KUMPULAN BUKU
Fatwa-fatwa Kontemporer
- Dr. Yusuf Al-Qardhawi -

Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740 Telp. (021) 7984391-7984392-7988593 Fax. (021) 7984388 ISBN 979-561-276-X

BACK

DAFTAR ISI

NEXT



WASIAT PALSU SYEKH AHMAD
 

Pertanyaan:
 
Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat dan  setelah saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya. Karena itu, saya mohon kesediaan  Ustadz  untuk  menjelaskan isi surat tersebut, apakah benar atau tidak.
 
Surat  tersebut  ditandatangani  oleh  seorang  fa'il  khair (pembuat kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad, juru  kunci  makam  (kubur)  Rasulullah saw., yang ditujukan kepada segenap kaum muslimin di dunia  timur  maupun  barat. Juga berisi macam-macam nasihat.
 
Pada  bagian  akhir  surat  tersebut  dikatakan,  "Di Bombay terdapat seseorang  yang  memperbanyak  surat  tersebut  dan membagi-bagikannya  kepada  tiga  puluh  orang,  lalu  Allah memberikannya rezeki sebanyak dua puluh  lima  ribu  rupiah; ada  pula  yang  membagi-bagikannya  lalu ia mendapat rezeki dari Allah sebanyak enam ribu rupiah. Sebaliknya,  ada  pula orang  yang  mendustakan  wasiat  tersebut, sehingga anaknya meninggal dunia pada hari itu."
 
Dalam  surat  tersebut  dikatakan  bahwa  orang  yang  telah memperoleh    dan    membaca   wasiat   itu   tetapi   tidak menyebarkannya  kepada  orang  lain,  akan  ditimpa  musibah besar.
 
Bagaimanakah  pendapat  Ustadz  mengenai  masalah  tersebut? Apakah benar atau tidak?
 
(Contoh Surat Syekh Ahmad: 01, 02 yang beredar di internet)
 
Jawaban:
 
Memang banyak orang yang  menanyakan  wasiat  tersebut.  Dan sebenarnya  kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun  lalu. Surat   tersebut  dinisbatkan  kepada  seorang  lelaki  yang terkenal  dengan  sebutan  Syekh  Ahmad,  juru  kunci  makam Rasulullah saw.
 
Untuk  mengecek  kebenaran  berita  yang  disampaikan  dalam selebaran   tersebut,   saya   pernah   menanyakan   kepada orang-orang  di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi mengenai  orang  yang  disebut  Syekh  Ahmad   itu   beserta aktivitasnya.  Dari  informasi  yang didapat, ternyata tidak ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar berita  mengenai  Syekh  Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat yang menyedihkan itu telah menyebar  di  negara-negara  umat Islam.
 
Wasiat  tersebut  dengan  segala  isinya  tidak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama.  Di  antara  isi wasiat  yang didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah  dekatnya hari kiamat.
 
Masalah  berita  kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu mengikuti impian Syekh Ahmad  atau  Syekh  Umar,  karena  Al Qur'an telah mengatakan dengan jelas:
 
"... boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat  waktunya." (Al Ahzab: 63)
 
Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq 'alaih dari hadits Anas danSahl bin Sa'ad)
 
Hal lain  dari  isi  wasiat  itu  ialah  bahwa  kaum  wanita sekarang  sudah  banyak  yang  keluar rumah, dan banyak yang telah menyimpang dari  agama.  Masalah  ini  pun  sebenarnya tidak  perlu  mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita sudah mempunyai kitab Allah  dan  sunnah  Rasul  yang  sudah memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah berfirman:
 
"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ..." (Al Maa'idah: 3)
 
Orang  yang  beranggapan  bahwa   Din   Islam   yang   telah disempurnakan  Allah  ini  masih  memerlukan keterangan yang diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu,  berarti  dia meragukan  kesempurnaan  dan  kelengkapan Dinul Islam. Islam telah sempurna dan telah lengkap,  tidak  memerlukan  wasiat apa pun.
 
Isi   wasiat   tersebut   justru   merupakan  indikasi  yang memperlihatkan kebohongan  dan  kepalsuan  wasiat  tersebut. Sebab,  pewasiat  telah  mengancam  dan menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya  bahwa  ia  akan  mendapat musibah  dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh  seorang  manusia pun  (yang  normal  pikirannya),  terhadap  kitab  Allah dan Sunnah  Rasul-Nya.  Tidak  ada  perintah  bahwa  orang  yang membaca  Al  Qur'an  harus  menulisnya  setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika  tidak,  akan terkena  musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang   membaca   Shahih   Bukhari   harus   menulisnya   dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.
 
Kalau Al Qur'an dan Sunnah Rasul  saja  tidak  begitu,  maka bagaimana   dengan  wasiat  yang  penuh  khurafat  itu?  Ini merupakan sesuatu yang tidak mungkin  dibenarkan  oleh  akal orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.
 
Kemudian  dalam  wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di negeri ini  dan  ini  karena  telah  menyebarluaskan  wasiat tersebut  ia mendapat rezeki sekian puluh ribu rupiah. Semua itu merupakan khurafat dan penyesatan  terhadap  umat  Islam dari  jalan  yang  benar  dan  dari  mengikuti  Sunnah serta peraturan Allah terhadap alam semesta.
 
Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada  jalan  dan aturannya.  Adapun  bersandar  kepada  khayalan dan khurafat seperti  dalam  wasiat  itu  adalah  merupakan  upaya  untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.
 
Kita  perlu  menjaga  dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak  mempunyai  anggapan  bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari  Nabi  saw. sebagaimana yang dikatakan oleh penulis selebaran yang batil itu.
 
Sesungguhnya  syafaat  Nabi  saw.  juga  diperuntukkan  bagi umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah disebutkan  dalam  hadits-hadits  sahih  (dan  tidak   perlu bersumberkan   pada   wasiat   lewat   mimpi;  penj.)  bahwa Rasulullah bersabda:
 
"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan ikhlas dan lubuk hatinya." (HR Bukhari)
 
Kami mohon kepada Allah Azza wa  Jalla  semoga  Ia  berkenan menjadikan  umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke  jalan  yang lurus,   serta  melindungi  mereka  agar  tidak  mempercayai berbagai khurafat, khayalan, dan kebatilan.

 


KHURAFAT DAN BOLEH MENJATUHKAN MURTAD

 

 Majlis Fatwa Kebangsaan 1978 mengesahkan surat ini ditulis oleh paderi-paderi biara Blessings of St Antonio, Texas, USA pada tahun 1974/75 untuk mengelirukan umat Islam. Penulis asal surat ini ialah mendiang Father Francis Jose de Villa, seorang paderi Katolik dari Argentina berketurunan Arab-Syria (bekas penganut Islam, nama asalnya Mohamed Elias Skanbeg). Dia pernah bertugas di Instituto Sacristo Convocione Reliogioso di Brindisi, Itali sebagai mubaligh Katolik antara tahun 1966-1968di bawah Cardinal Agostino Casaroli. Father de Villa meninggal dunia pada tahun 1980 di Texas dalam usia 54 tahun.

Menurut Allahyarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah antara tahun 1967- hingga 1979, tidak ada penjaga makam bernama Sheik Ahmad antara tahun 1881 hingga 1979. Penjaga makam di Madinah ialah:

  • Sayyed Turki Abu Mohamed Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisy (1881-meninggal dunia 1932),

  • anaknya Sayyed Hashim Abu Faisal Abdul Jalil Al-Hashimi Al-Quraisy (1932-meninggal dunia 1934),

  • adiknya Sayyed Abdul Karim Mutawwi Al-Hashimi Al-Quraisy (1934-bersara 1966) dan

  • anak saudaranya Sayyed Mohamed Raisuddin bin Mohamed bin Abdul Razaque Al- Hashimi Al-Quraisyi (1967-meninggal dunia 1979).

Bekas menteri besar Perak Allahyarham Tan Sri Mohamed Ghazali Jawi bertaubat dan mengucap kalimah syahadat sekali lagi di hadapan Kadi Daerah Kinta pada tahun 1976 setelah beliau mengaku pernah menerima dan mengirim surat ini kepada dua puluh orang kawannya. Peristiwa ini berlaku tidak lama sebelum beliau meninggal dunia. Bekas Kadi Daerah Kinta meminta beliau mengucap semula kerana bimbang beliau telah gugur syahadah (murtad).

Allahyarham Datuk Shafawi Mufti Selangor mengisytiharkan bagi pihak Majlis Fatwa Kebangsaan bahawa barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah "melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap sesiapa yang telahpun dikirimkan risalah ini". (Surat Keputusan Majlis Fatwa Kebangsaan Malaysia Bil.7/78/I).

Keputusan ini diiktiraf oleh Majlis Raja-raja Melayu dalam mesyuaratnya di Pekan pada 16 Oktober 1978, dipengerusikan oleh Almarhum Sultan Idris Shah, Perak.

Menurut Majlis Fatwa Kebangsaan 1978, menyebar surat ini "termasuk dalam menyekutukan Allah S.W.T. dengan syirik yang amat besar (shirk-i-kubra) serta mempermainkan Rasulullah S.A.W. serta menyebar dengan niat tidak baik kekeliruan dan muslihat di kalangan umat Islam.". Lagipun,"surat ini menggambarkan pembohongan yang amat besar terhadap junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W. serta ajaran baginda kerana menggambarkan SHEIK AHMAD sebagai perawi hadith sesudah kewafatan baginda".

Allahyarham Datuk Sheik-ul-Islam Mufti Kedah dalam Risalat Al-Aman 1983/Bil 8, surat ini "paling kurang menimbulkan syirik kecil dan murtad secara tidak sengaja terkeluar dari Islam, serta syirik yang besar jika sengaja maka taubatnya tidak sah melainkan dibuat dengan sesungguhnya. Adapun jika seseorang itu menyalin surat ini kepada umat Islam lain, jatuhlah hukum ke atasnya mentablighkan perkara syirik dan khurafat. Sesungguhnya ulamak sependapat perbuatan itu sungguh besar syiriknya dan boleh mengakibatkan murtad walaupun tanpa sadar si-pengirim."


Wassalam


ADNAN JUSUF
SHARP SEMICONDUCTOR INDONESIA
Production Control Section
Karawang International Industrial City (KIIC) Lot F-3
Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km.47, Karawang 41361, Indonesia
Phone : (021) 890-1512, (0267) 409-675, Global Phone : 8-057-103
Fax : (021) 890-1513, Global Fax : 60980
e-mail : adnan@ssi.global.sharp.co.jp

 

BACK

DAFTAR ISI

NEXT


Berasal dari Pustaka Online Media ISNET
dirubah ke dalam bentuk seperti ini oleh Pakdenono 2006

Download:
http://www.geocities.com/pakdenono/
www.pakdenono.com

pakdenono@yahoo.com