SEPINTAS TENTANG AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH AN NAHDLIYAH

Mengapa Ahlus Sunah Wal Jama'ah?

bÎ) šúÏe$!$# yYÏã !$# ÞOn=óM}$# 3 $tBur y#n=tFz$# šúÏ%!$# (#q?r& |=tGÅ3ø9$# žwÎ) .`ÏB Ït/ $tB ãNduä!%y` ÞO=Ïø9$# $Jøót/ óOßgoYt/ 3 `tBur öÿõ3tƒ ÏMtƒ$tÎ/ !$#  cÎ*s !$# ßìƒÎŽ|  É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÒÈ

19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

4 tPöquø9$# M=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ MJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJÏR MŠÅÊuur ãNä3s9 zNn=óM}$# $YYƒÏŠ 4

3. ..........pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Umat Islam terpecah menjadi banyak golongan, hanya ada satu gologan yang selamat, siapa? Ahlussunah Wal Jama'ah

- - : - - : ɡ ѡ ɡ ) - ( 10 / 32)

Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan RA, berkata, Rasulullah Saw. bersabda; ketahuilah sesungguhnya umat sebelum kamu dari ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani) telah terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umat ini (Islam) akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang 72 golongan masuk neraka dan satu golongan masuk sorga, yakni al Jama'ah.

( ) - ( 11 / 321)

Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah bersabda: Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semua masuk neraka kecuali satu, yakni (golongan yang berpegang teguh pada) perbuatan yang telah aku lakukan serta perbuatan yang dilakukan para sahabatku.

( - ( 1 / 36)

( ) - ( 5 / 1323)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan, maka apabila kamu sekalian menjumpai perbedaan pendapat (di antara umat Islam), maka wajib atas kamu sekalian (mengikuti) golongan mayoritas (HR. Malik)

Bagaimana cirri-ciri mereka golongan yang selamat? Berpegang teguh pada Qur'an-Hadits

$pkšr'tƒ tÏ%!$# (#þqãYtB#uä (#qãÏÛr& !$# (#qãÏÛr&ur tAqߍ9$# Í<'r&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*s LäãtuZs? Î &äóÓx nrŠãs n<Î) !$# ÉAqߍ9$#ur bÎ) LäYä. tbqãZÏBs? !$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 y7Ï9ºsŒ Žöyz ß`|¡mr&ur xƒÍr's? ÇÎÒÈ

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

( - ( 3 / 196)

Dari Malik, sesungguhnya telah sampai padanya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: saya tinggalkan (pesankan) kepada kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada dua perkara tersebut, yakni Kitabullah dan sunah nabiNya. (HR. Thabrani)

... ( - ( 1 / 175)

Bagaimana Cara berpegang teguh pada Qur'an-Sunah Nabi dan Sahabatnya? Bermadzhab dan Mengikuti Ulama.

( (#þq=tó¡s Ÿ@dr& ̍ò2Ïe%!$# bÎ) óOFZä. Ÿw šcqßJn=s? ÇÐÈ

7. Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui.

, ( - ( 14 / 367)

Dari Ali RA berkata, Rasulullah bersabda: sesungguhnya para ulama adalah lentera bumi, pengganti para nabi, pewarisku dan pewaris para Nabi (HR. Ibnu 'Addi)

( - ( 3 / 354)

Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham melainkan mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya maka berarti ia telah mengambil bagian yang sempurna (HR. Abi Dawud)

Prinsip Ahlus Sunah Wal Jama'ah An Nahdliyah? Tawasuth, Tawazun, Ta'dul dan Tasamuh

Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang. Sikap tengah-tengah dalam hal akidah antara pendapat jabariyah dan qodariyah. Dalam masalah fiqih sikap pertengahan antara ijtihad dan taqlid buta, yaitu dengan cara bermadzhab. Tawassuth dalam menyikapi budaya ialah mempertahankan budaya lama yang baik dan menerima budaya baru yang lebih baik, dengan sikap ini aswaja NU tidak serta merta menolak atau menerima salah satu dari keduanya. Prinsip ini disarikan dari firman Allah SWT:

y7Ï9ºxx.ur öNä3oY=yy_ ZpB& $VÜyur (#qRq6tGÏj9 uä!#ypk n?tã Ä$Y9$# tbqä3tƒur ãAqߍ9$# öNä3øn=tæ #YÎgx 3

Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

Kedua at-tawazun atau seimbang dalam segala hal. terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Quran dan Hadits). Firman Allah SWT:

s)s9 $uZ=yör& $oYn=ß ÏMuZÉit7ø9$$Î/ $uZø9tRr&ur ÞOßgytB |=tGÅ3ø9$# šc#uÏJø9$#ur tPq)uÏ9 $Y9$# ÅÝó¡É)ø9$$Î/ (

Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

Ketiga, al-i'tidal atau tegak lurus. Bersikap adil dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya, berpihak kepada kebenaran, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar. Ahlussunah Wal Jama'ah An Nahdliyah juga moderat dalam menghadapi perubahan dunyawiyah. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

$pkšr'tƒ šúÏ%!$# (#qãYtB#uä (#qRqä. šúÏBºqs% ! uä!#ypk ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( Ÿwur öN6ZtB̍ftƒ ãb$toYx BQöqs% #n?tã žwr& (#qä9Ïs? 4 (#qä9Ïã$# uqd Ü>tø%r& 3uqø)G=Ï9 ( (#q)?$#ur !$# 4 žcÎ) !$# 7ŽÎ6yz $yJÎ/ šcq=yJs? ÇÑÈ

Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Maidah: 8)

Keempat, Tasamuh (toleran) Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. Firman Allah SWT:

$yJÎ6s 7pyJmu z`ÏiB !$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆs xáÎ=x É==s)ø9$# (#qÒxÿR]w `ÏB y7Ï9öqym ( ß#ã$$s öNåk]tã öÏÿøótGó$#ur öNlm; öNdöÍr$xur Π͐öDF{$# (

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu

( , 8-9 )

Ahlussunah wal Jama'ah adalah orang-orang yang selalu berpedoman dengan sunah Nabi Saw. dan jalan para sahabatnya dalam masalah akidah keagamaan (aqidah), amal-amal lahiriyah (fikih) serta akhlak hati (tasawuf)

Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jamaah adalah ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabat-Nya dan beliau amalkan serta diamalkan para sahabat. Paham Ahlus Sunnah Wa al-Jamaah dalam Nahdlatul Ulama mencakup aspek aqidah, syariah dan akhlak. Ketiganya, merupakan satu kesatuan ajaran yang mencakup seluruh aspek prinsip keagamaan Islam.

Dalam bidang Aqidah, Ahlus Sunnah Wa al-Jamaah An Nahdliyah didasarkan pada manhaj (cara berfikir) Asyariyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah. Dalam bidang fiqih menganut empat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali). Sedangkan dalam bidang tasawuf menganut paham Imam al-Ghazali dan Imam Abu al-Qasim al-Junaidi al-Bagdadi, serta imam lainnya yang sejalan dengan syariah Islam.

Dalam Hal Tasawuf, Ahlus Sunnah Wa al-Jamaah memiliki prinsip, bahwa hakiki tujuan hidup adalah tercapaianya keseimbangan kepentingan dunia dan akhirat, serta selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. Untuk dapat mendekatkan diri pada Allah, diperlukan perjalanan spiritual, yang bertujuan memperoleh hakikat dan kesempurnaan hidup, namun hakikat tidak boleh dicapai dengan meninggalkan rambu-ra,bu syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran dan Sunnah Rasullullah SAW, ini merupakan prinsip dari tasawuf aswaja.

Kaum Nahdliyin dapat memasuki kehidupan sufi melalui cara-cara yang telah digunakan oleh seorang sufi tertentu dalam bentuk thariqah, tidak semua thariqah memiliki sanad kepada Nabi Muhammmad, dan yang tidak memiliki sanad pada Nabi Muhammmad tidak diterima sebagai thariqah mutabarah oleh Nahdliyin.