BAHTSUL MASAIL THARIQAH

IDAROH SYU'BIYAH JAM'IYYAH THARIQAH AL MU'TABARAH AL NAHDIYAH KEBUMEN

 

1.       Ada seorang mursyid mempunyai anak laki-laki yang telah diangkat menjadi badal (khalifah) dan mursyid tersebut telah mempunyai rencana bahwa anaknya yang akan menggantikannya kelak, namun sebelum anaknya diwasiyati atau belum diperintah secara langsung, tiba-tiba mursyid tersebut wafat.

Pertanyaan:

1)      Apakah anak tersebut dalam keadaan seperti itu syah menjadi mursyid menggantikan ayahnya? Karena dalam kitab Majmu'at Rasail disebutkan bahwa syarat menjadi mursyid harus ada peritah langsung atau washiyat langsung gurunya. Ta'bir :

فالخليفة إما ان يكون قائما مقام شيخه بأمره له وبوصيته اليه وهو كشيخه في مقامه وحالته ...

Sedangkan dalam masalah diatas baru sebatas rencana.

Jawaban.

1.       Bila baru sekedar rencana belum mencukupi sebagai Idzin, Amr (perintah) dan washiat melainkan harus ada Talqin. Dan belum syah menjadi Mursyid secara langsung. (Jami' Usul Auliya' h. 31) (Al Anwar Al Qudsiyah fi Ma'rifat Qawa'id Tashawuf, h. 77)

2)       Apabila belum syah maka dalam kitab Majmu;at Rasail juga disebutkan bahwa apabila tidak ada perintah atau wasiyat langsung dari gurunya maka para badal (khalifah) dan murid bersepakat mengangkat salah satu diantara mereka utuk dijadikan mursyid dengan syarat shalah (patut) dan telah menyelesaikan maqam-maqam yang telah ma'lum dalam thareqah. Ta'birnya:

أو باتفاق أراء الخلفاء و المريدين على واحد منهم فيقيمونه مقام الشيخ بشرط الصلاح بتكميل المقامات المعروفه عندهم ...

Pertanyaan: Apakah mursyid hasil kesepakatan tadi sudah langsung syah menjadi mursyid atau perlu ditarbiyah dan diangkat lebih dulu oleh mursyid yang masih ada saat itu? Karena dalam kitab Tanwir al Qulub disebutkan :

انه لا يجوز التصدر لأخذ العهد على المريدين وارشادهم الا بعد التربية و الاذن .

 Jawaban Sementara:

1)      Belum Syah menjadi mursyid langsung. Sebelum tarbiyah dan mendapat Idzn. (Tanwir Al Qulub, h 576) (Al Anwar Al Qudsiyah, h 71)

Tanwir Qulub:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Al Anwar Al Qudsiyah:

 

2.       Ada mursyid meninggal dunia belum mengangkat mursyid sebagai penggantinya sehingga Vakum .

Pertanyaan:

1)      Siapa yang bertangungjawab?

2)      Bagaimana Jalan keluarnya?

Jawaban: Mauquf

3.       Disuatu daerah tidak ada mursyid sama sekali.

Pertanyaan: Bolehkah idaroh Syu'biyah mengusulkan kepada mursid secara resmi atas nama idaroh syu'biyah untuk mencarikan calon Mursyid?

Jawaban: Mauquf

4.       Dizaman dengan perkembangan serba modern, maka dilingkungan kaum muslim muncul konsep fiqih modern (Falsafah Al Syari'ah) dan fatwa yang asasnya adalah perubahan (yaduru) kebutuhan (al hajah) kesejahteraan (al mashlahah) seperti contoh dalam fiqh zakat zira'ah yang menurut konsep 10% menjadi 5% karena berbagai pertimbangan. Dalam transaksi bisnis mudharabah ketentuan dan pelaksanaan bagi hasil (nisbah) dilakukan secara positif (untung atau tidak tetap membayar nisbah sesuai kesepakatan). Dalam fikih munakahat menetapkan nasab pada bapak bagi pasangan suami istri yang melahirkan anak sebelum 6 bulan dari akad nikah (dengan pengakuan dan sumpah suami)

Pertanyaan: Dari Purworejo

a.       Bagaimana pendapat ulama thariqah tentang konsep fikih modern?

b.      Bolehkah fatwa syariah dengan dasar fikih tersebut?

Jawab:

Bila sesuai dengan ketentuan landasan yang mu'tabar diterima, bila tidak ditolak.

Ma'khadz: Al Dimyati 'Ala Syarkhi al Waraqah hlm 18.

5.       Setiap jenazah orang Islam yang akan diberangkatkan ke pemakaman, di atas kerenda ada kain yang ada tulisan al Qur'an (ayat kursi) dan kalimah thayyibah.

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya meletakan bunga diatas kain tersebut?

Jawaban:

Tidak Boleh, karena ihanah bi al Qur'an

إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 84)

)قوله: وضع نحو درهم( بالرفع، معطوف أيضا على تمكين. أي ويحرم وضع نحو درهم. وقوله: في مكتوبه أي فيما كتب فيه مصحف، أي قرآن، كله أو بعضه. وعبارة النهاية: ولا يجوز جعل نحو ذهب في كاغد كتب عليه بسم الله الرحمن الرحيم. اه. قال ع ش: أي وغيرها من كل معظم. كما ذكره ابن حجر في باب الاستنجاء. ومن المعظم ما يقع في المكاتبات ونحوها، مما فيه اسم الله أو اسم رسوله مثلا، فيحرم إهانته بوضع نحو دراهم فيه.

6.       Didaerah kebumen ada cara menyembelih hewan yang meragukan, hewan disembelih dua kali karena tidak mati-mati dengan alasan supaya lebih cepat mati.

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya menyembelih hewan dua kali atau lebih supaya cepat mati?

Jawaban:

Kalau penyembelihan yang pertama sudah syah hal itu makruh, bila yang pertama atau sebelumnya belum syah maka disyaratkan harus ada hayat mustaqirrah.

حاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 13 / ص 104)

س ل وَيُنْدَبُ إمْرَارُهَا بِرِفْقٍ وَتَحَامُلٍ يَسِيرٍ ذَهَابًا وَإِيَابًا وَيُكْرَهُ أَنْ يُحِدَّهَا قُبَالَتَهَا وَأَنْ يَذْبَحَ وَاحِدَةً وَالْأُخْرَى تَنْظُرُ إلَيْهَا وَيُكْرَهُ لَهُ إبَانَةُ رَأْسِهَا حَالًا وَزِيَادَةُ الْقَطْعِ وَكَسْرُ الْعُنُقِ وَقَطْعُ عُضْوٍ مِنْهَا وَتَحْرِيكُهَا وَنَقْلُهَا حَتَّى تَخْرُجَ رُوحُهَا .