130- KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR

254- n: .

254. Nabi n bersabda: Barangsiapa yang membaca: Maha Suci Allah dan aku memujiNya dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekali-pun seperti buih air laut.[1]

255- n: .

255. Rasulullah n bersabda: Barang-siapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.[2]

256- n: : .

256. Rasulullah n bersabda: Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil azhiim.[3]

257- n: .

257. Rasulullah n bersabda: Sungguh, apabila aku membaca: Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.[4]

258- n: (( )) : (( ))

258. Rasulullah n bersabda: Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari? Salah seorang di antara yang duduk bertanya: Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)? Rasul bersabda: Hen-daklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.[5]

259- : .

259. Barangsiapa yang membaca: Subhaanallaahi azhiim wabihamdih, maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga.[6]

260- n: (( )) : : (( ))

260. Rasulullah n bersabda: Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan Surga? Aku berkata: Aku mau, wahai Rasu-lullah! Rasul berkata: Bacalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah.[7]

261- n: : .

261. Rasulullah n bersabda: Perkata-an yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alham-dulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.[8]

262- n: . : ǡ ǡ )) : .

262. Seorang Arab Badui datang kepa-da Rasulullah n, lalu berkata: Ajari aku dzikir untuk aku baca! Rasul n bersab-da: Katakanlah: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan sekalian alam dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana. Orang Badui itu berkata: Kalimat itu untuk Tuhanku, mana yang untukku? Rasul bersabda: Katakanlah: Ya Allah! Ampuni-lah aku, belas kasi-hanilah aku, berilah petunjuk kepadaku dan berilah rezeki kepadaku.[9]

263- n : .

263. Seorang laki-laki apabila masuk Islam, Nabi n mengajarinya shalat, kemudian beliau memerintahkan agar berdoa dengan kalimat ini: Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, melindungi (dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.[10]

264- .

264. Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca: Alhamdulillaah. Se-dang zikir yang terbaik adalah: Laa Ilaaha Illallaah.[11]

265- : .

265. Kalimat-kalimat yang baik adalah: Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.[12]

 



[1] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.

[2] HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071.

[3] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072.

[4] HR. Muslim 4/2072.

[5] HR. Muslim 4/2073.

[6] HR. At-Tirmidzi 5/511, Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi 3/160.

[7] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/213 dan Muslim 4/2076.

[8] HR. Muslim 3/1685.

[9] HR. Muslim 4/2072. Abu Dawud menambah: Ke

tika orang Arab Badui berpaling, Nabi n bersabda: Sungguh dia telah memenuhi kebaikan pada kedua tangannya. 1/220.

[10] HR. Muslim 4/2073, menurut riwayatnya ada ke terangan: Sesungguhnya kalimat-kalimat tersebut akan

mencukupi dunia dan akhiratmu.

[11] HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami 1/362.

[12] HR. Ahmad no. 513 menurut penertiban Ahmad Syakir, sanadnya shahih, lihat Majmauz Zawaid 1/297, Ibnu Hajar mencantumkannya di Bulughul Maram dari riwayat Abu Said kepada An-Nasai. Ibnu Hajar berkata: Hadits tersebut adalah shahih menurut pendapat Ibnu Hibban dan Al-Hakim.