satu jika syarat wujud.

1.      338

2.      4 31

(: ) ɡ ǡ : ޡ .

3.      : 16-23

() - -

( ) ( )

4.      : 46

: :

 

b.      Sejak kapankah penghitungan iddah wanita tersebut menurut fiqh ?

Jawaban :

Iddah dihitung sejak Pengadilan Agama mengabulkan gugatan cerai istri dan dinyatakan jatuh talak.

 

c.       Bagaimana hokum nikah wanita tersebut ?

Jawaban :

Sah

d.      Bagaimana sikap NU menanggapi UU yang terkesan kontradiktif tersebut ?

Jawaban :

Terserah penguruse

 

 

(Pertanyaan dari : PCNU Kab.Kendal )