Mengapa Kami Memilih Islam

 

Indeks Artikel


Ibrahim Voo (Malaysia)

Sebelum saya memeluk agama Islam, saya adalah penganut Katolik Roma. Tapi berbarengan dengan ketidak yakinan saya atas kepercayaan Trinitas, Hidangan Ketuhanan Suci (Holly Communion), ke-Rahiban dan lain-lain, saya tidak kehilangan iman kepada Allah, dan tidak ada seorang Pendeta Katolikpun yang mampu meyakinkan saya tentang semua kepercayaan itu secara rasional. Satu-satunya jawaban mereka ialah: "Itu semua adalah rahasia dan akan tetap rahasia. Yesus itu penutup para Nabi, sedangkan Muhammad hanyalah seorang Dajjal." Na'udzu-billah!!

Keimanan saya kepada agama Katolik telah merosot, sampai akhirnya saya bergaul dengan banyak orang Islam Malaya. Saya telah berbicara dengan mereka tentang agama, dan sewaktu-waktu perdebatan kami menjadi hangat. Secara berangsur-angsur saya menjadi yakin bahwa Islam adalah agama yang rasional, dan Islam sepengetahuan saya adalah benar. Beribadat dalam ajaran Islam hanya kepada Allah, tidak kepada yang lain, sehingga dalam mesjid itu tidak terdapat gambar, patung atau lain-lain. Sembahyang dalam mesjid atau-di mana saja itulah yang telah merebut perhatian saya.


(sebelum, sesudah)


Mengapa Kami Memilih Islam
Oleh Rabithah Alam Islamy Mekah
Alih bahasa: Bachtiar Affandie
Cetakan Ketiga 1981
Penerbit: PT. Alma'arif, Bandung
 

Indeks Artikel