<KUMPULAN BUKU>
Hukum-hukum Zakat

- DR. Yusuf Al-Qardhawi -
Studi Komparatif Mengenai Status dan Filsafat Zakat Berdasarkan Qur'an dan Hadis

BACK

DAFTAR ISI

NEXT


PENDAPAT MASA KINI
 

Adalah bijaksana bila kita menyebutkan disini, bahwa seorang penulis   Islam   yang  terkenal,  Muhammad  Ghazali,  telah membahas  masalah  ini  dalam  bukunya  Islam  wa  al-Audza' al-Iqtishadiya.  Lebih  daripada  dua puluh tahun yang lalu. Setelah menyebutkan bahwa dasar penetapan wajib zakat  dalam Islam  hanyalah  modal,  bertambah,  berkurang  atau  tetap, setelah lewat setahun, seperti zakat uang,  dan  perdagangan yang  zakatnya  seperempat  puluh,  atau  atas  dasar ukuran penghasilan tanpa melihat modalnya seperti  zakat  pertanian dan  buah  buahan  yang  zakatnya sepersepuluh atau seperdua puluh, maka beliau mengatakan;  "Dari  sini  kita  mengambil kesimpulan,  bahwa  siapa  yang  mempunyai  pendapatan tidak kurang dari pendapatan seorang petani yang wajib zakat, maka ia  wajib  mengeluarkan  zakat yang sama dengan zakat petani tersebut, tanpa mempertimbangkan sama sekali  keadaan  modal dan   persyaratan-  persyaratannya."  Berdasarkan  hal  itu, seorang  dokter,  advokat,  insinyur,  pengusaha,   pekerja, karyawan,  pegawai, dan sebangsanya wajib mengeluarkan zakat dari pendapatannya yang  besar.  Hal  itu  berdasarkan  atas dalil:
 
1. Keumuman nash Quran: "Hai orang-orang yang beriman keluarkanlah sebagian hasil yang kalian peroleh." (al-Baqarah: 267)
 
Tidak perlu diragukan lagi bahwa jenis-jenis pendapatan di atas termasuk hasil yang wajib dikeluarkan zakatnya, yang dengan demikian mereka masuk dalam hitungan orang-orang Mu'min yang disebutkan Quran: "Yaitu orang-orang yang percaya kepada yang ghaib, mendirikan salat, serta mengeluarkan sebagian yang kami berikan."
(al-Baqarah: 3).
  
2. Islam tidak memiliki konsepsi mewajibkan zakat atas petani yang memiliki lima faddan (1 faddan = 1/2 ha). Sedangkan atas pemilik usaha yang memiliki penghasilan lima puluh faddan tidak mewajibkannya, atau tidak mewajibkan seorang dokter yang penghasilannya sehari sama dengan penghasilan seorang petani dalam setahun dari tanahnya yang atasnya diwajibkan zakat pada waktu panen jika mencapai nisab.
 
Untuk itu, harus ada ukuran  wajib  zakat  atas  semua  kaum profesi, dan pekerja tersebut, dan selama sebab (illat) dari dua hal memungkinkan diambil hukum qias,  maka  tidak  benar untuk  tidak memberlakukan qias tersebut dan tidak meneriina hasilnya.
 
Dan kadang-kadang dipertanyakan, bagaimana  kita  menentukan besar   zakatnya?   Jawabnya   mudah,   karena  Islam  telah menentukan besar zakat buah-buahan antara  sepersepuluh  dan seperdua  puluh  sesuai  dengan  ukuran  beban  petani dalam mengairi tanahnya. Maka berarti ukuran  beban  zakat  setiap pendapatan   sesuai   dengan  ukuran  beban  pekerjaan  atau pengusahaannya.
 
Persoalan    tersebut    sebenarnya    dapat     diterangkan sejelas-jelasnya,   bila   pokok   persoalan  yang  sensitif tersebut sudah duduk. Tetapi persoalan tersebut  tidak  bisa dijelaskan  dengan  pemikiran  seseorang, tetapi membutuhkan kerja sama para ulama dan ilmuwan.
 
Diskusi-diskusi  tentang  hal  itu  menarik   sekali,   yang menunjukkan  bahwa  mereka  memiliki  pemahaman  yang  tajam terhadap  dasar-dasar  ajaran  Islam.  Dua   landasan   yang dikemukakan  oleh  Muhammad  Ghazali tidak ada kelemahannya, karena beliau telah menggunakan landasan keumuman nash Quran dan  qias.  Tetapi  pendekatan  yang  kita  pergunakan dalam memakai  landasan-landasan  itu  disini  lebih  mendasar  ke sumbernya  dari  pendekatan  Muhammad Ghazali, yaitu memakai pendapat para sahabat, tabiiin dan para ahli  fikih  sesudah mereka.
 
Dan  bila  hal itu berlainan dari pendapat empat mazhab yang ada, maka tidak satu pun nash dari  Allah  atau  dari  Rasul s.a.w.  tidak  pula  dari  imam-  imam  mazhab tersebut yang mewajibkan  pendapat  mereka  diikuti  sepenuhnya,  mengekor kepada  mereka,  dan  melarang orang berlainan pendapat dari ijtihad mereka.  Tetapi mereka  sebaliknya,  melarang  orang mengekor  mereka,  sebagaimana  telah  kita  sebutkan  dalam pendahuluan buku ini.



 

BACK

DAFTAR ISI

NEXT

HUKUM ZAKAT
- DR. Yusuf Al-Qardhawi -
Studi Komparatif Mengenai Status dan Filsafat Zakat Berdasarkan Qur'an dan Hadis
Litera AntarNusa dan Mizan, Jakarta Pusat Cetakan Keempat 1996


Berasal dari Pustaka Online Media ISNET
dirubah ke dalam bentuk seperti ini oleh Pakdenono 2006

Download:
http://www.geocities.com/pakdenono/
www.pakdenono.com


pakdenono@yahoo.com