DAFTAR PERTANYAAN

JAMAAH MAJLIS TA'LIM HARAMAIN

(Ahad Pon, 30 Oktober 2011)

 

1.       Deskripsi Masalah: Pada umumnya masjid-masjid memiliki struktur kepengursan Ta'mir yang dibentuk dengan tujuan untuk mengurusi kepentingan masjid. Namun Para pengurus tersebut tidak mendapat tunjangan/gaji dalam melakukan tugasnya. (KH. M. Ilyas, P. Gebangsari)

Pertanyaan:

a.       Apakah para pengurus ta'mir masjid tersebut dapat menerima zakat?

b.      Bila tidak boleh, bagaimana solusinya?

Jawaban:

a.       Pada dasarnya pengurus ta'mir masjid tidak berhak menerima zakat karena bukan termasuk delapan golongan yang berhak menerimanya. Meskipun demikian ada pendapat yang dinukil oleh Imam qoffal yang membolehkan menerima zakat atas nama Sabilillah. Namun pendapat al Qaffal dipadang lemah menurut para ulama.

1.     (الصنف السابع) وفي سبيل الله هم (الغزاة الذين ليس لهم مرسوم في ديوان المرتزقة) اي لا رزق لهم في الفيئ (فيصرف اليهم سهم) (اتحاف السادة  ج 4 151)

Golongan ketujuh adalah sabilillah yakni para tentara yang tidak tertulis dalam buku induk yang berhak mendapat gaji, yakni tidak mendapat bagian dari harta Fa'i, maka mereka bias mendapat bagian (Itihaf Sadah Juz 4 hal 151)

2.    وأما ما حكاه الرازي من أن القفال الشاسي عن القول بشمول وفي سبيل الله لوجوه البر من الفقهاء على خلاف رأي الجماعة فلا عبره به رأي اعتبار يقام لرواية مجهول على خلاف الإجماع. وقال الكوثي ان الشاسي حينما ألف تفسيره كان يعد معتزلا.( تفسير كبير ج 6 ص 115)

Mengenai pendapat yang diceritakan oleh al Razi bahwasanya Al Qaffal menukil pendapat dari para ahli fikih yang mencakupkan makna Sabilillah atas segala bidang kebaikan, adalah menyalahi pendapat jama'ah, oleh karena itu tidak perlu mempertimbangkan pendapat yang disandarkan pada pendapat pihak yang tidak jelas untuk menyalahi ijma'. Bahkan al Kutsi mengatakan bahwa Qaffal al Syasyi ketika menyusun tafsirnya dianggap berstatus mengikuti paham mu'tazilah  

b.      Oleh karena pengurus ta'mir masjid tidak berhak menerima zakat atas nama Sabilillah, maka bila dimungkinkan karena alasan lain seperti karena fakir, miskin atau 'amil yang resmi maka mereka bisa menerimanya. Atau dengan mengikuti pendapat Al Qaffal yang lemah tersebut.

2.      Deskripsi Masalah: Dalam dunia pendidikan saat ini baik di tingkat dasar maupun perguruan tinggi memerlukan berbagai media/sarana pembelajaran yang memadai. Media tersebut ada yang imitasi (tiruan) dan ada yang memang asli. Penggunaan media yang asli bertujuan supaya pembelajaran lebih nyata dan mudah dipahami.

Pertanyaan:

a.       Apakah dalam Islam diperbolehkan apabila seseorang yang meninggal dunia jazadnya di wakafkan/disumbangkan untuk kepentingan praktek pembelajaran? (H. Sakijo)

b.      Apakah diperbolehkan menjadikan hewan tertentu (misalnya katak, ular dll) sebagai praktek percobaan dalam pembelajaran, misalnya dengan membedahnya untuk mengetahui organ-organ didalamnya secara langsung? (Tambahan)

Jawaban:

a.       Tidak boleh mewakafkan atau menyumbangkan jasad seseorang setelah mati untuk kepentingan praktek. Namun bila dalam keadaan darurat yang mendesak misalnya untuk kepentingan penyelidikan penyebab kematian, penelitian penyakit oleh dokter sebagian ulama membolehkanya dengan ketentuan tidak ada alternatif lainnya.

b.      Menggunakan hewan sebagai objek praktek pembelajaran diperbolehkan selama tidak ada unsure menyiksa (Ta'dzib)

1.    قوله وكره أخذ شعر غير محرم إلخ محل كراهة إزالة الشعر ما لم تدع حاجة إليه وإلا كأن لبد شعر رأسه أو لحيته بصمغ أو نحوه أو كان به قروح مثلا وجمد دمها بحيث لا يصل الماء إلى أصوله إلا بإزالته وجبت كما صرح به الأذرعي في قوته وهو ظاهر ا ه شرح م ر وينبغي أن مثل ذلك ما لو فتق جوفه وكثر خروج النجاسة منه ولم يمكن قطع ذلك إلا بخياطة الفتق فيجب (حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري - (ج 3 / ص 681(

Perkataan "dimakruhkan mengambil rambut simayit dst" maksudnya letak kemakruhan menghilangkan rambut mayit adalah selama tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk itu. Namun bila terdesak semisal karena rambut kepala atau rambut jenggot simayit menjadi gimpal oleh lilin atau sejenisnya, atau karena luka yang darahnya telah beku sehingga air tidak bisa sampai membasahi dalamnya kecuali dengan menghilangkanya maka menghilangkanya menjadi wajib, demikian penjelasan Al Adzra'i. seperti halnya ketika perut simayit terbelah dan banyak mengeluarkan najis serta tidak mungkin menghentikanya kecuali dengan menjahitnya maka wajib juga.(Hasyiah Jamal : Juz 3 hal 681)

2.    وأجاز الشافعية شق بطن الميتة لإخراج ولدها،  ...... وبناء على هذه الآراء المبيحة يجوز التشريح عند الضرورة أو الحاجة بقصد التعليم لأغراض طبية، أو لمعرفة سبب الوفاة وإثبات الجناية على المتهم بالقتل ونحو ذلك لأغراض جنائية إذا توقف عليها الوصول إلى الحق في أمر الجناية، للأدلة الدالة على وجوب العدل في الأحكام، حتى لا يظلم بريء، ولا يفلت من العقاب مجرم أثيم. كذلك يجوز تشريح جثث الحيوان للتعليم؛ لأن المصلحة في التعليم تتجاوز إحساسها بالألم (الفقه الإسلامي وأدلته - (ج 4 / ص 160(

Ulama Syafi'iyyah membolehkan membedah perut mayit untuk mengeluarkan bayinya ……dengan berdasar pada pendaat-pendapat yang membolehkan demikian, maka boleh juga membedah tubuh mayit ketika darurat atau demi kepentingan pengajaran untuk tujuan kedokteran atau untuk mengetahui penyebab kematian dan menetapkan unsur pidana atas pihak yang diduga membunuh dan lain sebagianya ketika sangat bergantung pada tidakan tersebut untuk sampai pada kebenaran dalam hal tindak pidana. Karena ada dalil yang mewajibkan menegakan keadilan pada hukum sehingga orang yang tidak bersalah tidak teraniaya, dan pihak yang bersalah tidak bisa mengelak dari sangsi. Demikian juga dibolehkan membedah tubuh binatang untuk kepentingan pengajaran, karena kepentingan pengajaran melebihi dari sekedar menimpakan rasa sakit pada binatang.  

3.      Deskripsi Masalah: Koperasi merupakan sebuah lembaga usaha yang dimiliki oleh banyak orang (anggota koperasi). Dalam hal keyakinan/agama, anggota koperasi juga beragam yang artinya tidak semua anggota koperasi beragama Islam. Beberapa saat yang lalu ada salah satu anggota koperasi yang mengusulkan bahwa koperasi wajib mengeluarkan zakat.

Pertanyaan:

a.       Apakah kekayaan koperasi wajib dizakati?

b.      Bagaimana bila dalam anggota koperasi juga ada yang beragama selain Islam, apakah juga tetap wajib dizakati? (Hj. Siti Nuriyah).

Jawaban:

a.       Kekayaan koperasi manakala memenuhi ketentuan Syirkah (harta persekutuan), sudah sampai satu nishab dan satu haul (tahun)  maka termasuk harta Syirkah yang wajib dizakati.

b.     Yang wajib dizakti hanya harta kekayaan koperasi yang memang menjadi hak/bagian anggotanya yang muslim.

 ولا بد ان يكون كل من الخليطين من أهل الزكاة فلو كان المخلوط بين مسلم وكافر أو حر ومكاتب لم تؤثر هذه الخلطة شيئا بل يعتبر نصيب من هو من أهل الزكاة فان بلغ نصابا زكاه كالمنفرد والا فلا (الباجوري: ج 1 ص 270)

 Diharuskan (dalam hal persekutuan harta) bahwa kedua pihak yang bersekutu merupakan ahli zakat. Apabila harta yang bercampur itu antara milik orang muslim dengan milik orang kafir, atau antara harta orang yang merdeka dengan budak, maka percampuran tersebut tidak berdampak sama sekali (terhadap penyatuan zakat), akan tetapi yang dipertimbangkan adalah bagiannya orang yang wajib zakat (muslim). Bila telah mencapai satu nishab maka ia wajib zakat seperti zakat perseorangan, bila belum mencapai maka tidak wajib

4.      Seorang wanita ingin bertaubat karena melakukan zina dengan laki-laki yang sudah punya istri. Sebelum melakukan mandi taubat apakah si wanita harus minta maaf dulu kepada istrinya orang yang diajak berzina denganya?

Jawaban:

Taubat adalah kewajiban tiap pribadi. Syarat orang bertaubat dari dosa adalah menyesali perbuatan dosa yang telah lalu, bertekat tidak mengulangi kembali, mengembalikan sesuatu yang didzaliminya kepada yang berhak dan meminta halal kepada mereka jikalau memungkinkan. Oleh karena itu maka si wanita harus minta maaf pada istri laki-laki yang diajak berzina, dengan ketentuan tidak ditakutkan terjadinya fitnah bagi si wanita tersebut, atau istrinya orang yang diselingkuhi maupun keluarganya. Contoh fitnah misalnya kabar perzinaan tersebut menjadi tersebar luas, perceraian keluarga, penganiayaan dan lain sebagainya.

Syarat-syarat taubat: 1) menyesali dosa yang telah lalu, 2) bertekad tidak mengulanginya lagi, 3) mengembalikan sesuatu yang diperolehnya secara dzalim kepada pemiliknya kemudian ahli warisnya kemudian menshodakohkanya, meminta halalnya kemudian berbuat baik kepada mereka bila memungkinkan (Tanwirul Qulub hal 451)

يحتاج في صحة التوبة من الزنا على استحلال زوج المزني بها إن لم يخف فتنة  ( وقوله وإلا ) أي بأن خيف فتنة  ( وقوله فليتضرع الخ ) أي فلا يتوقف على الاستحلال بل يكفي التضرع إلى الله تعالى في إرضاء الخصم عنه (إعانة الطالبين – (ج 4 / ص 295)

Dibutuhkan dalam hal syahnya bertaubat dari zina meminta halal pada suami perempuan yang dizinainya ketika tidak dikhawatirkan terjadi fitnah, Apabila dengan meminta halal secara langsung dikhawatirkan terjadi fitnah maka hendaknya ia banyak mendekatkan diri kepada Allah untuk mengharap kerelaan lawanya (si suami) ('Ianah Thalibin juz 4 hal 295)

5.      Pertanyaan: Bagaimana cara meringankan dosa anak (suami) yang ketika meninggalnya habis mabuk-mabukan (minuman keras).

Jawaban:

Mabuk-mabukan merupakan salah satu dosa besar, namun orang yang mati sehabis mabuk-mabukan selama ia tidak berkeyakinan bahwa mabuk-mabukan halal, maka ia tetap tergolong muslim fasik dan  termasuk mati su'ul khatimah. Walaupun demikian ia tetap berhak dishalati dan didoakan. Diantara  ikhtiar yang dapat dilakukan oleh keluarga agar si mayit mendapat keringanan adalah dengan melakukan 'amal shalih (do'a, tahlil, bacaan qur'an, dzikir, shadaqah, dll) dengan niat pahalanya  dihadiahkan untuk mayit. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah pernah ditanyakan tentang hal itu:

سئل: عن قراءة أهل الميت تصل إليه؟ والتسبيح والتحميد، والتهليل والتكبير، إذا أهداه إلى الميت يصل إليه ثوابها أم لا؟.الجواب: يصل إلى الميت قراءة أهله، وتسبيحهم، وتكبيرهم، وسائر ذكرهم لله تعالى، إذا أهدوه إلى الميت، وصل إليه، والله أعلم

(Ibnu Taimiyah) ditanya tentang keluarga al-Marhum yang membaca al-Qur’an yang disampaikan kepada mayyit ? Tasybih, tahmid, tahlil dan takbir, apabila menghadiahkannya kepada mayyit, apakah pahalanya sampai kepada mayyit ataukah tidak ? Jawab : Pembacaaan al-Qur’an oleh keluarga almarhum sampai kepada mayyit, dan tasbih mereka, takbir dan seluruh dziki-dzikir karena Allah Ta’alaa apabila menghadiahkannya kepada mayyit, maka sampai kepada mayyit. Wallahu A’lam. (Fatawa Kubra Juz 3 hlm 38)

6.      Bagaimana caranya sebagai anak shalih untuk meringankan dosa orang tua yang pada hidupnya belum sempat menjalankan rukun Islam seperti shalat, puasa dll?

Jawaban:

Banyak cara untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal, termasuk untuk meringankan dosa-dosanya. Diantaranya adalah dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang belum sempat ia lakukan atau tidak sempurna semisal mengqada' shalat dan puasa yang tertinggal atau menjalankan fidyah atas keduanya, menghadiahkan pahala amal shalih untuk orang tua, menghajikan bila mampu dan lain sebagainya.

 ( فائدة ) من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية   وفي قول كجمع مجتهدين أنها تقضى عنه لخبر البخاري وغيره ومن ثم اختاره جمع من أئمتنا وفعل به السبكي عن بعض أقاربه  ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي إن خلف تركة أن يصلى عنه كالصوم  وفي وجه عليه كثيرون من أصحابنا أنه يطعم عن كل صلاة مدا  وقال المحب الطبري يصل للميت كل عبادة تفعل واجبة أو مندوبة  وفي شرح المختار لمؤلفه مذهب أهل السنة أن للإنسان أن يجعل ثواب عمله وصلاته لغيره ويصله) إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 24)

Faidah: barang siapa mati meninggalkan shalat maka tidak ada qadha' dan fidyah. Dalam sebuah pendapat sekelompok ulama ahli ijtihad bahwa shalat yang tertinggal (oleh mayit) dapat diqodho'kan sebagaimana hadits yang diriwayatkan Al Bukhari dan rawi lainnya. Dari sana hadits tersebut beberapa imam-imam kita (syafi'iyyah) memilihnya sebagai landasan. Bahkan Imam Subki melakukan (qodho' shalat) atas kerabat-kerabatnya yang telah meninggal. Ibnu Burhan menukil dari qaul Qadim bahwasnya manakala simayit memiliki tirkah (harta peninggalan) maka ahli waris wajib menshalatkan (mengqada'kan) seperti halnya puasa. Menurut satu pendapat yang dianut oleh sekian banyak ulama Ashab bahwa ahli waris wajib memberikan makan untuk setiap shalat diganti dengan satu mud (+679,79 gr). Al Muhib Al Thabari mengatakan akan sampai kepada mayit (hadiah) pahala tiap ibadah yang dikerjakan baik wajib maupun sunah. Dalam syarah Muhtar disebutkan, menurut ahlus sunah bahwa bagi seseorang boleh menghadiahkan pahala amalanya atau shalatnya kepada selainya dan pahala tersebut akan sampai (I'anah Thalibin Juz 1 hal 24)  

7.      Pertanyaan: Antara Aqiqah dan Qurban manakah yang didahulukan? Terutama bagi orang yang sudah tua yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya?

Jawaban:

Qurban dan Aqiqah sama-sama hukumnya sunnah. Berqurban hukumnya sunah bagi tiap orang yang mampu dan sedangkan Aqiqah adalah hak anak yang sunah ditunaikan oleh orang tuanya selama anak tersebut belum sampai usia baligh. Karena qurban merupakan kesunahan bagi tiap orang atas dirinya, maka qurban lebih didahulukan daripada aqiqah.

Èe@|Ásù y7În/tÏ9 öptùU$#ur ÇËÈ    

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

 

عن أنس بن مالك قال : عق رسول الله صلى الله عليه و سلم عن حسن و حسين بكبشين (رواه أبن حبان )

Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah menyembelih aqiqah untuk Hasan dan Husain dengan dua domba.