Materi Latihan Dasar Organisasi Dan Kepemimipinan

Kesatuan Remaja Islam Ahli Sunah Mushola Al falakhiyah

Timoho Sidorejo Bandongan Magelang

 

1.      Pengetahuan Tentang Organisasi, Administrasi Dan Manajemen

2.      Pengetahuan Tentang Pemimpin Dan Kepemimpinan

3.      Pengetahuan Tentang Sekretaris Dan Kesekretariatan

4.      Pengetahuan Tentang Rapat

5.      Pengetahuan Tentang Hakikat Diri

 

Deskiripsi umum :  Administrasi, Manajemen, Dan Organisasi

 

* Administrasi  :        Adalah proses kegiatan kerjasama manusia untuk mencapai suatu

                                    tujuan yang telah ditentukan

 

* Manajemen   :        Adalah proses penggerakan manusia agar mau bekerjasama dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semua organisasi terdiri dari orang-orang dan adalah tugas manajemen untuk mengarahkan dan mengorganisasikan mereka.

 

* Organisasi     :        Adalah wadah dari sebuah kerjasama yang dilakukan untuk mencapai

                                    suatu tujuan

 

A.     ORGANISASI

 

Organisasi menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa yunani “ organon “ dan bahasa latin“ organum “ yang Berarti alat, bagian,anggota atau badan.

 

Sedangkan Organisasi menurut istilah yaitu :

 

1.            Bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama

 

2.         Bentuk formal dari perserikatan sekelompok manusia ( 2 atau lebih ) dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, belajar,cari pengalaman,ibadah dll ) yang bekerja sama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama ( tujuan organisasi ).

 

UNSUR-UNSUR DASAR YANG HARUS DIMILIKI SETIAP ORGANISASI :

 

1.         Visi : Yaitu Gambaran kondisi / tujuan yang akan diwujudkan atau dicapai  dimasa depan

( pikiran yang melampaui realitas sekarang,sesuatu yang akan diciptakan yang belum pernah ada

sebelumnya, suatu keadaan yang akan diwujudkan yang belum pernah dialami sebelumnya )

 

2.         Misi : Yaitu Jalan yang dipilih untuk mencapai tujuan organisasi ( the cosen track ) atau  bisa dikatakan sebagai strategi organisasi

 

3.         Core beliefs : Yaitu Kebenaran tentang misi dan kebenaran jalan yang dipilih untuk mewujudkan visi ( bisa diartikan bahwa tujuan organisasi adalah harus hal yang baik dan jalan yang ditempuh sebuah organisasi untuk mencapai tujuannya haruslah sesuaidengan aturan )

 

4.         Core values : Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh organisasi dalam perjalanan untuk mewujudkan visi ( kode etik )

 

5.       Adanya kerjasama 2 orang atau lebih

 

6.       Adanya pembagian tugas

 

7.       Adanya kehendak untuk bekerjasama

 

8.       Adanya delegasi kekuasaan

 

9.       Adanya tingkat kekuasaan

 

10.    Adanya rentangan kekuasaan

 

11.    Adanya kesatuan perintah dan tanggungjawab

 

12.    Adanya koordinasi

 

 

MACAM DAN JENIS ORGANISASI

 

1.       Formal :  Suatu sistem kerjasama yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih dan dikoordinasikan  dengan sadar untuk mencapai tujuan tertentu. contohnya seperti Osis, karang taruna, perusahaan, partai, Majlis taklim dan dalam skala besar bisa bernama negara atau persatuan bangsa-bangsa dsb

 

2.       Informal : Kumpulan antar perseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari. Meskipun hal-hal yang tak disadari itu untuk tujuan bersama. Contohnya seperti orang nonton bola bersama,rekreasi bersama,menjenguk orang sakit,dsb.

 

 

PENGORGANISASIAN

 

      Pengorganisasian adalah Proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian Adalah struktur organisasi.

 

STRUKTUR ORGANISASI

 

      Struktur organisasi adalah Adalah susunan komponen-komponen ( unit-unit kerja ) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan            ( koordinasikan ). selain dari pada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

 

BAGAN ORGANISASI

 

      Bagan organisasi adalah suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam Gambar tersebut ada garis-garis ( intruksi dan koordinasi yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal yang tersusun secara hirarki ) serta memperlihatkan tentang fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan tehnik kerjasama pengurus organisasi.

 

BAGAN ORGANISASI MENGGAMBARKAN  5 ASPEK DALAM ORGANISASI :

 

1.      Pembagian kerja

2.      Rantai perintah

3.      Tipe pekerjaan yang dilaksanakan

4.      Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan

5.      Tingkatan manajemen

 

MACAM-MACAM BENTUK BAGAN

 

1.      Piramida

2.      Vertikal

3.      Horisontal

4.      Melingkar

5.      dll

 

UNSUR-UNSUR DALAM STRUKTUR ORGANISASI

 

Dalam rangka analisis,struktur organisasi perlu dibagi dalam unsur-unsurnya Yaitu :

 

a.        Spesialisasi Kegiatan

         Spesialisasi kegiatan ini berkaitan dengan spesialisasi, baik tugas individu maupun tugas kelompok dalam organisasi ( pembagian kerja ) dan mengelompokkan tugas-tugas tersebut dalam unit kerja ( departemantasi )

           

b.            Standarisasi Kegiatan

c.             Standarisasi kegiatan ini berkaitan dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja yang digunakan dalam organisasi. Banyak sistem dan prosedur kerja,termasuk didalamnya struktur organisasi dan bagan organisasi, yang dikembangkan melalui peraturan-peraturan tentang kegiatan-kegiatan dan hubungan kerja yang ada dalam organisasi.

 

d.        Koordinasi Kegiatan

         Koordinasi kegiatan ini berkaitan dengan pengintegrasian dan penyelarasan fungsi-fungsi dan unit-unit dalam organisasi yang berkaitan dan saling ketergantungan.

        

e.        Sentralisasi dan Desentralisasi

Sentralisasi dan Desentralisasi ini berkaitan dengan letak pengambilan keputusan.

         -     Dalam struktur organisasi yang disentralisasikan, pengambilan keputusan dilakukan oleh para pimpinan puncak saja.

         -     Dalam struktur organisasi yang didesentralisasikan, kekuasaan pengambilan     keputusan didelegasikan kepada individu-individu pada tingkat manajemen menengah dan menengah bawah.

 

 

Faktor –faktor yang perlu diperhatikan dalam merancang organisasi :

 

-        Teknologi

-        Lingkungan

-        Strategi

 

A.       ADMINISTRASI

 

      Pengertian Administrasi menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa latin : “ ad “ = intensif (sungguh-sungguh) dan “ ministrase “ = melayani, membantu, memenuhi

 

Pengertian Administrasi menurut istilah ada 2 macam :

 

1.   Administrasi berasal dari bahasa Belanda “ administratie “ yang merupakan pengertian administrasi dalam arti sempit yaitu sebagai kegiatan tata usaha kantor ( catat-mencatat, mengetik, penggadaan dan sebagainya ). Kegiatan ini dalam bahasa Inggris disebut Clerical

Work.

 

2.   Administrasi dalam arti luas berasal dari bahasa Inggris “ Administration “ yaitu

 

a.  Proses kerjasama antara 2 orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan.

 

b.  Proses universal yang mengorganisasikan manusia dan sumber daya secara efesien, sedemikian rupa sehingga mengarahkan kegiatan-kegiatan organisasi kepada sasaran dan tujuan bersama.

 

B.       MANAJEMEN

 

      Pengertian manajemen menurut asli katanya yaitu berasal dari bahasa inggris “ management “

Yang berarti pengaturan. dan kata kerjanya “ to manage “ yang berarti mengurusi, mengolah atau mengatur.

 

George R Terry :       Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui Kegiatan-kegiatan orang lain

 

John M Piffner  :      Manajemen adalah  pengerahan orang dan fungsi-fungsinya Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ( Management is concerned with direction of these individuals and function to achieve ends previously determined ).

 

PRINSIP-PRINSIP UMUM YANG DIGUNAKAN DALAM MANAJEMEN ORGANISASI

 

               a. Planning ( perencanaan )

               b. Organizing ( pengorganisasian )

               c. Actuating ( pelaksanaan )

               d. Controling ( pengendalian / pengawasan )

               e. Evaluation ( pengevaluasian )

 

1.    PLANNING

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan yaitu :

a.    Specific      :  Rencana atau program kerja harus dapat diukur tingkat keberhasilannya

b.    Achievable :  Dapat dicapai / bukan angan-angan

c.    Realistic      :  Rencana harus sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang ada,tidak terlalu mudah juga tidak terlalu sulit,tapi tetap ada tantangan.

d.    Time            :  Ada batas waktu yang jelas.kapan rencana mau dimulai dan kapan selesai

     

2.    ORGANIZING

 

         Organizing adalah pengaturan dan penyusunan struktur organisasi. Biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, wewenang, tanggungjawab dan uraian jabatan  ( job description ). Semakin tinggi jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggungjawab dan wewenang. Dan tentu saja penghasilan. Dengan pembagian pekerjaan tersebut maka pekerjaan menjadi ringan dan mudah. Ini sesuai dengan salah satu prinsip manajemen  yaitu “ membagi tugas sesuai dengan keahlian masing-masing “.

 

3.    ACTUATING

 

      Planning dan organizing yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu dibutuhkan kerja keras,kerja cerdas dan kerjasama. Sumber daya yang ada juga harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program organisasi.

 

4.    CONTROLING

 

      Agar pekerjaan berjalan sesuai visi, misi, aturan dan program maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi ( pengarahan ), pengawasan, inspeksi ataupun audit agar tidak terjadi penyimpangan.

 

5.    EVALUASI

 

Setiap kegiatan yang telah selesai dilaksanakan maka setelah itu harus diadakan evaluasi

Yang diantara gunanya yaitu :

1.    Bila ada kekurangan atau kesalahan bisa disempurnakan dan diperbaiki

2.    Bisa dijadikan sebagai catatan bila ada kegiatan kedepan yang sama

 

 

PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

 

A. PEMIMPIN

 

Pemimpin adalah : Orang yang menempati peranan sentral / posisi dominan / posisi penting dan

paling berpengaruh dalam suatu organisasi yang mempunyai tugas dan kewajiban untuk mempengaruhi, memerintah. Mengarahkan dan menggerakkan orang lain agar mereka mau bekerja kearah sasaran tertentu sesuai dengan tujuan organisasi.

 

Persamaan kata pemimpin :    Ketua, Kepala, Direktur, Presiden, Kholifah, Amir, Rois Kepala rumah tangga, Ketua RT, Hati dan lain sebagainya.

 

SIFAT-SIFAT YANG PERLU DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN :

                                   

1.    Bertaqwa

2.    Berilmu dan Berpengalaman

3.    Jujur dan bisa dipercaya

4.    Memiliki kharisma ( kewibawaan )

                              Kriteria pemimpin yang punya kharisma :

a.    Berperilaku / berbudi pekerti terpuji

b.    Jujur dan dapat dipercaya

c.    Memegang komitmen, tekad dan janji

d.    Konsisten dengan ucapan

e.    Memiliki moral agama yang baik

5.    Memiliki keberanian, untuk bertindak dan untuk menanggung resiko

6.    Memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain

                              Diantara cara-caranya yaitu :

a.    Membuat orang lain merasa penting

b.    Membantu kesulitan orang lain

c.    Mengemukakan wawasan dengan cara yang efektif

d.    Tidak merendahkan orang lain

e.    Memiliki kelebihan atau keahlian

7.    Mampu membuat strategi

                              Kriteria pemimpin yang mampu menyusun strategi :

a.    Menguasai medan

b.    Memiliki wawasan luas

c.    Berpikir cerdas

d.    Kreatif dan inovatif

e.    Mampu melihat masalah secara komprehensip

f.     Mampu menyusun skala prioritas

g.    Mampu memprediksi situasi kedepan

 

      8.  Memiliki moralitas yang tinggi

                                    Tanda-tanda pemimpin yang bermoral tinggi :

a.    Tidak menyakiti orang lain

b.    Menghargai siapa saja

c.    Tidak suka konflik

d.    Tidak gegabah / grusah-grusuh

e.    Tidak mau memiliki yang bukan haknya

f.     Perkataannya terkendali dan penuh perhitungan

g.    Perilakunya mampu dijadikan contoh

9.     Mampu Menjadi mediator

                              Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang mediator :

a.     Berpikir positif

b.    Setiap ada masalah selalu berada ditengah

c.    Memiliki kemampuan lobi

d.    Mampu mendudukkan setiap masalah secara proposional

e.    Mampu membedakan antara kepentingan pribadi dan umum

10.  Mampu menjadi motifator

                              Tanda-tanda pemimpin motivator :

a.    Memiliki kepedulian kepada orang lain

b.    Mampu menjadi pendengar yang baik

c.    Mengajak kepada kebaikan

d.    Mampu meyakinkan orang lain

e.    Berusaha mengerti keinginan orang lain

11.   Memiliki rasa humor

                              Termasuk kategori pemimpin yang punya rasa humor :

a.    Murah senyum

b.    Mampu memecahkan kebekuan suasana

c.    Mampu menciptakan kalimat yang menyegarkan

d.    Kaya akan cerita dan kisah-kisah lucu

e.    Mampu menempatkan humor pada situasi yang tepat.

12.   Berdedikasi dan komit ( Punya perhatian penuh terhadap tugas dan tanggung jawab )

13.   Ulet

14.   Memiliki integritas ( melaksanakan apa yang telah diucapkan bahwa akan dilaksanakan )

15.   Ikhlas

 

 

                                                            KEPEMIMPINAN

 

      Adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam hubungan antar manusia untuk mempengaruhi orang lain dan diarahkan melalui proses komunikasi dengan tujuan agar orang lain mau melakukan suatu usaha atau kegiatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

 

KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF

 

      Adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional, dan yang tercermin dalam kecekatan dan ketepatannya dalam mengambil keputusan. Artinya pemimpin harus mampu menerobos Lack of urgency and Lack of momentum.

 

PENDEKATAN KEPEMIMIPINAN

 

Dalam studi kepemimpinan pada umumnya dikenal ada 4 macam pendekatan kepemimipinan :

 

1.    Pendekatan sifat

2.    Pendekatan gaya kepemimpinan

3.    Pendekatan Situasional kepemimpinan

4.    Pendekatan fungsional kepemimipinan

 

A.           Pendekatan Sifat

 

      Pendekatan sifat disebut juga teori sifat. Disini dibicarakan mengenai sifat-sifat yang perlu dimiliki seorang pemimpin dan sifat-sifat yang harus dihindarinya. Mengenai sifat yang perlu dimiliki seoarang pemimpin sudah dijelaskan didepan. sedangkan sifat-sifat negatif yang tidak boleh dimiliki seorang pemimpin diantaranya yaitu :

 

1.    Tidak banyak mengetahui

2.    Terlalu kaku / kayu laut

3.    Tidak berperan serta ( Bos )

4.   Otoriter ( suka memeksakan kehendak )

5.    Suka menyerang dengan kata-kata

6.    Kebalikan dari semua sifat positf yang telah disebut didepan

 

B.  Pendekatan Gaya Kepemimpinan

 

Gatto ( 1992 ) mengkategorikan gaya kepemimpinan kedalam 4 macam :

1. Direktif            :            Pemimpin membuat keputusan-keputusan dan banyak terlibat dalam pelaksanaanya. Semua kegiatan terpusat pada pemimpin  dan sedikit      sekali kebebasan bagi bawahan untuk berkreasi.gaya ini juga disebut gaya otoriter

      2. Konsultatif      :           Kurang otoriter dan banyak melakukan interaksi dengan para staf dan

                                                anggota organisasi / bawahan. Fungsi pemimpin lebih banyak

                                                berkonsultasi, memberikan bimbingan, memotivasi dan memberi

                                                nasihat dalam rangka mencapai tujuan.

      3. Partisipatif       :           Pemimpin memberi kepercayaan penuh kepada para staf untuk

                                                menyelesaikan tugas  dan pekerjaan mereka.

      4. Delegasi          :           Pemimpin mengurangi interaksi dan kontrol kepada para staf dan

mendorong para staf untuk mengambil inisiatif sendiri dalam mengambil suatu keputusan. Gaya ini hanya bisa berjalan bila para staf mempunyai kompetensi dan tanggung jawab yang tinggi.

 

C.  Pendekatan Situasional

 

Pendekatan Situasional ini membicarakan tentang macam-macam situasi yang bisa  mempengeruhi gaya memimpin seorang pemimpin.

Pendekatan situasional dibagi menjadi 3 :

1.    Situasi hubungan antara seoarang pemimpin dengan para anggota ( baik / buruk )

2.    Situasi struktur tugas organisasi ( terstruktur dengan baik / tidak )

3.    Situasi posisi kekuasaan seorang pemimpin ( kuat / lemah )

 

D.  Pendekatan Fungsional

 

Pendekatan fungsional ini berhubungan dengan apa fungsi pemimpin dalam suatu

Organisasi.

 

 

                                                SEKERTARIS DAN KESEKRETARIATAN

 

A.  SEKERTARIS

 

      Adalah seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan atau organisasi terutama untuk menyelenggarakan kegiatan administrasif yang akan menunjang kegiatan managerial seorang pemimpin atau kegiatan sebuah organisasi.

 

Tugas Sekertaris

1.    Membantu pimpinan

2.    Menyiapkan agenda rapat

3.    Menyusun administrasi organisasi

4.    Mengatur daftar kegiatan organisasi

5.    Dll

 

B.  KESEKRETARIATAN

 

      Adalah satuan organisasi yang melakukan rangkaian kegiatan penataan terhadap kegiatan perkantoran dan bantuan lainnya yang dilaksanakan sebagai kegiatan penunjang supaya tujuan organisasi dicapai dengan lancar

 

Tugas Administratif keskretariatan :

 

1.    Memperlancar lalu-lintas surat menyurat dan distribusi informasi kesegala pihak baik intern

     maupun ekstern.

2.    Mengamankan rahasia organisasi

3.    Mengelola dan memelihara dokumentasi organisasi yang berguna bagi kelancaran fungsi manajemen ( POACE )

 

Fungsi Kesekretariatan :

 

1.    Mengadakan pencatatan dari semua kegiatan manajemen

2.    Sebagai alat pelaksana pusat ketatausahaan

3.    Sebagai alat komunikasi organisasi

4.    Sebagai pusat dokumentasi.

                                                                        RAPAT

 

      Adalah suatu pertemuan yang sudah diagendakan dan direncanakan yang bersifat tatap muka, Untuk membahas tentang bagaimana menyelesaikan suatu permasalahan.

 

Pemimpin mengadakan rapat bila :

 

1.    Memerlukan saran dan masukan bawahan tentang suatu permasalahan

2.    Ada hal rahasia yang tidak bisa diselesaikan melalui saluran administrasi umum

3.    Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan ide dan saran secara langsung terhadap suatu permasalahan yang berhubungan dengan kepentingan bersama

4.    Ada masalah yang jelas dan harus mendapat penyelesaian melalui rapat

5.    Rapat berkala

 

Persiapan Rapat :

 

1.    Agenda rapat ( materi / tema yang dibahas )

2.    Pemimpin rapat

3.    Peserta rapat

4.    Undangan

5.    Working paper

6.    Tempat rapat dan pengaturan ruang rapat

7.    Batas waktu rapat ( kapan dimulai dan kapan berakhir )

8.    Alat perlengkapan

9.    kesehatan

10. Akomodasi dan konsumsi

 

Rapat yang baik dan efektif :

 

1.    Dimulai dengan Bismillah.hamdalah dan sholawat serta diakhiri dengan

      doa kafarotul majlis

2.    Dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan hanya untuk mencari ridlo Alloh SWT

3.    Dipimpin orang yang tepat.

a.    Cakap

b.    Berwawasan luas

c.    Dapat memberi bimbingan dan arahan saat rapat berlangsung

d.    Bersikap aktif

e.    Tegas

4.    Suasana rapat terbuka, tidak ada hal yang disembunyikan kepada peserta rapat

5.    Semua peserta aktif dan tidak ada yang memonopoli pembicaraan ( terlalu ofer ) dan jangan mengobrol sendiri.

6.    Hindari perdebatan dan tidak suka menyalahkan pendapat orang lain ( karena mereka juga sama dengan kita yang sifatnya hanya berijtihad / menyampaikan pendapat ). Melainkan cukup mengemukakan dan menyampaikan apa yang menjadi pendapat kita dengan disertai alasan-alasan yang menguatkan pendapat kita tanpa menyalahkan pendapat orang lain, biar nanti forum rapat yang menentukan pendapat mana yang paling layak untuk dipakai dan digunakan.

7.    Jika bertanya atau menyampaikan usulan agar memakai bahasa yang “ SINGKAT dan JELAS “

8.    Pembagian struktrur alokasi waktu yang jelas dan tegas ( kedalam bagian, sesi atau sampai ke-termin )

9.    Bila usul kita diterima,maka jangan merasa bangga.Sebaiknya agar merasa takut dan memperbanyak membaca istighfar kepada Alloh SWT supaya Kalau ternyata usul kita yang diterima itu ternyata salah menurut pandangan Alloh SWT dan kitalah orang yang paling besar menanggung dosa kesalahan itu, Alloh berkenan mengampuni dan memperbaiki kesalahan kita itu.

 Dan bila pendapat kita ditolak, maka bersyukurlah kepada Alloh SWT yang telah telah menjauhkan kita dari resiko menanggung kesalahan.

10. Mentaati dan mengikuti apa yang telah menjadi keputusan rapat, walaupun itu Bertentangan dengan pendapat pribadi kita dengan hati yang tulus dan ikhlas.

 

Macam-macam tujuan rapat :

 

1.    Membentuk team

2.    Menyebarkan informasi

3.    Mengumpulkan gagasan dan ide ( dan membuat keputusan )

4.    Mengumpulkan informasi ( dan membuat keputusan )

 

Macam-macam rapat menurut tujuannya :

 

1.    Rapat penjelasan

2.    Rapat pemecahan masalah

3.    Rapat perundingan

 

Macam-macam rapat menurut waktu :

 

1.    Mingguan

2.    Bulanan

3.    Semester ( Perenam bulan )

4.    Tahunan

 

Macam-macam rapat menurut Frekwensi :

 

1.    Rapat rutin        :    Yaitu rapat yang sudah ditentukan waktu pelaksanaannya   dilaksanakan secara kontinyu / terus menerus ( mingguan,    bulanan,dst )

2.  Rapat insidentil  :    Yaitu rapat  yang waktu pelaksanaannya tidak berdasarkan   jadwal tapi tergantung dengan ada tidaknya permasalahan yang dihadapi.

 

Macam-macam rapat menurut sifat :

 

      1.  Formal            : Yaitu rapat yang diadakan dengan suatu perencanaan terlebih    dahulu,

                                    menurut ketentuan yang berlaku, dan pesertanya secara resmi mendapat undangan.

      2.  Informal    :     Adalah rapat yang tidak dilaksanakan sesuai kaidah rapat, tapi bersifat santai atau kebetulan.

      3.  Terbuka    :     Adalah rapat yang dihadiri semua anggota dan materi yang dibahas bukan yang bersifat rahasia.

      4.  Tertutup    :     Adalah rapat yang hanya dihadiri peserta tertentu dan biasanya membahas mengenai masalah rahasia.

 

 

 

 

MACAM RAPAT MENURUT KEHADIRAN :

 

            1.  Rapat komisi / departemen :   Adalah rapat yang hanya dihadiri oleh anggota komisi atau anggota departemen komisi                                 

            2.  Rapat pleno                        :    Adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota organisasi                                                                  .

 

Selain tersebut diatas, ada lagi namanya “ Rapat Kerja “

/ rapat dinas / musyawarah kerja

.

Rapat kerja adalah  :     pertemuan para pengurus atau pemimpin yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan tugas suatu instansi.

 

Ciri-ciri rapat kerja adalah        :

1.    Adanya agenda / tujuan rapat yang jelas

2.    Ada pimpinan rapat

3.    Ada tukar pendapat diantara peserta rapat

4.    Tidak ada pidato-pidato

 

MACAM-MACAM FORMASI RAPAT :

1.    Bentuk huruf U dengan posisi pimpinan rapat ada dibarisan paling depan

2.    Bentuk huruf I dengan posisi pimpinan rapat ada di barisan paling depan

3.    Bentuk huruf T dengan posisi pimpinan ada di barisan paling depan

4.    Dll

 

MACAM-MACAM JENIS PESERTA RAPAT :

 

1.    Tukang mengeluh,pesimis dan negatif thingking.

-          Usahakan agar dia tidak menyampaiakan pendapat atau usul sebelum Orang lain yang berpikiran positif menyampaikan usulnya

                        -     Beri pertanyaan kepadanya : “ Bagaimana cara anda mengatasi masalah ini ? “

 

2.    Pendiam

-          Sampaikan keforum rapat bahwa kita memerlukan pendapat semua peserta dan Boleh-boleh saja berbeda pendapat.

-          Beri tugas bicara misalkan memperkenalkan pembicara

 

3.    Sok tahu dan Sok yes

-          Waspadai dan jangan terima begitu saja usul mereka,karena motifasi bicara Mereka adalah bukan untuk kebaikan organisasi, tapi hanya karena ingin dianggap pintar atau hebat. Walaupun kadang-kadang yang mereka sampaikan adalah memang saran yang sangat baik, tapi untuk menerimanya harus terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan cermat.

4.    Aktor dan Aktris ( menyukai perhatian )

-          Tidak tahu permasalahan tapi pengen ngomong lama

-          Ajukan kepada mereka pertanyaan yang menjurus ke pokok permasalahan.

 

CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM RAPAT :

 

1.    Dengan cara musyawarah mufakat

2.    Dengan cara voting  ( keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak )

3.    Sifat otoriter pemimpin ( pemimpin rapat dapat mengambil keputusan sendiri, dengan menggunakan otoritasnya sebagai pimpinan ).

4.    Dll

 

                                                            HAKIKAT DIRI

 

 

1.    DARI   MANA ?

 

 

2.    ADA   DIMANA ?

 

 

3.    MAU   KEMANA ?

 

 

 

4.    HARUS   BAGAIMANA….? ?

 

 

? ? ? ? ? ? ? ?

 

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ……….. cara menyikapinya…?

 

 

 

 

 

 

?

                             

                                                                                                            Dengan iman.islam dan ihsan