, , , , , , ,

:

: , . ] [ ٣٠ ( ٣٠)

.

 

Soal : Apakah membaca syahadat itu ada fadhilahnya ?

Jawab : Ya, ada fadhilahnya, bahkan Rasulullah SAW. memerintahkan untuk membacanya.

Diantara fadhilahnya adalah firman Allah SWT : Sesungguhnya orang yang mengucapkan : Allah Tuhan kami, kemudian selalu beristiqomah, maka akan turun malaikat kepada mereka dengan mengatakan; janganlah kamu merasa takut dan sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (Fushshilat/Assajdah ayat 30).

Dan termasuk istiqomah adalah terus menerus membaca kalimat syahadat di setiap waktu.

 

١٣٥ .

 

Disebutkan dalam Tafsir SHOWI dari Juz awal halaman 135 sesungguhnya syahadat itu akan menghancurkan sendi-sendi kemusyrikan didalam hati dan menghilangkan keraguan, karena itu para arifin memilih syahadat untuk dibaca setiap selesai shalat.

 

٤٣٦ .

 

Dan di terangkan pula dalam Tafsir SHIROJUL MUNIR Juz awal halaman 436, sebagai berikut : Ibnu Abbas r.a. berkata : Barang siapa mendawamkan syahadat selama hidup didunia maka Allah SWT akan menetapkan syahadat itu kepadanya didalam quburnya dan Allah akan menuntunnya membaca dua kalimat syahadat.

.

 

Allah akan menetapkan ucapan-ucapan yang ditetapkan oleh orang yang briman pada waktu hidup di dunia dan di akhirat dan Allah akan menyesatkan orang orang yang dzalim. Dan Allah akan berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

 

: : ][}{][ :

: , , : : ] ٦٩[

 

Soal : Apakah Rasulullah SAW membaca syahadat setelah beliau shalat ?

Jawab : Ya, Rasulullah SAW membacanya setelah salam dari shalat, sebagaimana terdapat dalam hadits yang ada pada kitab Ibnu Sunni : Dari Anas r.a. dia berkata : Rasulullah SAW setelah selesai shalat beliau memegang dahi dengan tangan kanan seraya mengucapkan Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah yang maha pengasih dan penyayang, Ya Allah, lepaskanlah dariku kesusahan dan kesedihan. (ADZKAARUN NAWAWY Halaman 69).

 

:

: , , , : : } : ٨٩ { .

 

Soal : Mengapa Rasulullah SAW tidak membaca syahadat rasul sedangkan kita membacanya?

Jawab : Karena Rasulullah SAW telah bersaksi bahwa dirinya adalah Rasulullah adapun kita adalah ummat rasul seandainya tergelincir kedalam syirik atau murtad, maka wajib membaca dua kalimat syahadat, apalagi di zaman akhir ini, didalam hadits, Abu Hurairah r.a. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Fitnah di zaman akhir dapat menjadikan seseorang mumin di pagi hari, dan kafir di sore hari, kecuali orang yang telah diselamatkan oleh Allah SWT dengan ilmu pengetahuan atau dengan seorang guru yang memberi petunjuk (Guru mursyid) (DASUQY Halaman 89) ; Apakah anda tidak senang Habib Umar mengajarkan dua kalimat syahadat di zaman ini.

 

 

Syirik lebih samar dari pada semut hitam kecil yang berjalan diatas batu hitam yang licin pada waktu malam hari yang gelap gulita.

 

:

: :

:

:

:

 

Soal : Apakah hikmah dan maksud membaca dua kalimat syahadat tiga kali setelah salam dari shalat ?

Jawab : Hikmah dan maksud (tujuan) nya ada tiga :

Pertama : Mohon ditetapkan Iman Islam saat dicabut rukh

Kedua : Mohon ditetapkan dua kalimat syahadat untuk menjawab pertanyaan mlaikat Munkar Nakir didalam kubur.

Ketiga : Mohon diselamatkan dari kebingungan pada hari Qiyamat an makhsyar.

 

:

 

Wasallam dibaca fiil madhi, karena dalam kitab Alfiyah dalam bab ataf, fiil madhi boleh diatafkan kepada fiil amar dengan sama tujuannya.

 

( ) } ١٣٧ {

 

Imam Ibu Aqil mengatakan bahwa athaf tidak dikhususkan pada isim saja, bahkan bisa diterapkan dalam isim dan fiil seperti dalam kalimat dan seperti dalam ayat al-Quran : (IBNU AQIL Halaman 137).

 

:

: .

 

Soal : Apakah boleh talqin mayyit hanya dengan membacakan dua kalimat syahadat ?

Jawab : Ya boleh, bahkan yang dimaksud dengan talqin adalah menalqinkan dua kalimat syahadat, seperti yang tertera dalam buku talqin yang biasa digunakan oleh kaum muslimin itu ada ucapan :

.

 

Ingatlah akan perjanjian ketika engkau keluar dari dunia ke akhirat, ialah mengenai syahadat, yaitu menyaksikan tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

 

: . : } {

 

Dan sebagaimana tersebut dalam kitab RIYADHUSSHOLIHIN dari Barra Bin Azib, bahwa Rasulullah SAW., bersabda : Apabila mayat ditanya oleh malaikat Munkar Nakir dikuburnya, dan menyaksikan tidak ada tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Allah berfirman : Allah menetapkan kepada orang-orang mumin ucapan-ucapan yang tetap pada waktu hidup di dunia dan di akhirat. (HR. Buchari Muslim).

 

:

: , : ٢٧٧ () . .

 

Soal : Adakah dalil yang menunjukkan membaca tasbih, tahmid dan takbir dibaca tiga kali ?

Jawab : Ya, ada dalilnya ; sebagaimana tersebut dalam ATTUHFAH juz awal halaman 277 (peringatan) sesungguhnya ada riwaat-riwayat bahwa ada yang kurang dan ada yang lebih dari 33 kali, seperti 25, 11, 3, 1 ada pula yang 70 dan 100 kali dalam membaca tasbih.

 

:

: : ٦٣ : } {

Soal : Mengapa kita memakai pakaian putih ketika shalat ?

Jawab : Karena Rasulullah SAW., memakai dan memerintahkannya. Seperti yang tersebut dala kitab BULUGHULMARAM halaman 63 terdapat keterangan dari Ibnu Abbas r.a. sesungguhnya Nabi SAW, telah bersabda : Pakailah olehmu pakaian yang putih, sesunguhnya pakaian yang putih itu adalah pakaian yang terbaik bagimu, dan bungkuslah mayatmu dengan kain putih. (Diriwayatkan oleh : Lima Ulama kecali Imam an-Nasai dan di shahihkan oleh Imam Turmudzi).

 

: ٨٧ - : ١٧٩ - ٥٥١٥ : .

 

Dan tersebut didalam kitab FATHUL WAHHAB halaman 87 dan kitab IQNA halaman 179 dan Kitab JAMIISH SHAGHIIR halaman 130 dari juz 2 hadits nomor 5515 : tetapkanlah atasmu pakaian yang putih dan pakailah bagi orang yang hidup dengan pakaian yang putih, dan bungkuslah mayatmu dengan pakaian yang putih, sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian yang terbaik bagimu.

 

: : .

 

Dan telah tersebut dalam kitab IHYA pada juz awal dalam bab adabul jumat, telah berkata Imam Syafii : Barang siapa bersih pakaiannya, maka sedikit susahnya, dan barang siapa wangi baunya, akan ditambah akalnya, dan adapun pakaian yang lebih dicintai adalah pakaian putih, karena pakaian yang lebih dicintai oleh Allah adalah pakaian putih yang tidak loreng, dan berpakaian hitam tidak termasuk sunnah, dan tidak ada fadhilahnya (keutamaannya) bahkan sekelompok ulama, memakruhkan melihatnya, karena bidah yang diada-adakan sesudah wafatnya Rasulullah SAW., dan sorban disunnahkan sampai hari ini.

 

:

: , : ٨٦ () .

 

Soal : Mengapa kita memakai Gamis, Jubbah, dan sorban khususnya pada waktu shalat ?

Jawab : Karena sunnat, seperti dalam Kitab BUGHYATUL MUSTARSYIDIIN halaman 86 terdapat masalah : disunnahkan memakai Gamis, sarung dan sorban dan thoilasan (pakaian untuk menutup kepala sebelum memakai sorban) diwaktu shalat atau diluar shalat, kecuali diwaktu tidur dan sebagainya akan tetapi thoilasan itu khusus bagi orang-orang yang mulia dari ulama dan pemimpin.

 

: ٨-٩ . : . .

 

Dan telah berkata dalam kitab DIAMAH halaman 8-9 ; terdapat keterangan bahwa Imam Ad-Dailamy telah menerangkan dalam kitab Musnadil Firdaus dari Jabir , Hadits marfu : shalat satu rakaat dengan memakai sorban itu lebih baik dari pada 70 rokaat dengan tidak memakai sorban. Dan Imam Munawi telah memberi keterangan dalam kitab Taisir : sesungguhnya shalat itu menghadap raja (Allah) adapun menghadap raja tidak memakai pakaian yang baik adalah tidak beradab. Dan shalat jumat sekali dengan memakai sorban adalah berlipat 70 kali lipat (pahala) jumatan dengan tidak memakai sorban.

 


:

: ٣٥ : :

 

Soal : Mengapa kita bertawassul kepada para Nabi para wali dan para sholihin ?

Jawab : Karena kita beramal atas dasar firman Allah yang ada dalam surat al-Maidah ayat 35 : Hai oang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatan diri kepada-Nya, dan berjihadlah kepadanya, supaya kamu mendapat keberuntungan (surga). Sebagaimana tersebut dalam kitab FATAWI ALKHALILI Halaman 258.

 

: .

 

Dan telah berkata IBNU ABBAS r.a. : Sesungguhnyawasilah itu adalah sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.

 

: .

} : ٢٦٥{

 

Dan yang termasuk wasilah adalah cinta kepada para Nabi, kepada para wali , shodaqoh, ziyarah kepada para kekasih Allah, memperbanyak doa dan lain-lain. Yang dimaksud, kerjakanlah sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, dan tinggalkanlah sesuatu yang menjauhkan diri kepada Allah. Karena itu kita diharapkan tahu, maka termasuk kekeliruan dan merugi orang yang mengatakan kafir kepada orang yang berziyarah kepada waliyullah dengan bersyakwa sangka bahwa ziyarahnya itu beribadah selain kepada Allah. Janganlah demikian, justeru yang demikian itu termasuk cinta kepada Allah. Rasulullah SAW., bersabda : Ingatlah tidak sempurna iman seseorang yang tidak mahabbah (mencintai) kepadanya. (TAFSIR SHOWI Juz awal halaman 265).

 

: . : . . : ٥٧

 

 

Dan telah bersabda Nabi SAW. : Manusia itu bersama orang yang dicintai Dan Nabi SAW. telah bersabda pula : Ingatlah ! (wahai ummatku) kepada Allah jika ia tidak bisa mengingat, maka berkumpullah bersama orang yang ingat kepada Allah. Dan diterangkan oleh sebagian ulama bahwa cinta kepada guru, itu sebagian permulaan cinta kepada Allah. Sebagaimana tersbut dalam kitab TANWIRUL QULUB halaman 57.

 

: ٧٠٠ : } {

 

Dan telah berkata dalam kitab BAJURI dari juz kedua halaman 700 ; Dan telah berkata dalam Nahjissaadah Rasulullah SAW., telahbersabda : Bertawassullah kamu dengan ku dan degan ahli bait ku, sesungguhnya orang yang bertawassul kepada ku tidak akan ditolak (H.R. IBNU HIBBAN dalam Hadits Shahihnya).

 

: , , .

 

Dan Nabi SAW telah bersabda : Bertawassullah kamu dengan kebesaranku, sesungguhnya sifat kehormatanku bagi Allah adalah suatu perkara yang berfaidah (sebagaimana tersebut dalam kitab BUGHYATUL AWAM).

 

٢٣٣ : , .

 

Dan tersebut dalam kitab IHYA Juz awal halaman 233; Rasulullah SAW telah mengajar Abu Bakar Ash-shiddiq r.a. supaya membaca doa :

....

 

٣٥٨ : . .

 

Dan telah diterangkan dalam kitab BUGHYATUL MUSTARSYIDIIN halaman 358 : adapun bertwassul dengan para Nabi dan para sholihin adalah sesuatu yang dicintai syara dan sudah ditetapkan dengan hadits yang shohih. Dan para ulama telah sepakat dengan menjalankan tawassul bahkan sudah tetap (diperbolehkan) tawassul dengan amal shaleh padahal amal shaleh itu suatu sifat, maka dari itu lbih utama tawassul dengan dzat, adapun tawassul dengan para Nabi dan para wali dimasa hidupnya dan sesudah wafatnya itu diperbolehkan secara hukum syara, seperti yang telah berlaku dalam hadits yang shohih.

 

١٣٤ .

 

Dan telah berkata dalam kitab Adzkar pada bab Dzikir dalam shalat Istisqa, halaman 134 : Dan disunnatkan bertawassul dengan orang-orang yang masyhur kebaikannya seperti berdoa dengan membaca : ....

 

:

: , ٣٨٢ ٤ : } { , ,

} { , - , , .

 

 

Soal : Boleh atau tidak memanggil-manggil para Nabi, para Wali, atau guru dipinggir quburan pada waktu ada kesulitan dan apakan para Nabi, para Wali dan Guru itu bisa memberi pertologan kepada orang yang minta tolong ?

Jawa : Boleh dan para Nabi, Wali atau guru itu masih bisa memberi pertolongan pada orang yang minta tolong sesuai dengan keterangan dari Hamis-nya (penjelasan pinggir) kitab FATAWY AL-KUBRA halaman 382 juz 4 yang artinya : bagaimana orang awam yang mengucapkan : Ya Rasulullah, ya syaikh fulan . dan yang semacam dengan itu, dipinggir Quburan dengan tujuan meminta pertolongan kepada mereka, apakah mereka masih bisa memberi pertolongan ? (Jawabannya) boleh dan masih bisa memberi pertolongan , karena mukjizat para Nabi dan karomat para Wali tidak putus karena kematiannya. Nama para Nabi dan para Wali hidup di alam quburnya, masih menjalankan shalat dan haji, seperti dalam Hadits : Para Nabi masih bisa memberi pertolongan kepada yang meminta tolong sebagai mukjizatnya. Dan para syuhadapun masih hidup dan bisamembantu orang-orang yang perang dijalan Allah (sabilillah). Para Wali, Guru juga masih bisa memberi pertolongan kepada orang yang meminta tolong sebagai karomahnya, sesungguhnya para ulama ahli haq sekeyakinan dalam hal karomah, syafaat, mujizat, sesungguhnya beberapa perkara yang tidak seperti biasanya (mustahil menurut akal) seperti yang sering terjadi di kalangan para Wali, baik sengaja ataupun tidak, itu sesuatu yang aneh (yang diluar kebiasaan) yang dijalankan Allah. Dalil adanya karomah, bahwa karomah itu suatu perkara yang mungkin, tidak termasuk sesuatu yang mustahil dan semua keadaan ini sesuatu yang mungkin, masalah tersebut sama dengan kisah Siti Maryam pada waktu mash kecil, ditemptkan di loteng kamar masjid baitul muqaddas dan pintunya dikunci rapat oleh Nabi Zakaria, setiap pagi Nabi Zakaria membuka pintunya dengan maksud memberi makanan pada Siti Maryam, akan tetapi didepan Siti Maryam sudah terhidang buah-buahan, pada musim hujan terhidang buah-buahan musim kemarau dan pada musim kemarau terhidang buah-buahan musim hujan. Ini sudah di Nash dalam al-Quran.

 

: ١٥ .

 

Karomah para wali jelas dan nyata tidak bisa diingkari, keterangan dari kitab SIROJUL BAYAN halaman 15 : Dan dalam kitab SIROTUSYSYAMIYAH ada keterangan bahwa Ahli sunnah wal jamaah berpendapat tentang adanya karomah para wali baik semasa hidupnya maupun setelah wafatnya.

 

: . ١٤ .

 

Rasulullah SAW telah bersabda : Apabila kamu mempunyai kesulitan dalam suatu masalah maka mintalah pertolongan pada ahli qubur (Dari Kitab Bahjatussaniyyah halaman 14)

 

:

: ( ) ( ) ( ) : ( ٢ ٨٧)

 

Soal : Dengan cara apakah berdoa kepada Allah yang lebih utama ? apakah dengan tawassul kepada Nabi, Wali, atau Guru ? atau secara langsung tidak dengan cara tawassul ?

Jawab : Masalah tersebut bersifat tafsil artinya tergantung keadaan, bagi orang awam seperti kita, apabila berdoa atau beribadah kepada Allah belum bisa wusul (rukhaninya kepada Allah), sehingga tidak mempunyai rasa adanya panca indra atau badan yang wujud ini, maka berdoa itu lebih utama dengan cara tawassul, bagi orang yang bisa wusul, maa berdoa itu lebih utama langsung seperti : Nabi Ibrohim pada waktu dilemparkan kedalam bara api, juga seperti Siti Aisyah pada waktu dituduh zina dengan sahabat Sofwan Bin Muaththal Assulami, setelah Siti Aisyah mempunyai perasaan bahwa wujud dirinya itu terasa wusunya (konsentrasi wusulnya kepada Allah) terasa kurang, maka Siti Aisyah dengan segera tawassul kepada Nabi SAW, karena syukuran kepadanya. Sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda : Tidak bersyukur kepada Allah, barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia (HIKAM Juz 2 halaman 87).

 

: , , , , , , ,

: : ( ) .

 

Soal : Bolehkah memanggil gurunya dengan ucapan Yaa hadii, yaa aliim, yaa khobiir, yaa mubiin, yaa waliy, yaa hamiid, yaa qowiim, yaa hafiidz ? yag dimaksud guru disini adalah Habib Umar, dalam ucapannya, adapun hakekatnya adalah memohon kepada Allah SWT ?

Jawab : Boleh, karena Habib Umar termasuk ahli bait Rasulullah SAW da waliyullah (pendapat kami), sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda : bertawassullah kamu sekalian dengan ku dan dengan keluargaku, sesungguhnya tidak akan ditolak orang yang bertawasssul dengan kami. (H.R. IBNU HIBBAN dalam shohihnya). Begitu pula IMAM HAKIM meriwayatkan dari Sahabat Abu Dzarrin, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ahli Baitku bagimu laksana kapalnya Nabi Nuh AS. bagi kaumnya, orang yang mengikuti kebaikan akan selamat dan oang yang tida mengikuti dalam kebaikan akan tenggelam.

 

- . : .

 

IMAM MUNAWY berkata : karena ini berpendapatlah para ulama : sesungguhnya kutubul auliya, dalam setiap masa itu terdiri dari mereka ahli bait Nabi, dan murid-murid Al-Habib Umar, termasukkutubul auliya dizaman kita, dan hadits-hadits ini menunjukkan tentang bolehnya seseorang murid minta tolong kepada seorang guru dan hal itu dinamakan robithoh artinya ikatan hati murid dengan gurunya. Dan Habib Umar adalah orang yang mulia, lagi pula dzurriyat Rasulullah SAW, dan ahli warisnya dalam ucapan, perbuatan, dan keadaannya. Dan warisan yang paling sempurna adalah tiga : ucapan, perbuatan (kelakuan), dan itikad (kata hati) sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda : Syariat adalah ucapanku, Thoriqot adalah perbuatanku, Hakekat adalah keadaanku. Dan mencintai Ahlullah adalah wajib, sebab merekalah orang yang tergolong ahlushshafa wal wafaa (orang yang bersih dan mengabdikan diri kepada Allah) bahkan bagi orang yang mengikuti jejak langkah mereka (ahlushshafaa wal wafaa).

 

- : : .

 

IMAM SUFYAN berkata : Sesungguhnya orang yang cinta kepada orang yang mencintai Allah, berarti orang tersebut mencintai Allah, dan orang yang memuliakan erhadap orang yang memuliakan Allah, berarti orang tersebut memuliakan Allah. Dan sebuah Hadits yang panjang dari Sayyidina Umar r.a. Bahwa Rasulullah SAW ditanya : Siapakah aalu (Keluarga) Muhammad yang harus kami cintai dan harus kami muliakan ? dan kami diperintah untuk berbuat baik kepada mereka ?. Maka berkata ahlush shafaa wal wafaa : yang beriman kepadaku dan ikhlas. Hai saudara-saudaraku fahamilah hadits-hadits auliya, agar kalian tidak termasuk golongan yang dikecam oleh Allah. Dialam hadits Qudsi diterangkan : Barang siapa memusuhi kekasihku, maka kami memberitahu kepadanya dengan perang.

 

:

: , ٨٣ : , : , - .

 

Soal : Bolehkah murid berdoa (Tawassul) kepada gurunya dengan mengucapkan ucapan khalifatu Rasulillah ?

Jawab : Ya boleh, seperti Sabda Rasulullah SAW yang tertera dalam Syarah Azkiya halaman 83 : Rakhmat Allah mudah-mudahan tetap atas khalifahku. Sebagian sahabat bertanya : Siapakah khalifah-khalifahmu ya Rasulullah ?. Nabi SAW menjawab : Khalifah-khalifahku dalah orang-orang yang menghidupkan dan mengamalkan sunnah-sunnahku dan mengajarkan kepada hamba-hamba Allah. Sedangkan guru kita yang mulia (Al-Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya) sebagian dari orang yang menghidupkan, mengamalkan dan mengajarkan kepada hamba Allah akan sunnah-sunnah Rasul yang tidak diamalkan oleh umat Islam masa sekarang ini terutama mengajarkan dua kalimat syahadat.

 

:

: ٤ : .

 

 

Soal : Bolehkah memakai asmaul husna (nama) dari Asma Allah untuk seseorang ?

Jawab : Ya Boleh sebagaimana dijelaskan dalam kitab Sulam Taufiq halaman 4 : Allah SWT telah memberikan kepada hamba-Nya (Adam AS.) beberapa sifat dan digunakan sebagai nama. Digunakannya nama itu bagi Allah SWT adalah sebagai penghormatan kepada hamba itu. Misalnya aku hidup dan sebagainya, akan tetapi jelas berbeda dengan sifat Allah SWT pada hakekatnya.

 

:

: ٧ : . . : . . .

 

Soal : Apakah boleh berdzikir sambil berdiri, sambil duduk dan lainnya ?

Jawab : Ya, boleh, Berdzikir dalam posisi apapun kecuali seperti pada waktu buang air besar, maksiyat, seperti diterangkan dalam kitab ADZKAR halaman 7, demikian : ketahuilah bahwa keutamaan dzikir itu tidak di khususkan pada ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan semacamnya. Bahkan setiap orang beramal karena Allah dengan taat,itu termasuk orang yang dzikir kepada Allah. Begitu pula dikatakan oleh Said Bin Jabir r.a. dan yang lainnya yakni dari para ulama berkata Ibnu Abbas dalam menafsirkan firman Allah : Yang dimaksud adalah mereka yang berdzikir kepada Allah , setelah melaksanakan shalat, pada waktu pagi, waktu sore, berdzikr sambil tiduran, dan setiap bangun dari tidurnya, dan tiap-tiap berangkat pagi atau pulang sore ke rumahnya, maka dia berdzikir kepada Allah. Berkata Imam Mujahid : Tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, kecuali dia berdzikir sambil berdiri, duduk, dan tiduran.

 

٢٥٩ : .

 

Dan tersebut dalam kitab FATAWY AL-KHALILI halaman 259 sebagai berikut : meriwayatkan Imam Khafidz Abu Naim dengan Sanadnya dari sahabat Ali Bin Abi Thalib, bahwa beliau pada suatu hari menerangkan keadaan para sahabat, mereka berdzikir kepada Allah SWT, maka mereka bergerak-gerak, seperti gerakannya pohon yang diterpa oleh hembusan angin besar, dan mereka berdzikir sambil menangis, air matanya membasahi pakaiannya.

 

- ١٠٣ : . : ١٩٠ ١٩١ : - . .

 

Dan berkata Siti Aisyah r.a. Bahwa Nabi SAW berdzikir kepada Allah SWT., dalam seluruh waktunya. Kesimpulan dari hadits ini bahwa orang tidak bisa disalahkan berdzikir dengan gerakannya atau sambil duduk, sambil berdiri, atau tenang (tidak bergerak-gerak). Dan Firman Allah SWT dalam surat AN-NISA ayat 103 dijelaskan : Apabil kamu telah selesai mengerjakan shalat hendaklah kamu ingat kepada Allah (berdzikir kepada Allah), dengan berdiri, begerak dan berbaring. Apabila kamu telah aman (tenang) maka dirikanlah shalat sebaik-baiknya. Sesungguhnya shalat itu diperlukan atas orang-orang mukmin pada waktunya (shalat itu diwajibkan atas semua orang mukmin). Dan didalam surat ALI-IMRAN ayat 190-191 : Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang menjadi tanda atas kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berakal yaitu orang-orang yang mengingat Allah (berdzikir kepada Allah) ketika berdiri, duduk, dan saat berbaring. Dan mereka memikirkan kejadian langit dan bumi sambil berkata : Ya tuhan kami, bukankah engkau jadikan ini dengan percuma (sia-sia). Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Dalam dua ayat ini ada penjelasan dengan adanya gerakan-gerakan pada waktu berdzikir. Karena berdiri, duduk dan berbaring, itu merupakan gerakan seperti gerakannya mereka yang berdiri ketika mendengarkan cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW.

 

٥١ ٩١ : # . : .

 

Dan tersebut dalam kitab MADARIJISSUUD halaman 15 dan didalam kitab FASYNI halaman 91 syair mengatakan : Orang yang mulia, mereka bangun ketika mendengar asma Nabi disebut, sambil berdiri dan berbaris atau berdiri diatas lutut.

Dan IMAM TAQIYUDDIN ASSUBUKI, beliau pasti bangun ketika mendengar sebutan asma Nabi. IMAM SIBRO MALISI mengatakan : merupakan kebiasaan orang-orang dari golongan mukhibbin, mereka berdiri ketika mendengar sifat-sifat Nabi SAW karena mengagungkan beliau.

 

٦ ( ) . : : - - .

 

Dan tersebut dalam kitab ADZKAR pada halaman 6 : Ketahuilah bahwa sebagaimana disunnatkan berdzikir, juga disunnatkan duduk-duduk dilingkungan dzikir, dan amat jelas dalil-dalil yang menunjukkan hal itu. Hadits Ibnu Umar r.a. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : Apabila kalian melewati taman-taman surga maka menggembalalah disana (mampirlah disana). Mereka bertanya : Apakah taman surga itu ya Rasulullah ?. Rasulullah SAW menjawab : Taman surga adalah lingkungan dzikir dan apabila mereka menghadirinya, dengan duduk berlingkar.

 

: #

 

Telah berkata Al-Habib Muhammad Bin Ahmad Al-Mahdhor Surabaya :

Andaikata mereka tidak berdiri untuk memuliakannya maka mereka akan mendapat kebodohan dan bahayanya.

 

,

 

Manusia tidak murtad (kufur) dengan mengerjakan maksiyat, akan tetapi dia kufur sebab meninggalkan hormat (tidak hormat).

 

: : : - - . . ٩١ ( ) . . ١٩ ٢٦

 

Dan dalam hadits qudsi, Allah berfirman : Bahwa aku mempunyai hamba, hamb yang mencintaiku dan aku mencintai mereka, dan mereka merindukanku, akupun rindu kepada mereka. Mereka menyebut-nyebut aku, dan akupun menyebut-nyebut mereka. Sebagian orang (Shiddiqiin) bertanya : Ya Allah bagaimana ciri-ciri mereka ?. ciri-ciri mereka diantaranya adalah berteriak-teriak dan menangis sambil memanggil-manggil serta mengaduka persoalan kepadaku, dan diantara mereka, ada yang ruku, ada yang berdiri, ada yang sujud. Maka yang pertama aku berikan kepada mereka tiga hal :

Yang pertama : aku meletakkan nur-ku sendiri dalam hati mereka

Yang kedua : apabila langit dan bumi beserta isinya ditimbang dengan amal mereka , pasti aku katakan timbangan itu sedikit dibandingkan amal mereka.

Yang ketiga : aku hadapkan wajahku kepada mereka.

Tersebut dalam kitab FASYNI Halaman 91. (Faidatun) Imam Ibnu Juzi dari Ibnu Sufyan Bin Uyainah, beliau berkata : Apabila disebut-sebut orang yang soleh, maka turunlah rokhmat terebut. Dalam Kitab Khoirotul khisan halaman 19.

 

:

: : } ٣٦{

 

Soal : Bagaimanakah hukum berdzikir dengan suara keras setelah salam dari shalat?

Jawab : Hukumnya sunnah karena Allah berfirman dalam al-Quran surat an-Nur ayat 36 ; didalam masjid, Allah mengizinkan dzikir dikeraskan, disebut didalamnya akan asma-Nya, memaha sucikan kepada-Nya didalam masjid di waktu pagi dan sore.

 

٢٦٢ .

 

Dan tersebut dalam kitab FATAWY AL-KHALILY Halaman 262 sebagaimana berikut : Dzikir adalah seperti membaca Al-Quran dengan keterangan ayat dan beberapa riwayat, dan dzikir dengan suara keras itu lebih utama. Dan dalil yang menunjukkan keutamaannya dzikir dengan suara keras, bahwasanya beramal dengan suara keras itu lebih besar manfaatnya terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, membangunkan hati pembaca, menyatukan himmah, mengumpulkan cita-cita dan pikiran, mengkhususkan pendengaran. Dan dengan suara keras, hilanglah rasa kantuk, bertambah giat, membangunkan yang oranglain dari tidur dan lupa, dan menggiatkannya, maka apabila dengan niat-niat ini, berdzikir dengan suara keras itu lebih utama.

 

: : ] [

 

Dan tertera dalam hadits qudsi yang tujuannya diperintahkan berdzikir dengan suara keras, sebagaimana hadits ini : Allah SWT berfirman : Dan apabila dia menyebut-nyebut aku di suatu tempat yang ramai, maka akupun menyebut-nyebutnya di tempat yang lebih ramai darinya (H.R. Bukhari, Muslim, Nasai, da Ibnu Majah). Dan menyebut di tempat ramai itu tidak ada kecuali dengan suara keras.

 

١٦٧ : .

 

Dan tersebut dalam kitab RIMAHI HIZBIRROHIIM halaman 167 sebagaimana berikut : Dari Abdullah Bin Abbas r.a. : Bahwa berdzikir dengan suara keras ketika selesai dari shalat itu sudah ada sejak masa Rasulullah SAW.

 

١٦٧ .

 

Dan tersebut dalam kitab RIMAHIHIZBIRROHIIM Juz Awal halaman 167 : Dalam menyenangkan (membiasakan) saat berkumpul untuk berdzikir dan bersuara keras, dan menganjurkan atasnya. Dan memberitahu bahwa bersuara keras itu patut untuk dipegangnya karena keutamaannya dan menolak terhadap orang yang mengingkari berdzikir dengan berjamaah karena kebodohannya dengan kitab, hadits dan sepakatnya para ulama.

 

١٧٢

 

Dan tersebut dalam kitab RIMAHI HIZBIRRAHIIM, halaman 172. Dan jumhur mengambil dalil dengan hadits tersebut, atas disunnahkannya dzikir dengan suara keras pada waktru membaca dan berdoa, kecuali dengan ucapannya orang yang syaz (sekehendak sendiri). Sebagian dari ulama salaf atas hadits ini, yakni disunnahkannya suara keras ketika bertakbir, berdzikir setelah shalat fardhu dan diantara yang menyamarkannya dari golongan mutaakhkhirin ialah Ibnu Khazmin.

 

٨ : : :

Adapun firman Allah SWT yang artinya sebagai berikut : Sebutlah Tuhan mu di hatimu dengan rendah diri dan menyamar. Itu adalah ayat makiyyah seperti ayat Isra, yang maknanya : Janganlah engkau mengerjakan shalat dengan terang-terangan, ayat ini diturunkan agar tidak didengarkan oleh orang-orang musyrik, yang akhirnya mereka mencela al-Quran dan yang menurunkan al-Quran (Allah) maka diperintah dengan suara pelan untuk menghindari celaan, sebagaimana dilarang dari mencela berhala, yang buktinya sekarang tidak ada.

 

:

: , t : : ,

 

 

Soal : Apakah Dzikir dengan berjamaah itu ada faedahnya ?

Jawab : Ya, ada, tersebut dalam kitab RIYADHUSSHOLIHIIN ; dan tertera dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW beliau telah bersabda : Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sekelompok malaikat yang ditugaskan untuk mencari lingkaran dzikir, maka apabila mereka menjumpai lingkaran dzikir, maka mereka duduk bersama orang-orang yang berdzikir, dan membuka sayap-sayap mereka, dan memenuhi majlis dzikir sampai ke langit, apabila mereka selesai berdzikir, maka para malaikat kembali ke langit, kemudian Allah bertanya kepada malaikat : Hai malaikat-malaikat ku, kalian dari mana ? Malaikat menjawab : Kami datang dari hamba-Mu di bumi, yang mereka mensucikan Tuhan, memuji, bertahlil, dan mereka memohon kepada Tuhan. Allah SWT bertanya : Apakah yang mereka pinta ? Malaikat berkata : Sorga-Mu, Allah SWT bertanya : Apakah mereka sudah mengetahui sorga-Ku ? Malaikat menjawab : belum mengetahui, Allah SWT bertanya : Bagaimanakah apabila mereka mengetahui sorga-Ku ? Jawab Malaikat : Dan mereka memohon selamat kepada-Mu, Allah SWT bertanya : Minta selamat kepada-Ku dari apa ? Malaikat menjawab : Dari Neraka-Mu, Allah SWT bertanya : Apakah mereka sudah mengetahui neraka-Ku ? Bertanyalah Malaikat : mereka mohon ampunan kepada-Mu, Allah SWT menjawab : Aku telah mengampuni mereka dan Aku akan mengabulkan permohonannya, dan Aku selamatkan mereka dari apa-apa yang mereka mohon (mohon selamat). Malaikat menjawab : Ya Tuhanku disitu ada si Fulan yang banyak dosanya, dan dia datang hanya untuk duduk bersama mereka, Allah SWT menjawab : Aku sudah mengampuninya, mereka adalah kaum yang tidak akan rugi bagi orang yang mengikutinya.

 

:

: .

 

 

Soal : Apakah sebabnya mengangkat kedua tangan ketika berdoa ?

Jawab : Sebab langit itu tempat turunnya wahyu, tempat turunnya hujan, tempat suci, dan tempat malaikat, dan kelangitlah tempat diangkatnya amal ibadah dan diatas langitlah arasy dan surganya Allah SW . .

 

Dalam Kitab IKHYA Juz awal alaman 275 Nabi SAW bersabda : Apabila kamu memohon kepada Allah, mintalah dengan telapak tangan mu dan jangan dengan puggung tangan mu. (HR.Abu Dawud dari Malik bin Yasir Al-Kufi dan Ibnu Majah da Thabrani dalam kitab KABIR, dan Imam Hakim dari Kitab Mustadroknya, dan Imam Hakim menambahkan : Dan usaplah mukamu dengan kedua telapak tangan mu.

 

:

: , ١٣٩ : . .

 

Soal : Apakah boleh berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangan sambil ditelungkupkan, sebagaimana diperbolehkannya berdoa dengan menengadahkan telapak tangan ke langit ?

Jawab : Boleh, bahkan sunnah, tertera dalam kitab Fatkhul mubin, syarah arbain halaman 139 bahwa Rasulullah SAW ketika beliau berdoa kadang-kadang menjadikan kedua telapak tangan menelungkup, pendapat ahli hadits bahwa berdoa dengan menengadahkan tangan ke langit yakni ketika beliau memohon sesuatu yang di inginkan dan berdoa dengan menelungkupkan tangan ketika memohon dihilangkan musibah-musibah (bencana).

 

:

: ) ٢٠(

 

Soal : Apakah yang dilakukan Imam setelah salam dari shalat ?

Jawab : Disunnahkan menghadap kepada Makmum dan masing-masing duduk berdzikir kepada Allah SWT, setelah shalat shubuh sampai matahari terbit (IRSYADUL IBAD Halaman 20)

 

:

: ) ٧(

 

Soal : Bagaimana hukumnya memakai Hadits Dhoif dalam keutamaan beramal ?

Jawab : Boleh, dan disunnahkan memakai Hadits Dhoif dalam masalah fadhail (keutamaan), Targhib dan Tarhib, asal bukan Hadits Maudhu (sangat dhoif) (ADZKAARUNNAWAWIY Halaman 7)

 

:

: :

- : ) ٣٣(

: ... ) ٨( ٢٧

 

Soal : Apakah makna Ali Adam dan Ali Jibril ?

Jawab : Makna Ali terbagi atas 3 makna :

1.        makna Keluarga, yakni isteri, anak, dan keturunan

2.        makna Jiwa, seperti firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 33 :

3.        makna teman (bala tentara) seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 8 :

 

...

 

:

: , ٢٠ : ) (

 

Soal : Apakah duduk setelah shalat shubuh sampai matahari terbit itu ada fadhilahnya ?

Jawab : Ya, ada fadhilahnya, seperti diterangkan dalam kitab IRSYADUL IBAD halaman 20, Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa shalat shubuh dengan berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala ibadah haji dan umroh yang sempurna (HR. TURMUDZI dan Imam TURMUDZI menghasankan haditsnya)

 

:

: , , : ) ١٨٧(

Soal : Apakah boleh Wanita keluar malam pergi ke masjid untuk shalat ?

Jawab : Ya Boleh, sebagaimana Ibnu Umar berkata ; Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu cegah wanita untuk keluar untuk pergi ke masjid pada malam hari