BAHTSUL MASAIL TINGKAT IDAROH SYU'BIYAH KEBUMEN

DALAM RANGKA PERSIAPAN MANAKIB KUBRO DAN BAHTSUL MASAIL

IDAROH WUSTHA JAM'IYAH AHLITH THARIQAH AL MU'TABARAH

AN NAHDLIYAH DI DEMAK, 24 April 2010

(Kebumen, 17 April 2010)

 

1.      Pada saat ini banyak perempuan yang mengidap penyakit keputihan (pada farjinya selalu mengeluarkan lendir yang terkadang berbau busuk).

Pertanyaan:

a.       Najis atau sucikah keputihan tersebut?

b.      Jelaskan tanda-tandanya!

Jawaban:

a.       Tafsil. Bila pengertian keputihan adalah lendir normal pada tiap perempuan dan dapat pula karena infeksi, maka bila normal ditafsil.

Lendir/kelembaban yang keluar dari organ farji yang wajib dibasuh ketika Istinja' (organ farji yang tampak ketika wanita duduk) maka hukumnya suci. Bila keluar dari balik farji (organ farji yang tidak tersentu dzakar mujami') maka hukumnya najis karena tergolong keluar dari dalam (jauf), Bila keluar dari organ farji yang tidak wajib dibasuh namun dapat terjangkau dzakar mujami' maka hukumnya suci menurut qaul Ashah. namun karena farji perempuan selalu lembab, ketiganya dapat bercampur, maka dihukumi najis.

-          Ma'khadz: Ianah Tholibin juz 1 h 104

- ( 1 / 104)

(: ) . ǡ . (: ) . (: ) . (: ) . (: ) : ɡ . : ǡ . ǡ ̡ . ͡ . . : . : .

- ( 1 / 381)

.

2.      A. Seorang kafir yang berbuat amal shaleh, apabila masuk Islam. Apakah amal tersebut ada pahalanya?

B. Apa sebabnya seorang murtad yang kembali masuk Islam wajib mengqada' shalat ketika murtad saja? Dan kenapa shalat yang dikerjakan sebelum murtad tidak wajib di qadha?

a. Terdapat Tafsil: Ketika kafir masuk islam, ia mendapat pahala dari amal shaleh yang yang tidak disyaratkan niat yang sudah dilakukanya pada waktu kafir.

-          Kitab Hasyiah Qulyubi : Juz 2 hal 116

- - ( 2 / 116)

: ( ) .

 

-          Kitab Majmu' Juz 3 h 4

- ( 3 / 4)

() " "

 

b.      Karena: Murtad hanya membatalkan pahala amalnya ketika masuk Islam lagi, tidak membatalkan nafsul amal, sehingga tidak wajib mengqada.

Ta'bir: sulam Taufiq hlm 14

 

3.      Pertanyaan: Orang yang melahirkan lewat operasi cesar apakah wajib mandi wiladah dan nifas?

-          Wajib mandi, menurut Qaul Al Aldzhar.

- - ( 1 / 292)

( ) .

: ( ) .

: .

4.      Didesa banyak orang yangberternak hewan seperti kambing dan lain-lain dengan jalan maro bati (Gadu) didalam pelaksanaanya berfariasi, ada yang punya ternak dapat 50% yang gadu juga 50 % ada juga yang punya ternak dapat separo dari anak pertama berikutnya bergantian, ada juga pemiliki dapat 60% penggadu 40% karena alasan kandang dibuat pemilik.

Pertanyaan: Adakah akad yang memperbolehkanya?

Jawaban:

-          Tidak ada. Karena tidak ada ta'bir dalam syafi'iyyah maupun lainya, yang memperbolehkan. Mauquf

5.      Dizaman dengan perkembangan serba modern, maka dilingkungan kaum muslim muncul konsep fiqih modern (Falsafah Al Syari'ah) dan fatwa yang asasnya adalah perubahan (yaduru) kebutuhan (al hajah) kesejahteraan (al mashlahah) seperti contoh dalam fiqh zakat zira'ah yang menurut konsep 10% menjadi 5% karena berbagai pertimbangan. Dalam transaksi bisnis mudharabah ketentuan dan pelaksanaan bagi hasil (nisbah) dilakukan secara positif (untung atau tidak tetap membayar nisbah sesuai kesepakatan). Dalam fikih munakahat menetapkan nasab pada bapak bagi pasangan suami istri yang melahirkan anak sebelum 6 bulan dari akad nikah (dengan pengakuan dan sumpah suami)

Pertanyaan: Dari Purworejo

  1. Bagaimana pendapat ulama thariqah tentang konsep fikih modern?
  2. Bolehkah fatwa syariah dengan dasar fikih tersebut?

Jawab:

Bila sesuai dengan ketentuan landasan mu'tabar diterima, bila tidak ditolak.

Ma'khadz: Al Dimyati 'Ala Syarkhi al Waraqah hlm 18.

6.      Setiap jenazah orang Islam yang akan diberangkatkan ke pemakaman, di atas kerenda ada kain yang ada tulisan al Qur'an (ayat kursi) dan kalimah thayyibah.

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya meletakan bunga diatas kain tersebut?

Jawaban:

Tidak Boleh, karena ihanah bi al Qur'an

- ( 1 / 84)

(: ) ڡ . . : ݡ . : . . : . . ǡ ǡ .

 

7.      Didaerah kebumen ada cara menyembelih hewan yang meragukan, hewan disembelih dua kali karena tidak mati-mati dengan alasan supaya lebih cepat mati.

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya menyembelih hewan dua kali atau lebih supaya cepat mati?

Jawaban:

Kalau penyembelihan yang pertama sudah syah hal itu makruh, bila yang pertama atau sebelumnya belum syah maka disyaratkan harus ada hayat mustaqirrah.

- ( 13 / 104)

.