Hikayat ke-1  Fadhilah Basmalah

Diceritakan seorang perempuan yang mempunyai suami seorang munafik selalu mengawali setiap perkataan dan perbuatannya dengan membaca basmalah. Berkatalah suaminya, “Aku pasti akan melakukan sesuatu yang membuatnya malu.” Kemudian ia memberi sebuah bungkusan uang kepada istrinya seraya berkata kepadanya, “Simpanlah bungkusan  ini”.Kemudian istrinya pun  menyimpan bungkusan tersebut dan menutupinya. Pada suatu kesempatan suaminya melengahkannya dan mengambil bugkusan yang disimpannya lalu membuang isinya ke dalam sumur dirumahnya. Kemudian ia pura-pura meminta bungkusan tersebut pada istrinya. Sang istripun kemudian mendatangi tempat ia menyimpan bungkusan dan  membaca basmalah sebelum  mengambilnya. Maka Alloh ta’ala memerintahkan  Malaikat Jibril untuk segera turun dan mengembalikan bungkusan tersebut pada tempatnya. Wanita itu pun mendapati bungkusan  utuh seperti saat ia meletakkannya. Maka ta’jublah suaminya lalu bertaubat kepada Alloh ta’ala.

 

Hikayat ke-dua Fadlilah Mendirikan Malam

Diceritakan seorang saudagar membeli seorang budak baru. Sebelumnya budak baru tersebut mengajukan persyaratan. Ia berkata kepada majikannya,” Tuanku, perkenankanlah saya mengajukan tiga syarat;

Yang pertama, janganlah Tuan menghalangi saya untuk mengerjakan sholat ketika tiba wakunya.

Yang kedua, silahkan Tuan memerintah saya pada siang hari, akan tetapi janganlah Tuan memerintah saya pada malam hari.

Yang ketiga, sediakanlah sebuah ruangan khusus bagi saya, yang tak seorangpun boleh memasukinya kecuali saya sendiri.

  Berkatalah majikannya,”Baiklah kukabulkan semua syarat yang kau ajukan, lihatlah kamar-kamar di rumah ini, pilihlah salah satu.” Budak itupun  kemudian mengelilingi rumah majikannya dan dipilihnya sebuah kamar yang telah rusak. Bertanyalah majikannya kepadanya, Mengapa kamu memilih kamaryang telah rusak?” Budaknya menjawab.”Tuan tidakkah Tuan ketahui bahwa bersama Alloh, kamar yang  rusak laksana sebuah gedung dan taman?”

  Budak itupun kemudian tinggal didalam kamar tersebut pada malam hari. Pada suatu malam, majikannya mengadakan sebuah pesta, dan pada tengah malam ketika para tamu undangan telah pulang, sang majikan berdiri dari duduknya dan berjalan mengelilingi rumahnya sampai akhirnya pandangannya tertuju pada kamar budaknya. Terlihatlah olehnya seberkas cahaya terang yang menggantung antara langit dan bumi diatas kamar tersebut sedangkan budaknya dalam keadaan bersujud mengadu kepada Tuhannya,”Ya Tuhanku, aku telah mewajibkan pada diriku untuk melayani majikanku di waktu siang, seandainya tidak maka tidaklah aku menyibikkan diriku kecuali berkhidmat kepadaMu, berilah  aku alasan Ya Tuhan!”Ia terus melihat kejadian tersebut hingga terbit fajar dan ketika cahaya tersebut naik ke langit, atap kamar tertutup kembali.

Setelah melihat kejadian itu si majikan memberitahukan apa yang telah dilihatya semalam. Pada malam beikutnya ia mengajak istrinya untuk mendatangi kamar budaknya dan mereka mendapai budaknya  seperti pada malam sebelumnya hingga terbit fajar. Kemudian mereka pun memanggilnya budak tersebut dan berkata kepadanya,” Kamu merdeka karena Alloht a’ala sehingga kamu dapat sepenuhnya berkhidmat kepada Dzat yang kamu telah mengadu kepadaNya.“ Mereka juga menceritakan tentang karomah yang telah mereka lihat. Mendengar hal tersebut  si budak kemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa,” Ya Tuhanku, aku memohon kepadaMu  janganlah  Engkau buka rahasiaku dan janganlah Engkau tampakkan haliahku,maka ketika Engkau membukanya maka matikanlah aku.” Kemudian ia pun tercabut nyawanya dalam keadaan bersujud. Semoga Alloh memberi rahmat kepadanya.

 

Hikayat ke-tiga   : Memenuhi hakikat Ibadah

 Diceritakan seorang ahli ibadah sedang mengerjakn solat. Ketika sampai pada bacaan “Iyyaka na’budu “( Hanya kepadaMulah kami menyembah) hatinya membisikkan bahwa ia adalah seorang ahli ibadah. Kemudian seolah ia mendapat seruan,”Kamu berdusta, kamu hanya beribadah kepada makhluk”. Ia pun kemudian mengasingkan diri dari manusia, kemudian  mengerjakan  sholat, ketika sampai pada bacaan “Iyyaka na’budu” ia kembali mendapat seruan,”Kamu berdusta,  kamu beribadah kepada istrimu”. Maka diceraikanlah isrinya kemudian ia mengerjakan sholat. Ketika sampai pada bacaan ‘Iyyaka na’budu” kembali ia diseur,”Kamu berdusta, kamu hanyalah beribadah kepada  hartamu.” Ia pun kemudian menginfakkan seluruh hartanya. Kemudian ia mengerjakan sholat. Ketika sampai pada bacaan”Iyyaka na’budu ia mendapat teguran lagi,”Kamu berdusta, kamu hanyalah menyembah pakaianmu.”Akhirnya ia pun mensodaqohkan semua pakaiannya kecuali yang melekat di badannya. Kemudian ia kembali mengerjakan sholat, dan ketika sampai pada bacaan “Iyyaka na’budu” barulah  ia mendapat seruan,”Kamu benar-benar sebagian dari para ahli ibadah.”

Hikayah keempat

Ibadahnya orang-orang sholeh

Ngisom bin yusuf berkunjung ke majelis hatim al-aksom ia bermaksut mengajukan sebuah pertanyaan kepada beliau. Ia berkata wahai abu abdurrohman bagaimanakah keadaanmu kerika kamu sholat maka beliaupun  menghadapkan wajahnya kearahnya dan berkata ketika dating waktu sholat aku bertugas mengambil air wudhu kemudian aku berwudu dengan sempurna dohir dan batin. Maka bertanyalah Isom bin yusuf bagaimana wudhu batin itu, dijawab wudhu secara dohir adalah dengan air adapun wudhu batin adalah mebasuhnya dengan tujuh macam perkara yaitu taubat  penyesalan meninggalkan cinta dunia, pujian mahluk, pangkat iri dan dengki. Kemudian aku pergi kemesjid, menghadapkan seluruh ragu sehingga seolah-olah aku melihat kabah di depanku aku berdiri diantara kecemaqsan dan  pengharapan sedenagkan allah senantiasa memperhatikanku. Aku merasa seolah-olah surga berada disisi kananku, neraka disisi kiriku sementara dari malaikat tabaniyah berada di belakangku sedangkan aku merasa sedang berdiri diatas shirot. Akau merasa ini adalah sholatku  yang terahir klalinya dalam hidupku. Kemudian akau berniat seraya bertakbir dengan sempurna. Aku mebaca dengan bertafakur, rukuk dengan kerendahan hati, sujud dengan penyerahan diri, bertasahutr dengan penuh pengharapan dan kuucapkan salam dengan ikhlas. Begitulah sholatku selama tiga puluh tahun.

Ishom bin yusuf  berkata” ini adalah sesuatu yang tidak ada mampu mnelakiukan selain engkau “ kemudian iapun menangis tersedu-sedu karenaNya.

 

Hikayah kelima :  Kebaikan istikomah

  Diceritakan seorang raja muda selama menjalankan kekuasaannnya blum pernah merasakan kenikatan. Kemudian ia brtanya kepada para punggawanya, Apakah orang lain sepertiku merasakan hal ini atau tidak?”Para punggawa menjawab, “mereka mampu menjalankannya dengan baik Tuanku”Keemudian sang raja kembali bertanya,”siapa yang dapat membantuku menjalankannya?” Mereka menjawab,”Para ulama akan mampu membantu paduka Tuanku.”Sang rajapun segera memanggil para ulama dan orang-orang soleh di negerinya. Kemudian dia berkata,”Duduklah kalian bersamaku, apabila terlihat oleh kalia sebuah ketoatan, perinthkanlah dirikku untuk mengerjakannya, dan apabila terlihat suatu kemaksiatan pada dirikucegahlah akuuntuk melakukannya. Merekapun menjalankan apa yang diamanatkan oleh sang raja,sang rajapun menjalankan hal  tersebut selama empat ratus tahun hingga pada suatu hari datanglah iblis-semoga Alloh melaknatinya- kepadanya. Ia kemudian bertanyalah iblis, Siapakah kamu?”ia menjawab,”Aku adalah keturunan Adam”,kemudian iblis berkata,”Seandaimya kamu adalah anak cucu Adam tentunya kamu telah mati sepert pada umumnya, pastilah kamu tuhan , peerintahkanlah rakyatmu  untuk menyembahmu.”Raja itupun terbujuk rayuan iblis maka naiklah ia ke atas mimbar dan berkata, “Wahai rakyatku, aku adalah rajamu selama empat ratus tahun, selama ini  aku telah menyimpan suatu rahasia kepada kalian, dan ini adalah saat unutk mengatakannya kepada kalian, ketahuilah  aku adlah tuhan kalian maka sembahlah aku!”Maka Alloh kemudian mewahyukan kepada nabi pada masa itu untuk mengingatkannya bahwa Aku(Alloh)akan senantiasa menyertainya semasa ia istkomah dalam ketaatannya, akan tetapi ketika ia kemudian ia menentang, maka niscaya Aku akan memberi kekeuasaan kepada raja Nebukadnezar untuk menghancurkannya“.Maka benar, Alloh memberikan kekusaan kepada raja Nebukadnezar untuk menghancurkan raja tersebut. Nebukadnezr berhasil membunuhnya dan merampas kekayaannya berupa  emas yang memenuhi tujuhpuluh perahu.

 

Hikayah ke enam :  Bagusnya Pemikiran

Diceritakan kholifah Harun ArRosyid memiliki seorang budak wanita yang berulit hitam  dan berwajah buruk. Pada suatu hari ia membagikan sejumlah uang kepada para pembantunya. Para budaknya pun berusaha untuk mendapatkan bagiannya masing-masing. Akan tetapi budak tersebut justru diam saja dan menatap wajah sang kholifah. Maka ditanyakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak ikut berebut uang?”Ia menjawab,”Yang mereka inginkan adalah uang, sedagkan yang aku inginkan adalah sang pemiliknya.”Sang kholifah merasa kagum mendengarnya, kemudian didekatinya pelayan tersebut dan memberi pujian kepadanya. Maka tersebarlah berita kepada para punggawa bahwa Harun ArRosyid jatuh cinta pada budaknya yang hitam. Mendengar kabar tersebut ia kemudian mengundang mereka dan memerintahkan untuk mengumpulkan para budaknya dan masing-masing diberi satu wadah yakut seraya diperintah untuk memecahkannya. Semuanya pun menolak untuk melakukannya kecuali si pelayan hitam, ia menjatuhkan wadah tersebut dan memecahkannya. Kholifah pun berkata,”Lihatlah !, budak ini, wajahnya buruk dan perbuatannya mengggelikan,”kemudian ia bertanya pada budaknya, “Mengapa kamu memecahnya?”Budak itupun menjawab,”Aku telah diperitahkan untuk memecahnya, maka aku berpendapat  memecahnya  hanyalah sekedar  mengurangi kekayaan raja, sedangkan tidak memecahnya berarti mengurangi kekuasaan raja,  menurutkug  tindakan pertama lebih utama demi menjaga kehormatan kekuasaan raja. Aku juga berpendapat dengan memecahnya aku hanya akan dianggap gila, sedangkan membiarkannya aku akan disebut menentang kuasa raja. Yang pertama lebih aku sukai dibandingkan yang kedua .Para raja pun membenarkan ucapannya dan memaklumi sang kholifah dalam menyayanginya. Wallohu A’lam 

 

Hikayah  ke tujuh Kemuliaan

Diceritakan seorang pemuda tidur didalam masjid dengan membawa sekantong uang di ikat pinggangnya. Ketika ia terbangun ia tidak menemukannya, sementara dilihatnya Ja’far Shodiq sedang mengerjakan sholat, ia pun menaruh curiga kepada beliau. Beliaupun bertanya kepadanya,”Apa yang telah terjadi dengan Saudara?” ,pemuda itu menjawab,”Uangku telah dicuri, dan aku tidak melihat seorang pun selain Saudara.”     Beliau bertanya,”Berapa jumlah uang Saudara yang hilang?”Ia menjawab,”seribu dinar”.Kemudian beliau bergegas pulang mengambil uang seribu dinar kemudian diserahkan kepada pemuda tersebut. Setelah itu pemuda tersebut menemui temannnya. Mereka berkata, “Kami telah bergurau kepadamu, kantong uangmu telah kami ambil.” Maka iapun kemudian pergi menemui orang yang telah memberinya uang dimasjid. Orang-orang mengatakan bahwa beliau adlah putra paman osulullo solallou alahi wa salam. Ia pun bergegas menemui beliau dan menyerahkan uang yang beliau berikan. Akan tetapi beliau menolaknya dan berkata, “Semua milikku yang telah aku berikan tidak akan aku ambil kembali.” Semoga Alloh meridloi mereka.

 

Hikayat ke delapan :  Keutamaan to’at

Diceritakan seorang pemuda pada masa bani Isroil menderita sakit berat. Kemudia ibunya bernadzar jika Alloh menyembbuhkannya maka ia akan keluar dari dunia selama tujuh hari. Maka Alloh menyembuhkannya  akan tetapi ibunya tidak memenuh nadzarnya.Pada suatu malam ia ia bermimpi ditemui oleh seseorang yang berkata,”Penuhilah nadzarmu supaya kamu tidak mendapatkan bala’ dari Alloh yang pedih. “Pada pagi harinya ia  mecertakan mimpinya pada anaknya dan memerintahkan kepadanya untuk menggalikan kuburan di pemakaman dan menguburnya.   Pemuda itupun memenuhi permintaan ibunya. Ketika turun keliang kubur wanita itu berkata, Ya Tuhanku, Hamba telah bersungguh-sungguh memenuhi nadzrar dengan kesungguhan hamba, seluruh kekuatan hamba, maka jagalah diri hamba dari bahaya selama berada didalam kubur ini.”Kemudian anaknya menimbun kuburnya dan pergi meninggalkannya. Kemudian terlihatlah oleh wanita itu sebuah cahaya yang berkilau pada arah kepalanya   dan sebuah lubang seperti intan , lalu ia melihat kedalam lubang tersebut , terlihatlah olehnya sebuah taman yang didalamnya terdapatdua orang wanita.  Kemudian keduanya memanggilnya, “Kemarilah kamu”,maka lubang   tersebut kemudian melebar sehingga ia dapat keluar menghampii kedua wanita tersebut. Didapatinya didalam kebun itu sbuah telaga yang sangat jernih  sedangkan kedua wanita itu duduk dipinggirnya. Kemudiania duduk di dpan mereka dan mengucapi salam kepada mereka, akan tetapi mereka tidak menjawabnya. Ia punbetanya,”Mengapa kalian tidak menjawanya sedangkan kalian mampumelakukannya?”,Mereka menjawab,” mengucap salam merupakan suatu ketoatan sedang kami tercegah darinya.Tiba tiba datanglah seekor burung dan hinggap diatas kepala salah seorang wanita tersebut dan mengipasinya dengan kedua belah sayapnya. Kemudian datang lagiseekor burung yang hinggap di atas kepala yang lain kemudian mematuki dengan paruhnya. Bertanyalah wanita tersebut kepada wanita pertama, “Bagaimana engkau mendapatkan karomah ini?”wanita pertama menjawab,”Sewaktu di dunia aku mempunyai suami yang akutaati, dan aku mati sedangkan ia rido kepadaku, maka Alloh memuliakanku dengan karomah ini”.Dan wanita kedua berkata,”Aku termasuk wanita yang solihah , akan tetapi sewaktu hidup di dunia aku tidak mentati suamiku, dan sewaktu aku mati dia tidak rido kepadaku, maka Alooh menjadikan kuburku taman karena kebaikan-kebaikanku, dan siksaan ini sebagai balasan aku tidak taat pada suamiku.Maka aku meminta padamu ketika kamu pulag ke dunia mintakanlah rido kepada suamiku.”

Setelah tujuh hari berada didalam kubur kedua wanita itu berkata padanya, pergilah menuju kuburmukarena anakmu tengah mencarimu. Ketika sampai di kuburna, didapatinya anakn lakilakinya tengah menggali kuburnya dan mengeluarkannya kemudian mereka pulang kerumah. Tersebarlah berita bahwa  wanita itu telah meninggal setelah menjalani nadzarnya.Datanglah orang-orang untuk berta’ziah atas kematiannya,termasuk suami wanita di dalam kubur yang ditemuinya. Maka ia kemudian menceritakan apa yang telah terjadi didalam kuburnya serta memintakan maaf dan keridloan kepada laki-laki tersebut. Laki-laki itupun bersedia memaafkan istrinya. Kemudian dalam mimpinya wanita tersebut bertemu dengan  wanita yang ia temui didalam kubur, dikatakan kepadanya”Aku mendapatkan kebahagiaan di dalam kuburku karena pertolonganmu, semoga Alloh memberikan balasan kebaikan atas pertolongan mu dan mengampuni dosamu.”

 

Hikayat ke 12 Fadilah berteguh hati

Diceritakan bahwa Mubaroz dari Romawi menawan pasukan muslimin pada  masa kholifah Umar bin Khotob (semoga Alloh meridloinya). Seorang prajurit yang kuat dan disegani diantara mereka menjulukinya ‘anjing Romawi”Kemudian “si anjing Romawi” memanggilnya unutk melihatnya. Di depan singgasananya terdapat rantai yang memanjang sehingga orang yang ingin mendatanginya harus membungkukkan badannya seperti posisi orang yang sedang ruku’. Mengetahui hal tersebut tentara itu menolak untuk menemuinya dengan harus membungkukkan badan seperti orang yang sedang ruku’, ia berkata”, Aku tidak mendapatkan ajaran dari Nabi Muhammad  Solallohu’alaihi wa salam untuk mendatangi orang kafir dengan membungkukkan badan ,kemudian anjing romawi memerintahkan untuk mengangkat rantai di depannya sehingga prajurit itu dapat masuk kemudian ia mendatangi Mubaros dan terjadilah percakapan yang panjang, Mubaroz berkata masukklah keagamaku sehingga aku memberikan cincinku kepadamu dan memberimu kekuasaan Romawi,dan berbuatlah sesukamu  Prajurit itu menjawab, “ berapakah kekuasaan romawi di dunia ini ?” anjing romawi menjawab, “ sekitar sepertiga dunia diku6asai romawi”. Prajurit itu berkata, “ andaikan dunia seisinya dipenuhi oleh emas dan permata sebagai ganti dari …….aku tetap tidak akan menerimanyaMubaroz berkata, “ Apakah…….itu? “ prajurit itu menjawab , “yaitu kesaksian aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.  Berkatalah  Mubaroz, “ orang ini begitu kuat cintanya pada Muhammad maka tidak mungkin baginya untuk kembali saat ini “. Kemudian ia memerintahkan kepada tentaranya untuk meletakkan ………diatas api dan menuangkan air ke dalamnya dan ia  berkata ,” Ketika sudah benar-benar mendidih masukkan orang ini kedalamnya !” maka merekapun melaksanakannya.ketika mereka memasaukkannya ke dalam air prajurititu membaaca basmalah dan masuk kedalamnya dari satu sisi dan keluar melalui sisi yang lain berkat kekuasaan Allah taala ,takjublah Mubaroz melihat hal tersebut kemudian ia memerintahkan untuk memasukkannya kedalam ruangan yang gelap dan tidak memberinya makan dan  minum kecuali hanya memberinya daging babi dan arak selama empat puluh hari . Merekapun menjalankannya , setelah genap empat puluh hari,  mereka membuka ruangan tersebut dan mendapatinya serta   daging dan arak yang mereka lemparkan masih utuh tidak dimakannaya sama sekali . berkatalah mereka, “ mengapa kamu tidak memakannya padahal dalam agama Muhammad diperbolehkan  memakannya dalam keaadan terpaksa ? prajurit itu menjawab,”  jika aku memakannya kalian akan senang sedangkan aku ingin membuat kalian marah “.Mubaroz berkata ,” sekiranya kamu tak mau memakannya bersujudlah kepadaku ! sehngga kamu akan ku bebaskan bersama tawanan yang lain. Prajurit itu menjawab , sujud dalam agama Muhammad tidak di perbolah kan kecuali hanya kepada allah . Berkatalah anjing romawi kepadanya , kalau begitu ciumlah tanganku maka  kamu akan kubebaskan bersama teman-temanmu !’ prajuri itu menjawab hal itru tidak di perkenankan kecuali kepada orang tua kami , raja yang adil atau kepada guru kami.”  Maka kalau begitu ciumlah keningku !” prajurit itu menjawab ,”Baiklah tetapi dangan satu syarat “. Mubaroz berkata lakukanlah sesuai dangan keinginamu . kemudian prajurit itu meletakkan lengan bajunya pada kening mubaroz dan menciumnya dengan niat mencium lengan bajunya maka mubarozpun membebaskannya bersama tawanan yang lain dan memberinya harta yang banyak sarta menulis surat kepada umar bin khotob . yang berbunyi , andaikan orang ini brada dinegara kami dan memeluk agamakami niscaya kami akan menyembahnya . ketika prajurit itu menghadap umar berkaatalah belliau kepadanya , harta ini tidakhanya menjadi miliknya akan tetapi orang tempat bersatunya penduduk madinah yaitu rasulallah sallallahu alaihi wa salam , prajurit itupun melaksanakannya  

 

Hikayat ke tiga belas Fadilah malam nisfu Sya’ban

Diceritakan pada suatu hari dalam perjalanannya Nabiyulloh ‘Isa Sollallohu ‘alaihi wa sallam melihat sebuah gunung yang tingi,kemudian beliau bermaksud mendakinya. Tiba-tiba dilihatnya pada  sebuah batu besar di puncak gunung tersebut susu yang sangat putih warnanya. Beliau  berjlan mengelilinginnya dan terheran heran melihat keindahannya. Kemudia Alloh memberikan wahyu kepadanya, “ Wahai’Isa , senangkah kamu apabilaa aku jelaskan apa yang telah membuatmu ta’jub  itu?”Beliau menjawab , “Ya, saya menghendakinya Tuhanku”. Maka terbelahlah batutersebut dan terlihatlah di dalamnya seorang tua yang berambut putih sedeang mengrjakan sholat. Ditangannya terdapat  tongkat berwarna hijau, sedangkan diantara kedua matanya terdapat anggur. Ta’jublah Nabi ‘Isa melihata hal tersebut kemudian  bertanya kepadanya,”  Wahai Pak tua apakah yang telah saya lihat ini?”, lelaki itu menjawab ,”Ini adalah rizkiku setiap hari “.Nabi Isa bertanya lagi,”Berapa lamakah Anda beribadah kepada Alloh di sini?” Lelaki itu menjawab,” Selama empat raus tahun.” Kemudian Nabi Isa Sollallohu alaihi wa sallam bertanya kepada Alloh, Ya Tuhanku,aku tidak mengatakan bahwa Engkau telah menciptakan makhluk yang lebih mulia darinya, berilah wahyu kepadaku!” Kemudian Alloh memberi wahyu kepada beliau bahwa Umat Muhammad Sollallohu alaihi wa salam  yang mendapatkan bulan Sya’ban  dan mengerjakan  solat sunnah pada malam nisfu sya’ban (Malam tanggal lima belas) adalh lebih mulia dalm pandangan Alloh dibandingkan beribadah seperti lelaki tersebut selama  empat ratus tahun. Kemudian Nabi Isa berkata, Andai saja termasuk umat Muhammad Solallohu alihi wa salam.

 

Hikayah ke Empat belas Mcam-macam hukum

Hukum pada masa Nabi Irohim adalah dengan memasukkan ke dalam api, maka siapa yang benar ketika tangannya dimasukkan ke dalam api maka ia tidak terbakar sedangkan orangyang salah akan terbakar tangannya. Hukum pada masa NabiMusa alaihi salam  ditunjukan dewngan tongkatnya, tongkat akan diam kepada orang yangbenar dan kan memukul orang yang bersalah. Hukum pada masa Nabi Sulaim,an adalah dengan angin. Barang siapa yang benar maka angin akan tenang, sedangkan orang yang salah akan diterbangkan kemudian  dijatuhkan ke tanah. Hukum pada masa Nabi Dzulqornain adalah dengan air, barng siapa yang benar maka ketika ia duduk di atas air, air akan mengeras sedangkan jika ia salah maka air akan menjadi cair. Hukum pada masa Nabi daud alihi salam ditunjukan dengan rantai, Barang siapa yang benar ia akan dapat melepaskan tangannya dari belenggu sedangkan orang yang salah  tidak mampu melepaskannya. Sedangkan hukum pada zaman Nbi Muhammad Sollallohualaihi wasalam ditunjukan dengan sumpah atau mendatangkan saksi. Allohberfirman,” Alloh menhendaki atas kalian kemudahan, dan tidak menghendaki atas kalian kesulitan”.

Dan diriwayatkan dari Imam Turmudzi” Lafadz Al Yusru(Kemudahan ) adalah nama untuk surga, karena semua kmudahan ada di sana, Sedangkan  Al ‘Usru(Kesulitan) adalah sebutan  untuk neraka , karena disanalah tempat segala kesulitan.

 

Hikayat ke lima belas Keutamaan Puasa Romadlon

 Diceritakan dari Sufyan Stauri  -Semoga Alloh meridoinya- beliau berkata,” Aku berdiam di Makkah selama empat tahun, terdapatlah di san Abdullah bin 'umar seorang laki-laki  yang mendatang Masjidil harom setiap hari, bertowaf dan sholat  sebanyak dua roka’at kemudian mengucapkan salam kepadaku dan pulang ke rumahnya.  Hal itumembuatku tertarik, suka dan menaruhperhatian kepadanya . Pada suatu saat dia menderita suatu enyakit kemudian  memanggilku dan berkata kepadaku,”Jika aku mati mandikanlah aku, solati, kafani,  dan kuburkan aku. Kemudian janganlah kau tinggalkan aku pada malam harinya sendirian di kuburku, talkinlah aku dengan kalimat tauhid ketika Malaikat Munkar dan Nakir menanyaiku”.Akupun menjaga pesan tersebut. Kemudian saat ia matiakupun memenuhi pesan-pesannya, akupunbermalam di kuurnya. Tiba –tiba antara terjaga dan tidur aku mendengar sebuah suara tanpa rupa memanggilku, “Hai Sufyan dia dibutuhkan lagi kamu menunggunya, menalkinnya, mengirim doa untuk menyenangkannya di alam kubur, karena Aku telah menyenangkannya dan menalkinnya.”Aku kemudioan bertanya,”dengan apa dia mendapat hal itu?” Kemudian dijaawab,”Dengan puasanya pada bulan Romadon serta enam hari di bulan Syawwal.” Kemudian aku benar-benar terjaga, tak terlihat seorang pundisekitarku, kemudian aku berwudlu dan solat hingga aku tertidur kembali. Kemudian aku bermimpi sama sampai tiga kali sehinnga aku yakin bahwa hal terebut berasal dari Alloh, bukan bisikan syaiton, kemudian aku pergi dari kuburan dan berdoa Ya Alloh berilah aku pertolongan dalam mengerjakan puasa seperti itu dengan kemurahan dan kemuliaanMu. Amin mbakyune Abror.

 

Hikayat ke enam belas Keutaman menetapi ibadah

Diceritakan terdapatlah seorang ahli ibadah telah menjalankan ibadah selama seratus tahun dalam mihrobnya. Pada suatu saat syaitan mengganggunya. Ia turun dari mihrabnya dan pergi ke kota untuk menemui teman-teman dan kenalannya karena Alloh. Dia pun bertemu dengan seoran teman  yang kemudian mengajaknya kerumah. Orang itu bersumpah atas nama Alloh akan membuatnya senang semampunya. Kemudian iapun bersenang-senang bersama  temannya selama tujuh bulan . Pada suatu malam ketika tidur tiba-tiba  ia menjerit keras hingga pemilik rumah bangun dan menghampirinya dengan cemas, temannya bertanya,”Apa yang telah terjadi padamu?” Ia berkata, “ Terangilahaku dengan lampu,maka temannya pun meneanginya, kemudian dia berkata,” Ketika aku tidur aku bermimpi didatangi oleh seorang anak muda yang tampan wajahnya dan sangat bersih bajunya, ia berkata kepadaku,” Aku Rosululloh, Cacat apa yang kau temukan pada Aloh dan RosulNya sehingga kamu meninggalkan beribadah kepadanya?, kembalilah ke tempat ibadahmu sebelum kematianmu!”Kemudian pergilah ia pada malam itu juga, dan terus berjalan mengarungi gurun, berminumkan air hujan dan makan daun-daunan. Ia bermunajatkepada Alloh,” Ya Tuhanku, tubuhku penuh dengan aib, hatiku kotor , lidahku penuh dengan dosa , maka ampunilah aku  duhai Sang Maha Pengampun dosa, Penutup cela, dan Maha Mengetahui hal-hal ghoib!”. Ketika hampir sampai pada tempat ibadahnya dan bermaksud masuk kedalamnya

Serta melangkahkan satu kakinya ia melihat suatu tulisan , lalu iapun memeriksanya dan melihat terdapat empat kalimat didalamnya,”Kamu telah bertawakkal kepadaKu, maka Aku mencukupimu, kemudian kamu menjauh dariKu, Akupun menjauh darimu, dan ketika kamu kembali padaKu akupun menerimamu, ketika kamu menjauhkan diri dari dosa-dosa, Akupun mengampunimu dan merahmatimu, dan ketika kamu mengharap apa yang ada pada Ku akupun memberimu.

 

Hikayah ke tujuh belas  Keutamaan Ikhlas.

Diceritakan Bahwa pada suatu hari AsSybli berdoa dalam majelis ilmunya”Alloh” dengan penuh rasa takut. Maka terdapatlah seorang pemuda yang mendenagarnya menjerit dengan keras kemudian meninggaldunia. Mengetahui hal tersebut keluarganya mengadukannya pada Sultan, mereka menuduh beliau telah membunuh anak mereka. Kemudian sultan bertanya kepada beliau, “Bagaimana pendapat Anda?”Beliau berkata,”Ya Amirul Mukminnin, ruh telah hampir sampai ajalnya aku bersedih kemudian berdoa dan terkabulkan , apakah dosaku?”Mendengar jawaban menangislah sultan danberkata kepada keluarga pemuda itu, bebaskan dia, dia tidak bersalah. Alloh Maha tahu apa yang benar.

 

Hikayat ke delapan Belas

Keutamaan Tawakkal  Kepada Alloh

 

Diceritakan pada suatu hari Dzun Nun Al Mishri pergi mencai ikan di laut bersama anak putrinya yang masih kecil.Ia melemparkan jaringnya ke dalam laut sampai ahkirnya ia mendapatkan seekor ikan di dalamnya. Kemudian ia bemaksud mengambilnya. Putrinya mengamati ikan tersebut menggerak-gerakkan mulutnya dan kemudian melemparkan kembali ke laut. Bertanyalah ayahnya, “Mengapa kau menyia-nyiakan pekerjaanku?”Putrinya menjawab ,”Aku tidak rela jikamemakan makhluk yang berdzikir kepada Alloh”, Dzun Nun bertanya lagi,”Lalu apa yang harus kita kerjakan?”putrinya menjawab, “Kita berserah diri kepada Alloh dan Ia akan menganugerahi rizki yang tidak berdzikir kepada Nya”Maka merekapun diam bertawakkal kepada Alloh samapai sore hari dan  mereka tidak mendapatkan sesuatupun. Ketika menjelang waktu Isya’ Alloh menurunkan kepada mereka hidangan dari langit yang di dalamnya terdapat berbagai macam makanan dan rizki tersebut mereka terima setiap malm sampai kurang lebih duabelas tahun. Dzun Nun merasa bahwa karomah tersebut disebabkan karena sholtnya, puasanya,  dan ibadah-ibadahnya sampai akhirnnya putrinya meningal dunia dan rizki tersebut tidak lagi ia terima. Ia kemudian mengetahui bahwa karomah tersebut karena anaknya, bukan karenanya dan tidak lagi berprasangka seperti sebelumnya.

 

Hikayat ke 19 ; TENTANG KASIH SAYANG

  Diceritakan suatu ketika nabi saw keluar untuk melaksanakan sholat `Ied, anak-anak bermain bersama, didalamnya terdapat satu anak yang sedang menangis sendirian, dia berpakain lusuh. Kemudian nabi saw. Bertanya kepadanya: “wahai anak kecil, apa yang membuatmu menangis dan tidak brmain bersama anak-anak?”

  Anak itu menjawab: “Aku sedang kacau pak, ayahku meninggal dalam suatu peperangan bersama nabi, lalu ibuku menikah dengan orang lain, dia menghabiskan hartaku, aku diusir oleh isterinya yang lain, aku tidak punya makanan, minuman, pakaian dan rumah untuk kembali., maka ketika aku melihat anak-anak yang masih mempunyai bapak sedang bermain, dan mereka mengenakan pakaian kesedihanku menjadi bertambah, sebab itulah aku menangis.” Anak itu tidak mengetahui bahwa beliau adalah nabi saw.

  Nabi saw. Menarik anak tersebut dengan tangan beliau dan berkata: “Apakah kamu rela kalau aku menjadi bapakmu, Aisyah ibumu, fatimah saudara perempuanmu, Ali pamanmu, Hasan Husain saudara laki-lakimu.”

  Anak itu menjawab: “Bagaimana Aku tidak rela wahai Rosululloh.”

  Lalu nabi mengajaknya pulang kerumah beliau, ia diberi pakaian yang yang bagus dan juga diberi makanan, lalu anak tersebut keluar dengan penuh bahagia bermain dengan anak-anak.

  Pada saat anak-anak yang lain melihatnya, mereka bertanya kepadanya: “Dulu saat kita bermain seperti ini kamu menangis, sekarang kenapa kamu sudah menjadi bahagia?”

  Anak itu menjawab: “Dulu aku lapar sekarang kenyang, dulu aku tidak punya pakaian sekarang pakaianku bagus dan dulu aku yatim sekarang Rosululloh sudah menjadi bapakku, Aisyah ibuku, Fatimah saudara perempuanku, Ali pamanku.”

  Kemudian anak-anak itu berkata: “andai saja bapak-bapak kita semua mati dalam peperangan itu.”

  Anak tersebut selalu berada disisi nabi hingga beliau wafat. Sepeninggal nabi wafat anak tersebut menangis dan menumpahkan debu diatas kepalanya sambil berkata: “Sekarang aku benar-benar menjadi yatim, aku menjadi anak gelandangan.”

  Lalu Abu Bakar mengajaknya untuk dijadikan sebagai salah satu keluarganya.

 

Hikayat ke 20 tentang fadilah kembali kepada Allah

  Pada masa nabi Dawud As ada seorang raja dari beberapa raja yag suka melakukan penindasan, kemudian orang-orang meminta pertolongan kepada nabi Dawud atas penindasan tersebut dan mereka berkata : “ wahai nabi Allah dia telah menindas kita dengan membunuh dan menahan orang-orang”. Lalu nabi Dawud memerintahkan untuk menyalib raja tersebut. Maka dengan kejamnya raja tersebut disalib di atas gunung. Setelah itu mereka pulang, tiba-tiba raja berubah menjadi sebatang kayu dengan sendirinya, dia mendekatkan diri pada Tuhannya , orang-orang  sudah tidak membutuhkan dirinya, dia tunduk pada matahari dan bulan dan berkata “aku telah menyembah matahari dan bulan agar keduanya memberi manfaaat bagiku ketika  aku terkena bahaya dan diapun tidak memberi apa yang ku harapkan dan dia tidak minta balasan dariku”. Selanjutnya raja kembali pada Allah , berdikir dengan asmanya , merasa berdosa sepenuh hati kepadanya, dan berkata “wahai Tuhan , aku telah maksiat padamu dan beribadah kepada selain engkau, aku tidak mendapat manfaat darinya. Aku datang padamu, engkau adalah dzat ynag berhak menutupiku maka dengan rahmatmu engkau menutupiku. Kemudian Allah berfirman ”hamba ini menyembah tuhannya dalam waktu yang cukup lama dan tidak mendapat manfaat dari Tuhannya, mintalah pertolongan padaku dan berdoa padaku, Wahai Jibril temuilah hambaku dan tempatkan diatas bumi dengan keselamatan dan keasehatannya, maka Jibril pun melakukannya. Ketika memasuki waktu pagi maka mereka pergi ke nabi Dawud dan mereka berkata “ijiinkanlah kami menemui sebatang kayu, lalu nabi Dawud mengijinkannya. Pada saat bertemu dengannya dia dalam keadaan hidup dan selamat diatas bumi. Lalu mereka memberi kabar pada nabi Dawud akan hal tersebut. Kemudian Dawud pergi memenuhinya nabi Dawud shalat dua rakaat dan berdoa “wahai Tuhan  beri tahu aku atas keajaiban yang telah aku lihat”. Kemudian Allah berfirman kepadanya “ Wahai Dawud, sesungguhnya hambaKu ini mendekatkan diri padaku maka aku mengabulkannya, karena sesungguhnya apabila Aku tidak mengabulkan seperti ketika tuhannya tidak mengabulkan nya maka apa bedanya antara Aku dengan  dia? Dan seperti hal tersbut lakukanlah dengan penggantiku, hei dawud palingkanlah dirinya kepada keimanan, maka sesunguhnya dia beriman dan memperbaiki keimannanya. Sesungguhnya aku berkata benar dan memberi petunjuk jalan.

Hikayat ke 21 TENTANG ZUHUD

Diceritakan dari sebagian orang-orang zuhud. Si Zuhud berkata : “aku pergi berhaji lalu aku melihat seorang wanita yang berjalan tanpa bekal dan istirahat, dia berdikir dan memuji Allah,  kemudian aku mendekatinya dan bertanya : “wahai hamba Allah mau kemanakah kamu ?”.

Wanita itu menjawab ; ‘ke baitullah ,

Si Zuhud bertanya : “tidakkah aku melihat bekal dan istirahat padamu ?”

Wanita itu menjawab : “jika salah satu dari kalian kedatangan tamu dan mengundang orang untuk bertamu apakah kalian akan berbuat baik pada tamumu dengan memberi makan kepadanya?”

Si Zuhud : “tidak”

wanita itu berkata : “tamu Allah lebih berhak dalam hal ini” .

wanita itu datang bersama kami sampai ia tiba pada dataran yang luas dan iapun berkata : “dimanakah rumah Tuhanku, dimanakah rumah Tuhanku” . Dikataka wanita ini telah diperlihatkan rumah Tuhannya  lalu dia datang dan  masuk ke dalam masjid dan ada yang mengatakan  “ini rumah Tuhanmu  , maka wanita itu mendatangi dan meletakan kepalanya pada ambang pintu ka’bah kemudian dia berkata ini rumah Tuhanku secara berulang-ulang sampai suaranya terdengar samar” .

 Setelah itu kami melihatya seketika itu dia telah meninggal . Semoga Allah mengasihinya.

 

Hikayat Ke 22  TENTANG FADHILAH KEMURNIAN CINTA

Diceritakan ada seorang wanita datang ke masjid Rasul untuk mendengarkan sabda Beliau . Dia bertemu dengan seorang pemuda dan kemuadian berbincang dengannya .

Pemuda itu bertanya : “mau kemanakah kamu ?”

Si wanita menjawab : “ke Rasulullah Saw”

Si pemuda bertanya : “apa kamu cinta pada beliau ?”

Si wanita menjawab : “iya”

Si pemuda : “demi hak beliau padamu maka singkapkanklah kerudungmu!”

Kemudian wanita itu melakukannya karena untuk menghormati rasul lalu pamuda itu memegang dagu wanita itu dan berkata : “ kamu benar ”. setelah itu wanita itu menyesal atas kejadian  tersebut dan memberitahu suaminya akan hal tersebut. Kemudian suami tersebut pergi menemui Rasul dan memberitahukan akan kejadian tersebut maka Nabi bersabda : “nyalakanlah api didapur , demi aku perintahkanlah istrimu agar masuk kedalamnya”. Lalu dia pun melakukannya lalu sisuami  memerinatahkan istrinya agar masuk kedalamnya maka wanirta itu merasa tidak senang lalu si suami berkata kepada Sang istri demi Rasul , Sang istripun berkata selamat datang  dan kemulyaaan lalu ia masuk kedalam api dapur dan menutup bagian atasnya kemudian sisuami kembali kepada nabi……………lalu nabi bersabda : “pulanglah dan lihatlah keadaan istrimu”. maka si suami pulang , dia menemukan istrinya duduk di tengah api dapur dalam keadaan selamat , dengan izin Allah api yang panaspun tidak mengenainya.

 

Hikayat yang ke 23  TENTANG  LALAI MENGINGAT  ALLAH

Diceritakan sesungguhnya ada seorang lelaki yang bertapa selama 30 tahun dan selama itu dia tidak ingat pada Allah . Para malaikat berkata :  “wahai Tuhanku sesungguhnya hambamu si Fulan  tidak mengingatmu selama ini”, maka Allah berfirman kepada mereka : “dia tidak ingat padaku karena dia berada dalam nikmatku jikalau musibah mengenainya niscaya dia akan mengingatku”.  Kemudian Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk menghentikan lelaki tersebut, maka Jibril pun melakukannya. Setelah itu berdirilah lelaki itu seraya berkata wahai Tuhan   wahai Tuhan. Kemudian Allah berfirman : “aku memenuhi panggilanmu, aku memenuhi panggilanmu  dimanakah kamu selam ini ?”.

 

Hikayat Yang Ke 24  TENTANG BERLINDUNG KEPADA ALLAH

Diceritakan : Sesungguhnya ada sekelompok pengikut Harun Ar-Rasyid memberi khabar berita kepadanya bahwa mereka menangkap sepuluh pembegal , maka lihatlah apa yang kau perintahkan kepadaku untuk meraka?”. Kemudian Harun memerintahakan mereka untuk menghadapkan para pembegal. Kemudian dia mengambil mereka dari kumpulannya dan akan pergi ke khalifah kemudian ditengah jalan seseorang dari mereka melarikan diri  sehingga mereka merasakan kesusuhan yang besar dan mereka berkata  : “andaikan kita pergi ke khalifah dengan sembilan orang niscaya dia akan berkata sesungguhnya kalian telah mengambil harta dari seseorang dan membinasakannya ditengah jalan, kemudian dia akan mennyiksa kami                            ”. Maka kalau begitu kita akan mengajak dan mengambil seseorang ditempat kejadian,  merekapun semuanya sepakat akan hal tersebut . kebetulan ada seseorang  yang lewat dari rombongan haji, maka kami mengambilnya dan menggabungkan dengan sembilan orang tadi. Ketika mereka sampai pada kkholiufah, khalifah memerintahkan  mereka untuk memenjarakan para pembegal kemudian mereka melakukannya. Beberapa saat kemudian As-Sujan berkata pada mereka : “apakah kalian mempunyai seorang kerabat atau orang yang dikenal yang akan memberikan keringan dihadapan khalifah?”, meraka menjawab : “iya”. Kemudian mereka meminta pertolongan ke halaman ruamah mereka. Kemudian mereka menyerahkan pada khalifah setiap satu orang 1000 dirham maka merekapun bebas dari tahanan mereka dan mereka pergi  dan tidak tersisa satupun kecuali seorang yang haji tadi . Kemudian As-Sujan barkata pada padanya : “apakah kamu telah diampuni?”

 Dia menjawab : “tidak” tetapi apakah  ketika aku menulis surat akan sampai pada khalifah?”

 As-sujan menjawab : “iya”

kemudian Al Haj berkata : “berikan lah aku tinta dan kertas kemudian as-sujan  memberikannya . Kemudian al haj menulis dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang , dari hamba yang hina  untuk tuan yang agung : “sesungguhnya semua makhluk punya penolong dari mereka dalam tindak pidana dan perbuatan dosa .dan mereka telah mendapat pertolongan dari tuan kholifah dan kholifah telah membebaskan mereka, akan tetapai aku sendiri  yang tetap  dipenjara .engkau adalah tuan yang menjadi saksi dan memberi pertolongan bagiku,. Aku adalah hamba yang tidak berdosa.”.

Kemudian as-sujan berkatakepada al haj : “sungguh aku tidak mampu menyampaikan surat ini pada khalifah, maka pikirkanlah dimankah aku harus meletakannya?” Kemudian al haj berkata padanya : “letakkanlah surat ini di bagian atas penjara”. Ketika As-Sujan meletakannya, surat itu terbang mengenai panah dari busur yang kuat. Kemudian Harun Ar Rasyid bermimpi pada malam itu , para malaikat turun dari langit mengambil dan menerbangkannya keudara dan berkata padanya : “ya Harun sesungguhnya makhluk yang telah kau tolong adalah sembilan orang dan kamu bebaskan mereka dari penjara, sesungguhnya tuhan yang maha mulya menolong seseorang dihadapanmu maka bebaskanlah dia dan jika tidak kamu bebaskan maka kamu akan binasa” . kemudian kholifah terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut . kemudian harun memanggil As-Sujan dan bertanya ; “siapakah orang yang ada di penjaramu ?” . Kemudian As-Sujan menceritakan kisahnya pada raja Harun. Kemudian Harun berkata : “hadapkanklah dia padaku!”. Kemudian dia dihadapkan pada raja, kemudian raja memberikan manisan , dia memakannya hingga kenyang dia meminta untuk membawa burung-burung, memmerintahkan untuk membebaskannya dan  memberi 70 orang kendaraan, 70 budak laki-laki dan perempuan. Dia memerintahkan sambil berseru  “ barang siapa memberi maaf padda makhluk maka akan diberi 10000 dan akan selamat, dan barang siapa meminta pertolongan pada pencipta maka ini adalah balasannya dari harun ar rasyid .

                         

HIKAYAT KE 26 TENTANG TIPU DAYA IBLIS

Diceritakan  : Sesungguhnya iblis menemui Dhohak bin Ulwan dalam bentuk manusia dan berkata padanya : “wahai raja sesungguhnya aku adalah juru masak yang handal maka jadikanlah aku sebagai pembuat makananmu”

Kemudian Iblis mengumpulkan makanan pada dirinya dan menyerahkan makanan kepada raja, yang mana saat itu keadaan manusia sebelumnya tidak makan daging. Maka pertama kali makanan yang dianmbil olehnya adalah makanan telur kemudian ia memakannya dan dia menganggapnya baik. Kemudian iblis berkata pada sang raja : “bagaimana jika aku membuatkan mu makanan dari telur ini ?”.

Raja menjawab : “iya” ketika waktu sudah pagi raja menyembelih ayam untuknya dan iblis pun membuatkanya makanan dari ayam tersebut, kemudian raja menganggapnya baik. Kemudian pada hari ketiga menyembelih kambing , hari keempat menyembelih unta dan sapi . Tujuan iblis dari hal tersebut yaitu sebagai sarana untuk membunuh manusia. Dan hal teresebut telah berlalu beberapa saat. Kemudian raja berlalu untuk memakan daging. Kemudian Iblis berkata pada raja : “sesungguhnya engkau telah memulyakan ku, maka ijinkanlah aku untuk mennncium kedua tangan mu”, raja pun mengijinkannya kemudian Iblis mendekat dan mencium kedua pundak raja .Kemudian pada tempat mencium keluarlah bisul-bisul yang pecah seperti keadaan ular yang mempunyai mulut dan mata. Ketika dhohak melihat keduamnya dia tahu bahwa sesungguhnya dia /koki adalh iblis ………………?

Kemudian dia berkata kita telah disakiti lalu dia berkata padanya : “apakah obat dari keduannya wahai la’in?”

kemudian dia berkata pada dhohak : “otak manusia”

kemudian si Dhohak setiap hari memerintahkan mentrinya untuk menyembelih 4 orang laki-laki yang gemuk dan sehat dan diambil otakknya lalu diberikan pada ular-ular itu . Kejadian tersebut terjadi selama 300 tahun lalu mentri tersebut meninggal . Kemudian raja memerintahkan mentri yang lain. Kemudian mentri tersebut mendatangkan 4 lelaki lalu disembelih 2 orang lalu diambil otaknya dan dicampur dengan 2 otak kambing jantan (ghibas) dan memberikannya pada ular –ular tersebut. Kemudian mentri memerintahkan pada lelaki yang lainnya untuk pergi kegunung dan hidup disana . Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang dan terjadi pada banyak orang hingga terlahirlah anak-anak mereka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sapi dan kambing menjadi kurus dan selain keduanya yaitu kera-kera

 

Hikayat ke 27  TENTANG FADILAH BASMALAH

Diceritakan : Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki Yahudi  yang sangat  mencintai  seorang wanita Yahudi  hingga dia seperti orang gila makan tidak enak, minum tidak nikmat. Kemudian dia pergi ke sahabat Athok dan menanyakan keadaan dirinya. Lalu sahabat pun menuliskan basmalah pada secarik kertas untuknya dan berkata : ”telanlah kertas itu !, mudah-mudahan dengan ini Allah menunjukan jalan dan memberi rizki padamu” . Setelah menelannya kemudian dia berkata ;”wahai Athok sekarang aku telah merasakan manisnya iman, tampak jelas dalam hatiku sebuah cahaya dan akupun sudah lupa pada wanita itu . Awalnya ia berpaling dari Islam lalu setelah ditawarkan Islam kepadanya maka dengan  barokah basmalah. dia masuk Islam. Wanita Yahudi mendengar bahwa dia masuk Islam lalu dia mendatangi Athok dan berkata ;” wahai pemimpin umat Islam aku adalah wanita yang telah diceritakan oleh lelaki Yahudi yang sekarang telah masuk Islam dan aku tadi malam bermimpi, ada seseorang mendatangiku dan berkata ;”jika engkau ingin melihat tempatmu disurga maka pergilah ke sahabat Athok yang akan memberitahumu, aku datang kepadamu  seraya berkata : ”dimanakah surga ?”  kemudian Athok menjawab ;” jika kamu ingin masuk surga maka perrtama kamu harus membuka pintunya lalu masuk kedalamnya. Wanita itu bertanya : “bagaimana cara membuka pintunya ? Athok  menjawab : “dengan basmalah” , lalu wanita itu mengucapkanya . Setelah itu dia berkata pada Athok : “aku telah menemukan ketenangan  dalam hatiku, dan kerajaan-kerajaan Allah, semula aku menolak Islam kemudian aku berpaling dan masuk Islam. Lalu pulanglah wanita itu, lalu dia tidur pada malam itu ,dalam tidurnya dia bermimpi masuk surga dan melihat istana dan kubah didalamnya, yang bertuliskan

ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã   áÇÇáå ÇáÇÇááå ãÍãÏ ÇáÑÓæá Çááå , kemudian dia membacanya tiba-tiba ada suara yang manyeru  “wahai wanita yang membaca seperti halnya tersebut Allah telah mamberi apa yang telah aku baca” . Kemudian wanita tersebut terbangun dan berkata : “wahai Tuhanku engkau telah memasukkan ku ke dalam surga kemudian mengeluarkanku . Ya Allah dengan kekuatan dan kekuasanmu maka keluarkanlah aku dari kesenangan dunia, ketika dia selesai berdoa dia meninggal, rumahnya hancur dan dia meninggal dalam keadaan syahid maka dengan barokah basmalah Allah mengasihinya. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.

 

Hikayat yang ke 28 tentang sabar dalam keta’atan

Diceritakan : dari sebagian orang sholihin dia berkata : “aku adalah orang yang thowaf ke baitullah ketika itu ada seorang lelaki yang sujud sambil mengucapkan : “apa yang kau lakukan wahai tuanku  terhadap perintah hambamu yang ihram ?”. Selama aku lewat didepannya aku mendengarnya mengucapkan hal tersebut. Kemudian ketika aku selesai dari thawaf dan dia selesai dari sujudnya aku bertanya  kepada lelaki itu mengenai masalah tersebut. Kemudian dia berkata padaku : “ketahuilah !, kita  berada di Negara Romawi kita akan menyerang benteng mereka”. Kemudian pasukan kami mengumpulkan semua pasukan dalam jumlah yang besar  dan mereka pergi dari negaranya. Kemudian pemimpin pasukan mengambil sepuliuh pasukan kuda dari kita, aku merupakan salah satu darinya, lantas kami diutus menjadi pasukan depan. Kemudian kami mendatangi padang sahara yang tandus ( mafazah ) , kami disana melihat 60 orang kafir  lalu kami melihat ke mafazah lain tiba-tiba kami melihat 600 orang kafir. Kemudian kami pulang. Kemudian kami mengabarkan hal tersebut pada pemimpin maka pemimpin mengutus pasukan muslim ke mafazah tersebut. Kemudian mereka semua ditahan , lalu pemimpin berkata pada kami : “sesungguhnya kalian membawa barokah”. Kemudian mereka keluar pada tengah malam seperti biasanya. Kita tiba dengan 1000 pasukan berkuda lalu kami bebaskan semua tahanan. Bersama mereka kami tiba di Negara Romawi, kemudian raja  memerintahkan menahan kita. Kemudian sampai berita padanya bahwa pasukan Islam telah membunuh tawananan salah satu diantarannya yaitu Ibnu Amil al Malik sehingga sang raja menjadi  sangat sedih akan kejadian teresebut. Kemudian sang raja memerintahkan untuk menghukum kami, kemudian mereka menyiksa mata kami kemudian si waqif  berkata : “demi kepala raja apa yang mengenai mata mereka untuk meringankan mereka maka bukalah mata kalian agar kalian bisa melihat bahwa siksaan sebagian dari kalian lebih berat daripada kalian. 

Mereka menyingkap dari penglihatan kami. Lantas  kami melihat seseorang  yang berdiri dihadapan kami, dia memakai pakaian sutera dan bermahkotakan dari emas.  Dulu dia seorang laki-laki muslim kemudian dia murtad dan masuk ke kelompok orang-orang kafir.

  Kemudian aku tidak mampu berkata-kata dengannya. Kami melihat ke atas, kami melihat sepuluh budak wanita yang tiap-tiap dari mereka membawa sapu tangan dan tilam. Di atas mereka terdapat beberapa pintu lorong menuju langit.

  Kemudian algojo memulai membunuh kami satu persatu. Ketika setiap kali algojo membunuh satu dari kami maka satu budak wanita menyongsong dan memungut ruhnya serta merusaknya di dalam sapu tangan, menaruhnya di atas piring dan menaikkannya ke satu pintu menuju langit.

  Tinggallah aku yang terakhir, ketika semua masalah telah berakhir. Budak wanitakupun telah bersiap-siap melakukan apa yang seperti diperlakukan kepada teman-temanku.Ketika algojo hendak membunuhku, seseorang yang berdiri di hadapan raja berkata : “Wahai raja, ketika mereka dibunuh semua, maka siapa yang mengabarkan ke orang-orang muslim tentang pembunuhan mereka?, tinggal orang inilah yang mengabarkan kepada orang muslim”. Kemudian algojo berpaling dari membunuhku dan budak wanita pergi dariku sambil berkata: “Tidak dapat apa-apa, tidak dapat apa-apa”.

  Oleh karena hal tersebut, aku mendekatkan diri ditempat ini seraya  aku berkata : “Ya Tuhan, Bagaimanakah Engkau membuat masalah Tidak dapat apa-apa?”.

Sebagian orang berkata : “Tidak apa-apa, Allah mengutamakan orang-orang yang besar”.

 

Hikayat ke-29 Tentang Tidak Ridho

Diceritakan : Seseorang  yang mempunyai pohon anggur dan beberapa pohon yang lainnya memberi kabar bahwasanya musim dingin telah menghancurkan tanamannya. Kemudian syeitan menggoda orang tersebut : “Sesungguhnya kamu menyembah Allah dan taat kepada-Nya tetapi Allah merusak tanamanmu ?”.

Kemudian laki-laki tersebut marah lantas keluar dan melempar kunci ke angkasa seraya berkata Engkau telah merusak buah-buahanku.

Kunci mengkisut dan terbang ke udara seketika itu juga. Kemudian kembali kepadanya dan seekor ular hitam bergantung di lehernya selama empat puluh hari sampai orang tersebut meninggal dunia.

Ketika orang-orang hendak memandikannya ular tersebut hilang akan tetapi ketika orang-orang hendak menguburkanya ular tersebut muncul lagi.

 

Hikayat ke-30 Menjaga Kesucian Diri

Diceritakan ; Sesungguhnya Yazid Bin Mu’awiyyah melihat perempuan yang cantik di benteng, kemudian dia jatuh cinta kepadanya. Perempuan itu merupakkan istri ‘Adi Bin Hatim, perempuan itu mempunyai kecantikan dan kesempurnaan. Dia bernama Ummu Kholid. Kemudian Yazid Bin Mu'awiyyah sakit sebab perempuan tersebut dan tetap berbaring di tempat tidurnya.

  Kemudian orang-orang menjenguknya supaya dia lekas sembuh dan orang-orang tidak tahu apa penyakitnya.Yazid Bin Mu'awiyyah tidak mau membuka rahasianya kepada siapapun.

  Kemudian 'Umar Bin 'Asy berkata : “Masalah ini tidak akan selesai kecuali oleh ibunya sendiri kemudian dia berduaan denganya dan dia sendiri yang bertanya dari keadaannya. Lalu ibunya yazid bin mu'awiyyah disuruh untuk melakukan hal itu,   dia berduaan dengannya dan menanyakan dari keadaannya. Ibunya yazid bin mu'awiyyah tetap bersamanya sampai yazid bin mu'awiyyah membuka rahasianya, kemudian dia memberitahukannya kepada ayah yazid bin mu'awiyyah yaitu mu'awiyyah.

  Lalu mu'awiyyah bertanya kepada 'umar bin 'asy : “Apa yang harus dilakukan dalam masalah tersebut?”. Kemudian mu'awiyyah menjawab : “Berikanlah beberapa harta dan ganti rugi perceraian sampai suaminya kembali dari Madinah”. Lantas  mu'awiyyah melakukan hal tersebut sampai si suami Ummu kholid yaitu 'adi bin hatim pulang dari Madinah ke Damaskus. Tatkala 'adi bin hatim bertemu dengan mu'awiyyah maka mu'awiyyah memberikan beberapa harta yang banyak dan ganti rugi perceraian kepadanya.

Kemudian ketika 'adi bin hatim keluar, mu'awiyyah bertanya kepada 'umar bin 'asy ; apa yang harus dilakukan setekah ini ? kemudian 'umar bin 'asy menjawab : besok ketika 'adi bin hatim bertemu denganmu katakanlah kepadanya apakah kamu punya istri ? kemudian ketika dia mengatakan ya maka pukulah mukamu dengan tanganmu dan kamu jangan menjawabnya.

Maka ketika mu'awiyyah bertemu dengan 'adi bin hatim dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan 'umar bin 'asy, kemudian 'adi bin hatim keluar tiba-tiba dia bertemu dengan 'umar bin 'asy di pintu, kemudian 'adi bin hatim bertanya kepadanya. Dari apa yang dilakukan oleh kholifah kemudian tampak darinya bahwa sesungguhnya dia sering berkunjung dengannya. kemudian 'umar bin 'asy bertanya kepadanya wahai ‘adi sesungguhnya kholifah menginginkanmu menikahi putrinya dan dia akan memberi kamu beberapa harta yang banyak. Dan kamu telah mengetahui bahwa putri raja tidak akan merugikan. Kemudian 'adi bin hatim berkata kepada 'umar bin 'asy bagaimana caranya? Keudian 'umar bin 'asy menjawab ketika kamu bertemu dengan mu'awiyyah katakanlah kepadanya wahai amirul mukminin aku tidak mempunyai istri. Maka ketika 'adi bin hatim bertemu dengan mu'awiyyah, mu'awiyyah bertanya kepadanya apakah kamu mempunyai istri? Kemudian dia menjawab tidak kemudian mu'awiyyah berkata kepadanya katakanlah jika kamu tidak mempunyai istri maka berarti kamu metalak istrimu. Maka 'adi bin hatim berkata demikian kemudian mu'awiyyah berkata kepada  beberapa sekretarisnya tulislah apa yang diucapkan oleh 'adi bin hatim kemudian mereka menulisnya. Kemudian setelah selesai…..nya mu'awiyyah mengutus abi hurairah, memberikannya beberapa harta yang banyak dan mengutusnya ke kota madinah untuk melamar ummu kholid.

  Kemudian ketika dia memasuki kota madinah Abdullah bin 'umar menemuinya dan menanyakan kabarnya dan maksud kedatangannya, kemudian abi hurairah menceritakan kabarnya kemudian abi hurairah bertanya kepadanya apakah kamu bisa mengingatkan aku terhadap ummu kholid ? kemudian dia menjawab ya kemudian Abdullah bin zubair menemuinya dan dia menanyakan kepadanya dan  bertanya kepadanya apakah kamu bisa memingatkan aku tentang ummu kholid dia menjawab ya kemudian Abdullah bin zubair berjalan dan bertemu dengan husain bin ‘ali lalu ia mengatakan demikian juga. Kemudian abi hurairah bertemu dengan ummu kholid, dia memberi tahu bahwa ia akan memnikahkan ummu kholid dengan ‘adi setelah pentalakkannya dan sesungguhnya mu'awiyyah telah mengutusnya untuk melamar ummu kholid dengan putranya yaitu ‘adi. Kemudian abi hurairah berkata kepada ummu kholid sungguh Abdullah bin 'umar, Abdullah bin zubair dan husain bin ‘ali telah melamarmu. Kemudian ummu kholid berkata kepadanya beritahu aku tentang keadaan mereka. Kemudian abi hurairah berkata kepadanya salah satu dari mereka ada yang mempunyai dunia dan dia tidak mempunyai agama yaitu 'adi bin hatim dan yang dua lainnya mempunyai dunia dan agama yaitu Abdullah bin 'umar dan Abdullah bin zubair yang terakhir mempunyai agama tetapi tidak mempunyai dunia yaitu husain bin ‘ali. Kemudian ummu kholid berkata kepada abi hurairah nikahkan aku dengan orang yang kamu kehendaki dari mereka kemudian abi hurairah berkata kepadanya keputusan ada padamu. Kemudian ummu kholid berkata jika kamu tidak datang kepadaku maka aku pasti mengutus kepadamu untuk……. Lalu bagaimana deganmu padahal kamu merupakan utusan. Kemudian Abi Hurairah berkata kepadanya : “ Demi Allah, Aku tidak mendahului seorangpun  atas perkataan sebelum Rasulullah Sholallahu ‘Alai Wassalam yaitu Husain. Kemudian Abi Hurairah menikahkan ummu kholid dengan Husain dan memberikan beberapa harta dan abi hurairah kembali kepada Mu'awiyyah dan dia memberitahukan khabarnya. Lalu Mu'awiyyah berkata kepada Abi Hurairah kamu memberikan hartaku kepada selain dari golongan kami kemudian Abi Hurairah berkata sesungguhnya anda tidak bisa mewarisi perempuan itu dari arah ayahnya. Hanya saja ummu kholid merupakan harta Allah dan Rasul-Nya kemudian aku memberikan harta tersebut kepada anaknya yaitu husain kemudian ketika tidak berhasil menikahkan putri kholifah dengan ‘adi maka 'adi bin hatim datang ke kota Madinah yang mulia, duduk disamping Husain dan  menarik nafas panjang, kemudian Husain berkata kepadanya barangkali kamu mengingat Ummu Kholid ? Dia menjawab : “Ya”. Kemudian Husain memanggil Ummu Kholid dan Husain berkata kepadanya : “Apakah aku pernah menyentuhmu   ?”. Dia menjawab : “Tidak”. Kemudian  Husain berkata : “Sesungguhnya kamu menthalak istrimu dan kamu menikahinya sesudahku, ketahuilah, bahwasannya aku tidak mempunyai maksud apa-apa, hanya saja, aku melakukannya karena mengasihinya.

Karena hal ini ada suatu pepatah :

 “ Bahagialah Ummu Kholid         Banyak  orang yang berjalan karena  duduk”

(Faedah)Dari Yazid Bin Aslam : Dia berkata : kunci Baiul Maqdis berada pada Nabi Sulaiman bin Daud tidak ada yang dapat dipercaya kecuali beliau. Nabi sulaiman berdiri pada suatu malam untuk membuka pintu dengan kunci tersebut kemudian beliau kesulitan untuk membukanya lalu beliau meminta bantuan kepada jin untuk membukanya mereka kesulitan kemudian beliau meminta tolong kepada manusia lalu mereka juga kesulitan. kemudian Nabi Sulaiman A.S duduk dengan sedih dan susah beliau menyangka bahwa tuhan telah mencegah untuk membukanya.

Ketika beliau seperti itu tiba-tiba datanglah seorang tua yang berpegangan tongkat karena usia lanjutnya dan orang tersebut merupakan teman ayahnya yaitu Nabi Daud A.S kemudian orang tersebut berkata kepada beliau : “ Wahai Nabi Allah, mengapa kamu kelihatan sedih ? Nabi Menjawab : “ sesungguhnya aku, jin dan manusia kesulitan untuk membuka pintu ini.

Kemudian orang tua itu  berkata : “ Ingatlah, aku akan memberitahumu sebuah kalimat yang ayahmu mengucapkannya ketika kesulitan membukanya, kemudian Allah membukakanya, Nabi Sulaiman A.S menjawab :”Baik”. Kemudian orang tua itu berkata :”ucapkanlah :

 

Çááåãø ÈäæÑß ÅåÊÏíÊ æÈÝÖáß ÅÓÊÚäíÊ æÈß ÃÕÈÍÊ æÃãÓíÊ ÐäæÈí Èíä íÏíß ÃÓÊÛÞÑß æÃËæÈ Çáíß íÇ ÍäÇä íÇ ãäÇä

Ya Allah, Dengan cahayaMu tunjukkanlah aku, dengan anugerahMu Engkau menolongku, bersamaMu aku memasuki pagi dan soreku dosaku diantara kekuasaanM, aku memohon ampunan kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Dzat Yang Banyak Anugerahnya. 

 

( Nabdzah )  Tentang Sifat Kursi Nabi Sulaiman A.S

Diceritakan : Nabi Sulaiman A.S ketika hendak duduk untuk memutuskan  suatu hukum, beliau memerintahkan kepada syeitan untuk mempersiapkan sebuah kursi yang elok. Sekiranya jika orang yang salah dan saksi yang berdusta melihat kursi tersebut akan menggigil ketakutan. Maka syetan membuat kursi tersebut dari…..dan mereka menghiasinya dengan beberapa intan, yaqud, mutiara dan beberapa perhiasan. Mereka menggemerisik dengan pepohnan seperti  pohon anggur dari logam dan empat pohon kurma dari emas yang tangkainya terbuat dari perak. Yang setiap pucuk pohon kurma tersebut terdapat burung merak yang terbuat dari emas, dan dua pucuk pohon yang lain terdapat burung elang yang terbuat dari emas. Dan ujung setiap pohon kurma tersebut terdapat tiang dari zamrud yang berwarna hijau serta setiap sisinya terdapat dua ekor harimau yang terbuat dari emas dan dibawahnya tedapat dua  batu besar yang dibuat untuk kantor.

Ketika Nabi Sulaiman A.S menaikkan bagian bawahnya berputarlah kursi tersebut beserta seluruh isinya seperti berputarnya angin. Burung elang dan merak membentangkan kedua sayapnya dan harimau menjulurkan tangannya dan memukul tanah bersama dengan ekornya, ketika kedua sayap sampai diatas mahkotanya menaburkan minyak misik dan berbau harum. Ketika Nabi Sulaiman A.S duduk maka beliau mengambil intisari dari kitab zabur dan membacakannya kepada manusia. Ulama bani Israel duduk pada kursi yang terbuat dari emas di sebelah kanannya dan pembesar-pembbesar jin berada pada sisi kirinya pada kursi yang terbuat dari perak dan Nabi Sulaiman A.S memulai untuk siding. Ketika datang seorang saksi untuk memberikan kesaksiannya maka berputarlah kursi beserta isinya seperti angin. Kemudian harimau, elang, dan merak melakukan hal seperti tadi maka saksi tersebut menjadi takut memberikan kesaksiannya kecuali kesaksian yang benar. Ketika Nabi Sulaiman A.S meninggal …..

 

Hikayat ke-31 Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

Diceritakan bahwa Nabi Sulaiman terbaang diantara langit dan bumi di atas langit. Pada suatu hari melewati di atas laut yang dalam, dia melihat laut tersebut bergelombang luar biasa besarnya beserta angin. Kemudian Nabi Sulaiman memerintah angin tersebut untuk diam, maka diamlah angin tersebut, kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan beberapa syeitan untuk menyelam ke laut tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Lalu menyelamlah syetan tersebut satu demi satu, mereka menemukan kubah dari zamrud yang berwarna putih yang tidak ada pintunya, mereka mengabarkan hal tersebut kepada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman memerintahkan untuk mengeluarkan kubah tersebut, lalu mereka mengeluarkannya dan meletakkannya diantara kedua tangan Nabi Sulaiman, dan kagumlah Nabi Sulaiman terhadap kubah itu. Nabi Sulaiman memohon kepada Allah lantas terbelahlah kubah tersebut dan terbukalah sebuah pintu, tiba-tiba didalamnya terdapat seorang pemuda yang sedang sujud kepada Allah. Kemudian,

Nabi Sulaiman bertanya  : “Kamu dari golongan malaikat atau jin? “

Pemuda menjawab         : “Bukan, aku dari golongan manusia.”

Nabi Sulaiman bertanya  : “Sebab apa kamu memperoleh karomah ini?”

Pemuda menjawab    : “Sebab berbakti kepada kedua orang tua, karena aku mempunyai seorang ibu yang sudah kanjut usia yang aku selalu menggendongnya, sedangkan dia selalu berdoa untuk aku yang bunyinya “Ya Allah, berikanlah dia rejeki yang membahagiakan dan buatkanlah tempat untuknya setelah matiku, tidak di bumi dan tidak di langit.Ketika ibuku meninggal, aku menyusuri pantai, kemudian aku melihat kubah dari zamrud yang berwarna putih. Ketika aku mendekatinya terbukalah kubah itu dengan kekuasaan Allah. Kemudian aku tidak tahu berada di bumi, di udara atau di langit. Dan Allah memberikan rejeki kepadaku di dalam kubah tersebut.

 Nabi Sulaiman bertanya      : “Bagaimana Allah memberikan rejeki kepadamu di  dalam kubah tersebut?”.

Pemuda menjawab    : “Ketika aku merasa lapar maka keluarlah dari kubah tersebut sebuah tanaman yang mengeluarkan buah, dan keluar mata air dari pohon tersebut yang mengeluarkan air berwarna putih seperi susu yang lebih manis daripada madu, dan lebih dingin daripada salju, maka aku memakan dan meminumnya, kemudian ketika aku sudah merasa kenyang dan segar maka hilanglah semua itu”.

Kemudian,

Nabi Sulaiman bertanya  : “Bagaimana kamu mengetahui malam dan siang ?”

Pemuda menjawab    : “Ketika fajar terbit maka kubah itu berwarna putih dan bersinar, dan ketika terbenam maka kubah itu berubah menjadi gelap kemudian aku mengetahui pergantian siang dan malam”

Kemudian Nabi Sulaiman memohon kepada Allah lantas kubah itu  menutup dan menjadi seperti sebuah telur yang menyerupai kulit selaput otak dan kembali ke tempatnya di dasar laut.

æÇááå Úáì ßáø ÔÆ ÞÏ íÑ

Allah Berkuasa atas segala sesuatu.

 

Hikayat ke-32  Tentang Kerajaan Nabi Sulaiman

Diceritakan: Sesungguhnya beberapa burung yang jumlahnya 70.000 berkumpul kepada Nabi Sulaiman. Burung-burung tersebut berhenti diatas kepala Nabi Sulaiman seperti awan. Kemudian Nabi Sulaiman bertanya kepada mereka tentang kehidupannya.:”Dimanakah kalian bertelur dan menetas?”. Mereka menjawab:” Diantara kami ada yang bertelur dan menetas di udara, diantara kami ada yang bertelur di kedua lengan sampai menetas, ada diantara kami yang menyimpan telurnya di paruh sampai menetas, ada diantara kami yang tidak bersetubuh dan tidak bertelur dan keturunan kami akan selalu ada.

  As-Suda berkata:”Permadani Nabi Sulaiman terbuat dari tenunan jin, ada yang terbuat dari sutera dan emas, permadani tersebut memuat beberapa pasukan Nabi Sulaiman, memuat beberapa hewan melata, beberapa kuda, unta, seluruh manusia, jin, binatang liar dan burung.

  Pasukan Nabi Sulaiman satu juta yang mencapai satu farsah dan diikuti satu juta lagi. Nabi Sulaiman berjalan diantara langit dan bumi yang dekat dengan awan. Nabi Sulaiman membawa permadani tersebut ke tempa-tempat yang dia inginkan dengan cepat atau pelan, sesuai dengan kehendaknya. Kekuatan anginnya tidak merusak pepohonan, tumbuh-tumbuhaan dan lainnya.

  Kursi Nabi Sulaiman terbuat dari emas yang ditempeli dengan beberapa yaqud dan intan, dan di sekitarnya terdapat tiga ribu kursi, ada yang mengatakan enam ratus kursi.

  Berdasarkan keterangan Ulama’, menteri-menteri dan pembesar-pembesar Bani Israil, pasukan Nabi Sulaiman mencapai 100 farsah, 25 farsah manusia, 25 farsah jin, 25 farsah binatang liar, dan 25 farsah burung. Jin mengeluarkan mutiara dan intan dari laut untuk Nabi Sulaiman. Dan di dapurnya Nabi Sulaiman setiap harinya berkurban seratus ribu kambing, empat puluh ribu sapi, dan tidak seorangpun yang memakannya kecuali ia hanya memakan roti kering.

  Ada yang mengatakan, sesungguhnya Nabi Sulaiman mengendarai permadaninya di dalam suatu arak-arakan yang sangat besar dan beliau melihat sesuatu pemberian Allah dan menundukkannya maka membuat kagum Nabi Sulaiman A.S.

 

Hikayat ke-33  Kemurahan Hati dan Ampunan dengan Ilmu

Diceritakan : sesungguhnya raja Bahramjur keluar pada suatu hari untuk beburu, kemudian tampaklah olehnya seekor keledai kemudian keledeai tersebut menjauhkan diri. Kemudian raja mengikutinya.sampai dia bersembunyi dari pasukannya. Kemudian keledai tersebut menampakkan diri, dan raja menangkapnya, kemudian raja turun dari kudanya untuk menyembelih keledai tersebut.

Kemudian tampaklah olehnya seorang penggembala di hadapannya. Kemudian raja berkata kepadanya : “ Hai, penggembala tolong peganglah kudaku sampai aku menyembelih keledai ini. Maka sang penggembala memegangnya,

Ketika raja sibuk menyembelih keledai tersebut timbullah suatu perhatian olehnya penggembala tersebut sedang mencoba menggambil intan yang ada pada sabuk kuda yang terbuat dari kulit. Kemudian raja memalingkan pandangannya sampai si penggembala mengambil intan tersebut. Raja berkata :” sungguh melihat suatu cacat dari suatu cacat”. Kemudian raja menaiki kudanya dan kembali menemui pasukannya,

Lalu seorang menteri bertanya kepada sang raja : “Wahai Raja yang beruntung, dimanakah intan yang ada pada sabuk kuda anda?” kemudian raja tersenyum dan berkata : “ Seseorang telah mengambilnya dan tidak mengembalikannya aku telah melihat orangnya.  Jangan memfitnahnya dan barang siapa dari kalian melihat intan itu bersama orang tersebut maka janganlah menindaknya dengan sebab tadi !”

 

Hikayah ke 34 : Tentang zuhud, jujur dan adil

Menurut cerita bahwasanya Raja KIsro adalah raja paling adil. Diceritakan ada seorang laki-laki yang membeli rumah dari lelaki lain. Kemudian ia menemukan didalamnya harta yang terpendam. Lalu ia mendatangi penjual tadi dan mengatakan tentang harta tersebut. Kemudian penjual itu berkata pada lelaki tadi : “ Seseungguhnya aku menjual kepadamu rumah yang tak kuketahui didalamnya terdapat harta terpendam, maka harta tersebut bagimu”. Lalu pembeli berkata : “Kamu harus mengambil harta tersebut karena harta tersebut tidak termasuk perkara yang kubeli”. Perdebatan diantara keduanya menjadi panjang, kemudian mereka meminta keputusan kepada raja Kisro. Sesampainya dihadapan  raja Kisro mereka meceritakan perihal harta terpendam tersebut. Raja kisro terdiam sejenak lalu berkata kepada keduanya : “Apakah kalian mempunyai anak ?”. Penjual menjawab : “Aku mempunyai seorang anak laki-laki yang sudah baligh”.  Pembeli mengatakan : “Aku juga mempunyai seorang anak perempuan baligh”. kemudian raja Kisro berkata :  “Kuperintahkan kalian untuk menikahkan keduanya serta menafaqohkan harta tersebut demi kebaikan keduanya”. Kemudian  mereka melakukannya sesuai dengan perintah raja. Dikatakan bahwasanya dia si raja mengangkat amil pada sebagian negara, lalu amil memerintahkan pada sebagian negara tersebut untuk menambah upeti yang biasa pada setiap tahun. Ketika perkara tersebut sampai pada raja Kisro, raja Kisro memerintahkan untuk mengembalikan tambahan  tersebut pada pemiliknya serta memerintahkan untuk menyalib amil tersebut dan berkata : “Setiap raja yang mengambil sesuatu dari rakyatnya secara dholim maka tidak akan beruntung selamanya, akan hilang barokah darinya, dan bencana baginya”. Kemudian ia berkata : “Raja dengan raja, raja dengan tentara, tentara dengan harta, harta dengan keramaian kota, keramaian kota dengan adil didalam mengatur”.  æÇáÓáÇã  . Sebagian hukama’ berkata ketika ditanyai : “Lebih utama mana bagi seorang raja berani atau adil ?”. Kemudian ia berkata : “Ketika seorang raja itu adil maka ia tidak membutuhkan keberanian”. æÇááå ÇáãÚíä  ( Allah Dzat yang dimintai pertolongan ).

Hikayah ke 35 : Tentang fadhilah mandi pada hari jum’at

Diceritakan bahwasanya nabi Isa ibnu Maryam AS berjalan-jalan  kemudian bertemu dengan pemburu. Yang mana pemburu tersebut memasang jerat, lalu terjeratlah seekor kijang betina pada jerat tersebut. Ketika kijang betina tersebut melihat nabi Isa, Allah membuat kijang betina itu bisa bicara. Kijang betina berkata pada nabi Isa : “Ya Ruhulloh, Sesungguhnya aku mempunyai anak-anak kecil, aku terperangkap pada jerat ini selama tiga hari, maka tolong mintakanlah ijin pada pemburu agar aku bisa menyusui mereka dan kembali. Lalu nabi Isa mengabarkan hal tersebut pada pemburu. Pemburu berkata pada Isa : “Dia tidak boleh pulang”. Nabi Isa pun memberitahukan pada kijang betina hal tersebut. Kijang betina itu berkata : “Sesungguhnya jika kau tidak pulang maka aku lebih buruk daripada orang-orang yang menemukan air pada hari juma’at dan tidak  mandi”. Kemudian ia memegang janji lalu pergi dan kembali dengan rasa takut menyalahi janji. Lalu nabi Isa pergi dan menemukan batu bata dari emas yang merah. Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menyerahkan batu bata tersebut pada pemburu. Lalu pemburu tersebut menerimanya dan Isa mendapati pemburu telah menyembelih kijang betina. Lalu Isa berseru sambil berkata : “Allah telah menghilangkan barokah dari amal si pemburu”. Dan itulah yang terjadi.

 

Hikayah Ke 36 : Keutamaan Shodaqoh Pada Mayit  Di Hari Jum’at

Dikisahkan dulu ada seorang laki-laki yang tinggal disamarkand. Pada suatu hari ia sakit dan bernadzar: apabila ia diberi kesembuhan Allah maka ia akan menyodaqohkan semua amalnya untuk ibunya  di hari jum’at, lalu ia diberi umur panjang dan melakukan. Pada suatu hari ia berkeliling di sepanjang waktu siang ia belum mendapatkan sesuatu yang di shodaqohkan, lalu ia minta fatwa pada sebagian ulama. Lalu ulama berkata kepadanmya : keluarlah dan carilah kulit semangka lalu cucilah dengan air, lalu kau keluarlah lewat jalan orang abangan, lalu lemparkanlah kulit semangka itu ke himar mereka, dan jadikanlah pahalanya untuk kedua orang tuamu. Maka nadzarmu akan selesai. Kemudian laki-laki tadi menjalankan apa yang disarankan ulama itu. Pada hari sabtu malam ia melihat kedua orang tuanya, memegangnya dan berkata padanya : Hai anakku kau amal bersama kami setiap hari dalam kebaikan, sehingga engkau memberikan makanan pada kami sebuah semangka, semoga Allah meridhoimu.

  Dalam mimpinya dia melihat khorosan ( bapaknya) lalu ia berkata kepadanya : hai pemimpin. Bapaknya menjawab : kau jangan panggil aku pemimpin, karena kepemimpinan telah hilang. Tapi ucapkanlah : Hai tawanan. Hai anakku bila engkau makan daging, lalau kau berikan pada kami makanan dengan cara melemparkan daging itu diantara kucing dan daging dan kau jadikan padanya untuk kami maka kami senang. Karena itulah dikatakan ruh-ruh pada malam jum’at berkumpul ditempat tinggal mereka mengharap doa orang yang masih hidup dan sedekahnya.

 

Hikayah ke 37 : Cahaya Hati Dan Tawakal Kepada Allah

Dikisahkan : bahwasanya pada zaman Malik bin Dinar ada dua orang majusi yang menyembah api. Yang kecil berkata pada saudaranya yang besar : “ Hai saudaraku. Bahwasanya kamu telah menyembah api ini selama 63 tahun dan aku menyembah pai selama 35 tahun. Mari kita lihat apakah ia membakar kita seperti ia membakar selain kita yakni orang yang tidak menyembahnya ( api )?. Apabila ia tidak membakar kita maka kita meyembahnya dan jika ia membakar kita maka kita tidak meyembahnya. Kemudian mereka menyalakan api , lalu yang kecil berkata pada saudaranya yang besar : “ Apakah kamu yang akan meletakkan tanganmu sebelum aku atau aku yang meletakkan tanganku sebelum kamu ?. lalu yang besar berkata : “letakkanlah tanganmu “.yang kecilpun meletakkan tangannya. Maka terbalkarlah jari-jarinya, iapun segera menarik tangannya seraya berkata : “Ah…, aku meyembahmu sekian tahun dan kamu menyakitiku”. Lalu ia berkata : “Ya saudaraku mri kita sembah Dzat yang meskipun kita berbuat dosa dan meninggalkannya selama 500 tahun kemudian dia mengampuni kita hanya dengan taat satu saat ataupun istighfar satu kali”. Saudaranya menjawab hal tersebut dan berkata : “Ayo kita pergi kepada orang yang bisa menunjukkan kita pada jalan yang benar”. Mereka sepakat untuk pergi ke Malik bin Dinar. Kemudian mereka menuju ke Malik bin Dinar dan menemukannya dikerumunan orang-orang basroh  sedang duduk untuk menghormati orang umum. Ketika mereka melihat Malik saudara yang besar berkata pada saudaranya : “Telah jelas bagiku aku tidak Islam dan telah melewatkan banyak umurku dalam beribadah pada api. Maka ketika aku masuk Islam keluargaku melihat denga mencaciku dan api senang pada orang yang mencaciku. Lalu saudaranya yang kecil berkata kepadanya : “jangan kau lakukan. Karena sesungguhnya cacian mereka akan berlalu dan api itu selamanya tidak hilang”. Lalu ia tidak mendengar. Kemudian ia berkata keda kakaknya : “ terserah kamu hai syakiy ( celaka ). Lalu yang besar pulang sedangkan yang kecil pergi ke raja Malik bin Dinar bersama anak-anak dan wanitanya dan duduk didekat Malik bin Dinar sampai tempat duduknya kosong. Lalu ia bediri dan menceritakan kisahnya pada Malik bin Dinar  serta meminta untuk menjelaskan padanya,  anak-anaknya dan istrinya tentang Islam. Kemudian jelaslah pada mereka tentang Islam.  Kemudian seorang pemuda mengaharapkan untuk pulang pada keluarganya. Raja berkata padanya : “Sampai aku mengumpulkan ssuatu dari sahabatku untukmu”. Pemuda menjawab : “ Aku tidak mengharapkan apa-apa”. Lalu ia pergi dan masuk ketempat reruntuhan. Menemukan  rumah yang ramai kemudian ia masuk kedalamnya. Ketika menjelang pagi istrinya berkata : “ Pergilah kepasar dan carilah pekerjaan serta belilah untuk kami sesuatu yang bisa kami makan dengan upahmu. Kemudian ia pergi kepasar dan tak seorangpun memberikan pekerjaan padanya. Lalu ia berkata didalam hatinya : “ Aku beramal untuk Allah. Lalu ia masuk pada tempat reruntuhan yang lain dan sholat didalamnya sampai maghrib, lalu ia pulang kerumahnya dengan tangan kosong. Istrinya berkata pada laki-laki tersebut : “Kamu tidak membawakan kami sesuatupun ?. Laki-laki itu menjawab : “ Aku beramal untuk raja ( Allah ) sehari dan ia tida memberiku sesuatu”. Dan berkata : “ aklan kuberi kau besok”. Kemudian mereka tidur dengan keadaan lapar. Ketika  sudah pagi laki-laki tersebut pergi kepasar dan tidak mendapatkan pekerjaan, lalu ia melakukan seperti yang ia lakukan kemarin sore dan pulang pada istrinya dengan tangan kosong. Ia berkata pada istrinya : “ Bahwasanya raja berjanji padaku sampai hari jum’at”. Ketika telah memasuki waktu pagi hari jum’at ia pergi kepasar dan tidak mendapatkan pekerjaan, lalu ia melakukan seperti yang ia lakukan sebelumnya. Kemudian pada sutu siang hari yang lain ia sholat dua rakaat, mengangkat tangannya kelangit  dan berkata : “Ya Rab. Jika kamu memulyakanku dengan Islam  dan memahkotaiku dengan mahkota petunjuk, maka dengan kemulyaan agama ini dan kemulyaan hari yang diberkahi ini, hilangkanlah dari hatiku rasa ingin menafaqohi keluargaku sementara aku malu pada keluargaku dan takut kalau keadaan mereka berubah karena baru masuk Islam. Kemudian ketika menjelang  pagi dan masuk waktu dhuhur, laki-laki itu pergi kemasjid. Rasa laparpun menguasai anak-anaknya .lalu dating sesorang kerumahnya dan mengetuk pintu. Kemudian perempuan itu keluar dan bertemu pemuda yang tampan yang pada tangannya terdapat nampan dari emas yang ditutupi sapu tangan dari emas.  Lalu pemuda tadi berkata pada perempuan itu : “Ambillah ini dan katakana pada suamimu ucapanku : “Ini adalah upah amalmu  selama dua hari, jika kamu mengharapkan tambaha maka akanku tambah”. Perempuan tadi menerima nampan tadi lalu tiba-tiba didalamnya terdapat seratus dinar. Lantas perempuan tadi mengambil satu dinar dan pergi ke Syoirofi. Ada dua nasrani dalam Syoirofi itu. Nasrani tadi menimbangdinar dan menambah satu dan dua batu timbangan, dan melihat ukirannya dan diketahui bahwa dinar tadi dari petunjuk akhirat. Nasrani bekata pada perempuan tadi : “dari mana dan dimana kamu mendapatkan ini ?” .lalu perempuan tadi menceritakan kisahnya. Nasrani berkata pada perempuan tadi : “ Aku berpaling dari Islam lalu akau masuk Islam”. Kemudian nasrani memaksa perempuan tadi untuk menerima seribu dinar dan berkata : “Belanjakanlah dan ketika habis beritahulah aku”. Lalu perempuan tadi mengambil dinar darinya dan membuat makanan yang enak. Ketika suaminya sholat maghrib dan berharap akan pulang kerumahnya dengan tangan kosong, ia membentangkan karung dan sholat dua rakaat serta memenuhi karung dengan debu dan berkata dalam hatinya : “Ketika istriku bertanya kepadaku aku akan berkata kepadanya : “Ini tepung, kamu buatlah sesuatu dengan tepung ini”. Lalu laki- laki itu pulang kerumahnya dan menemukan perabot rumah yang bagus dan mencium bau makanan. Lalu ia meletakkan karung pada pintu supaya istrinya tidak mengetahui karung tersebut. Kemudian ia bertanya pada istinya tentang keadaan dan  tentang perkara yang ia lihat ditempat tinggalnya. Istrinya menceritakan ceritanya pada laki-laki tadi. Lantas si laki-laki tadi sujud syukur karena Allah. Lalu perempuan itu bertanya pada suaminya tentang sesuatu yang di bawa suaminya dalam karung. Laki-laki tadi berkata pada istrinya : “Kamu tidak usah bertanya padaku tentang sesuatu itu”.lalu laki-laki tadi pergi ketempat ia meletakkan karung dan berniat akan membuang debu yang ada didalamnya. Kemudian ia membuka  karung dan melihat debu tadi telah berubah menjadi tepung dengan izin Allah. Lalu ia sujud syukur  untuk yang kedua kalinya karena Allah yang Maha Agung dan Luhur  atas sesuatu yang dengannya Allah memuliakan laki-laki itu. Dan laki-laki itu beribadah kepada Allah sampai akhir hayatnya. Semoga Allah merahmatinya.

 

Hikayah Ke 38 : Berdagang Dengan Allah

Diceritakan : pada suatu hari  dirumah ali ada 5 jiwa : Fatimah, Hasan, Husain, Haris, mereka tinggal disitu tanpa makan, dan fatimah punya selendang lalu ia berikan ke Ali, supaya menjualnya dengan harga enam dirham dan menyodaqohkannya pada orang fakir. Kemudian ditengah jalan ia bertemu dengan jibril dengan bentuk manusia membawa unta dari surga. Lalu jibril berkata kepadanya : Hai bapaknya Hasan, belilah untaku.lalu Ali berkata : aku tidak punya uang untuk membayar. Jibril berkata : dengan dihutang. Lalu Ali berkata : berapa harganya ?. jibril menjawab : seratus dirham. Lalu Ali membelinya dengan cara hutang dan memegang kendalinya. Lalu ia pergi. Ditengah jalan ia dihadapi dengan Mikail dengan wujud orang pedalaman. Lalu Mikail berkata : apa kau jual unta ini hai bapaknya Hasan ?. Ali menjawab : benar. Kau dulu beli dengan harga berapa ? Tanya Mikail. “Seratus dirham”  jawab Ali. Lalu MIkail berkata : sekarang aku akan beli dengan harga seratus enam puluh dirham. Lalu Ali menjualnya dengan harga tersebut.kemudian mikail membayarkan uangnya,lalu Ali mengambilanya kemudian pergi. Ditengah jalan ia bertemu dengan penjual yang pertama yaitu jibril. Dia berkata : berikanlah hakku. Lalu Ali memberiakan seratus dirham kepadanya, dan masih mempunyai sisa enam puluh dirham. Kemudian uang itu ia bawa pulang kerumahnya disamping Fatimah. Kemudian Ali menggenggamkan uang tadi ditangan Fatimah. Fatimah bertanya : Dari mana ini ?. Ali menjawab : Aku berdagang dengan Allah enam dirham dan Allah memberiku enam puluh dirham, masing-masing dirham itu sepuluh dirham. Lalu Ali dating kepada Nabi dan mengabarkan kisah tersebut. Lalu Nabi berkata : Ya Ali, penjual adalah jibril, pembeli adalah Mikail, sedangkan untanya adalah kendaraan Fatimah di hari kiamat. Lalu Nabi berkata : Hai Ali. Aku memberikanmu tiga perkara yang selainmua tidak kuberikan :

1. Kau punya istri yang menjadi ratu perempuan surga

2. Kau punya anak dua yang menajdi raja surga semua

3. Kau menjadi menantu rajanya utusan.

ikayat Ke 23 a 10 z

Hikayah Ke 39 : Tentang Buah Shodaqoh Yang Berhubungan Dengan Mayat

Diceritakan dari Abi Qulabah, bahwasanya didalam tidurnya ia melihat kuburan. Sepertinya kuburannya terbelah, dan mayat-mayat keluar dan duduk pada tepi kuburan. Sepertinya diantara tangan setiap satu orang dari mayat-mayat  itu terdapat mangkok dari cahaya. Ia melihat diantara mayat-mayat itu ada laki-laki dari tetangga-tetangganya  dan tidak melihat cahaya diantara tangannya. Lantas ia bertanya pada laki-laki tadi, dan berkata : “Aku tidak melihat cahaya diantara kedua tanganmu”. Lalu laki-laki itu menjawab : “Sesungguhnya mereka mempunya anak-anak dan teman-teman yang mendoakan mereka  dan bershodaqoh untuk mereka. Dan cahaya ini dari sesuatu yang anak-anak dan teman-teman mereka kirimkan padanya. Dan padaku anak yang tidak sholeh, yang tidak mendoakan dan shodaqoh untukku maka tidak ada cahaya padaku. Dan sesungguhnya aku lebih memalukan darpada tetanggaku”. Ketika Abu Qulabah sadar,ia memanggil anak mayat laki-laki tadi serta memberitahukan padanya apa yang ia lihat. Lalu anak itu berkata pada Abi Qulabah : “Aku akan bertobat dan tidaka akan mengulangi apa yang telah aku lakukan. Kemudian ia kembali taat dan berdoa serta bershodaqoh untuk ayahnya. Lalu setelah masa Abu Qulabah melihat kuburan itu pada keadaan mayat yang pertama kali, ia melihat diantara tangan laki-laki itu terdapat cahaya keagungan yang lebih terang daripada cahaya matahari dan lebih sempurna daripada cahaya selainnya. Kemudian laki-laki itu berkata : “Hai Aba Qulabah, semoga Allah memberikan balasan padamu. Kemudian kamu tinggal menyelamatkan anakku dari neraka dan selamatlah aku dari rasa maluku diantara tetangga-tetangga. æ ÇáÍãÏ ááå  .

 

Hikayah Ke 40 : Tentang Qonaah Dengan Harta Yang Sedikit

Diceritakan dari uwais al Yamani, ia berkata : ada seorang laki-laki yang mempunyai empat orang anak, kemudian laki-laki tadi sakit. Lalu salah satu dari anaknya berkata pada anaknya yang lain : “Apakah kalian yang akan merawatnya dan kalian tidak mendapatkan sesuatupun dari warisannya, atau aku yang akan merawatnya dan akupun tidak mendapatkan sesuatupun dari warisannya?”. Mereka tidak mau kemudian ia yang merawatnya sampai ayahnya tersebut mati dan ia tidak mendapakan sepeserpun dari warisannya. Didalam tidur dikatakan padanya : “Pergilah kamu ketempat seperti ini dan seperti ini lalu ambillah seratus dinar darinya dan padanya tidak ada barokah”. Kemudian menjelang pagi laki-laki tersebut menceritakan hal tersebut pada istrinya. Si istri berkata pada laki-laki tersebut : “Ambillah dinar itu “. Lalu laki-laki tersebut menolaknya. Pada malam hari kedua dikatakan : “Pergilah kamu ketempat seperti ini dan seperti ini lalu ambillah sepuluh dinar darinya dan didalamnya tidak ada barokah”. Kemudian ia musyawaroh dengan istrinya, istrinya membujuk untuk mengambilnya, lalu ia menolaknya. Kemudian pada malam ketiga seseorang dating dan berkata padanya : “Pergilah kamu ketempat seperti ini dan seperti ini lalu ambillah satu dinar dan didalamnya terdapat barokah”. Lantas laki-laki itu pergi ketempat itu dan mengambil harta tersebut. Ketika keluar dari tempat itu dengan membawa harta ia melihat seseorang yang menjual dua ikan besar. Ia bertanya pada penjual itu : “Dengan harga berapa kamu jual kedua ikan besar ini ?”. Penjual menjawab : “Kujual dengan harga satu dinar”. Laki-laki itupun mengambil keduanya. Dan pulang dengan kedua ikan itu kerumahnya. Kemudian merobek perut keduanya, tiba-tiba dalam perut dari setiap ikan itu terdapat intan yatimah. Kemudian ia pergi dengan salah satu dari kedua ikan itu ke raja. Lalu raja dengannya memberikan balasan yang besar. Dan berkata pada laki-laki itu : “Ini tidak pantas tanpa dengan saudaranya, maka datangkanlah saudaranya dan kami akan memberikan balasan yang sama padamu. Lalu laki-laki itu pergi dan menghadirkan ikan yang satu lagi kemudian raja memberikan harta yang telah raja janjikan padanya. Lalu hasillah barokah orang tuanya. Semoga Allah merahmatinya.

 

Hikayah Ke 41 :  Berbakti Pada Kedua Orang Tua Dan Kejelekan Ujub

Dikisahkan  bahwasanya  pada suatu hari Daud As membaca zabur lalu tipis hatinya ketika membacanya  kemudian berkata : “Didunia ini tidak ada yang lebih taat ibadah dari pada aku”. Lalu Allah memberi wahyu padanya : “Naiklah kegunung itu supaya kamu melihat laki-laki yang bercocok tanam yang telah beribadah padaku selama tujuh ratus tahun dan memohon dari dosa yang ia lakukan yang mana sesuatu yang di lakukan itu tidak termasuk dosa bagiku”. Bahwasanya pada suatu hari laki-laki tersebut berjalan diatas loteng dan ibunya berada di bawahloteng lalu debu dari ia berjalan mengenai ibunya. Sesungguhnya laki-laki itu lebih ahli ibadah daripada kamu. Pergilah kamu kepadanya dan bahagiakanlah dia dengan ampunan dariku. Lalu daud pergi kegunung dan  melihat laki-laki yang sangat kurus yang terlihat dagingnya karena banyaknya ibadah. Dia melihat laki-laki tersebut sedang melakukan sholat. Setelah laki-laki tersebut selesai melakukan sholat daud mengucapkan salam kepadanya dan ia membalas salamnya daud. Dia bertanya kepada daud : “Siapa kamu?”. Daud menjawab : “Aku Daud”. Laki-laki berkata jika aku tahu kalau kamu daud, aku tidak akan menjawab salammu. Ketika kamu jatuh, tidak punya daya untuk naik ke gunung, dan kamu tidak meminta ampun ke pada Allah. Maka demi Allah aku telah melewati loteng sedangkan ibuku berada di bawahnya.

Kemudian ada sesuatu yang mejatuhinya berupa debu loteng dikarenakan berjalanku diatas loteng. Lalu aku keluar dan membawa tujuh ratus tahun. Akupun tidak tahu ibuku marah padaku atau rela. Bersamaan dengan itu aku beristighfar karena sangkaanku bahwa ibu marah padaku agar Allah meridhoiku dan ibuku juga meridhoiku,. Dan aku melakukan istighfar selam tujuh ratus tahun. Aku tidak menyelesaikan makan dan minum demi meringankan siksa allah. Kemudian ibu mengusirku  sungguh ia telah melarangku untuk beribadah. Lalu Daud berkata pada laki-laki tadi : “Sesungguhnya Allah telah mengutusku padamu untuk memberi tahumu bahwa Allah telah mengampunimu dan Allah ridho padamu. Dan bahwasanya ibu telah meninggal dunia dalam keadaan ridho kepadamu dan sesungguhnya ibumu itu tidak ada dibawah loteng yang mana engkau berjalan diatasnya serta debu tidak mengenainya”. Sewaktu laki-laki itu mendengar kabar itu dia berkata : “Demi Allah aku tidak lebih cinta kehidupan setelah ini”. Lantas ia bersujud dan  berkata : “Ya Tuhan aku menyerahkan kepadamu”. Kemudian ia mati seketika. Semoga Allah merahmatinya.

 

Cerita ke- 42  Larangan mendurhakai kedua orang tua

            Diceritakan dari A‘tok bin yasar bahwa ada     sekelompok kaum bepergian dan menginap di daerah bariyah, kemudian mereka mendengar himar bersuara terus menerus dan menjadikan mereka tidak bias tidur semalaman yang kemudian mereka sepakat pergi untuk melihat keadaan himar, tiba-tiba mereka sampai pada sebuah rumah yang di dalamnya ada seorang perempuan tua , kemudian kaum berkata pada perempuan tua : Kami mendengar suara himar terus menerus sampai kami tidak bias tidur semalaman dan kamipun juga tidak melihat ada himar disampingmu. Perempuan tua menjawab : suara himar itu sebenarnya adalah anak laki-lakiku dia telah memanggilku dengan panggilan Hai himar perempuan hai himaroh  kemarilah lalu pergilah ! kemudian akupun berdoa kepada Alloh  agar supaya anakku dirubah wujudnya menjadi seekor himar . maka karena itulah anakku bersuara tiada henti-hentinya seperti himar setiap waktu malam sampai waktu subuh tiba. Kemudian kaum  itu berkata kepada perempuan itu  ,” Pergilah bersama kami untk melihat keadaan anakmu kemudian kau itupun pergi bersamanya untuk melihat anaknya. Terlihatlah si anak   berdiri diatas kuburannya sedangka kepalanya menyerupai kepala khimar.

 Tidak ada daya untuk menghindar dari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan kecuali atas pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

 

Hikayat ke 43  Qona,ah (Merasa Puas akan bagian rizkinya)

Diceritakan bahwa terdapatlah seorang ahli ibadah dari bani Isrol yang hidupnya serba kekuranan kemudian ia keluar menuju ke sebuah tanah lapang untuk melaksanakan ibadah kepada Alloh dan ermunajat kepada Alloh supaya dikaruniai sesuatu. Pada suatu hari dia mendapa sebua panggilan”Wahai ahli ibadah ulurkan tanganmu dan ambilah kemudin si abid itu mangulaurkan tangan nya yang kemudian dada tangan nya di letakkanlah dua buah mutiara dan keduanya bagaikan dua buah bintang yang bercahaya dengan membawa kedua mutiara tersebut lalu dia kembali ke rumahnya dan berkata kepada istrinya :sungguh kita selamat dari kefakiran ,

         Kemudian pada suatu malam di dalam tidurnya abid itu bermimpi bahwa dirinya berada di dalam surga dan di dalamnya dia melihat ada sebuah istana ,dan di beritahukan kepadanya : istana ini adalah istanamu (milikmu) di dalamnya ia juga melihat ada dua buah sofa yang saling berhadapan ,salah satunya terbuat dari emas merah dan lainnja terbuat dari perak dan kedua atapnya terbuat dari intan dan diberitahukan kepadanya bahwa salah satunya adalah tempat dudukmu dan lainnya adalah tempa duduk istrimu ,kemudian abid melihat kedua atapdan tiba-tiba  disana ada sebuah tempat kosong kira­-kira sebesar dua buah mutiara ,kemudian abid berkata apa maksud keadaan tempat yang sepi ini, kemudian dijawab tempat ini tidak sepui akan tetapi kamu memburu dua buah mutiara didunia dan inilah tempat keduanya .kemudian ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan menangis lantas ia memberitahukan kejadian ini kepada sang istri . lalu sang istri berkata berdoalah kapada allah dan mintalah kepadanya agar mengembalikan kedua mutiara tersebut pada tempatnya menu tanah lapang dan keduanya berada pada tangan abid dan berdoa kepada allah serta meminta pertolongan kepada allah agar mengembalikan keduanya secara terus menerus. Sampai keduanya diambil dari tangan abid dan diperintahkan untuk mengembalikannya pada tempat semula kemudian muji kepada allah .

 

Hikayat Ke- 44  Ketiadaan bahagia hidup di dunia bagi seseorang

           Yazid bin walid berkata pada sahabatnya : bahwa dirinya tidak mungkin berjalan bersama manusia pada hari yang sempurna dengan tanpa berduka cita dan sedih, dan aku berharap agar diriku tidak tahu tentang keadaan hari tersebut, kemudian dia mempersiapkan sebuah pertemuan untuk berfoya-foya dan membuat kesenangan di dalamnya yakni seperti apa yang dilakukan para raja, dia mempunyai seorang perempuan yang sangat disenangi orang-orang namanya Hananah ia merupakan orang yang paling cantik parasnya dan paling merdu suaranya, kemudian dai menjadikan wanita itu di belakangnya di bawah layar dan menjadikan teman  minum bersama di depannya sehingga bisa melihat wanita itu dan bermain bersamanya pada suatu waktu dan melihat teman  minumnya diwaktu yang lain untuk mendengarkan suara-suara mereka dan terus-menerus seperti itu sampai datang waktu ashar. Kemudian pelayan datang membawa anggur dan dia meletakkan biji anggur itu di atas kedua tangannya, supaya perempuan itu bisa megambil anggur itu dan memakannya , lalu biji itu berhenti di kerongkongan perempuan itu sehingga menjadikan dia meninggal. Kemudian dia bersedih sekali atas peristiwa ituselama 40 hari kemudian daia meninggal dalam keadaan bermaksiat.

 

HIKAYAT KE-45 tanya muhyidin

 

HIKAYAT KE-46

Memakan harta orang lain dengan tanpa hak dan perkara yang bekaitan dengan hal itu

         Dari abi yazid al-bustomi , dia adalah seorang ahli ibadah selama bertahun-tahun tetapi selama itu dia belaum  bias merasakan nikmatnya orang beribadah , kemudin dia mendatangi ibunya dan menanyakan tentang sesuatu : Wahai ibu selama ini aku belum bisa merasakan nikmatnya orang beribadah dan taat kepada allah ,apakah ibu pernah memakan sasuatu dari makanan yang haram ketika aku masih berada di dalam kandungan Ibu atau ketika aku sedang menyusu? Lalu sang ibu berusaha mengingat-ingatnya agak lama,sang ibu pun kemudian menjawab: Wahai anakkmu ketika kamu masih berada dalam kandungan saat itu ibu pernah naik diatas sutuh (atap yang datar ) dan disana Ibu melihat ada sebuah bejana yang berisi keju ibupun berselera untuk memakannya,lalu ibu memekan keju itu kira-kira sebesar seekor semut dengan tanpa ijin dari pemiliknya.

Abu yazid berkata :adakah yng lain kecuali kejadian ini ,lalu abu yazid menyuruh sang ibu pergi menemui pemilik keju dan memberitahukan tentang hal itu,sang ibu segera pergi menemui pemilik keju dan mwmberitahukan hal itu,setelah bertemu,pemilik keju berkata kepada sang ibu kamu telah aku bebaskan dari hal itu lalu sang ibu pulang dan  memberitahukan kepada anaknya tentang apa yang disampaikan oleh pemilik keju kepadanya, maka pada saat itu juga abu yazid bisa merasakan nikmatnya orag yang beribadah dan taat kepada allah. 

 

Hikayat ke- 47

Waro’ dan menjaga diri dari adanya penipuan pada barang dagangan.

       Abu Hanifah r.a dan seorang laki-laki dari basroh mengadakan persekutuan dalam perniagaan, Abu hanifah menyuruh laki-laki itu membawa 70 buah pakaian dari jenis pakaian kurung dan memberitahukan padanya bahwa salah satu dari 70 buah pakaian tersebut ada yang rusak /cacat yaitu pakaian si fulan, ketika kamu menjualnya maka beritahukanlah cacatnya, kemudian laki-laki itu menjualnya dengan harga 30.000 dirham kemudian laki-laki itu dating kepada Abu hanifah dengan membawa hasil penjualan pakaian tersebut. Abu hanifah bertanya pada laki-laki itu : Apakah kamu telah memberitahukan cacatnya? Laki-laki menjawab : aku sungguh lupa, mendengar jawaban lelaki iti kemudian Abu hanifah mensodakohkan semua uang hasil penjualan pakaian tersebut.

 

Hikayat ke-48  Keutamaan keturunan

         Ada seorang qodhi wafat dan meningalkan seorang istri yang sedang hamil yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki,………..sang ibu menyuruhnya pergi ke sebuah madrasah kemudian seorang guru mengajarinya membaca basmalah setelah itu allah mengangkat siksa yang di derita oleh ayahnya.allah bekata kepada jibril: wahai jibril sesungguhnya tidaklah pantas bagi kita jika seorang anak laki-laki beada pada kehormatan kita, sedangkan di sisi lain ayahnya menanggung siksaan,maka pergilah kamu wahai jibril ketempat sang ayah dan tolanglah ayah dari anak ini jibrilpun kemudian pergi ke tempat sang ayah dan menolong sang ayah

 

Hikayah ke 49

Pak hakim al asom memasuki negara Baghdad kemudian di beritahukan kepadanya bahwa di negara ini orang-orang yahudi menguasai para ulama’ hakim berkata:aku akan berbicara kepada orang yahudi.ketika seorang yahudi dating mereka kemudian bertanya kepada pak hakim:

perkara apakah yang tidak di ketahui oleh allah ?

Perkara apa yang ditemukan di sisi allah ?

Perkara apayang dimiliki oleh allah ?

Perkara apa yang diminta oleh allah dari hambanya ? 

Perkara apa yang dibatasi oleh allah dari hambanya ?

Perkara apa yang dibolehkan oleh allah dari hambanya ?

Pak hakim menjawab:jika aku menjawab pertanyaanmu apakah kamu akan tunduk kepada islam, orang yahudi menjawab:ya ,pak hakim menjawab:perkara yang tidak oleh allah yaitu sekutunya atau anaknya karna allah tidak ada baginya sekutu dan anak,dan sekutu yang tidak ada disisi allah yaitu aniyaya karna sesungguhnya allah tidak berbuat aniyaya kepada manusia sedikitpun,dan sesuatu yang tidak dimiliki oleh allah yaitu kefakiran allah untuk dzat yang maha kata dan kamu sekalian adalah fakir:dan sesuatu yang diminta oleh allah yaitu utang…………dan sesuatu yang diikat atu dibatasi allah yaitu bersikap lemah lembut kepada orang kafir,dan sesuatu yang dibebaskan oleh Alloh yaitu bersikap lemah lembut kepada kekasihnya . kemudian orang masuk islam dengan izin Alloh.

 

Hikayat Ke-50  Berfikir tentang akhirat

        Dari Abi yazid Al bustomi : pada suatu hari dia keluar dan pada wajahnya terlihat bekas tangisan , kemudian dikatakan padanya kenapa wajahmu menangis?

Abi yazid menjawab : telah datang kepadaku seorang budak yang mana pada hari kiamat dia datang  ke tempat hisab beserta musuhnya lalu budak itupun berkata  : Ya Alloh aku ini dulu adalah seorang ahli fitnah, kemudian laki-laki ini datang kepadaku dan menyerahkan daging padaku, dia meletakkan jari-jarinya di atas daging kepunyaanku sampai membekas dan tidak jadi membeli daging, kemudian pada hari itulah aku berhujah pada perkiraan itu, Alloh memerintahkan agar supaya memberikan kebaikan sesuai dengan kadar haknya, kemudian setelah itu timbangan laki-laki tersebut menjani rangan kira-kira seberat biji sawi ,akupun lalu pulang dan lelaki itu diperintahkan masuk surga sedangkan timbangan sang musuh rusak dan diapun diperintahkan masuk neraka, dan setelah itu akupun tidak tahu apa yang terjadi pada hari itu.

 

Hikayat Ke-51

      Dari Ibrahim bin adham r.a dia berada di makkah lalu dia membeli sebuah anggur dari seorang lelaki pada saat jual beli laki-laki tersebut membawa dua buah anggur yang diletakkan di atas tanah diantara kedua kakinya, Ibrahim bin adham mengira bahwa keduanya termasuk sudah ia beli, Ibrahimpun langsung mengambil dan memakan keduanya lalu pergi ke baitul maqdis dan masuk kekubah sohroh , dan merasakan ketentraman di dalamnya , Ibrahim bin adham pun mendapatkan suatu pertanda agar dia segera keluar dari tempat itu, disuatu malam setelah sahar dia menyerahkan kepada malaikat lalu keluarlah orang-orang yang ada di dalam kubah, Ibrahimpun menutup dirinya sehingga malaikat tidak melihatnya, Ibrahimpun menetap disalamnya kemudian malaikat masuk, malaikat berkata : Epertinya disini ada manusia? Salah satu malaikat maenjawab: ada, dia adalah ibrahim bin adam dari kurasan.yang lain juga menjawab: ya benar. Yang lain berkata:ornag ini setiap hari amalnya selalu dinaikkan ke langit dan di terima, tetapi taatnya selama beberapa tahun tidak diterima doanyapun juga tidak dikabulkan di sebabkan oleh dua buah tamar.

          Setelah itu para malaikat menyibykan dirinya dengan ibadah sampai dengan terbitnya fajar, lalu khodim kembali dan membukakan pintu kubah, ibrahim keluar dan pergi menuju makkah. Setelah sampai pada babul hanuut ibrahim melihat ada pemuda yang berjualan tamar. Ibrahim berkata sesuatu padanya: pada permulaan tahun ditempat ini ada orang tua yang berjualan tamar, pemuda menjawab: di adalah orang tuaku dan dia telah meninggalkan kehidupan dunia, lalu ibrahim memberitahukan kepada pemuda itu tentang kisah yang dialaminya. Pemuda berkata pada ibrahim: kamu telah terbebas dari bagianku berupa dua buah tamar dan aku mempunyai saudara prempuan beserta ibu. Ibrahim bertanya: dimana keduanya? Pemuda menjawab: keduanya ada dirumah. Lantas ibrahim datang kerumah dan mengetuk pintu maka keluarlah seorang yang lemah dan kurus dengan membawa sebilah tongkat ditangannya, kemudian ibrahim mengucapkan salam kepadanya diappun menjawab salam itu. ia bertanya:ada keperluan apa? Lalu ibrahim bercerita tentang kisah yang dialaminya .orang lemah berkata: kamu telah terbebas dari bagianku. Kemudian ibrahimpun melakukan hal yang sama kepada anak perempuan orang itu.

           Ibrahim lantas menghadapkan wajahnya ke arah baitul maqdis dan masauk kedalam kubah, lalu masauklah pula para malaikat kedalam kubah dan mereka saling berbincang-bincang: inilah dia ibrahim bin adham yang mal serta dpa-doanya tidak diterima selama beberapa tahun. Ketika ibrahim berbuat sesuatu yang berkaitan dengan dirunya tentang permasalahan dua buah tamar maka semua amal serta doa-doanya dikabulkan oleh alllah serta dikembalikanlagi ke drajat yang semula.ibrahimpun menangis disebabkan amat gembiranya dan dia tidak akan pernah makan kecuali satiap tujuh hari sekali dengan makanan yang halal

 

Hikayat ke-52 “orang yang mengikuti hawa nafsu dan syitan “

            Diceritakan bahwa ada seorang hamba dari Bani israel bernama kiyai Barseso dia terkenal sebagai sepranghamba yang selama hidupnya mempunyai hati yang teguh pada suatu saat ratu di negara tersebut melahirkan seorang anak perampuan karena sng ratu merasa khawatir kalau nanti anaknya diganggu oleh laki-laki lalu dia menyerahkan anak perempuannya itu kepada kyai barseso yang terkenal teguh itu hingga tak seorangpun tahu akan hal itu, anak itupun hidup dibawah asuhan kyai barseso waktupun terus berjalan hingga diapun menjadi seorang gadis yang rupawan saat itu datanglah iblis laknatulloh dengan bentuk orang tua dan memperdaya kyai barseso sampai pada akhirnya kyai barseso menyetubuhi gadis itu dan akhirnya hamil.

         Ketika kehamilannya semakin jelas iblis datang menemui kyai barseso dan berkata kepadanya : Kamu adalah orang yang zuhud dan jika perempuan ini sampai melahirkan anak maka kamu akan ketahuan kalau kamu telah melakukan zina, dan kamu menjadi jelek dimata manusia, maka bunuhlah gadis itu sebelum ia melahirkan dan kuburlah dia, dan tiada satu orangpun yang tahu , kemudian kyai barseso membunuh wanita itu dan memberitahukan pada orang tuanya serta meminta ijin untuk menguburkannya.

          Kemudian iblis  datang menghadap raja dangan wujud seorang laki-laki ngalim dan menceritakan kepada raja tentang kisah seorang hamba dan anak perempuannya. Iblis berkata kepada raja: teliti dan robeklah perut mayat gadis itu, jika kamu menemukan anak didalam perutnya maka aku benar jika tidak kamu boleh membunnuhku. Lalu sang raja mendatangi kuburan itu serta menggali dan mengeluarkan mayat itu dan merobek perutnya, ternyata menemukamn seorang anak didalam perut  mayat seperi yang dikatakan oleh iblis. Kemudian raja menangkap raja tersebut dan membawa ke negaranya serta menyalipnya. Iblis lalu mendatangi hamba yang sedang disalib. Iblis berkata: kamu telah melakukan zina atas perintahku dan kamu juga telah membunuh atas perintahku maka berimanlah kepadaku dan aku akan membebaskanmu dari siksaan raja, kyai barseso merasakan kebingungan yang luar biasa kemudian dia beriman kepada iblis dengan harapan dibebaskan dari siksaan sang sang raja lalu I blis berpaling jauh dan meniggalkan kai barseso. Barseso berteriak kepada iblis:kenpa kamu tidak menolangku? Iblis menjawab: aku takut kepada allah penguasa seluryh alam semesta iblispun pergi berlalu meninggalkan kyai barsseso.

 

CERITA YANG KE 53 TENTANG SESEORANG YANG DIPILIH  DAN DIRIDHOI ALLAH

  Diceritakan ;dari dhunnun Al misri bahwa dia masuk masjid  Haram ,kemudian dia melihat seorang laki-laki yang menjatuhkan diri dalam keadaan telanjang dan dia berada dibawah tiang dan berdzikir dengan hati yang bersedih, dunnnun berkata saya mendekatinya dan memberi salam kepadanya, kemudian saya saya bertanya kepadanya; Dari mana kamu? Laki-laki tersebut menjawab; saya orang aneh.. Saya tanya kepadanya ; Sipa namamu? Diamenjawab saya orang yang dicari oleh dzat yang sayalari darinya.

Saya bertanya lagi kepadanya; Apa maksud dari perkataanmu?Kemudian dia menangis dan saya juga ikut menangis,dia tidak berhenti-henti menangis sampai dia meninggal ketika itu juga.

Saya melepas sarungku dan menutupinya kemudian saya keluar untuk mencari kain kafan dan ketika saya kembali mayatnya sudah tidak ada.Saya berkata;Hai ddzat yang maha suci siapa yang telah mendahuluiku?.Dan ketika itu juga ada suara: Hai dzunnu orang itu dicari oleh syetan dibumi tetapi dia tidak menemukanya ,dicari oleh malaikat malik sipenjaga neraka, dai tidak menemukanya dan dicari oleh Ridwan sipenjaga surga, diapun tidak menemukanya. Saya bertanya kepadanya dimana orang tersebut?. Dia menjawab:Diabber ada ditempat yang semeestinya, disamping raja yang berkuasa!

Dan dengan hal ini dikatakan bahwa manusia dalam beribadah ada tiga macam; Ruhani, khayawani, dan rubbani.

Ruhani: yaitu orang yang beribadah kepada Allah karena takut kepada siksanya.

Khayawani; yaitu oarang yang beribadah kepada Allah karena mengharapkan rahmad dan ampunanNya.

Rubbani; yaitu orang yang beribadah kepada Allah karena, sedangkan dia tidakmau mengetahui dunia, akhirat, surga, neraka, dirinya, dan ruhnya.

Golongan orang yang pertama ketika harikiamat dia  dibangunkan dari kuburnya dan selamat dari api neraka.Golongan yang kedua dia dimasukkan kesurga.Dan golongan yang ketiga adalah golongan yang kucari, kekasihku  Aku tidak menjadikan dunia kecuali untuk orang yang semisalnya. 

 

Cerita yang ke 54 Tentang Diterimanya Nasihat Dengan Rasa Senang.

Diceritakan; Ada seorang raja kafir yang mempunyai wazir sholeh, dan wazir tersebut mencari kesempatan yang baik untuk menasehati raja.Dan pada suatu malam raja berkata kepada wazir; “Berdirilah, kita akan berjalan-jalan dan melihat keadaan manusia”. Ketika mereka berjalan-jalan mereka sampai ketempat yang seperti gunung yang terdapat cahayanya, dan merekapun menuju tempat itu. Setelah sampai ternyata,rumah yang didalamnya terdapat suara nyanyian dan suara gitar.Di dalam rumah itu juga terdapat seorang laki-laki yang berada di tempat kotoran dan dia sedang membuat pakaian.dia duduk diatas gundukan kotoran.Disamping laki-laki itu terdapat kendi yangdidalamnya terdapat benang.Istrinya berada disampingnya seraya menghormatinya seperti penghormatan sang raja.Laki-laki tersebut juga menghormatinya seperti penghormatan seorang ratu.Raja berkata:”Mungkin mereka melakukan hal seperti ini setisp malam.Melihat suatu peluang yang bagus, maka wazir berkata:”Baginda raja saya takut baginda terpedaya seperti mereka”.Raja bertanya:”bagai mana bias begitu?”. Wazir menjawab: “Sesungguhnya, baginda dimata orang yang tahu tentang kerajaan itu seperti tempat ini menurut pandangan baginda, dan begitu juga singgahsana dan kerajaan baginda, dan jasad dan pakaian baginda menurut orang yang tahu tentang kebersihan dan yang mempunyai pandangan tajam itu seperti mereka menurut pandangan baginda”.Raja bertanya;”Siapa orang yang mempunyai pandangan seperti itu?”. Wazir menjawab; “Yaitu orang-orang yang berpendapat bahwa didalam kota itu harus terdapat kebahagiaan bukan kesusahan, cahaya bujan kegelapan, dan keamanan bukan ketakutan.Raja :”Apa yang menyebabkan kamu tidak memberitahukan hal ini kapadaku sebelumnya?”. Wazir:”kehormatanmu”.Raja:”Apa bila yang telah kamu katakana itu benar maka baik bagi kita untuk menjadikan siang dan malam kita ditempat ini.Wazir:”Apakah baginda memerintahkan saya untuk mencari kebenarannya?”.Raja:” Ya”.Setelah beberapa hari wazir berkata kepada raja:”SAya menemukan yang baginda cari dibait-bait yang terdapat dimakam nenek moyang baginda. Raja:”Apa itu?’. Wazir:

Apakah kamu buta dari dunia sedangkan kamu melihat. Apakah kamutidak mengetahui yentang dunia sedangkan kamu mengetahui. Apakah membangun dunia seakan-akan kamu akan hidup abadi.sedangkan kamu besok akan dijauhkan dari bangunanmu. Kamu akan diangkat dari dunia ini karena kesombonganmu. Bajumu adalah rumah didalam kuburan yang sempit,bahkan lebih buruk. Lakukanlah seperti yang ingin kau lakukan. Sesungguhnya rumah orang-orang yang mati adalah kubur.Ketika raja mendengar hal ini raja langsung bertaubat dan masuk islam dan hal inilah yang menyebabkan dia selamat.

 

Cerita yang ke 55  Tawakal kepada Allah dan sabar terhadap khodho’nya

Diceritakan: Dari Malik bin Dinar r.a dia berkata:’ saya pergi haji dan ketika saya sampai pada suatu gurun, saya melihat burung gagak yang membawa roti. Saya berkata:’ burung ini terbang dan membawa roti diparuhnya,pasti ada sesuatu”. Kemudian saya mengikutinya sampai dia turun kedalam goad an sayapun mengikutinya . Didalam goa itu saya melihat seorang laki-laki yang kedua tangan dan kakinya diikatkan pada punggungnya dan burung gagak itu memberikan suapan roti yang berada diparuhnya. Kemudian burung itu pergi dan tidak kembali lagi, saya bertanya kepada laki-laki tersebut;” dari mana kamu?”. Dia menjawab;” Saya dari haji , segerombolan perampok merampas semua hartaku, mengikatku, dan membuangku ditempat ini.Saya sabar menahan lapar selama lima hari ,kemudian saya berkata:” Hai dzat yangberfirman dalam kitabnya, hai dzat yang mengabulkan doa orang yang teraniaya, saya sedang teraniaya maka kabulkan doaku.kemudian Allah mengutus burung gagak, dan memberiku makan dan minum setiap hari dan juga melepaskan ikatan. Kemudian kita pergi dan kita kehausan yang mana kita mempunyai air kemudian kita melihat kolam yang dikerumuni segerombolan kijang, kemudian kita berkata:”Alhamdulillah, kita telah menemukan sumur dan kolam. Kami mendekati  sumur itu yang menyebabkan kijang-kijang itu lari, ketika sampai ternyata airnya kering hingga dasar sumur,saya mengambilnya kemudian kita meminumnya. Kemudian saya berkata:” Ya tuhan sesungguhnya kijang-kijang itu tidak ruku’ dan sujud kepadaMu tetapi kenapa engkau memberi minum dimuka bumi ini, sedangkan kita harus menimbanya sampai seratus diro’. Dan ketika itu juga ada suara:” I Hai kamu sesungguhnya kijangitu bertawakal terhadapku maka aku memberinya minum sedangkan kamu bertawakal karena untuk tali dan timbamu”.     

 

Cerita yang ke 56  : Wasilah kepada Allah

Diceritakan dari Dunnun Almisri dia berkata:saya mempunyai anakdari saudara perempuanku yang bekerja hanya karena allah kemudian saya kehilangan dia pada selama satu bulan,saya tidak tahu keberadaannya .Kemudaian saya mendekatkan diri kepada allah selam satu hari satu malam deengan melakukan puasa dan shalat. Ketika saya tidur saya bermimpi, ada suara yang berkata kepadaku:” Sesungguhnya yang kau cari itu berada digurun sahara”.Saya bangun dan berkata Subhanallah bagai mana dia dia bisa berada ditempat itu. Kemudian saya mengemasi bekal dan saya mencarinya selama sepuluh hari tetapi saya tidak menemukannya. Ketika saya sudah mulai putus asa dan beban juga membebaniku maka saya berniat untuk kembali kerumah besok. Kemudian saya tidur dan ketika saya tidur ada seseorang yang menggoyang-goyangkan badanku, sayapun bangun. Dan ketika saya bangun orang yang menggoyangkan badanku berdiri disampingku sambil tertawa dan bertanya kepadaku: ‘apa yang sedang paman lakukan?”. Saya menjawab: “saya kehilanganmu selama satu bulan. Kemudian dia berkata kepada:”hai pamanku, demi allah dalam mihrobku dan dalam hatiku bahwa tuhan bumi, tuahn langit, tuhan mata air, tuhan lut, tuhan ÇáÎÑÇÈ  dan tuhan ÇáÚãÇÑ adalah satu. Kemudian saya berkata;”saya akan beribadah kepadanya selama satu bulan di ÇáÎÑÇÈ dan satu bulan di ÇáÚãÇÑ sehingga saya melihat kemulian dan kekuasaannya. Saya pergi kepadang sahara selama empatpuluh hari dan saya melihat tuhan saya dengan penglihatan yang sangat jelas, dan dia juga memberiku segalanya sehingga saya tidak membutuhkan semua makhluk. Kemudian saya menangis kemudian diam, Dunnun berkata :”dan saya sangat lapar, saya ingin maenanyakan kepadanya tentang besok. Kemudian dia melihat kepadaku dan berkata: “ hai pamanku sepertinya paman lapar?”. Saya menjawab:”ya”. Dia melihat kelangit dan berdoa:”

 

Cerita yang ke 57 Keutamaan Ilmu dan cinta kepada orang yang berilmu

Diceritakan bahwa Ka’ab Al ahbar r.a berkata :” Sesungguhnya allah menghisab hambanya dan ketika amal jeleknya lebih banyak dari amal baiknya maka hamba tersebut dimasukan keneraka. Dan ketika hamba tersebut dibawa keneraka Allah bersabda kepada  malikat jibril:”Susullah hambaku itu dan tanyakan kepadanya apakah apakah dia pernah duduk dengan orang alim didunia, ampunilah karena safa’atnya”.kemudian mlaikat jibril menyusul dan beretanya kepadanya, dan hamba tersebut menjawab tidak pernah. Malaikat jibril melaporkan hal tersebut kepada allah:”yatuhanku engkau tentang hambamu dan dia berkata tidak pernah”. Allah:”tanyakan kepadanya apakah dia cinta orang alim”. Malaikat jibril:’”tiadak”. Allah :”tanyakan kepadanya apakah dia pernah dia pernah duduk didepan hidangan bersama orang alim”. Malaikat jibril:”tidak pernah”. Allah :”apakah diapernah tidur di rumah yang ada orang alimnya”. Malaikat jibril :”tidak pernah”. Allah:” apakah diapernah apakah namanya menyamai dengan orang alim ataupun nasabnya”. Malikat jibril :”tidak”. Alah :”apakah daia cinta kepada orang yang cinta kepada orang alim”. Malaikat jibril :” ya”. Allah masukan dia kesurga, saya telah mengampuninya karena hal tersebut.

 

Cerita yang ke 58  Keutamaan lafad áÇÍæá æáÇÞæÉ ÅáÇ ÈÇááå

Diceritakan bahea khalifah Al Makmun mempunyai hutang lima puluh dirham kepada laki-laki nasroni. Kemudian dia mengutus orang persia dan ketika dijalan orang tersebut melihat seorang laki-laki yangmengendong rumput yang mana gendongan tersebut bergoyang kekanan  dan kekiri. Ketika melihat hal ini orang persia tersebut berkata:” áÇÍæá æáÇÞæÉ ÅáÇ ÈÇááå “. Ketika mendengar ucapan tersebut orang nasroni yang disampingnya mengagungkan ucapan itu. Maka oang persia bertanya kepadanya bagaimana dia mengagungkan ucapan tersebut akan tetapi dia tidak iman kepada Allah. Orang nasroni menjawab:” Karena malaikat langit telah memberitahukanku ucapan tersebut”.Orang persia tersebut heran dengan yang telah diucapkan oleh orang nasroni,mak ketika sampai dihadapan khalifah orang persia menceritakan apa yang telah dia alami bersama orang nasroni. Kemudian khalifah bertanya kepada orang nasrani:”bagai mana kamu bisa diberitahu ucapan tersebut oleh malaikat langit”. Orang nsroni:” Saya mempunyai paman yang mempunyai anak permpuan yang cantik sekali, saya melamarnya akan tetapi paman saya tidak menikanku kepadanya. Kemudian dia menikahkan kepda orang lain dan ketika malam pertama suaminya meninggal. Kemudian saya melamarnya kembali, akan tetapi paman saya tidak menikahkan kepada saya . Dan dia  menikahkan kepad orang lain lagi dan ketika malam pertama suaminya meniggal, hal ini terjadi sampai tiga kali.saya melamarnya untuk yang keempat kali dan dia menikahkanku kepadanya karena orang-orang telah membencinya. Ketika aku bersenang-senang dengan istriku, syaitn datang kepadaku dengan bentuk seperti kuda, menjerit dan bertanya kepadaku:” dari mana kamu masuk?”. Saya: ”dari keluargaku”.Syaitan: ‘apakah kamu tahu apa yang telah saya lakukan terhadap para suaminya?”. Saya: “ya”. Syaitan:”Apakah kamu rela wanita ini milikku pada malam hari dan milikmu pada siang hari, apa bila tidak maka kamu akan saya bunuh !”. Saya: “ya”. Hal tersebut berlarut sampai pada suatu malam syaitan berkata kepadaku:”pada malam ini saya akan naik kelangit mencuri khabar dan malam adalah gikiranku, apakah kamu bersedia menemaniku naik kelangit”. Saya: ”ya”. Kemudian dia berubah menjadi seperti kuda dan dia berkata:”naiklah”,kemudian saya naikdan terbang keangkasa dan saya mendengar malaikat berkata:” áÇÍæá æáÇÞæÉ ÅáÇ ÈÇááå “ .ketika syaitan mendengar ucapan ini, dia terbalik dan terjatuhseperti mayat, sayapun terjatuh didekatnya. Setelah beberapa saat dia terbangun dan berkata:”pejamkan matamu!”. Kemudian saya memejamkan mata dan ketiaka itu juga saya sudah berada di dalamn\ rumahku. Ketika saya bersama istri saya, saya berkata kepadanya:”tutuplah semua lubang dan ventilasi dirumah ini”.,dia kemudian  menutupnya. Ketika waktu isa’ datang syaitan muncul lalu masuk kedalam rumah. Kemudian saya mengunci pintunya dan menempelkan mulut saya kepintu, lalu saya mengucapkan  áÇÍæá æáÇÞæÉ ÅáÇ ÈÇááå  dan ketika itu juga terdengar suara yang sangat histeris, saya mengucapkannya lagi sampai tiga kali. Kemudian istri saya berkata: ”masuk”,kemudian saya masuk,dia berkata, ketika sya mengucapkan yang pertama kali dia mencari lubang untuk dihancurkanya tetapi dia tidak menemukanya. Ketika saya mengucapkan untuk yang kedua kalinya, api turun dari langit dan mengenainya. Ketika saya mengucapkan untuk yang ketiga kalimnaya, api membaklarnya dan diapun berubah menjadi abu. Allah telah menyelesaikankita dari pertolongan ini. Ketika Al Makmu mendengar hal itu dia maka, dia membebaskannya dan memberinya dirham yang telah di hutangnya.æÇááå ÃÚáã 

.

Cerita yang ke59  Keutamaan cinta melihat Allah

 Diceritakan bahwa Harist bin Abi Aufi bertetangga dengan orang nasroni, ketika suatu waktu nasroni tersebut jatuh sakit kronis. Kemudian Harust mengunjungi dan berkata kepadanya: “masuklah islam , sayaakan menjaminmu masuk surga karena surga itu tidak ada bandingannya, yamg mana surga itu surga itu sangat putih yang sifatnya begini dan didalamnya juga terdapatistana yang begini. Nasroni: ”Saya menginginkan hal yang lebih baik dari itu”. Harist: “Msuklah islam, saya akan menjaminmu melihat allah disurga. Nasrani: “Sekarang saya islam karena tidak ada yang lebih baik dari melihat”. Kemudian dia masuk islam dan meninggal dan suatau waktu Harist bermimpi melihatnya berjalan-jalan disurga. Harist bertanya kepadanya: “ Apakah kamu tetangaku itu?”. Dia menjawab: “ya”. Hrist: “Apa yang telah allah lakukan kepadamu?”. Dia menjawab: “ketika arwahku keluar, dia pergi menuju arsy, kemudian allah berkata kepadaku; “kamu iman kepadaku karena kamu sangat ingin bertemu denganku, makakamu akan mendapatkan ridho dan bertemu denganku. Harist: “ Al hamdzulillah terhadap yang telah terjadi padamu.

 

Cerita yang ke 60

Seseorang telah dijadikan oleh Allah nasihat bagi dirinya sendiri

Diceritakan:  bahwaada seseorang yang menghitung-hitung umurnya sendiri dan setelah dihitung umurnya telah mencapai enampuluh tahun dan harinya mencapai dua puluh limaratus hari. Dia menjerit, celaka ketika setiap hari saya melakukan dosa bagai mana saya bertemu allah dengan bilangan ini. Kemudian dia terjatuh dan pinsan ketika sadar dia pingsan lagi,ketika orang-oarang mencoba untuk membangunkan ternyata dia sudah meinggal. Bagaimana dengan orang yang setiap harinya melakukan sepuluh ribu dosa?.

 

Cerita yang ke 61 Dicelanya orang yang tidak mau memaafkan

\Diceritakan: bahwapada suatu hari iblis masuk kerumah fir’aun, dai bertanya apakah kamu mengenaliku?. Fir’aun: ya . Iblis:Sesungguhnya kau mengungguliku dalam satu perkara!. Fir’aun: Apa itu?  Iblis: karena kamu mengaku tuhan,sesungguhnya saya lebih tua, lebih pintar darimu dan lebih kuat darimu. Tetapi saya tidak memusuhimu atas pengakuanmu menjadi tuhan. Fir’aun; kamu benar akan tetapi saya bisa bertaubat kepada allah terhadap hal itu. Iblis: bertaubat itu nanti dulu,jangan kau lakukan hal itu karena orang-orang mesir menerima atas ketuhannamu. Ketika kamu tidak mengaku tuhan maka mereka tidak tunduk kepadamu, mereka akan memusuhimu, menghancurkan kerajaanmu dan kamu akan hina. Fir’aun: kamu benar, tetapi apakah kamu tahu bahwa dimuka bumi iniada yang lebih jelek dari kita . iblis: ya , yaitu orang yangtidak mau dimintai maaf,dia lebih jelek dari kita. Kemudian iblis pergi dari hadapan fir’aun..Semoga allah melaknati mereka.

Hikayat ke 63 Tentang peristiwa khidir

Tiba-tiba sewaktu Khidir a.s duduk di pantai laut datanglah seorang pengemis kepadanya lalu ia bertanya pada khidir :”demi Alloh aku mohon padamu berikanlah sesuatu”, lantas khidir a.s pingsan, setelah sadar diaberkata:”aku takpunya apa-apa kecuali diriku ini sedangkan engkau minta dengan menyebut nama Alloh, sungguh aku akan korbankan diriku padamu, juallah aku dan manfaatkanlah uangnya . kemudian pengemis itupun membawa khidir kepasar dan menjualnya pada orang yang bernama Sakhim bin Arqom, lalu Sakhim membawa khidir kerumahnya yang memiliki kebun di belakang rumah itu. Sakhim memberi cangkul padanya dan menyuruh untuk mencangkul gunung dan meratakan dengan kebunnya padahal gunungnya begitu luas. Kemudian sakhim pergi untuk urusan kepentinganya sembari khidir memulai mencangkul dan melempar. Ketika skhim pulang ke rumahnya diaa berkata pada keluarganya :”apakah kalian sudah memberi makan pada orang yang bekerja ?”, mereka menjawab :”kami tidak tahu kalau ada pekerja”. Lalu sakhim pergi menuju khidir dengan membawa makanan dan ternyata khidir sudah menyelesikan tugasnya bahkan dia sedang melakukan sholat, sehingga sakhim heran dan hampir pingsan, lantas dia bertanya pada khidir :”siapa anda sebenarnya ?”, khidir menjawab :”aku hamba Alloh dan budakmu”. Sakhim bertanya lagi :”tolong jawab siapa anda sebenarnya ?”, lantas khidir pingsan, setelah sadar lalu berkata :”aku khidir” lantas giliran sakhim yang pingsan, setelah sadar dia bertaubat dan mohon ampun pada Alloh :”ya Alloh jangan kau siksa aku, karena aku tidak tahu bahwa buaj itu adalah khidir”, seketika tiu khidir sujud dan berdo’Abdullah bin 'umar pada Alloh :”kareaMU aku menjadi budak dan karenaMU pula aku merdeka”. Kemudian khidir minta izin pada sakhim untuk kembali ke pantai laut . setiba di laut ia melihat seorang laki-laki yang berdiridi laut seraya berdo’a :”ya Tuhan bebaskan khidir dari dan hentikan dari perbudakan”, khidir berkata pada orang itu :”siapa anda ?”, ia menjawab “aku syadun”, khidir:”aku khidir”, syadun :”hai khidir aku telah mencari dunia untuk membuat rumahmu, hal itu karena engkau bertempat ibadah  di pantai laut “, seketika itu keluarlah sorang hamba ke daratan dan di situ ia menanam pohon untuk berteduh dalam beribadah, kemudian ia meneru pada khidir sewaktu engaku sujud engkau lebih mementingkan akherat dari pada dunia maka demi kebesaran dan keagunganku  ãÇÝì ÍÈåÇ ÑÖÇ  . khidir  berkata :”ya syadun berdoalah pada Alloh agar Dia menerima taubatku, kemudian syadunpun berdo’a dan Allohpun menerima taubat khidir lantaran do’a syadun.

 

Cerita pendek

Menangis karena takut padaNYA

Dalam suatu Khadist diceritakan tentang seorang hamba yang didatangkan pada hari Qiyamat untuk dihitung amalnya akan tetapi amal jeleknyalah yang lebih berat sehingga ia digiring ke neraka akan tetapi bulu matanya protes pada Alloh dan berkata “ya Alloh sesungguhnya nabiMU s.a.w pernah bersabda ‘siapa yang mengis karenaNYA maka Alloh akan mengharamkanya masuk neraka’, kalau begitu copotlah aku dari tubuh orang ini, kalau sudah suruhlah ia ke neraka”, Alloh berfirman :”mengapa kamu tak memberitahuKU .”, bulu mata menjawab “karena akku takut padaMU ya Tuhan”, lantas Tuhan berfirman :”sungguh telah aku muliakan orang ini karenamu, sekarang pergilah kamu bersama ornag ini kesurga”.

 

Hikayat ke 64 Mendahulukan Ta’at daripada mementingkan dunia

Hamid allufaf  r.a berkehendak berangkat jum’atan padahal khimarnya tersesat, tepung masih di dalam gilingan  dan giliran menyirami kebun belum dilaksanakan, kemudian dia berkata “bila aku pergi jum’atan pekerjaan ini jadi bebanku, tapi amal akherat lebih utama”, lantas ia pergi jum’atan. Sepulang dari jum’atan ternyata kebunya sudah tersiram, khimarnya terikat talikendalinya, dan keluargany telah membuatkan roti kepadanya. Ia bertanya pada Istrinya, lalu istrinya berkata :”tadi aku dengar suara ketukan pintu, lantas aku keluar dan ternyata itu khimar kita, sedang lari menghidar dari singa di belakangnya, kemudian sewaktu aku buka pintu khimar langsung masuk ke rumah, adapun yang menyiram kebun adalahãáÇÕÞ yang tidur sehingga muncul air dan kebun kita tersiram, sedangkan tepung, tadi tetangga merasa punya digilingan sehingga dia mengambilnya dengan karung kita, setelah sampai di rumahnya ia tahu bahwa yang dibawanya adalah milik kita kemudian ia menyerahkan kemari”. Mendengar itu Kamid Al-Lufaf menghadapkan wajahnya ka langit seraya berkata: “ya Tuhan aku melakukan satu perintahmu sedang Engkau memberi tiga kebutuhanku, ÇáÍãÏ áß.

 

Hikayat ke 65  Karomah Orang Yang Bertaubat

Di Bani Israil terdapat seorang laki – laki pezina. Setiap selesai berzina ia pergi kelaut untuk mandi akan tetapi ia selalu berharap untuk berzina sekali lagi sebelum mandi, sesampai di laut Air berkata padanya “hai miskin ini lebih jelek bagi batu apalagi manusia, tidakah kau malu sebelum mandi masih ingin berbuat zina lagi”, lantas dia takut dan pergi ke gunung seraya menyesali perbuatanya, dia beribadah pada Alloh bersama orang-orang ahli ibadah. Suatu hari kelompok ibadah itu pergi ke laut kecuali dia, karena malu kepada air yang akan mengungnkap dosanya sehingga ia malu,  sewaktu kelompok itiu sampai di pantai Air berkata pada mereka “dimana teman kalian yang satu lagi”, mereka menjawab “ dia tidak iokut kami karena malu kepadamu bila mengungkap dosanya”, Air menjawab “katakana padanya agar dia kesini dan beribadah pada Alloh disampingku . Kemudian datinglah orang itu ke laut beribadah sampai mati dan dikuburkan disana juga , tujuh macam pohon sonwar tumbuh diatas kuburnya, yangmana tak pernah ada pepohonan sebelum itu.

 

Hikayat ke 66  Keutamaan Sebagian Nama Alloh

Ketika nabi Nuh as Naik perahu yang terapung diantara langit dan bumi, ombak menerjang-nerjang, sedangkan airnya panas sehingga gunung es mencair  disebabkan panas itu, hampir saja air akan menenggelamkan perahu. Kemudian Alloh mengajari nabi nuh tentang nama agungNYA, lantas nabi Nuh berdo’a dengan nama itu, tiba-tiba gunung es membeku kembali berkat namaNYA “Ahyan Syarohiyyan” yang artinya “wahai zat yang hidup wahai zat yang kekal “. Dengan nama itu pula orang yang tenggelam selamat sebagai mana tercantum dalam kitab Taurot, Alloh mengajari nabi Ibrahim as saat dilempar ke api sehingga api dingin dan menyelamatkan, ketika ibrahim as membawa Ismail ke daerah tanah haram dan menetap sendirian disana Alloh juga mengajari nama itu dengan memerintahkan agar berdo’a dengan nama itu sewaktu ada keperluan, sehingga ketika dia kehausan dan berusaha lepas dari derita itu dia berdo’a dengan nama itu, tiba-tiba Alloh memancarkan air zam-zam. Nama tersebut masih dilestarikan oleh keturunan Ismail bahkan sampai Qiyamat. . . . .jugaãáÇÍíä

 

Hikayat ke 67   Keramat Syuhada

Harun ar-Rosyid bertanya pada Muhammad Al-Bathal mengenai keherananya tenteng kejadian di negara roma. Bathal menjawab: pada suatu hari aku berjalan di hutan mahkota terpakai dikepalaku, aku berjalan sambil menundukan kepala, tiba-tiba aku mendengar suara hewan berderup, aku langsung menoleh ternyata seorang berkuda yang bersenjata lengkap sedangkan ditanganya ada tombak, dia mendekatiku dan mengucapkan salam, akupun menjawabnya, lalu dia berkata :”apakah engkau tahu orang yang bernama Bathal?”, dia menjawab:”akulah Bathal”, lantas ia turun dari kudanya dan memeluku serta mencium kakiku, aku bertanya padanya :”mengapa kamu lakukan demikian?”, dia menjawab :”aku datang untuk mengabdi kepadamu”. Kemudian  aku mengajaknya, tak lama kami bercakap-cakap tiba-tiba ada empat penungggang kuda, orang itu berkata padaku :”hai temanku, bolehkan aku maju menghadapi merreka?”, lalu aku mempersilahkanya, lantas mereka menjauh sesaat , kemudian empat orang itu membunuhnya dan setelah itu mereka menghadapku dan membawaku , lalu aku berkata pada mereka “jika kalian ingin menentangku, tunggulah aku sampai mengenakan persenjataan dan kendaraan temanku”, mereka menjawab:”Boleh”, kemudian aku memakai senjata dan kendaraan itu, dan aku berkata pada mereka kalian berempat sedangkan aku seorang diri, ini tidak adil!, majulah salah satu dari kalian untuk melawanku!”, kemudian salah satu dari mereka keluar juga, lantas aku membunuhnya wahai kholifah !.lalu datang orang yang kedua akupun membunuhnya, demikian halnya ketika datang orang yang ketiga, ketika datang yang keempat aku tak henti-henti berseteru dengan tombak sampai-sampai tombaku dan tombaknya pecah lantas kami turun dari kendaraan dia langsung mengambil perisai dan pedangnya akupun mengambil perisai dan pedangku, tak henti-hentinya sampai-sampai perisai dan pedang kami pecah, tali pedangku dan pedangnya putus sehingga pedang jatuh ke tanah, kemudian kami bergulat sampai sore dan matahari tenggelam aku dan dia tidak mengalah, aku lantas berkata kepadanya:”hai kawan aku sungguh telah kehilangan kesempatan sholat hari ini”<dia menjawab:”aku juga sperti itu”, karena dia seorang uskup, aku berkata padanya:”apakah engkau akan pergi sampai pertarungan kita selesai atau kita istirahat semalam dan kita lanjutkan besok pagi”,dia menjawab :”boleh” lantas aku beribadah pada Alloh dan melaksanakan sholat, dia juga melakukan rutinitasnya. Ketika mulai tidur dia berkata padaku:”kau orang arab padamu ada ghodar dan di telingaku ada dua lonceng yang slah satunya di kaitkan di telingamu dan kepalamu diletakan di atas badanku, jika kamu bergerak maka loncengmu akan berbunyi dan aku akan bangun “, kukatakan padanya:”lakukan hal ini”. Kami tidur dalam keadaan seperti itu, ketika pagi datang akupun sholat, kemudian kami bergulat dan aku mengulatinya, duduk diatas dadanya dan menginginkan menyembelihnya, dia berkata padaku :”lepaskan aku kali ini saja”. Akupun membolehkanya, kemudian kami bergulat yang kedua kalinya, kakiku tergelincir dan dia menindihi, menduduki dadaku akan menyembelihku, aku berkata padanya:”aku sudah pernah membebaskanmu apakah kamu tak akan membebaskanku?”, dia menjawab:”boleh”. Kemudian kami bergulat yang ketiga kalinya, hatiku remuk(ÇËßÓÑ ÞáÈì), dan dia menindihi, menduduki dadaku, aku katakan padanya :”satu-satu, kumohon lepaskan aku kali ini”, diapun membolehkanku. Kami bergulat lagi untuk yang ke empat kalinya, dan diapun menang lagi seraya berkata:”sekarang kamu tahu hai Bathal aku akan menyembelihmu dan kamu akan mencium tanah roma”. Aku berkata padanya :”tidak, jika Alloh menhendaki”, dia berkata :”mohonlah pada tuhanmu untuk mencegahku dan mengangkat pisau yang kugunakan untuk menyembelih”. Kemudian hiduplah temanku yang telah terbunuh hai Amirul Mu’minin, ia mengangkat pedang dan menghantamkan pada kepala uskup itu sembari membaca :

"æáÇÊÍÓÈä ÇáÐíä ÞÊáæÇ Ýì ÓÈíá Çááå ÃãæÇÊÇ¡ÇáÇíÉ"

 

Hikayat ke 68 Keutamaan puasa 10 Dzulhijah

Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf  bercerita : aku punya teman dia seorang wira’i dan bertakwa tetapi dia terkenal dihadapan orang sebagai orang faseq dan tercela, dia berpakaian layaknya orang jelek dan berotak licik. Dia bertowaf bersamaku selama sepuluh tahun dia berpuasa sehari dan berbuka sehari (ndawud) sedangkan aku berpuasa tiap hari, dia berkata padaku :”puasamu tidak mendapat pahala karena kamu telah membiasakanya padahal puasa sepuluh zdulhijjah lebih sempurna. Ketika di gurun kemudian dia masuk ØÑØæÓ bersamaku dan menetap disana sementara waktu, kemudian dia meninggal sedangkan aku dan dia berada direruntuhan yang tidak ada orang satupun. Aku keluar dari sana untuk mencari kain kafan dan balsem sementara itu orang-orang membicarakan tentang kematianya dan mereka mendatangi jenazahnya dan mensholatinya dan mereka berkata “telah mati seorang zuhud yang termasuk wali Alloh, aku membelikanya kain kafan dan balsem . ketika aku kembali aku tak kuasa untuk sampai ke tempat reruntuhan dikarenakan banyaknya orang, aku berkata”Mahasuci Alloh yang telah memberi tahu orang-orang tentang kematin ini sampai-sampai mereka mendatangi jenazah dan mensholatinya dan mereka menangisinya”. Kemudian aku masukke tempat itu stelah mengalami kesulitan. Ternyata dia sudah berkafan yang mana tidak pernah ada semisal ini yang ditulis dengan warna hijau :”ini adalah balasan bagi orang yang mendapat ridha Alloh dan dia merindukan perjumpaan dengaku dan akumerindukan perjumpaan denganya”. Kemudian kami mensholati dan menguburkanya di pemakaman kaum muslimin. Aku merasa ngantuk lantas tertidur, dalam mimpi aku melihatnya sedang menaiki kuda hijau dan dia berpakaian warna hijau, digenggaman tanganya terdapat panji sedangkan dibelakangnya ada pemuda yang tampan wajahnya dan berbau harum yang mana di belakangnya ada dua orang tua yang dibelakang mereka berdua terdapat seorang tua dan seorang pemuda. Akupun bertanya padanya :”siapa mereka ?”, dia menjawab :”pemuda itu adalah nabi kita Muhammad s.a.w dan dua orang tua itu adalah sahabat Abu bakar as-siddiq dan umar bin khotob sedangkan seorang tua dan seorag muda itu adalah Ustman dan ‘Ali dan akulah yang memegang panji diantara mereka”. Aku bertanya:”kemana mereka akan pergi?”, dia berkata “mereka akan mengunjungiku”, akupun bertannya kepadanya:”apa sebab engkau mendapatkan karomah ini ?”, dia menjawab:”akibat Alloh meridhai puasaku dihari kesepuluh zdulhijjah. Aku terbangun dan tidurku dan sejak itu aku tidak pernah meninggalkan puasa itu selama hidupku.

 

Hikayat ke 69  Fadilah Bismilah

Abi Muslim alkulani mempunyai budak wanita muda yang benci kepadanya , pada suatu hari budak tersebut memberi minum racun akan tetapi tidak mempan. Setelah beberapa lama si wanita muda itu berkata pada abi muslim : “Aku telah meracuni minumanmu beberapa hari yang lalu akan tetapi tidak mempan dalam tubuhmu” lalu dijawab : “ mengapa kamu lakukan demikian” ia menjawab :”karena kamu sudah tua bangka “. Abu muslim berkata Aku selalu membaca basmalah tiap kali makan dan minum”. Kemudian budak wanita muda itu ia merdekakan.

 

Hikayat ke 70 Fadilah Bulan Rojab

Muqotil menceritakan bahwa di balik gunung Qoofi terdapat hamparan bumi yang putih mengkilap seperti perak seukuran tujuh kali bumi yang terpenuhi dengan malaikat, sekiranya bila jarum jatuh pasti akan mengenai mereka, digenggaman para malaikat itu terpegang panji yang bertuliskan “lailahaillalloh muhammmadurrosululloh” mereka berkumpul tiap malam selama bulan rojab di sekitar gunung Qoofi untuk beribadah dan berdo’a pada alloh demi ummat Muhammad s.a.w dengan berucap ya tuhan kami, kasihanilah ummat Muhammad s.a.w dan jangan mengazdab mereka, sembari menangis dan merintih. Alloh menjawab mereka :” Apa yang kalian inginkan ?” para malaikat :” kami ingin Engkau mengampuni umat Muhammad s.a.w , kemudian alloh menjawab :” Suingguh Aku telah mengampuni mereka”.

 

Hikayat Ke 71 : Peristiwa Yang Terjadi Pada Robia’ah Adawiyyah

Seorang pencuri masuk ke rumah Robi’ah adawiyah yang sedang tidur, lalu pencuri tersebut mengumpulkan sejumlah barang-barang rumah dan hendak keluar melalui pintu, tetapi tiba-tiba pintu itu menghilang sehingga ia duduk untuk menunggu terlihatnya kembali, seketika itu terdengan suara misterius yang berkata padanya : “ letakan baju-baju itu dan segera keluarlah melalui pintu itu” , iapun segera meletakan baju-baju itu disertai tampaknya pintu kembali, lantas pencuri itu mengambil baju-baju itu lagi namun pintu menghilang  lagi, lalu kejadian itu terulang lebih dari tiga kali, terdengarlah suara misterius lagi “walau Robi’ah tidur, kekasihnya tidak akan pernah ngantuk dan tidur”, kemudian pencuri itu meletakan barang-barang yang akan dicuri dan pergi melalui pintu dengan segera.

 

Cerita ke 72 : Berkah Komitmen Terhadap Hukum-Hukum Syari’at

Dikisahkan : Ali bin abi thalib mendatangi seorang hamba yang baru saja mencuri, Beliau bertanya : “ kamu mencuri ? “ Ia menjawab : “ iya “

  Beliau mengulanginya 3 kali dan ia menjawab iya. Kemudian beliau memerintahkan untuk memotong tangannya, dilaksanakanlah pemotongan tangan tsb, ia pergi keluar lalu  bertemu dengan Salman al-farisi.

Salman bertanya kepadanya : “ siapa yang memotong tanganmu? “

ia menjawab “ yang memotong tanganku adalah lengannya agama, menantu rasul, suami al-batul, anak pamannya rosul, yakni amirul mukminin Ali Bin Abi Thalib ra.

Salman : “ sayyidina Ali telah memotong tanganmu dan kamu masih memujinya ? “

Dijawab : “ dengan satu tangan beliau telah menyelamatkanku dari siksaan yang pedih”

  Kemudian hal itu diceritakan kepada sayyidina Ali Bin Abi Thalib, lalu beliau berdoa di depan hajar aswad, setelah itu datang ke orang tersebut, tangannya diletakkan pada tempat semula, dibalut dengan sapu tangan lalu berdoa kepada allah, atas izin-Nya tangannya sembuh seperti sedia kala.

 

Cerita ke 73 : Pertanyaan Salah Dan Jawaban Yang Tepat

Diceritakan, kaisar romawi menulis surat kepada Ibnu Abbas ra, isinya “ apakah pantas seorang tuan rumah mengusir tamu dari rumahnya, yakni dikeluarkannya nabi Adam dan Hawa dari surga.

Ibnu abbas menjawabnya “ sesungguhnya allah tidak mengeluarkan mereka, hanya saja allah berfirman “ lepaskanlah pakain kalian lalu pergilah untuk buang hajat. Seperti halnya seorang tanu yang melepaskan pakainannya lalu pergi ke kamar mandi untuk buang hajat, terus balik lagi ke hidangan.

 

Cerita ke 74 : Orang Yang Menggantungkan Harapannya Hanya Kepada Allah

Diceritakan : “ dulu, pada zaman bani israil terdapatlah  2 orang bersaudara, satu muslim dan satunya lagi kafir. Keduanya adalah para nelayan di laut, orang yang kafir tsb sebelum melepaskan jaringnya terlebih dulu meneyembah berhala. Ia mendapatkan banyak ikan hingga berat untuk mengeluarkan dari jaringnya. Sedangkan si mukmin, hanya mendapatkan satu ikan saja ia memuji dan bersyukur kepada allah, sabar terhadap qodlo dan qodarNya.

  Pada suatu hari, istri si mukmin naik ke atas teras rumahnya, ia melihat istri saudara suaminya yang kafir berhiaskan perhiasan dan kemewahan. Kemudian hatinya merasa gundah, terpedaya oleh syetan, lalu perempuan yang kafir itu berkata kepadanya “ bicaralah kepada suamimu supaya ia menyembah tuhan suamiku kelak kekayaanmu bisa menjadi sepertiku.” Lalu ia turun dari teras rumah disertai rasa gelisah yang dalam . Tak lama kemudian suami perempuan muslim itu masuk dan mendapatkan si istri dalam keadaan berubah perangainya, lalu ia berkata kepadanya :  “ Apa yang terjadi “ ?  ia menjawab : “ kamu akan menceraikanku atau kamu akan menyembah tuhan saudaramu!!!”

suaminya bertanya lagi : “wahai hamba allah….! Apakah kamu tidak takut kepada allah ? apakah kamu akan menjadi kafir setelah kamu beriman??

“ jangan banyak bicara kepadaku, aku nggak pingin diriku dalam keadaan miskin sedangkan orang lain berhiaskan perhiasan dan kemewahan!!!”  sahut si istri.

  Setelah si muslim  melihat akan keseriusan perkataan istrinya, ia berkata kepadanya : “ kamu jangan tergesa-gesa berkeputusan seperti itu! Insya allah besok aku akan ke rumah kerjaan , saya akan bekerja di sana dan mendapatkan 2 dirham tiap harinya lalu akan aku kasihkan semuanya kepadamu supaya keadaanmu menjadi lebih baik. Si istri merasa rela akan perkataan suaminya tersebut dan merasa cukup atas apa yang akan diberikan suaminya itu.

  Di pagi harinya, si muslim tersebut pergi ke rumah kerjaan dan menunggu bersama para pekerja lainnya, sayangnya tak seorangpun yang mau memperkerjakannya. Setelah ia putus asa akan orang yang mau memperkerjakannya, ia pergi ke pesisir pantai untuk beribadah kepada allah sampai malam harim lalu pulang ke rumahnya. Istrinya bertanya “ dari mana saja kamu ??!!

Si muslim menjawab “ saya mengadu kepada allah , Ia berjanji dan menginginkanku apa yang kulakukan tadi harus berjalan selama 30 hari.

“ berapa yang akan diberikan kepadamu ?? “ tanya istrinya lagi

  Sang raja maha mulia, kekayaannya sangat banyak, hanya saja Ia menginginkan supaya aku bekerja selama 30 hari,  nanti akan memberikan apa yang kuminta. Si istri membenarkan perkataan suaminya tersebut.

  Setelah itu, si mukmin tiap harinya pergi ke tempat itu, beribadah kepada allah, hingga sampailah hari yang ke 30. Si istri bertkata “ jika besok kamu tidak membawa pulang upah kerja, maka aku ceraikanlah” mendengar perkataan si istri yang demikian itu, si mukmin keluar dengan perasaan takut. Lalu ia bertemu dengan seorang yahudi.

  Si yahudi bertanya : “ kamu kelihatan sedang  gelisah “ ia jawab : “ Iya “ si yahudi menyarankan kepadanya untuk tidak makan sesuatupun di hari itu. Kemudian allah memberi wahyu kepada malaikat jibril untuk membuat 29 uang dinar di sebuah piring dari cahaya dan membawanya kepada istri si mukmin. Allah berfirman kepada malaikat jibril “ sampaikanlah itu kepada istri si mukmin dan katakanlah “ aku adalah utusan sang raja , ia berpesan kepadamu “ tadinya suamimu melaksanakan pekerjaanku, kami tidak akan meninggalkannya kesuali ia meninggalkanku, ia malah pergi bersama seoarang yahudi, kekurangan ini adalah disebabkan karena ia telah meninggalkanaku. Seandainya ia mau bekerja lebih lama lagi, niscanya aku juga akan menambahkan upahnya lagi.” “

  Kemudian si istri mengambil uang dinar itu dari piring kemudian membawanya ke pasar untuk ditukarkan dengan uang dirham. sesampainya di pasar uang itu ditukar dengan seribu dirham, karena setiap keping dinar itu bertuliskan lafadz “ laa ilaa ha illallaah”

  Pada waktu si mukmin pulang ke rumah , istrinya bertanya “ dari mana saja kamu ? “ ia menjawabnya “ aku baru saja bekerja kepada seorang yahudi “ istrinya berkata lagi “ Hai miskin….! Bagaimana kamu bisa meninggalkan mengabdi kepada allah dan malah melayani kepada orang lain? Lalu si istri bercerita apa yang baru saja terjadi. Menangislah si mukmin itu sampai tak sadarkan dir, setelah sadar, ia berkata kepada istrinya” aku akan mengabdi kepada allah dan akan menmenuhi hak untuk menyembahnya. Lalu ia menceraikan istrinya dan pergi ke puncak gunung untuk beribadah kepada allah hingga akhirnya ia mati. Semoga rahmat allah selalu terlimpahkan kepadanya.

 

Cerita ke 75 : Keutamaan Bulan ‘Asyura

Dikisahkan ; terdaptlah seorang fakir datang kepada seoarang hakim di hari ‘asyura. Si fakir bilang  ( A )” semoga allah memberikan derajat luhus sang hakim…! Sungguh ! saya ini adalah seorang fakir, mempunyai tanggungan keluarga. Saya datang kepada anda mengharapkan belas kasihan bertepatan hari ‘asyura ini supaya anda sudi memberikan 10 takar gandum, 10 daging dan uang 2 dirham untuk memenuhi kebuthan makan anak- anakku hari ini. Dan semoga allah memberikan balasan kebaikan tuan.

si hakim berjanji akan memberikan apa yang diminta si fakir tersebut pada waktu dhuhur nanti. Setelah tiba waktu dhuhur si fakir datang lagi kepada hakim, dan Ia berjanji akan memberikannya pada waktu ‘asyar. Waktu ‘asyar tiba datang lagi, padahal anak-anaknya di rumah sudah lemah lunglai sebab menahan lapar, hakim masih menundanyaakan memberikan pada waktu maghrib. Pada waktu maghrib si fakir datang lagi. Hakim berkarta “ saya tidak mempunyai sesuatupun yang dapat saya kasihkan kepadamu.’’

Mendengar  jawaban si hakim, si fakirpun pulang kerumah dengan diselimuti rasa takut, berlinangkan air mata, takut bagaimana nanti akan menjawab kepada anak-anaknya. Ia berlalu sambil menangis melewati seorang yahudi yang sedang duduk diadepan pintu rumah. Si nasranipun melihatnya lalu ia bertanya kepada si muslim. Apa yang membuatmu menangis? Jangan bertanya tentang keadaanku ? ia menyahutnya lagi “ demi tuhan ceritakanlah apa yang terjadi padamu! “  Kemudian si muslim bercerita pada waktu bersama sang hakim.  “ menurut keparcayaan  kaummu, ini hari apa? Si muslim menjawab : “ hari asyura, dijelaskannya apa keutamaan hari tersebut. Tersentuhlah hati si nasrani lalu ia memberi gandum, daging, dan 20 dirham lebih dari sekedar apa yang si muslim minta kepada sang hakim.  ( N ) berkata “ ambillah, setiap bulan aku akan memenuhi kebutuhanmu  dan keluargamu sebagai penghormatanku terhadap bulan yang telah di muliakan oleh allah.

Si fakir membawa pergi semuanya itu kepada keluarganya dengan perasaan senag dan gembira. Sesampainya di rumah anak-anaknya nebyanbut denagn penuh rasa bahagia. Setelah itu, secara spontan mereka  mereka berdoa denguan suara yang keras “ ya allah, barang siapa telah memasukkan kegembiraan kepada kami , smoga allah berkenan memberi kebahagian kepadanya dengan segera.

Pada waktu si hakim tidur di suatu malam, ia mendengar suara “ angkatlah kepalamu…! Sang hakimpun mengangkatnya. Tiba-tiba ia melihat 2 istana yang sangta megah, satu dibangun dari emas, dan satunya yang lain dibangun dari perak.kemudian si hakim bertanya “ wahai tuhanku, untuk siapakah 2 istana megah ini….? Dijawab “ tadinya 2 istana ini diperuntukkan bagimu, andai saja kamu mau menenuhi permintaan si fakir. Maka setelah kamu menolaknya 2 istana tadi untuk seorang nasrani. Sang hakim lalu sadarkan diri dan mengumpat dengan kecewanya. Lalu ia pergi ke nasrani yang disebutkan tadi, ia bertanya “ kebaikan apa yang telah kau lakukan kemarin? “ si nasrani balik bertanya “ untuk apa kamu bertanya hal itu ? kemudian si hakim menceritakan apa yang telah terjadi, kemudian si hakim meminta kepada si nasrani supaya kebaikan terhadap si fakir  yang telah dilakukan itu dijual kepadanya dengan seribu dirham. Si nasrani menjawab “ aku tidak akan menjualnya , walaupun dengan emas seisi bumi ini.” Hanya saja aku bersaksi wahai sang hakim sungguh saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah dan saya bersaksi muhammad adlah utusan allah, lalu si nasrani tadi mati dengan husnul khatimah, smoga allah merahmatinya dan surga menjadi tempat tinggalnya. 

 

Cerita ke 76 : “ Melatih jiwa dan perilaku orang-orang sholih  

dikisahkan dari ibrahim bin adham ra. Beliau bercerita “ saya pergi haji ke baitullah al-haram, waktu itu cuaca dingin sekali lalu aku berhenti di gua yang berada di sebuah gunung. Tiba-tiba datanglah seekor harimau besarmenghampiriku. Ketika  melihatku, ia berkata “ siapa yang memperbolehkanmu masuk ke tempatku tanpa seizinku? “ aku menjawabnya “ saya tersesat, tak tau arah, saya datang kepadamu sebagai tamu hanya untuk malam ini saja. Iapun berpaling dariku dan mendengkur berada di sampingku , malam itu aku habiskan untuk membaca alquan sampai waktu subuh.  Pada waktu aku mau beranjak pergi ia berkata” wahai ibrahim…! Takutlah engkau berbuat ujub! Yakni kamu nanti akan bercerita bahwa kamu pernah tidur disamping harimau dan kamu selamat dari terkamannya. Demi allah , sudah  3 hari ini aku belum makan apapun, andai saja kamu bukanlah tamuku, niscaya aku sudah memakanmu.”  Aku (ibrahim ) bersyukur kepada allah dan beranjak pergi.

  Tatkala aku pulang dari melaksanakan haji sampai di ma’di. nafsuku sejak 20 tahun yang lalu sangat menginginkan anggur, aku selalu menunda-nunda untuk memenuhinya. Di suatu malam, nafsuku berkata “  jika kamu tidak memenuhi keinginanku, aku benar-benar akan  enggan dalam melakukan ibadah. Aku balik berkata “ wahai nafsu, bersabarlah…! Jika sudah sampai di keramaian akan kupenuhi keinginanmu itu. Kemudian terlintaslah dimataku pada sebuah rerimbunan, pandanganku tertuju ke sebuah pohon, kebetulan saja pohon itu adalah pohon anggur yang mana di atasnya terdapat banyak sekali buahnya. Aku memetik satu, kudapati anggur itu rasanya  masam, kupetik lagi satu, juga masam. Kepetik lagi yang ketiga dan keempat masam juga. Padahal nafsuku bilang hanya menginginkan anggur yang manis. Lalu aku berjalan ke tempat ramai, di sana aku menemui seseorang yang ada di sebuah kebun. Aku meminta darinya satu buah anggur. Iapun memberikanku,

 

Cerita ke 77 :“Pengalaman Spiritual Mengagumkan Hamba Pilihan”

Dikisahkan ; dari ibrahinm al khowwas r a , ia berkata “ sebagian orang terhormat menanyakan kepadaku mengenai kejadian menakjubkan yang pernah aku alami pada waktu rihlahku ( bertamasya )

  Aku bercerita kepada mereka “ di waktu luangku aku pergi ke tepi pantai selama beberapa hari, bahkan sampai beberapa bulan. Disana aku membuat keranjang jerami utk saya lemparkan ke pantai. Pada suatu hari aku akan mencarinya smapai mana keranjang tadi mengikuti aliran pantai ini.di hari berikutnya aku berada di tepi pantai baru sebentar tiba-tiba aku bertemu di dengan seorang wanita tuarenta sedang menangis. Aku bertanya kepadanya “ apa yang membuatmu menangis? “ ia menjawab “ saya mempunyai 5 anak perempuan, iayahnya telah meninggal, dan kami hidup dalam kemiskinan”. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan, lalu aku pergi ke tepi pantai  ini. Di sini aku menemukan keranjang jerami, aku mengambilnya dan kubawa pulang kemudia aku jual untuk dibelikan makanan bagi anak-anak. Hal ini kemudian menjadi kebiasaanku selama berhari-hari. Sehingga saya sampai sekarang bisa memberikan makanan untuk anak-anakku dan untukku sendiri.

  Pada hari ini, aku datang ke pantai ini dan tidak melihat keranjang jerami satupun , sedangkan anak- anakku menunggu kedatanganku.

  Setelah aku mendengarkan cerita perempuan tua tadi , aku menangis dna mengadu kepada allah “ ya allah….! Andai saja aku tahu kalau  dia mempunyai lima anak perempuan niscaya aku akan lebih keras dalam bekerja. Alau aku berkata kepadanya “ kamu nggak usah sedih, aku adlah seorang pembuat keranjang jerami, kemudian aku mengantarnya pulang kerumahnya.

Setelah itu aku pergi ke………………           untuk bertafakkur ciptaan allah, tidur di bawah sebuah pohon besar, tiba-tiba datanlah syetan kepadaku dan berkata “ pergilah dari situ ! aku menjawabnya “ enyahlah dariku, aku ingin istirahat!! Ia menimpali kataku lagi “ wahai khowwas …! Dibelakang sna ada beberapa anak dalam keadaan kelaparan, bagaimana kamu  isa tidur?

Aku sadar, ini adalah sebuah nasehat bagi diriku, hilanglah dari kedua matakurasa kantuk, lalu aku terperanjat berdiri, syetan itu berkata lagi “ aku membawa dua barang “ halal dan haram, yang halal berupa buah anggur yang  aku petik dari gunung ini dan yang haram berupa 2 ikan hut yang aku pinta dari 2 nelayan, aku bertemu mereka dan melihat salah satu diantaranya berkhianat kepada satunya yang lain. Ambillah barang halal ini dan tinggalkanlah barang yang haraam.

Aku mengambil anggur tadi kemudia aku pergi kepada perempuan tadi, aku mengunjunginya setiap pagi dan sore hari.

Suatu hari, pada saat aku bersama-sama dengan para jamaah, tiba-tiba  kami mendengar suara gemuruh yang tidak mengenakkan, aku keluar menelusuri lorong dimana suara iru berasal, aku mencari-carui sebentar kemudian aku kembali ke masjid melewati lorong tadi. Tiba-tiba ada seekor anjing menggonggong kepadaku dan berdiri di hadapanku.aku pergi ke masjid, bertafakkur sebentar lalu balik lagi ke tempat tadi.

Pda waktu anjing tadi melihatku, ekornya bergerak-gerak lalu aku mendekat ke pintu rumah. Tiba-tiba ada seorang pemuda tampan keluar dari pintu tadiia memandangku sambil berkata.” Kamu nggak usah menggubris gonggongan anjing itu, karena anjing itu tidaklah liar bagi orang yang telah ia kenal.bahkan ia bisa memahami apa yang aku tulis. Tapi ingatlah “jangan sekali-kali kamu mengulangi apa yang telah kamu lakukan itu.

Kemudian pecahlah …..

Cerita ke 78 :

Di kisahkan; dulu, di zaman bani israil terdapatlah seorang hamba ( H A ) yang menyendiri beribadah kepada allah di sebuah tempat ibadah tua. Pemimpin desa tersebut mendatanginya setiap hari pada waktu pagi dan sore hari. Dengan begitu banyak sekali orang yang membencinya. Kemudian mereka bersepakat untuk menggodanya dengan mengirimkan wanita penggoda yang paling cantik di zamannya.

  Suatu malam, wanita penggoda ( wp ) datang kepada hamba allah td dan berteriak “ wahai hamba allah yang paling taat beribadah dibanding dengan manusia dan jin!! Aku bertanya kepadamu- demi allah dzat yang maha esa, maha pemberi, demi nabi musa ibn maryam, dan demi nabi muhammad yang diutus di akhir zaman- akankah kamu akan selamat dari godaankumalam ini, yakni ; dapatkah kamu mengalahkan semua bujukan syetan??” kemudian malam menjadi gelap, desa….

  Pada waktu wp berada di tempat ibadah HA, ia menyibakkan pakaian di hadapannya, berdiri telanjang bulat, seluruh tubuhnya terlihat oleh hamba tadi. Si hamba lalu memejamkan matanya dan menjaga dirinya dari perempuan tadi sambil berkata “ apakah kamu tidak malu terhadap dzat yang melihatmu, mengetahui segala yang kaulakukan secara rahasia maupun terang-terangan??  Perempuan tadi menjawab “ kamu harus merasakan kecantikanku dan kemolekanku! Si hamba menyahutnya “ celaka kamu….! Apakah kamu menerima ( sabar ) , mersakan kenikmatan sekejap sedangkan api menyala-nyala menghampiri badan, dan menghapus ibadahku yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun. Perempuan tadi menggodanya lagi, lalu si hamba berkata “ perhatikan api kecil itu lentera itu dpenuhi minyak tanah, dan dimasuki tali sumbu, si perempuan tetap memperhatikan ke arah lentera itu.  Kemudian si hamba memasukkan jempol tangannya kedalam nyala api, lama-kelamaan nyala api itu menjalar ke jari telunjuknya si hamba belum juga menarik tangannya sampai-sampai telapak tangannya terkena sengatan api kecil itu, sambil berkata “ ini adalah api dunia, bagaimana dengan api neraka nanti ? “ perempuan tadi menjerit dengan kerasnya dan mati seketika. Si hamba bingung dengan keadaan ini, ia menutupi perempuan tadi dengan pakaiannya dan berajak untuk melakukan shalat.

  Si iblis tahu akan keadaan itu lalu berteriak di keramaian kota “ sungguh si fulan yang taat beribadah telah zina dengan si fulanah, kemudian ia membunuhnya di suraunya.

  Pemimpin negara mendengar kabar si iblis tadi, lalu bergegas menemui si hamba tadi untuk menanyakan berita itu, si hambapun menjawabnya dengan jujur. Beliau bertanya “ dimana si fulanah”?ia disisiku  “ jawab si hamba. Katakan kepada si fulanah supaya ia menemuiku sekarang juga! “ si hamba mejawab ; ia sudah mati. Sang amir menduga bahwa apa yang telah ia dengar itu benar, lalu beliau berkata lagi “ wahai sang zayid…! Kamu bertahun – tahun tekun beribadah kepada allah, kenapa kamu tidak takut terhadap alam ghaib dan alam syahadah ( persaksian ), mengapa ibadahmu tadi kamu jual dengan membunuh hambaNya, tidakkah kamu merasa takut apa yang telah kamu  lakukan ini besrta akibatnya?? Si hamba tadi tertegun atas ucapan sang amir yang hebat ini, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Lalu sang amir memerintahkan untuk merobohkan suraunya, memborgol tangannya dengan rantai, dan meyeretnya ke tempat penyiksaan. Sedangkan perempuan tadi dibawa oleh tentara sang amir dengan ditaruh diatas papan kayu. Sang amir memerintahkan supaya abid tadi di salip, diperlakukan seperti kebiasaan orang yang telah melakukan perzinaandi negara itu, tidak ada yang boleh menolongnya, mencegah dan atau memintakan keringanan siksa baginya.

  Ketika gergaji telah diletakkan leher si abid, ia mengaduh dan berkata dengan lesan dan hatinya “ wahai dzat yang mengetahui segala rahasia” tiba-tiba ia mendengar seruan “ berhentilah meminta kepadaku, penduduk langitku menangis atasmu, sungguh…! Aku adlah dzat yang memperhatikan apa yang telah kamu lakukandalam situasi apapun, andai saja kamu mengaduh lagi niscaya langitpun mengaduh.

  Setelah itu allah mengembalikan ruh perempuan tadi pada jasadnya, perempuan tadi berteriak “ demi allah, ia adalah orang yang terdzolimi, ia tidak zina denganku, sekarang ini aku masih peraawan. Perempuan tadi lalu menceritakan apa yang dilakukan si abid dengan tangannya, lalu mereka membuktikan cerita itu dengan melihat tangan si abiddan ternyata yang dilihat oleh mereka sesuai dengan yang telah diceritakan oleh perempuan  tadi. Sang amir menyesal atas perbuatannya kepada sang abid, beliau berkata “ ini adalah rekayasa yang sangat besar” si abid menghela nafas terakhir kalinya , mati. Mereka memakamkannya bersama perempuan tadi  setelah perempuan tadi mati yang kedua kalinya.

 

  Cerita ke 79  :  Mengalahkan Nafsu Demi Mendapatkan Ridlo Allah Swt

  Ada seorasng fakir, istri dan anak2 nya selama tiga hari belum makan. Si istri berkata suammi “ wahai suamiku ! tidakkah kamu lihat anak2 , wajah mereka telah berubah pucat, mereka tigdaj sesabar, dan sekuat seperti kita. Sang suami menjawab “ aku sudah berkeliling kepada orang yang mau meperkerjakan aku dengan upah 2 dirham untuk memenuhi bkebutuhan makan anak2, akan tetapi aku tidak mendapatkannya seseorangpun. Walaupun api berada di atas ubun2ku karenanya. Kemudian istrinya berkata “ ambillah baju besi ini lalu juallah!! Nanti hasil penjualannya belikanlah makanan untuk mereka. Si suami lalu mengambil baju besi itu lalu menjualnya seharga dua dirham. Ia berjalan untuk membeli makanan. Ditengah perjalanan ia mendengar seseorabf berkata “ kasihanilah aku karena mengharap ridlo allah dan karena cinta kepada rasulullah. Wahai orang yang……………    allah dzat yang maha kaya, demi allah saya tidak mempunyai sesuatupun di dunia ini. Lalu orang fakir tadi berkata kepadanya “ ambillah uang 2  dirham ini karena allah dan karena cinta kepada rasulullah ! setelah itu si fakir merasa malu untuk menghadap istrinya tanpa membawa makanan. ia takut jika nanti akan disakiti hatinya dengan kata-kata  yang jelek dari sang istri. Lalu ia berjalan ke masjid untuk shalat dan bertafakkur apa yang telah ia lakukan.

  Ketika menjelang malam ia pulang kepada sang istri dan anak2nya dan ia sampainya sudah telat dan jam kepulangannya. Istrinya membentak “ apa yang kau lakukan dengan baju besi itu sedangkan kamu telah meninggalkan anak2 kita dalam keadaan kelaparan. Lau si fakir menceritakan apa yang telah terjadi yakni apa yang telah dilakukannya tentang seorang peminta-minta, dikasihnya dsi peminta-minta tsb. Si isteri berkata “ apabila kamu telah benar-benar telah melakukan pekerjaan karena allah maka allah adalah dzat yang maha kaya , sebaik-baik pekerjaan adalah apa yang telah kamu kerjakan bersama allah.

Si istri melanjutkan kata-katanya “ ambillah………                                                     lalu juallah dan belikan makanan untuk kami. Ia berkeliling membawa itu akan tetapi tidak ada seorangpun yang mau membelinya sampai-sampai ia merasa putus asa kelelahan. Pada waktu ia berkeinginan pergi kepada istrinnya tiba-tiba ada seorang nelayan yang membawa satu ikan yang sangat besar yang sedang di timbang, si fakir berkata “ wahai saudaraku! Ambillah barangku ini yang tidak laku dan berikanlah ikanmu itu ! si nelayanpun menyetujui apa yang telah dikatakan dsi fakir . lalu si nelayan memberikan ikan yang besar tersebut. Saat itu juga, lalu si fakir mengasihkannya ke sang istri, pada waktu si istri melihat ikan itu wajah suka cita terpancar padanya dan dengan segera ia membelah perut ikan. Di dalam pertut ikan itu ia melihat sesuatu yang belum pernah ia kenal. Kemudian sang suami mengambilnya dan dibawa kepada para pedagang. Setelah para pedagang mengamati benda tersebut mereka berkata “ ini bukan;lah sekedar batu biasa. Benda itu adalah sebuah batu permata yang snagt berharga mempunyai nilai yang tinggi. Setelah dihitung hitung harga batu permata itu bernilai 10 ribu dirham . sang suami membawa uang hasil penjualan batu permata itu kepada istri dan keluarga , mereka sangat senang dan hilanglah rasa sedih dan susah, tiba-tiba datanglah seorang peminta-minta berada di depan pintu dengan berkata “ wahai hamba allah!!! berilah aku sedikit sesuatu dari apa yang telah diberikan allah kepadamu ! kemudian si suami bergegas keluar dan berkata kepadanya ! apa yang telah allah berikan akan kami ambil setengah, setengahnya yang lain adalah untuk kamu seorang, jika saja anda masih merasa kurang , kami juga sanggup akan memberimu dengan lebih. Si peminta menjawab iya. Lalu ia pergi mengambil keranjang untuk membawa barang yang akan dikasihkan kepadanya.  akan tetapi, si peminta itu tidak kembali lagi sedangkan si suami menanti-nanti kedatangannya sampai ia tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya ia bertanya kepada si peminta mengapa ia tidak kembali lagi. Si peminta itu menjawab ” aku bukanlah seorang peminta-minta aku adalah malaikat yang diutus allah untuk menguji kesabaranmu atas apa yang telah allah berikan kepadamu. Serta saya datang kepadamu untuk memberikan kabar gembira bahwa allah telah menerima 2 dirhammu dan menggantinya dengan memberi beberapa dirham ini di akherat nanti allah juga akan memberimu sesuatu yang belum pernah dilihat mata, didengar oleh telinga dan terpetik dalam hati manusia, karena kamu telah beramal dengan ikhlas mengharap ridlo allah. Allah tidak pernah menyia-nyiakan amalmu didalam kitab yang telah allah turunkan kepada para nabinya. 

 

HIKAYAH KE – 80 MENGHINDARKAN DIRI DARI MELIHAT SESUATU YANG DIHARAMKAN

Alkisah: Sebagian 'ulama menceritakan tentang seorang laki- laki yang bertemu seorang perempuan kemudian dia melihatnya maka menjadilah ia orang yang terhina. Kemudian dia berkata: ya Allah Engkau telah menciptakan penglihatan untukku yang mana dengan penglihatan itu aku bisa melihat ni'matmu & sesungguhnya aku takut  penglihatan itu akan memurkaiku untuk itu hilangkanlah,kemudian pada saat itu juga dia menjadi buta.Pada suatau hari Ibnu Akhin pergi kemasjid dia dituntun oleh seorang anak kecil, setelah sampai dimasjid anak itu meniggalkannya untuk bermain bersama teman – temannya. Suatu saat ibnu akhun membutuhkannya kemudian memanggilnya anak itu datang kemudian kembali lagi bermain. Dimasjid Ibnu Akhin menyadari apa yang melanda dirinya kemudian dia memanggil anak tadi, akan tetapi anak tersebur tidak mau. Kemudian Ibnu Akhin memandang kelangit sambil berdoa : ya Allah, ya Tuhanku sungguh Engkau telah memberikanku penglihatan, yang dengan penglihatan itu aku bisa melihat ni'mat – Mu & aku khawatir dengan adanya penglihatan itu aku mendapat murkamu.Aku meminta supaya Engkau mengabulkan permintaanku, sungguh aku membutuhkan penglihatan itu  maka aku meminta pada – Mu ya Allah, apabila engkau akan mengembalikan maka kembalikanlah. Maka pada saat itu juga dia dapat melihat & dia kembali dalam keadaan melihat.

 

HIKAYAH KE – 81  KELALIMAN & DAMPAKNYA

Dikisahkan bahwa pada zaman Bani Israel terdapat seorang laki – laki  yang  mandul yang mana tidak mempunyai anak & pada saat dia keluar & melihat seorang anak dia terhenti & masuk kerumahnya & membunuhnya setelah itu dilemparkannya  didalam gudangnya. Laki – laki tersebut bersama seorang perempuan yang menangis karena kejadian tersebut sambil berkata : jangan begitu, kemudian laki – laki itu berkata : sesungguhnya jika Allah menghukumku atas sesuatu pasti Allah akan menghukumku pada saat aku melakukan hal tersebut, kemudian perempuan itu berkata : sesungguhnya Allah tidak membiarkanmu tapi kalau kathimu sudah penuh (dosa) pasti Allah menghukummu. Kemudian pada suatu hari laki – laki itu keluar & melihat 2 anak laki – laki bersaudara yang ke 2 nya lemah. Kemudian laki – laki tadi berhenti & mengajak ke2 anak itu kerumahnya kemudian membunuhnya setelah itu  dilemparkan dalam gudangnya.kemudian bapak ke 2 anak itu mencari tapi tidak menemukannya, lalu bapak itu pergi ke Nabi menjelaskan semua yang terjadi, setelah itu Nabi bertanya : apakah ke 2 anakmu bermain seperti biasanya ? bapak itu menjawab: ya,sejak kecil keduanya bermain dengan seorang laki – laki. Nabi berkata: datangkanlah padaku laki – laki yang bermain dengan anakmu, lalu didatangkanlah laki – laki itu oleh bapak tadi, setelah itu Nabi meletakkan cincinnya diantara kedua matanya lalu dilepaskannya. Nabi berkata : ikutilah cincin itu & lihatlah setiap rumah yang dia masuki dari penduduk Israel maka kau akan mendapat penjelasan, kemudian cincin itu menemukan  lubang disebuah  rumah kemudian  menyusupnya & orang -  orang mengikuti dari belakang kemudian menggalinya dengan kedua kakinya sampai mereka menemukan ke 2 anak tadi dalam keadaan sudah terbunuh bersama banyaknya anak – anak. Kemudian Nabi menyuruh mereka untuk mendatangkan laki – laki tadi & menyuruh untuk menyalibnya. Pada saat disalib, wanita yang pernah memperingatkannya itu datang & berkata: aku sudah memperingatkanmu dengan hal ini, sesungguhnya Allah itu tidak membiarkanmu, & sesungguhnya sekarang kantongmu sudah penuh (dosa).

 

HIKAYAH KE – 82  SEBAGIAN DARI MU'JIZAT NABI SAW & ANUGERAHNYA

Alkisah : sesungguhnya Jabir bin Abdullah RA bercerita : Aku bersama nabi dalam perjalanan, aku mengendarai  onta kemudian ontaku lelah,aku mengadukannya pada nabi, Nabi berkata: naikilah ontamu, lalu aku menaikinya. Setelah aku menaikinya aku menjadi berada didepan kaum. Kemudian Nabi bertanya: bagaimana denga ontamu ? aku menjawab : atas barokah – Mu ya Rosul. Nabi bertanya lagi : apa kau ingin menjualnya padaku?, dengan malu – malu & tidak ada pembelaan aku menjawab: ya, Nabi tidak segan – segan menambahkan harga padaku. & Nabi berkata : semoga Allah mengampuni dosamu, harga kudaku mencapai 1 ons emas. NAbi berkata padaku : kamu boleh menaikinya sampai Madinah, setelah sampai Madinah nabi berkata : karena kesembuhannyalah (onta) aku memberikan tambahan harga padamu. Lalu Nabi meminta onta tersebut. Suhaili berkata : hikmah pembelian, penambahan harga & pengambilan onta tersebut adalah isyarat dari Firman Allah SWT :

 

HIKAYAH KE – 83 MU'JIZAT NABI ISA & PENGHIANATAN PEREMPUAN

Alkisah : Pada zaman Bani Israel terdapat seorabg laki – laki yang mempunyai istri yang cantik, & dia sangat mencintainya. Pada saat istrinya meninggal dia tetap menunggui kubur istrinya sampai waktu yang lama, ketika Nabi Isa lewat beliau melihatnya menangis. Lalu Nabi betanya : apa yang kau tangisi? Kemudian dia menceritakan keadaannya. Nabi bertanya : Apa istrimu mencintaimu? Dia menjawab : ya. Kemudian Nabi memanggil orang yang mempunyai kubur kemudian keluarlah Abdu Aswat bersamaan dengan api dari lubang & matanya sambil berkata:…………………………….kemudian laki – laki tadi berkata : ya Nabiyallah,bukan kubur ini akan tetapi kubur yang lain. Kemudian Nabi Isa berkata pada Aswad : kembalilah ketempatmu, maka gugurlah dia bersamaan dengan ratanya tanah. Lalu Nabi berpaling kekubur lain & berkata : berdirilah hai orang yang mempunyai kubur ini, lalu dengan izin Allah terbukalah kubur itu bersamaan dengan seorang perempuan yang mengibaskan debu dari kepalanya. Laki – laki tadi berkata : ya… Ruhullah inilah istriku. Nabi menjawab : Ambillah ! lalu diambillah istrinya & dibawanya pergi. & setelah itu Nabi menemukannya dalam keadaan tidur. Laki –laki itu berkata pada istrinya: sesungguhnya aku semalam bergadang dikuburmu & berharap menemukanmu dengan mudah lalu istrinya menjawab : istirahatlah, kemudian laki – laki itu meletakkan kepalanya diatas paha istrinya & tidur.Tiba –tiba lewatlah ibnu malik ( orang terbaik pada zaman itu ) dengan menaiki kuda yang bagus, lalu wanita itu meletakkan kepala suaminya diatas tanah & berdiri. Wanita itu berkata pada Ibnu Malik : bawa aku, lalu wanita itu mengikutinya dari belakang dan pergi. Kemudian suaminya mencari & setelah  menemukannya laki –laki itu bilang: ya .. Ibnu malik ini adalah istriku, wanita tsb mengingkari & berkata : aku adalah perempuan Ibnu malik, Ibnu malik berkata : apa kau menyukai istriku ? laki laki itu menjawab : demi Allah dia adalah istriku yang mana Nabi Isa telah menghidupkannya dari kematian. Pada ssat Nabi Isa mendatangi mereka, laki – laki itu berkata: ya Nabiyallah inilah istriku yang kau hidupkan? Nabi Isa menjawab: Ya, wanita itu menjawab : ya Ruhullah sesungguhnya dia berbohong & aku adalah istri ibnu malik. Nabi berkata pada wanita itu: atas Izin Allah aku telah menghidupkanmu. Wanita itu berkata : demi Allah ya Ruhullah aku bukan istrinya . Lalu Nabi berkata: kalau begitu kembalikan ruh yang telah aku berikan padamu. Seketika itu wanita tersebut menjadi mayat. Kemudian Nabi Isa bersabda :  Barangsiapa yang ingin melihat seorang yang mati kafir  lalu  dihidupkan dalam keadaan iman dan mati lagi dalam keadaan iman maka sebaiknya orang tersebut meneladani kisah Aswad, & barangsiapa ingin melihat orang yang mati beriman lalu dihidupkan dalam keadan kafir & mati lagi dalam keadaan kafir maka perhatikanlah kisah perempuan ini yang menjadiak suaminya bersumpah tidak akan menikah lagi selamanya & pergi kenegara Barory untuk beribadah pada Allah hingga ajal menjemputnya.

 

HIKAYAH KE – 84  TAMPAKNYA KEBENARAN SETELAH DATANG KESALAHAN

Alkisah : ada seorang laki – laki Bani Kurdi bersama seorang raja dalam meja makan, tersedia 2 burung puyuh goring.kemudian Kurdi mengambil 1 sambil tertawa, sang raja bertanya : apa maksud tertawamu? Kurdi menjawab : Aku telah merampok seorang pedagang, pada saat aku ingin membunuhnya, dia berlutut sehingga aku tak jadi membunuhnya. Ketika aku menoleh kesamping aku melihat 2 ekor burung puyuh diatas gunung. Aku bertanya : apakah kalian berdua (burung puyuh) menyaksikanku ? aku adalah pembunuh yang dzolim, lalu aku membunuh pedagang tadi. Raja mendengar cerita itu dan berkata : Demi Allah sungguh kedua burung itu telah menyaksikanmu ketika mengambil kuda dan pergi, kemudian memukul leher kuda itu.

HIKAYAH KE – 85 PERUMPAMAAN HEWAN YANG BERAKAL

Alkisah : Singa, srigala dan rubah itu bersahabat. Kemudian ketiganya pergi berburu himar , kijang , & kelinci.kemudian singa berkata pada srigala : bagiakn pada kami ! srigala menjawab : beres., himar untukmu kelinci untuk srigala kemudian kijang untukku. Kemudian sang singa langsung membaginya. Lalu asad berkata lagi pada rubah: bagikan pada kami, rubah menjawab: beres, himar untuk sarapan tuan, untuk untuk makan malam kemudian kijang antara sarapan & makan malam. Singa berkata : mudah – mudahan Allah membunuhmu, siapa yang memberitahumu tentang bagian itu ? rubah menjawab : siapa yang memberitahu tuan cara membagi kemudian memberikan buruannya sanbil berlari. 

 

HIKAYAH KE  - 86

Alkisah ; Ada seekor singa yang sakit yang mana semua hewan mengunjungi kecualisang rubah, kemudian marahlah sang singa, sang serigala menghasutnya. Ketika sang rubah mengunjungi sang singa, sang singa bertanya : apa sebabnya kau tidak menengokku? Rubah menjawab : aku mencarikan obat untukmu. Singa bertanya lagi: apa yang kau temukan? Rubah menjawab : aku menemukan buah pala dibetis srigala. Kemudian sang singa mencakar betis srigala itu, sang rubah pergi diam – diam. Sang srigala lewat didepan rubah dengan darah bercucuran. Kemudian rubah berkata pada srigala: hai hewan yang bertapak kaki merah, ketika engkau duduk bersama seorang raja maka lihatlah apa yang keluar dari kepalamu.       

 

HIKAYAH KE – 87 PERUMPAMAAN – PERUMPAMAAN SEMISAL YANG DI ATAS

Alkisah: Dalam beberapa perumpamaan bahwasanya diceritakan syarih itu lebih cerdik daripada rubah, hal itu berdasarkan atas cerita dibawah ini :

Sesungguhnya pada saat syarih ketanah lapang untuk beribadah pada Allah yaitu mengerjakan sholat datanglah  rubah padanya untuk mengganggu, setelah selang beberrapa lama sang rubah membuat pakaian diatas kayu seperti layaknya orang yang berdiri & mendatangi syarih dengan tujuan untuk mengganggu seperti biasanya. Lalu datanglah Syarih dari arah belakang lalu menangkapnya kemudian membunuhnya.  

 

HIKAYAH KE – 88 BERSERAH DIRI PADA ALLAH & AKIBATNYA

Dikisahkan bahwa pada zaman dulu ada seorang laki –laki yang hidup ditengah – tengah pedesaan, dia punya ayam yang dapat membangunkannya dari tidur untuk mengerjakan sholat, dia juga punya anjing yang menjaga rumahnya dari pencuri, & punya himar yang membawakan air & juga makanannya. Pada suatu hari dia dating keperkampungan yang dekat dengannya untuk mengadakan pembicaraan, lalu datanglah kabar kepadanya bahwa rubah telah memakan ayamnya, laki – laki tadi bilang : itu bagus, bila Allah menghendaki, lalu ada berita lagi bahwa anjingnyatelah mati, laki – laki tadi juga bilang : itu bagus jika Allah menghendaki, lalu dating lagi kabar padanya bahwa serigala telah membelah perut himarnya. Dia pun masih bilang: semoga itu kebaikan jika Allah menghendaki. Maka ketiak malam telah tiba dia pun menuju pondoknya, maka ketika pagi tiba laki – laki tadi melihat bahwa perkampungan yang dekat dengannya telah ditawan oleh musuh, & dirampok sebab suara ayam yang berkokok, anjing yang menggonggong & himar yang meringik . beruntung pondoknya dalam keadaan selamat, kebaikan ternyata berupa rusaknya kampong yang ada disampingnya.

HIKAYAH KE – 89 TIPU DAYA SEORANG WANITA

Dulu ada seorang Bani Israel yang ahli ibadah & zuhud punya istri yang cantik, dia menyukainya & tergila – gila dengannya. Ketika dia keluar dia mengunci pintu rumahnya, ketika ia masuk iapun membukanya. Kemudian istrinya mencintai seorang pemuda., pemuda itu membuat kunci pintu rumahnya sehingga ia dapat  masuk & keluar sekehendaknya sedangkan suaminya tidak tahu.kemudian hal itupun terasa pada suaminya, lalu suaminya bertanya: kok tingkah lakumu berubah & aku tidak tahu sebabnya, aku berharap engkau dapat bersumpah dihadapanku diatas gunung – gunung itu berada diluar madinah. Barang siapa yang bersumpah diatasnya dia pasti akn celaka bila ia berdusta. Istrinya balik bertanya : hatimu merasa senang bila aku bersumpah dihadapanmu ? suaminya menjawab : ya.lalu istrinya bertanya: kapan aku bersumpah dihadapanmu? Suaminya menjawab :besok, bila Allah berkehendak. Maka ketika suaminya keluar, dari samping datanglah seoranmg pemuda lalu perempuan tadi berkata pada pemuda tsb:suamiku bilang begini & begini, & aku berjanji akan bersumpah kepadanya diatas gunung besok . pemuda tadi kemudian terbengong & tercengang , lalu perempuan tadi berkata: jangan susah, besok pakailah pakaian buruh, bawalah himar & taruhlah didepan pintu Madinah, nanti aku akn menyuruh suamiku untuk mencari sewaan & bila nanti aku mengundangmu pasti suamiku akan menyewa himar milikmu maka bergegaslah & naikkanlah aku diatas himar itu pasti nanti saya akan apa yang benar dalam sumpahku, lalu pemuda tadi berkata : baik. & pemuda itu melakukan apa yang di perintahkan terhadapnya . maka ketika suaminya mengajak untuk bersumpah, ia berkata : Mas saya tidak kuat jalan sampai kegunung carika aku kendaraan ya, suaminya berkata : keluarlah bersamaku mungkin aku akn menemukan himar yang dapat aku sewa untukmu. Lalu suaminya keluar dari rumah tiba – tiba ada pemuda berdiri didepan pintu. Lalu istrinya memanggil : hai tukang sewa , apakah engkau menyewakan himarmu seharga setenga dirham yang dapat membawaku kegunung? Laki – laki tadi menjawab: ya. Lalu laki – laki itu menaikkannya kemudian menjalankan himarnya, setelah sampai kegunung. Perempuzn itu berkata : turunkan aku, ketika laki – laki tadi hendak menurunkannyaia menjatuhkan dirinya diatas bumi tanpa busana lalu terbukalah aurotnya, lalu ia mencaci pemuda itu. Pemuda itu berkata : demi Allah aku tak berbuat dosa. Lalu perempuan itu berdiri & melangkah menuju kegunung & bersumpah : bahawa tidak ada yang melihat aurotku kecuali suami & pemuda itu, setelah itu gunungpun bergetar dengan hebat & dia terlempar dari tempatnya. Kejadian itu seperti apa yang difirmankan Allah dalam ayat ………...

………..artinya dan sesungguhnya tipu daya mereka akan tersingkir dari gunung itu.

HIKAYAH KE – 90  CAHAYA HATI

Diceritakan dari sebagian ulama' : dia berkata kami telah membeli domba yang dipanggang dari tetangga kita untuk dimakan, lalu datanglah kepada kami orang fakir, kemudian kami mengajak dia makan bersama kami, lalu dia mengambil sesuap lalu pergi & berkata : ada hal baru yang dating padaku yang mencegah aku makan. Lalu kami bilang : aku tidak makan kecuali engkau ada. Lalu fakir berkata : kami orang miskin tidak pernah makan sedangkan engkau sekehendakmu, lalu ia pergi. Kamipun tidak mau makan karena dia, lalu kami berkata : bila kita mengundang selain dia & bertanya kepada selain dia tentang asalnya mungkin selain dia akan menerangkan kepada kami sebab yang dibenci. Lalu kami mengundang selain dia & bertanya padanya & kami belum mendudukkan sehingga ia bilang : orang tadi mati, ia berharap dapat menjual dirinya karena menagcu pada harganya, lalu kami memakankannya kepada anjing. Setelah itu kami melihat sifakir tadi lalu kami bertanya: sebab dia  tidak mau makan & perkara yang dating padanya? Lalu ia menjawab : demi Allah selama 6 tahun saya tidak suka makan , ketiak aku dating kesate ini aku tertarik untuk memakannya, maka setelah aku tahu sate itu ada penyakitnya akupun meninggalkannya.

Lihatlah hai saudaraku penjagaan Allah terhadap hambanya.

 

HIKAYAH KE – 91 BERBUAT KEPADA BUKAN AHLINYA & DAMAI TERHADAP MUSUH

Diceritakan bahwasanya ada laki –laki ahli agma & saleh berbiri tiba – tiba ada ular yang ketakutan, lalu ular itu berkata padanya : hai Rosul tolonglah aku – semoga Allah menolongmu - dari musuh yang ada dibelakangku yang hendak membunuhku. Lalu pemuda itu berharap dapat menyembunyikan dengan selendangnya. Ular iru berkata pada laki –laki tadi: musuhku melihatku, lalu laki – laki tadi bertanya: apa yang kau perbuat? Ular itu menjawab: bila kau hendak menolongku mak bukalah mulutmu supaya aku daapt masuk kedalam perutmu. Lalu laki –laki tadi berkata : aku takut. Ular itu berjanji tidak akan menyakitinya & dia juga mengabarkan bahwa dirinya termasuk umat Muhammad. Lalu pemuda itu membuka mulutnya kemudian ular itu meluncur keperutnya. Kemudian ada laki – laki yang melewatinya yang membawa pedang menanyakan ular itu, laki – laki tadi bilang aku tak melihat, lalu dia minta ampun pada Allah dari ucapannya tadi – yaitu saya tidak melihatnya 100 kali. Lalu ular itu mengeluarkan kepalanya sembari melihat musuhnya lewat. Lalu laki – laki itu mengabarkan bahwa musuhnya telah telah pergi & ia meminta ular itu untuk keluar. Ular itu berkata: hai laki –laki pilihlah untuk dirimu 2 kematian, aku merusak hatimu atau melubangi hatimu. lalu laki – laki tadi : Maha suci Allah. Mana janji diantara kita. Lalu ular itu berkata :aku belum pernah melihat orang sebodoh kamu, apakah engkau lupa aku musuh bapakmu, Adam & aku mengusirnya dari surga. & apa yang  mendorongmu berbuat baik pada bukan ahlinya. Lalu laki – laki tadi berkata pada ular tsb : bila kematian memang wajib bagiku maka tinggalkanlah aku, sehingga aku membuat tempat untukku diatas gunung. Lalu ular tadi berkata : baiklah, apa yang kau kehendaki, laki – laki tadi mengangkat matanya kelangit & berdoa : ya Tuhan yang Maha belas kasih, kasihanilah aku dengan belas kasihmu yang tak terlihat, ya.. Maha kasih , ya.. yang Maha kuasa aku memohon padamu dengan kekuasaanmu yang telah kau letakkan diatas Arsy yang dia tidak ketahui dimana ia menetap, y.. yang Maha hakim, Alim, Ali, Adzim, ya… dzat yang Maha hidup yang maha berdiri sendiri. Ya… Allah cegahlah ular ini , lalu dia pergi kegunung & berkata : lalu datanglah kepadaku orang yang sudah tua, bersinar wajahnya, wangi baunya, bersih pakaiannya memberikan ku daun yang hijau, dia berkata padaku : makanlah daun ini ! lalu akupun memakannya setelah itu ular itupun terpotong – potong dia diam sambil gelisah, lalu aku bertanya padanya : siapa kau hai pemuda yang menjadi lantaran Allah menolongku ? pemuda itu berkata : ketika engkau berdoa pada Allah, denagn doa ini Malaikat yang ada di langit ketijuh berteriak pada Allah, lalu Allah bersabda : Demi keagunganKu aku melihat apa yang telah dilakukan ular terhadap hambaku & di memerintahkanku untuk pergi kesurga untuk mengambil daun pohon tuba & memberikan padamu & aku dikatakan baik & penjamu tamu dilangit, & engkau sebab engkau berbuat baiksesungguhnya itu dapat menjaga dari kejelekan walaupun orang yang dibaiki nenyia – nyiakannya tapi tak disia – siakan oleh Allah.   

 

Cerita ke 93  ORANG YANG MENENTANG CIPTAAN ALLAH

Telah diceritakan tentang orang yang melihat kumbang sambil berkata: "Ini makhluk yang jelek, tidak cantik dan tidak berbau wangi, mengapa Allah menciptakannya?

 Kemudian Allah mengujinya dengan menimpakan penyakit cacar kepadanya yang mana dokterpun tidak dapat menyembuhkannya sehingga menjadikan ia putus dari kesembuhan.

  Suatu ketika ia mendengar suara anjing hutan dari sebuah lorong. 

Ia berkata:" Aku merasa dimaki oleh suara tersebut seakan-akan ia begitu tahu masalahku."

Para dokter berkata padanya:" Apa yang telah diperbuat oleh rong-rongan tadi sampai dokter yang pintar sekalipun tidak dapat menyembuhkanmu.

Ia berkata lagi:" Kalian harus mendatangkan kumbang padaku."  Merekapun mendatangkannya.

Ketika memperlihatkan penyakit cacarnya, ia mengajak mereka supaya datang dengan membawa kumbang. Hadirinpun tertawa.

Kemudian Alil berkata:" Tidak ada orang yang mendahuluinya dalam melihat kumbang."

Alil berkata pada para hadirin:” Datanglah padanya dan penuhilah apa yang ia butuhkan."

 Laki-laki itu telah mengetahui masalahnya.  Merekapun datang dengan membawa kumbang kemudian menyengatkan kumbang tersebut dan menaburkan abunya pada penyakit cacar tsb. Dengan seizin Allah penyakit itupun sembuh.

 Alil berkata kepada para hadirin:" Ketahuilah sesungguhnya Allah menghendaki supaya kita mengetahui bahwa serangga itu adalah makhluk Allah yang merupakan obat yang paling baik.  Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

 

Cerita ke 94 Tawakal kepada Allah dalam rizqi

  Diceritakan bahwa orang-orang Asy’ari yaitu Abu Musa, Abu Malik, dan Abu Amir.  Mereka hijrah ke Nafar.  Salah satu dari mereka datang kepada Rasulullah karena mereka kehabisan bekal.  Mereka sengaja mengutus salah satu dari mereka kepada Nabi untuk menanyakan bekal untuk mereka.  Ketika Ia bertemu Nabi, ia mendengar Nabi membaca: "Tidak ada hewan melata di muka bumi kecuali Allah memberi rizqi baginya."

Nabi berkata:" Bukan  Asy'ariin kecuali mereka memohon kepada Allah supaya menjadi orang yang kaya.  Ia pun kembali dan tidak memasuki rumah Nabi.

  Nabi berkata:" Apakah kalian akan bahagia, akan datang bantuan pada kalian".  Mereka menyangka bahwa Nabi telah mangetahui ketika mereka menyangka seperti itu.

  Ketika itu ada dua orang datang membawa mangkuk yang berisi roti &daging lalu merekapun memakannya.

Salah satu dari mereka berkata:" Kembalikan sebagian makanan ini kepada Nabi Muhammad SAW. “

Mereka kemudian datang kepada Nabi seraya berkata:" Wahai Rasulullah kami tidak pernah melihat makanan yang lebih enak dan lebih baik dari makanan yang Anda kirimkan kepada kami." 

Nabi berkata: ”Aku tidak mengirimkan sesuatu pada kalian."

Mereka mengabarkan kepada pada Nabi kalau mereka telah mengutus salah dari mereka untuk datang kepada Rasulullah  untuk menanyakan perihal makanan tsb.

 Ia bertanya: ”Dari apa makanan itu dibuat?”

 Nabi menjawab: "Itu adalah rizqi Allah Yang dikirimkan pada mereka kemudian mereka memakannya”.

 

Cerita ke 95 peristiwa yang terjadi pada jAHHan dan Tashrifan isimnya.

  Diceritakan dari Hamzah Al-Maedhany.  Ia berkata Jahhan adalah seorang laki-laki yang bodoh. 

Termasuk dari kebodohonya yaitu ketika ia menggali sumur di padang pasir kemudian ada seorang laki-laki lewat di depannya, orang itu bertanya: ” Mengapa kau menggali sumur?”

Ia menjawab: "Saya menimbun dirham dan saya tidak tahu dimana tempatnya".

Orang tadi bertanya lagi: "Apakah kau tahu tanda-tandanya?"

Ia menjawab: ”Saya melakukannya?”

Ia ditanya lagi: "Apa tanda-tanda yang kau ketahui?"

Ia menjawab: "Mega telah menutupiku saat menimbun dirham".

 Laki-laki itupun tertawa dan meninggalkanya.

  Termasuk dari kebodohannya lagi yaitu, ketika ia keluar dari lorong sempit rumahnya dengan berjalan pada malam hari, kemudian dia menolong orang yang telah dibunuh, kemudian ia memasukkannya ke dalam sumur.  Ayahnyapun mengetahuinya lalu mengeluarkan mayat tadi & menguburnya.  Ayahnya mencekik kambing sampai mati dan memasukkannya ke dalam sumur.  Keluarga mayat keluar dan duduk melingkar untuk berunding membahas hal tersebut. 

Jahhan melihat mereka dan berkata: "Mayat itu berda di sumur rumah kami, mereka datang ke rumah Jahhan dan turun ke dalam sumur untuk mengeluarkan mayat tsb. 

Ketika mereka turun Jahhan memanggil mereka: "Hai keluarga mayat, apakah mayat itu membutuhkan teman?" Merekapun tertawa.

  Termasuk kebodohonnya lagi adalah ketika Abu Muslim Al-haulany, mengutus seorang laki-laki bernama Yaqthin untuk mengajak Jahhan supaya menghadap kepada Abu Muslim, maka ia pun datang.

  Ketika ia masuk kedalam Majlis, dia hanya bertemu dengan Abu Muslim & Yaqthin.  Dia berkata: "Hai Yaqthin mana diantara kalian yang bernama Abu Muslim Al-haulany?"

  Ketahuilah bahwa lafadz ÌÍÇ adalah isim ghoiru munshrif pindahan dari lafadz ÌÇÍ seperti lafadz ÚãÑÚÇãÑ

 

Cerita ke-96

  Diceritakan bahwa ada seorang yang lari dari kejaran harimau, sampai ia terjatuh ke dalam sumur dan harimau pun ikut masuk ke dalamnya.  Harimau melihat ada seekor beruang masuk ke dalam sumur tsb. 

Harimau bertanya kepada beruang: "Sudah berapa lama kau disini?"

Beruang menjawab: "Aku sudah beberapa hari disini sampai-sampai rasa lapar akan membunuhku." 

Harimau berkata: "Mari kita makan manusia ini, mungkin cukup untuk menghilangkan rasa lapar." 

Beruang balik bertanya: "Kalau rasa lapar itu kembali lagi, lalu apa yang akan kita lakukan?"  Lebih baik kita bersumpah pada manusia kalau kita tidak akan menyakitinya, maka keselamatan kita akan terjamin, karena mereka itu lebih cerdas dari kita, maka keduanya bersumpah pada manusia sehingga terjaminlah keselamatan manusia,beruang,harimau.  Pendapat beruang lebih sempurna daripada pendapat harimau.

 

Cerita ke-97  :  Siasat yang Bagus

  Diceritakan bahwa ada seorang manusia berlari dari kejaran harimau lalu sampai disebuah pohon sambil memandang ke atas pohon ketika itu ada seekor beruang memetik buah.

  Harimau datang di bawah pohon, kemudian tiduran sambil menunggu manusia tadi muncul.  Manusia itu sedang menoleh ke arah beruang.  Tiba-tiba ia memberi isyarat pada harimau supaya diam sambil meletakkan jari telunjuk ke mulutnya dengan maksud supaya harimau itu tidak tahu kalau sebenarnya dirinya dalam keadaan bingung.  Keduanyapun diam, lalu manusia itu mematahkan dahan yang dipijak beruang sehinga beruang terjatuh, harimau langsung melompat kearah beruang, keduanya berkelahi sehingga harimau berhasil menerkam beruang.  Manusia itu kemudian mundur dan pulang kerumahnya.  Ia selamat berkat izin Allah.

 

Cerita ke-98 Takabur atas nikmat dan akibatnya.

Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang sedang makan & diantara kedua tangan ada ayam panggang kemudian ada pengemis datang, lalu ia pergi dengan keadaan lapar.  Laki-laki itu adalah orang kaya yang mempunyai harta banyak.  Ia dan istrinya berpisah, istrinya menikah lagi dengan orang lain.

  Suatu hari suami kedua makan dan diantara kedua tangannya ada ayam panggang, tiba-tiba ada seorang pengemis datang. Ia berkata kepada istrinya supaya memberi ayam panggang kepada pengemis tadi.  Istrinya memberi ayam panggang kepada pengemis.  Ternyata pengemis itu adalah suami pertamanya,  dia lalu memberitahukan hal tsb kepada suami keduanya. 

Suami keduanya berkata:" Demi Allah aku adalah orang miskin, Allah telah menganugerahkan nikmat dirinya dan keluarganya kepadaku, dikarenakan rasa syukur mereka kepada Allah sedikit."

 

Cerita ke-99 Kebakhilan DAN kedermawanan akan kembali pada asalnya.

  Diceritakan bahwa seorang Aroby berkata: "Aku keluar pada waktu malam hari, pergi ke perkemahan kemudian seorang wanita pemilik tenda memandangku. 

Ia bertanya: "Siapa kamu?"

Aku menjawab: "Tamu.”

Ia berkata: "Dan apa yang dilakukan seorang tamu dilingkungan kami?”  Tanah lapang ini sangat luas lalu wanita tsb mengambil tepung dibuat adonan, lalu adonan itu dijadikannya roti dan iapun duduk sambil memakan roti buatannya. 

Ketika itu suami datang dengan membawa roti dan bertanya kepadaku, "Siapa kamu?"

Aku menjawab: "Tamu"

Ia berkata: "Oh ya, selamat datang". Lalu ia memberikan air susu itu padaku dan bertanya: "Apakah dari tadi kamu tidak makan apa-apa?"

Aku menjawab: "Tidak demi Allah"

Ia kemudian masuk ke dalam dan mendatangi istrinya dan marah-marah.  Ia berkata: "Mengapa kamu makan dan tidak memberikan makanan kepada tamu?" 

Istrinya menjawab: "Aku tidak akan membuat sesuatu, demi Allah aku tak akan memberikan makananku pada tamu.” 

Pertengkaran mereka semakin panjang.  Suaminya akhirnya memukul kepala istrinya hingga terluka.  Suaminya keluar mengambil untaku untuk disembelih kemudian dipanggang.  Setelah masak, ia memberikan kepadaku dan aku memakannya.

Ia berkata: "Demi Allah, jangan sampai ada tamu yang menginap di rumahku dalam keadaan lapar." 

Ia pergi meninggalkanku dan kembali lagi dengan membawa seekor unta.  Ia sangat dermawan sebab memilih unta yang sangat bagus.

Ia berkata kepadaku: "Ambillah unta ini untukmu". Ia juga menambahkan roti dan daging yang tersisa.

  Suatu malam aku pergi lagi ke perkemahan Aroby yang lain.  Ada seorang wanita pemilik tenda memandangiku dan bertanya: "Siapakah Anda?" Aku menjawab: "Tamu.”

Ia berkata: "Ya kalau begitu selamat datang." Ia lalu mengambil tepung, ia jadikan adonan untuk membuat roti, ditambah susu dan keju.  Ia datang membawa roti dan ayam panggang.

Ia berkata padaku: "Makanlah, hanya ini yang kami miliki." Ketika aku makan, tiba-tiba suaminya datang dan berkata: "Siapakah kamu?"

Aku menjawab: "Tamu"

Ia berkata lagi: “Apa yang dilakukan tamu di rumah ini?"  Ia kemudian masuk dan bertanya kepada istrinya: "Dimana makananku?"

Istrinya menjawab: "Makanan itu telah aku suguhkan."

Suami berkata: "Siapa yang telah memerintahmu untuk memberikan makananku pada tamu". 

Pertengkaran mereka semakin panjang.  Lalu suami itu memukul kepala istrinya hingga terluka.  Akupun tertawa, kemudian ia keluar dan bertanya kepadaku: "Apa yang kamu tertawakan?”

Aku bercerita kepadanya tentang kejadian kemarin malam.

Ia berkata: "Ya ini, wanita itu adalah saudaraku, laki-laki itu adalah saudara istriku." Maka hal tersebut menambah aku terkejut.

 

Cerita ke-100 Budi pekerti sebagian orang Sholeh

  Diceritakan bahwa Syiban adalah seorang pemilik unta yang suka menggembala, orang-orang mempertemukannya dihadapan binatang buas supaya binatang itu memakannya. Binatang itu menciuminya dan memandanginya.

   Ada yang bertanya padanya:“ Apa yang kamu katakan ketika kamu bertemu binatang itu?

   Ia menjawab:" Saya memikirkan perkataan para ahli Fiqh tentang sisa air binatang buas".

  Ketika Syiban haji bersama Shofyan Tsaury ada binatang buas menoleh kearah mereka.  Shofyan pun ketakutan, Syiban memegang dan menggaruk – garuk telinga binatang itu. Binatang itu menjadi tunduk dan menggerak - gerakkan ekornya. 

  Syiban berkata:" Demi Allah, seandainya saya tidak khawatir mashur tentu saya akan meletakkan selendangku pada binatang itu dan membawanya sampai saat tiba di Makkah Al-Masyrifah."

  Diceritakan bahwa Imam Syafi'i dan Ahmad lewat didepan Syiban yang ketika sedang menggembala kambing.

   Ahmad berkata pada Imam Syafi'i:' Sungguh saya ingin sekali bertanya pada pengembala ini, karena saya ingin tahu jawabannya !" 

  Imam Syafi'i berkata :"Janganlah kamu lakukan hal itu padanya ."

   Ahmad berkata:" Saya harus melakukannya?" 

  Ia lalu memanggil Syiban:"Hai Syiban apa yang kamu katakan pada  orang yang sholat 4 rokaat dengan 4 kali sujud dan apa yang wajib ia lakukan?”

  Syiban menjawab:” Yang anda tanyakan menurut madzab kami atau madzhab anda."

  Ahmad menjawab:" Kedua-duanya." 

  Syiban berkata:" Baiklah." 

  Ahmad berkata:" Beritahukanlah padaku dari kedua madzhab itu."

  Syiban menjawab:" Adapun menurut madzhab anda, ia wajib sholat 2 rokaat dan sujud sedangkan menurut madzhab kami maka ia wajib menyesal hatinya jika ia tidak mengulanginya."

  Ahmad bertanya lagi pada Syiban:"  Apa yang akan kamu katakan pada orang yang memiliki 40 ekor kambing dan sudah mencapai 1 tahun, apa yang wajib ia lakukan?”. 

  Syiban menjawab:" Adapun menurut madzhab kami ia wajib mengeluarkan 1 ekor kambing untuk zakat, sedangkan budak tidak boleh memilki sesuatu bersama dengan majikannya, kemudian syiban mendatangi Ahmad. 

  Ketika ia pergi mengembala ia tidak tahu siapa mereka. “ Bagaimana sikapmu terhadap ahli ilmu?”.  Berkatalah dua Imam yaitu  Abu Hanifah dan Syafi'i:"jika ulama;' bukanlah auliya' maka tidak ada seorang wali bagi Allah.

  Doa Syiban:" Hai kekasih, hai kekasih pemilik Arsy dzat yang memperbaharui, memulai, mengembalikan apa yang ia kehendaki.  Aku memohon pada-Mu dengan memulikan-Mu yang tidak pernah pergi, dengan kerajaan-Mu yang tidak pernah akan hilang, dengan Cahaya wajah-Mu yang memenuhi rukun-rukun Ars-Mu, dengan kekuasaan-Mu yang Maha kekuasaan-Mulah Engkau kuasai makhluk-Mu.  Jauhkanlah aku dari kejelekan orang-orang dzolim semuanya."

  Diceritakan bahwa Syiban berada dirumah Abdulloh Al-Qusyar yang disebut dengan baitussiba' (rumah binatang buas) karena rumahnya sering didatangi binatang buas.Iapun memberikan binatang buas itu makanan dan minuman binatang – binatang itu. Setelah kenyang mereka pergi ke gurun.

  Sahal berkata:" Saya mengawali hari Jum'at dengan berwudlu lalu pergi ke Masjid."  Ia berkumpul bersama orang–orang yang tingkah lakunya buruk dan budak-budak mereka berperilaku melampaui batas.

  Akhirnya saya sampai pada shof awal lalu duduk, disebelah kanan saya ada seorang pemuda yang tingkah laku dan perbuatannya baik. 

  Pemuda itu berkata:" Bagaimana kabar anda hai Sahal."

  Saya menjawab:" Baik, Ashalakalloh." 

  Saya berkata dalam hati :" Ternyata dia mengenalku."  Kemudian saya ngompol, saya jadi takut dan bingung sebab berada diantara orang banyak, saya tidak sabar untuk keluar, pemuda itu memperhatikanku. 

  Pemuda itu berkata:" Apakah kau ngompol wahai Sahal?”. 

  Saya menjawab:" ya." 

  Ia lalu melepaskan surban dari pundaknya dan menutupiku dengan surban tersebut. 

  Ia berkata padaku:" Berdirilah, buanglah air kecil dan segeralah melaksanakan sholat”.  Kemudain saya pingsan setelah sadar tiba-tiba pintu sudah terbuka dan ada yang memanggil:" Maka saya masuk, tempat itu luas, disamping kamar mandi disediakan pembersih/sabun, sikat gigi, handuk dan tempatnya pun nyaman. 

  Saya mendengar suara pemuda itu berkata:"Hai Sahal, apakah kau sudah buang air kecil?

  Saya menjawab:" Ya, sudah."  Maka hilang sesuatu yang haram dariku.

  Ketika saya duduk tidak ada satu orangpun yang mengenalku. Saya terus berpikir  mana orang yang dapat saya percaya dan yang tidak.  Maka ketika saya sholat, saya makmum pemuda itu karena saya tahu ia  adalah orang yang masuk rumah tempat saya buang air kecil. 

  Ia menoleh padaku dan berkata:" Kamu benar, hai Sahal." 

  Saya berkata :" Ya."  Lalu saya mengusap kedua mata kemudian membukanya lagi, tiba-tiba saya tidak melihatnya lagi. 

  Semoga Alloh meridhoinya dan sayapun telah meridhoinya.

 

Cerita ke-101 Anugrah Alloh terhadap hamba yang hina

  Diceritakan bahwa Abdulloh bin Jad'an orang miskin yang menjadi seorang penjahat yang keji.  Sampai ia memarahi ayahnya dan keluarganya.  Mereka akhirnya meninggalkan dirinya sendirian.  Mereka juga bersumpah tidak akan melindunginya selama-lamanya.  Ia keluar pergi kewilayah Makkah dalam keadaan bingung dan sedih.  Seandainya ia mati dan tidak berhenti berjalan sehingga ia melihat lubang di         kemudian ia masuk kedalam dan berharap kembali dalam keadaan hidup atau ada sesuatu yang membunuhnya sehingga dapat melenyapkannya dari kehidupan.

  Tiba-tiba Jad'an melihat seekor ular yang sangat besar dan kedua matanya bersinar seperti lampu.  Ular itu mendekati Jad'an.  Ia lalu berlari, ular itu malah mrgikutinya dari belakang.  Jad'an  menoleh kebelakang, ular itu memandanginya.  Jad'an tidak bisa berlari dari ular itu,  iapun menghadapinya dan memukulnya. Ternyata ular itu terbuat dari perak dan matanya adalah yaqut.  Jad'an memecah ular tadi dan mengambil matanya.  Tiba-tiba dibelakangnya ada sebuah tempat seperti rumah/ruangan.  Ia masuk kedalam tubuh ular yang besar dan panjang dan kepalanya ada papan yang terbuat dari perak…………………………………………………………………….

Jad'an melihat …………….. yang besar pada ruang tengah yang terbuat dari yaqut, mutiara, zabarjud, dan emas.  Ia mengambil perhiasan tersebut secukupnya dan mengunci pintu itu.

  Jad'an mengirimkan perhiasan kepada ayahnya supaya ayahnya meridhoinya untuk bertemu semua keluarganya yang telah retak dan ia dapat memberikan makanan kepada orang-orang.  Juga melakukan kebaikan dari harta simpanannya itu. 

  Sehingga Nabi bersabda:" Sungguh aku berteduh pada mangkuk besar Abdullah bin Jadj'an.” Dari Hijr, Aisyah berkata:"Apakah harta tersebut dapat memberikan manfaat baginya?”.  Nabi menjawab:"tidak, karena ia tidak pernah memakannya ya Tuhan ampunilah dosa-dosanya pada hari kiamat".

 

      Cerita Yang Ke-102:Tentang tingkah laku para raja.

Diceritakan bahwa Zuhry ra berkata:

Zuhri:aku telah mengunjungi Abdul malik bin marwan,kemudian dia bertanya kepadaku”dari mana asalmu ?”

Zuhri:”aku berasal dari Makkah”.

Marwan;”siapakah yg menggantikan pemimpin orang makkah?”.

Zuhri:”Ato’ bin abi robah”.

Marwan:”Dari keturunan arab atau persi?”.

Zuhri :”Dari keturunan persi”.

Marwan:”Bagaimana cara memimpinnya?”.

Zuhri:”Dengan ketaatan dan amanah”.

Marwan:”Sesungguhnya orang yg mempunyai sifat taat dan amanah itu sangat baik menjadi pemimpin ummat manusia.Lalu siapakah yg memimpin yaman?”

Zuhri:” Towus bin kaisan “.

Marwan:”Keturunan arabkah?”…………sampai pada pertanyaan –pertanyaan yg sama seperti tadi,Kemudian aku menjelaskan kepadanya seperti halnya keterangan pertama”.

Marwan:”Siapakah yg meminpin negeri mesir?”

Zuhri:”Yazid bin habib”.Kemudaian dia bertanya lagi dan akupun menjawab hal yg sama”.

Marwan:”Siapakah yg memimpin kota syam?”

Zuhri:”Mahkul addamsyiki”.Kemudian aku menjelaskan persis dengan apa yg aku jelaskan tadi.

Marwan:”Siapakah yg memimpin ahli jazirah? “

Zuhri:” Maimun bin mahron”.Kemudian dia menanyakan hal yg sama dan akupun menjelaskan sesuai dg apa yg dia tanyakan.

Marwan:” Siapakah yg memimpin khurosan?

Zuhri:”dhoha’ bin muhazan”.

Marwan:”Siapakah yg memimpin basroh?”

Zuhri:”Hasan bin abi hasan”.

Marwan:”Siapaka yg memimpin kufah?”.

Zuhri:”Ibrohim annadho’i”.

Marwan:”Celakalah kau zuhri karena kau benar-benar meninggalkanku .Demi Allah orang-orang persi akan menjadi pemimpin orang-orang arab,dan orang-orang persi berbicara diatas mimbar sedangkan orang arab berada dibawahnya”.

Zuhri:” Hai pemimpin orang-orang yg beriman sesungguhnya semua ini adalah kehendak,hak dan milik Allah.Barang siapa yg menjaganya maka dia akan mulia,dan barabg siapa yg menyia-nyiakannya maka dia akan hina,Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.

 

Cerita yg ke-103 :

Tentang Terkabulnya Doa Orang-orang Sholeh Dan Pemimpin Mereka.

Diceritakan bahwa Ya’qub bin Laist adalah seorang pemimpin bangsa Khurosan yang berpenyakit tetapi tidak dapat diobati. Banyak sekali orang-orang yang mempunyai pendapat masing-masing, salah satunya adalah Sahal bin Abdullah.

Sahal:”Jika kau menyuruhku untuk menjengukmu maka Aku akan mengunjungimu dan Aku akan bertanggung jawab dengan janjiku itu”.

Ketika Sahal datang Ya’qub berkata:”Do’akannlah kepada Allah supaya diriku dapat disembuhkan dari penyakit ini”.

Sahal:”bagaimana Aku dapat mendo’akanmu? Sedangkan engkau sendiri selalu berbuat dholim”.

Maka Ya’qub bertaubat dan meninggalkan berbuatan dholim, lalu memberi perlindungan yang penuh kepada rakyatnya dan membebaskan para tawanan

Sahal:”Ya Allah, seperti apa yang Engkau lihat bahwa hinanya kema’siatan dapat menguatkan ketaatan dan itu semua Ya’qub dapat meninggalkan segala perbuatan yang membahayakannya. Ya’qub bangkit dengan segera bagaikan sadar dari ingatan.

Kemudian Ya’qub memberikan uang kepada Sahal, tapi Dia menolaknya dan segera kembali kenegrinya.

Diceritakan pula bahwa dalam tengah perjalanan Sahal berkata:”Jika Aku mendapatkan harta maka akan Aku bagikan kepada fakir miskin, seketika itu bumi yang tadinya berupa kerikil berubah menjadi permata.

Sahal pun berkata lagi:”Hai para fakir ambilah sesukamu…!. Apakah orang yang memiliki harta seperti ini butuh pada harta Ya’qub?”.

Ya’qub:”Jangnlah kau menyalahkan Kami”.

 

Cerita yang ke 104: Tentang Kepemimpinan Syaih Isa

Diceritakan bahwa Syaih Isa Al Haitami melawati seorang wanita lacur, kemudian Syaih Isa berkata kepada wanita tersebut:”Malam ini Aku akan mengunjungimu”. Setelah mendengar kabar tersebut wanita itu menjadi sangat gembira dan langsung bersolek.

Ketika waktu sholat Isya telah tiba Syaih Isa mengunjungi wanita itu lalu sholat 2 rokaat, setelah selesai sholat Syaih Isa langsung keluar .

 wanita itu berkata:”Mengapa Kamu keluar?”

Syaih Isa:”Apa yang menjadi tujuanku telah berhasil, Insya Allah”.

Kemudian Syaih Isa menjelaskan kelemahan wanita itu, dan hal tersebut menyebabkan wanita itu mau bertaubat. Lalu Syaih Isa ingin mengawinkan wanita itu dangan orang fakir.

Syaih Isa:”Menikahlah lalu gaulilah dan jangan pernah membeli wanita lagi”.

Orang-orang fakirpun melakukan perintah itu.

Terdengarlah kabar ini hingga ke Amir, sedangkan Amir adalah teman wanita tersebut. Lalu Amir mengutus utusan dan memberikan dua botol khomr kepada Syaih tersebut sebagai tanda ejekan.

Amir berkata kepada utusannya:”Katakan pada Syaih Isa tentang apa yang telah kita perbuat ! bahwa kita bahagia dengan semua itu, dan itu semua adalah kebiasaan dan tradisi Kami.

Syaih berkata pada utusannya:”Oh….ternyata Aku sudah terlambat!”.

 Kemudian syaih Isa mengambil salah satu botol itu  lalu mengocok , menuangkan isinya,dan mencampurkannya dengan madu.

Lantas mengambil salah satu botol lagi ,lalu mengocok,meniangkan isinya dan mencampurnya dengan mentega.

Syaik Isa berkata:”Duduklah dan makanlah bersamaku”.Kemudian utusan itu duduk dan makan tanpa melihat selain khomr tsb.

Lalu utusan itu pulang dan memberikan khabar ini kepada Amir.   

Datanglah Amir kepada syaih Isa untuk membuktikan kebenaran kabar tsb.Ketika Amir memakan makanan tersebut dia menjadi terkagum-kagum dan segera memohon ampun kepada syaih Isa dan bertaubat dibawah kedua tangannya.Betapa indahnya taubatnya Amir karena mendapatkan berkah dari syaih Isa.

Cerita yg ke-105:Zaman Dan Perubahannya.

Diceritakan bahwa Muhammad bin Abdurrahman berkata:”Pada hari raya idhul adha Aku memasuki rumah anakku, didalamnya Aku melihat ada seorang yang berbaju kumal”.

Lalu anakku berkata:”Ibu, apakah engkau mengerti tentang semua ini?”.

Aku berkata:”Tidak”.

Kemudian anakku berkata lagi :”Ini adalah Itabah ibunya Ja’far Barmaki”.

Lalu Aku memberi salam dan berkata pada perempuan itu:”Ceritakanlah masalahmu kepadaku”.

Itabah:”Aku akan menuturkan sebuah cerita yang didalamnya terdapat ibaroh bagi orang yang mendengarkannya. Begini ceritanya:

Pada hari raya idhul adha kepalaku mempunyai seratus empat obsesi, Aku yakin bahwa anakku Ja’far akan mencegahku mewujudkan obsesi ini, kemudian pada suatu hari Aku mendatangimu dan meminta dua kulit kambing, salah satunya akan Aku jadikan slogan dan yang satunya lagi akan Aku jadikan selimut. Lantas Aku memberinya uang lima ratus dirham dan menyuruhnya supaya berintrospeksi seandainya maut memisahkan kita. Kemudian wanita mengerjakan hal tersebut.

 

Cerita yang ke 106:Tentang Penipuan Dan Dampaknya

Diceritakan bahwa seorang prajurit perang dijalan Allah mendorong kudanya kedepan dengan tujuan agar mau menyerang seekor keledai. Keledai itupun mendorong dan ingin membunuh kuda tersebut, tetapi kuda itu selalu menghindar, lalu prajurit itu mendorong kuda itu lagi sampai tiga kali namun lagi-lagi kuda itu menolak. Setelah kejadian itu prajurit tersebut pulang dalam keadaan sedih karena tidak berhasil membunuh keledai dan kecewa dengan perilaku kudanya padahal sebelumnya hal itu belum pernah terjadi.

Lantas prajurit itu tertidur diatas penopang seraya memanjangkan kakinya dan kudanya pun berdiri didepannya. Prajurit itu bermimpi seakan-akan kudanya berbicara kepadanya.

Kuda:”Apakah engkau kecewa atas pembangkanganku sedangkan engkau sendiri kemarin menyerahkan dirham palsu untuk membeli makananku”.

Prajurit itu langsung terjaga dari tidurnya dan langsung pergi kepada penjual makanan tersebut lalu mengganti uang palsu itu dengan uang yang asli.

Cerita yang ke 107:

Tentang Kritikan Kepada Penguasa Dan Kejadian Yang Menimpa Para Sahabat Karena Mempunyai Sifat Jujur Dan Lain-lain

Diceritakan bahwa Qois bin Harsah mengunjungi Rasulullah SAW, lalu Dia berkata:”Hai Rasul apakah engkau telah dapat mempertanggung jawabkan apa yang telah diberikan Allah padamu dan dapat mengatakan suatu kebenaran”.

Rasul:”Kamu akan melewati suatu masa dimana Allah akan memujimu yaitu dengan adanya penguasa yang tidak dapat mengatakan kebenaran”.

Qois:”Demi Allah, Aku akan bertanggung jawab”.

Kemudian Qois memaki Ziad dan anaknya atas perilaku mereka yang tidak sesuai dengan syari’at, berbuat dholim dan lain-lain. Sampailah kabar tersebut kepada Ziad, lalu Dia mendatangi Qois lalu berkata:”Kamu adalah orang yang mendustakan Allah dan RasulNya”.

Qois:”Itu tidak benar, jika Kamu mau Aku akan memberitahumu tentang siapakah orang yang mendustakan Allah dan RasulNya”.

Ziad:”Coba katakana padaku siapa Dia!”.

Qois:”Dia adalah orang yang meninggalkan apa yang diperintahkan Allah dalam kitab, hadist dan RasulNya”.

Ziad:”Lali siapakah Dia?”.

Qois:” Dia adalah Kamu, bapak Kamu dan orang-orang yang menjadikan kalian berdua sebagai pemimpin umat”.

Ziad:”Memangnya Kamu tidak pernah melakukan kesalahan!”.

Qois:”Memang iya”.

Ziad:”Pada suatu hari Kamu akan mengerti bahwa Kamu adalah seorang pendusta dan akan dating padamu sebuah azab”.

Qois:”Kamu tidak akan mampu mencelakaiku”.

Kemudian Qois membagi-bagikan harta dan mentasharufkannya, lalu Dia meninggal(mudah-mudahan Allahmengasihi dan mengampuni dosanya) maka benarlah Rasul(perkataanya). Disepakati bahwa Qois bersahabat dengan Ka’ab dan melakukan perjalanan hingga mencapai dua masa. Lalu Ka’ab berhenti, melihat jam dan berkata:”Lailaha illallah, darah orang-orang muslim akan tertumpah ditanah ini, padahal hal ini tidak mungkin terjadi ditempat lain”.

Qois marah dan berkata:”Apa yang ada dibenakmu hai Abu Ishaq, semua ini adalah perkara ghoib yang hanya Allah sajalah yang tahu”.

Ka’ab:”Tidak ada sejengkal tanahpun didunia ini yang tidak tertulis dalam kitab taurat yang diturunkan kepada Musa bin Imron mulai dari sekarang hingga kiamat”.

Cerita yang ke 108:

Tentang Sebagian Sahabat Pada Masa Jahiliyah

Diceritakan bahwa Zaid binUmar mengikuti ajaran nabi Ibrohim sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW, Dia tidak menyambelih binatang untuk dipersembahkan kepada patung dan juga tidak mau makan bangkai dan darah. Maka keluarlah Dia bersama Waraqah untuk mencari agama Ibrohim, kemudianorang Yahudi membandingkan agamanya dengan agama mereka , lantas Waraqah mengikuti ajaran Yahudi tanpa dengan Zaid. Pada waktu mereka berdua bertemu orang Nasrani, orang-orang Nasrani membandingkan agamanya dengan agama mereka berdua, Waraqah lalu pindah keagama Nasrani tanpa dengan Zaid.

Zaid berkata :”Apkah agama ini tidak seperti agama kaumku yang mana Kamu semua mengingkarinya dan mreka juga mengingkarinya, kemudian Zaid melewati seorang rahib, kemudian rahib berkata kepada Zaid:”sesungguhnya Kamu mencari agama yang sekarang tidak ada di bumi”.

Zaid berkata:”Agama apa itu?”.

Rahib:”Agama itu adalah agama Ibrahim”.

Rahib:”Adalah menyembah kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apapun. Lalu sholat mengahadap kiblat.

Maka Zaid melakukan hal itu semua sampai ajal menjemput.

Diceritakan pula bahwa pada suatu hari Zaid bertemu nabi Muhammad SAW sebelum diutus menjadi rasul, pada waktu itu nabi sedang makan bersama dengan Abu Sofyan didepan berhala, lalu Zaid memanggil Abu Sofyan untuk diajak makan siang .

Zaid berkata:” Hai anak saudaraku sesungguhnya Aku tidak memakan apa yang kau sembelih jika sembelihan itu kau persembahkan untuk berhala. Maka ketika nabi mendengar hal itu nabi tidak pernah mau makan hal tersebut hingga nabi benar-benar diutus menjadi seorang rasul.

Diceritakan pula bahwa Sa`id bin Zaid mengatakan Zaid adalah salah satu dari sepuluh manusia yang masuk surga dan juga salah satu dari kaum Muhajirin terdahulu. Sa`id berkata kepada Rasulullah:”Aku menyampaikan semua yang telah dilakukan oleh ayahku, mohonkanlah ampun dan mudah-mudahan Allah mengampuninya. Zaid juga pernah  berkata bahwa Allah akan membangunkan segolongan umat manusia dihari kiamat.

 

Cerita yang ke 109: Menceritakan Tentang Keanehan-keanehan Yang Terjadi Pada Umar bin Abdul Aziz

Diceritakan bahwa pada masa Umar pernah terjadi paceklik yang amat dahsyat. Datanglah kepadanya orang-orang Arab. Mereka memilih utusan yang akan berbicara dengan Umar. Utusan itu berkata pada Umar:”Wahai pemimpin orang-orang mukmin Aku mendatangimu karena Aku sedang dilanda kesusahan yang dahsyat. Kulitku mengering karena kekurangan makan dan bantuan Kamu berada di baitulmal. Harta ini tidak ada yang memiliki kecuali tiga orang:

1.Allah

2.Abdul Aziz

3.Hamba Allah

Jika harta itu untuk Allah, maka sesungguhnya Allah adalh dzat yang maha kaya.

Jika harta itu untuk Kamu, maka berikanlah kepada Kami. Sesungguhnya Allah membalas orang-orang yang mau bershodaqoh.

Jika harta itu untuk hamba Allah, maka berikanlah haknya.

Mendengar hal itu mata Umar menjadi merah menyala dan berkata:”Sampaikanlah ucapan dan keinginanku ini kepada Allah, kemudian orang-orang berkerumunan dan menengadah kelangit dan berkata:”Ya tuhan, atas keagunganMu buatlah amat seperti halnya Dia berbuat kepada Kami. Ketika perkataan itu baru saja selesai diucapkan, tiba-tiba turun hujan yang sangat deras dan dingin mengenai kaki bukit sehingga kaki bukit itu menjadi pecah. Semua kejdian ini adalah bukti pengampunan allah kepada Umar bin Abdul aziz dari neraka.

 

Cerita yang ke 110:

Tentang Sifat Adil, Perlindungan Dan Sebaliknya Serta Dampaknya

Diceritakan bahwa pada suatu hari Anusarwan pergi berburu tetapi Dia memisahkan diri dari rombongannya karena mengikuti seekor burung, lalu Dia merasa haus. Dari jarak yang dekat Anusarwan melihat burung hantu dan Dia menginginkannya sampai-sampai Dia tidak sadar kalau kini berada didepan pintu rumah suatu penduduk, lalu Dia mengambil air untuk diminum. Setelah itu ada seorang anak kecil yang keluar dari rumah tersebut, ketika anak tersebut melihat Anusarwan Dia segera kembali kerumahnya dengan tergesa-gesa, lalu Dia memeras tebu dan mencampurnya dengan air, kemudian Dia menuangkannya kedalam gelas tetapi dalam gelas tersebut ada tebunya. Lalu Anusarwan meminum air tersebut sedikit demi sedikit sampai kenyang, lalu berkata:”Sungguh sangat enak sekali air ini jika didalamnya terdapat debu”. Bocah itu berkata:”Aku sengaja memasukkan debu kedalamnya”.

Anusarwan:”Kenapa kau lakukan itu?’’.

Bocah itu berkata:”Karena Aku melihatmu tampak kehausan, Aku sangat kawatir jika kau meminumnya langsung sehingga debu itu dapat membahayakanmu”.

Anusarwan takjub dengan kecerdasan bocah itu dan berkata:”Berapa banyak tebu yang kau peras?”. Bocah itu berkata:”Aku memeras satu tebu”.

Lagi-lagi Anusarwan dibuat terkagum-kagum. Kemudian pada suatu hari Anusarwan kembali ketempat tersebut sendirian dan berhenti didepan pintu itu, lalu mengambil air untuk diminumnya. Ketika melihat Anusarwan bocah itu langsung keluar dari rumah tetapi lalu kembali lagi untuk mengambilkan air dengan memperlmbat langkah kakinya. Ketika bocah itu keluar Anusarwan berkata:”Kamu lambat sekali”.

Bocah itu berkata:”Satu tebu tidak dapat memenuhi kebutuhanmu tapi yang Kamu butuhkan adalah tiga tebu”.

Anusarwan:”Mengapa begitu?’’.

Bocah itu berkata:”Karena niatmu telah berubah, Aku pernah mendengar bahwa jika seorang raja telah berubah niatnya, maka berkah dan kebaikannya akan sirna.

Anusarwan tertawa dan tidak ingin tambah lagi, kemudian memperistri bocah itu karena kagum pada kecerdasannya.

 

Cerita ke 111:

Tentang Pembahasan Sebagian Pemimpin Terhadap Rakyatnya

Diceritakan bahwa Kastasit adalah orang yang taqwa dan sholeh(tidak pernah ada berita tentang keburukannya) kemudian pada suatu hari seorang prajurit berkata kepada pemimpin itu:”Sesungguhnya rakyat itu tidak meyukai cara memimpinnya yang terlalu adil dan sedikitnya pendidikan moral bagi mereka. Dikatakan pula jika seorang pemimpin berlaku adil maka rakyatnya akan lari. Sekarang ini terjadi berbagai macam kerusakan dan kita wajib untuk mencegahnya, sekarang ini juga banyak sekali orang yang berlebih-lebihan dan suka membikin kerusakan. Masing-masing orang yang diambil kholifah untuk di didik moralnya harus memberikan uang sogokan kepada wazir (prajurit), lalu wazir tersebut melepaskan orang-orang itu sampai rakyat menjadi lemah dan kesulitan, kesedihan pun dialami mereka karena tidak mempunyai harta, hal ini menunjukkan bahwa sang raja telah dikhianati oleh prajuritnya. Sang raja kehilangan harta benda sehingga tidak dapat mengatur prajuritnya lagi. Pada suatu hari Dia pergi kesuatu daerah karena hatinya sedang gundah, sesampainya didaerah itu Dia melihat dari kejauhan perkamahan yang telah dibangun, lalu Dia menuju kesana, sesampainya disana Dia melihat kambing yang tidur dan anjing yang disalip. Seorang pemuda keluar dari perkemahan itu dan berjabat tangan dengannya, pemuda itu memintanya untuk singgah disitu dan menyuruhnya untuk makan seadanya seperti apa yang Dia makan.

Sang raja berkata:”Aku tidak akan memakan makananmu sebelum engkau menjelaskan tentang anjing ini. Pemuda itu menjawab:”Ini adalah anjing yang Aku percayai untuk menjaga kambingku, tetapi anjing ini malah berteman dengan serigala, mereka berdua tidur dan berjalan bersama-sama, setiap hari anjing itu datang dan menggiring kambing satu persatu tanpa sepengetahuanku, lalu Aku berpikir kenapa kambingku setiap hari selalu berkurang, pada suatu waktu Aku melihat bahwa serigala telah memakan kambingku sedangkan anjing itu hanya diam saja. Atas kejadian itu aku pun tahu bahwa anjing itu telah berkhianat dan juga penyebab rusaknya kambingku, lalu aku mendatanginya dan menyalibnya. Ketika raja mendengar cerita itu Dia pun berpikir tentang dirinya dan Dia berkata:”Rakyatku adalah kambingku maka Aku wajib menanyakan mereka sehingga Aku tahu tingkah laku mereka. Lalu raja pun kembali kerumahnya dan selalu berintrospeksi diri dengan begitu Dia dapat mengetahui bahwa kejadian yang dialaminya adalah perbuatan wazir, lalu raja memukulnya dan berkata:”Siapa yang tertipu olehnya maka Dia akan rusak dan akan kembali tanpa bekal dan barang siapa yang berkhianat maka Dia akan kembali tanpa nyawa”. Lalu sang raja memerintahkan untuk menyalib wazir tersebut.

 

Cerita ke 112 : KEJADIAN YANG DIALAMI OLEH  SEORANG RAJA YANG CERDAS DAN LAINNYA

Dikisahkan bahwa Iskandar mengutus seorang utusan kepada Raja Daro bin Daro. Saat utusan itu kembali dan menerangkan jawaban, Raja Iskandar ragu akan jawaban utusannya itu. Kemudian utusan tadi berkata dengan tujuan untuk menguatkan jawabannya, "Sungguh aku mendengar jawaban itu dari kedua telingaku ini.”Lantas Iskandar menulis jawaban tadi dan mengirimkan kepada Raja Daro. Maka ketika Raja Daro membaca tulisan tadi, ia pun bergegas mengambil pisau dan mencabik-cabik kalimat dalam surat itu, kemudian mengembalikannya kepada Raja Iskandar, dan dia juga mengirimkan surat kepadanya, berisi :Sesungguhnya kebaikan niat seorang raja, kebenaran watak, dan kuatnya prinsip seoarang Raja itu tergantung kepada kebenaran ucapan utusannya yang terpercaya dan benar, Dan sekarang aku telah memotong-motong kalimat itu, karena kalimat itu bukan dari ucapanku, dan tidak ada jalan untuk memotong mulut utusanmu,’’Kemudian menyuruh utusan tersebut kembali kepada Iskandar.

    Iskandar bertanya kepada utusannya,’’Apa yang mendorongmu membuat kalimat yang kauatas namakan Raja Daro?” Diapun menjawab.’’Dia telah melalaikan hakku, dan dia juga membenciku.’’Lantas Raja Iskandar berkata,’’Celakalah kau!”, apakah kami mengutusmu untuk kebaikan kami atau untuk kebaikanmu sendiri?”. Kemudian Raja memerintah untuk membawa utusan tadi, lantas mencabut lidah dari tengkuknya.

   Orang-orang yang menyaksikan hal itu pun berkata, “Yazdajrid adalah orang yang pertama kali merubah perilaku Raja dan merusak reputasinya yang terdahulu’’.

    Pada suatu hari datang seokor kuda yang amat bagus dan cantik mendatangi rumahnya, dan tak ada seoarang pun yang pernah melihat yang lebih bagus dari kuda itu. Orang-orang pun berusaha untuk menangkapnya tapi mereka tidak mampu untuk menangkapnya, sehingga kuda itu sampai di depan sebuah rumah besar dan berhenti di situ. Lalu Yazdajrid berkata,’’ Kuda ini adalah hadiah dari Alloh yang hanya untuk kita,’’ kemudian Yazdajrid mendatangi kuda untuk mengusap wajah dan punggungnya. Kuda itu pun tak bergerak. Yazdajrid kemudian mengambil pelana dan memasangnya. Lalu dia menarik ikat punggung kuda itu dan mengikatnya dengan tali, kuda itu pun mengarah ke pemeliharannya untuk meletakkan lekuk bibirnya. Tiba-tiba kuda itu menyepaknya dengan keras tepat mengenai jantungnya.  Akhirnya Yazdajrid tewas seketika. Tak seorang pun tahu dari mana kuda itu datang dan kemana dia pergi. Kemudian orang-orang berkata, ’’Ini adalah malaikat yang di utus Allah untuk menghancurkan Yazdajrid dan menyelamatkan kita dari kelacutan dan kedhaliman.”

  Pujian dan Anugerah hanya milik Alloh .

Cerita ke 113 MENJAGA HARGA DIRI DAN KEMULIAAN HATI

Alkisah, tersebutlah seorang pemimpin bernama Umaroh bin Hamzah datang ke raja Mansur. Sesampainya disana raja Mansur mempersilakan dia untuk duduk. Hari itu tepat sebagai hari peradilan bagi orang yang dholim. Tiba-tiba dihadapan mereka berdirilah seorang laki-laki sambil berteriak, “Hai pemimpin orang mukmin, aku adalah orang yang teraniaya!.” Raja Mansur pun bertanya, ’’Siapa yang menganiayaimu?’’. Dia pun menjawab, “Umaroh bin Hamzah, dia adalah orang yang telah mengambil tanah dan hartaku.” Raja Mansur lantas memerintah untuk menyelesaikan perselisihan dalam persidangan ini. Umaroh pun berkata, “Wahai Amirul mukminin, jika tanah itu benar-benar miliknya, maka tak ada halangan baginya atas tanah itu. Namun jika tanah itu milikku, maka aku akan memberikan tanah itu kepadanya,” dan aku tak akan beranjak dari persidangan ini yang Amirul mukminin telah memuliakanku karena masalah tanah ini!.”

    Pada saat itu juga para pembesar dan orang-orang yang hadir dalam tempat itu kagum dengan kemuliaan hati Umaroh.

 

Cerita ke 114 KEJADIAN YANG DIALAMI ABDULLAH BIN MUBAROK DAN AYAHNYA

Dikisahkan, bahwa di kota Madinah ada seorang laki-laki yang sukses bernama Nuh bin Maryam. Disana dia menjabat sebagai kepala desa dan hakim. Tak hanya itu dia juga mempunyai banyak kenikmatan, pangkat, harta dan keadaan yang sesuai dengannya. Nuh juga mempunyai anak gadis yang cantik, elok dan baik budi pekertinya. Banyak orang berpangkat,   pembesar dan hartawan yang melamarnya, dia pun belum senang terhadap salah satu dari mereka untuk dijodohkan dengan anaknya. Akhirnya dia bingung dengan masalah anaknya itu.

    Nuh bin Maryam mempunyai pembantu dari Hindi yang berwajah hitam bernama Mubarok, juga mempunyai banyak pepohonan dan kebun. Suatu hari dia menyuruh Mubarok dengan berkata, “Pergilah ke kebunku dan jagalah buah-buahan yang ada disana!.”

    Setelah dua bulan, Nuh mendatangi Mubarok yang ada dikebunnya dan berkata, “Wahai Mubarok, petikkanlah aku buah–buah anggur itu!,’’ Mubarok pun datang dengan anggur yang dipetiknya, dan ternyata anggur itu masih masam, dia pun berkata lagi, “Tunjukkanlah kepadaku buah-buah yang lain!’’, Mubarok datang lagi dengan buah anggur yang lain, dan anggur itu masih masam pula. Lantas dia bertanya, “Mengapa kamu membawakanku anggur yang masih masam, padahal di kebun itu banyak sekali buahnya?.”  Mubarok menjawab, “Tuanku, aku tidak tahu mana anggur yang manis dan mana anggur yang masih masam !.” “Subhanallah!,’’ berkata Nuh,’’Selama dua bulan ini di dalam kebun kamu tidak tau mana yang manis dan mana buah yang masam?. ’’Demi kebenaranmu tuanku, aku tidak mencicipi satupun dari buah-buah itu. “Mengapa kamu tak memakannya?” tanyanya lagi. ’’Tuanku, sesungguhnya engkau memerintahkanku untuk menjaga kebun ini, tidak untuk memakan buah-buah itu, dan akupun tidak merugian harta dan mengkhianati perintahmu.” Nuh pun kagum dengan kerendahan hati dan amanah yang dimiliki pembantunya ini. Diapun berkata ,’’Sungguh, kau telah membuatku simpati terhadapmu, dan aku ingin mengatakan suatu hal kepadamu, tetapi kamu harus patuh pada perintahku.” Mubarok pun berkata,”Aku adalah orang yang taat kepada Alloh dan tuanku.” Dia pun mulai berbicara, “Aku mempunyai anak gadis yang cantik, banyak orang yang melamarnya dari para pembesar dan pemimpin, tetapi aku belum senang terhadap salah satu dari mereka untuk dijodohkan dengan anakku’’. Kemudian dia memberi isyarat dengan pandangan mata. Mubarok lantas berkata,’’Tuanku, manusia di zaman jahiliyah itu melihat pada orang tua, nasab, dan keturunannya. Orang Yahudi dan Nasrani melihat pada kebagusan dan keindahan. Sedangkan pada zaman Rasulullah SAW banyak orang yang melihat pada agama dan ketaqwaannya, dan pada masa kita ini orang-orang melihat pada harta dan pangkat, maka pilihlah salah satu dari yang anda inginkan!” Nuh segera menjawab, ’’Aku memilih agama dan ketaqwaan, dan aku ingin menikahkan engkau dengan anakku, karena aku menemukan agama, kesholehan dan amanah didalam dirimu.” Mubarok lantas berkata, “Tuanku,  aku adalah seorang hamba sahaya yang berwajah hitam dari Hindi, dan engkau telah membeliku dengan hartamu, maka bagaimana aku akan menikahi anakmu?, dan bagaimana pula anakmu ridho terhadapku?.” “Mari kita ke rumahku untuk menyelesaikan masalah ini,’’ ajaknya kepada Mubarok.

    Sesampainya dirumah, Nuh berkata kepada istrinya, “Istriku, ini adalah orang yang sholeh dan bertaqwa, dan aku ingin ia menikahi putri kita, bagaimana pendapatmu?.”Masalah ini aku serahkan kepadamu, tetapi aku  akan menyampaikan kabar ini kepada anak kita, dan aku akan melaporkan hasilnya kepadamu.”

    Selanjutnya istrinya mendatangi anaknya dan mengatakan hal tersebut seperti yang telah dikatakan suaminya. Anaknya menanggapi dengan jawaban, “Masalah ini aku serahkan kepada ayah dan ibu, dan aku tidak akan durhaka dan melawan kalian.” Kemudian ibunya kembali kepada suaminya dan mengabarkan keputusan anaknya itu. Tanpa menunggu lagi mereka dinikahkan. Dari pernikahan itu mereka diberi kekayaan yang melimpah dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Abdullah yang masyhur di kalangan Ulama’ dan para Wali dengan nama Abdullah bin Mubarok.

    Berikut sebagian dari kemuliaan Abdullah ,yaitu hal yang terjadi padanya saat pada hari ke sepuluh dia dikunjungi tamu dari para ulama’. Ia tidak mempunyai apapun untuk menyuguhkan tamunya itu, kecuali seekor kuda yang pernah ia gunakan untuk pergi haji selama satu tahun, dan untuk perang selama satu tahun pula. Abdullah pun menyembelih kuda itu, kemudian ia memasaknya, dan menghidangkannya kepada tamunya. Istrinya berkata,”tidak ada satupun di dunia ini yang kumiliki kecuali kuda ini, lalu kau menyembelihnya!”. Abdullah lantas masuk ke rumah dengan tergesa-gesa, dan mengeluarkan hartanya yang sebanding dengan mahar istrinya. Kemudian diberikannya kepada istrinya, dan dia menalaknya pada saat itu juga. Dia juga berkata,”perempuan yang tidak memuliakan tamu, maka ia tidak baik untukku!”

    Suatu hari setelah kejadian itu  datanglah seorang laki-laki menemuinya, lantas berkata,”wahai pemimpin muslim, aku mempunyai anak perempuan yang ditunggal mati ibunya. Setiap hari dia merobek baju-baju indahnya dengan kesusahan atas kematian ibunya itu. Sesungguhnya dia ingin  hadir di tempatmu, maka katakanlah sesuatu yang menghiburnya, kalau-kalau dia terhibur.

    Maka ketika dia duduk di mimbar, dia menceritakan sesuatu yang dapat menghibur anak perempuan tersebut, dan melupakan ibunya. Setelah itu hati anak perempuan itu pun terenyuh, dan dia pun berdiri. Perempuan itu berkata,: “aku tak akan menyebut ibuku lagi, dan tak akan marah kepada Tuhanku!,” kemudian ia berkata lagi,”ayahku, aku ingin suatu permintaan kepadamu”, sang ayah bertanya ”apakah permintaanmu itu?”. anaknya menjawab,”ayah pernah berkata bahwa pemuda sekarang dan orang yang mempunyai pangkat telah mencariku, dan aku sekarang bersaksi kepadamu di hadapan Allah agar ayah tidak menikahkanku kecuali hanya dengan Abdullah, dia mempunyai agama yang kuat,”kemudian ayahnya menikahkan anaknya  dengan Abdullah dan memberikan segala peralatan rumah tangga serta harta yang banyak.Selanjutnya ayahnya memberikan 10 kuda kepada Abdullah untuk jihad di jalan Allah.

    Pada suatu hari dalam tidurnya, Abdullah melihat orang yang berkata: ”hai Abdullah, bila engkau menolak nenek tua itu karena kami, maka kami  akan memberikanmu sebagai gantinya seorang gadis perawan, dan bila engkau menyembelih satu kuda, juga karena kami , maka kami akan memberikanmu 10 kuda supaya engkau tahu bahwa suatu kebaikan akan dibalas 10 kebaikan. Sesungguhnya Allah tudak menyia-nyiakan pahala orang mukmin, tak satu pun dari kita yang beramal lalu dia merasa rugi selamanya.

 

Cerita ke 115 MENDAHULUKAN AGAMA DAN MENGALAHKAN DUNIA BESERTA TUJUANNYA

Dahulu kala, dinegeri Bani Israil ada seorang laki-laki yang sholeh dan mempunyai istri yang cantik, kemudian Allah memberikan wahyu pada nabi zaman itu yang isinya, ‘’berkatalah kepada fulan yang sholeh-sholeh kaya pada waktu itu, dan menjadikanmu fakir diwaktu tua’’.

    Kemudian nabi menyampaikan hal itu pada laki-laki itu. Laki-laki itupun mengabarkan hal itu kepada istrinya, dan berkata,’’ apa yang kau lihat dalm hal ini?”. “kebaikan ada pada dirimu,” jawab istrinya. Dia berkata lagi Aku telah menjadikan setengah umurmu kaya dan setengahnya lagi miskin, maka jika engkau memilih kaya diwaktu muda, maka Aku akan menjadikanmu kepada istrinya , “ menurut pendapatku, jika kita memilih fakir di waktu muda, maka sungguh aku akan mampu untuk bersabar atas kafakiran itu, dan aku akan menjalankan ibadah kepada Allah, ketika aku melakukan sesuatu dan pada diriku terdapat hal yang menguatkan atas kefakiran itu, maka aku kan mampu untuk taat dan beribaah kepada Allah.

    Kemudian istrinya berkata, “jika kau fakir di waktu muda, maka kau tidak kan mampu untuk taat kepada Allah, karena kita kan sibuk dengan kafakiran itu, dan tidak akan sampai untuk melakuakan ibadah dan memberikan shadaqah. Dan apabiala kita m\emilih kaya di waktu muda, maka kita akan mampu untuk melakukan semua hal itu, karena fisik dan jiwa kita kuat. Suaminya lantas berkata, “pendapatmu benar juga, kalau begitu kau akan melakukannya.”

    Kemudian Allah memberikan wahyu kepada nabi, yang isinya: katakanlah kepada suami istri tersebut, sekiranya hal ini mempengaruhi kalian untuk taat kepadaku, ketekunan kalian curahkan dalam beribadah kepadaku, dan melakukan hal-hal yang baik, maka aku akan menjadikan kalian kaya seumur hidup, dan aku akan menjadikan kalian untuk taat dan bersadaqah semampu kalian, agar kalian terjaga di dunia dan akherat.

 

Cerita ke 116 : KEJADIAN ANEH YANG MENIMPA MANUSIA

Konon dahulu kala ada seorang perempuan yang mempunyai anak gadis. Lalu pada suatu hari, anaknya berkata kepada pelayannya,”tolong nyalakanlah api.” Kemudian pelayan itu keluar, ketika sampai di depan pintu, ia bertemu dengan seorang laki-laki, kemudian laki-laki itu bertanya kepada pelayan,”apa yang dilahirkan perempuan ini?.”lantas pelayan menjawab,”seorang anak gadis.”laki-laki itu pun berkata, “gadis ini akan mendustakan 100 laki-laki dan besuk ia akan dipersuntung pelayannya, kemudian ia akan mati sebab seekor laba-laba.” Kemudian dalam hatinya pelayan itu berkata,”aku tak mengharapkan perempuan ini mendustakan 100 laki-lakin aku akan membunuhnya.” Lalu pelayan itu mengambil pisau dan merobek perut perempuan itu.

    Setelah itu pelayan melarikan diri dengan rasa takut. Lantas dia naik kapal, dan pergi. Kemudian keluarga gadis itu datang menjahit perutnya, dan mengobatinya. Gadis itu pun sembuh.

    Setelah menginjak dewasa, gadis itu menjadi seorang pendusta, karena itu keluarganya pun mengusirnya. Dia memutuskan untuk pergi ke pantai, di sana dia juga melakukan kedustaan.

    Setelah beberapa tahun, datanglah pelayannya dulu yang sekarang telah menjad seorang pejabat menuju ke pantai itu, dengan membawa uang yang banyak. Laki-laki itu pun kemudian berkata kepada perempuan penghuni tempat itu, “carikanlah aku wanita di tempat ini yang paling cantik, untuk aku jadikan istri!” selanjutnya perempuan tadi berkata, “di sana kau akan mendapatkan perempuan yang paling cantik, tapi sayang dia adalah seorang pendusta.”kemudian laki-laki itu berkata, “bawalah dia kemari!.”perempuan itu lau mendatanginya dan berkata kepadanya, “ di sana ada laki-laki yang membawa banyak harta sedang mencari perempuan untuk dijadikan istrinya,” lalu perempuan itu berkata kepada laki-laki, ”disini ada perempuan yang mempunyai sifat ini dan itu.” Gadis pendusta itu kemudian berkata kepada perempuan itu, “aku telah meninggalkan kedustaanku, bila laki-lak tadi menghendakiku, maka aku akan menikah dengannya.” Selanjutnnya perempuan itu berkata kepada laki-laki tentang hal itu.Laki-laki itu pun menikahinya, dan gadis itu mengalami peristiwa yang luar biasa dari laki-laki tadi

    Pada suatu hari mereka berbincang-bincang sambil duduk, sang laki-laki menceritakan tentang peristiwanya dulu dengan anak gadis. Gadis itu pun berkatan “demi Allah akulah gadis itu!” ambil ia memperlihatklan bekas goresan yang ada di perutnya, dan dia berkata, “ aku telah mendustakan orang banyak, entah itu 100 orang atau lebih.” Suaminya kemudian berkata, “dulu ada orang yang mengatakan kau akan mati dengan laba-laba, tapi aku akan menjaganya.”Lalu suaminya membuatkannya sebuah istana dan membentenginya.

    Pada suatu hari, mereka berdua berada di atas istana mereka, tiba-tiba laba-laba sudah berada di atas loteng. Kemudian dia berkata kepada istrinya, “pergilah kau, nanti aku akan membunuhnya!” lalu istrinya berkata, “laba-laba ini akan membunuhku, demi Allah tak kan ada yang dapat membunuhnya kecuali aku!’ kemudian dia menggerak-gerakkan laba-laba itu di loteng, lalu laba-laba itu jatuh dan perempuan itu mendatanginya, meletakkan ibi jari kakinya di atas laba-laba itu. Kemudian dia menginjaknya, racun laba-laba itu pun mengalir antara daging dan kukunya. Kakinya pun hitam , dan ia mati seketika.itulah sabda Allah dalam Al Qur’an:…………………

 

Cerita ke 117 : KEJADIAN YANG DIALAMI UMMU JA’FAR DENGAN ORANG-ORANG KAFIR

Dikisahkan ada 2 orang laki-laki yang duduk-duduk di pekarangan rumah milik Ummu Ja’far yang berhati mulia. Lelaki pertama dari kedua orang buta itu mempunyai sanak saudara, dan kemudian berdo’a, ’’Ya Allah, berikanlah aku rizqi dari anugrahMu yang luas .” Sedangkan lelaki yang kedua yang tidak mempunyai keluarga dan harta benda juga berdo’a, “Ya Allah, berikanlah aku rizqi dari anugrah Ummu Ja’far.” Mendengar itu, Ummu Ja’far mengutus seseorang untuk memberikan 2 dirham kepada lelaki pertama yang menginginkan rizqi dan anugrah dari Allah, dan juga memberikan kepada lelaki kedua yang meminta rizqi dari Ummu Ja’’far dengan 2 potong roti yang salah satu dari roti itu berisi ayam panggang dan didalam perutnya berisi uang 10 dinar. Hal tersebut tidak diberitahukan kepada utusannya.

    Saat menerimanya, lelaki kedua tidak senang karena hanya diberi 2 potong roti dan ayam panggang. Kemudian dia berkata kepada lelaki pertama, ’’Ambilah roti dan ayam panggangku ini dan tukarlah dengan 2 dirham yang kau miliki !” Lelaki pertama menyetujui dan melakukannya terus menerus selama satu bulan.

    Suatu hari Ummu Ja’far mengutus seseorang lagi dan berkata, “Katakanlah kepada lelaki kedua, apakah kamu menjadi kaya atas apa yang aku berikan kepadamu?’’ orang kedua itu berkata, “katakanlah pada Ummu Ja’far apa yang kau berikan padaku?’’, Ummu Ja’far menjawab, “300 dinar’’. Lelaki kedua berkata, “Tidak, demi Allah, tetapi utusanmu memberikanku roti dan ayam panggang setiap harinya, dan aku menjualnya kepada sahabatku dengan 2 dirham. Lantas Ummu Ja’far berkata, “Benar, seseorang yang menginginkan anugrah dari Allah, maka Allah akan memberikan kekayaan padanya tanpa disangka dan tanpa menyengaja untuk membuatnya kaya, sedangkan lelaki yang satunya lagi yang menginginkan anugrah dariku, maka Allah akan mengharamkan baginya kekayaan yang dia inginkan. Agar mengingatkan kepada manusia bahwa sesungguhnya kefakiran dan kekayaan itu berasal dari Allah dan sesungguhnya perkara yang sudah ditetapkan pasti akan ada.  Segala puji bagi Allah.   

 

Cerita ke 118 : KEBISUAN DAN AKIBATNYA

Diceritakan dari Dzin Nun, ketika aku berjalan melewati padang rumput yang hijau, aku melihat seorang pemuda yang sedang sholat di bawah pohon apel. Tetapi aku tidak mengetaui jika ia sedang sholat. Akupun memberi salam kepadanya, tetapi dia tidak menjawabnya. Aku mengulang salam lagi, dia tidak menjawabnya lagi. Kemudian pemuda itu mempercepat gerakan sholatnya. Ketika selesai, dia kemudian menulis sebuah syair di tanah:

Jagalah lesanmu dari ucapan

Karena ucapan penyebab kehinaan

Bahkan penarik bahaya

Ketika engkau berbicara,

Maka ingatklah akan Tuhanmu,

Janganlah enkau lalaikan Dia

Dan pujilah Ia setiap waktu

    Ketika aku membaca tulisan itu, aku menangis cukup lama. Dan aku pun juga menulis syair di pasir:

Tiada penulis selain melalui cobaan

Zaman akan masih ada

Selama penulis menorehkan karyanya

Janganlah menulis dengan telapak tanganmu

Selain sesuatu yang terlihat olehmu

Yang dapat membanggakanmu di hari kiamat

      Maka ketika dia membaca tulisanku, dia berteriak dengan sangat keras,dan kemudian mati. Aku ingin mengurusi mayat itu, kemudian aku pun berteriak, ”seorang perempuan tidak akan mampu kecuali malaikat!”

    Selanjutnya aku berjalan mendekati pohon, dan ketika sampai di bawah pohon aku membungkuk sedikit dan melihat tempat di mana pemuda tadi berada. Tetapi aku tidak menemukan bekas dan khabar tentang dia. Maha Suci Allah, Dzat yang mempunyai banyak nikmat yang diberikan kepada hambaNya dengan kehendakNya.

 

Cerita ke 119 : KELEMBUTAN & PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Diceritakan kembali oleh Dzin Nun, dia berkata:

Ketika aku pergi ke sungai untuk mencuci pakaianku, tiba-tiba di hadapanku muncul seekor kalajengking yang besar. Lantas aku meminta  tolong dan perlindungan dari Allah, mencukupkanku agar hal buruk ini tidak terjadi lagi. Kalajengking itu lantas pergi menjauh ke sungai. Pada saat itu seekor katak yang besar keluar dari sungai berenang di permukaan air dengan seekor kalajengking di atas punggungnya. Aku pun berjalan lewat belakang mereka, dan aku tidak mendekati mereka hingga mereka sampai di ujung sungai.

    Kalajengking tadi pergi dari tempat itu, mendatangi sebuah pohon yang besar, cabang-cabangnya banyak , dan sangat rindang. Di bawah pohon, ada seorang pemuda yang sedang tidur dalam keadaan mabuk. Akupun berkata,”Laa Khaula Walla Quwwata Illa Billah.” Saat itu juga kalajengking tadi mendekatinya dari arah lain, dan ingin menyengat pem uda itu. Akupun bersembunyi, saat kalajengking itu mendekati pemuda itu maka aku akan membunuhnya. Saat itu tiba-tiba seekor ular besar muncul di hadapanku, ular itu juga ingin membunuh pemuda itu. Mengetahui rencana ular, kalajengking tadi pun merayap lantas menyengat ular itu, dan terus menerus menyakitinya hinnga ular itu mati. Kalajengking tersebut kemudian kembali ke sungai, dan menaiki katak yang ia naiki tadi. Aku mengikuti kalajengking itu hingga sampai ke tempat semula, lantas aku kembali ke pemuda tadi dan melantunkan syair:

Hai orang orang yang tidur

Dzat yang Agung telah menjagamu dari kejelekan

Yang terwujud dalam kedholiman

Bagaiman mata tertidur

Melupakan Allah yang berjuluk Raja

Yang faedah-faedah nikmat

datang kepadamu dari Nya

    Perkataanku menjadi peringatan anak muda itu. Akupun menceritakan  suatu kisah kepadanya. Selanjutnya dia bertobat atas apa yang ia lakukan,  dia melepas jauh kelalaiannya,  memakaikan sifat perjuangan pada dirinya, dan menetapkan hal itu hingga ia mati.

 

CERITA 120

Dikisahkan dari Wahab bin Manbah:

Ada seorang hamba dari kaum bani Israel yang menyembah Allah SWT di sebuah tempat pertapaan dekat sungai. Ia mempuanyai kerabat / saudara yang menjadi pemotong baju. Kemudian datang seorang persia dengan membawa tali celana, lalu ia mencopot baju dan celananya, dan ia mandi di sungai setelah iu ia memakai bajunya dan lupa memakai  celananya, lalu ia pergi. Setelah itu datang  seorang penangkap ikanyang menangkap ikan dengan jala. Lalu ia melihat celana itu lantas mengambilnya dan kemudian pergi. Tak lama kemudian seorang persi tadi kembai,tetapi tidak menemukan celananya . lalu ia berkata pada si pemotong baju : Aku lupa celanaku trtinggal disini! Lalu si pemotong baju berkata :  Aku tidak melihatnya ! kemudian seorang persi tadi meloloskan pedangnya lali membunuh si pemotong baju.. Meka ketika seorang hamba  Allah tadi mengetahui  hal itu ia merasa dan berkata : Wahai Tuhanku, Orang yang mengambil celana adalah si penangkap iakn akan tetapi yang dibunuh adalah si pemotong baju . lalu ketika malam tiba saat ia tidur Allah menegur lewat mimpinya. Wah hamba yang shaleh kami tidak tertipu dan kamu tidak akan bisa mengetahui ilmu Tuhanmu. Ketahuilah bahwa seseorang persi tadi telah membunuh ayah dari penangkap ikan dan ia mengambil hartanya, sementara celana itu adalah termasuk dari hartanya dan sipemotong baju tadi catatan amalnya telah di penuhi dengan kebaikkan sementara catatan keburukannya hanya satu sedang cat

atan amal dari seorang persi tadi dipenuhi  dengan keburukan sementara hanya satu, maka ketika ia membunuh sipemotong baju terhapuslah satu kejelekan sipemotong kaya serta terhapuslah nsatu kebaikkan orang persi tadi. Dan Tuhanmu mengerjakan apa yang ia kehendaki dan menghukumi apa yang dia kehendaki

 

CERITA 121 :  SABAR TERHADAP COBAAN

Al- kisah : Ada sekelompok singa yang mempunyai teman, kemudian ia ditangkap oleh Seorang Raja. Raja tersebut mengutus temannya untuk mengintrogasi, ia bertanya : “ Bagaimana keadaanmu di penjara?” ia menjawab , Saya bersyukur kepada Allah. Kemudian mereka datang kepada seorang Majusi yang sakit perut, dan mengikatnya dengan besi, sehingga ketika Majusi tersebut ke toilet, dia mengikutinya dengan terpaksa dan berhenti disampingnya, sampai ia risau dengan hajatnya majusi. Ia  tersiksa dengan bau busuk dan gerakan Yahudi. Temannya mengetahui keadaan tersebut, kemudian diutus untuk bertanya:” Bagimana keadaanmu?”. Ia menjawab: ”saya bersukur pada Allah”.

Sehingga temannya berkata, ”sampai kapan sukur ini dan cobaan apa yang lebih berat bagimu?”. Ia menjawab:”jika sabuk diambil dari perut majusi dan diikatkan diperutku, itu lebih berat bagiku dan saya bisa lebih berat dari siksaan ini”. Kemudian ketika Tuhanku meringankan takdir ini, apakah sukur bukan merupakan kewajiban bagiku? Bukankah kamu pernah mendengar tentang seorang tua yang tertimpa bak/timba dari abu?  kemudian ia sujud sukur!”. Sehingga ia ditanya dengan hal tersebut, ia menjawab “ saya takut ketika saya tertimpa bak dari api.maka ketika saya diringankan dengan bak dari abu, apakah saya tidak boleh bersukur kepada Allah?” Walla A’lam.

 

CERITA 122 : RIDHA DENGAN QADHA’ DAN APA YANG MENGIKUTINYA

Alkisah: Nabi Musa as, berdoa ”Tuhanku perlihatkanlah kepadaku wali dari beberapa wali/kekasih Mu” tiba-tiba ada panggilan,”Wahai Musa, dakilah gunung ini dan turunlah ke jurang, maka kamu akan menemukan apa yang kamu minta” kemudian Musa melakukan dan melihat padang rumput yang luas dan ada rumah bawah tanah, kemudian ia masuk, dan tiba-tiba ia bersama seseorang yang mempunyai penyakit kusta/lepra. Seperti sepotong dagingnya terbuang. Selanjutnya Musa bertanya: ”Assalamu’alaikum wahai kekasih Allah?”. Ia menjawab: ” Wa’alaikum Salam wahai juru bicaranya Allah”. Musa bertanya: ”Dari mana kamu mengetahuiku?”.  Ia menjawab: ”saya seorang laki-laki yang tak ada seorang yang menjengukku dalam keadaan seperti ini, saya memohon kepada Allah sejak beberapa malam untuk mengumpulkan denganmu”, Allah mengabulkannya. Musa bertanya: ”siapakah yang melayanimu? Dari mana kamu makan dan minum?” . Ia menjawab: ”saya mempunyai seorang anak, setiap hari pergi ke jurang ini dan memetik kurma sehingga saya dapat makan dan berbuka”.

Musa berkata: “saya ingin sekali melihat anak kamu”. Ia menunjukkan jalannya dan Musa pergi mencarinya dan tiba-tiba ada anak yang indah sepeti bulan sampai Musa dibuatnya kagum iapun berkata: ”semoga Allah memberkahi, ialah sebaik-baik pencipta”. Dan ketika Musa masih dalam keadaan sehat tiba-tiba datang hewan buas dan menerkam anak tersebut, Musa pun merasa takut. Iapun berkata: ”Tuhanku, salah seorang wali-Mu berkurang dan tidak ada lagi pelayan baginya”. Maka Allah memberinya wahyu kepada Musa untuk kembali kepada Ayah anak tersebut untuk melihat kesabaran dan keridhaa-Nya.

Kemudian Musa pun kembali dan mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa: ”Tuhanku, engkau telah memberiku rizki seorang anak dan saya mengira akan hidup sesudah saya. Tetapi engkau memberiku ketenangan. Maka cabutlah nyawaku dalam keadaan sujud”. Ia pun sujud, kemudian Musa membangunkan, tetapi ia juga telah meningggal. Kemudian Musa berkata: ”Tuhanku kekasih-Mu meninggal tempat ini dan anaknya meninggal dijurang”, kemudan Jibril turun untuk memandikan dan memakamkan mereka berdua dan Musa pun kembali.

 

CERITA 123: KEBAIKAN TAWAKAL DAN SABAR

AL-kisah: Abu Hamzqah al-Khurasany berkata:’ saya berhaji setiap tahun dalam beberapa tahun ini, suatu ketika saya berjalan, ketika saya sampai di suatu sumur, jiwaku berontak untuk meminta tolong”. Maka tidak sempurna keinginan ini, sampai lewatlah dua orang, di dekat dua sumur. Salah satunya memanggil yang lain “kemarilah!”, mari kita tutup bibir sumur ini, supaya  tidak ada yang jatuh kedalamnya”. Mereka datang membawa pipa, serta mereka berdua menutup bibir sumur, sampai saya dibuat gelisah seperti ingin menghardik.

Saya berkata pada diri saya sendiri: ”saya menghardik kepada siapa yang lebih dekat pada mereka berdua,” sayapun diam. Setelah beberapa saat bibir sumur terbuka, dan seseorang menurunkan kakinya sepertinya ia memanggilku sambil menggerutu,” gantunglah di atas sumur” (maksudnya untuk mengambil air, tolong untuk dipegangi), sayapun menggantungnya/ memeganginya dan mengeluarkannya. Ternyata dia hewan buas, yang kemudian meninggalkanku dan pergi. Dan tiba-tiba ada suara yabng berkata” hai abu Hamzah, bukankah ini tidak lebih baik? Aku menyelamatkanmu dari kerusakan oleh seorang perusak.”

 

CERITA KE 124 : KISAH SEORANG PENGUASA / PENEGAK KEBENARAN

Diceritakan ada seseorang tertimpa kelaparan pada masa Hisyam ibnu Abdu Makkah, banyak orang masuk istana diantaranya Darwis ibnu Habib al-Ghozali, dia memakai jubah sederhana (sufi), terlihat sosok yang terkena musibah. Tatkala Hisyam mengetahuinya, dia tampak marah seraya mengatakan, “apakah semua orang diberi ijin masuk?”.  Kemudian dia sadar bahwa itu tertuju kepadanya, lantas dia mengatakan: “hai Amir! Apakah aku tidak diizinkan untuk masuk?, merupakan suatu kehormatan  sekiranya aku masuk majlismu.”

Tatkala aku mengetahui orang-orang yang sedang berkumpul membahas permasalahan, aku ikut serta bersama mereka. “ Kalau kamu mengijinkan aku berbicara, maka aku akan berbicara”, Hisyam berkata: “Demi Allah kamu berbicara saja, karena saya tidak mengetahui kabilah lain,  selain kamu.” Darwis berkata: “Hai Amir, aku mengeatahui tiga perkara prilaku seseorang: Yang pertama: orang yang merasakan lemak, yang kedua: orang yang memakan daging, yang ketiga: orang yang  memcium tulang”. “Dan demi Allah! kamu punya banyak harta. Kalau kekurangannya benar, maka kasihanilah mereka, kalau kamu punya peran terhadap mereka, ringankanlah sebagian penderitaan mereka. Kalau kamu bagian dari mereka sedekahkanlah untuk mereka. Sesungguhnya Allah membalas orang yang bersedekah dan tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Demi Allah! Saya tidak meninggalkan salah satu dari tiga perkara tersebut”.

Kemudian Hisyam menyuruh membagikan 100 ribu dinar kepada orang-orang. Dan untuk Darwis 100 ribu dirham. Darwis bertanya: “apakah masih ada sosok seperti dia?”. Maka dijawab: “tidak! dan juga tidak digantikan oleh baitul mal.” Darwis mengatakan: “saya tidak mau tahu apa yang menimpamu.” Kemudian aku kembali ke kabilahnya, Hisyam menyuruh membagikan harta untuk  dia. Tatkala harta sudah sampai, Darwis membagikan 90 ribu untuk sembilan kabilah dari harta dan sisa untuknya juga untuk desanya atau kotanya 10 ribu. Tatkala diceritakan kejadian itu pada Hisyam, Hisyam mengatakan: “bagus sesuatu yang dibuat akan dibalas setimpal dengan amalnya.”

 

CERITA KE 125: TERJADI PADA UMI MU’AWIYAH

Alkisah: sesungguhnya Hidun binti ‘Atibah ialah seorang yang kaya raya, dia banyak mempunyai banyak heawan, pada setiap jenisnya ada 1000 ekor, dan seribu budak yang patuh serta gudang yang  dipen\uhi permata nan indah. Dia mempunyai suami yang bernama al-fakih binti mughirah, salah satu keturunan kabilah Quraisyi, mereka mempunyai ruang tamu yang dibuat tanpa satir, kemudian suatu hari Fakih pergi untuk suatu acara, seketiak itu ada tamu datang ke rumahn ya. Dan disuruh masuk oleh Hindun, setelah Fakih pilang dan melihat Hindun  di rumah bersama  tamunya, Fakih malu dan dia bersitegang dan memarahinya (dikira zina).

Fakih berkata: seperti itu boleh bila dengan saudaranya, kemudian perkara ini diperbincangkan banyak orang dan sampai pada ayahnya Hindun binti ‘Athibah. ‘Athibah berkata: sesungguhnya banyak manusia yang sudah percaya pasda ceritamu, jadi sudah tidak rahasia lagi, maka ceritakanlah padaku, maka apabila berita itu benar, maka akan kukirim orang untuk membunuh Fkih secara rahasia. Dan jika ceriata itu salah, maka aku akna meminta bantuan, sebagian pendeta zaman, agar terbukti mana ynag benar. Aku bersumpah dihadapannya! Sesungguhnya Hindun  bebas dari apa yang dituduhkannya, kemudian ayah Hindun mengirim ke Fakih pendeta yang benar untuk menyelesaikan perkara sat itu juga. Fakih berkata: sungnguh aku telah memberiakan laknat bagi Hindun, maka harus diselesaikan masalah ini.

Kemudian Fakih keluar dari jama’ah, dari Bani ‘Abdidar dan Hindun keluar dari nisa’ Bani Umaiyah. Ketika jama’ah itu meninggalkan wilayah dan mendekati pendeta, ayah Hindun melihay wajah Hindun pucat dan berubah sikap, dan kemudian ayah Hindun bertanyasaya belum pernah melihat dirimu8 seperti ini? Hindun menjawab demi Allah saya  tidak tahu saya seperti ini, memang saya datang sebagai manusia, yang kadang salahdan celaka, sehingga tidak seorang pun percay apadaku. Untuk menerima balak, sehingga berdampak buruk bagi kita selamanya. Kemudian ayah Hindun berkata pada Hindun, kita akan menyembunyikan poada Fakih dan mengujinya, maka apabila kita ceritakan tentang dia, maka kita akan tahu sejauh mana akan pengetahuannya.

Kalau tidak kita meninggal saja. Kemudian mereka meletakan biji gandum dipunggung kuda, kemudian setelah ampai fakih menurunkannya dan menghormatinya maka mereka berkata pda fakih : kami telah membrimu masalah dan kami telah benar-benar menyembunyikannya untuk kami beritahukan padamu. apa itu (bingkisan)? Fakihh menjawab, buah  dzakar mereka berkata : kami ingin jawaban yang lebih jelas dari mereka berkata : kami ingin jawaban yang lebih jelas dari pada itu. Maka fakih menjawab: kekasih yang baik dengan mahar yang halal. Mereka menjawab: betul –betul lihatlah pada wanita- wanita itu mka fakih meneliti satu persatu dan bertanya apa maksudnya semua itu. Hingga sampai pada hindun dan menepuk pundaknya , fakih komentar : Demi Allah kamu bukan pezina, kamu bbas atas yang elah dibincangkan padamu.Kemudian etelah fakih sadar dia menyapa hindun dan kembali padanya dan memeluknya dengan lega dan hindun berkata pada fakih mustahil bagiku Demi Tuhan adaa dua saksi atas aku hanyalah milikmu dan tidak akan pudar sehingga aku kau tolak.

Ketika sudah basi/susut perkataan pendeta atas perkara itu maka banyak orang menyanjung hindun sehingga bertemu Abu sofyan dan memberikanya harta yang mulia padanya. Kemudian saya (abu sofyan) merelakannya dan menikahi hindun kemudian lahirlah mu’awiyah dan menjadi pemimpin yang menguasai jagad timur sampai barat. Wallahu A’lam.

 

Cerita ke 126  tanya ke Anaviyah

 

Cerita ke 127 Tentang Mutamanah binti Huisam

Alkisah Asmu’i bercerita : pada suatu musim aku berada di kota Madinah alumuawaroh, kemudian datang kepadaku orang-orang fakir kampung dari segala pejuru.  Tiba -tiba datanglah seorang gadis kecil yang berwajah dan terbelalaklah para pemuda.  Gadis itu bertanya dengan pekataan yang  lembut.  Gadis itu menatap pada wajah yang cerah dengan  mata berbinar-binar, kemudian kedua matanya terpejam dan mohon perlidungan kepada Allah.

Aku bertanya kepada gadis itu;  Wahai gadis, bolehkah kamu memandang wajah tampan diantara sekian banyak orang di musim ini?

Tiba- tiba gadis itu menangis dan bersenandung:

“aku takkan menampakkan wajah, sehingga persiapan menghabiskak keabadiaannya, dia adalah suatu yang mulia dan agung, meampakkanya sangatlah besat bahayanya, karena meampakkannya adalah bentuk penyimpangan dan kedzoliman sebagaimaa yang kau ketahui.

Aku telah menjaga dan menutupinya sehingga tak tersisakan bagiku sebuah sanad dan pak haisaku mati.

Aku membukanya secara terpaksa, karena kekhawatiranku

Alloh telah mengetahui apa yang aku lakukan

Zaman telah membuka peutup kepala (kerudung) disebuah Negara.  Sedikit sekali orang bijak (benar) dan dan dirham dianggap agug.  Kini aku menjadi orang yang langka ditanah hijaz, sedangkan abu Robia’ah telah pergi berkemah.”

Aku mendekatinya dan memberinya sesuatu yang membuatya seang.  Aku bertaya kepadanya, wahai gadis siapa namamu?  Dia mejawab;  “namaku Muntamanah biti Haisam,  ayaku meinggal dalam peperangan, dan sampai saat ini bangsaku masih dalam kodisi seperti ini”.  Asmu’i berkata :  kemudian aku meninggalkannya. Kemudian Asmu’i bersepakat megadakan penyambutan.

Aku meceritakan kisah Mutamanah kepada Abu Kulsum Thauq bin Malik ib Thauq.  Pada tahun berkutnya Abu Kulsum berniata akan mengujungi, kemudian aku mendatanginya bahkan aku singgah beberapa hari.

Sewaktu-waktu datanglah kepadaku seseorag yang berwaja ceria degan membawa pakaian dan karung, dan kedua benda itu diletakkan didepanku.  Aku tak tahu keadaan keduanya, kemudian aku menoleh kepada Abu Kulsum dan Abu Kulsumpu berkata:  Wahai Abu Abbas ii utukmu dari aku, dan ini hadiah dari Mutamanah .  allah menyayanginya degan berkatimu. Kemudian ketika kamu menceritakan kabar Mutamanah kepadaku, akupun berselisih dengan orang yang datang dan memperistrinya.  Dan akupu bercerita kepada Mutamanah sebagaimana certaku tentang dia, aku bersyukur atas perbuatanmu.  Aku ucapka terimakasih atas kerendahan syukurnya.

 

Cerita ke 128 : Tentang pencapaian dan kefasihan.

‘Seorang pemuda dari daera arab yang dijuluki dengan Syin (orang china) bersumpa bahwa dia tidak akan menikah kecuali dengan wanita yang serasi dengannya , dan dia menjelajagi Negara dan Robiah-robiah utuk mencarinya’.

Disepanjang perjalanan dia ditemani seorang laki-laki.  Ketika perjalanan sudah jauh, Syin bertanya kepada laki-laki itu “apakah kamu akan menggendongku atau aku menggendongmu?”.  Laki-laki itu menjawab: “hai bodoh apakah penumpang itu menggendong kendaraannya?”

Mereka beristirahat, setelah itu mereka mendatangi tanaman yang masak.  Syin bertanya pada laki-laki itu: “Akankah kamu memakannya atau tidak?”, laki-laki itu menjawab:” Hai bodoh, apakah kamu meliat sesuatu yang layak untuk dimakan.  Mereka lalu beristirahat.

Kemudian mereka melihat jenazah yang  sedang digotong ke pemakaman.  Syin bertanya lagi:”Tahukah kamu teman jenazah ini hiduup/atidak?”.  Laki-laki itu mejawab:” aku belum pernah melihat orang yang lebih boddoh darimu, yang melihat jenazah ke kuburan membawa teman yang hidup”.

Ketika sampai didesa laki-laki tersebut, laki-laki itupun pulang dan dia mempunyai seorang anak gadis  yang bernama Thoyibah, kemudian dia bercerita kepada anakya tenyang Syin tadi.  Anaknya berkata:”Dia tidak akan berkata kecuali kebenaran dan tidak akan kepadamu, kecuali yang dipahaminya dan semisalnya.  Adapun perkataannya “kamukah yag menggendongku atau aku yang menggendongmu”.maksudnya kamukah yang bercerita kepadaku atau aku bercerita kepadamu.  Sedangkan maksud pertanyaan ke II adalah apakah sahabat-sahabatnya itu tersibukkan dengan arga buah atau tidak?.  Dan maksud pertanyaan keIII adala apakah jenazah itu meninggalkan anak cucu yang hidup yang mengingatnya atau tidak?

Ketika laki-laki itu pergi kepada Syin, dia bercerita tentang putrinya dan taksiran putrinya akan perkataan Syin.  Laki-laki itu meridhai anaknya untuk menjadi isteri Syin.

Kemudian Syin melamar, memperistri dan  kemudian memboyong puteri laki-laki itu ke kaumnya.  Dan kaumnyapu tau bawa kedua (suami istri) itu cerdas,  kemudian kaum berkata: Syin dan Thoyiba itu pasangan serasi, maka serasilah mereka.

 

Cerita ke 129 Tentang berlindung kepada Allah dan akibatnya.

Diceritakan dari sebagian ulama, bahwa beliau menjual budak perempuan kepada seorang laki-laki, kemudian beliau menyesalinya dan malu pada orang-orang untuk memmperlihatkan keadaannya yang seperti iru.  Menulis di kedua telapak tangannya merupakan kebutuha, kemudian Beliau berdoa:”Wahai Dzat Yang Maha mengabulkan doa, Engkau lebih megetahui apa yang aku inginkan.  Beliau tidak berkata suatu katapun dengan lisannya dan beliau mengagkat kedua tangannya.  Tiba-tiba beliau medengar orang berkata didepan pintu.  Beliau bertanya “siapa disitu”.  Orang itu menjawab:”Aku oranag yang membeli budak perempua, aku datang bersama budak permpuan”, Beliaupun sangaat gembira dan meminta budak itu kembali.  Beliau berkaata kepada orang tersebut:”Bersabarlah sehingga aku memberimu arga.  Orang itu berkata:”Aku tidak mengharapkan harga, aku telat mendapatkan gantinya yang lebih bagus, aku bermimpi seseorang berkata kepadaku:”Hai manusia sesungguhnya orang yang menjual itu adalah wali Allah dan hatinya bergantung pada budak itu.  Jika kamu megembalikan budak itu dengan tanpa meminta harga, maka aku memasukkanmu ke surga dan memberi pengganti dari kembalinya.  “Sungguh aku meninggalkan jejak pahala dengan hal tersebut atas harga, maka aku tidak mengambilnya dan semua telah berlalu.

 

Cerita ke 130  Tentang manfaat lari dari kematian

Alkisah pada awal zaman seorang Raja dari kerajaan ‘ad’at didatangi malaikat maut yang akan mencabut nyawanya.

Raja      : Siapakah Anda?

Malaikat maut : Aku malaikat maut yang datang utuk mecabut nyawamu.

Raja          : Aku mohonkan kepadamu untuk meundanya 7 tahun lagi, kemudian aku akan kembali pada kematian.

  Kemudian Allah mewahyukan kepada Malaikat maut:”Katakanlah padanya aku menudanya”. Kemudian Malaikat maut bercerita kepada Taja tersebut tentang Wahyu Allah tadi dan Malaikat mautpun pergi dari hadapannya.

  Raja memerintahkan untuk membangu benteng kokoh untuknya dan disekeliling benteng dibuat parit.

  Raja uga memrintah untuk membagu dinding dari batu, dan dipasang pintu-pintu yang terbuat dari besi dan tima, dan benteng yang diberi pagar yang besar yang membentenginya dari kematian.  Raja berkata kepada penjaga-penjaga pintu dan pengawalnya “janganlah kalian meninggalkan seorang yang menghadapku selamanya”.

  Ketika masa penundaan telah selesai, datanglah malaiakt maut,  Raja meliat malaikat maut.

  Raja         :  Darimana Anda datang dan darimana Anda masuk?siapa yang memasukkan Anda?

  Malaikat maut    :  Penjaga rumah ini yang memasukkanku.

  Raja memanggil pengawal dan penjaga pitunya.  Raja berkata:”Jangan kalian meninggalkannnya sampai menghadapku’, pengawal dan penjaga pitu bersumpah: bahwa merekan tidak meninggalkannya dan meliatnya, mereka juga tidak melihat seorangpun.  Pintu-pintu ini terkunci dan kuncinya kami jaga.  Malaikat mautpun merkata kepada Raja bahwa pejaga rumah ini tidak membutuhkan tembok dan tembok tidak membantah perintahnya.

Rajapun berbicara pada Malaikat maut.

Raja      : Apa yang Anda lakukan disini?

Malaikat maut : Mencabut nyawamu.

Raja      : Haruskah?

Malaikat maut : Ya

Raja      : kemanakah aku ketika nyawaku dicabut?

Malaikat maut :  Kamu berad dirumah yang aku bangun utukmu dan tempat tidur yang aku menidurkanmu pada dirimu sendiri.

Raja      : Bukankah aku rumah bagi diriku sendiri?

Malaikat maut : Ya

Raja      : Dimana rumah itu?

Malaikat maut : Di neraka yang mengelupas kulit kepalanya, yang memanggil orang yang membangkang dan yang berpaling  (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpanya.

Kemudian dicabutlah nyawanya dan semua telah berlalu.

 

Cerita ke 131 Tentang tidak adanya kemungkinan terbebas dari kematian

Diceritakan dari Wahab bin Marbah.  Alla mewahyukan kepada Nabi Ibraim bahwa mempersiapkan bekal dari kebahagiaan di duia dilihat sebagai keagugan, kemudian Nabi Ibrahim mencari dan berjala sammpai dibibir pantai. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang budak itam yang menggembala kambing.

Nabi Ibrahim  : Wahai pemuda apaka kamu punya arak atau susu?

Pemuda    : Aku punya s emua yang kau inginkan

Nabi Ibrahim  : Berilah aku air minum

Pemuda itu pergi dengan membawa tongkat sampai pada batu besar.  Pemuda itu berkata “aku sengaja mendatangimu wahai batu dengan hak cholilurrohmah kecuali apa yang muncul kepadaku adalah mata air.  Kemudian pemuda itu memukul batu dengan tongkatny, dengan kuasa Alla muncullah mata air.  Pemuda itu mendatangi Nabi Ibrahim dengan membawa ir, Nabi Ibrahim meminum air tersebut, Nabi Ibrahim melihat pemuda ini:

  Pemuda : Terkejutkah kamu dengan hal ini ?

  Nabi Ibrahim : Bagaimana aku tidak terkejut, aku belum perah melihat seperti ini sebelumnya.

  Pemuda  : Aku akan meceritakan keajaiban ini.  Allah akan mendatangkan aku kekasih kalangan Nabi dan aku tidak meminta kepada Tuhanku sesuatu dengan hak kekasih itu kecuali apa yang diberikan Tuhan kepadaku.

  Nabi Ibrahim : Akulah kekasih itu

  Pemuda  : Anda kekasih itu

  Nabi Ibrahim : Ya

  Pemuda itu berteriak dengan senangnya, kemudian pemuda itu mati ditempat itu juga.

   Allah menurunkan dari langit tongkat yan terbuat dari cahaya, kemudian tongkat itu mernggut mayat tersebut dan Nabi Ibrahim tidak tau apakah langit mengangkatnya atau bumi menelannya.  Nabi Ibrahim berjalan hingga mendaki gunug, tiba-tiba ada sebuah rumah yag mempunyai penjaga pintu yan kedua mata masing-masing penjaga merah, masuklah Nabi Ibrahim dalam rumah itu, didalamnya ada sebuah ranjang yang diatasnya tergeletak mayat laki-laki dan 70 puteri, diatas kepala mayat aada papan yang bertuliska, Aku adalah Syadad bin ‘ad, aku menggembala selama 1000 tahun, mengalahkan 1000 tentara,dan memperistri 1000 perawan, putraku  1000.  Aku membangun kota Iskandariyah, ketika kematianku dengan sekawanan kambing dan berkumpullah para Tabib-Tabib seluruh penjuru bumi kerajaanku, mereka (sekawanan kambing) tak kuasa menahanku dari kematian, kemudian siapaun yang melihatku niscaya ia tak akn tergetar ole mewahnya dunia.

Orang itu berkata : Wahai manusia kalian menyepelekan dunia atas diri kalian semua, sesungguhnya kalian tidak memiliki lebih banyak apa yang aku miliki, dan tidak menghidupi lebih banyak dari apa yang aku hidupi, da kalian tidak megumpulkan (harta) lebih banyak dari apa yang aku kumpulkan,  dan kalian tidak merizkikan anak cucu kalian lebih banyak dari apa yang aku rizkikan.  Ingatlah dunia itu penipu, pembuuh, dan mempermain ahlinya.

  Kemudian Nabi Ibrahim keluar dari tempat itu, kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim.   Allah berfirma kepada Nabi Ibrahim bagaimana pengamatanmu?  Nabi Ibrahim menjawab Tuhanku aku melihat hal itu sebagai hal yang mengagumkan.  Allah berfirman kembalilah wahai Ibrahim, sesungguhnya keajaiban-keajaiban itu banyak, tidak kekuatan bagimu utuk melihatnya (keajaiban-keajaiban).

 

Cerita yang ke 132

Adalah peristiwa yang terjadi pada diri Al-Ma’mun beserta pamannya yakni Ibrahim.

Telah diceritakan dari Al-Waqidi yakni cerita yang dimuat oleh berbagai kitab bahwasanya ia berkata’ Seseungguhnya Ibrahim bin Al-Mahdi saudaa Harun Al-Rasyid, pernah menaku sebagai Kholifah ditanah Ray setelah kematian saudaranya.  Hal ini terjadi pada masa pemerintahan keponakanny yagn bernama Al-Ma’mun.  ia juga menduduki jabatan sebagai raja ditanah Ray tersebut selama kurang lebih 30 bulan.

  Setelah itu al-Ma’mun dating ke tanah Ray.  Kemudian Ibrahim bin Al-Mahdi bersembunyi .  mak Al-Makmun sangat giat dalam mencarinya dan akan memberi 100 ribu dinar untuk oran yang akan membawa Ibrahim Al-Mahdi kepadanya.

  Karena itu Ibrahim bin Al-Mahdi berkata “Aku mengkhawairkan diriku sendiri dan bingung terhadap masalahkku.  Bumi ini sngatsempit bagiku maka harus kemanakah aku pergi?”,  lalu aku keluar dari rumahku dengan menyamar pada waktu tengah hari padahal waktu itu sangat panas.  Kemudian aku sampai pada jalan buntu lalu aku berkata Innalillahi wainna ilaihi roji’un.  Sungguh aku melihat diriku akn binasa.  Jika aku kembali pada perkara yang akan menjadikan aku diadili padahal aku dalam keadaan ingkar.  Kemudian aku melihata seorng hamba sahaya didepan jalan yang sedang berdiri didepan rumahnya.  Lalu aku menghampirinya dan berkata kepadanya” apakah kamu punya tempat yang dapata kugunakan untuk tidur saat ini?”, maka ia menjawab “ya”, kemudian ia membuka pintu seraya berkata “masuklah”, kemudian aku masuk kedalam rumahnya yang begitu bersih , didalamnya telah terhampar alas tidur dari kulit yang teramat bersih dan sekat-sekat kamar.  Kemudian ia mengunci pintu dan berlalu, maka aku mengira bahwasanya ia mengharapkan sayembara Al-Ma’mun dan sungguh ia lau meninggalkanku. Setellah itu aku tidur siang didalam kamar.

  Pada suatu ketika sebagaimana hari-hari biasa, aku menghampirinya sementara ia membawa bahan kebutuhannya baik berupa roti, daging, siblok baru, ceret baru, dan minuman serta menuangkannya, kemudian ia menoleh kepadaku seraya berkata” Allah telah menjadikan diriku sebagai tebusan bagimu wahai junjunganku”.  Aku hanyalah seorang laki-laki ahli bekam.  Hamba juga yakin bahwa Tuan mengetahuia apa yang dapat aku persembahkan dari apa yang aku kerjakan.  Mungkin saja terkadang Tuan tak dapat menerima apa yang aku persembahkan.  Ini semua diluar kekuasaanku.  Oleh karena itu berbuatlah apa yang hendak Tuan maui.

     Kemudian ia berjpaling dariku sungguh waktu itu aku sangat lapar, lalu aku memasak untuk diriku sendiri sekedar  aku merasa nikmat.  Ketika aku mengatur persiapan makan maka ia berkata padaku,”wahai Tuan apakah tuan menginginkan minuman, dengan minuman  akan hilanglah segala kesedihan hati gembira dan hilanglah segala kesusahan maka akukpun menjawab, “tidak mengapa”.  Hal itu kulakukan agar ia merasa senang, lalu ia dating menghampiriku dengan membawa wadah-wadah dari kaca yang masih baru belum pernah dipakai dan bersih dari debu.  Lalu ia berkata,”wahai Tuanku hilangkan dahaga Tuan sesuka Tuan.” Lalu aku memuaskan minum, menghilangkan haus.  Lalu ia membawa ssegelas baru buah-buahan dan bunga pada baskom baru yang lebar, lalu ia berkata,” perkenankan aku minum dan duduk bersama Tuan”.  Lalu aku menjawab,” lakukanlah.” Maka aku dan dia minum bersama selama aku merasa minuman telah mengalir maka ia berdiri dan membuka almari lalu mengeluarakn sebuah kayu lebar kemudian ia berkata,” wahai Tuanku hamba tak kuasa memintamu kekayaan akan tetapi bahan hak penghormatanku wajib atas keperwiraan Tuanl maka jika Tuan melihat tuan membahagiakan hamba Tuan maka bagi Anda pendapat yang begitu luhur, lalu aku berkata kepadanya” Darimanakah bahwasanya aku ni adalah kekayaan yang paling baik bagimu?”.  Maka ia menjawab “subhanallah”.  Wahai tuanku, Engkau begitu sebab begini dan begini.  Engkau adalah Tuan Ibrahim bin Al-Mahdi, kholifah kami jpad w aktu kematin yang telah disayembarakan mempetoleh hadiah harta  100.000 oleh Al-Ma’mun bagi orang yang menunjukkan keberadaanmu pada hal Engakau berada dalam keamananku.

Ketika ia berkata seperti itu kepadaku sungguh ia merupkan orang yang agung dalam pandanganku dan jelslah keperwiraan tdi dan memperbaikinya.  Dan sungguh sebab ketertarikah hatiku, hilanglah kesedihan berpisah dengan anak-anakku dan negaraku.  Sungguh demi Allah, hal ini bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh dibebankan pada seorang tawanan.  Maka aku pun berkata:

“Semoga dzat yang telah menujukan ahlinya bertemu Yusuf menolongnya dalam penjara sedangkan dia adalah tawanan.”

Mengabulkan kita  dan menyakiti kita

Allah Tuhan seluruh alam adalah kuasa

Sungguh ia betul-betul dikuasai oleh kegembiraan yang begitu hebat, lebih-lebih disertai dengan minuman yang sangat l ezat (arak)

Pernah juga diceritakan bahwasanya Ibrahim Al-Mahdi ketiak berkata kepad pembantu laki-lakiny,” wahai pemuda pengikut Bagdad (anak betina kuda dengan keledai)”.  Maka orang yang mendengar perkataan Ibrahim Al-Mahdi tersebut akan sangat merasa gembira.

Dan karena kebaikan hati seorang ahli beak dan kuatnya kegembitaannyaia berkata “wahai Tuanku ijinkan aku menyanyikan sesuatu yang terbersit dalam hatiku meskipun aku  tidak ahli dalam hal ini.”  Lalu akupun menjawab,” ini adalh tambaha dari keperwiraanmu atas diriku dan kesempunaan serta bagusnya adab tata kramamu”.  Lalu ia mengambil kayu tongkat dan berkata,

Aku mengabdi keteman-teman kami tentang suat malam yang panjang lalu mereka bserkata kepada kami alangkah cepatnya malam bersama kita  tidur yan terlalu banyak pasti akan menutup mata mereka sehingga malam menjadi cepat dan mata kami belum pernah tertutup oleh tidur”

Ketika malam yang penuh bahaya mendekat sehingga membawa hawa kami lemah mereka bangga (merasa senang) ketika malam mendekat andaikata mereka itu menjumpai apa yang kita jumpai pasti mereka akn seperti kita dalam tempat pembaringan.”

Maka ia telah memasukkan kegembiraan yan relah tiada tambahan lagi sampai-sampai aku mengira bahwa rumahnya hampir-hampir berjalan katena kegembiraanku dan hilanglah segala kesedihan yang ada pada diriku.  Lalu aku meminyanya untuk berdendang lagi.  Maka ia berkata,”Wahai Tuanku sebab kecintaannku  dan pemuliaanku kepadamu maka aku akan bernyanyi,

Jelek kita, kita adalah oran yang sedikit jumlahnya lalu aku berkata suat yang sedikit takkan membayakan kita, tetangga kita mulya, tetangganya oran banyak itu hina.

Aku belum pernah melihat bahwa peprangan itu dapat mencela kaum ketika orang yang berperang dan penghunus pedang melihatnya.

Cinta kematian dapat mendekatkan ajal kepada kita sedangkan umur-umur memberi kematian segingga umur menjadi panjang.

Ibrahim berkata,”Sungguh akku sangat gembira dan aku tertidur lelap, dan tidak terjaga kecuali setelah waktu ‘Isya.  Kemudian aku membasuh mukaku.  Pikiranku  kembali kepada kemuliaan situkan bekam, bagusnya adab, kecerdasannya,”  Kemudian aku membagunkannnya dan membetina seluruh dinar yang ada pada kantongku,”  Aku berkata,”Selamat tinggal.  Aku minta kamu menggunakan dinar-dinar ini ,  kamu boleh meminta tambahan ketika aku aman dari rasa kekhawatiranku,”  Maka ahli bekam itu datan menghampiriku dan berkata,”  Wahai tuanku sesunguhnya orang-orang tagir seperti kami tidalkah ada kemampuan bagi mereka disisimu untuk mengambil sesratu yang telah dibetikan kepadakku oleh zaman sekaran ini yang disebabkan dekat denganmu dan pemberianmu kepadaku sebagai pengargaann.  Demi aAllah, sungguh jika engkau ulang lagi maka aku akan bunuh diri.”  Lalu aku memungut kantongku dan sungguha aku merasa berat untuk membawanya.  Ketika aku keluar mrninggalkan dia selama beberapa hari maka aku terbayang dia dan aku diliput rasa kekhawatiran orang yang berbuat dosa.  Aku terbayang-banyang bersedih, khawatir akan nasibnya jangan-jangan semua orang melihat dia sserta tempat tinggalny sehingga ia tak bias tinggal disuatu tempat.  Kalaupun tinggal maka ia akan terpaksa.  Sunguh aku sangat bingung sekitar 9 malam, berpindah-pindah ketempat yang lain melaui kegelapan malam.  Semoga penderitaan ini diketahui Allah.

Ibrahim berkata, lalu aku datang untuk melintasi jembatan, tempat bersih-bersih para manusia dimana ditempat tersebut Ibnu Al-Jahm seorang ahli syair berkata :

“Pandangan yang tajam antara kekokohan dan jembatan berpengaruh kepada keinginan untuk tahu dan tidak tahu”.

Terdapat sebuah jembatan yang kena air dan keadaannya licin, hal ini mengingatkan kepada seorang prajurit yang telah membantuku dan mengenaliku. kemudian prajurit tersebut mencari Amirul mukminin sehingga bertemu denganku .sebagian dari manisnya jiwa adalah memberikan sesuatu serta  kudanya, mungkin  awalnya dengan rasa cemas kemudiaan membuang rasa terserbut dengan  ringan atau memberi dengan ikhlas. Maka hal tersebut dapat menjadi pelajaran. Banyak orang berkumpul di jembatan tersebut maka saya dengan segera melaluinya sehingga saya memutuskan jembatan tersebut. Setelah itu saya melihat pintu terbuka dan didalamnya terdapat seorang wanita.

Saya berkata kepadanya :” wahai tuan putri kasihanilah saya dan jagalah  keselamatanku, sesungguhnya saya adalah seorang laki-laki yang sedang ketakutan  “ .

Kemudian  wanita tersebut bertanya kepada seorang pendeta yang lapang dan mulia. Ia pun  menyediakan kamar, tempat  tidur serta makanan untukku.

 Kemudian wanita tadi berkata: “ Redakanlah rasa takutmu karena  tidak ada  seorangpun yang mengetahuimu”. kemudian terdengar pintu diketuk dengan keras , lalu wanita itu keluar dan membukakan pintu . ketika pintu dibuka ternyata  yang diluar adalah suaminya dalam keadaan terbalut kepalanya dan bersimbah darah juga tanpa disertai dengan kudanya karena dia telah diusir olehnya.

  kemudian istrinya berkata kepadanya :” apa yang terjadi terhadapmu ? “

  Suaminya menjawab: “ saya hari ini dikalahkan oleh seorang pemuda “.

  Lalu dia menceritakan kisahnya kapada istrinya . kemudian isrtinya mengeluarkan robekan kain untuk membersihkan luka suaminya dengan  kapas lalu membalutnya . Lalu memberikan selimut kepada suaminya sehingga suaminya tertidur dengan lemas.

  Wanita itu kemudian melihat saya seraya berkata: “Apakah kamu mempunyai seorang hakim yang beristri ?.

  Saya menjawab: “ ya saya mempunyai “ .

  Maka wanita itu berkata lagi: “ tidak akan terjadi apa –apa terhadapmu dan kamu sekarang berada dalam kemuliaanku selama suamiku sakit”.

  Saya tinggal bersamanya selam tiga hari dengan kemulian dan keagungan. Wanita itu berkata lagi kepadaku: “sesungguhnya suamiku mengampuniku dan saya khawatir apabila dia melihatmu lalu dia memfitnahmu , maka selamatkanlah dirimu “.

Kemudian saya bersabar sampai malam hari dan saya merasakan kecantikan wanita tersebut.kemudian wanita itu keluar dan pergi kerumah tuanya yang telah memerdekakannya . ketika dia melihatku dia menangis dan marasa iba seraya dia memuji kepada Allah atas keselamatanku. Lantas dia keluar akan pergi ke pasar untuk membelikanku makanan . maka ketika itu dia menunjukan kepadaku atas hadirnya ibrahim beserta pasukannya yang berkuda dan tidak dan dia bersama ibrahim bermaksud untuk menyelamatkanku.

Sautu ketika saya menyaksikan kematian  didepan mata dan dia kelihatan  cantik lalu  membawaku ke seseorang yang bernama raja makmun yang telah menjabat satu tahun kemudian beliau mempersilahkanku masuk.

 Ketika saya menyamakan kekuasaannya maka saya tunduk dan patuh dengan kepemimpinannya.

Kamudian beliau berkata: “ Allah tidak menyelamatkanmu dan juga tidak memberimu kehidupan “.

Maka saya berkata kapada utusanmu “ sesungguhnya yang terjadi kepadaku adalah sebuah hukum Qhishos dan Ampunan . Dan kamu tahu bahwa ampunan itu lebih mendekatkan kepada ketaqwaan dan ampunanmu benar-benar menjadi lebih tinggi dari semua ampunan seperti dasaku lebih besar dari semua dosa .

 kemudian apabila kamu menghendakinya maka dengan hakmu dan apabila kamu memberikan ampunan maka dengan karuniamu , seperti dikatan dalam sebuah syair :

Dosaku kepadamu besar sekali dan kamu lebih besar dari dosaku maka ambilah hakmu pertama kali kemudian minta maaf dengan   tanggungan darinya . jika tidak ada kemuliaan dari pekerjaanku maka adakanlah .

kemudian raja tersebut mengangkat wajahnya seraya marah, maka dengan cepat saya berkata: “ Apakah dosaku benar-benar besar dan kamu berhak atas ampunan. Kemudian jika kamu memberi ampunan maka untuk  siapa  dan jika kamu menolak maka berlaku adilah.

Beliau berkata seraya memisahkan dan mempersilahkanku untuk beristirahat agar mendapatkan rahmat dalam hal ini.

Dan beliau mengarahkan kepada Abbas dan saudaranya yang bernama Abi Ishaq dan orang-orang yang hadir atau tamu tertentu dari bani Abbas dan lain sebagainya.

Kemudian beliau (Ma’mun) berkata: ‘’apa yang kalian lihat dalam urusannya?’’, maka kebanyakan dari mereka mengisyaratkan pembunuhan akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam pandangannya atas berlangsungnya hal tersebut, mereka mengharapkan keputusan yang baik menurut kerajaan. Dimana ada  seseorang memuji kepada Allah secara baik dan khusus bagi orang yang mengetahui hari-hari musyawaroh,

Lalu ma’mun berkata kepada Ahmad bin Khalid :”Apa yang kau katakan hai Ahmad ?Ahmad sadar dan juga cermat dengan cepat mengetahui terhadap beberapa isyaroh dan maksud pemimpinnya bahwa tujuan beliu adalah ampunan.akan tetapi ada sebagian orang lain yang menentang atas perkataannya .

 kemudian dia berkata :”Yaa amirul mu’minin sesungguhnya anda membunuhnya dan saya menemukan orang seperti anda melakukan yang sama, dan apabila anda mengampuninya maka anda tidak menemukan seperti anda melakukan hal itu.

kemudian Ma’mun lama menundukan kepalanya kebumi , dan bernyayi seraya berkata :

Kaum yang menghendaki membunuh sahabat Amim saudaraku maka niscaya kamu melemparkan panah mengenaku.

  Ketika saya melihat hal itu saya mengangkat kepala, lalu saya berpikir dengan keras di majlis tersebut dan saya berkata:” Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya Amirul mu’minin.

Kemudian Ma’mun mengarahkan kepadaku seraya berkata:”Tidak terjadi apa-apa atasmu yaa paman(Ibrahim) maka saya berkata:”Ya Amirul mu’minin dosaku lebih besar dari pada saya memenuhi dengan cara udzur, ampunanmu lebih besar dari pada saya mengucapkan syukur, kemudian saya memulai berkata :

Sesungguhnya Allah menciptakan kemudian yang menghimpunnya dalam tulang iga anak adam ini menurut imam saba’( ketujuh ). Hari manusia dipenuhi ketakutan penjagaan mereka terlindungi dengan hati yang khusu’ maka dengan hati yang ihlas dapat membuat hilang dosa-dosa ketika berbuat durhaka terhadapmu. Maka kamu memberi ampunan terhadap orang yang sama dan pemberi syafa’at tidak dapat menyafaatimu. Dan kamu mengasihi anak burung seperti anak burung yang di temukan dan seperti burung hunain yang melahirkan dengan hati yang gelisah.

kemudian Ma’mun berkata:” Hai paman tidak ada cela atas dirimu maka bener-bener saya mengampuninya dan saya akan mengembalikan  seluruh apa yang telah saya ambil darimu dan saya mengizinkanmu mengikuti kapanpun kau mau.

 kemudian dia berkata lagi:” Hai paman matikan dendamku dengan kehidupan yang penuh ampunan . maka saya minta maaf kepadamu dan saya tidak merasakan sedikitpun anugerahnya orang-orang yang memberi syafat kepadamu.

kemudian Ma’mun bersujud lama sekali lalu bangkit seraya berkata: ”Hai paman apakah kamu mengerti kenapa aku bersujud”, maka Ibrohim menjawab:” Karena bersyukur kepada Allah yang telah mengarahkanmu dari musuh rakyatmu”, maka beliu berkata lagi: ” Saya tidak mengharapkan ini akan tetapi karena bersyukur kepada Allah yang telah mengilhami ampunan atasmu dan bersihnya jiwa atas dirimu.

Ceritakanlah kepadaku apa yang terjadi atas dirimu maka saya ( Ibrohim) menjelaskan kepadanya gambaran urusanku dan apa yang terjadi terhadapku beserta seorang pembekan, seorang prajurit ,istrinya (prajurit) dan tuanya.

 kemudian seseorang yang hadir berkomplot untuk membunuhku dan terdapat tuanku yang menanti hadiah dari tanganku di rumahnya.

Kemudian  beliu (Ma’mun) berkata kepada wanita itu, ketika  beliau mengundangnya : “ apa yang kamu bawa, atas  apa yang kamu lakukan dengan tuanmu?.

Wanita itu menjawab : ”Senang dalam kemewahan”.

Beliau berkata lagi : ’’Apakah kamu mempunyai anak dan suami?’’.

Dia menjawab: ‘’Tidak’’.

Maka beliau memerintahkan untuk memukulnya dengan 200 cambukan dan memenjarakannya selama-lamanya.

Kemudian beliau mengarah kepada seorang prajurit seraya berkata: ‘’Kamu telah melakukan kebaikan yang mengadakan pembekaman dan menyerahkan kepada orang yang telah ditentukan dengan kain pembekam sampai mengerti pembekaman dalam persoalan anak-anak yatim dan kemuliaan istrinya serta memasukkan istrinya mendekati keharaman.

Beliau berkata lagi:’’Ini wanita berakal yang mempunyai cita-cita yang bagus.

Maka  Ma’mun berkata kepada seorang pembekam: ‘’Tunjakanlah kepadaku atas wibawamu apa yang mewajibkanmu dalam kemuliaanmu’’.

Beliau memerintahkanya untuk menyalamatkan rumah seorang prajurit serta apa yang ada didalamnya, kemudian beliau memberikan dan menganugrahkan kepadanya rizqi yang banyak dan menambahkan uang seribu dinar setiap tahun.

 Maka Allah mengasihi dan mengampuni mereka semua walaupun mereka dalam keadaan berdosa. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.

 

CERITA 133   TENTANG KEFASIHAN DAN KEMULIAAN

Diceritakan dari Abdullah bin Abbas. Dia adalah seorang tokoh atau pemuka yang dermawan dan terhormat. Sesungguhnya beliau menempati tempat tinggalnya dan  pergi dari negara Syam menuju ke negara Hijaz, kemudian Dia meminta pada pembantunya untuk membawakannya makanan,  ternyata mereka tidak menemukannya.

  Setelah itu  dia berkata kepada utusanya : ‘’pergilah Kamu ke suatu daratan atau daerah, mudah-mudahan Kamu menemukan sebuah ladang dan perkampungan yang terdapat susu dan makanan.

Kemudian  berlalulah pembantu-pembantunya, kemudian mereka bertemu seorang wanita tua.

Lalu mereka berkata kepada wanita tersebut: ‘’Apakah Kamu mempunyai makanan yang dapat Kami beli?’’.

Wanita tua itu menjawab : ‘’ makanan yang untuk diperjual belikan itu tidak ada’’.

Sebagian dari mereka berkata : ” beri kami separonya :”

Wanita itu berkata lagi :” Akan tetapi Saya mempunyai maksud untuk diriku dan anak-anakku ”.

 Mereka berkata: ‘’Dimana anak-anakmu?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’mereka sedang menggembala mungkin sebentar lagi pulang ’’.

Mereka berkata lagi: ‘’Saya tidak menghitungmu dan anak-anakmu?’’,

Wanita itu berkata:” ada roti diatas bara api yaitu abu panas”.

Mereka berkata : “ tidak adakah sesuatu selain itu? “.

 Wanita itu menjawab : “ Tidak ada “.

Sebagian dari mereka berkata :” Berilah aku separonya “.

Maka wanita itupun berkata : “  Adapun sesisir roti atau separuh roti tidak Saya berikan kepadanya, sedangkan  roti yang utuh saya memberikannya.

 Kemudian mereka berkata kepada wanita itu: ‘’Kami mencegah separuh dan memberikan seluruhnya.

Kemudian wanita itu menjawab: ‘’Betul, karena sesungguhnya memberikan sesisir roti adalah pekerti yang rendah dan memberikan utuh adalah kesempurnaan dan afdhol, maka Saya mencegah apa yang merendahkanku dan Saya memberikan apa yang dapat mengangkatku.

Lantas mereka memberikan kepadanya dan wanita itu  tidak berkata  kepada mereka, dari mana mereka dan dari mana mereka datang?.

 Maka ketika mereka datang kepada Abdullah dan memberitahukan kepadanya tentang wanita itu, maka Abdullah terkejut dengan kabar tersebut.

Kemudian beliau berkata kepada mereka: ‘’Bawalah mereka saat ini, kemudian mereka kembali lagi kepada wanita itu dan berkata kepadanya: ‘’Ikutlah bersama Kami menuju sahabat Kami karena beliau menghedakimu’’.

Maka wanita itu berkata: ‘’Siapakah sahabat kalian?’’.

Merreka menjawab: ‘’beliau adalah Abdullah bin Abbas”.

Wanita itu berkata lagi: ‘’Saya tidak mengenal nama ini dan siapakah Abbas ini?’’.

Mereka menjawab: ‘’Beliau adalah paman Rasulullah SAW.

Wanita itu berkata: ‘’ Dan beliau adalah bapak kalian yang terhormat dan mulia, dan keturunannya yang mulia pula’’, Dan mengapa beliau menghendakiku?’’.

Mereka menjawab: ‘’Beliau akan mencukupimu dan akan berbuat baik padamu.

kemudian wanita berkata: ‘’Aduh, demi Allah apabila beliau mengerti apa yang saya lakukan dan menggantikan apa yang saya  berikan, maka bagaimana?,  Padahal wajib bagi makhluk untuk saling membantu sebagian dengan yang lain.  Maka mereka senantiasa bersamanya sampai mereka membawanya kepada Abdullah.

Ketika wanita itu sampai kepada Abdullah ia memberi salam kepadanya dan beliau menjawab salamnya, kemudian beliau mempersilahkan duduk kepada  wanita itu.

Lalu Abdullah berkata kepada wanita itu: ‘’Dari mana Kamu?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’Saya dari bani Kalb”.

Beliau berkata lagi: ‘’bagaimana kabar Kamu?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’Saya tidak tidur sedikitpun semalaman,  sampai saya terjaga  beberapa malam, kemudian saya melihat sesuatu yang dapat menyedapkan pandangan mata. Maka ia tidak menemukan sedikitpun kehidupan dunia kecuali apa yang ia telah temukan.

Abdullah  berkata : “Apa yang dapat kamu berikan kepada anak-anakmu jika mereka hadir “.

Wanita itu menjawab “:saya akan memberikan kepada mereka apa yang dikatakan oleh chatim Tho’I:

Aku telah menunduklan rasa dahaga dan selalu melidunginya sehingga aku mendapatkan makanan yang mulia .

kekaguman Abdullah  bertambah setelah beliau mendengar Syair itu lalu beliau bertanya kepada wanita tersebut : “ Bila anakmu datang kepadamu sedangkan mereka dalam keadaan lapar apa yang apa yang engkau perbuat?”.

Lalu wanita itu menjawab : Hai Abdullah , mungkin menurutmu sepotong roti itu sangat berharga sehingga yang kau bicarakan  hanya roti tersebut . Lupakanlah masalah ini karena masalah ini dapat merusak jiwa dan meninggalkan sebuah kehinaan.

kemudian Abdullah berkata :’ datangkanlah anak-anaknya kepadaku, lalu mereka  mendatangkan anak-anak tersebut.

Ketika anak-anak mendekati Abdullah mereka melihat ibunya, lalu mereka mengucapkan salam.

Lalu Abdullah mendekat kepada mereka dan berkata  : “ Aku tidak memanggilmu dan ibumu karena aku benci, tetapi karena aku cinta  kesolehanmu dan rasa sakit yang disebabkan makan sedikit .

Kemudian  anak-anak berkata  : “ Ini masalah kecil, terkecuali sebuah permintaan atau mengimbangi perbuatan orang terdahulu”.   Abdullah berkata ; “ tidak seperti apa yang kau maksud , tetapi malam ini  aku ingin mendampingi kalian semua . maka aku berkeinginan meletakan sebagian hartaku kepada kalian semua.

Lalu mereka berkata :” Hai Abdullah Kami hidup terbiasa dan juga rezeki yang serba tercukupi ,   berikanlah harta itu kepada orang yang berhak, tetapi bila engkau memulai memberikan yang pertama kali tanpa harus didahului permintaan maka terima kasih atas pengertianmu dan kebaikanmu diterima.

kemudian Abdullah berkata :” semua untuk itu , lalu beliau memerintahkan mereka untuk membawa 10000 dirham dan 20 unta.

Kemudian Wanita itu  barkata kepada anak-anaknya  :” Hendaklah masing-masing kalian  berkata sesuatu tentang gandum nanti aku akan mengikutimu. 

Maka   anak  yang  paling  besar berkata :”Aku menyaksikan kebaikan ucapan dan  perbuatanmu”.

Kemudian  anaknya yang kedua  berkata :” saya menderma dengan kemurahan hati sebelum diminta merupakan pekerjaan yang agung  dan kemuliaan hati”.

Lalu anak yang terkecil berkata :” wajib bagi orang yang”.  perbuatannya seperti ini untuk mebdapatkan perlindungan manusia.

Lalu yang lebih tua berkata :” Demi Allah seumurmu kau akan mendapat keagungan dan terjaga dari kedzaliman dan kehancuran”.                  

 

CERITA ke 134  TENTANG KEUTAMAAN SHODAQOH

Telah diriwayatkan Abdullah bin Mubarak, beliau memasuki kota Kuffah hendak berhaji, beliau melihat seorang wanita yang mencabuti itik diatas tempat pembuangan kotoran, kemudian Dia mengira bahwa itik tersebut sudah menjadi bangkai.

Kemudian  Abdullah berkata pada wanita tersebut: ‘’Hai wanita, apakah ini bangkai atau hewan yang disembelih?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’Ini bangkai, dan Saya bermaksud memakannya untuk mencukupi nafkahku.

Kemudian Abdullah berkata lagi: ‘’Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bangkai dan Kamu (wanita) di negara atau daerah ini malah memakan bangkai tersebut.

Kemudian wanita itu berkata lagi pada Adullah: ‘’Pergilah dariku’’. maka tidak henti-hentinya Abdullah sehingga kembali kepada wanita tersebut.

Maka  wanita itu berkata lagi kepadanya: ‘’Saya memiliki beberapa anak dan mereka tidak menemukan makanan selama sebulan’’.

Lalu Abdullah pergi hendak membawa makanan, pakaian dan lain-lain berikut bagolnya.

Kemudian Abdullah datang kembali beserta bagalnya kerumah wanita itu seraya beliau berkata: ‘’Ini sedekah berupa pakaian dan makanan, ambillah pula olehmu bagol itu.

Setelah itu Saya melakukan haji sampai selesai. Sehingga para jama’ah haji pulang ke negaranya masing-masing, kemudian orang-orang pada mengunjungi mereka dan merasa senang atas hajinya.

Kemudian Abdullah berkata kepada orang-orang bahwa dirinya tidak melakukan haji pada tahun ini. Lalu ada seseorang berkata: ‘’Maha suci Allah bukankah Aku menitipkan kepadamu nafkahku dan Kita pergi bersama lalu aku membawanya dengan sepengetahuanmu?’’.

Berkata tiga laki-laki yang lain: ‘’Tidakkah Kamu memberi air di tempat itu?’’. Berkata tiga laki-laki yang lain  lagi : ‘’Apakah Kamu tidak membeli ini itu?’’.

Kemudian  Abdullah berkata pada mereka: ‘’Saya tidak mengerti apa yang Kalian ucapkan ‘’, dan Saya tidak melakukan haji pada tahun ini.

Pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan seseorang yang berkata: ‘’Hai Abdullah, sesungguhnya Allah telah menerima sodhaqohmu dan Allah telah mengutus Malaikat atas dirimu untuk melakukan haji.   

 

CERITA  ke 135  TENTANG HAL-HAL YANG TERJADI PADA IBU NABI MUHAMMAD SAW SEBELUM MELAHIRKAN

Telah diriwayatkan, bahwa Dewi Aminah yaitu ibunda Nabi Muhammad SAW  beliau bermimpi bertemu dengan seseorang yang  berkata: ‘’sesungguhnya Kamu telah mengandung seseorang (rajanya) makhluk dan sebaik-baiknya isi bumi.

Maka ketika Dewi Aminah melahirkan dinamainya anak tersebut dengan nama Muhammad dan ditemuinya bayi tersebut dalam keadaan yang sempurna. Dewi Aminah berkata: ‘’Ketika Aku sadar Aku melihat disamping kepalanya terdapat papan nama yang terbuat dari emas dan bertuliskan:

Aku berlindung kepada tuhan untuknya dari kejahatan, setiap orang yang dengki dan setiap makhluk yang jadi mata-mata dari  yang lemah dan yang kuat                      

Dan setiap jin yang akan membawa ke sesuatu tempat   pada jalan kedurhakaan.

             Saya mencegah mereka darinya   dengan    Allah yang luhur .  dan  menjaganya dari mereka dengan tangan yang luhur dan terbuka, kekuasaan Allah diatas kekusaan mereka   ( manusia ) . Penghalang Allah tanpa memusuhi mereka .  mereka tidak memukul dan menyesatkannya  baik di waktu malam ataupun siang , berkedudukan atau tidak dalam sehari semalam selama beberapa hari , ketika melahirkan saya mendengar orang yang memanggil dan berkata :” Lahirnya Nabi Muhammad menyebabkan munculnya  semua bumi , lahirnya para Nabi , Beliau diperlihatkan kepada semua jenis-jenis yang bernyawa yaitu manusia, jin, malaikat, burung dan binatang liar, Beliau diberi sifat penciptaan Nabi Adam, pengetahuan Nabi Syis ,keberaniaan Nabi Nuh , kasih saying Nabi ibrahim , kefasihan bicara Nabi Isma’il, Keridhoan Nabi Ishaq,kepasihan orang sholeh , kebijakan Nabi Luth, kesosialan Nabi Ya’qub, ketampanan Nabi Yusuf, kekuatan Nabi Musa , kesabaran Nabi Ayub, ketaatan Nabi Yunus ,perjuangan  Nabi Yusya’ , suara Nabi Daud, kecintaan Nabi Daniel, kewibawaan Nabi Ilyas , kehati-hatian Nabi Yahya, kezuhudan Nabi Isa, dan semua akhlaq para nabi ditancapakan pada Beliau.   

 

CERITA  ke 136 TENTANG KEAJAIBAN KETIKA NABI  ( KHIDIR ) DILAHIRKAN

Dikisahkan ketika kelahiran ( khidir ) Nabi Muhammad SAW. Ada seseorang yang  bertanya kepada orang lain : “ Seumur hidupmu apa yang membuatmu kagum?”.

Maka orang tersebut menjawab: “ Yang membuatku kagum adalah ketika aku melewati sebuah daerah yang sunyi dan tandus, kemudian aku meninggalkannya selama 500 tahun. Setelah itu aku kembali lagi ketempat itu, dan aku melihat kota tersebut berubah menjadi klota yang megah, indah serta dipenuhi dengan pepohonan dan sungai yang mengalir………

Belum ada,  di makrus*

cerita 136-149  belum ada

Cerita ke 144 tentang keutama’an adil dan menjauhkan hasad

 

        Di beritakan “ bahwasanya kholifah Al ma’mun mendengar kabar tentang adilnya raja kisro ‘Al ma’mun berkata sampaikan bahwa bumi tidak akan menyaiksa jasadnya ratu yang adil aku menyangka bahwa akumengetahui tentang hal itu adalah hak raja kisro lantas dia mengunjunginegara kisro lalu dia menggali kuburan raja kisro dan masuk ke dalamnya membuka wajahnya (lalu dia melihat )ternyata dia masih dalam keada’an bagus dan pakaian yang menempel di jasadnya juga masih utuh . dan melihat cincin dari yakut merah yang di jari raja kisro yang tidak di miliki oleh raja – raja sepertinya . dan al ma’mun mendapati ( pada raja kisro terdapat ) tulisan berbahasa Persia seketika itu al ma’mun merasa kagum dan dia berrkata bahwa orang ini adalah orang majusi , seorang penyembah api dan Allah tidak menyia- nyiakannya atas apa yang telah di perbuatnya yaitu berbuat adil kepada rakyatnya . kemudian al ma’mun memerintahkan untuk menutupnya dengan sutra yang berlapis emas dan mengembalikannya ke liang kubur seperti semula, al ma’mun memiliki pembantu kusus? Dan al ma’mun lalai lantas pembantuitu mengambil cincin itu , ketika Al ma’mun mengetahui hal itu lantas ia menghukum pembantunya dengan sribu cambuk dan membuangnya kelereng bukit dan mengembalikan cincin itu ke jari raja kisro seperti semuladan dia berkata :sesungguhnya pembantu ini ingin memperlihatkan kepada kita diantara raja- raja dari ‘ajam sampai akhirnya mereka berkata Al ma’mun menggali kubur lanta al ma’mun memerintahkan untuk menuangkan timah pada makam raja kisro sehingga tidak dapat di buka lagi .

Cerita ke 145  tentang asal adanya kitab 1001 satu malam

           Dikisahkan : Bahwa ada seorang raja dari raja- raja Persia ketika menikahiwanita dan menggaulinya dimalam harimaka dia akan membunuh wanita itu di pagiharinya lantas dia menikahi seorang gadis dari beberapa gadis itu ada yang ada yang memiliki ke cerdasan dan cantik ketika gadis itu mendatangi, maska gadis itu menyambutnya dengan mengigaudari ucapan –ucapan orang yang mengigau maka selamatlah dia di malam itu sampai akhir nya fajar tiba maka dan sirnalah pengharapan raja untuk mengharapkan kesempurna’an di malam itu ketika datang malam berikutnya sang raja meminta kesempura’an malam pada gadis itu dan hal iniberjalan selama 1001 malam dan selama itu pula sang raja menjima’ istrinya sampai akhirnya sang istri mengandung anak sang raja dan sang istri memperlihatkan anaknya pada sang raja dan menimangnya dan istrinya membritakan kea’adnnya kepada raja ,dan raja memikirkannya sampai akhirnya raja bersumpah kepadanya.

       Setelah itu sang raja menuliskan sebuah nama padaselembar kertas Semua itu adalah kebohongan besar sebagian ulama berkata bahwa   / ?  /  adalah suatu asal kemunculan  dongeng /takhayul di tanah Persia wallahu Abdullah bin 'umar’lamu

 

146 .Dalam ikhlas dalam berbuat untuk meraih ridlo Allah

       Di ceritakan bahwa Ali memukul jatuh laki laki pada sebagian peperangannya dan dia duduk di atas dadanya untuk memenggal  kepala laki-lakiitu lantas laki- laki itu meludaih wajahn Ali lantas Ali meninggalkanya , lantas Ali ditanya tentang kejadian itu dan Alimenjawab dia telah meludaih wajahku ,aku takut  jika aku membunuhnya kalap karna kejadian itu dan aku tidak mau membunuh kecuali ikhlas karena Allah .

 

147 . Tentang memuliakan tamu

            keajaiban : sebagian orang soleh berkata: paham adat kami tidak ada menengok wanita  lanta aku mendengar wanita soleh yang berada di sana yang terkenal kemulia’annya lantas aku ingin sekali untuk pergi  menengoknya untuk melihat kemulia’annya dia mempunyai kambing yang di peras susunya dan madu ketika aku sampai di desa di mana dia tinggal aku membeli gelas , lantas aku mendatanginya  aku bersalam kepadanya lalu aku berkata kepadanya : aku ingin melihat kemulia’an pada kambingmu ,Dan wanita itu menjawab dengan senang hati dan sampailah aku pada kambing itu lalu aku memeras susudan madunya serta meminumnya setelah aku melihat hal itu akumerasa kagum dan menanyakan kepada wanita itu , danwanita itu menjawab : aku hanya memiliki seekor kambing yang diperas susunya untuk anak dan aku tidak memiliki apa apa . lantas tibalahhari raya dan dia berkata (ba’du solikhin )/(marah )suamiku hendak menyembelih kambing ini di hari ray lalu akuberkata kpadanya jangan kamu lakukan 

 

 

Cerita ke 150   (Judul Tanya sama  Ida )

Sebagaian ulama berkata, “ Aku memasuki rumah temanku untuk mengunjunginya dan meninggalkan himarku di depan pintu karena tidak ada pelayan yang bersamaku untuk menjaganya. Ketika aku keluar tiba-tiba seorang anak kecil menaikinya. Aku berkata,” Kamu menaiki himarku tanpa seizinku”. Dia menjawab, “ Aku khawatir dia akan pergi jadi aku menjagakannya untukmu”, Aku berkata kepadanya, “ Jika dia pergi maka hal itu lebih mudah bagiku dari pada menetapnya”, Dia menjawab, “ Kalau itu pendapatmu maka anggap saja dia pergi dan berikan dia padaku sehingga bertambahlah syukurku”, Maka aku tak tahu dengan apa aku menjawabnya.

 

Cerita ke –151 “ Jawaban yang baik”

  Al Mu’tashim pergi untuk mengunjungi Khoqqon, sementara Fath bin Khoqqon adalah anak kecil yang berada di sampingnya. Khalifah Al Mu’tashim beratanya kepada  Fth bin Khoqqon, “ manakah yang lebih baik ? Rumah Amirul Mukminin atau rumah ayahmu ?” Fath bin Khoqqon menjawab,” Rumah ayahku selama di dalamnya lebih baik dari pada rumah Amirul Mukminin”. “ Kemudian Al Mu’tashim memperlihatkan sebuah kismis di tangannya dan bertanya,” Hai Fath, apakah kamu melihat sesuatu yang lebih baik dari pada kismis ini ? Fath bin Khoqqon menjawab,” Ya, yaitu tangan yang di dalamnya terdapat kismis”.

 

Faedah “ Perbedaan antara Buhtari dan Bukhtary”

Buhtary dengan ha’ tidak bertitik adalah penyair terkenal. Bukhtary dengan kho’ bertitik adalah Qodhi Madinah Rasul Daw. Dan walikota Baghdad sesudah Abi Yusuf, sahabat Imam Abu Hanifah. Beliau meninggal pada tahun 180 pada masa kekhalifiahan Al Makmun

 

Cerita ke-152  “Mencari kebaikan dengan Isyaroh”

( Nuktatun ) Diriwayatkan bahwa Ibnu “Unain dam Ibnu Malik Al Mudahoffar, penguasa kota Damsyiq bersahabat. Ibnu ‘Unain demam keudian dia menulis surat kepada Ibnu Malik Mudhoffar :

Dia selalu melihatku dengan pemandangan sebagaimana pandangan raja yang suka berdermawan dan mendapatkan tanpa harus mengambil balas.

Aku seperti orang yang aku membutuhkan apa yang dibutuhkan orang itu. Jadi aku akan menjarah pahala dan pujian yang sempurna.

Kemudian Ibnu Malik datang sendiri dengan membawa uang 300 dinar dan berkata kepada Ibnu ‘Unain, “Ini adalah shilah dan aku ‘a-idnya”.

Ini adalah pendapat cerdas dan pemahaman Ibnu Malik sekiranya dipahami bahwa   alladzi  adalah isim mausul yang membtuhkan shilah dan ‘a-id. Dia menyerupakan dirinya dengan hal tersebut, jadi shilah adalah sesuatu yang menghubungkan Ibnu ‘Unain dan Ibu Malik, dan ‘a-id kembali pada isim mausul dengan perantara shilah dengan berulang kali atau dengan perantara kunjungan kepada orang sakit. Wallohua’lam

Ø  Nuktatun

 “ Sebab sebab Kecocokan ”

  Malik bin Dinar berkata,” 2 orang tidak bisa cocok dalam pergaulan kecuali terhadap sifat sejenis diantara keduanya. 2 jenis burung juga tidak bisa cocok kecuali seperti itu. Suatu hari Malik bin Dinar melihat merpati dan gagak. Dia heran akan kecocokan mereka dengan perbedaan sejenisnya. Ketika berjalan ternyata merka pincang, malik bin Dinar berkata, “ Inilah sumber kecocokan mereka karena semua manusia tidak suka, kecuali pada yang serupa dan semua burung tidak suka kecuali pada yang sejenis. Jika tidak sejenis maka pasti berpisah, seperti perkataan penyair.

-          Ada orang bertanya, “ Bagaimana kalian berdua berpisah ? maka aku mengucapkan perkataan yang mengandung keadilan.

-          Dia bukan dari golonganku maka aku meninggalkannya. Manusia itu bermacam-macam.

 

Cerita ke-153  “ Sebab turunnya firman Allah Ta’ala

  Sebagian ualama berkata, “ Saya berada di perjalanan bersama seorang teman. Malam harinya kami memberi tumpangan kepada penggembala kambing. Pada tengah malam seekor anjing hutan datang menyerang domba jantan dari kambing-kambing penggembala tersebut. Si penggembala melompat dan berkata, “ hai penguin jurang, tetanggamu telah mengizinkan aku. “ kemudian seorang pengundang memanggil, Hai anjing hutan, bebaskan domba jantan itu ! maka domba jantan datang dengan mengikat musuhnya sampai tiba diantarakerumunan kambing-kambing. Kemudian Allah menurunkan ayat :

 

Cerita ke-154  “ Burung Nasar dan Ikan Paus ketika turun dari surga “

  Diceritakan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan dari surga ke bumi, tak ada satu makhlukpun di bumi selain burung nasar di daratan dan ikan paus di laut. Burung nasar berlindung dan bermalam di samping ikan paus. Ketika burung nasar melihat Nabi Adam, burung nasar mendatangi ikan paus dan berkata, “ Hari ini aku menemukan orang yang berjalan dengan kakinya dan bertindak dengan tangannya dibumi”. Ikan paus berkata,” Jika kamu benar, maka tidak ada tempat berlindung bagi kita tidak di daratan, tidak pula di lautan”. Sejak saat itu mereka berpisah.

 

Cerita ke-155  “ Sebagian Pertanyaan yang mengagumkan “

Telah diceritakan bahwa ada seorang pemuda mendatangi Imam Haromain. Dia mengadukan bahwa dia mempunyai uang 1000 dinar. Dia duduk di samping Imam Haromain. Kemudian beliau bertanya, “ Apakah Sang Pencipta ‘Azza Wa Zalla mempunyai arah ?” Beliau menjawab, “ Allah maha luhur dari hal tersebut ”. Hadirin kembali bertanya, “ Apadalil Anda ?” Beliau menjawab”. Sabda Rasulullah Saw. Ynag berbunyi : “ Janganlah kalian melebihkan aku atas Yunus bin Mata. ” Kemudian hadirin bertanya, “ Apa pedoman hal tersebut ? “ Beliau mejawab Aku tak akan mengatakan pedomannya kepada kalian sampai kalian memberi uang 1000 dinar kepada tamuku yang diunakan untuk membayar hutang”. Kemudian 2 orang pemuda dari mereka melaksanakan hal tersebut Imam Haromain kemudian menjelaskan, “ Ketika Nabi Saw. Sampai di permadani yang luhur beliau berhenti saat mendengar suara pena yang menulis takdir-takdir, 2 orang pemuda menyelamatkan tamuku degan sesuatu yang mereka menyelamatkannya dan Imam Haromaindi beri wahyu sesuatau yang diwahyukan, maka tidak ada yang lebih dekat dengan Allah dari pada Yunus As. Yang berada di perut Ikan paus dalam gelapnya malam.

 

Cerita ke-156 “ Kekuasaan Allah Ta’ala “

  Diceritakan bahwa Nabi Sulaiman As. Memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengizinkannya menjamu semua binatang selama 1  hari dan Allah mengizinkannya. Kemudian beliau mengumpulkan makanan dalam waktu yang lama lalu memohon kepada Allah Untuk memenuhi JanjiNya dan Allah mengabulkanNya. Kemudian seekor Ikan Paus muncul dari laut dan memakan semua makanan lalu berkata kepada Nabi Sulaiman As, “ Beri aku tambahan wahai Nabi sulaiman ! Sesunggunya aku belum kenyang”.

Beliau menjawab, “ Tidak ada lagi sesuatu yang tersisa di sampingku. Apakah setiap hari 3 kali lipat dari ini ? “ Jawab ikan paus, “Rizkiku setiap hari 3 kali lipat dari ini, akan tetapi pada hari ini Allah tidak memberi aku makanan kecuali makanan ini dan aku akan kelaparan untuk sisa hari ini jadi hendaknya kamu merendahkan diri karena ternyata kamu tidak bisa menjamu aku”.

  Wahai saudaraku lihatlah sempurnanya kekuasaan dan luasnya anugrah Allah Ta’ala Nabi Sulaiman dengan kekuatan kerajaan dan kekuasaannya kalah dengan kekuatan seekor binatang.

Allah Ta’ala mengkhususkan binatang dengan memberi makan bukan yang lainnya karena ada sifat-sifat Allah dalam hal tersebut. Jika Allah meninggalkan binatang tanpa kekuatan maka mereka akan menuntutnya. Sebagian dari hikmah yang mengagumkan Allah Ta’ala menjadikan kebutuhan hewan akan kekuatan sebagai sebab tidak adanya tuntutan. Allah adalah Dzat Yang Maha Adil dan Mengetahui.

 

“ Jenis-jenis Makhluk “

Telah sampai di dalam hadist bahwa Allah menciptakan jin menjadi 3 jenis :

1. Jin yang menyerupai ular

2. Jin yang menyerupai kala jengking dan kumbang bumi

3. Jin yang menyerupai angin.

Dan menciptakan manusia menjadi 3

1. Manusia yang menyerupai binatang, mempunyai hati tapi tidak digunakan untuk berfikir, telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar, dan mata tapi tidak digunakan untuk melihat.

2. Mausia yang berbadan manusia dan berarwah setan

3. Manusia yang seperti malaikat dibawah naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya

 

Cerita ke-157 “Isyaroh yang baik dan lembut”

  Diceritaka bahwa iblis berkumpul dengan Yahya bin Zakariya. setan berkata kepada Yahya bin Zakariya, “Aku aka memberi nasihat kepadamu” kemudian beliau mejawab “Aku tidak menghendakinya tetapi kabarilah aku tentang keadaan-keadaan Bani Adam di samping kalian.” Setan mejawab “Di samping kami mereka terbagi menjadi 3 golongan”

1. Golongan yang paling kuat bagi kami. Karena kami menimpakan fitnah dalam agamanya kemudian meguasainya, tapi kemudian mereka meminta tolong pada istighfar seingga kami putus asa dan tidak berkuasa atasnya. Bersamanya kami berada dalam kesukaran dan kesusahan.

2. Golongan seperti kamu yang terjaga dari kami. Kami tidak brkuasa sedikitpun atas mereka.

3. Golongan yang ditangan kami seperti tali yang kami permainkan sesuka kami

 

“Keistimewaan Burung Layang-layang”

  Ketika Nabi Adam di turunkan ke bumi mereka mengadukan kesepianya. Kemudian Allah menghiburnya dengan burung laying-layang dan menetapkannya di rumah-rumahsebagai penghibur bagi kami adam bersamanya terhadap ayat-ayat dari kitab Allah Ta’ala yaitu sampai akhir surat dan suarannya dipajangkan pada al’azizulkhakim.

 

“Pakaian Nabi Isa as”

  Diceritakan bahwa ketika Allah menaikkan Isa as. Allah memakaikan bulu burung dan cahaya dan memutus rasa butuh akan makanan, kemudian Nabi Isa as terbang bersama malaikat di sekitar arsy.

 

Cerita ke -158 “Sebab Terbunuhnya Mutabaniy”

  Diceritakan bahwa Abu Thoyyib Al Mutabaniy pulang dari Paris ke Baghdad bersama pasukan berkuda dengan membawa hadiah yang dihadiahkan oleh panglima Negara. Seorang perampok menghadangnya kemudian Al-Mutabaniy lari dari mereka. Pembantunya berkata pada, “Apakah kamu akan lari sementara kamu berkata dalam sya’irmu

  Segerombolan orang berkuda, malam, padang

  Sahara mengenalku begitu juga pedang

  Tombak, kertas dan pena

Al-Mutabaniy tidak suka kembali dia dibuuh pada tahun 354. Rumah tersebut menjadi sebab terbunuhnya. Karena hal tersebut mereka menganggap baik perkataan Al-Khotho’iy dalam

-          Aku suka hidup menyendiri dan menetap dalam rumah maka kegembiraan dan kesenangan slalu kudapatkan

-          Aku telah diajar oleh zaman, maka aku tidak peduli bepergian aku tak mau dikunjungi juga tak mau berkunjung

-          Selama aku hidup aku belum pernah menjadi peminta-minta entah penunggang kuda itu berjalan atau pemimpin itu naik kuda.

 

Cerita ke -159 “Sebab tidak adanya kemajuan selain pada waktunya”

  Imam Ibnu Jiny membaca dihadapan Imam Abu Ali al-Farisy dan Ibnu Jinly duduk mengajar di Mushola.  Pada suatu ari Abu ‘Ali lewat dan melihat lingkarannya Ibnu Jinly kemudian beliau berkata kepada Ibnu Jinly,”kamu menjadi kismis sementara kamu belum matang,”  Ibnu Jinly kemudian pergi meninggalkan pelajarannya dan pergi kepada gurunya.  Ia tidak meinggalkan guruya sampai ia pandai  Rohmatallahu’alaihima.

Ø  Masalah latifatun

 

“Kuda itu sebelum atau sesedah Adam?”

Imam Taqiyyadin As.Subuky rohmatallauta’ala ditanya tentang masalah kuda:

ü  Apakah diciptakan sebelum atau sesudah Adam?

ü  Apakah kuda jantan diciptakan sebelum kuda betina?

ü  Apakah orang arab diciptakan sebelum kuda beban?

ü  Apakah ada keterangan dari kitab atau sudah tentang hal tersebut?

 

“berikan kami fatwa!”

beliau menjawab bahwa:

ü  Kuda diciptakan sebelum Adam dengan selisih 2 hari.  Beliau mengambil dalil ayat-ayat dan hadist-hadist diantaranya yaitu bahwa kendaraan diciptakan pada hari Jum’at.

ü  Kuda jantan diciptakan sebelum kuda betina karena kemuliaan, semangat dan kemafaatannya.

ü  Orang Arab diciptakan sebelum kuda beban karena adanya kuda beban itu disebabkan cacat pada ayah atau ibu, karena hal itu dedaknya kuda tidak mendahului yang lainnya.

ü  Telah sampai hadist-hadist tentang kemuliaan dan berkah kuda, mecari nafkah dengannya, pelayannya mengusap wajah dan jambulmya, menyentuh matanya, harganya, larangan dari mengebiri dan mecukur jambulya.  Dll.

Makhluk pertama yaitu tanah, kemudian tumbuh-tumbuhan binatang, manusia.

 

Ø  Ghoribatun

“Adonan roti tidak bisa bulat dan seterusnya”

  Dalam kabar-khabar diriwayatkan bahwa adonan roti tidak bisa bulat dan tidak bisa diletakkan diantara tangan orang yang memakanya samapi dikerjakan oleh 360 pekerja, pertama malaikat Mikail yang mencakar air dari lemari rahmat, kemudian Malaikat yang mengedarkan awan, kemudian matahari, bulan, bintang-bintang, kerajaan udara, hewan melata di bumi dan yang terakhir pembuat roti.

 

HIKAYAH 160 PENDIDIKAN AKHLAQ

 Diriwayatkan bahwa sahabat Imam Syafi’I, Robi’ Al Jaiza (W. 250 H), ketika suatu hari berjalan melewati lorong-lorong Kota Mesir, tiba-tiba sebuah tembikar dijatuhkan ke atas kepalanya. Ia pun turun dari kuda dan mengambil tembikar tersebut seraya membersihkan bajunya. Kemudian seseorang bertanya padanya: “Mengapa engkau tak memarahi orang-orang itu?” Robi’ menjawab: “Orang yang akan masuk neraka dan dilumuri dengan abu,tak pantas baginya untuk marah”.

 

YANG SEBAIKNYA DIAMALKAN

Disebutkan dalam sebuah hadist, “Apabila kuda salah satu diantaramu terlepas di tanah lapang,berteriaklah -Yaa ‘ibadalloh ikhbasuu- (hai hamba-hamba Alloh tahanlah ia,Red-). Niscaya Alloh ‘Azza WA Jalla akan mengutus seorang penghalang yang akan menahan kuda itu.Dan apabila kuda, teman atau anak-anakmu berperangai buruk,maka bacakanlah ditelinganya ayat –A faghoiro diinillaahi yabghuun…….-“

Diriwayatkan, tersebutlah seorang pemuda yang sedang menunggang kuda,akan tetapi sebentar kemudian kuda itu tak mau berjalan.  Dia pun memerintahkan seorang laki-laki untuk membacakan “Qul a’uudzu bi robbil falaq” ditelinga kuda itu. Maka setelah dibacakan ayat itu, kuda tersebut menjadi patuh.

Telah diriwayatkan,barang siapa mengendarai kuda seraya membaca “Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’a ismihii syaiun,Subkhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa..Al aayah,Alkhamdulillahi robbil ‘aalamiin,Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihii washokh bihii wasallam”. Niscaya, kuda itu menjawab: “Semoga Alloh senantiasa memberkahimu karena kemukminanmu, kau terasa ringan dipunggungku, kau taat pada Tuhanmu, dan berbuat baik pada dirimu sendiri, semoga Alloh memberkahimu dan memenuhi kebutuhanmu.”

Sebagian ‘Ulama’ mengatakan: “Barang siapa makan dengan lahap lalu khawatir  akan sakit perut, maka sebaiknya dia mengusap perutnya 3x sambil mengucapkan: “Al lailatu lailatu ‘iidi Ya Kursyii,Wa ridhiyallohu ‘an sayyidi Abii ‘Abdullohi Al Qursyiyy (Wahai perutku,Malam ini adalah malam hari raya bagiku,dan semoga Alloh mencurahkan ridho atas junjungan Abii Abdulloh Al Qursyi Red) 3x.

Niscaya,berkat izin Alloh makanan itu takkan membahayakannya.

 

KEBAIKAN FAQIR DAN KEBURUKAN KAYA

Alloh berfirman kepada Nabi Musa as: “Ketika kau merasa kefaqiran akan menimpamu, maka sambutlah dengan rasa cinta dan tanda-tanda orang sholikh.Dan ketika kau melihat kekayaan didepan matamu, ucapkanlah: “kekayaan adalah dosa yang cepat siksanya di dunia.”

Ketahuilah, tatkala didunia Alloh memberikan balasan pada seorang hamba atas kemaksiatannya, maka sesungguhnya, Alloh mendekatkan hamba itu kepadaNYA secara bertahap”.

 

 

Kisah Agung Saat Kelahiran Serta Wafatnya Nabi Isa as.

Tersebut dalam sebuah riwayat,Dewi Maryam, ibu dari NabiIsa as, telah mengandung Nabi Isa saat beliau berumur 13 tahun.Kemudian beliau melahirkan Nabi Isa di Bethlehem,AS.

Alloh menurunkan wahyu pada Nabi Isa saat beliau berusia 30 tahun dan mengangkatnya ketika berusia 33 tahun. Sedangkan Dewi Maryam masih hidup selama 66 tahun sesudah masa itu.

 

HIKAYAH 161 TERCELANYA SIFAT ‘UJUB

Suatu hari Muqotil Ibnu Sulaiman duduk dan mengagumi dirinya sambil berkata,”Bertanyalah kamu sekalian padaku tentang semua hal selain ‘Arsy”. Maka seorang laki-laki bertanya: “Saat Nabi Adam Hajji, siapa yang mencukur rambutnya?.” Bertanya pula seorang yang lain:  “Usus besar semut ada di bagian depan atau belakang badannya?.”

Muqotil tak tahu harus menjawab apa dan iapun berkata: “Kalian tak mengetahui masalah ini, sedangkan aku mengagumi diriku, karenanya kalian mengujiku”.

 

JUMLAH ANGGOTA TUBUH MANUSIA

Menurut Kaum Jalainus, lubang tubuh manusia mulai dari otak sampai kaki berjumlah 24 lubang, 7 dileher, 12 dipunggung dan 5 lubang dipantat.Kemudian pada bagian perut dan tulang rusuk terdapat 24 lubang,12 pada sisi kanan dan 12 pada sisi kiri.Sedangkan tulang tubuh manusia berjumlah 248 selain tulang hati dan persendian (tulang sumsum) yang kecilnya hampir sama dengan semut merah.

 Sebagian kaum Jalainus yang lain menyebutkan, jumlah tulang tubuh manusia ada 36, lubang tubuh yang terbuka berjumlah 12 yaitu: kedua telinga , mata, lubang hidung, mulut,buah dada, qubul dubur serta pusar. Sedangkan lubang yang mengitarinya jumlahnya tak terhitung.

Menurut Sahal Ibnu ‘Abdillah Al Tastariyy, terdapat 360 urat pada tubuh  manusia yang sebagian diam dan sebagian lain bergerak.

Dalam sebuah hadist, sebagian kaum Jalainus menyebutkan, persendian manusia berjumlah 360 secara terpisah-pisah dan juga 560 otot yang tersusun dari daging dan urat saraf (Hadist marduud menyebutkan terdapat 660 persendian).

.

HIKAYAH 162 KEMURAHAN HATI DAN KEDERMAWANAN

Seorang perempuan mendatangi Qois Ibnu Mas’ud dan berkata: “ Tikus-tikus besar dirumahku berjalan diatas debu”. Qois menjawab: “aku akan memanggil mereka, maka mereka akan berlompatan seperti macan”, kemudian Qois mengirimkan banyak sekali biji-bijian kerumah  perempuan itu,karena Qois adalah orang yang dermawan

 Dan memang perempuan itu bermaksud mengatakan kepada Qois bahwa dirumahnya tak ada sedikitpun makanan yang bisa dimakan oleh tikus.

 

HIKAYAH 163 KEANEHAN-KEANEHAN KECIL

Tersebutlah seorang raja yang mempunyai seekor kucing yang selalu ada dirumahnya. Jika sahabat-sahabatnya tak bisa mendatanginya padahal ia sangat membutuhkan mereka, maka ia akan menulis sepucuk surat lalu menggantungnya dileher kucing itu untuk disampaikan kepada mereka.

Setelah menerima surat itu, sahabat-sahabat raja akan mendatanginya atau membalas suratnya dengan menggantungkan dileher kucing itu. Kemudian kucing itu pun kembali kepada raja dengan membawa surat balasan.

Jika kucing itu ingin tidur di suatu tempat, maka dia akan mengusir kucing yang lain dari tempat itu dan mengenyahkannya. Wallohu a’lam.

 

HIKAYAH 164 KEBAIKAN TADABBUR

Dikisahkan tentang seorang penduduk Eilah,Luqman Al nauba bin ‘Anaqo’ bin Baruq diberi seekor kambing oleh majikannya untuk disembelih. Dan Sang majikan akan memberikan upah bagian yang paling buruk dari kambing itu kepadanya. Setelah Luqman menyembelih kambing itu, sang majikan memberikan hati serta lidah kambing kepadanya.

Sekali lagi, sang majikan memberi Luqman seekor kambing untuk disembelih dan ia akan memberikan bagian yang paling baik pada Luqman.Setelah Luqman menyembelih kambing itu, majikannya kembali memberikan hati serta lidah kambing kepadanya.

Hal tersebut membuat Luqman bertanya-tanya. Luqman pun berkata pada majikannya ,”Wahai majikanku,tak ada yang lebih buruk dari keduanya jika keduanya buruk dan tak ada yang lebih baik daripada keduanya jika keduanya baik”.

HIKAYAH 165 CERITA JENAKA SEBAGIAN CENDEKIAWAN

 Dikisahkan dari salah satu golongan tabi’in yang paling agung,Sulaiman bin Mahroon,dari Malik bin Anas ra, yang mana beliau adalah orang yang lembut, cerdas dan humoris.

Suatu hari Hisyam bin Abdul Malik meminta Malik bin Anas untuk menuliskan kemuliaan  ‘ustman bin ‘Affan  dan keburukan ‘ali bin Abi Tholib. Kemudian Malik bin Anas  mengambil kertas yang dibawa utusan itu dan memasukkannya ke mulut kambing, sehingga kambing itu mengunyahnya.

 Malik bin Anas berkata, “inilah jawabannya”. Utusan itupun pulang, akan tetepi sebentar kemudian kembali lagi padanya seraya mengatakan “Hisyam bin Abdul Malik akan membunuhku jika aku tidak pulang dengan membawa jawaban di kertas itu”.Utusan itu  meminta tolong kepada Malik bin Anas bersama beberapa temannya.

 Mereka berkata,  “Bebaskanlah utusan itu dari hukumannya!”.

Akhirnya Malik Ibnu Anas  mengambil kertas itu dan menuliskan jawabannya,

 “ ……..Sekalipaun ‘Ustman memiliki kemuliaan seluruh penduduk bumi, semua itu takkan bermanfaat bagimu, begitu pula jika ‘Ali mampunyai kerendahan seluruh penduduk bumi, itupun takkan membahayakanmu, maka terimalah dirimu apa adanya “. Wassalam.

  Sebagian hikayah menceritakan bahwa Aghmas mempunyai seorang isteri  cantik yang sedang  nusyuz padanya. Kemudian dia memerintah salah seorang muridnya, “ Temuilah istriku dan ceritakanlah kebaikan-kebaikanku ! Barangkali saja ia mau bertaubat dari nusyuznya”.

 Pergilah murid itu menemui istri Aghmasy dan berkata padanya: “ Alloh benar-benar telah melebihkanmu dengan menjadikan suamimu junjungan serta guru besar bagi orang-orang. Kepada beliaulah mereka mempelajari ilmu pengetahuan,agama,halal dan haram. Semua orang tunduk kepadanya. Matanya yang telah rabun dan kedua betisnya yang kecil takkan membahayakanmu “.

 Mendengar ucapan muridnya, Aghmasypun marah dan membentak muridnya: “hai murid jelek !,aku menyuruhmu untuk menceritakan kebaikan-kebaikanku,tapi kau malah menceritakan kejelekan-kejelekanku padanya !. Semoga Alloh mencelakakanmu. “ Kemudian Aghmasy mengeluarkan murid itu dari rumahnya.

Suatu ketika Aghmasy sedang duduk ditepi sungai dengan memakai jubah dari bulu unta.Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang langsung menariknya dan berkata “Berdirilah kau dan bawa aku pulang dengan perahu ini !”. Kemudian laki-laki itu menaiki Aghmasy, sambil berdoa –Subhanalladzi…………al ayat-. Aghmasypun menggendong laki-laki itu sampai ketengah-tengah perahu kemudian menjatuhkannya sambil berkata “Tuhanku,tempatkanlah aku di tempat yang penuh barokah”.

 

HIKAYAH 167

 Hasan Al Bashri ra bercerita, “Suatu hari aku merebahkan seekor domba untuk ku sembelih. Sebentar kemudian  Abu Ayyub Al Sajastaaniyy lewat didepanku. Maka kuletakkan parangku dan berdiri untuk berbincang-bincang dengannya. Kamipun memegangi domba itu sembari memandanginya. Kemudian aku beranjak kesamping pagar dan membuat sebuah lubang tanah dan ku ambil parangku. Akan tetapi parang itu terjatuh kedalam lubang sehingga tanahnya memantulkan parang itu. Abu Ayyub bertanya padaku “Apa yang kau lihat ?”. Peristiwa itu membuat kami sangat terkejut sehingga aku bersumpah untuk tidak l meyembelih binatang lagi.”

 

 

HIKAYAH 168

 Alkisah, Ja’far Shodiq bergelar Al Shadiq karena kejujuran beliau dalam menuliskan silsilah nasabnya dikulit Ja’far (unta), yang menyebabkan ia dinasabkan padanya, berbeda dengan orang yang menasabkannya pada leluhur-leluhurnya.

Tulisan itu juga berisi hal-hal yang dibutuhkan oleh keturunan-keturunannya sampai hari kiamat,pembahasan tentang ilmu kimia dan sebagainya.

Termasuk juga wasiat-wasiat beliau kepada putranya,  Musa Al Kadzim, antara lain ;

Ø “Barang siapa rela akan ketetapan Alloh untuknya,dia adalah orang yang kaya sedangkan orang yang membiarkan matanya melihat kelebihan orang lain maka, dia adalah orang miskin”,

Ø “Barangsiapa tidak ridho atas ketentuan Alloh padanya maka, ia adalah orang yang meragukan kepastian Alloh”,

Ø “Barangsiapa yang membuka aib orang lain niscaya, akan terbuka pula aibnya”,

Ø “Barangsiapa menghunus pedang pengkhianatan maka, ia akan terbunuh dengan pedang itu”

Ø “Barangsiapa menggali sumur untuk mencelakakan oranglain,terjerumus pula ia kedalamnya”,

Ø “Barangsiapa merendahkan orang bodoh, maka ia adalah orang yang hina”,

Ø “Barangsiapa berkumpul dengan para ‘ulama, mulialah ia”,

Ø “Barangsiapa memasuki tempat-tempat tercela,iapun disangka tercela”,

Ø “Barangsiapa meremehkan kesalahan diri sendiri, pasti membesar-besarkan kesalahan orang lain”.

Ibnu Syibromah bercerita,” Suatu hari  aku dan Abu Hanifah menemui Ja’far Shodiq.

Ibnu Syibromah  : “ Laki-laki ini (Abu Hanifah ) adalah salah satu Fuqoha’ tanah Iraq “.

Ja’far Shodiq  : “ Jangan-jangan dia adalah orang yang mengukur agama dengan            pemikirannya. Apakah dia Nu’man Ibnu Stabit?”.

Ibnu Syibromah :Terdiam karena tak mengetahui nama laki-laki itu (abu Hanifah).

Abu Hanifah     : “ Benar aku adalah Nu’man Ibnu Stabit, Ashlahakallahu.”

Ja’far Shodiq  : “ Bertaqwalah kau pada Alloh dan janganlah kau ukur agama dengan pemikiranmu, karena makhluq yang pertama kali melakukan hal itu adalah iblis saat dia mengatakan bahwa dia lebih baik dari Adam. Iblis telah membuat kesalahan  dan tersesat dengan pemikirannya itu. Apakah pantas jika kau lebih menghargai tubuhmu daripada kepalamu ?”.

Abu Hanifah       ; “ Tidak”.

Ja’far Shodiq     : “ Beritahukan padaku, kenapa Alloh menjadikan rasa asin di kedua mata, rasa pahit di kedua telinga, air di hidung dan rasa manis di kedua bibir?”.

Abu Hanifah      : “Entahlah”.

Ja’far           : “Alloh menjadikan semua itu sebagai anugrah bagi hamba-hambanya, kedua mata adalah lemak yang jika rasanya tidak asin pasti akan meleleh,telinga untuk memimpin,jika rasanya tidak pahit maka kau pasti akan memakannya, sedangkan hidung untuk menghirup udara bersih atau kotor,jika tak ada air didalamnya niscaya takkan tercium bau,

sedangkan bibir untuk makan, jika didalamnya tak ada rasa manis pasti tak akan tercipta kenikmatan.

Ja’far     : “Beritahukan padaku, kalimat yang awalnya syirik tapi akhirnya iman”.

Abu Hanifah   : “Aku tak tahu”.

Ja’far        : “Hiya laa ilaaha illalooh. Dan manakah yang lebih berdosa, membunuh atau berzina”.

Abu Hanifah   : “Membunuh, sebab Alloh menerima dua saksi dalam pembunuhan sedangkan  dalam perzinahan hanya menerima lebih dari empat saksi”.

Ja’far        : Terdiam sesaat kemudian berkata, “Manakah yang lebih utama antara puasa dan sholat?”

Abu Hanifah  : “Sholat. Oleh sebab itu Alloh mewajibkan perempuan yang haidh untuk mengqodho puasanya tetapi tidak mewajibkannya mengqodho sholat.

Ja’far     : Terdiam sebentar kemudian berkata lagi,”Hai anak muda, bertaqwalah kepada Alloh dan jangan berbicara tentang masalah agama menurut pemikiranmu sendiri, karena suatu hari kita akan menghadap Alloh seraya berkata –Alloh berfirman seperti ini, Rosuluuloh bersabda seperti itu sedangkan kau dan teman-temanmu mengurangi dan menambahi dengan pemikiran kalian. Alloh memperlakukan kita dan kamu semua sesuai dengan kehendakNya”.

 

Ibnu Syibromah berpendapat bahwa penambahan saksi dalam perzinahan bertujuan untuk menutupi perzinahan tersebut, sedangkan gugurnya kewajiban sholat bagi perempuan haidh disebabkan karena terlalu banyak serta berulang-ulangnya sholat, sehingga terdapat keringanan didalamnya.  

Kerinduan seorang pemuda dan peristiwa penyerahan hajar aswad tidaklah terjadi selain pada Nabi Muhammad SAW.  Disebutkan dalam kedua syair :

Kerinduan seorang pemuda pada sang Nabi yang menggebu gebu, membuatnya berulang kali bersenandung layaknya domba yang bunting

Maka sang Nabi bergegas memeluknya hingga ia merasa gembira karena saat itu,

Semua orang dalam masa hidupnya mempunyai kenangan yang tak mungkin kembali.

 

HIKAYAH 168 KEWAJIBAN PENGUTUS DAN UTUSANNYA

Menurut Yahya Al Barmakiy, 3 hal yang menunjukkan kecerdasan seseorang adalah hadiah, tulisan, dan utusan.

Abu Al Aswad Al dauli, pernah mendengar seseorang bersenandung :

Jika kamu menjadi pengutus, maka utuslah orang yang bijaksana dan janganlah berwasiat kepadanya

Abu Al Aswad berkata “ Orang yang mengatakan semua ini benar-benar telah membuat kesalahan, bagaimana mungkin seorang utusan dapat mengetahui sebuah rahasia jika kau tak memberitahukan padanya, dan bagaimana mungkin dia bisa mengetahui keinginanmu?”, kemudian Abu Al Aswad bersyair :

Apabila kau mengutus seseorang  untuk suatu urusan, berilah ia pengertian dan utuslah dengan sopan

Janganlah kau lupa memberi wasiat padanya tentang urusan itu, jika ia bukanlah orang yang cukup cerdas,

Jika wasiat itu hilang, janganlah kau memarahinya, karena dia bukanlah orang yang mengetahui rahasia itu.

Imam Jamaludin Al Asnawi berkata ; “guruku Abu hibban menyenandungkan kepadaku, syair dari Al hafidz Radhiyudin Abdullah Al Sathobi dari Abu Al Rabi’ Sulaiman Almarhum dari Abu Abdillah Rafi’ dari Abu Al Qasim Ibnu Husain dari Abu Abdillah Al Ghorri:

  Hai pemuda, tidakkah kau berbaik hati,pada jiwa-jiwa yang lelah karena cinta

Kau tulis selembar kertas dengan ukiran bunga mawar melati,Ambillah dengan penuh rasa kasih,

Penolakanmu telah mencegahku untuk mengambilnya,sedang bisanya telah meracuniku,

Hai pemuda, sungguh indah jika ia bicara,dan aku tak pernah tersakiti oleh kata-katanya,

Ku katakan padanya,kau adalah orang yang mulia dimataku, dan kata-katamu sangat menyejukkan,

Hingga dipuncak kegersangan, dan tak pernah menyinggungku,

Saat dia melihatku bagaikan orang mati, maka aku mengaguminya,

Diapun berkata,”Banyak kekasih sungguh telah membuatku menderita,

 sedangkan  cintanya padaku telah menyiksaku,

Semoga Alloh mengasihinya karena aku telah membunuhnya,

Entahlah, aku tak tahu siapa yang akan menjawabnya.

 

HIKAYAH 169 ASAL-USUL PERMAINAN CATUR DAN DADU

Orang yang menciptakan catur bernama shishoh, Dia adalah hakim hindiy, Dia membuat catur untuk raja Balhat disebut juga raja Balhit.

 Konon asal kejadiannya adalah ketika raja Paris membanggakan dirinya terhadap raja Hindiy karena telah mampu membuat dadu yang dibuat sendiri oleh raja Paris yang bernama raja Azdatsir, sehingga dadu itu dinamakan dengan dadu nazdatsir.

 Kemudian hakim Hindiy tadi menandingi raja Paris dengan membuat catur, bahkan para hakim pada masa itu pun bersepakat menetapkan bahwa catur lebih unggul daripada dadu.

Raja yang diberi catur itu pun berkomentar, lalu berkata pada si pembuat catur: “Apa yang kamu harapkan dari buatanmu itu?”.

Si pembuat catur menjawab: “Raja memerintahkan untuk meletakkan  dirham dirumahnya berulang kali dari rumahnya yang pertama hingga rumah yang terakhir”.

Kemudian raja yang diberi catur itu meremehkannya, dan berkata kepadanya; “Apa yang kamu buat itu hanya akan merusakkan akalmu!”.

       Sang menteri membantah: “Hentikan wahai raja, sesungguhnya ini adalah sesuatu yang mampu menghabiskan pembendaharaan hartamu dan harta raja-raja lain.”

Raja pun terkejut dengan ucapan menteri itu, dan berkata: “Aku tidak menginginkan sesuatu yang lebih menakjubkan dari apa yang telah kau buat.”

Sebagian dari mereka ada yang mengunggulkan dadu daripada catur, karena pembuatnya menjadikan dadu itu sebuah perumpamaan didunia, antara lain: jumlah rumahnya ada 12 seperti jumlah bulan dalam satu tahun, yang dibagi menjadi 4 bagian seperti jumlah musim dalam satu tahun, jumlah daerahnya ada 30 seperti jumlah hari dalam satu bulan yang dibagi menjadi hitam dan putih, seperti terangnya hari dan gelapnya malam, jumlah batu cincinnya ada 6 seperti jumlah arah, jumlah titik pada tiap daerah dari batu cincin itu ada 7 seperti jumlah bumi, jumlah langit, jumlah bintang yang bertaburan, dan jumlah hari dalam satu minggu, dan jumlah sedikit atau banyaknya batu cincin yang tampak adalah seperti perumpamaan qodho` dan qodhar.

Langkah-langkah pemain dadu tersebut menandakan ketepatan pilihannya, kehebatan akal serta kecerdasannya.

Adapun permainan catur menyamai dadu hanya pada sisi yang terakhir.

 

CERITA  KE  170  SEBAB  DO’A  TIDAK  DIKABULKAN

Telah dikisahkan bahwa nabi Musa as. melihat seorang pemuda yang sedang berdo’a dan memohon dengan sungguh akan sebuah keinginan.

Lalu nabi Musa as. berkata: ’’Wahai Tuhanku jika keinginannya itu masih dalam kemampuanku pasti aku akan mengabulkannya.”

 Kemudian Allah SWT menegurnya: ’’Wahai Musa, sesunguhnya pemuda itu mempunyai kambing dan hatinya hanya terpaku pada kambing tersebut, sedang Aku tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang memohon kepadaKu, dimana hatinya terpaku pada selain Aku.”

Kemudian nabi Musa as. menceritakan keadaan tersebut kepada pemuda itu. Maka hatinya menjadi terpusat pada Allah, lalu Allah mengabulkan keinginannya.

 

CERITA  KE  171  PENGGOLONGAN MANUSIA BERDASARKAN AKALNYA

Sebagian Ulama berkata: ’’Aku berkunjung ke rumah Sufyan Atsauri di Makkah dan aku mendapatinya sedang sakit dan minum obat, lalu aku berkata kepadanya: ’’Aku ingin bertanya kepadamu beberapa hal.”

Sufyan menjawab: ’’Katakan kepadaku apa masalahmu!’’.

Aku kembali bertanya: ’’Jelaskan kepadaku bagaimana penggolongan manusia berdasarka akalnya ditinjau dari manusia biasa?’’.

 Beliau menjawab: “Para ahli fiqh.”

Aku bertanya lagi: ’’Lalu dari golongan penguasa?’’.

 Beliau menjawab: “Para ahli zuhud.”

‘’Kemudian dari golongan bangsawan?’’ kataku

 Beliau menjawab: “Orang-orang yang bertaqwa.”

“Lalu dari golongan rakyat jelata?” tanyaku lagi.

Beliau menjawab: “Orang yang menulis hadist lalu dengan hadist itu ia makan harta orang lain.”

‘’Kemudian dari golongan orang-orang hina?’’ tanyaku

 Beliau menjawab: “Orang-orang dholim, mereka adalah anjing-anjing neraka.”

 

CERITA  KE  172 BUKTI  RAHMAT ALLAH  SWT  TERHADAP  UMATNYA

Telah diceritakan bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasululloh dan berkata: ’’Wahai Rasulullah, ketika aku mendatangi engkau, aku melewati sebuah rimba, disana aku mendengar suara anak-anak burung, lalu aku mengambilnya dan meletakannya diatas kopiahku. Kemudian induk dari anak burung itu datang dan berputar diatas kepalaku, lalu aku membukakan kopiahku untuknya, kemudian aku letakkan dan kukumpulkan menjadi satu dalam kopiahku.

Rasulullah bersabda:  ‘’Turunkan Mereka dari kepalamu!’’

Iapun menurunkannya, kemudian induk burung itu memberi makan anak-anaknya dengan paruh miliknya.

 Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat: ’’Kagumkah kalian?, demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran sesungguhnya Allah senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang pada hamba-hambaNya, meskipun dalam wujud induk burung yang memberi makan anak-anaknya dengan paruhnya.”     

 Kemudian Rasulullah berkata pada pemuda itu: ‘’Pulanglah dan letakkan burung-burung pada tempatnya!’’

Lalu ia berkata: ’’Aku pulang bersama burung-burung itu dan induk burung tersebut terus mengepakkan sayapnya hingga aku meletakkan mereka pada tempat semula.’’

 

CERITA KE 173 SEBAB DATANGNYA DZUN NUN DAN TAUBATNYA

Telah dikatakan pada Dzun nun:  “Apa sebab taubatmu?’’.

Ia berkata: ‘’Aku keluar dari negara Mesir sebagai seorang musafir menuju ke suatu daerah, lalu aku tertidur ditengah perjalanan tepatnya disebuah tanah lapang, tiba-tiba aku bermimpi bertemu dengan burung buta jatuh dari sarangnya, kemudian tiba-tiba bumi terbelah dan keluar dua piring darinya, yang satu dari perak dan yang lainnya dari emas. Pada piring pertama terdapat biji-bijian dan pada piring yang kedua terdapat air. Lalu burung buta itu makan biji-bijian dan minum air tadi.”

 Lalu aku bertaubat kepada Allah SWT dan menetapkan diri pada pintunya, hingga Allah menerima taubatku.

  Telah dikisahkan bahwa Allah membagi umatnya menjadi 5 bagian yaitu para Ulama, para Zahidin, para pahlawan perang, para penguasa pemerintahan dan para pedagang.

Para Ulama adalah pewaris para nabi, para Zahidin adalah penguasa bumi, para pahlawan perang adalah penolong Allah, para pemerintah atau pemimpin adalah penjaga Allah atas umatnya, dan para pedagang adalah pemegang amanat Allah. 

Jika para Ulama cinta terhadap harta, kepada siapa seseorang akan meminta petunjuk?.

Jika para Zahidin naik darah, kepada siapa seseorang akan menganut?.  Jika para pahlawan perang berkhianat, melalui siapa orang-orang akan memperoleh kemenangan?

Jika para pedagang tidak jujur, melalui siapa orang-orang akan memperoleh kepercayaan?

Jika pemimpin/pemerintah seperti lalat, melalui siapa rakyat akan memperoleh perlindungan?

 Maka tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT yang luhur dan agung. 

 Sebagian Ulama berpendapat: Manusia diciptakan dalam keadaan bergolong-golongan, yaitu:

Ø 1 golongan sebagai pembicara

Ø 1 golongan sebagai ahli ibadah

Ø 1 golongan sebagai penolong

Ø 1 golongan sebagai pekerja

Ø 1 golongan sebagai pemimpin atau pemerintah

 dan golongan-golongan selain itu adalah golongan orang-orang hina dan dholim yang hanya memperkeruh air, menaikkan hawa panas dan mempersempit jalan.

 

CERITA KE 174 TENTANG BEBERAPA KEBAIKAN AHLUL BAIT (KELUARGA NABI)

    Telah diriwayatkan bahwa Sayyidina Muhammad Al Jud bin Ali Ridho bin Musa Al Khadhim bin Ja’far Sodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainul Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Yahya bin Aktam dihadapan Al Ma’mun tentang sebuah masalah, katanya: ’’Apa maksud ucapanmu tentang seorang laki-laki yang melihat seorang wanita pada siang hari adalah haram, kemudian halal baginya ketika tergelincir matahari, kemudian haram baginya ketika dzuhur, lalu halal baginya ketika Maghrib, kemudian halal baginya ketika Isya`, lalu haram baginya pada saat pertengahan malam, kemudian halal baginya ketika fajar?”

Yahya berkata: “Aku tidak mengetahui hal itu, semoga Allah SWT memberi kebaikan padamu.”

Lalu Ma’mun berkata kepadanya: “Terangkan pada kami tentang hal itu wahai Amirul mu’minin!”

Kemudian beliau menjelaskan bahwa, sesungguhnya wanita ini adalah budak yang dilihat oleh seorang laki-laki yang bukan muhrimnya pada permulaan siang, lalu laki-laki itu membelinya saat tergelincir matahari, lalu memerdekakannya katika Dzuhur, lalu ia menikahinya katika Ashar, lalu ia mengdziharnya ketika Maghrib, lalu ia membayar kafarat ketika Isya`”, lalu ia menthalaqnya dengan thalaq raj’i ketika pertengahan malam, kemudian ia merujuknya ketika Shubuh.

Kemudian Al Ma’mun berkata pada Yahya: “Hebat sekali engkau, wahai putra Ar Ridho!”

        Kemudian Al Ma’mun menikahkan Hasan dengan putrinya dalam sebuah majlis, lalu Hasan bersama putri Al-Ma`mun pergi menuju kota Madinah.    Kemudian perempuan itu mengirim surat pada bapaknya untuk mengadukan suaminya bahwa ia telah menjadikanya sebagai gundik, lalu bapaknya membalas surat itu dan mengatakan: “Aku tidak akan menikahkan Kamu kepadanya karena kamu mengharamkan kepadanya apa yang Allah halalkan, maka janganlah kembali pada hal tersebut.”

 Kemudian setelah kematian bapaknya Al Hasan bersama istrinya pergi kepada Mu’tashim di Baghdad karena diutus untuk mencarinya 2 hari terakhir dari bulan Muharrom tahun 202 H dan menetap disana hingga meninggal pada tahun 203 H, dan dimakamkan di pemakaman orang Quraisy tepatnya pada makam kakeknya Al Kadhim. Hasan Al Askari meninggalkan 2 putra dan 2 putri yang amat baik, mulia dan sempurna. Al-Hasan dijuluki dengan Al Askari karena beliau berdomisili di Madinah (Samaro), yang biasa juga dikenal dengan nama Madinah Al Askar. Ayah beliau lahir pada tahun 153 H dan meninggal pada tahun 205 H 

Beliau mewarisi ilmu, pengetahuan dan keberanian dari ayah beliau.

Kholifah Mutawakkil telah memenjarakannya, kemudian terjadilah kemarau ditengah-tengah masyarakat, lalu mereka berdoa memohon agar diturunkan hujan selama 3 hari, tetapi tidak juga diturunkan hujan, kemudian Kholifah Mutawakkil memerintahkan kepada seluruh masyarakat untuk mengeluarkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani bersama mereka, lalu mereka  keluar bersama seorang pendeta, kemudian pendeta itu mengangkat kedua tangannya  keatas langit, dan seketika itu turunlah hujan yang sangat lebat.

 Pada hari kedua pendeta itu melakukan hal yang sama, sehingga menyebabkan beberapa orang ragu akan Islam, sebagian dari merekapun murtad lalu masyarakat dilanda kesengsaraan yang berat, hal itu sangat menyulitkan bagi kholifah Mutawakkil, lalu Ia memerintahkan untuk menghadirkan Hasan Al-Askari.

 Kemudian Hasan Al-Askari berkata: “Perintahkan mereka untuk keluar besok dan Insya Alloh kesengsaran itu akan hilang.’’

Lalu masyarakat mengusulkan tentang pembebasan Hasan dari penjara pada kholifah, kholifahpun membebaskannya dan beliau keluar bersama orang-orang untuk meminta diturunkan hujan. Tatkala pendeta mengangkat tangannya bersama orang-orang Nasrani, terjadilah mendung dilangit, kemudian Hasan menyuruh agar pendeta menggenggam tangannya, lalu ia menggenggam, tiba-tiba pada tangan pendeta terdapat tulang manusia.

Lalu Hasan mengambilnya, kemudian beliau berkata: “Angkatlah tanganmu!’’

Lalu ia mengangkatnya, maka mendungpun tiba-tiba hilang dan mataharipun terbit, orang-orang menjadi kagum akan hal tersebut.

Kemudian kholifah bertanya kepada Hasan: “Apakah ini wahai putra Muhammad?’’

Hasan menjawab: “Ini adalah tulang salah satu nabi dari beberapa nabi yang mampu mengalahkan pendeta ini, yaitu satu-satunya tulang yang mampu membuka langit hingga menurunkan hujan yang sangat lebat, maka renungkanlah!’’ 

Lalu mereka menemukan apa yang seperti beliau katakan, maka keraguan agama yang terjadi pada masyarakat menjadi hilang dan mereka kembali pada Islam. Hasan kembali kerumahnya dalam keadaan terhormat dan tetap berhubungan dengan kholifah hingga beliau wafat.     

Telah terjadi pada pemerintahan kholifah Mutawakkil ada seorang wanita yang mengaku mulia dihadapannya.

Kholifah Mutawakkil bertanya: ”Dari siapa kabar tentang hal itu?”

Kemudian ia mengemukakan pada Hasan Al Askari, lalu ia menghadirkanya dan duduk bersamanya diatas tikarnya lalu menanyakan tentang masalah wanita tersebut, lalu Hasan menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan binatang-binatang buas untuk memakan putra putri Hasan Husain, maka kalian pertemukan saja wanita tersebut dengan binatang-binatang buas itu, jika wanita tersebut tidak dimakan, berarti perkatan wanita itu benar.”

  Kemudian mereka memberi tawaran terhadap wanita tersebut, lantas ia mengaku bahwa ia telah berbohong.

Lalu beberapa orang berkata kepada kholifah: “Mengapa Anda tidak membuktikan kepada Hasan sendiri apa yang Ia katakan itu?”

 Lalu Kholifah Mutawakil memerintahkan untuk menyiapkan tiga ekor binatang buas agar diletakkan dihalaman bawah istananya, lalu beliau duduk diatas singgasananya supaya dapat melihat binatang-binatang itu, kemudian beliau mengunci pintu istana. Lalu beliau menyuruh untuk mendatangkan Hasan agar masuk halaman istananya dan mengunci halaman itu. Ternyata binatang-binatang itu tidak mendengar kedatangan Hasan, bahkan ketika binatang-binatang itu melihatnya mereka hanya diam dan melewatinya, binatang-binatang itu sangat bersahabat dengannya dan mengelilinginya, lalu Hasan mengelus punggung binatang itu dengan tangannya, lalu binatang-binatang itu kembali kekandangnya.

Kemudian Hasan membuka pintu istana lalu menghadap kapada kholifah dan berbincang dengannya sesaat, kemudian Hasan turun kehalaman lagi, perlakuan binatang-binatang itu tatap sama hingga beliau keluar lagi, lalu kholifah memberinya hadiah.

Kemudian orang-orang berkata kepada kholifah: “Mengapa Anda tidak melakukan hal yang sama?”

 Maka Sang kholifah tidak berani melakukan hal itu, lalu beliau berkata pada Orang-orang tadi: “Apakah Kalian ingin membunuhku?”

Kholifah memerintahkan agar berita ini tidak tersebar pada siapapun.   

 

CERITA KE 175  TENTANG PERINTAH SEORANG PEMIMPIN YANG TIDAK AKAN BERHASILTANPA IA SENDIRI MELAKUKANNYA

  Telah diceritakan bahwa suatu hari sahabat Said bin Umar bin Hadim menasehati sahabat Umar bin Khotob, kemudian Umar berkata: “Siapa yang berkata demikian?”

Beliau menjawab: “Anda wahai Amirul mukminin, itu tak lain adalah ucapan Anda sendiri. Maka Andapun ditaati dan tidak ada seorangpun yang berani menentang kepemimpinan Anda.”

Dari Ali bin abi Thalib berkata: “Seorang muslim terhadap muslim lain memiliki 30 hak, yang tidak akan pernah lepas kecuali dengan mendatangi dan mengampuni. Yaitu: mengampuni kesalahannya, mengasihani kesedihannya, menutupi auratnya, menerima kekurangannya, menerima permintaan maafnya, menghindari menggunjingnya, mengerjakan selalu nasehatnya, menjaga persahabatannya, menjenguknya ketika sakit, menyaksikan janazahnya, mendatangi undangannya, menerima pemberiannya, membalas silaturrahimnya, mensyukuri ni`matnya, membalas baik pertolongannya, manjaga kehormatannya, mencukupi kebutuhannya, menerima pertolongannya, tidak menggagalkan tujuannya, mendoakannya ketika ia bersin, mengigatkan kelalaiannya, menjawab salamnya, menganggap baik ucapannya, menampakkan pemberian ni`matnya, membenarkan sumpahnya, menolongnya, jika ia adalah orang yang dholim, yaitu dengan menghilangkan kedholimannya, dan jika ia adalah orang yang didholimi yaitu dengan membantunya mendapatkan haknya, menyayanginya dan tidak menentangnya, tidak menelantarkannya, tidak memakinya, menciantai kebaikan yang ada padanya seperti ia mencintai kebaikan yang ada pada dirinya, membenci kejelekan yang ada padanya seperti ia membenci kejelekan yang ada pada dirinya. Salah satu dari parkara-parkara itu bila ia tinggalkan, maka ia akan dituntut di akherat kelak.

 

HIKMAH DARI PENELITIAN YANG DILAKUKAN IMAM BUNY

  Imam Buny berkata dalam kitab Al-Lum`ah An-Nuronniyah minas Siroj Al-Badi` dan kitab Khirzil Mani`: “Sesungguhnya seseorang ketika ia merasa takut pada dirinya akan terjadinya pembunuhan atau hal lain seperti adanya penyiksaan, maka hendaklah ia memungut seekor domba yang mencukupi syarat qurban, dan menyembelihnya segera dengan menghadap kiblat serta membaca do`a:      

 

(“Ya Alloh, hewan ini adalah milik Engkau dan berasal dari Engkau, Ya Alloh sesunnguhnya ini adalah tebusanku maka terimalah tebusan itu dariku”)

Dan hendaknya ia membuat lubang agar darah hewan itu mengalir kedalamnya sehingga darah tersebut tidak terinjak, kemudian ia membagi daging hewan menjadi menjadi 60 bagian, yaitu: kulitnya 1 bagian, kepalanya 1 bagian, perutnya 1 bagian dan seterusnya.

 Lalu ia beserta orang yang menjadi tanggungan nafkahnya tidak diperbolehkan makan daging itu, tetapi hendaknya ia serahkan kepada 60 fakir miskin.

 Itu adalah tebusan atau penyelamat dari apa yang ia takuti dan juga merupakan resep yang manjur

 Jika perkata yang ia takuti lebih ringan dan bukan pembunuhan, maka hendaklah ia memberi makan 60 fakir miskin dengan makanan yang istimewa dan mampu membuat mereka kenyang, seraya membaca do`a:

(“Ya Alloh sesungguhnya Hamba memohon, bebaskanlah hamba dari perkara yang hamba takuti ini, sebagai perantara dari mereka, dan hamba memohon kepada Engkau lantaran jiwa dan ruh mereka, agar menyelamatkan hamba dari rasa takut dan khawatir.”)

Maka Alloh SWT akan memberikan kelapangan padanya. Mutafaq Alaih.

 

CERITA LUCU TENTANG PEKERJAAN-PEKERJAAN PARA SHABAT

·         Abu Bakar As-Sidiq, Usman Bin Affan, Tholhah, Abdurrahman Bin Auf sebagai pedagang kain

·         Umar bin Khottob sebagai makelar atau distributor antara penjual dan pembeli

·         Sa’ad bin Abi Waqas sebagai tukang panah

·         Walid bin Mughiroh, Abul Ash saudara dari Abu Jahal sebagai tukang besi

·         Uqbah bin Abi Mu’id sebagai pembuat tikar

·         Abu Sofyan bin Kharb sebagai penjual minyak dan lauk

·         Abdullah bin Jad’an sebagai penjual sepatu

·         Nadhor bin Kharis sebagai tukang kayu

·         Hikam bin Al khos, Kharis bin Umar, Dhohaq bin Qois Al fihri dan Ibnu Sirin sebagai peternak kambing

·         Al ‘Ash bin Wa’il sebagai dokter hewan

·         Putra Al ‘Ash bin Wa’il yaitu Umar, Abas dan Abu khanifah Shohiburro’yi Jazarin, Zubair bin Awam, Qo’is bin Muhromah, Usman bin Tholhah Shohibu Miftahul Ka’bah sebagai penjahit

·         Malik bin Dinar sebagai pembuat kertas

·         Yazid bin Mahlab sebagai tukang kebun

·         Qutaibah sebagai penuntun unta

·         Shofyan bin Uyainah, Dhohaq bin Muzakhim, Atho’ bin Abi robah dan Al Kamit sebagai penyair

·         Hujaj bin Yusuf Atsaqfi, Abdul Hamid, Qosim bin Salam dan Kisa’i sebagai pengajar atau guru

 

CERITA KE 176 CERITA MENARIK TENTANG BEBERAPA ORANG CERDIK

Beberapa orang pelaut telah mengalami musibah, yaitu kapalnya yang hampir tenggelam, yang mana didalam kapal tersebut berisi orang-orang muslim dan orang-orang kafir, mereka bingung menghadapi hal itu, kemudian sebagian dari mereka berdiskusi  sehingga muncul kesepakatan, yaitu mencampuradukan sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain dan menjadikan mereka sebuah lingkaran.

 Mereka masuk kedalam lingkaran dengan bilangan yang telah ditentukan, barang siapa yang mendapat jatah bilangan paling akhir, dia akan dijatuhkan ke laut.

Hal yang demikianpun dilakukan, anehnya semua bilangan yang akhir itu mengenai orang-orang kafir, sehingga mereka harus dibuang di laut, maka selamatlah orang-orang muslim.

Bukti adanya percampuran tersebut dapat diketahui dari ba’it berikut:

“Allah SWT memutuskan perkara dengan kemudahan memberi rizqi terhadap  orang lemah, selama dia masih hidup”

Setiap huruf yang kosong itu tempat orang muslim dan setiap huruf yang tertitik itu tempat orang kafir.

Jumlah bilangan yang ada adalah 99 dari permulaan ba’it yang telah disebutkan.

Sebagian dari mereka berputar setelah sebagian yang lain. Sebagian dari mereka mengganti satu ba’it dengan ba’it yang lain sebagaimana ba’it yang telah disebutkan.

“Ketika aku tertarik pada pandangannya, akupun menginginkannya, tanpa takut  orang

kecewa”.

HIKAYAT 177 “MIMPI SAHABAT ABU BAKAR SIDIQ”

Diceritakan, pada suatu saat Abu bakar sidiq ra. Bermimpi tentang hal yang sangat menakjubkan di dalam tidurnya, hingga tanpa sadar beliau menangis sampai terdengar suaranya dari luar rumah. Secara kebetulan, lewatlah sahabat Umar bin khottob, mendengar suara tangisan sahabat Abu bakar beliau langsung mengetuk pintu rumah sahabatnya itu. Mendengar suara ketukan pintu, masih dalam keadaan berlinangan air mata sahabat Abu bakar langsung terbangun dan segera membukakan pintu.

Setelah sahabat Umar melihat keadaan sahabatnya, “ Tangisan apa ini?” tanya Umar kepada sahabatnya.

 “ Kumpulkanlah semua para sahabat dan nanti akan aku kabarkan kepada kalian semua tentang peristiwa yang terjadi padaku” pinta Abu bakar kepada Umar.

Umar segera mengumpulkan sahabat-sahabatnya. Setelah semua sahabatnya berkumpul, baru mulailah sahabat Abu bakar bercerita, : “Sesungguhnya saya telah bermimpi bahwa hari qiamat telah terjadi. Pada saat itu, saya melihat para pemuda berdiri diatas mimbar yang terbuat dari cahaya dengan bermacam-macam bentuk layaknya bintang-bintang yang bersinar cerah.

Melihat keadan seperti itu, saya bertanya kepada salah seorang malaikat: “Siapakah mereka itu?”

 “Mereka adalah para nabi yang menanti kedatangan nabi Muhammad, karena hanya di tangannyalah tergenggam kendali syafa`at”, jawab malaikat itu.

 “Sekarang dimana nabi Muhammad?” tanyaku lagi

 ”Bawalah saya kepadanya, saya adalah pelayan dan sahabat beliau, Abu bakar sidiq,!”, Pintaku padanya.

 Kemudian malaikat itu membawa saya kepada nabi Muhammad, beliau berada dibawah tiang `Arsy, sorbannya terletak di antara kedua tangannya, sementara tangan beliau yang kanan memanjang hingga tiang `Arsy sedangkan tangan kirinya memanjang hingga membelenggu pintu neraka sembari berkata: “ Tuhanku umatku..tuhanku umatku..tuhanku umatku.., diantara mereka ada para `ulama, orang-orang shaleh, orang-orang yang menunaikan haji, orang-orang yang berumroh, orang-orang yang berperang dan orang-orang yang berjihad“.

Seketika itu, ada seruan: “Wahai..Muhammad, engkau hanya menyebutkan golongan-golongan orang yang taat dan tidak menyebutkan golongan yang lain. Sebutlah golongan para penganiaya, para peminum khamer, para pezina, dan para pemakan harta riba !”.

Lalu Muhammad berkata: “Ya Tuhanku ! mereka adalah golongan sebagaimana yang telah engkau katakan, akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang menyekutukan Engkau, tidak pula menyembah berhala, tidak menjadikan Engkau sebagai anak, dan tidak juga menentang ketauhidan Engkau.. maka terimalah syafa`atku pada mereka, limpahkanlah kasih sayang pada mereka..!”.

Lalu saya berkata kepada orang yang sangat aku kasihi: “Kasihilah dirimu sendiri, wahai Muhammad !”

Kemudian Muhammad berkata kepada saya: “Wahai Abu bakar, Engkau telah benar-benar telah merendahkan dirimu kepada tuhanku, maka berilah syafa`at kepada umatku !”

 “ Semua atau sebagian?”, tanyaku kepada beliau.

“ Pada saat itu, tiba-tiba engkau telah mengetuk pintu sebelum ada jawaban, wahai Ibnul Khottob..!”

Dan seketika itu pula ada suara dari dalam pintu, “ Semua, semua, semua.”

 “Alhamdulillah…” ucap sahabat Abu bakar dan Umar bin khottob tampak lega.         

 

HIKAYAT 178 “TAFAKUR MENGENAI HAL-HAL UKHROWI”

  Dikatakan pada Ibrohim bin Adham: “Seandainya engkau duduk bersama  kami di masjid, maka kami akan mendapatkan pelajaran?.”  Lalu dijawab oleh Ibrohim bin Adham: “Sesungguhnya aku telah disibukkan oleh 4 perkara, seandainya aku telah selesai dari 4 hal tersebut maka aku akan duduk bersama kalian.”

 “Apa itu?” Tanya salah seorang dari Mereka.

Lalu Beliau menjawab: “Pertama, Saya teringat ketika Alloh menagih janji kepada anak Adam, lalu Alloh berkata: “Sebagian dari mereka akan masuk surga, sebagian yang lain akan masuk neraka, tapi itu semua tidak berpengaruh bagiku.”  Saya tidak mengetahui termasuk golongan manakah saya?”

 Kedua, saya teringat ketika Alloh menciptakan anak dalam perut ibu dan meniupkan ruh kepadanya, lalu berkatalah malaikat: “Wahai tuhanku, anak ini akan menjadi anak yang celaka atau anak yang beruntung”, dan saya tidak mengetahui mana yang akan menjadi nasib saya?”

Ketiga, saya teringat ketika malaikat maut akan mencabut nyawa seseorang, dia berkata: “Beserta orang-orang yang selamat ataukah beserta orang-orang yang kufur? dan saya tidak tahu jawaban seperti apa yang keluar untuk saya”

 Keempat, saya teringat firman Alloh: “ Satu golongan berada di surga dan golongan yang lain berada di neraka.” dan saya tidak tahu digolongan manakah saya berada?”.

 

HIKAYAT 179 “CERITA YANG MENGGELIKAN DAN PERUMPAMAN BAGI ORANG YANG BERAKAL”

  Dikisahkan tentang seekor anak singa yang membuntuti seekor tikus, hingga tikus itu lari dan naik ke pohon. Namun meskipun begitu, anak singa tidak berhenti sampai disitu, ia terus membuntutinya hingga tikus itu sampai ke ujung batang dahan dan tidak ada lagi tempat pelarian baginya.

Setelah itu, tikus turun ke daun kemudian menggigit ujung daun dan menggelantungkan dirinya. Dengan demikian, anak singa itu tidak menemukan jalan untuk menuju ke tempat tikus lagi, lalu  dipanggillah istri anak singa untuk dimintai bantuan. Setelah istrinya datang dan berada tepat dibawah pohon yang dinaiki tikus, lalu anak singa langsung memotong ranting dahan yang digigit oleh tikus hingga tikus itu jatuh.

Kemudian istri dan anak singa menangkap tikus tersebut dan pulang ke rumahnya.

  Kisah diatas menunjukkkan tingginya tingkat kecerdasan pemikiran yang dimiliki oleh seekor anak singa.

  Ada satu kisah lagi yang menunjukkan kuatnya sebuah pemikiran, yaitu kisah seorang laki-laki yang berburu seekor burung kemudian mengurungnya didalam sangkar, lalu datanglah induk dari burung itu. Setelah induk itu melihat anaknya lalu ia pergi lagi.

Setelah itu, si induk datang lagi dengan membawa uang satu dinar dimulutnya dan menemui pemburu anaknya bermaksud untuk menebus anaknya itu dengan satu dinar tadi. Namun, pemburu itu tidak melepaskannya. Kejadian seperti di atas dilakukan oleh Si induk hingga mencapai 5 dinar, namun tetap saja pemburu tidak melepaskannya.

Si induk lalu pergi dan datang lagi dengan membawa kain dimulutnya yang menunjukkan bahwa batas kemampuannya hanya sampai disitu, akan tetapi pemburu itu tetap tidak menghiraukannya.

Melihat sikap pemburu yang tak menghiraukannya, akhirnya Si induk memutuskan untuk kembali ke dinar-dinar itu, mengambil satu, lalu pergi. Karena takut dinar itu akan dibawa semuanya, akhirnya pemburu itu melepaskan anak Si induk burung tadi.

Kemudian Si induk meletakkan dinar itu lagi dan pergi bersama anaknya dengan segera.

Fadhil bin Abdurrohman berkata kepada Ruqoyah binti Abu Lahab: “Lihatlah seorang perempuan yang diketahui nasabnya, mulia pekerjaannya, sangat cantik, tampak sabar, jika duduk terlihat mulia, jika berdiri mampu menaklukkan, jika berjalan lemah gemulai, dari jauh terlihat menakjubkan, dari dekat memikat hati, selalu membahagiakan orang yang bergaul dengannya, memuliakan orang yang bertetangga dengannya, begitu romantis dan walud, tidak ada yang mengenalnya kecuali keluarganya, tidak membahagiakan kecuali hanya kepada suaminya.”

  Lalu berkatalah Ruqoyah kepadanya: “Wahai putra pamanku, khitbahlah perempuan itu dari tuhanmu di akhirat, karena sesungguhnya kamu tidak akan menemukannya di dunia.”

  Seorang yang bernama Abu Musa Al-Makfuf berkata kepada seorang pedagang keledai : “ Carikanlah saya seekor keledai yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, jika jalan sepi ia berlari kencang, jika jalan itu penuh ia berjalan dengan pelan, ia tidak mau menabrak pasukan berkuda lainnya, tidak mau pula masuk ke daerah yang rusak tanahnya, ketika ada makanan yang banyak maka ia bersyukur, jika ada sedikit makanan maka ia pun sabar, jika saya menaikinya ia berjalan, ketika orang lain menaikinya ia tidur.”

  Lalu pedagang itu menjawab: “ Bersabarlah.. [ semoga Alloh memuliakanmu] hingga Alloh mengubah seorang ahli hukum menjadi seekor keledai, maka engkau akan dapat mendapatkan apa yang engkau inginkan.”

  Diceritakan, pada saat Alloh menciptakan akhlaq-akhlaq, maka “sifat qonaah” bekata: Saya akan pergi ke negara Hijaz.”

Lalu dsusul oleh “sabar”: “ Saya ikut bersamamu.”

Kemudian, “ `ilm” juga berkata: “Saya akan pergi ke Iraq.”

“Saya ikut bersamamu”, susul “`Aql”.

 Tak kalah juga “ sifat mulia” berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Syam.”

 Kemudian disusul oleh “ sifat luhur”: “ Saya ikut denganmu.”

 Si “kaya” pun ikut berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Mesir.”

 Lalu disusul juga oleh si “penyantun”: “ Saya akan ikut denganmu.”

Tak mau ketinggalan ”akhlaq jelek “ berkata: “ Saya akan pergi ke daerah barat.”

“Saya ikut denganmu.” sergah si “bakhil”.

 Tak kalah semangat juga, “akhlaq yang baik”pun berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Yaman.”

  Dan disusul oleh si “murah hati”: “ Saya akan bersamamu.”

  Kemudian “kesengsaraan” berkata: “ Saya akan pergi ke daerah pelosok.”

Disusul oleh “sifat perwira”: “ Saya akan ikut bersamamu.”

Untuk yang terakhir “sifat fasik” berkata: “Saya akan pergi ke Romawi.” Lalu disusul oleh “tipu daya”: “ Saya ikut denganmu.”                                                               

 

HIKAYAT 180 “HAL YANG PANTAS DIJUMPAI BERSAMA ORANG –ORANG YANG MEMILIKI KEPERWIRAAN”

  Pada suatu saat, di sebuah desa ada 2 orang perempuan, satu dari mereka melahirkan anak laki-laki, dan satu lagi yang lain melahirkan seorang anak perempuan.

  …………………………………

……………….

  [latifah] Baihaqi telah meriwayatkan dari Malik bin Dinar di sebuah daerah, beliau berkata: “Perumpamaan orang yang ahli al-qur`an pada saat ini itu seperti seorang laki-laki yang memasang sebuah perangkap untuk memburu burung,Lalu datanglah seekor burung ke tempat itu. Setelah burung yang datang itu melihat sesosok lelaki yang memasang perangkap tadi, burung pun berkata padanya: “ Harta yang saya miliki hanyalah rumah gubuk yang hampir tenggelam ke dalam Lumpur”’.”

  “ Ah.. itu hanya merendah saja” sahut lelaki pemburu itu.

  “ Disamping itu, saya sampai merasa doyong” kata burung itu lagi.

  “ Ah.. itu karena kamu terlalu lama beribadah” lelaki itu menimpali.

   Lalu Burung bertanya kepada lelaki itu: “ Apakah biji ini milikmu?”

  “ Biji ini saya siapkan untuk orang-orang yang berpuasa” jelas lelaki itu kepada burung.

  “ Apakah saya boleh memakan biji ini?” Tanya burung lagi.

  “ Boleh” jawab lelaki pemburu itu singkat.

  Dengan segera burung itu menuju ke tempat biji. Pada saat ia mengeluarkan biji tersebut, jatuhlah perangkap ke leher burung dan mencekiknya.

Lalu burung iu berkata: “Jika ada seorang hamba yang mencekik seperti halnya yang telah engkau lakukan seperti ini, maka tidak ada arti kebaikan dalam ibadah  pada zaman sekarang ini .”

 

HIKAYAT 181 “TENTANG NYANYIAN DENGAN SUARA MERDU”

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwasanya nabi Muhammad berkata: “Apakah kalian tahu kapan akan dilakukan penggiringan unta?” 

  Mereka menjawab: “Kami tidak tahu, demi ayah kami, engkau, dan ibu kami.”

  Lalu nabi berkata lagi: “Sesungguhnya bapak kalian semua adalah Mudhor yang pergi keluar ke harta yang dimiliki, kemudian dia melihat anaknya yang telah benar-benar mencerai-beraikan untanya. Melihat seperti itu, bapak itu memukul tangan anaknya dengan tongkat. Setelah itu, anak itu duduk di lembah sambil berteriak kesakitan. Unta-unta yang mendengar suara teriakan anak tersebut merasa iba kepadanya.”

  Mudhor berkata: “Seandainya………

 Al-`Aini, pensyarah kitab Bukhory, berkata: “Nama malaikat Jibril adalah Abdul Jalil dengan julukan Abul futuh, nama malaikat Mikail adalah Abdul Rozak dengan julukan Abul Ghonaim, nama malaikat Isrofil adalah Abdul Kholiq dengan julukan Abul Manafikh, dan nama malaikat Izroil adalah Abdul Jabbar dengan julukan Abu Yahya”, Wallohu A`lam.

 

HIKAYAT 182 “PERTANYAAN AZ-ZAMAKHSYARI KEPADA AL- GHOZALI”

  [Dhorifah] Diriwayatkan bahwasanya Az-Zamakhsyari bertanya kepada al-Ghozali: “Dzat yang maha Rohman bersemayam di atas `Arsy? “

  Lalu dijawab oleh al-Ghozali sebagai berikut:

SYI`IR BANYAK BANGET…………

 

 

HIKAYAT 183  “CELAAN SEBUAH KEPUTUSAN”

  Diriwayatkan dari Abi Ma`syar, beliau berkata: “Ada seorang lelaki bersumpah bahwa ia tidak akan menikah hingga ia menemukan 100 orang yang tahan dari cobaan seorang wanita. Dia telah menemukan 99 orang dan masih kurang satu, lalu dia mencari keluar dan bertanya pada setiap orang yang ia temui.

Pada saat itu, ia bertemu dengan orang gila yang mengambil potongan tulang, berwajah hitam, dan menaiki pipa layaknya kuda dengan cemetinya.

 Dia memberi salam pada orang gila itu dan berkata padanya: “Saya ingin bertanya padamu tentang sebuah masalah.”

  “Bertanyalah tentang sesuatu yang kamu kehendaki ataupun yang tidak kamu kehendaki“ jawab orang gila kepadanya.

  “Saya adalah seorang laki-laki yang menganggap wanita adalah sebuah cobaan dan saya telah bersumpah pada diri saya sendiri untuk tidak menikah hingga saya menemukan 100 orang dan kamu adalah penyempurnanya, bagaimana menurutmu?“ Tanya lelaki itu.

  Orang gila itu berkata: ”Ketahuilah, sesungguhnya wanita ada 3 macam, yaitu wanita yang baik untuk kamu, wanita yang menjadi beban bagi kamu, dan wanita yang tidak baik untuk kamu tetapi juga tidak menjadi beban bagi kamu. Perempuan yang baik untuk kamu adalah gadis yang belum pernah tersentuh oleh laki-laki lain, jika melihat kebaikan maka ia mengucap Alhamdulilah, jika ia melihat keburukan maka ia berkata: “Semua lelaki seperti ini.” Adapun wanita yang menjadi beban bagimu adalah seorang wanita yang telah mempunyai anak dari orang selain kamu, dia berselingkuh dengan lelaki lain dan mengumpulkan anaknya menjadi satu. Dan yang terakhir, wanita yang tidak baik untukmu dan tidak pula menjadi beban bagi kamu adalah seorang wanita yang pernah menikah dengan orang lain sebelum menikah denganmu, maka apabila ia melihat suatu kebaikan maka ia berkata: “Ini adalah yang saya suka”, sedangkan apabila ia melihat suatu keburukan, maka ia akan merindukan suaminya yang pertama.”

  Lalu saya bertanya lagi padanya: “ …………

 

HIKAYAT 184 “HAL-HAL YANG SEBAIKNYA DIPELIHARA”

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan dari Wahhab bin Munabbah telah menceritakan bahwa ada 2 orang laki-laki Bani Isroil yang tingkat ibadahnya mencapai derajat bisa berjalan di atas air.

 Pada suatu saat ketika mereka berjalan di atas air, ada seorang lelaki yang berjalan di udara.

  Kemudian 2 orang laki-laki itu bertanya padanya: ”Wahai hamba Allah, bagaimana engkau bisa mencapai tingkat derajat seperti itu?”.

  Lalu lelaki itu menjawab: “Dengan sedikit keduniawian, menjaga dari keinginan hawa nafsu, menjaga lisan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, mencintai dzat yang saya memohon doa kepadanya, lebih banyak diam, kemudian seandainya saya bersumpah kepada Allah maka saya akan menjaga sumpah saya, dan jika saya meminta sesuatu kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadaku apa yang aku minta.”       

 

CERITA 185 MENCELA KEBAKHILAN DAN KEKIKIRAN

  Sebagian orang bakhil membeli teko dan mangkuk, kemudian dia berkata kepada pembuat keramik: Tuliskanlah pada teko dan mangkukku! Kemudian pembuat keramik itu berkata padanya:” Mengapa engkau menginginkan aku menuliskannya?”

  Dan ada sebagian orang cerdik berhenti, lalu dia berkata: Tuliskan pada tekonya: “Barang siapa diantara kamu meminum airnya maka bukanlah dia pengikutku, dan tuliskan pada mangkuknya: “Barang siapa tidak memakan makanannya maka ia pengikutku.

  Lalu dia berkata:”Benar, semoga Alloh SWT memberikan kebaikan kepadamu”

Sebagian Ulama’ membacakan syair:

* Memindah batu besar dan kecil, memotong pohon berduri tanpa sabit

* Memindah penopang yang kuat hingga tanah tanpa cangkul

*Memotong kedua tangan dari kedua siku dengan mencabut dari persendian, itu disebut memotong

* Menguras laut dengan bibir yang tipis, mengembalikan sumur ke lembah

*Larangan yang kau buat sehingga 90 kali dari biji sawi

* Menaklukkan padangpasir tanpa bekal karena ketakutan di waktu malam yang menggelisahkan

* Hilangnya keadaan di pagi yang sedih, menghimpun angina barat dan selatan

* Lebih mudah bagiku daripada membutuhkan orang bodoh,   kembalilah ke kumpulanmu [rakyat jelata]

 

Cerita ke-186

  Saudara kandung ÇáÈáÎí membelikan semangka istrinya. Kemudian istrinya menemukan semangka itu tidak bagus, lalu perempuan itu marah. Kemudian (sang suami) bertanya pada istrinya: "Apakah kamu (sang istri) marah pada orang yang menjual atau marah pada orang yang membeli atau marah pada orang yang menanam atau marah dengan dzat yang menciptakan?

  Adapun seorang penjual maka akan menjadikan baik terhadap sesuatu yang dia sukai, sedangkan seorang pembeli maka ia akan membeli sesuatu yang lebih baik, sedangkan orang yang menanam maka ia akan menanam sesuatu yang lebih baik, maka tidak lain kecuali engkau marah pada sang Kholiq, maka bertakwalah engkau pada Alloh dan ridholah dengan qodhonya.Kemudian perempuan itu menangis, bertaubat dan ridho dengan sesuatu yang ditetapkan Alloh SWT.

(ÙÑíÝÉ : ÝìáÍÑÕì Úáì áÎÕÇ á áÍãíÑ É Ï æ Ê ÖÏ åÇ )

Sebagian ulama' berkata:

Sabar ada 10 bagian:

1.    Sabar dari syahwat batin disebut qona'ah, lawan kata dari qona'ah adalah rakus

2.    Sabar dari syahwat farji sisebut 'ifah, lawan kata dari 'ifah adalah syahwat

3.    Sabar atas adanya musibah disebut sabar, lawan kata dari sabar adalah jaz'u (tidak sabar)

4.    Sabar dalam menghadapi keuangan disebut sabtahunnafsi, lawan kata dari sabtunnafsi adalah sombong

5.    Sabar ketika berperang, disebut saja'ah, lawan kata dari saja'ah adalah takut

6.    Sabar ketika marah, disebut khilman, lawan kata dari khilman adalah khamqu (naik darah)

7.    Sabar ketika mendapat musibah, disebut lapang dada (sa'atussadri), lawan kata dari lapang dada adalah gelisah

8.     Sabar dalam menjaga rahasia, disebut khitman, lawan kata dari khitman adalah berdusta

9.    Sabar dengan kekayaan yang berlebih, disebut zuhud, lawan kata dari zuhud adalah tamak

10.  Sabar ketika ditimpa masalah disebut tu'adah (pelan-pelan), lawankata dari tu'adah adalah ceroboh

TANDA-TANDA ORANG YANG TAWAKAL KEPADA ALLOH SWT

Ada 7 tanda-tanda orang yang bertawakkal:

1.    Tidak mencari makan ketika lapar

2.    Tidak berobat ketika sakit

3.    Tidak bercetita panjang lebar ketika bersedih hati

4.    Tidak meminta hujan ketika musim kemarau

5.    Tidak membalas ketika dianiaya

6.    Tidak menyombongi dengan sesuatu yang mencobanya

7.    Tidak meminta sesuatu kepada Alloh dikarenakan Alloh telah mengetahui keadaannya.

(ÙÑ íÞÉ : Ýì ÊÝÑ Þ ØÈÇ Ú ÇáäÇ ãì æ Úáì ãÇ Êåã æÖÑ È ÃãËÇ á áÖ íÚÞá )

Ibnu Abbas RA ditanya tentang 5 jenis manusia.  Di jawab oleh Ibnu Abbas:

1.    manusia yang paling baik

2.    manusia yang paling sabar

3.    manusia yang paling bakhil

4.    manusia yang paling suka mencuri

5.    manusia yang paling lemah

Ibnu Abbas berkata:

o  Manusia yang paling baik yaitu orang yang memberikan sesuatu yang dia cintai

o  Manusia yang paling sabar yaitu orang yang memberi maaf terhadap orang yang mendzalimimya

o  Manusia yang paling bakhil yaitu orang yang bakhil dalam membaca sholawat untuk Nabi SAW

o  Manusia yang paling suka mencuri yaitu orang yang mencuri shalatnya

o  Manusia yang paling lemah yaitu orang yang lemah dunianya karena Allah 'Azza wajala

Hasan Basri berkata: Manusia pada zaman kamu sekalian ada beberapa macam: harimau, serigala, babi, anjing, rubah, dan kambing.

ü Harimau adalah raja dunia yang diburu manusia dan seekor harimau tidak memburu manusia

ü Serigala adalah barang dagangan, kamu cela ketika kamu beli dan kamu puji ketika kamu jual, yang mana tujuan mereka adalah mengumpulkan harta untuk ahli waris yang disayangi, apabila kamu sekalian bertemu siang dan malam itu dikarenakan rakus terhadap dunia

ü Babi diserupakan dengan wanita yang menginginkan pakaian kemudian dia  memakainya

ü Anjing adalah pendusta yang memburu makhluk dan tidak menahannya dengan benar

ü Rubah adalah makhluk yang suka berbuat pura-pura terhadap manusia sebab hutangnya dan memperdaya manusia seperti angin memperoleh dunia mereka

ü Kambing adalah orang mukmin yang dipotong bulunya, diperah susunya, dimakan dagingnya, dirobek kulitnya, dipecah tulangnya, kemudian perbuatan-perbuatan bengisnya dicegah diantara mereka yang menyakiti

SEGALA SESUATU KEMBALI PADA ASALNYA

Yang termasuk dari hal tersebut adalah sesuatu yang menyebutkan tentang sifat-sifat anak. Sebagian ulama' menyebutkan sifat anak Rumiyah.

Kemudian dia berkata: Anak Rumiyah itu mengagumkan, menipu.

Dia bertanya:”Bagaimana sifat anak Armaniyah?”

Dia menjawab: Lemah, suka berkhianat. 

Dia bertanya: “Bagaimana sifat anak Saudak?”

Dia menjawab: Berani, dermawan. 

Dia bertanya: “Bagaimana sifat anak Shofro'?”

Dia menjawab: Anak-anaknya mulia, tubuhnya halus, hatinya baik.

Dia bertanya: “Bagaimana sifat anak Nubriyah?”

Kemudian dia menjawab: Fasiq, penzina.

Dia bertanya: “Bagaiman sifat qursiyah?” 

Dia menjawab: Hina, dengki.

Dia bertanya: “Bagaimana sifat anak yahudiyah?”

Dia menjawab: Pengkhianat/pendendam, kotor.

Dia bertanya: “Bagaiman sifat anak farisah?” 

Dia menjawab: Banyak tipu muslihat, menipu.

Dan dikatakan dalam ma'na:

v Bahwasanya beberapa malam itu tidak tetap pada suatu keadaan.  Dan manusia itu adalah sesuatu yang berada diantara mati dan harapan.

v Bagaimana kegembiraan sebab kesejateraan dan yang lainnya ketika……..

MACAM-MACAM KESENANGAN

Ahlulhindi berkata: kami menemukan kesenangan dalam 6 zaman :

ü Kesenangan sebentar yaitu kesenangan terhadap wanita

ü Kesenangan sehari yaitu kesenangan terhadap minuman.

ü Kesenangan 3 hari yaitu kesenangan di dalam kegemilangan

ü Kesenangan seminggu yaitu kesenangan di dalam pemandian

ü Kesenangan  sebulan yaitu kesenangan di dalam pernikahan

ü Kesenangan setahun yaitu kesenangan terhadap anak

ü Kesenangan selamanya yaitu kesenangan ketika bertemu dengan saudara.

ADAB ORANG YANG DATANG DARI BEPERGIAN

  Sebagian ulama' berkata: Tidak baik mengunjungi orang yang baru datang dari bepergian kecuali setelah 3 hari, karena hari pertama bagi dirinya sendiri untuk beristirahat setelah lelah bepergian, hari kedua untuk keluarganya karena lama tidak bertemu, hari ketiga untuk istrinya untuk saling bercumbu, dan setelah itu untuk dirinya dan teman-teman yang mengunjunginya, lalu dia mengunjugi mereka karena dia telah selesai bagi mereka dan menjalankan hak mereka.

( ÚÒ íÒ É : Ýì ÝÖá Çáåã æ ÎæÇ Õå )

Diriwayatkan: Bahwasanya Nabi SAW bersabda: Nabi dari beberapa Nabi mengadu terhadap Tuhannya karena lemah badannya dan sakit tulang punggungnya, kemudian Alloh memberi wahyu kepada Nabi: Bahwa Alloh memasakkan daging dengan gandum dan supaya dia memakannya. Sesungguhnya aku telah menjadikan kekuatan didalamnya.

MACAM-MACAM BUAH

  Ada 30 macam buah syurga yang keluar bersama Nabi Adam as.  Sebagian dari 30 macam buah tersebut ada 10 buah yang dimakan dzohirnya bukan batinnya, yaitu: kurma, bidara, 'askar, ijaz, zu'rur, sabastan, khurnut, anggur, kismis, persik.  Sebagian dari 30 macam buah tersebut ada 10 macam buah yang dimakan batinnya bukan dzohirnya, yaitu: delima, kelapa, badan, pisang, sahbuku, fustuq, balud, pala, maskur. Sebagian dari 30 buah tersebut ada10 macam buah yang dimakan batinnya dan dzohirnya yaitu: anggur, tin, apel, kumastro, safarjil, tut, atroji, naronji, pisang, majhar.

CERITA KE 187 MENERIMA HADIAH

  Diceritakan oleh fatkhul mushola rokhimahulloh: Bahwasanya beliau mendapat hadiah bungkusan yang berupa 50 dirham. Kemudian beliau berkata: Sahabat 'Ato' bercerita kepada kam dari Nabi SAW: Bahwasanya beliau bersabda: "Seseorang  mendapat rizki dengan tanpa masalah maka dia menerimanya, dia menerimanya karena Alloh, kemudian bungkusan itu dibuka dan dia mengambil 1 dinar dan menolak sisanya. Wallohu A’lam

CERITA KE 188 BERPIKIR BAIK DALAM BEBERAPA KEADAAN

Dikatakan kepada Abi 'Utahiyah: “Bagaimana engkau muncul?”

Dia menjawab: Terhadap sesuatu selain yang Alloh cintai, selain sesuatu yang aku cintai dan selain sesuatu yang iblis cintai, kemudian ditanyakan kepadanya tentang hal itu?

  Dia menjawab: Karena Alloh mencintai ketaatannya. Sedangkan aku tidak seperti, aku mencintai kekayaan sedangkan Dia tidak seperti itu, dan iblis mencintai maksiat dariku, sedangkan dia tidak seperti itu.

( ÙÑ íÝÉ : ÊÊæ Ú Çá Ôíà Çáì ÎãÓì æ ÓÈÚ æ ÊÓÚ )

Kiblat ada 5 macam:

1. Kiblat kasih sayang yaitu kiblat anak

2. Kiblat memuliakan yaitu kiblat orang tua

3. Kiblat meninggikan yaitu kiblat kekuasaan pemerintah

4. Kiblat beribadah yaitu kiblat hajar aswad

5. Kiblat syahwat yaitu kiblat wanita

Sebagian ulama' berkata: mabuk ada 5 macam

1.      mabuk minuman

2.      mabuk pemuda

3.      mabuk harta

4.      mabuk nafsu

5.      mabuk kekuasaan

Ada 7 perkara yang tidak tetap

1.      Bayangan awan

2.      Kekuasaan perenang

3.      Kebutuhan sehari-hari

4.      Cinta wanita

5.      Pujian bohong

6.      Harta

7.      Warisan / kekuasaan

Dan sebagian ulama' berkata: Ada 9 perkara yang hilang:

Tangga di padangpasir, kunci ditempat reruntuhan, sesuatu yang diberi warna untuk mencampur. Lelaki ganteng didalam kemiskinan, wanita cantik yang buta, kewaspadaan orang tuli, celaan orang yang mencintai, berbuat baik disertai bakhil/menipu.

Dikatakan:….

Agama, dunia, pemerintah, dinar, dirham, binatang, lemak dan madu.

CERITA 189 SESEORANG YANG BERMAKSIAT KEPADA ALLOH KEMUDIAN BERTAUBAT KEPAD ALLOH DAN ALLOH MENERIMA TAUBATNYA.

Diceritakan: Bahwa di Bani Israil ada seorang laki-laki yang mengkhianati Abdulloh selama 20 tahun dan tidak taat pada beliau selama 20 tahun.  Kemudian seorang perempuan melihat wajahnya, lalu laki-laki itu melihat uban pada jenggotnya.   Kemudian perempuan itu mencelanya karena hal itu.

  Kemudian laki-laki itu berkata:   Ya Tuhan aku telah taat kepadamu 20 tahun dan aku telah durhaka  padaMu selama 20 tahun.  Apabila aku kembali pada-Mu apakah Engkau akan menerimaku?

  Kemudian laki-laki itu mendengarkan dengan mendekat kesudut yang mana dia tidak melihat seseorang yang bicara padanya.  Apabila kamu datang padaku maka aku akan datang padamu, apabila engkau durhaka padaku maka aku akan berlaku ramah padamu dan apabila engkau kembali padaku maka aku akan menerimamu.

SIFAT SEBAGIAN NEGARA

  Adapun kota Makkah dan Madinah sifatnya tidak samar, Madinah disebut thoyibah dikarenakan tempat tinggal orang Madinah wangi baunya dan bau-bau wangi itu makin bertambah didalamnya tidak ditemukan penyakit kusta dan pes, dan tidak ada peramal. Dan dikatakan: sifat negeri Baghdad ada 10: dzalim, beruban, pikun, orang tua yang manja, tandus, sengsara, jasad yang subur, angin sepoi-sepoi Baghdad dapat berbahaya.

Barang dagangannya adalah harimau yang mereka buru, pekerjaan orang Baghdad adalah sebagai pencuri yang merampas, tetangga mereka adalah orang yang hasud, tabiatnya rusak.

  Dan dikatakan sifat-sifat Negara Irak: Negara Irak memiliki sembilan per sepuluh kejelekan dan penyakit yang tidak dapat diobati.  Sifat-sifat Negara Basrio: Airnya mati / habis, sungainya menakjubkan, langitnya membasahi, buminya mati, panasnya tinggi, kejelekannya banyak, tempat bagi sestiap pedagang jalan bagi setiap orang yang bepergian.

  Sifat-sifat Negara Syam: pernikahan diantara perempuan, ketaatan manusia kepada makhluk dalam maksiat kepada Kholik.  Sifat-sifat khurosan: Airnya membeku, musuhnya adalah orang yang bersungguh-sungguh, sangat kasar, dan kejelekannya banyak.  Sifat-sifat Negara Kurman:

  Sifat-sifat Negara Asfan: Buminya menimpang dari jalan besar, rumputnya za'faran, lalatnya adalah lebah.  Sifat-sifat Negara Nawahan :  debunya berupa za'faran, temboknya madu, langitnya kurma. Sifat- sifat Negara Hunud :  Gunungnya berupa Yakut, lautnya berupa air susu pohonya berupa kayu gaharu dan daunnya berupa minyak wangi.

9 Negeri yang tidak lepas dari 9 perkara:

1.      ÝÒ æ íäì  tidak lepas dari dakwah

2.      Èãäì      tidak lepasdari kegilaan

3.      æ Ç ÓØì  tidak lepas dari lupa

4.      ÈÓÑ ì    tidak lepas dari menganyam

5.      ßæ Ýì     tidak lepas dari kebohongan

6.      ÈÛìÇÑì  tidak lepas dari kedustaan

7.      ÍæÇ ÑÒì  tidak lepas dari kekejian

8.      ØÈÑì      tidak lepas dari kepandiran

9.      åãÏÇì      tidak lepasdari kemarahan

( ÙÑìÞÉ)  : tidak ada taqbil terhadap sesuatu dari khayawan kecuali manusia dan merpati, tidak ada tazwij didalam sesuatu hal dari khayawan kecuali manusia dan bangau. Tidak ada riyasah dalam suatu hal dari khayawan kecuali burung jenjang dan lebah, tidak ada khuntsa dari khayawan kecuali manusia dan kelinci.  Dan khayawan itu tidak melahirkan sesuatu dari selain jenisnya kecuali bighol yaitu  diantara kuda dan khimar, hewan buas yaitu diantara anjing hutan dan serigala, saqunqur diantara buaya dan biawak, dan zarofah diantara 7 atau 9.

9 perkara yang dianjurkan dalam ziarah kubur:

  Maksud dari ziarah kubur dikarenakan pertimbangan kematian, tabaruk dengan ahli kubur, menghadapkan wajah si mayat dikarenakan membelakangi kiblat, mengucapkan Salam apabila mengetahui mayatnya, tidak menyentuh kubur, tidak bersujud di kubur, tidak thowaf disekitar kubur, Qiro'ah untuk mayat, mendoakan mayat dan dirinya.

 

Hikayat ke 190 Judul Tanya Muzamiroh

( ÚÌìÈÉ ) : diceritakan bahwa Musa SAW telah menghabiskan harinya dengan kambingnya dijurang yang banyak serigala.  Setelah dia lelah kemudian dia bingung, apabila dia sibuk menjaga kambingnya maka dia akan lemah dari hal itu dikarenakan terkalahkan oleh kantuk dan lelahnya, dan apabila dia senang-senang  dan diam maka serigala itu akan memakan kambingnya.

  Kemudian mata laki-laki itu memandang langit dan dia berkata: "Tuhanku Engkau menjaga segala sesuatu dan ilmu-Mu, mengubur kehendak-Mu, menetapkan takdir-Mu.

  Kemudian dia meletakkan kepalanya dan tidur, ketika dia bangun tidur dia menemukan serigala itu meletakkan tongkat dipundaknya……

  Kemudian Musa kagum pada hal itu, kemudian Alloh memberi wahyu kepada Musa: "Hai Musa jadilah kamu milikku seperti yang aku inginkan, Aku menjadikanmu seperti yang kamu inginkan".

æÇááå ÇÚáã

 

Hikayat Ke 191

Seorang yang menganiaya dengan tanpa kebenaran kemudian dia mendapat balasan dan dicela

 

(ajibah)seorang mujahid berkata : “nabi Nuh AS pernah melewati seekor harimau yang menderung lalu nabi Nuh memukul harimau itu dengan kakinya kemudian harimau itu mengangkat kepalanya dan betisnya , pukulan yang mengenai betisnya menjadikan dia sakit dan tidak bisa tidur pada malam harinya. Dan harimau itu berkata : “hei tuhanku, anjingmu telah melukaiku”, kemudian  Allah memberikan wahyu kepadanya : “sesungguhnya Allah tidak ridho dengan kedholiman, kamu yang memulainya , wallahu’alam

 

CERITA KE 192

ORANG YANG ARGUMENTASINYA

DIKALAHKAN OLEH ORANG YANG DIBAWAHNYA

 

Konon ada seorang anak kecil yang keluar dari perpustakaan, dan bertemu dengan Abu Ala` Al ma`ari. Kemudian ia bertanya kepadanya: “bukankah engkau yang mengucapkan syi`ir:

 

  Kalaupun Aku hidup di akhir zaman

  Aku akan melakukan sesuatu,

  Yang orang-orang terdahulu

  Tak mampu tuk melakukan.

 

Abu Ala` menjawab: “Ya, akulah yang mengucapkan syi`ir tersebut”.

Selanjutnya anak kecil tersebut bertanya lagi: “Orang-orang dahulu telah menciptakan huruf Hijaiyah sebanyak 28 huruf, yang mana bila akan membuat suatu kalam harus menggunakan huruf-huruf tersebut dan tidak akan berarti bila menggunakan huruf yang lain. Apakah mungkin engkau menambahi huruf hijaiyyah tersebut dengan satu huruf yang dibutuhkan manusia dalam suatu kalam, kemudian menyusun kalam dengan huruf itu?.Maka engkau telah melakukan sesuatu hal yang tidak mampu dilakukan oleh orang-orang terdahulu!”

Abu Ala` terdiam, kemudian bertanya: “Siapakah orang tua anak ini?”

Kemudian dijawab: “Dia adalah anak Pak Fulan.”

Abu Ala` melanjutkan perkataannya: “Katakanlah kepada kedua orang tua anak ini, jagalah dia, sesungguhnya dia termasuk salah satu dari sedikit orang yang akan mati, karena kecerdasannya itu akan membunuhnya.” Tak lama kemudian dia mati.

 

 

CERITA KE 193

ORANG GILA YANG MENCELA ORANG BANYAK

 

  Ada seorang laki-laki gila, yang mana ketika sedang melewati sebuah pasar dia dipermainkan dan dilempari batu oleh anak-anak kecil yang ada di pasar tersebut.

Kemudian lewatlah seorang Pemimpin yang diatas kepalanya terdapat mahkota, dan dia juga mempunyai tanduk yang sangat panjang. Orang gila tadi lalu menggantung pada tanduk si pemimpin  dan pergi sambil minta pertolongan seraya berkata padanya: “Wahai orang yang mempunyai dua tanduk, bebaskanlah aku dari Ya`juj Ma`juj.”

 Lalu orang-orang menjadi heran sekaligus tertawa karena perkataan lucunya.

 

CERITA KE 194

KEPEMILIKAN AKAN MUSNAH SEDANG

TASBIH AKAN SELAMANYA BERMANFAAT BAGI PEMILIKNYA

 

  Dikisahkan bahwa nabi Sulaiman bin Daud lewat didekat seorang penggembala kambing dengan menaiki kendaraanya Kemudian penggembala kambing berkata: “Aku telah didatangi nabi Sulaiman bin Daud seorang raja yang agung.”

 Lalu angin menyampaikan perkataan penggembala kambing tadi ke telinga nabi Sulaiman maka turunlah beliau dari kursinya dan menghampiri si penggembala kambing seraya berkata padanya: “Hai penggembala sesungguhnya satu bacaan tasbih disisi seorang hamba itu lebih utama dihadapan Alloh daripada kerajaan Sulaiman, karena kerajaan Sulaiman akan rusak sedangkan tasbih akan tetap dan bermanfaat bagi pemiliknya dihari akhir.”

PUJIAN PARA NABI KEPADA ALLAH SWT KETIKA MALAM ISRO`

Ø  Nabi Adam as berkata: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah menciptakanku dengan kekuasaannya dan menjadikan para nabi dari keturunanku.”

Ø  Nabi Nuh as: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah mengabulkan permohonanku, mengutamakanku dengan pangkat kenabian dan menyelamatkanku serta orang–orang yang bersamaku dari bahaya tenggelam dengan bantuan kapal.”

Ø  Nabi Ibrohim as: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah mengangkatku sebagai kekasih, memberiku kerajaan yang besar, memilihku dengan risalah, menyelamatkanku dari kobaran api dan menjadikan kerajaanku aman dan tenteram.”

Ø  Nabi Musa as: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah benar-benar berfirman kepadaku, memilihku dari golongan manusia dengan risalahnya, menyelamatkanku dari tenggelam, menurunkan Taurot kepadaku dan membuatku mencintainya.”

Ø  Nabi Daud as: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah menurunkan Zabur kepadaku dan melunakkan besi untukku.”

Ø  Nabi Sulaiman as: “Segala puji bagi Alloh dzat yang telah menundukkan angin, manusia dan jin dibawah kekuasaanku, memberitahukan kepadaku tentang bahasa burung dan memberikan kerajaan yang tidak pantas bagi seorangpun setelah diriku.”

Alloh SWT menciptakan malaikat Mikail setelah malaikat Isrofil dengan jarak 500 tahun dan Alloh menjadikan dari kepala sampai telapak kakinya, wajah-wajah dan sayap, yang mana pada masing-masing bulunya terdapat 1000 mata yang selalu menangis karena memohonkan rohmat bagi orang-orang yang berdosa dari umat nabi Muhammad SAW.

Kemudian ia meneteskan airmata yang mana pada tiap matanya terdapat 70 tetesan dan Alloh menciptakan satu malaikat dari tiap-tiap tetesannya mereka adalah malaikat Karubiun.

Dalam satu riwayat diceritakan: “Ketika nabi Muhammad SAW naik ke langit   kelima, di dalamnya  beliau menjumpai beberapa malaikat yang mana antara kepala sampai kakinya dipenuhi wajah –wajah dan sayap yang kesemuanya menangis karena takut kepada Alloh . Malaikat Jibril berkata mereka adalah Malaikat Karubiyun.

Ibnu Abbas bercerita: “Maikat Isrofil memohon kepada Alloh agar diberi kekuatan langit, bumi, gunung, angin, kekuatan jin dan manusia. Alloh kemudian mengabulkan permohonan malaikat Isrofil dan memberinya dari kepala sampai telapak kakinya beberapa wajah, rambut. lidah, dan sayap yang jumlahnya hanyalah Alloh yang mengetahui. Malaikat  Isrofil bertasbih kepada Alloh dengan beribu-ribu bahasa dalam tiap lisannya. Dan Alloh menciptakan satu malaikat dari tiap tasbih tersebut. Mereka adalah Malaikat Muqorrobun.”

  Muhammad Ibnu Sirin bin Bazaro termasuk salah seorang dari budak Anas bin Malik ra.

Sahabat  Anas berwasiat pada Muhammad Ibnu Sirin, agar dia memandikan dan menyalatinya ketika  telah wafat. Kemudian Muhammad Ibnu Sirin melaksanakannya.

 Beliau termasuk orang yang sangat alim dari golongan tabi’in. Beliau meninggal pada tahun 110 setelah Hasan Basri dengan jarak 100 hari.

Semoga Alloh memberikan rohmatnya pada mereka berdua.

 

CERITA KE 195 JANJI SEORANG WANITA

Ketika Muawiyah diperintahkan untuk membunuh Hindabah bin Hasrom, pada suatu malam beliau mengutus seorang utusan untuk mendatangi istri Hindabah. Lalu datanglah Sang istri dengan memakai baju sutra yang harum semerbak bau minyak misik. Malam itu dia termasuk wanita yang sangat cantik.

 Setelah keduanya berkumpul, mereka kemudian saling bicara, menangis, dan ada sesuatu diantara keduanya.

Ketika subuh tiba, dan Hindabah telah dikeluarkan dari penjara untuk dibunuh, maka dia menengok kearah istrinya dan ketika telah melihatnya, dia mendendangkan sebuah syi’ir:

Kurangilah celaanmu padaku dan jagalah dia yang selalu menjaga

Janganlah engkau menyusahkan orang yang terkena musibah dan menderita

Dan janganlah engkau menikah bila masa telah memisahkan kita

Tutuplah wajah dan tengkukmu, jangan sampai terlepas

Tatkala mendengar syi`ir itu, istrinya langsung menyandarkan  tubuhnya ke tembok dan memotong hidungnya dengan pisau.  kemudian dia menoleh sambil bertanya pada hindabah: ”Apakah setelah ini akan ada pernikahan?”

 Hindabah menjawab: ”Sekarang yang lebih baik adalah mati.”

 

CERITA KE 196

ORANG YANG RIDHO ATAS KEHENDAK DAN TAKDIR

ALLAH ADALAH ORANG YANG SABAR DAN BERSYUKUR

 

Ketika ‘Utbah sedang berada di jalan raya kota Bashroh, dia melihat seoarang wanita yang sangat cantik dan elok wajahnya yang sedang bersenda gurau dengan seorang laki-laki tua yang jelek dan buruk. Setiap kali laki-laki tersebut bicara padanya, wanita itu selalu tertawa terbahak-bahak.

Kemudian  aku mendekati wanita itu dan bertanya kepadanya: ” Apa hubunganmu dengan laki-laki itu?“

Si perempuan menjawab: ”Dia adalah suamiku“

Aku bertanya lagi: ”Bagaimana kamu dapat bersabar atas kajelekan dan keburukan suamimu sedangkan kau sendiri sangat cantik dan mempesona?, sungguh ini sangat menakjubkan!”

Dia memjawab : ”Oh  barangkali dia diberi anugerah seorang isteri seperti saya, maka dia merasa bersyukur sementara saya diberi anugerah suami seperti dia maka saya bersabar, sabar dan syukur termasuk ahli surga.

Apakah aku tidak akan ridho dengan sesuatu yang telah dibagikan Allah kepadaku. Aku sangat takjub dengan jawaban perempuan itu, kemudian aku berlalu dan meninggalkannya.

Ada sebuah syi`ir yang mengatakan:

jadilah orang yang luhur dan  agung

karena Tuhanmu  Maha mengatur lagi  bijaksana  

sebab takdir itu pasti  waktunya 

 

CERITA KE 198

SUMPAH ATAS SESUATU DAN KEBENARAN SUMPAH BAGI ORANG SAKIT

Semasa Nabi Ayub mengalami cobaan, semua istrinya yang berjumlah tiga orang itu memisahkan diri darinya dan yang bertahan bersamanya  hanyalah Rohmah bin Afrotsim bin Yusuf as.

 Suatu hari iblis mengatakan sesuatu tentang diri nabi Ayub kepada istrinya, dan ia tidak mencegahnya. Nabi Ayub kemudian marah dan bersumpah akan memukulnya sebanyak 100 jilidan.  Ketika nabi Ayub telah sembuh dan ingin melaksanakan sumpahnya yaitu memukul istrinya sebanyak 100 jilidan, Alloh tidak memudahkan dirinya untuk melaksanakan sumpahnya tersebut dan dia menjadi bingung.

Kemudian datanglah malaikat Jibril dan berkata padanya: ”Sesungguhnya Alloh mengirimkan keselamatan untukmu dan Dia berfirman: “Ambilah 100 batang bulir padi, lalu pukullah istrimu dengan satu kali pukulan!, maka kamu telah membuktikan kebenaran sumpahmu.”

 Nabi Ayub lalu melakukannya dan dia bebas dari sumpahnya. Kemudian dia mengucapkan sebuah syi’ir:

Sejak kepergian Rohmah

Hatiku terbakar oleh api kerinduan dan kesedihan

Ya robbi kembalikanlah Rohmah kepadaku

Dan anugrahilah aku rahmat dari sisiMu

 Wahab bin Manbah berkata: ”Allah telah memperingatkan lima orang yang bertaqwa disebabkan oleh lima orang yang bermaksiat.

Ø  Allah memperingatkan malaikat jibril karena ajal fir`aun

Ø  Allah mempengatkan Nabi Nuh ketika mendo`akan kaumnya

Ø  Allah memperingatkan Nabi Ibrohim ketika beliau mendo`akan tiga orang yang bermaksiat kemudian mereka mati

Ø  Allah memperingatkan Nabi Musa ketika beliau membicarakan aib Qorun ketika Qorun minta pertolongan padanya

Ø  Allah memperingatkan Nabi Muhammad saw karena beliau telah melihat suatu jamaah yang sedang tertawa terbahak-bahak dan beliau tidak mencegahnya.

Allah berfirman: “Ya Muhammad janganlah engkau menghalangi hambaku dari rahmat-Ku”.

& Mitos atau hal–hal yang dipercaya oleh orang–orang awam tanpa ada dasarnya, seperti ucapan:

Ø “Jangan bercermin pada malam hari!” Menurut mereka, seorang wanita yang bercermin pada malam hari adalah wanita yang disetubuhi oleh suaminya

Ø Jangan menjahit baju yang sedang dipakai, karena akan mempercepat kematian

Ø Jangan menyebar garam karena akan tertimpa kejahatan

Ø Jangan menyapu dan  memecahkan guci dibelakang orang yang sedang bepergian, karena diyakini dia tidak bisa kembali

Ø Ketika terkena percikan api katakanlah “Dhoifa Muqimin”

Ø Ketika memberikan sapu tangan pada orang lain untuk digunakan mengusap wajah, maka ludahilah dahulu supaya tidak tertimpa kemalangan

Ø Ketika seseorang menyapu pada malam hari, maka dia membakar kepalanya sendiri.

Terdapat seseorang yang sedang  membaca Al Qur’an. Pada saat itu  ada orang yang sudah tua renta  mengunjungi rumahnya, kemudian dia berdiri untuk menyambutnya, maka tidak dihukumi dosa, bila dia tetap membawa Al Qur’an tersebut dalam penyambutanya. Karena dia disamakan dengan orang yang  di sibukkan untuk menjawab pertanyaan, menjelaskan suatu masalah atau mendatangi hajatnya. Apalagi  orang yang membaca tersebut khawatir jika dia tidak berdiri untuk menyambutnya.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya karomah para wali itu tergantung pada kebutuhan umatnya. Karomah dianugerahkan pada  seseorang untuk memperkuat keimanannya. dan tidak di anugerahkan pada seseorang yang lebih tinggi derajatnya dari para wali. Karena mereka tidak membutuhkanya. Hal itu disebabkan keluhuran derajat mereka, bukan sebab kurangnya derajat kewalian.

Oleh karena itu karomah pada golongan tabi’in lebih kuat dari karomahnya sahabat.                                                                         

Ketika Fir`aun beserta para tentara dan  penguasa-penguasanya mengalami kehancuran dan yang tersisa hanyalah orang awam dan rakyat biasa, maka orang-orang tersebut memperistri para perempuan penguasa bawahan firaun. Pada saat itu para perempuan tersebut sering kali lancang dan berani kepada suami mereka, karena menganggap mereka bukan termasuk golongannya. dan pengaruh tersebut berlangsung hingga hari ini.

    Ketika di temukan 10 sifat dalam diri seorang wanita, maka sebaiknya jangan menggambilnya sebagai istri:  

1.  Pendek perawakanya.

2.  Pendek rambutnya.

3.  Terlalu tinggi badannya.

4.  Panjang lidahnya/lancang.

5.  Mandul.

6.  Mempunyai sifat durhaka.

7.  Pemboros.

8.  Panjang tangan.

9.  Senang berhias ketika keluar rumah.

   10.   Tidak mau bersosialisasi dengan orang lain.

·   10 hal yang dapat menguatkan badan dan membuat hati terang:

Ø  Membiasakan makan yang manis –manis

Ø  Makan daging yang dekat dengan leher.

Ø  Makan bubur gandum.

Ø  Makan roti dingin.

Ø  Makan anggur merah dan kering.

Ø  Makan madu.

Ø  Makan apel manis.

Ø  Makan nasi.

Ø  Makan kurma basah dan kurma kering.

Ø  Meminyaki rambut.

·   Hal yang dapat merusak watak dan menjadikan lupa :

Ø  Canthuk di lubang tengkuk.

Ø  Makan makanan sisa tikus.

Ø  Makan makanan yang masam.

Ø  Membuang kutu dalam keadaan hidup.

Ø  Makan berlebihan.

Ø  Buang air kecil di air yang suci.

Ø  Bermain main dengan jari-jari.

Ø  Lewat diantara perempuan.

Ø  Membaca tulisan di kuburan.

Ø  Makan tanpa membaca basmalah.

Ø  Tidur setelah Ashar.

Ø  Melihat sesuatu yang di salip.

·         11 hal yang menjadikan hati keras dan mengakibatkan sulit hidupnya:

1. Memakai celana  sambil berdiri.

2. Duduk di tangga.

3. Banyak sampah di rumah.

4. Lewat di antara hewan-hewan ternak.

5. Memotong kuku dengan gigi.

6. Makan dengan tangan kiri.

7. Mengusap wajah dengan lengan baju.

8. Menginjak kulit telur.

9. Bermain main dengan batu.

   10. Istinja dengan tangan kanan.

   11. Berjalan sendirian di waktu malam.

·   10 hal yang mempercepat tumbuhnya uban:

Ø  Minum air dingin ketika bangun tidur.

Ø  Keramas dengan air mawar.

Ø  Tidur bersama perempuan.

Ø  Melihat hijab wanita.

Ø  Tidur menelungkup.

Ø  Mengusap wajah dengan pakaian yang sedang dipakai.

Ø  Sering bersetubuh (jima)

Ø  Penuh kecemasan.

Ø  Sulitnya mencari nafkah.

·         6 hal yang menyebabkan kefakiran:

Ø  Menyapu dengan potongan kain

Ø  Makan menggunakan telapak tangan

Ø  Membuang ingus saat buang hajat.

Ø  Buang air kecil didalam tungku atau perapian.

Ø  Memotong kuku dengan gigi.

Ø  Menggali tanah dangan kayu.

·         4 perkara yg membuat mata bercahaya.

Ø  Melihat hijau-hijauan.

Ø  Melihat kedua orang tua.

Ø  Melihat Al Quran.

Ø  Melihat ka`bah

·   4 hal yg melemahkan pandangan mata.

Ø  Makan garam

Ø  Mengalirkan air panas di atas kepala.

Ø  Melihat matahari.

Ø  Melihat wajah musuhnya.

4 hal yang menggemukkan badan

Ø  Memakai sutra

Ø  Makan makanan yang sedap.

Ø  Langgengnya kebahagiaan.

Ø  Tidak mengalami kesusahan

·         4 hal yang merusak tubuh:

Ø  Sedikit makan

Ø  Sering berhubungan badan

Ø  Sering duduk di pemandian

Ø  Tidur setelah matahari terbenam.

·         4 perkara yang mematikan hati:

Ø  Banyak bicara

Ø  Banyak tertawa

Ø  Banyak makan

Ø  Makan barang haram.

Ketahuilah, bahwa Allah SWT memilih makhluknya yang mempunyai ruh. Kemudian dari makhluk-makhluknya tersebut, Dia memilih anak turun Adam, kemudian memilih orang-orang yang mempunyai akal, para ulama’, orang yang beramal, para wali, para nabi, para rasul yang mempunyai sifat ulul ‘azmi. Kemudian yang terakhir Allah memilih nabi Muhammad saw.

Ketika menciptakan malaikat, Allah memilih malaikat Khafadhoh, kemudian malaikat Baroroh, malaikat Safaroh, dan malaikat Karubiyyun.

Kemudian diantara malaikat-malaikat Karobiyyun, Allah memilih malaikat yang menyangga ‘Arasy, mereka adalah malaikat Rukhabiun. Kemudian diantara malaikat-malaikat tesebut, Allah memilih 4 malaikat untuk dijadikan pemimpin, yaitu: malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Isrofil, dan malaikat Izroil.

Hikayat 199-200

Tanya ridwan/ muhary

 

Cerita Ke 201 : Tentang Bagaiman Nuh Membuat Perahu  Dan Membuat Hewan Didalamnya

 

Bentuk perahu nuh, yaitu bahwa nuh telah bertanya kepada tuhannya, bagaimana cara membuat perahu? Lalu Allah memberi wahyu kepada jibril supaya mngajari nuh cara membuatnya,   nuh lalu  menggergaji kayu , sebagaimana pendapat Ibnu abas (papan) lalu menggabungkan satu dengan yang lainnya dan memasukannya dengan paku yang terbuat dari besi, dia menjadikan kepalanya seperti kepala merak, dan ekornya sepertyi ekor merak paruhnya seperti paruh elang, syapnya seperti sayap burung elang wajhnya seperti wajah piyek dia menjadikan perahunya tiga tingkatan ada yang berpendapat dia menjadi tujuh tingkatan panjang ukurannya empatratus ndirok, lebarnya enam ratus dirok, tingginya tiga rtaus dirok, ada yang mengatakan panjangnya epatratus dirok, lebarnya dua ratus dirok dan dia menjadikan tujuh tingkatan dia menjadikan jarak diantara dua tinkat sepuluh dirok masing-masing tinkat punya satu pintu. Dia buat rantai dari besi dan dan ia mengecat dengan….

Lalu Allah memerintah nuh untuk memaku dibeberapa arah dengan empat paku masing-masing paku ditulis lafat Ainun adalah nama-nama teman nabi : atik umar, usman, ali dan ia menjadikan didalamnya tangki air dan juga menjadikan di dalamnya kekuatan enam bulan. Dan Allah menurunkan merjan kepadanya sebagai alat untuk mengetahui waktu sholat, jam malam dan siang dia membuatnya membutuhkan waktu empat puluh tahun seperti apa yang  dikatakan, dan kaumnya mendatanginya pada waktu malam lalu kaumnya melemparkan api ke kapal itu supaya mereka dapat membakarnya tapi api tak dapat berbuat apa-apa, lalu kaumnya bilang ini adalah kekuatan sihirnya ketika selesai membuat kapal tersebut, allah memberikan anugrah kepada kapal tersebut, berupa bicara dan ucapan yang dapat diketahui oleh manusia secara keras, ………………….aku adalah perahu allah siapa yang aku bawa dia selamat dan yang aku tinggal akan celaka. Lalu nuh berkata kepada kaumnya apakah kalian semua percaya  sekarang? Tidak, hai nuh ini adalah kekuatan sihirmu kemudian nuh menyeru dengan perintah allah terhadap semua hewan, binatang liar burung serangga; kesinilah kalaian semua untuk naik kekapal ini sebelum turunnya adab. Dan allah menyampaikan dakwahnya ke tanah kulon dan wetan lalu perahu itu menhadapnya, lalu nuh mengambil pasangan dari masing-masaing golongan dan allah memerintahkan angin supaya membawa macam-macam pohon kapada nuh, lalu nuh mangambil dari masing-masing tumbuhan satu pohon dan ia mnjadikan tingkatan pertama untuk laki-laki dan perempuan nereka berjumlah 80 orang mereka bersama cabut (……….) didalamnya ada jazad adam, hawa, hajar aswad, makom ibrohim, tongkat nabi yang diutus dengan jumblahnya, masing-masing tongkat ada namanya dan nuh ditingkat dua memuat hewan-hewan liar, hewan yang merayap, raja kaya, dan di tingkat tiga burung-burung, tingkat pepohonan, tingkat lima binatang buas, hari mau dan singa, tingkat ular dank ala jengking, tingkat tujuh gajah dan perempuannya .

Cerita ke 202  judul Tanya qomar / kang toyib

 

Bentuk lim bangunan tinggi, bentuk tabut, bentuk rante, waktu yang di kabulkan

Ciri (bentuk imlion berbangunan tinggi) sebagai ulamak berkata : saddad adalah orang yang gemar membaca kitab-kitab yang diturunka kepada para nabi, ketika ia melihat cirri ( bentuk ) surga dalam sebuah kitab hatinya berbicara padannya dia akan membuat untuk dirinya seperti bentuk surga. Ketika itu dia memerintah kepada anak buahnya, mereka brjumblah seribu untuk melihat-lihat tanah lapang indah, banyak air, sejuk udaranya mereka bersam insinyur dan pekerja, lalu mendapatkannya di bumi ada dari arah yaman. Mereka menggali sumber madinah 1\4 arah masing-masing arah, masing-masing arah 10 faisah, mereka melemparkan dalam sumber itu batu mamer yang halus, lalu dia memerintahkan anak buahnya utnk pergi kebeberapa daerah karena dia adalah hakimnya, dan mereka mengumpulkan apa-apa yang ada didalamnya sperti emas dan perak dan bermacam-macam barang tambang minyak miss dan ambar. Lalu mereka semua melakukan semua apa yang diperintahkan sehinggas tak satupun orang memiliki satudirham atau satu dinar. Semua manusia yang bekerja dengan kulit yang ditulis dengan nama raja, lalau mereka mendatangkan kepada raja, lalu raja membangun mercusuar di atas dasaran yang tingginya 500 dirok terbuat dari emas dan perak  dengan plesteran terbuat dari misk yang dicampur dengan minyak ban dan mahlab dan mereka membangun 1000 kamar di dalamnya terbuat dari emas dan perak yang berdiri di atas tiang yang berasal dari yakut dan zabarjad yang berada pada phon emas dan perak yang berbuah yabarjad dan yakut yang halus dan kemegahan yang lain. Dan mereka menghukumi kamar dan pohon tersebut dengan bangunan yang mengagungkan dan indah dan langka.

Dan mereka membuat sungai yang mengalir di bawahnya dan disekitar bengawan terdapat misk dan zafalon. Dan pembangunan selesai selama 300tahun, lalu mereka mngabarkan kepada raja dengan seledainya pembangunan tersebut, lalu sang raja memerintah para menteri dan pemimpin-pemimpin untuk memindah kuda-kuda yang bagus ke tempat itu dan tempat-tempat yang dianggap baik. Lalu mereka melakukan apa yang diperintahkan sang raja selama 20 tahun. Lalu mereka mengabarkan hal itu kepada raja, lalu mereka naik arak-arakan yang bersar yang didalamnya terdapat para patih, pemimpin dan para wanita-wanita di dalam sekedup yang di tempeli permata, yakut emas dan perak. Raja di dalam arak-rakan tersebut berjalan hingga mendekati madinah. Kemuadian allah memerintah malaikat, lalu malaikat meneriakan teriakan satu kali kepada mereka maka merekapun mati semua, dan tak satupun dari mereka yang masuk. Dan banguna yang saeperti surga iut sampai sekarang masih di dalam rahasi ilmu Allah.

 

Sifat Tabut Dan Sakinah

 

Wahab bin manbah berkata : sesungguhnya allah telah memberikan wahyu pada nabi musa untuk membuat masjid untuk taurat di baitul maqdis, tabut untuk sakinah, qubbah untuk kurban lalu musa menyuruh pad alai-laki bani Israel untuk membawa emas untuk dijadikan masjid dan pubbah mereka berjumblah enamratus ribu tujuh ratus lima puluh laki-laki, lalu musa membuat masjid yang terbuat dari emas yang panjangnya 70 dirok, lebar 70 dirok dan didalamnya ada kubah yang didalam kubdah tersebut ada kendil terbuat dari emas, yang digantungkan dengan rantai emas yang disusun dengan mutiara lulu yakut, dan kubah itu punya empat pintu satu pintu untuk masuk malaikat saja, satu pintu untuk musa, satu pintu unutk harun dan anaknya, dan satu pintu lagi untuk bani isroil. Dan dia juga membuat batu besar didalamnya yang terbuat dari mamer yang putih yang didalamnya terdapat lubang untuk turuin cahaya dari langit yang tidak bersasap. Dapat melahap apa yang ada didalamnya dan dapat menghidupkan kek kendil dan musa juga membuat tabut yang terbuat dari kayu simsar panjangnya 2,5 dirok lebarnya 2dirok dan tingginya 0,5 dirok dan didalamnya diletakkan sakinah yang dulu diturunkan pada nabi adam dari surga ketika turun.

Pada semua para nabi slalu mewarisinya sampai pada musa, dan juga bani isroil, sehingga amalwah merampasnya, dan tetap dipegangnya sehingga diambil paksa oleh tolut dan ia kembalikan ke bani Israel.

Para ulamak berbeda pendapat dalam masalah sakinah

Menurut ibnu abasa di adalah ruh dari allah yang dapat berbicara pada  manusia ketika manusia saling beda dalam suatu, dan mereka menghukumi,karena bani isroil ketika mereka berbeda pendapat dalam saru masalah mereka datang ke qubbah itu maka keluarlah omongan dari sakinah tersebut dan memisahkan diantara mereka dalam masalah yang ada pada mereka yaitu menampakkan mana yang benar dan mana yang salah.

Menurut ibnu ishak: sakinah adalah kucing mati yang punya dua kepala dan satu wajah.

Ada yang berpendapat: parang yang membunuh mushnya dan menghancurkannya akan keluar dari tabut

Ada yang mengatakan: sakinah adalah dua srandalnya musa dan satu potong tongkatnya, dan serban harun. Dan anugrah yang turun pada bani isroil, kayu papan yang pecah ketika jatuh. Ketika amalawah mengambil tabut maka tabut itu berdiam di tempatnya selama 10 tahu lebih tujuh bulan, setiap suatu yang mendekat padanya baik itu manusia atau yang lainnya akan terbakar.

Laki-laki soleh berkata keluarkanlah tabut ini dari kamu sekalian, kau takan beruntung selama dia bersamamu, lalu mereka meletakan tabut itu di atas roda lalu mereka mengabungka  roda itu pada dua sapi betina lalu mereka menggiringnya kemuadian sapi itu berjalan tanpa ada orang yang menggiringnya sehingga mereka sampai ke tanah bani isroil. Lalu kedua onta itu melepaskannya lalu dua sapoi itu pergi, tak satupun orang yang tau.

 

Hikayah ke 203-205 belum ada Tanya asngari dan qomar / kang toyib

 

CERITA YANG KE 206

ORANG YANG MENGAKU MENJADI NABI PADA MASA AL-MA’MUN

 

(cerita yang mengagumkan) dikisahkan ada seseorang yang mengaku-aku menjadi Nabi pada masa al-Ma’mun. sampailah kabar itu kepada al-Ma’mun yang kemudian mendatanginya dan bertanya; “apa tanda kenabianmu?” orang itu menjawab: “aku mengetahui apa yang terjadi padamu”. Al-Ma’mun bertanya lagi: “apa yang terjadi padaku?” Dia menjawab: “Engkau bilang aku ini pembohong”. Al-Ma’mun-pun menangkap dan memenjaranya beberapa saat. Suatu saat al-Ma’mun mengunjunginya dan bertanya: “apakah engkau sudah menerima wahyu?” orang itu menjawab: “tidak”. al-Ma’mun bertanya lagi: “apa sebabnya?” jawabnya: “karena malaikat tidak mau masuk ke dalam penjara”. Al-Ma’mun tertawa dan melepaskannya. Pada masanya juga ada orang lain yang mengaku sebagai nabi. Lalu al-ma’mun mendatanginya dan menyuruh Samamah untuk menanyakan apa bukti kenabiannya? Samamah menanyakan hal itu. Orang itu menjawab: “tanda kenabianku adalah jika meniduri istrimu di depanmu, lalu ia melahirkan anak yang akan menjadi saksi kenabianku ketika ia lahir nanti”. Samamah berkata: “Aku percaya dan mengakui engkau ini nabi”. Al-Ma’mun bertanya: “kenapa engkau cepat sekali percaya?” Jawab Samamah: “Apakah menurutmu lebih ringan jika ia meniduri istriku sementara aku melihatnya”. Al-ma’mun tertawa dan membiarkannya.

 

CERITA YANG KE-207

JIN PEMBANTU SULTAN YANG KELUAR DARI GUCI

(Pengantar) Diceritakan bahwa Sultan al-Kamil memiliki guci yang mempunyai beberapa pintu. Setiap satu jam berselang, dari pintu tersebut keluar seorang pembantu (jin) yang melayaninya selama satu jam. Demikianlah berjalan selama duabelas jam. Ketika malam telah usai, seseorang keluar dari guci tersebut dan berkata: “selamat pagi sultan, fajar telah menjelang”. Lalu Sultan bersiap-siap melaksanakan shalat. Wallahu a’lam.

 

CERITA YANG KE-208

TENTANG CAWAN YANG DIBUAT UNTUK SULTAN AL-MU’AYYAD

Dikisahkan: sebuah cawan dibuat untuk sultan al-Mu’ayyad. Ketika ia selesai minum dari cawan itu, terdengar suara: “semoga orang yang minum ini selalu sehat wal-afiat”.

 

CERITA YANG KE-209

PERISTIWA YANG MENIMPA YAHYA IBN KHALID

AL-BARMAKI

(Cerita yang indah): dikisahkan bahwa seseorang melaporkan sebuah cerita kepada yahya ibn khalid al-Baraki. Dalam kisahnya ia berkata: “seseorang yang kaya mati meninggalkan istri yang cantik, anak yang sedang menyusu, harta yang melimpah dan pembantu yang dapat dipercaya. Yahya menulis kisah itu: “lelaki ltu dirahmati Allah, istri itu dijaga Allah, anak itu dipelihara Allah, harta itu dilindungi Allah, sedangkan orang yang datang padaku dengan cerita itu semoga dilaknati Allah.”

 

CERITA YANG KE-210

KEMULIAAN ISLAM

Diceritakan: bahwa Ibrahim al-Ajiri menyalakan api di desa Tun Ajir. Sementara itu seorang Yahudi yang berpiutang padanya datang menagih. Ibrahim berkata pada lelaki itu: “masuklah Islam agar engkau tidak masuk neraka”. Orang yahudi itu berkata: “Aku dan anda pasti akan masuk ke dalamnya. Sebab kalian membaca ayat: tiadalah kalian, kecuali memasukinya (neraka). Agar aku masuk Islam dengan senagh, tunjukkan padaku kemuliaan Islam”. Ibrahim berkata: “Kemarikan selendangmu”. Lalu ia memungut selendang orang itu dan digabungkan dengan selendangnya sendiri, kemudian dilemparkan ke dalam api yang menjilat-jilat. Setelah beberapa saat Ibrahim masuk ke dalam api yang masih menyala untuk mengambil kedua selendang itu. Ternyata selendang orang Yahudi tersebut terbakar, sedangkan selendang Ibrahim tidak. Ibrahim berkata: “Demikianlah kelak ketika kita masuk neraka, engkau terbakar dan aku selamat”. Seketika itu orang Yahudi tersebut masuk Islam dan menjalankannya dengan baik.

(cerita langka) dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman A.S sedang membuat selimutdan dijual untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya dari hasil penjualan itu. Jibril berkata padanya: “Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk melewati tempat tertentu. Di situ ada seorang wanita shalihah yang memiliki beberapa anak perempuan. Berilah ia makanan dan pakaian serta apa yang dibutuhkan”. Sulaiman berkata: “hai Jibril, pastilah Allah mengetahui aku ini orang fakir yang tidak memiliki harta sama sekali”. Lalu Allah memberi wahyu padanya untuk meminta harta apa saja yang dikehendaki. Ketika itu Sulaiman meminta harta yang tidak dimiliki orang lain setelahnya. Setelah berlimpah harta, Sulaiman melupakan wanita tadi dan baru ingat setelah beberapa waktu. Kemudian ia pergi menemui wanita itu. Pada saat ia mengetuk pintu rumah si wanita, keluarlah salah satu putrinya dan menyuruhnya masuk. Ketika masuk dia melihat seorang perempuan tua yang buta sedang duduk di kegelapan rumah. Perempuan itu berkata padanya: “Hai Sulaiman, tuhanmu telah mewasiatkan padamu tentang aku. Tapi engkau melupakannya sekian lama karena dunia”. Sulaiman lalu minta maaf dan memenuhi segala kebutuhan wanita tersebut.

(cerita yang indah) dikisahkan bahwa seorang yang zahid mencium aroma makanan dan iapun tertarik. Lalu ia mengikuti orang yang membawa makanan itu ke pasar. Dia mendengar orang berkata bahwa seseorang telah mencuri beberapa dirham dari kantong baju orang lain. Orang-orang melihat ke arah lelaki zahid itu sebagai orang asing, karena itu ia ditangkap aparat dan dimasukkan penjara. Tanpa sengaja makanan itu terbawa ke dalam penjara oleh beberapa ketua aparat. Ketika diletakkan di depannya,penjaga berkata pada si zahid: “MAkanlah bersamaku”. Iapun memakannya sampai kenyang, kemudian berkata: “Tuhanku, engkau maha kuasa untuk memberiku makan dengan makanan ini tanpa harus dituduh mencuri”. Setelah itu ia mendengar suara: “barang siapa yang menginginkan kemudahan, bersabarlah atas gigitan anjing”. Tiba-tiba terdengan orang berkata: “pencuri dirham itu telah tertangkap”. Kemudian mereka melepaskan si zahid dan dia diridhai oleh Allah.

(Faidah) Al-Qurtubi mengatakan: “setiap duapuluh malaikat menjaga seorang anak Adam atas izin Allah. Setiap tanaman di atas bumi, buah-buahan di pepohonan dan biji-bijian di dalam bumi, di atasnya tertulis kalimat: bismillahirrahmanirrahim, ini adalah rizqi fulan bin fulan”. Wallahu a’lam.

 

CERITA YANG KE-211

KEBAIKAN TAWAKKAL PADA ALLAH DAN RIDHO TERHADAP QODAR

Dikisahkan bahwa dua malaikat turun dari langit. Slah satunya di timur dan yang lain di barat. Kemudian keduanya pulang dan bertemu di langit. Salah satunya berkata kepada yang lain: “dari mana kamu?” yang lain menjawab: “aku di timur. Aku diutus oleh tuhanku menuju simpanan harta serang lelaki, lalu aku membenamkannya ke dalam tanah”. Yang lain berkata: “aku diutus tuhanku untuk mengambil timbunan harta, lalu aku meletakkannya di rumah seorang laki-laki di barat yang tidak memiliki dinar dan dirham”. Ridwan penjaga surga yang mendengar percakapan itu berkata: “kisahku lebih hebat daripada kisah kalian berdua! Tuhanku memerintahkan aku menuju rumah orang fakir dan mengembalikan timbunan harta, berapapun jumlahnya, apakah dinar ataukah dirham. Akupun melaksanakannya. Kemudian tuhan memerintahku untuk membangun istana di dalam surga sejumlah dinar dan dirham tersebut untuk si fakir tadi dan pemilik harta”. Kedua malaikat itu berkata: “Tuhanku, tunjukkanlah pada kami kemuliaan ini yang engkau berikan kepad si fakir dan pemilik harta”. Allah bersabda: “pemilik harta, ketika engkau benamkan hartanya, dia berkata; segala puji bagi Allah yang menjadikanku rela atas takdirnya. Sedangkan si fakir tidak merasa bangga atas harta itu dan berkata; segala puji bagi Allah yang di dalam pemberian-Nya terdapat harta yang dapatmemenuhi kebutuhanky. Wallahu a’lam.

(faidah) suatu ketika Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah dari beratnya bencana. Para sahabat berselisih pendapat tentang maksud o’a nabi. Umar r.a berkata: “bencana itu adalah kekurangan harta dan keluarga yang banyak”, yang lain berkata: “bencana itu adalah tetangga jahat, pembantu yang tamak, istri yang suka berdebat, kayu basah, lampu yang gelap, rumah yang bocor karena hujan, penantian panjang terhadap datangnya rizki, kucing yang menggongong dan sebagainya”.

 

CERITA YANG KE-212

KEUTAMAAN AMANAH DAN MENGUMUMKAN BARANG TEMUAN

Diceritakan konon ada lelaki fakir yang memiliki istri shalihah. Suatu hari istrinya erkata: “kita tidak memiliki makanan”. Lelaki itupun menuju ke tanah haram. Di tengah jalan ia melihat kantong berisi seribu dinar. Diapun merasa gembira dan membawanya kepada istrinya. Istrinya berkata: “barang temuan di tanah haram harus diumumkan”. Lelaki itupun menuju ke tanah haram lagi untuk mengumumkan temuannya. Tiba-tiba dia mendengar seseorang berkata: “siapa yang menemukan kantong berisi seribu dinar?” lelaki itu menjawab: “aku menemukannya”. Orang itu berkata: “itu menjadi milikmu beserta sembilan ribu yang lain”. Lelaki itu berkata: “apakah anda bergurau?” orang itu menjawab: “tidak, demi Allah. Seseorang dari Irak telah memberiku sepuluhribu dinar dan dia berkata padaku; taruhlah seribu dinar itu dalam kantong lalu buanglah di tanah haram. Jika seseorang yang menemukannya datang menemuimu, berikan sisanya. Sebab ia merupakan orang yang terpercaya, orang yang terpercaya berhak diberi makan dan sedekah”.

(cerita yang mengagumkan) rasulullah Saw. berkata: “aku lebih mencintai tiga hal dari harta kalian, istri dan wangi-wangian. Tetapi aku jadikan ketenangan pandanganku dalam shalat”. Abu Bakar r.a berkata pada beliau: “aku mencintai tiga hal; memandang anda, duduk di depan anda, dan menyerahkan hartaku pada anda”. Umar r.a berkata: “aku mencintai tiga hal; memerintah kebaikan dan melarang kemungkaran, serta berkata benar meskipun phit”. Usman r.a berkata: “aku mencintai tiga hal; memberi makan, menebarkan salam dan shalat tengah malam sementara orang-orang lelap tidur”. Ali r.a berkata: “aku mencintai tiga hal; perang menggunakan pedang, memuliakan tamu dan puasa ketika kemarau”. Lalu jibril turun dan berkata: “aku mencintai tiga hal; menyampaikan amanah, menyampaikan risalah dan mencintai orang miskin”. Lalu ia berkata: “sesungguhnya Allah ta’ala bersabda; aku mencintai tiga hal: lidah yang senantiasa menyebutku, hati yang bersyukur dan tubuh yang sabar menghadapi cobaan”. Ketika hal itu sampai kepada Abu Hanifah, dia berkata: “aku mencintai tiga hal; menghasilkan ilmu sepanjang malam, meninggalkan kesombongan dan merasa mulai, dan hati yang kosong dari urusan dunia”. Ketika hal itu sampai kepada imam Malik, dia berkata: “aku mencintai tiga hal; menghadap Rasulullah di makamnya, menjaga petilasannya dan kamarnya dan memuliakan keluarga serta keturunannya”. Ketika hal itu sampai kepada asy-Syafii, dia berkata: “aku mencintai tiga hal; bergaul dengan masyarakat secara lembut, meninggalkan memaksa, dan mengikuti jalan tasawuf”. Ketika hal tu sampai kepada imam Ahmad ibn HAnbal, dia berkata: “aku menyukai tiga hal; mengikuti hadis Rasulullah Saw., mengharapkan berkahnya dengan mengagungkan nur-nya, dan menjalankan tata kerama dalam sunahnya. Wallahu a’lam.

 

CERITA YANG KE -213

REKAYASA YANG BAIK

 Diceritakan bahwa seorang shalih telah terujuk. Dia memiliki istri cantik dan sebutir mutiara yang dapat berbicara. Suatu ketika ia hendak bepergian, karena itu menyuruh mutiara tadi untuk menceritakan paanya apa yang dilakukan istrinya selama dia pergi. Si istri sendiri mempunyai teman yang setiap hari mengunjunginya. Ketika orang shalih tadi pulang, mutiara itu menceritakan semuanya padanya. Iapun memukul istrinya dengan keras. Akhirnya si istri tahu kalau suaminya dilapori oleh si mutiara. Lalu ia menyuruh pembantunya untuk membuat tepung malam hari di atas loteng dan meletakkannya di atas sarang si mutiara dalam kondisi kering. Kemudian ia menumpahkan air di atasnya, kemudian memantulkan bayangannya dengan cermin di bawah sinar lampu, dan sinarnya mengenai tembok. Mutiara itu mengira bahwa suara itu berasal dari petirdan air tersebut adalah hujan, sementara kilatan cahaya dikira kilat. Pada saat siang menjelang, mutiara tadi berkata pada tuannya: “bagaimana kabar tuan semalam yang penuh hujan dan petir?” Tuannya menjawab: “bagaimana mungkin, sekarang ini musim kemarau!” Istrinya menimpali: “lihatlah kebohongannya, dan dia telah berbohong padamu tentang aku”. Lelaki itupun berdamai dengan istrinya dan berkata kepada si mutiara; “bagaimana engkau membuat cerita bohong”. Lalu ia memukul dengan tongktnya sampai mengenai cangkangnya. Lalu si istri meminta agar mutiara itu dijual sebagai tanda kasih saying suaminya. Wallahu a’lam.

(Hikmah) Diceritakan bahwa penyebab tidakmaunya malaikat memasuki suatu rumah adalah karena di dalamnya ada anjing atau gambar. Anjing diciptakan dari keringat iblis, ketika ia meludahi nabi Adam yang terbuat dari tanah. Lalu alaikat membersihkannya. Kemudian dari tempatnya diciptakanlah anjing. Malaikat dan setan tidak akan pernah berkumpul. Sedangkan gambar, dikarenakan dia menyerupai ciptaan Allah, dan Rasulullah Saw telah melaknat orang-orang yang menggambar. Wallahu a’lam.

(Faidah) Sebagian ‘ulama berkata: “pada diri anjing terdapat beberapa kebaikan. Seandainya manusia mengetahuinya, ia akan mencapai derajat tertinggi; yaitu (anjing) sering lapar seperti orang-orang shalih, dia tidak mempunyai tempat tertentu seperti orang yang tawakkal, dia hanya sedikit tidur pada malam hari seperti rang-orang ang mencintai Alah, dia tidak memiliki harta seperti orang-orang zuhud, dia tidak pernah meninggalkan majikannya meskipun disia-siakan seperti orang-orang yang menghendaki bertemu Alah, dia ridho di mana saja tempatnya di muka bumi seperti orangorang yang tawadhu’, dia berpindah dari suatu tempat ke tempat lain ketika diusir seperti orang-orang yang ridho, ketika ia dilempar dengan sesuatu ia mengambilnya lagi tanpa rasa dengki seperti orang-orang yang khusyu’.

(faidah) Laba-laba menenun sarangnya karena empat hal; karena Rasulullah Saw ketika di gua bersama Abu Bakar, untuk Abdullah ibn unais ketika diutus Rasulullah Saw. untuk memerangi kaum kafir dan berhasil membunuh dan memenggal kepalanya. Ketika orang-orang yang mencarinya datang, ia masuk gua dan si laba-laba membuat sarang sehingga mereka tidak melihat. Dan demi Zaid ibn Zainal ‘Abidinibn Husain yang disalib sendirian, dan demi nabi Dawud Saw ketika diburu Thalut. Wallahu a’lam.

 

CERITA YANG KE-214;

KEBAIKAN BERSIKAP LEMBUT TERHADAP MAKHLUQ ALLAH

(Cerita langka) Dikisahkan bahwa nabi Musa Saw. berdo’a: “ya tuhanku, berilah suatu wasiat untukku”. Allah berfirman padanya: “Bersikaplah lembut terhadap ciptaanku”. Musa menjawab: “Baik”. Allah bermaksud menunjukkan kelembutan musa kepada para malaikat-Nya. Diapun mengutus Mika’il untuk menjelma sebagai burung kecil dan jibril menjelma menjadi seekor elang yang memburunya. Ketika burung kecil itu datang kepada Musa, ia berkata: “selamatkan aku dari elang itu”. Musa menjawab: “baik”. Lalu datanglah elang itu dan berkata: “hai Musa, seekor burung kecil lari dariku, sedangkan aku sangat lapar”. Musa menjawab: “aku akan memenuhi raa laparmu dengan dagingku”. Elng berkata: “aku hanya mau makan pahamu”. Kata Musa: “baiklah”. Elang berkata; “aku hanya makan kedua matamu”. Kata Musa: “baiklah”. Elang berkata: “alangkah mulianya engkau hai Kalimullah (julukan nabi Musa, pent.) aku ini Jibril dan burung itu Mika’il. Allah telah mengutus kami untuk menunjukkan belas kasihmu kepada para malaikat sebagai jawaban atas pertanyaan mereka: adakah engkau mengutus di dalam bumi orang yang berbuat kerusakan di dalamnya?

Diceritakan bahwa husain ibn ‘Ali r.a mendengar seorang lelaki di atas kursi berkata: “Bertanyalah padaku tentang apa yang ada di bawah ‘Arsy?” husain bertanya padanya: “apakah bulu jenggotmu ganjil ataukah sepasang?” lelaki itu diam dan bingung. Lalu ia berkata: “Ceritakanlah padaku wahai anaknya putri Rasulullah”. Husain berkata; “jumlahnya genap, sebab Allah Swt berfirman; dan segala sesuatu kami ciptakan berpasangan, Wahab ibn Munabbih berkata; “Barang siapa menyisir jenggotnya tanpa menggunakan air, akan bertambah wibawanya, barang siapa menyisir jenggotnya dengan airakan berkurang wibawanya, barang siapa menyisir jenggotnya dapa hari ahad, Allah akan membuatnya sehat, dan pada hari senin, akan dipenuhi kebutuhannya, hari selasa akan ditambah oleh Allah harapannya, pada hari Rabu akan ditambah ni’matnya oleh Allah, pada hari kamis akan ditambah kebaikannya oleh Allah, pada hri jum’at akan ditambah kebahagiaannya oleh Allah, pada hari sabtu akan disucikan hatinya oleh Allah dari segala kemungkaran. Barang siapa menyisir jenggotnya sambil berdiri, akan dilipat gandakan hutangnya. Barang siapa menyisirnya sambil duduk, akan dipenuhi hutangnya atas izin Allah.

FAIDAH

Sebagian ulama’ ditanya “keutaman apa yang di berikan pada seorang laki-laki…? Mereka menjawab: ”Akal sampurna. Lalu di Tanya lagi: “Bila tidak ada…?. Mereka menjawab: “Adab-adab yang baik. Lalu ditanya lagi: bila tidak ada…?. Mereka menjawab: “Selalu diam.  Lalu ditanya lagi: Bila tidak ada …? Mereka menjawab: “Teman soleh (Baik) yang dapat yang menesehatinya lalu ditanya lagi: “Bila tidak ada? Cepat mati, karna itulah manusia di bagi menjadi tiga kelompok  

1. Laki-laki yang utuh (Sampurna) dia dalah orng yang berakal.

2. Setengah laki-laki (dia dalah orng yang tidak berakal) tapi dapat minta nasihat pada mintanya.

3. Laki-laki yabg tidak punya apa-apa (dia adalah orang yang tidak berakal dan juga tidak mau minta nasihat pada temanya.

dari pembagian tersebut ada sebuah cerita: Ada seorang raja mengutus tukang bekam untuk membekamnya, Lalu ditengah jalan, Tukang tersebut bertemu dengan anak paman  raja, kemudian anak paman raja tersebut berkata pada tukang bekam:” Bekamlah raja ditempat yang dapat yang dapat merusaknya nanti saya beri satu dinar, Maka ketika dia sampai di hadapan raja dia berpikir dengan akalnya akibat dari perintah anak paman  raja tersebut, Lalu raja meliat dia sedang berfikir raja kemudian bertanya kepadanya “apa yang kaupikirkan  pikirkan”, Sang tukangpun langsung menceritakn kejadian yang telah dia alami, Sangrajapun langsung memberitukang tersebut uang satu dirham dan memukul leher anak pamanya karena terlalu tololnya dan takpunya kompromi atau tak mau bermusya warah.    

Ketika ada orang lahir di dunia pertama kali turun ke bumi maka datanglah sang pembawa wahyu (Jibril) kepadanya dengan membawa tiga perkara yaitu akal, harga diri, dan agama. lalu Ia berkata kepada Adam: ”Tuhanmu telah berkata padamu pilihlah yang engkau sukai lalu Adam memilih akal. Kemudian Jibril berkata kepada harga diri dan agama Naiklah ke langit, lalu harga diri dan agama berkata kepada Jibril: Allah memerintahkan kepada kami supaya tidak berpisah dengan akal.

Faidah: Seorang ulama berpendapat bahwa diam itu mempunyai tujuh ribu kebaikan. Kebaikan dan ke tuju ribu itu telah berkumpul dalam tujuh kalimat

1. Diam merupakan ibadah yang tidak sulit (Mudah)

2. Diam merupakan perhiasan tanpa harus menggunakan perhiasan

3. Diam adalah kemulyaan tanoa harus jadi raja

4. Diam merupakan benteng tanpa pengaman

5. Diam kekeyan tanpa harus meminta agar perkataannya di terima karana banyak bicara

6. Diam merupakan isyarat bagi malaikat mulya yang bertugas mencatat amal

7. Diam merupakan penutup aib yang muncul dari banyaknya bicara yang tidak berguna yang merupakan ciri orang bodoh

  Sedangkan orang bodoh itu punya enam ciri tingkah laku

1. Pemarah tanpa ada penyebab apapun

2. Bicara yang tidak bermanfaat

3. Memberikan sesuatu tidak pada tempatnya

4. Menyebarkan sesuatu yang rahasia pada semua orang

5. Mudah percaya dengan semua orang

6. Tidak tahu musuh dan temannya

 

Cerita yang ke 215

Kejelekan fitnah pengadu domba

Di ceritakan bahwa musa datang ke bani  isra’el yang sedang minta hujan tiga kali tapi belum juga di beri hujan, lalu Nabi Musa berdo’a  “Ya…Tuhan sesungguhnya hamba-MU telah meminta kepada-MU hujan tiga kali tapi ko’ belum juga Engkau berikan , lalu Allah memberi wahyu ke pada Nabi Musa :”Ya…Musa dalam diri kaummu ada pengadu  domba yang selalu  berbuat fitnah ,lalu Musa berkata: ”Siapa Tuhan orang itu ? Kami akan mengeluarkan dari kampung kami “ lalu Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa aku melarang fitnah,…1……Lalu  kaumnya bertobat  setelah itu Allah mengabulkan permintaannya.

     (Dorifah) Di ceritakan bahwa Nabi Nuh a.s memerintahkan untuk naik kapal : Agar laki-laki tidak mendekati perempuan kemudian anjing tidak menaati perintah Nabi Nuh tersebut kemudian ,kemudian mengabarkan pada Nabi Nuh tentang peristiwa tersebut,lalu Nabi Nuh menghadirkan anjing tersebut kemudian anjing tersebut bersumpah :bahwa dia tidak melakukan apa apa kemudian anjing itu mengulangi kedua kali lalu kucing meminta pada tuhannya agar memohon  anjing sehingga di lihat oleh Nabi Nuh akhirnya kejadian itu masih  sampai sekarang dan sampai hari kiamat.

   Diriwayatkan bahwa kambing betina tidak mau masuk kepalanya …2/….oleh sebab itu Jibril menahannya sebab dia bersalah kemudian dosanya selalu di angkat ….3//. Setelah itu sampai hari kiamat

Faidah

Di ceritakan dalam hadits: bahwa Allah telah memilih 4 kota

     1 Makah juga bisa di sebut Balad

     2 Madinah juga bisa disebut Nahlah

  3 Baitul muqodas juga bisa di sebut Zaitunah

     4 Dasmaskus juga bisa di sebut Tinah

Dan Allah juga telah memilih 4 pekerjaan

     1 ISKANDARIAH MESIR

     2 QOZWIN QOROSAN

     3 UBADAM IRAQ

     4ASQOLAN SYAM

Dan memilih empat mata air,yang dua mengallir yaitu mata aiar Yabisan dan Salwan dan yang dua memancar yaitu air Zam-zam dan Aka. Dan memilih empat Sungai: Sihan, Wajihan, Farrot, Nil mesir

(FAIDAH)

Barang siapa yang kuwatir akan dirinya bila ia minum Air maka hendaknya ia membacakan salam padamu, maka air tadi tidak akan membahayakan dirinya.

(FAIDAH)

Di ceritaka dari Ali baha ia berkata:”Ketika Allah menciptakan Bumi mamaka Allah mengutus angin menuju kelaut lalu angin itu menggosok air, kemudian tampaklah buih pada diri air tersebut kemudian Allah membagi buih tersebut menjadi empat bagian satu bagian di jadikan Makah sebagian lagi di jadiakan Madinah sebagian lagi di jadiakan Baitul Muqudas dan sebagian yang lain dijadikan Kuffah “.Begitulah ceritanya, hendaklah engkau melihat tempat penceritaan tersebut

 

(FAIDAH)

 Keistimewaan Baitul Muqodas yang di jumpai banyak tempat

1.  Kegembiranya Nabi Zakariya dengan lahirnya Yahya

            2. Kegembiranya Nabi Ibrohim dan Sarah dengan lahirnya Ishaq dan Ya’kub

3. Mariam terpilih sebagai wanita terbaik di seluruh alam dan Dia mengadung dan melahirkan Nabi Musa a.s, tumbuh kurmanya, membawa kurma, berbicaranya Nabi Musa di pangkuan Ibu, di beri pangkat kenabian, masih kecil di juluki ahli hukum, dapat menghidupkan orang mati, perbuatanya yang mengagumkan, memasukan Nabi Nuh kedalam burung, turunya makanan kepadanya dengan gelar Ruh kudus, memanggil kakanya ke ibunya naik turun langit, membunuh dajal dan Ibunya di makamkan di situ

             4.  Allah menerima taubatnya nabi Daud dan Nabi Sulaiman

                5. Masuknya malaikat kenabi Nabi Daud yang berada dalam mikhrob , takluknya gunung dan besi terhadapnya dan juga burung ,Dir(daud ) dan anaknya  dapat memahami ocehan burung

7. Penanggungan Nabi Zakaria dengan maryam, tempatny makam dihadapan maryam tidak pada waktunya , selamat dari masuknya dajal dan yajuj ma’juj , dihilangkannya pisau dan alat pemotong dari situ../4//, naik turunnya rantai sebagai isro’Nabi , naiknya Nabi ke langit kembalinya nabi kesitu ///5// solatnya Nabi Muhamad sebagai imam para Nabi dan lainnya ,terlihatnya matahari. Dan terlihatnya malaikat malik penjaga neraka. Mendekatnya syurga terhadapnya, mendapatkan syafa’at malaikat bagi penghuninya, penghuninya selalu di lihat oleh Allah setiap hari dengan pandangsn baik (menyenangkan), dosa mereka di ampuni dan rezeki mereka di permudah, terbukanya pintu syurga yang menyinari Baitul muqoddas karena cahaya dan rohmat turun ke tempat itu, terbukanya pintu langit secara berhadapan, terampuni dosanya orang yang solat, sodaqoh ziaroh walaupun hanya satu hari. Pahala yang di lakuka di Baitul muqoddas di lipat gandakan 500 kali  di banding solat yang di lakukan di rempat lain selain masjidil harom dan Madinah.Dan ada pendapat yang mengatakan lebih dari yang telah di sebutkan, dengan tiadanya pertanya’an dua malaikat, kuburnya di perluas bagi yang di kubur di tempat itu dan dosanya di amponi selamatnya Nabi Ibrohim dn Nabi Nuh dari kaumnya ,munculnya batu yangberasal dari syurga, dan batu merupakan kiblat para Nabi mulai dari Nabi Adam a.s seperti keterangan yang telah di utarakan .dansesungguhnya stiap hari sebanyak 70 000 malaikat masuk ke tempat itu  sambil bertasbih, bertakhmid dan bertahlil, lalu mereka tidak akan keluar dan tidak akan kembali sampai hari kiamat, dan juga Baitul muqoddas itu tempat malaikat Isrofil meniup trompet, Batu besar itu adalah tempat yang dekat yang ada dalam Al-qur’an “istami’yauman yunadil munada”. Lalu Ia (Isrofil) berkata :Hai…tulang yang rapuh kulit yang tercabik-cabik dan rambut yang terpisah  sesungguhnya Allah memerintahkan kamu semua untuk berkumpul dan mendatangi hisab.

 

  (Faidatun)

Keutamaan ,,//6//.

Diriwayatka dari Nabi Muhamad Sholallohu 'alaihi wassalam belau bersabda : Jibril berkata padaku ya Muhamad barang siapa berdo’a dengan doa ini selamanya umurnya masih ada walaupun hanya satu kali, maka Allah dalam hari kiamat Allah akan menghimpunnya sedangkan wajahnya terang di penhi oleh cahaya seperti cahayanya renbulan dalam keada’an sempurna sampai – sampai manusia mengira dia itu Nabi atau malaikat. Aku dan engkau berdiri di atas kuburnya melihat dia di datangi Burok dari syurga yang ia naiki dan menghantarkannya kesyurga tanpa perhitungan amal dan tanpa siksa. Dia melewarti jembatab (sirot ) seperti petir yang menyambar walaupun dosanya banyak melebihi air laut ,rintik –rintik hujan dan daun tumbuh – tumbuhan, pasir dan bebatuan. Pahalanya ditulis seperti orang yang haji mabrur dan umroh satu kali dan apa bila do’a itu dibaca oleh orang yang takut maka Allah akan memberikan rasa mantap terhadapnya atau di baca yang kehausan maka Allah akan memberikn minum atau orang yang lapar maka Allah akan memberikan makanan atau di baca orang yang tak berpakaian maka Allah akan memberikannya pakaian atau di baca orang yang sakit aka Allah akan menyembuhkannya atau di bacakan pada orang yang sakit atau orang yang mencari dunia dan akhirat maka Allah akan mengabulkan apa yang di minta atau di baca orang yang takut dari musuh atau raja maka Allah akan menyelamatkan dari kejahatannya dan mencegah musuh atau raja tadi sampai kepadanya  dengan beberapa pertahanan atau mencegahnya dari mara bahaya  yang muncul dari seluruh alam atau do’a tadi di baca orang yang hutang  maka Allah akan membayarkan hutangnya  sehingga dia tidak membutuhkan orang lain selain Allah. Bila do’a itu baca orang yang…7… maka dia akan sembuh atau di baca oleh sang istri maka suaminya akan memulyakannya dan akan selamat dari Jin , manusia kedurhakaan setan busung lapar sakit-sakitan, dia akan kembali kekeluarganya dalam keadaan selamat  bila dia sedang bebergian, Dan setiap yang mendengar jin, manusia, malaikat akan memintakan ampun pada sang pembaca  dan umurnya akan penuh berkah dan barang siapa membaca lima kali maka  dalam tidur malamnya akan bermimpi melihat Nabi, Sayyidina Abu bakar, berkata :” aku tak membaca do’Ahlu sunnah wal jama'ah ini siang dan malam kecuali aku malamnya melihat Nabi. Sayyidina ‘umar berkata: ” Aku tidak pernah meminta kepada Allah dengan do’a ini kecuali aku di penuhi kebutuhanku

 Sayyidina ‘usman berkata: ” Dulu aku sulit untuk menghafal Al-qur’an lalu aku   mengadu pada Nabi lalu Nabi mengajariku doa ini kemudian aku pun berdo’a Ahlu sunnah wal jama'ah dengan do’a ini maka mudahlah bagiku untuk menghafalkan Al-qur’an.

  Sayyidina ‘ali berkata: “ Doa ini tidak ku baca kecuali aku bisa mengalahkan musuhku dan menolongnya, Dan berkata lagi: ” Siapa saja yang membaca Al –Fatikha, Surat Ikhlas, Muawidatain 3 kali dan membaca doa ini maka Allah akan  menyelamatkan kejelekan yang ia jumpai, Allah akan menyelamatkanya dari … , kejelekan  orang dzolim memberikan yang ia minta, Menanggung seperti yang ia baca  dan barang siapa  meletekan di bawah kepalanya  lalu dia tidur maka alloh akan mengembalikan padanya harta yang tertcuri dan hamba yang pergi tanpa pamit dan bila do’a itu di bacakan pada air yang mengalir maka air itu akan berhenti, dan bila  di bacakan pada api yang menyala maka api itu akan padam  atau di bacakan pada gunung  maka gunung itu akan retak dan bila di baca 7 kali dan dia punya  kewajiban sholat yang belum dia kerjakan dan tau berapa jumlahnya maka Allah akan menghapus sholat itu darinya dan setiap dia sholat satu kali maka di catat tiga kali, dan barang siapa yang sholat dua roka’at atau empat roka’at  dan setiap roka’at membaca Al –Fatikhah  dan Surat Al-Ikhlas satu kali dan satu setiap salam berdo’a dengan  do’a ini  maka dia akan mendapatkan apa yang ia minta dari setiap do’a yang ia panjatkan baik masalah dunia atau akhirat. Dan masih banyak faidah-faidah lain yang kesemua itu tidak bisa di sebutkan dan kami telah meringkas keutamaan do’a yang telah di sebut sebut oleh para Ulama, do’a itu yaitu”bismilhi lrokhmanirokhim “.

 

(Faidah)

Pembawa-pembawa berita yahudi bertanya pada sahabat ‘ali “Ya…’ali   kabarkanlah kepada kami tentang langit dan langit apa yang paling luas dan tentang bumi dan bumi apa yang paling luas dan tentang api yang paling panas dan tentang angin yang paling cepat dan tentang laut yang paling kaya, tentang batu yang paling keras dan tentang sesuatu yang aku tau Allah tidak tau, tentang yang itu milik Allah, dan tentang sesuatu milik kita, tentang sesuatu di antara kita dan Allah, dan beri taukanlah kepada kami apa yang di katakn kuda saat meringkik, Onta ketika bersuara, Sapi ketika menguak, Keledai ketika bersuara, Kambing ketika mengembek, anjing ketika menggonggong, rubah ketika bertriak, Kucing ketika mengeong, Harimau ketika mengaung, Burung nasr ketika bersiul, Burung gagak ketika mengaok, Piyek ketika berkicau, katak ketika mengorek,   Burung hud-hud ketika bersuara, Burung (diroj) ketika bersuit, Burung ketukur (Perkutut) ketika bersuara, Merpati ketika mendekur, Burung emprit ketika bersuara, Burung bal-bal ketika bersuara, Ayam jantan ketika berkokok, Ayam betina ketika mengkokok, Api ketika menyala, Angin ketika bertiup, Air ketika gemercik, Bumi ketik berbicara langit ketikla berawan, laut ketika bergelombang, Matahari ketika bersinar, Rembulan ketika menerangi bumi, tentang Muhamad ada berapa namanya, Kenapa AL- qur’an disebut AL-qur’an,…..berapa jumlahnya  dan sebagainya.

  Bila engkau menjawab semua pertanya’an tadi maka kami mengakui bahwa kamu orang yangbenar, Bila tidak kami akan mengatakan kamu orang yang keliru.  Lalu ‘Ali berkata kepada mereka:”Aku punya 60 ribu pintu ilmu masing-masing butuh 1000 kertas yang memuatnya, tanyakanlah apa yang engkau kehendaki, sesungguhnya mudah bagi kami untuk menjawabnya“.

  Tiada bahaya yang pergi dan tiada kekuatan kecuali dari Allah yang maha Agung kemudian ‘Ali pun mulai menjawab: ”Adapun perkara yang lebih Agung dari langit adalah berdusta kepada Allah, Dan yang lebih luas dari bumi adalah   kebenaran, Dan yang lebih panas dari api adalah hati yang rakus terhadap harta, dan yang lebih cepat dari angin adalah do’anya orang yang teraniaya, Dan yang lebih kaya dari bumi adalah hati orang kona’ah, Dan yang lebih keras dari batu adalah hati orang fasik dan perkara yang kita lihat dan tidak dilihat oleh Allah adalah wajahnya orang kafir dan amalnya, Dan perkara yang  hanya di ketahui oleh  Allah adalah Ruh dan Allah adalah do’a dan pengabulan do’a. Adapun yang di ucapkan kuda adalah “Ya…Allah tinggikanlah drajat orang muslim rendahkan orang kafir ” yang di ucapkan unta adalah “Aku kagum tehadap orang yang lemah, Bagaimana ia mampu diam. Dan yang di ucapkan sapi adalah hai pelupa kematianmu akan membuatmu sibuk, Hai pelupa sebentar lagi kamu akan pergi, hai pelupa apa yang kau lakukan akan terwujud, Besok kau akan dapatkan apa yang kau kerjakan. Adapun yang diucapkan khimar adalah Ya Allah laknatilah pemungut cukai dan perbuatannya dan yang diucapkan kambing adalah hai maut kau mengagetkan , kau sangat keji, kau sangat menakutkan hai manusia apa yang membuatmu lupa. Dan yang diucapkan anjing adalah Ya Allah aku adalah haram maka sayangilah orang yang menyayangi aku, dan yang diucapkan rubah adalah Ya Dzat Yang Membagi rezeki cukupkanlah aku mencari perkara yang kau bagikan. Dan yang diucapkan kucing adalah 10 ayat taurat dan yang diucapkan harimau adalah Ya Dzat yang batu keras tunduk padamu kuasakanlah aku untuk menaklukkan orang yang mendurhakaimu dalam keadaan terang dan gelap. Dan yang di ucapkan burung nasr adalah hiduplah sekendakmu maka sesungguhnya kamu akan mati, kumpulkanlah apa yang kamu suka maka sesunguhnya kamu akan meninggalkannya dan cintailah apa yang kamu mau maka kamu akan berpisah dengannya dan yang diucapkan burung gagak adalah hai umat yang bergolong-golong takutlah akan hilangnya nikmat, turunnya amarah. Dan yang diucapkan rajawali adalah jauh dari manusia merupakan kesenangan bagi orang yang berakal. 

 

CERITA TAMBAHAN BUAT NAWADIR

 

  Lalu aku berkata padanya : "hei saudaraku arab, kamu seakan-akan seperti satu biji dibumi  yang indah ini yang didatangi hujan deras setelah rintik-rintik hujan " lalu dia menoleh kepadaku sambil berfikir

Lalu  ia berkata : “kau seperti kotoran hewan yang bergantung pada pangkat kambing  sedangkan kambing sedang berjalan"

asmu’i berkata : “aku bermaksud menertawakannya malah dia yang membuat orang lain menertawaiku”

lalu  aku bertanya kepadanya : “hei saudara arab apa kau tahu tentang syair dan isinya ? Arab menjawab : “mengapa tidak, syair sudah seperti ibu dan bapakku

lalu aku berkata : “aku mendengar bait syair apakah kau tahu yang kedua .

arab menjawab : “makna yang mana?”

 Asmu’I berkata : “aku telah meneliti beberapa syair tetapi aku belum pernah menemukan kofiyah yang lebih sulit dari wawu yang di jazemkan ( dalam hati asmu’i berkata : “ semoga dia lari dariku dalam keadaan kalah ) lalu aku membacakan syairÏ

 

Þæã ÈäÚãÇä ÚåÏäÇ åã   ÓÞÇåã Çááå ãä Çáäæ

Kaum nu’man telah kami janjikan mereka akan diberi minum oleh Allah dari hujan

 

Arob berkata : ”apakah kau tahu apa itu äæ ?”.

Aku menjawab : “tidak “, lalu dia berkata

 

äÄÊáÇ á Ýì ÏÌÇáíáÉ   ãÙáãÉ ßÇáÍÉ áæ

Hujan yang memenuhi tanah dajja di malam yang gelap gulita seperti aku bertanya apa itu áæ ?

Arab menjawab :

 

áæÓÇÑ ÝíåÇ ÝÇÑÓ   áÇËäí Úáì ÈÓÇØ ÇáÇÑÖ  ãäØæ

Andaikan penunggang kuda berjalan pasti akan bergoyang diatas pelataran bumi

Aku bertanya  : “apa itu  ãäØæ ?”

Arob menjawab :

 

ãäØæ ÇáßÔÍ åÒíã ÇáÍÔÇ   ßÇáÈÇÒ íäÞÖ ãä ÇáÌæ

Dan terlempar jauh yang tercerai berai isinya elang roboh aku bertanya : “ apa itu Ìæ ?”

Dia menjawab :

 

ÌæÇáÓãÇÁ æÇáÑíÍ Êåæí Èå   Ëã ÑíÇÍ ÇáÇÑÖ ÝÇÚáæ

Dari langit lalu angin meniupnya kemudian angin bumi aku berkata : “ apa itu ÇÚáæ ?

 

ÇÚáæáãÇ Úíá ãä ÕÈÑå æ ÕÇÑ äÍæ ÇáÞæã íäÚæÇ

Katakannlah kedoliman serta bersabar semua orang menangis aku berkata : “ apa itu íäÚæÇ ?”

Dia menjawab :

 

íäÚæÇÑÌÇáÇ ááÞäÇ ÔÑÚÊ ßÝíÊ ãÇ áÇÞæÇ æíáÞæ

Mereka menangisi laki-laki  aku atur dengan ketetapan  maka aku mencukupkan apa yang mereka jumpai aku berkata : “ apa itu  íáÞæ  ?”

 

íáÞæ ÈÇÓíÇÝ íãÇäíÉ   æÚä Þáíá ÓæÝ íÝäæÇ

Mereka beretemu membawa pedang tanah yaman dan mereka akan mati meninggalkan orang sedikit

Asmu,i berkata : “aku tahu tak akan ada sesuatu setelah rusak (fana’) tapi aku bermaksud membatalkan dia  lalu aku berkata apa itu íáÞæ ?

  

Çä ßäÊ áÇÊÝåã ãÇÞáÊå   ÝÇäÊ ÚäÏì ÑÌá Èæ

 

Bila engkau tak tahu apa yang aku ucapkan kau adalah laki-laki  , aku berkata : “apa itu  Èæ ?”

Ia menjawab:

 

ÇáÈæ ÓáÎ ÞÏ ÍÔì ÌáÏå ÇÞÇÆã íÇ ÇáÝ ÞÑäÇä Çæ

Busalho yang kulitnya berisi atau tua tanduk yang berdiri aku berkata : “apa itu Çæ ?”

ia menjawab:

 

ÇæÇÖÑÈ ÇáÑÄÓ ÈÕæÇäÉ   ÊÞæá Ýì ÖÑÈÊåÇ Þæ

Maka atau aku akan memukul kepala dengan keras engkau akan berkata dalam pukulannya aku berkata apa itu  Þæ ?

 

ÇáÞæ áå ÝìÇáÑÄÓ áå äÝÎÉ íÈíä ãä ÏÎáåÇ áÖÇæ 

Jatuhkan dia dalam kepala yang punya tiupan angin orang yang masuk dapat menjalankan cahanya . asmu’i berkata : “aku takut untuk mengucap apa itu   áÖÇæ   “, malah nanti dia memukulku dengan batu ang amat keras” ,

lalu orang   menyempurnakan bait  syairnya dan dia menjadikan sastra pukulan sebagai qofiyah-qofiyah lalu aku bertanya kepadanya : “apakau mau menjadi tamuku ?” saya bertujuan untauk mengalahkannya dia

 (orang arab ) menjawab :”kemulyaan tak akan di tolak kecuali orang jahat , lalu aku memegang tangannya dan mengajak ku datang kerumahnya ,

lalu aku berkata pada istriku masakan buat kami satu ayam jago, lalu ia (istriku ) memasaknya kemudian aku membawanya setelah itu aku , anakku laki-laki, perempuan , dan istriku duduk, lalu aku berkata kepadanya : “bagikanlah ayam itu pada kami lalu ia memotong kepala dan memeberikan kepada saya sambil berkata : “kepala untuk kepala, lalu ia mencabut dua sayap, seraya berkata : “dua sayap untuk anak laki-laki , lalu ia mencopot dua paha sambil berkata : “dua paha untuk dua anak perempuan , lalu melepas bgian belakang dan berkata : “belakang untuk belakang lalu ia melepas paha, dan dada seraya berkata tambahan bagi orang yang datang , jikalau ia memakan semua dan kami hanya memakan sedikit saja.  lalu aku berkata pada istriku : “ adik tolong masakan lima ayam bagi kami”. lalu ia memasaknya kemudian aku membawanya dan kami semuannya hadir, dalam hatikku aku berkata moga-moga aja gue dapat ngalahin  dia (orang arab), lalu aku berkata : “tolong bagikan ayam ini kepada kami lalu orang arab itu berkata kau menghendaki genap atau ganjil lalu aku berkata : “sesungguhnya Allah itu satu dan suka pada yang ganjil lalu ia berkata : ”kau istrimu dan jago ini dua anak laki –laki mu dan jago ayam mu ganjil dua anak perempuan mu dan jago mu ganjil ,aku dan kedua jago ini ganjil,kemudian aku berkata :  “aku nggak rela dengannya pembagian ini arab berkata : :”kamu kayaknya pingin genap ya?”

Gue jawab : “benar “ lalu arab pu dan tiga ayam genap , demi Allah aku tak berpaling Dari pembagian ini asmu’i  berkata : “dia mengalahkanku dalam syair dan makan ayam jago”  ( diceritakan dari sebagian orang yang cerdas)

  Bahwa dia ( sebagai orang arab) secara diam –diam membuat minuman , sedang dia dilarang ayahnya untuk membuatnya lalu hal itu ( membuat minuman secara diam diam )   sampai pada orang tuannya , maka orang tuanya pun mencari jejaknya sampai ketemu. ketika ketemu dia maksudnya anaknya membawa botol arak lalu orang tuanya berkata pada anakknya : “apa ini ?”

anak menjawab ;” susu” .

orang tuanya berkata lagi bego loh susu itu itu putih lho, inikan merah

 anaknya berkata :  “benar memang susu ini putih , tapi ketika susu itu dilihat kamu dia malu dan menjadi merah dan Allah melaknati orang yang tidak tahu malu

 lalu orang tuannya berkata padanya : “ kau menghina ku  ya”, lalu orangtuanya pergi meninggalkan nya.

Sebagai ulama membuat syair yang semakna  diatas aku meminta air yang berada di suatu tempat lalu datanglah pada kami seorang pemuda dengan membawa air yang sangat murni lalu aku mengikatanya karena pernah melarang pemuda itu menjawab ini adalah air yang menyenangkan dan sesungguhnya telah tampak padanya pipiku sehingga ia menyangka khomer diceritakan dari abu nawas suatu hari ia berjalan melewati sebuah perpustakaan yang didalamnya terdapat anak-anak lalu dia mendengar seorang anak bertanya pada gurunya: “pak apa yang dikehendaki abu nawas dengan ucapanya

 

ÇáÇ ÝÇ ÓÞäì ÎãÑÇ æÞá áí åí ÇáÎãÑ                    æáÇÊÓÞäí ÓÑÇ ÇÐÓßä ÇáÌåÑ

"  abu nawas berkata “ ya amiirul mukminin apakah kau tahu dia (ayah ) memberikan aku minum lalu aku meminumnya ?

“ ar Rosyid berkata :“ aku hanya menyangka”

 abu nawas berkata : “ apakah kau akan membunuhku hanya dengan prasangkamu?” Rosyid menjawab :“ kau berhak dibunuh dengan ucapanmu didalamËÚØíá  ( bentuk pengabaian)”

]

ãÇ ÇÍÏ ÇÍÈÑäÇ Çäå               Ýí ÌäÉ ãÐ ãÇÊ æäÇÑ

tak seorangpun yang   mengabarkan kepadaku bahwa ketika mati dia disurga atau neraka ,nawas berkata apa ada satu orang yang datang padaku ya amirulmu’minin , rasul menjawab : “engkau berhak dibunuh dengan ucapanmu

ÈÇÍãÏ ÇáãÑÊÌìÝì ßá äÇÆÈÉ              Þã ÓíÏì äÚÕÇ ÑÇáÓãæÇÊ         Ç 

 

Dengan muhamad yang diharap harap dalam setiap bencana , berdirilah lah hei tuanku maka penguasa langit akan bergerak

 nawas bertanya  : “hei amirulmu’min apa ucapanmu bisa jadi perbuatan”,

 ar Rasyid menjawab : “aku tidak tau”,

 nawas berkata : “ apa kau akan membunuhku berdasarkan apa yang tidak tahu”,

 rasyid berkata : “ dia  tinggalkan ocehan mu ini, kau kan sudah mengetauhi perbuatan ku yang mewajibkan dibunuh yaitu zina dimana tempat”

 abu nawas berkata  : “Allah sudah tahu sebelum engkau berkata bahwa aku tidak pernah melakukan apa yang aku ucapkan sebagaimana pendapat orang-orang

 

 

äÍä ÇáÐíä ÇÊì ÇáßÊÈ ãÍÈÑÇ       ÈÚÝÝ ÇäÝÓÇ æÝÓÞ ÇáÇáÓä

 

Kita adalah orang-orang yang diberi buku yang menghambarkan terjaganya diri kita dan fasiknya lesan

lalu rosyid tertawa dan melepaskan nabu nawas

Diceritakan bahwa abu nawas datang ketempat raja dengan membawa seorang laki-laki yang membawa arak lalu raja berkata : “rajamlah dia sebagaiman orang yang menghukum arak” ,

 abu nawas tanya : “kenapa” ,

 amir menjawab : “ karena engkau bersama alat arak “,

 ar Rosyid berkata lagi : “ranjamlah dia sebagaimana orang yang zina “ ,

nawas bertanya : “kenapa”,

amir menjawab : “karena kami bersama az zina”,

 lalu amir berkata : “lepaskanlah dia” .

Diceritakan ada seorang pemuda dan pemudi sedang belajar diperpustakaan lalu pemuda itu suka dengan pemudi itu dan ia sangat sayang padanya keduanya sangat cantik dan tampan , pemuda itu selalu menyayanginya sehingga dekat dengan pemudi itu , suatu hari pemuda itu menulis dilembaran gadis itu yang isinya adalah apa yang kau katakan tentang orang yang selalu menanyakan dan selalu sakit karena sangat cinta padamu sehingga dia bingung ia mengadukan sakit cinta dari rasa rindu dan sakitnya tanpa berjumpa ia tak mampu menyembunyikan isi hatinya , lalu gadis itu mengambil lembaran tulisannya kemudian ia melihat tulisan didalamnya setelah itu ia juga menulis tulisan yang letaknya dibawahnya

“bila aku tahu orang yang sedang jatuh cinta yang aku telah membuatnya dengan cinta maka aku akan memejamkan dengan kebaikan cinta sampailah tujuannku dalam percintaan andaikan ada suatu diantara kita lalu ahli faqih datang kepada mereka dan ia mendapatkan tulisan dalam papan tersebut lalu hatinya menjadi tergugah dan dia menulis dibawahnya yang isinya sambunglah  selalu  orang yang mencinta mu jangan takut pad a siapapun sambunglah orang yang berat kebingunggan dalam percintaan  adapun orang faqih jangan takut padanya karena kerinduaan nya telah mati berapa lama yang lampau kebetulan tuan gadis itu masuk kebetulan saat itu ia mendapatkan papan gadis itu  lalu mengambil dan membacanya apa yang ada didalamnya baik itu tulisan pemuda, pemudi, faqih, kemudian ia menulis dipapan itu yang isinya semoga Allah tak memisahkan selama-lamanya diantara kamu ornag yang mmenfitnah kamu selalu bingung dan payah adapun faqih tidak demi Allah mataku belum permah melihat saya memelingkan manusia drinya lalu ia( tuan gadis ) mengutus wakil hakim saksi dan menulis tulisan gadis pada pemuda dalam majlis dan menikahkakn kkeduannya dan membuat baik kepada mereka berdua . sebagai ulam a menulis kepada temannya yang isinya adalah setelah membaca  basmalah dan seterusnya nasihatilah manusia dengan perbuatmu jangan dengan omonganmu malulah pada Allah berdasrkan pendekatan mu .takutlah dariNya  dengan kekuasanantuhan padamu .

wasalam

aku mohon ampun kepada allah dan bertobat padanya