Hukum Bekicot:

Bekicot itu hukumnya haram. Dasarnya Kitab Hayatu al-Hayawan al Kubra juz 1 halaman 237:

() ... () . .

(bekicot) (dan hukumnya) di haramkan karena menjijikkan. Ar Rafii sungguh telah berkata dalam masalah kepiting: Sesungguhnya bekicot itu haram karena di dalammnya terdapat kemudaratan, dan karena bekicot itu masuk dalam ke umuman dari keharaman rumah kerang.

- ( 1 / 234)

: . ɡ ǡ ɡ ǡ .

: .

Pakaian Serba Hitam Ketika Melayat

Submitted by forsan salaf on Thursday, 31 March 20115 Comments

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Forsan Salaf selalu mendapatkan Rahmat & Ridha Allah Subhanahuwataala
Amin! Jazakumullah atas jawaban terdahulu yang betul-betul menambah pengetahuan yang dapat kami amalkn. Pada kesempatan ini anggota Jamaah kami ingin mengajukan pertanyaan sbb. : Ditempat kami banyak kami lihat orang-orang mengerti/alim mengggunakan pakaian (sarung/celana,baju dan kopiah)warna hitam kalau menghadiri kematian/taziah.
Apa hukumnya ? (Sunnah,makruh,haram) atau ikut ikutan pada cara orang luar Islam.
Syukron, Wassalamualaikum.
from : Majlis Zikir Al Ikhlas, Jelojok Lombok Tengah,Nusa Tenggara Barat

FORSANSALAF menjawab :

Waalaikum salam Wr, Wb.

Kami sangat bersyukur apabila website ini bisa memberikan manfaat bagi anda semua dalam keilmuan agama. Harapan kami bisa terus memberikan kemanfaatan dan diamalkan semua ilmu yang telah didapatkan dari website ini.

Pada dasarnya menggunakan pakaian hitam adalah boleh, karena Rasulullah pun pernah menggunakan yang berwarna hitam. Hanya saja, ketika suatu jenis pakaian telah menjadi ciri khas dari orang kafir seperti pakaian serba hitam-hitam ketika melayat orang mati, maka Imam Ghozali dalam kitab ihya-nya menyatakan bahwa hukum memakainya adalah haram karena termasuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan gaya hidup dan pakaian orang-orang kafir. Rasulullah SAW bersabda :

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka

Namun, menurut pendapat dari Imam Izzuddin bin Abdussalam dan Imam Romli adalah boleh dikarenakan pakaian hitam diperbolehkan oleh syariat, kecuali jika dalam memakainya dimaksudkan untuk menyerupai orang-orang kafir, maka diharamkan. Pandangan Imam Izzuddin bin Abdussalam, tasyabbuh yang dilarang oleh syariat adalah penyerupaan dengan orang kafir dalam hal yang bertentangan dengan syariat Islam dan bukanlah pada perkara yang sunnah, wajib atau mubah (boleh).

Adapun mengikuti acara orang selain Islam, maka jika itu adalah acara keagamaan dan bermaksud ikut mensyiarkan agama mereka, maka dihukumi murtad (keluar dari Islam), naudzu billah min dzalik. Dan jika hanya ikut menyemarakkan acaranya tanpa memandang pada penyemarakan agama mereka, maka tidak dihukumi murtad namun berdosa.

SARAN KAMI : Alangkah baiknya tidak mengenakan pakaian serba hitam ketika melayat walaupun ada pendapat ulama yang memperbolehkannya dengan pertimbangan keluar dari khilaf ulama yang menyatakan haram sekalipun tidak ada niatan untuk menyerupai orang-orang kafir. Disamping itu, pakaian yang sunnah dan paling disukai oleh Rasulullah adalah putih, bukan hitam.

Pada saat ini kita banyak terbuai dengan istilah TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA , hingga kita melakukan sesuatu yang sudah melewati batas-batas aturan syariat seperti ikut merayakan perayaan keagamaan agama lain, mengucapkan selamat pada agama lain seperti ucapan SELAMAT NATAL, dan lain sebagainya. Makna toleransi sesungguhnya adalah berkaitan duniawi dan bukanlah berkaitan dengan urusan keagamaan hingga melanggar aturan syariat agamanya.

( 2 / 110)
ɡ : . . ɡ ϡ ϡ . . ȡ . ǡ . ɡ . : . .
( 4 / 39)
(
) ( ) . .
45
13-
: ( ) : .
11-12
: : : . : .
( 5 / 172)
(
) : . . : . : . : .
( 16 / 358)
: : : . : . . : : : .
  ( 9 / 356)
(
) ( ) ( ) . { }