BUDDHA MERAMALKAN MUHAMMAD SAW

 

BUDDHA MERAMALKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.  ( / )

 

BEBERAPA RUJUKAN PENTING DARI BERMACAM KITAB

“Maitreya akan menjadi cahaya yang terakhir dan sempurna” (“Saddharam Pundrik” bab 94).
“Dalam sejarah Buddhisme disebut ada 15 Buddha, yang paling akhir adalah Maitreya. (“Bartem and Yewasef” oleh E.W. Wallis Budge).

Spratt dalam “Pilgrimage of Buddhism”-nya, menulis:

“Kebangkitan Buddhisme itu rekayasa yang menyusup diam-diam dan dibangun di atas pasir. Agama Buddha telah terhapus dari muka bumi. Menurut ramalan, Maitreya akan muncul dan menyiarkan pembaharuan agamanya dari barat”.

“Maitreya akan menjadi nabi yang menghapus beberapa syariat dan doktrin dari agama kuno mengingat keadaan sekitarnya” (“Sacred Books of the East”, jilid 49).
Buddhism”, oleh T.W.Rhys Davids, halaman 183; di sana tertulis:
“Keindahan Buddha Maitreya itu di atas segala pujian. Patungnya tidak berbeda dari kita”.
“Wahyunya akan lebih elok. Mereka yang mendengarnya tidak kenal bosan dalam mendengar; mereka ingin mendengar lebih lagi dari situ”.
Maitreya akan dikenal oleh semuanya kecuali oleh lima kelompok pendosa:
Mereka yang menyekutukan tuhan lain selain Tuhan.
Para pembuat kejahatan.
Pembunuh dari sahabat yang suci.
Orang-orang yang bugil dan penuh nafsu seksual.
Mereka yang menolak demokrasi.
“Ibunda Maitreya kelak seorang bangsawan dan rupawan. Dia adalah puteranya yang pertama” (Maha Vastu I:197, Lalit Vistar 25:5, 23:10).
Meskipun ada ratusan patung Maitreya, namun ini adalah suatu mukjizat, sebagaimana ditulis, bahwa dia sendiri sangat menentang patung dan peribadatan kepadanya. Tertulis di sana:

“Kebiasaan di dunia ini membentuk dari segumpal tanah liat, dan dengan roda menjadikannya patung porselen. Bagaimana bisa patung ini dibandingkan dengan tokoh yang dimaksud atau dilanjutkan oleh generasi penerus. Arhan tidak dapat memecahkan masalah ini, pergi ke surga para dewa, dan bertanya kepada Maitreya yang menjawabnya”. (“Chinese Buddhism”, oleh Rev. Joseph Edkins, halaman 80).

Ini dengan jelas menunjukkan, bahwa menurut nubuatan ini, tak seorangpun kecuali Nabi Muhammad yang akan menjadi Dia yang Dijanjikan. Dalam “Chinese Tripitaka”, Buddha, yang menjawab Sariputra, berkata:

“Setelah ini seorang raja yang tulus akan menggantikan, dan Maitreya akan menurunkan 300 remaja, yang lahir secara gaib di antara manusia. Mereka akan melingkupi Hukum dari 500 Arhats dan pergi di antara manusia untuk memerintah mereka, sehingga sekali lagi, kitab-kitab suci yang sudah ditarik ke langit akan disebar-luaskan lagi oleh Maitreya, di dunia”. Lagi Buddha berkata: “Atas alasan apa sehingga saya terus akan menampakkan diri saya kembali? Ketika manusia menjadi ingkar, tak bijak, bodoh, tak peduli, senang mengumbar nafsu seksual, dan pengecut, maka mereka terjun ke kemalangan hidup. Kemudian Aku, yang tahu arah dunia ini, akan mengumumkan: Aku begini dan begitu (dan Aku mempertimbangkan): bagaimana bisa Aku membuat mereka condong kepada pencerahan? Bagaimana bisa mereka ikut ambil bagian dalam menikmati Hukum Buddha”. (Saddharam Pundrik, 15:22, 23). Terjemahan kitab Buddhis “Jataka” dalam bahasa Inggris telah diterbitkan dalam Harvard University Studies, jilid 3. Ini berbicara tentang Tanda-tanda atas kedatangan dari Dia yang Dijanjikan. Ini mengungkapkan, bahwa Maitreya itu tidak saja Dia yang Dijanjikan oleh Gautama Buddha melainkan bahwa seluruh duapuluh empat Buddha telah meramalkan kedatangannya. Sebagaimana Quran Suci telah menyatakan:

“Dan tatkala Allah membuat perjanjian melalui para Nabi: Sesungguhnya apa yang kami berikan kepada kamu berupa Kitab dan Kebijaksanaan – lalu Utusan datang kepada kamu, membenarkan apa yang ada pada kamu, seharusnya kamu beriman kepadanya dan membantu dia.: Apakah kamu membenarkan dan menerima perjanjian-Ku dalam (perkara) ini? Mereka berkata: Kami membenarkan. Ia berfirman: Maka saksikanlah dan Aku pun golongan yang menyaksikan bersama kamu”. (Q.S. 3:80).

Major Arhur Glyn Leonard menulis:

“Sesungguhnya Muhammad itu seorang yang luar biasa besar. Perbedaannya (yang nampak bagiku) antara orang besar yang lain dengan dirinya sangat besar. Type biasa dari orang besar, seorang John Knox, misalnya, adalah seorang patriot, pada dasarnya. Pertama dia berjasa bagi negaranya, baru demi Tuhan dan kemanusiaan. Seperti telah saya tunjukkan, bagi Muhammad, ini kebalikannya. Meskipun aslinya dia seorang bangsa Arab, tetapi beliau meletakkan Tuhan dan alam di atas segalanya.
Hal inilah yang membuat dia seorang humanis, ini yang menempatkan dirinya di depan zamannya.
Muhammad, tanpa sedikitpun keraguan, berdiri berabad-abad di depan zamannya.
Dan inilah arti sejati dari Maitreya ,“Rahmat bagi segenap bangsa-bangsa”.

“Buddha meramalkan kedatangan Muhammad s.a.w.” diselesaikan oleh pengarang Maulana Abdul Haque Vidiarthy pada tanggal 25 Maret 1954 di Paramaribo, Suriname, Amerika Selatan.

“Buddhist and Christian Gospels”, oleh Edmunds, jilid 2 halaman 160-161.
“Sacred Books of the East”, jilid IV halaman 13-14.
“Coming World Teacher”, oleh Pavri, halaman 23.
“The Master of Path”, oleh Lead Beater.
“Buddhism”, oleh Warren, halaman 481-482.

 Nubuatan ini ada dalam Kitab-kitab suci dari semua sekte Buddhis.

Muir’s “A Life of Muhammad” bab VII.
“Encyclopaedia Brittanica”, art. Lote-tree.
“Gadens Studies”, catatan kaki halaman 223.   Dan
“History of Pali literature” oleh B.C.Lall,Ph.D. Kata pengantar dan bab 1.
“Literary History of Sanskrit Buddhism”, oleh G.K.Nariman, halaman 5.
Karya berikut ini harus dirujuk untuk penjelasan lebih lanjut dari subyek yang di tangan.
Keith’s “Buddhist Philosophy”, halaman 31-32. “Dhammapad”, Pendahuluan, halaman 26.

G. Buhlat’s “Three new edicts of Ashoka”, Bombay, 1877, halaman 29.

“Sacred Books of the East”, jilid V. 25 halaman 172.
“Buddhism” oleh Rhys Davids, “Amgandha Sutta”, halaman 131.
“Outline of Buddhism”, halaman 58.
H.C.Warren,”Buddhism in transition”, Cambridge, 1896, halaman 481-486.
“Encyclopaedia Brittanica” edisi 11, art. “Maitreya”.
Maitreya, “Encyclopaedia of America”, jilid 18 halaman 135.
“Sanskrit-Chinese Dictionary”, oleh Eite I.E.J. bagian pertama halaman 92.
“Sanskrit-English Dictionary” oleh Monier Williams, “Buddhism”, oleh pengarang yang sama hal.181.
Ibid, hal.128. “Sanskrit English Dictionary”, oleh Monier Williams.
“Encyclopaedia Brittanica”, edisi 11, art. ‘Koran’.
Le Comte de Bouillainvilliers, “Le vil de Mohamet”, Amsterdam, 1731, halaman 134-144.
Dalam Vishnupurana diramalkan bahwa ‘Amitabha’ akan muncul pada tahun ke-8 manvantra.
“Encyclopaedia of Religion and Ethics”, jilid I halaman 98-99.

 

 


 



 

 
next >