pengamanan kesehatan calon jamaah haji

  1. Pemeriksaan Kesehatan

    1. Pemeriksaan kesehatan pertama
      Pemeriksaan kesehatan pertama dilaksanakan di Puskesmas. Pemeriksaan ini merupakan langkah pertama yang dilakukan calon jamaah haji.
      Pemeriksaan kesehatan pertama dimaksudkan untuk mengetahui status kesehatan setiap calon jemaah haji sebagai penyaringan awal.

    2. Pemeriksaan Kesehatan Kedua
      Dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota. pemeriksaan kedua berfungsi mengecek kembali kondisi calon jamaah haji untuk menentukan apakah calon jemaah haji memenuhi syarat kesehatan guna menunaikan ibadah haji.
      Pada pemeriksaan kedua ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksin meningitis dan test kehamilan bagi calon jemaah haji wanita Pasangan Usia Subur (PUS).
      Suntikan vaksin meningitis merupakan keharusan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi agar tubuh calon jemaah haji mendapat kekebalan terhadap penyakit meningitis selama di Arab Saudi.

  2. Pembinaan Kesehatan

    Setiap calon jemaah haji hendaknya menjaga kesehatan dirinya dengan mengikuti petunjuk bimbingan kesehatan dan memeriksakan / mengontrol kesehatannya secara teratur sejak dari pemeriksaan kesehatan pertama hingga saat keberangkatan. Hal ini penting agar calon jamaah haji yang sehat tetap terpelihara kesehatannya, sedangkan calon jemaah haji resiko tinggi (Resti) akan terkontrol penyakitnya.
    Pembinaan kesehatan dilakukan dalam aspek ;

    1. Penyuluhan tentang penyakit yang diderita.

    2. Penyuluhan kesehatan tentang perubahan perilakuksesuai dengan kondisi yang akan dihadapi di Arab Saudi.

    3. Pembinaan Gizi.

      • Prinsip prinsip makanan bergizi agar tubuh tidak kekurangan gizi, maka menu makanan harus mengandung beberapa unsur :

        • Karbohidrat.
          Terdapat pada makanan pokok seperti : beras, terigu/roti, kentang, jagung, sagu, umbi umbian.

        • Protein
          Terdapat pada daging , ikan, tahu, susu dan lain lain.

        • Lemak
          Terdapat pada minya, mentega, margarine, keju, gajih dan lain lain.

        • Vitamin
          Terdapat pada sayur sayuran, mineral, buah buahan

        • Air

      • Petunjuk Umum Makanan Sehat.

        • Makanlah makanan yang beraneka ragam dari golongan makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah, sari buah dan susu.

        • Perbanyaklah makan sayuran hijau dan buah.

        • Makanlah buah buahan yang berwarna dan yang banyak mengandung cairan, pilihlah jenis yang banyak mengandung vitamin C seperti Jeruk.

        • Kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi.

        • Perbanyaklah makanan yang banyak mengandung zat tepung seperti biscuit, roti, batasi makanan manis yang mengandung gula murni.

        • Minumlah air matang.

      • Petunjuk Umum Makanan untuk calon jamaah haji yang menderita penyakit :

        • Penderita Kencing Manis :

          • Makanlah makanan yang cukup untuk tubuh dan beraneka ragam.

          • Hindari makanan yang brlebihan atau yang membahayakan kesehatan.

          • Makanlah secara teratur setiap waktu sesuai kebutuhan.

          • Jumlah kalori makanan yang dimakan dianjurkan sesuai dengan beratnya penyakit.

          • semua jenis bahan makanan boleh digunakan sesuai jumlah yang ditentukan, kecuali : gulapasir, gula merah, sirup, jeli, buah buahan yang diawetkan dengan gula, susu, kental, minuman botol, es krim, kue manis, dodol, cake, abon dan dendeng manis.

          • Calon jamaah haji yang bersangkutan dianjurkan mengikuti petunjuk tentang dietnya.

        • Penderita Jantung Koroner

          • Makanlah makanan yang beraneka ragam dalam jumlah dan mutu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

          • Janganlah makanan yang berlemak dan makanan yang gurih.

          • Kurangi kue kue yang terlalu manis seperti dodol, cake dan lain lain.

          • Hindari sayuran yang mengandung banyak serat (kangkung) dan banyak gas (kol).

          • Hindari makan cabe dan bumbu yang merangsang.

          • Dilarang minum minuman bersoda, kopi, the kental dan yang mengandung alkohol.

          • Batasi makanan yang mengandung garam.

        • Penderita tekanan darah tinggi.

          • Makanlah makanan yang beraneka ragam dan pertimbangkan kondisi berat badan. Bila kegemukan kurangi makanan yang mengandung karbo hidrat ( nasi, jagung dan lain lain ).

          • Gunakan minyak jagung, minyak wijen, minyak biji matahari untuk memasak makanan.

          • Makanlah sayuran dan buah buahan segar yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, apel, pir.

          • Batasi pemakaian garam.

        • Kontrasepsi dan Pengaturan Haid.

          • Kontrasepsi bagi calon jamaah haji pasangan usia subur diperlukan, agar calon jamaah haji tidak hamil selama menjalankan ibadah haji. Haid dapat diatur supaya tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji. Haid dapat diatur saat datangnya, baik dimajukan maupun ditunda, antara lain dengan menggunakan hormon estrogen, progesteron, maupun kombinasi keduanya.

        • Kesemaptaan dan Aklimatisasi.

          Agar mencapai kesehatan yang optimal, calon jamaah haji hendaknya melakukanlatihan kesamaptaan / kebugaran dengan cara olah raga aerobik atau senam tubuh.
          Latihan dilakukan secara periodik 2-3 kali seminggu selama kurang lebih 6 bulan sampai saat keberangkatan.

          Catatan :
          Pembinaan kesehatan bagi calon jamaah haji dapat dilaksanakan pada : Pojok Kesehatan Haji Indonesia di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota, Pusat latihan Kebugaran Haji baik yang dikelola oleh KBIH, kelompok pengajian, LSM dan swasta.