MUHAMMAD dalam 'KITAB SUCI HINDU'

 

KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DIRAMALKAN DALAM KITAB SUCI HINDU (11/18)
 

NABI DIMINTA BANGUN DAN MEMPERINGATKAN. Mantra 11
(Atharwa Weda 20: 127.11)

“Indra telah membangunkan sang penyair, berkata: Bangunlah, bergeraklah, dan bernyanyilah;    tentang aku, yang kuat, sesungguhnya, nyanyikanlah puji-pujian; setiap orang yang salih akan    memberikan kepadamu (pahala pengurbanan)” – (Bloomfield).  

“Indra telah membangunkan penyair dan berkata, Bangunlah berkelana bernyanyi di sini dan di sana.    Pujilah aku, yang kuat; tiap orang salih akan memberi engkau kekayan sebagai balasan”- (Griffith).

“Indra membangunkan penyanyi dengan pujiannya dan memintanya untuk pergi kepada orang-orang di setiap jurusan. Dia diminta untuk mengagungkan Indra, yang perkasa, dan semua orang salih yang akan memuji usahanya serta Tuhan yang akan memberkahinya dengan pahala-Nya” (Para mufasir Hindu)

Mantera ini memberikan, kurang lebih, terjemahan yang tepat dari surat 74 Quran Suci yang bernama Al-Muddatstsir (Orang yang berselubung):

 “Wahai orang yang berselubung. Bangun dan berilah peringatan. Dan Tuhan dikau agungkanlah”. (Q.S. 74:1-3).

Kemudian kata al-Quran: 

“Dan janganlah memberi sesuatu untuk mencari keuntungan. Dan demi Tuhan dikau, bersabarlah”. (Q.S. 74:6-7).

Dan lagi:

“Dan Tuhan dikau segera akan memberikan kepada engkau, sehingga engkau menjadi puas”. (Q.S. 93:5)

Di tempat lain dikatakan:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada engkau kebaikan yang melimpah-limpah. Maka bersalatlah kepada Tuhan dikau dan berkorbanlah” (Q.S. 108:1-2).

Tanpa suatu catatan atau komentar, kami telah memberikan terjemahan setepat mungkin dari mantera Weda dan ayat-ayat al-Quran, sehingga setiap pencari kebenaran yang tanpa bias akan menyaksikan bagi dirinya sendiri betapa ribuan tahun sebelumnya para resi Weda telah mengucapkan kata-kata yang sama, yang kemudian diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Mantera ini sendiri sudah cukup untuk menegakkan kebenaran pengakuan Nabi. Al-Quran berfirman:

“Wahai orang yang berselubung! Bangunlah”.(QS.74:1).

Weda berkata:
“Indra membangunkan penyanyi untuk memuji (yakni Ahmad)”. Al-Quran menyatakan kepadanya agar memperingatkan orang-orang, dan begitu pula, dalam Weda dia diminta untuk pergi ke oarng-orang di setiap jurusan.

Al-Quran berkata: “Dan Tuhan dikau agungkanlah” (Q.S. 74:3).
Weda berkata, “Agungkanlah Indra, yang perkasa”
Menurut al-Quran: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada engkau kebaikan yang melimpah-ruah” (Q.S. 108:1).
Dan di dalam kata-kata mantera, “Tuhan akan memberikan dia pahala-Nya”.

Semua tanda-tanda yang jelas ini digenapi dalam pribadi Nabi Muhammad dan tidak kepada resi atau utusan yang lain. Dia bangkit dan memperingatkan umat serta mengagungkan Tuhannya. Siang dan malam dia menyiarkan keimanannya dan menyebar-luaskan kebenaran, serta, dalam kata-kata Weda, seperti seekor burung di suatu pohon yang berbuah masak dia menyanyikan pujian kepada Tuhannya.

Wahai Tuhan berikahilah Nabi Muhammad.

KEDERMAWANAN NABI. Mantra 12
(Atharwa Weda 20:127.12)

“Di sini, wahai ternak, engkau akan dilahirkan, di sini, wahai kuda, di sini, wahai para penghuni!   Dan Pushan juga, yang menganugerahkan seribu (sapi) sebagai hadiah pengorbanan, menetap   di sini” – (Bloomfield). 

“Di sini, sapi-sapi! bertambah dan berkembang biaklah di sini, di sini, wahai kuda, di sini, wahai manusia. Di sini dengan seribu hadiah kekayaan, Pushan juga melakukannya dengan duduk sendiri” (Griffith).

Komentator Hindu memberikan terjemah berikut ini:
“Sapi, kuda, dan manusia, berkembang biak dan bertambah-tambah di sini, karena di sini
memerintah seorang yang pemurah dan sangat dermawan yang memberikan ribuan dalam sedekah dan pengorbanan”.

Sejarah Islam mengusung suatu kesaksian yang terang tentang kebenaran nubuatan ini. Dunia telah menyaksikan betapa segalanya berkembang dan meningkat dalam kerajaan Nabi Suci. Bangsa yang paling terbelakang di dunia menjadi pemimpin utama dan pembawa obor cahaya dan ilmu. Kemakmuran, manusia dan ternak, segala sesuatu bertambah dan berlipat-ganda. Dan ini juga menjadi suatu fakta yang tegak bahwa Muhammad adalah orang yang paling dermawan, pemurah dan welas-asih yang pernah disaksikan dunia.

Quran Suci mengatakan:

 “Jadi dengan rahmat Allah itulah engkau bertindak lemah-lembut terhadap mereka. Dan sekiranya   engkau kasar (dan) kejam, niscaya mereka akan bubar dari sekeliling engkau” (Q.S. 3:158).

Jadi, karena kelembutan hati Nabi, kemuliaan akhlak, serta kedermawanannya maka umat dari segala penjuru berduyun-duyun dan berkumpul di sekelilingnya. Bila tidak maka suatu kaum kepala batu seperti bangsa Arab mustahil bisa dikalahkan dan diperintah.

DOA RESI WEDA BAGI NABI . Mantra 13
(Atharwa Weda 20:127:13).

“Semoga ternak ini, wahai Indra, tak terluka, dan semoga pemiliknya tidak cedera, semoga kelompok yang tidak suka, wahai Indra, semoga pencuri tak bisa memperoleh milik dari mereka”-(Bloomfield).

“Wahai Indra, semoga sapi-sapi ini selamat, tuannya bebas dari cedera. Semoga yang hatinya benci  atau para perampok tidak bisa mengendalikan mereka” – (Griffith). 

“ Wahai Indra, semoga sapi-sapi ini (wali-wali pengikut Nabi) selamat, dan semoga tuan mereka tidak  cedera. Dan jangan biarkan seorang musuh, wahai Indra, atau seorang perampok, menguasai
mereka” - Para komentator Hindu.

Betapa luar-biasa doa dari Resi Weda ini terhadap Nabi Suci serta para pengikutnya. Tidak ada sedikitpun penolakan bahwa doa ramalan dari Resi ini jelas telah tergenapi. Nabi dan para pengikutnya yang suci telah berhasil dalam dakwah mereka dan telah diselamatkan serta ditolong oleh Tangan Tuhan. Para lawannya yang membenci serta musuhnya yang keras tidak dapat menguasai mereka ataupun merampok mereka dari kemurahan yang Nabi telah berikan kepada mereka. Kaum Muslim berkembang makmur sedangkan lawan-lawannya binasa, dan karena itu, doa dari Resi itu telah diterima. Doa yang sama juga terdapat dalam surat terakhir dari Quran Suci:

“Katakan: Aku berlindung kepada rabb-nya manusia, Rajanya manusia, Ilahnya manusia.
Dari keburukan bisikan (setan) yang menyelinap. Yang berbisik-bisik dalam hati manusia
Dari golongan jin dan manusia”  (Q.S. 114: 1-6).

Nabi Suci juga diriwayatkan telah mengajarkan suatu doa kepada para pengikutnya:  “Wahai Tuhan; janganlah beri kekuatan dia atas kami yang tidak berbelas-kasihan kepada kami”. Dan Tuhan Sendiri berkata tentang Nabi Suci dalam al-Quran:   “Dan Allah akan melindungi engkau dari manusia” (Q.S. 5:67).

Resi berdoa kepada Tuhan demi keselamatan Nabi, dan Tuhan menerima doa tersebut serta mengumumkan bahwa Nabi dijamin aman dan akan berhasil dalam dakwahnya.

PUJIAN DAN DOA RESI. Mantra 14
(Atharwa Weda 20:127.14)

“Kami berseru kepada pahlawan dengan hymne dan nyanyian: Kami (berseru) dengan lagu yang menyenangkan. Bergembiralah dalam lagu-lagu kami; semoga kita tidak mengalami cedera!” (Bloomfield)

“Berulang-ulang dan lagi kami mengagungkan pahlawan dengan hymne pujian, dengan doa, dengan doa yang penuh harapan. Ambillah kesenangan dalam lagu-lagu yang kami nyanyikan; semoga kejahatan tak pernah menimpa kami”. – (Griffith)

“Kami nyanyikan pujian dari pahlawan besar dan dengan lagu yang menyenangkan kami agungkan  dia. Dengan bahagia terimalah doa ini, wahai pahlawan, sehingga tak ada kejahatan yang bisa menimpamu” –  (Para komentator Hindu).

Ini adalah mantra terakhir yang kita telah kutip dalam halaman-halaman yang lalu, dan di sini Resi Weda pemohon dengan sungguh-sungguh agar Nabi Suci mau menerima doa dan pujiannya ini. Permohonan Resi ini, sebagai suatu fakta, membuatnya wajib bagi para pengikut Weda bahwa hendaknya mereka juga menyanyikan pujian kepada nabi dan dengan mengagungkannya akan menyelamatkan diri mereka dari kejahatan di dunia ini maupun di akhirat. Doktrin palsu dari sistim kasta, tumimbal lahir serta takhayul yang lain, adalah rantai yang telah memperbudak mereka di dunia ini; dan begitu pula perbedaan dalam keagamaan telah menjadikan keselamatan dan pembebasan mereka di akhirat juga menjadi tanda tanya. Karena itu, Muhammad datang ke dunia untuk membebaskan umat dari segala jenis kejahatan dan menunjukkan kepada mereka jalan yang benar.