MUHAMMAD dalam 'KITAB ORANG MATI'

 

MUHAMMAD DALAM SILABUS MISTIK ‘KITAB ORANG MATI’, SIAPAKAH HORUS?

16. Horus adalah Osiris dalam kelahirannya kembali.

Hijrahnya dari Mekkah ke Medinah adalah kelahiran kembalinya Muhammad, tetapi apakah ‘Osiris’ itu? Ini kata yang sangat signifikan. Ini menunjukkan ‘peradilan’. Maka kehidupan di Medinah adalah suatu pengadilan dalam pengertian yang sebenarnya. Di Mekkah, penganiayaan, penindasan, tirani, kesulitan hidup dan kekejaman sungguh melewati batas. Sekarang tibalah keadilan. Sungguh sedih kita tidak melihat hari pengadilan dalam kehidupan Yesus di dunia ini. Hidupnya berakhir dengan tragis. Tetapi dalam kehidupan Nabi Suci kita benar-benar hari pengadilan itu terjadi. Hari keadilan yang dijanjikan tiba. Kasus ini berkaitan dengan dua golongan. Kekejaman, kekerasan, intensitas dan kekuatan di satu sisi, kemuliaan, kesucian, kepolosan, bebas dari salah dan dosa di fihak lain. Osiris yang tak berdosa mendapatkan keputusan yang menguntungkan dan para penentang masuk neraka. Ini adalah hari pengadilan di bumi ini. Hari pengadilan ini telah diramalkan sebelumnya oleh semua nabi.

“Pengadilan adalah kepunyaan Allah” (Keluaran 1:17).
“Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar!” (Mazmur 1:5).
“Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan” (Mazmur 101:1).
“Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari Tuhan orang menerima keadilan” (Amsal 29:26). Hidup para pemenang pada hari Keadilan!

17. Yang lebih tua!

Ada dua kelahiran dari Horus, seperti yang dikemukakan di atas. Pada awal turunnya wahyu, Nabi Muhammad tinggal di Mekkah selama sekitar 12 tahun dan setelah itu hidup di Medinah kira-kira 11 tahun. Ada dua Horus, satu yang muda, satu yang lebih tua. Tigapuluh tahun adalah bilangan yang dibulatkan dan ada kesalahan beberapa tahun dalam pencatatan, atau memang dibuat-buat ole misionaris Kristen. Ini adalah kehidupan yang berlangsung selama 12 tahun di Mekkah dan 11 tahun di Medinah yakni jumlah seluruhnya 23 tahun, tetapi dia yang lebih tua di Medinah dalam sukses dan kemakmuran. Hidup Yesus selama duabelas tahun pertama adalah di bengkel tukang kayu. Tidak seorangpun yang punya sepotong fakta yang meyakinkan selama periode ini untuk meyakinkan, namun kehidupan Muhammad di Mekkah selama 12 tahun dan di Medinah 11 tahun, yakni jumlah seluruhnya 23 tahun, adalah suatu fakta sejarah dan, lebih tua dalam usia, beliau semakin unik dalam rahmat dan kemenangannya.

18. Raja dari langit!

Ini menunjukkan jiwa yang hidup dari ‘Ra’(Matahari) di langit. Tak dirgaukan lagi, Ra adalah nama matahari di langit. Jika matahari materi itu raja di langit, maka Nabi Suci adalah raja dari langit ruhani. Atau raja dari kerajaan Tuhan di bumi sedangkan nabi terakhir dari bani Israil adalah bintang timur yang memberi kabar gembira bahwa “Matahari akan segera terbit”.

19. Raja dari dua cakrawala.

Ini berarti bahwa Horus adalah tuan atau raja dari dua dunia, dunia fisik maupun ruhani. Kewibawaan Muhammad sebagai penguasa dan sebagai nabi adalah suatu fakta yang diakui. Secara eksplisit Yesus berkata:

“Kerajaanku bukan dari dunia ini; jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah     melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini” (Yohanes 18:36).

20. Tuhan dari utara dan selatan.

Dalam Egyptologi tuhan dari nurtunga dan warringa, cukup jelas bahwa Nabi Suci kita tidak khusus bagi bani Ismaili seperti halnya Yesus yang hanya khusus untuk bani Israil. Sebagaimana ditekankan dalam Quran Suci, maka Nabi Suci diutus kepada segenap bangsa di dunia. “Cahayanya… bukan kepunyaan Timur dan bukan kepunyaan Barat”(Q.S. 24:35). (Peringatan! Jangan disesatkan dengan istilah ‘tuhan’ dalam kutipan di atas. Ini adalah julukan kewibawaan; malaikat dan para nabi dirujuk dalam Alkitab juga sebagai tuhan).

21. Aliran air dimana tak seorangpun manusia bisa menguras airnya!

“Wahai, Huhotep ini, yang sangat agung, aliran air dimana tak seorangpun bisa menguras airnya, karena takut aumannya”(6). Di sini adalah gambaran penuh makna dari Quran Suci. Dimana air Alkitab itu selalu dicemari dengan tambahan dan penghapusan. Adalah al-Quran yang bergema terus di seluruh jagat Islam dari sejak turunnya wahyu yang pertama hingga hari ini. Cermatilah dalam membaca kata-kata berikut dari Egyptologi dan bandingkanlah dengan firman dalam al-Qur'’n. Ini adalah suatu mukjizat yang tak bisa ditandingi: “Tuhan Yang Maha-luhur selalu menjaganya, sehingga tak seorangpun bisa mendekatinya.Akulah elang-rajawali yang akan menjaga aliran air itu selamanya”. Analogi yang mirip dengan ini adalah firman dalam al-Quran:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Peringatan (al-Quran), dan sesungguhnya Kami adalah penjaganya”(Q.S. 15:9).

“Sesungguhnya itu Quran yang murah-hati. Dalam Kitab yang dilindungi. Yang tak seorangpun dapat menyentuh itu, kecuali orang-orang yang disucikan.     Diturunkan dari Tuhan sarwa sekalian alam” (Q.S.56:77-80). Lagi, dikatakan di sana:   “Tidak, itu adalah Quran yang mulia. Dalam Loh yang dijaga” (Q.S. 85:21-22).

22. Air tuhan yang besar! (7).

Dibelakang konsepsi ini terletak suatu pemikiran yang diketemukan pada banyak bangsa primitif, dan khususnya di kalangan suku Hemitis dari Afrika, dengan mana bangsa Mesir mempunyai hubungan dekat secara etnologis maupun kultural. Raja diidentifikasi sebagai air kehidupan dan pohon kehidupan. Ini bisa ditafsirkan berarti: karena air itu merupakan sumber kehidupan, ini untuk menarik perhatian kepada persamaan yang menonjol atas kebenaran ruhani yakni bahwa hanya dengan wahyu Ilahi, yang berkali-kali dibandingkan dengan air ini dalam al-Quran; bahwa kehidupan diberikan ke dunia ini dengan Kitab-Nya yang lengkap dan sempurna; kalau tidak, mereka akan mati dalam dosa dan korupsi (kerusakan).

23. Horus sebagai kanak-kanak.

Horus kanak-kanak sebagai pembawa makanan pada saat sungai Nil pasang (8). Makanan di Mesir, tanpa ragu lagi, tergantung kepada melimpahnya aliran sungai Nil secara priodik. Begitu pula persediaan ruhani yang tergantung kepada sungai Nil spiritual yakni al-Quran. Demikianlah Mesir akhirnya diairi olehnya dan nubuatan ini karenanya tergenapi dalam pengertian yang sebenarnya.

24. Kepala dari Nomes!

Nome adalah kata Perancis, yang berarti nama alias, titel, nama samaran penulis dan sebagainya. Dalam Egyptologi ini adalah pembagian wilayah. Muhammad atau Ahmad adalah suatu nama yang unik, yang belum pernah digunakan sebelum turunnya Nabi Suci, sungguh berlawanan dengan ini, Yesus adalah nama yang biasa digunakan orang. Terdapat banyak Yesus disamping Yesus Kristus. Satu dari mereka adalah ‘Yehoshua’, seorang komandan setelah Musa.

No.25 – 27 telah didiskusikan, lihat masing-masing No.10,12,13.

28. Tuhan merah.

Tuhan merah dari bangsa Meksiko (Amerika Tengah) menghadirkan Horus sebagai dewa pembalas dari ‘Osiris’ yang menderita. Dia juga hakim yang adil dan tulus, yang menjalankan peradilannya di balai pengadilan ‘Mati’ pada hari pembalasan. Dalam Mantera bab 57, dia karenanya disebut:

 “Seorang yang adil, wahai engkau yang ahli atas dua dunia; tuhan merah, yang memerintahkan   tanda eksekusi, kepada siapa diberikan dobel, seperti Horus pada kedatangannya yang kedua”.

Tidak perlu diberikan komentar atas hal ini. Nabi Suci kita yang mempunyai dua nama, menyajikan dua masa kehidupannya. Hidup di Mekkah dan hidup di Medinah. Kehidupan di Mekkah itu adalah kehidupan Ahmad dan kehidupan di Medinah adalah kehidupan Muhammad. Muhammad itu merah sebagaimana dikatakan: Sebagai dewa pembalas dari Osiris yang Menderita, hakim yang adil dan tulus, yang menjalankan peradilannya di balai Pengadilan. Sekarang, kata Madinah berarti balai Pengadilan. Ini adalah dari akar kata ‘din’ yang berarti pembalasan atau pengadilan. Jethro, ayah mertua Musa, adalah ketua pengadilan  yang pertama dari kota ini yang mengajar Musa bagaimana mengadili pertengkaran di antara suku karena Musa sudah terlalu lelah mengurusi mereka semuanya (Keluaran 18:14-26). Ada dua nama dari ketua pengadilan masing-masing berasal dari nama kepala sukunya. Pertama adalah Yathrib yang berasal dari nama ‘Yethro’(9), dan yang satu adalah ‘Madinah’ yang berarti seorang kepala pengadilan atau balai pengadilan. Nama yang dinyatakan dalam Quran Suci adalah Syuaib sebagaimana dikatakan dalam Alkitab sebagai ‘Hobab’. (Bilangan 10:29, Hakim-hakim 4:11). Kata Madinah itu bukanlah kota yang dikira terletak di selatan Sinai Timur, tetapi ini adalah ‘Modinah’, satu kota tua yang disebut oleh Ptolomeus seorang sejarawan kuno. Modinah Ptolomeus adalah Madinah di jazirah Arab (Saya telah mendiskusikan hal ini dalam buku ini dengan judul ‘nubuatan Musa’). Penulis Alkitab dalam hal ini sungguh sangat melebih­lebihkan. Eksodus yang sebenarnya dari bani Israil sesungguhnya tidak diketahui. Maka Madinah adalah balai pengadilan dimana hakim yang benar melaksanakan keadilan. Sesungguhnya ahli-ahli Mesir Kuno salah baca sebagai ‘Mati’; yakin itu adalah Madinah.

29. Kunci pengikat Horus.

Kuncinya bukan dari besi melainkan rambut. Keindahan pengikat rambut Nabi Suci kita didendangkan oleh Sulaiman dalam Kidungnya:

“Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak” (Kidung Agung 5:11).

“Bagaikan merpati matamu, di balik telekungmu….

Bagaikan belahan buah delima pelipismu, di balik telekungmu” (Kidung Agung 4:1-3). Rambutnya yang bergelombang, bak malam keperakan. Membuat bahunya bercahaya redup. Rambut Nabi itu berombak, dan tidak lurus tergantung; rambutnya lebat namun tak terlalu rapat. Seringkali dikatakan bahwa rambutnya ini mencapai daun telinganya. Rambutnya hitam. Di janggutnya dan ikatannya hanya ada 17 rambut abu-abu dan tak pernah lebih dari itu.(10). Sebagaimana digambarkan dalam “Kitab Orang Mati”, demikianlah ikatan rambut Nabi. Tetapi apakah arti ikatan rambut ini dalam bahasa  kiasan? Ini adalah nazar untuk hidup suci, murni dan mulia, secara positif menghindari anggur dan segala jenis minuman keras serta menjaga diri dari kesenangan duniawi (Bilangan 6:1-5).

30. Horus dalam bentuk elang atau rajawali.

Dinyatakan bahwa Horus adalah elang berKepala Emas (bandingkanlah dengan Kidung Agung, 5:11) dan Horus menghadapi Sut(Setan) dalam bentuk seekor elang (11), dan membunuhnya, sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab: ‘Ini akan meremukkan kepalamu’(Kejadian 3:15), yakni, tuhan perdamaian akan meremukkan kepala ular naga (Setan) (Roma, 16:20, Wahyu 12:8-9), tetapi Setan akan meremukkan tumit orang-orang jahat. Sesungguhnya Nabi Suci telah bersabda: “Setanku bukan setan lagi”. Agak berlawanan dengan ini, dicatat dalam Alkitab bahwa Setan empatpuluh hari bersama Yesus dan menggoda dia (Markus 1:12-13); dia tidak meremukkan kepalanya, tetapi, sebaliknya, Setan merasuki Yudas (Lukas 22:8), dan Petrus (Matius 16:28), dan memberi kekuatan kepada musuh-musuhnya untuk menyalib Yesus.