KATA PENGANTAR

 

KATA PENGANTAR UNTUK EDISI KEDUA.

Buku di tangan anda ini adalah yang sudah diterbitkan pertama­tama duapuluh-empat tahun yang lalu sebagai suatu liturgi yang kurang memadai. Namun, buku ini segera memenangkan pengakuan dari dunia Muslim dan diakui sebagai suatu pencapaian yang besar. Secara berturut-turut dia diterjemahkan ke bahasa Parsi, dan muncul di "Din-o-Daanish". sebuah majalah dari Teheran, Iran, dan review menyeluruh atasnya muncul di harian 'Al-Hilal' dari Baghdad. Beberapa tahun yang lalu, ketika suatu delegasi Ulama dari Universitas Al-Azhar datang ke Lahore, buku ini diberikan kepada mereka. Mereka mengucapkan selamat kepada saya atas penelitian yang menakjubkan yang telah saya lakukan. Popularitas dan kemasyhuran buku ini mempengaruhi beberapa penerbit  dan penulis yang tidak ber-etika untuk mereproduksinya tanpa seizin saya.

Buku ini juga secara kritis diulas oleh Harian Yahudi, Yishrael Messenger dari Hongkong dan Epiphany dari Calcutta dan saya menangkis keberatan mereka yang  lemah dengan meyakinkan. Di samping menulis topik ini saya telah berkesempatan untuk melakukan perdebatan serta diskusi dengan para ahli dari setiap agama. Suatu perdebatan yang melelahkan tentang nubuat "Seorang yang terpuji, seorang pengendara unta" yang disebutkan dalam Atharwa Weda telah berlangsung di Diwan Hall, Delhi, dan cendekiawan pendeta Hindu, yang berbicara dari fihak yang berlawanan, tidak bisa mengingkari nubuatan tersebut, tetapi dengan kurang meyakinkan mencoba meminimalisir pentingnya hal itu dengan menghapusnya seolah itu suatu sisipan dalam Kitab Weda.

Duapuluh tahun lebih dari kehidupan saya telah berlalu dan selama masa ini, aliran waktu yang cepat mengalir telah mendorong saya mengarungi sampai pojok terjauh dari dunia ini. Saya berkesempatan untuk menjelajah British Museum, Library of London, dan perpustakaan Buddhist di Madras, Colombo dan Ceylon, serta perpustakaan Hyderabad Deccan, San Francisco, Philadelphia, dan New York. Saya juga mempelajari dengan teliti Kitab-kitab Suci  aslinya. Tahun lalu saya yakin bahwa ini adalah subyek yang ruang-lingkupnya tak terbatas dan tak akan pernah bisa dijelajahi seluruhnya. Karena itu, saya memutuskan untuk menerbitkan penelitian saya. Edisi pertama terdiri hanya tigaratus halaman tetapi sekarang telah menjadi seribu lima-ratus halaman. Saya telah, dengan penuh kerendahan hati, mencoba mereguk sedalam-dalamnya dari mata-air ilmu pengetahuan ini dan menimba keluar kebenaran tersembunyi yang begitu indah dan bernilai jauh melebihi  mutiara yang  paling  berharga.

Akhirnya saya mohon kepada para pembaca agar berdoa kepada Yang Maha-kuasa  semoga  Dia bisa membahagiakan hati para pencari kebenaran dari semua agama-agama begitu pula Saudara kami dalam Islam, kasih-sayang kepada "Rahmatan lil alamin" s.a.w.

Abdul Haque Vidyarthi

Muslim Town, Lahore

December 4, 1966.
 

KATA PENGANTAR UNTUK EDISI PERTAMA 1940

Muhammad in World Scriptures terbit pertama kali dalam bahasa Urdu empat tahun yang lalu. Sebagai buku pertama dari yang sejenis ini, yang berisi nubuatan tentang kedatangan Nabi Suci dalam bermacam-macam Kitab Suci di dunia ini, yang memberikan ramalan dalam kata-kata aslinya dari Kitab-kitab Suci tersebut, buku ini telah memperoleh sambutan yang hangat di tangan publik yang mengenal bahasa Urdu. Hal ini menimbulkan permintaan kepada kami dari banyak sahabat agar edisi bahasa Inggris untuk buku yang sama segera diterbitkan. Jilid yang hadir dalam bahasa Inggris ini adalah untuk permintaan yang mendesak itu. Untuk lingkungan tertentu yang di atas kemampuan saya, terjemahan tak dapat saya lakukan sebagaimana seharusnya. Begitu pula adanya salah cetak. Dengan semua kendala ini, adalah suatu anugerah yang  patut dipujikan atas perhatian para pembaca. Ini adalah suatu penelitian besar dan sebisa-bisanya orisinal. Buku ini saya persembahkan sedemikian rupa ke hadapan para pembaca, dengan permohonan pada waktu yang sama semoga Tuhan mau membukakan hati kaum non-Muslim agar menerima kebesaran dari Nabi Suci.

Saya juga bisa tambahkan bahwa saya akan merasa sangat berterima-kasih atas setiap saran guna memperbaiki buku ini.

Abdul Haque Vidyarthi

Muslim Town, Lahore

 09.10.1940