Rumusan sementara pon pes Riyadlotul uqul nampudadi

Asilah bahtsul masail PWNU Jateng

tanggal 4 Juli 2011

1. Persalinan

Deskripsi masalah

Penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) telah diupayakan telah diupayakandalam waktu yang cukup lama, namun data dari dinas kesehatan propinsi jawa tengah menunjukkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di propinsi sampai akhir tahun 2010 masih cukup tinggi, yaitu 104,97/100.000 angka kelahiran hidup (AKH)

Berdasarkan pengalaman dilapangan, para tenaga kesehatan banyak menjumpai kasus seorang suami menolak bantuan tenaga medis yang mau menangani proses persalinan istrinya dengan alasan tenaga medisnya laki laki bukan mahrom (bukan karena faktor biaya) hingga akhirnya sang suamilah yang menangani sendiri dan berakibat meninggalnya istri dan anaknya. Namun anehnya si suami tidak menyesal atas tindakannya karena berkeyakinan istrinya mati syahid.

Pertanyaan

1.a. bagaimana hukum tindakan suami melarang tenaga medis laki - laki menolong persalinan istrinya dalam kasus diatas?

b. adakah toleransi fiqih bagi tenaga medis bukan mahrom menangani pasien lawan jenis dalam proses persalinan maupun pemeriksaan kesehatan lainnya?

c. bagaimana hukum menangani persalinan oleh seseorang yg bukan ahlinya seperti kasus diata?

Jawaban

1.a. Tindakan suami melarang tenaga medis laki laki menolong persalinan istrinya dalam untuk ditangani sendiri padahal dia tidak punya kemampuan adalah Haram

Ibarot

Ghoyatu Talkhisil Murod Hal : 250

Hawi lil Fatawi Juz 1 Hal : 263

Hasyiah Qolyubi Juz 3 Hal : 78

Hasyah Sulaiman Jamal juz 5 Hal 166

 

b. ada, dengan ketentuan :

    Tidak ada tenaga medis yang sejenis.

    Persalinan dan pemeriksaan dilakukan dihadapan mahrom atau suaminya atau wanita yang dapat dipertanggung jawabkan untuk melindungi kehormatannya ( tsiqoh ).

    Tidak melihat pada anggota tubuh yang tidak diperlukan dalam persalinan dan pemeriksaan.

    Aman dari fitnah ( pelanggaran terhadap syariat ).

Ibarot

Mughnil Muhtaj Juz 3 Hal 133

Tuhfatul Muhtaj Juz 7 hal 203

c. Haram

Ibarot :

Ghoyatu Talkhisil Murod Hal : 250

Asna Matholib Juz 2 Hal : 427

Asna Matholib Juz 4 Hal : 166

Hasyiah Qolyubi Juz 3 Hal : 78

 

2. Trend Busana

Deskripsi masalah

Perkembangan zaman

Pertanyaan

a. Bagaimana hukum merancang dan membuat pakian seperti itu?

b. Bagaimana hukum memakai, membeli dan menjual pakian seperti itu?

Jawaban :

a. Boleh, selama tidak ada dugaan dipergunakan untuk keharoman

Ibarot

Bughyatul Mustarsyidin Hal 126

Al Fawaidul Janiyah Hal 544 545

b. Memakainya haram,

membelinya

sedangkan menjualnya sah namun haram jika ada dugaan dipergunakan untuk keharaman

Ibarot :

 

Tafsir Al Qosimy Juz 13 hal 48 - 49

 

Pertanyaan

3.a. Apakah diperbolehkan membeli alat alat perlengkapan dari uang waqof maupun kotak amal untuk kepentingan diatas?

b. Bagaimana hukum menyewakan alat alat perlengkapan diatas yang hasilnya untuk kepentingan masjid dan yayasan?

c. Bagaimana hukum meminjamkannya (tanpa adanya hasil yang kembali kepada masjid atau yayasan?

Jawaban

a. Boleh, selama ada kelebihan dari keperluan masjid dan yakin atau ada dugaan mendapat ghibthah (keuntungan) serta bukan dari hasil wakaf atau hibah yang tujuan alokasi/ tasharufnya bukan untuk kepentingan diatas,

Ibarot

 

b. Boleh, selama ada kelebihan dari keperluan masjid dan yakin atau ada dugaan mendapat ghibthah (keuntungan) serta bukan dari hasil wakaf atau hibah yang tujuan alokasi/ tasharufnya bukan untuk kepentingan diatas,

Ibarot

 

c. Tidak boleh

Ibarot

Pertanyaan

a. bolehkah menyembunyikan penyakit menular semisal kepada pasangan hidupnya?

b. Apakah HIV termasuk aib yang membolehkan istri mengajukan fasakh nikah ?

Jawaban :

a. tidak boleh

Ibarot :

b. termasuk aib

Ibarot

5

Pertanyaan

a. Apa perbedaan dari masing masing istilah malahi, autar, mizmar yang oleh imam ghozali disebut terdapat nash pelarangannya dalam syari? dan apakah nash nash dari masing masing tersebut/?

b. jika suatu waktu ketiga ilat berubah, khususnya pada ilat ketiga (tasyabuh) yaitu ketika malahi, autar dan mizmar selain dipakai oleh ahli maksiat juga digunakan oleh orang orang sholeh, apakah hokum juga berubah?

c. bagaimana hokum penggunaan alat music elektronik?

Jawaban

a. istilah malahi adalah

autar adalah

mizmar adalah,

sedangkan nash nash haditsnya

b.iya

c. haram