Di Makam sebelum wukuf
  1. Jamaah haji menempati pemondokan hasil qur'ah (undian) di tanah air, dipandu oleh petugas maktab dan dibantu TPHI serta petugas Sektor.

  2. Pemondokan di Makkah disediakan bagi calon jamaah haji untuk selama kurang lebih 20 hari, penyewaannya dilakukan oleh Bidang Urusan Haji KJRI Jeddah melalui Tim Perumahan yang dibentuk oleh Mentri Agama.

  3. Rumah rumah yang ditempati jamaah haji semuanya bertingkat, rumah yang 4 tingkat ada yang menggunakan tangga sedangkan rumah yang lebih 4 tingkat disediakan lift, namun kapasitasnya terbatas sehingga penggunaanya perlu antri. Bagi jamaah haji yang kuat fisiknya dianjurkan menggunakan tangga agar tidak berdesak desakan.

  4. Cara menggunakan lift yaitu ditekan tombol bertanda panah, setelah masuk kedalam lift tekan tombol angka sesuai lantai yang akan dituju.

  5. Setiap jamaah haji menggunakan ruang yang lebarnya +/- 2,5 x 1 meter dengan alas berupa lihab (kasur tipis) dan bantal.

  6. Setiap kloter diusahkan menjadi satu rumah, namun ada juga kloter yang terpecah, hal ini disebabkan kapasitas rumah yang disewa tidak sama.

  7. Kondisi kota Mekkah berbukit bukit sehingga rumah rumah yang disewa banyak yang mendaki, keadaan bagunan tidak semuanya sama demikian juga jarak dari Masjidil Haram tidak semuanya sama.

  8. Selama di Makkah jamaah haji diurus oleh Maktab, dan setiap Maktab menampung kurang lebih 2.800 jamaah haji. Pelayanan yang diberikan antara lain pengurusan administrasi, penempatan di kamar kamar pada saat tiba, penyediaan air, penyediaan kuli untuk mengangkut barang barang, pengurusan jamaah haji sesat, sakit, dan wafat serta bimbingan ibadah.

  9. Penempatan jamaah haji di pemondokan dilakukan sesuai dengan paket yang dipilih dan pembagian rumahnya sesuai hasil qur'ah (undian).

  10. Setelah jamaah haji satu kloter menempati kamar kamar dan telah mendapat makan, kemudian baru melaksanakan Umrah secara beregu / rombongan dan dipandu oleh Muthawwif yang disediakan oleh maktab dikoordinasikan ole ketua Kloter dan TPIHI.

  11. Kamar tidur juga digunakan untuk menaruh koper, tas, dan sebagainya, disamping tempat untuk makan.

  12. Dipemondokan disediakan kamar untuk mandi, setiap satu kamar mandi untuk 10 - 20 orang, karena itu agar antri dan dijaga kebersihan dan kenyamanannya.

  13. Keluar masuk kamar mandi harus berpakaian yang menutup aurat, demikian pula ketika dalam kamar mandi maupun keluar kamar.

  14. Gunakan air untuk wudhu, mandi dan mencuci secara hemat.

  15. Menjemur pakaian di tempat paling atas (sutuh), jangan dilorong antara kamar untuk menjaga lingkungan yang sehat.

  16. Apabila jamaah haji memerlukan berbagai kebutuhan sehari hari seperti : Beras, gula pasir, indomie, sayur sayuran, minyak goreng, minyak tanah, kompor dan sebagainya, telah tersedia di toko toko atau kios sekitar pemondokan, oleh karena itu tidak perlu membawa dari tanah air.

  17. Untuk mencegah kebakaran, jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan memasak di tempat tidur.

  18. Perhatikan rumah / pemeondokan yang ditempati, agar tidak tersesat. Setiap rumah pemondokan di Makkah dipasang stiker dan neon box merah putih bertuliskan tahun dan nomor rumah.

  19. Mengikuti kegiatan bimbingan ibadah dipemondokan yang diatur oleh TPHI/TPIHI.

  20. Pergi ke Masjidil Haram sebaiknya secara berombongan / beregu agar tidak tersesat di jalan.

  21. Disekitar Masjidil Haram disediakan kamar mandi / WC yang cukup banyak, jamaah haji agar dapat memanfaatkan baik untuk mandi maupun wudhu.

  22. Waspada dan hati hati di tempat yang berdesak-desakan seperti waktu thawaf, sa'I dan disumur zam zam, karena ditempat tersebut rawan sebagai tempat yang sering terjadi kehilangan uang.

  23. Bagi yang melaksanakan haji tamattu hendaklah membayar Dam sendiri atau melalui pihak lain yang dipercaya kepada Bank Al Rajhi. Setiap pembayaran Dam mendapat tanda bukti.

  24. Tanggal 8 Zulhijjah bersiap siap berangkat ke Arafah untuk melaksanakan Wukuf tanggal 9 Zulhijjah dan bagi yang melaksanakan haji Tamattu hendaklah berniat haji dari pemondokan.

  25. Bagi jamaah haji yang sakit / uzur, keberangkatan ke Arafah diatur tersendiri dengan pola "Safari Wukuf". Bagi jamaah haji yang dirawat di BPHI pelaksanaan safari wukuf diatur oleh petugas haji Indonesia. Bagi jamaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi pelaksanaanya dilakukan oleh petugas rumah sakit dan bagi yang dirawat dalam ICU dibadal hajikan oleh petugas haji Indonesia.

  26. Menaiki bis yang telah disiapkan oleh Maktab, dan diatur keberangkatanya ke Arafah dengan sistim 2 Trip, jika bis yang disediakan belum mencukupi, maka agar bersabar menunggu bis berikutnya.

  27. Selama dalam perjalanan ke Arafah membaca talbiah.