PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI

 

Pendaftaran Haji Dengan Sistem Tabungan 

 

Prosedur pendaftaran calon jemaah haji sistem tabungan yang akan melunasi BPIH adalah sebagai berikut :

 

1.       Calon jemaah haji memeriksakan kesehatan di Puskesmas domisili calon jemaah haji untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat

2.       Apabila calon jemaah haji pada waktu membuka tabungan haji belum mengisi SPPH, maka calon jemaah haji tersebut datang ke Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili calon jemaah haji untuk mengisi formulir SPPH dan ditandatangani oleh calon jemaah haji yang bersangkutan dan petugas Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setempat

3.       Calon jemaah haji dengan membawa SPPH datang ke Kantor BPS BPIH tempat menyetor semula dengan membawa buku tabungan haji dan foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar untuk ditempel pada lembar bukti setor lunas BPIH

4.       Kantor BPS BPIH melakukan konfirmasi data calon jemaah haji sesuai dengan data yang di-entry pada saat pelunasan tabungan ke dalam SISKOHAT BPS BPIH

5.       Calon jemaah haji melunasi BPIH sesuai dengan Keputusan Presiden RI tentang BPIH tahun 2003

6.       BPS BPIH mencetak bukti setor BPIH lunas sebanyak 5 (lima) lembar, meliputi :

a.       Lembar pertama asli (warna putih) dibubuhi materai Rp. 6.000,- dan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 untuk calon jemaah haji

b.       Lembar kedua (warna merah muda) dibubuhi pasfoto berwarna berukuran 3 x 4 untuk pemvisaan

c.        Lembar ketiga (warna kuning) untuk Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota

d.       Lembar keempat (warna biru) untuk lampiran SPMA, diserahkan kepada PPIH embarkasi pada saat calon jemaah haji masuk asrama

e.       Lembar kelima (warna putih) untuk BPS BPIH

7.       Calon jemaah haji setelah menerima bukti setoran BPIH lunas tahun 2003 segera mendaftarkan diri kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah menerima lembar bukti setor lunas BPIH dengan menyerahkan :

a.        Surat keterangan kesehatan dari Puskesmas domisili

b.        Fotokopi KTP yang masih berlaku dengan memperlihatkan aslinya

c.        Bukti setor BPIH lembar kedua (warna merah muda) dan ketiga (warna kuning)

d.        Pasfoto berwarna terbaru, tidak berpakaian dinas dan tidak berkacamata hitam (boleh berjilbab bagi wanita dan berpeci bagi pria) ukuran 3 x 4 sebanyak 16 lembar dan 4 x 6 sebanyak 2 lembar untuk Paspor Haji, SPMA, dan tanda pengenal jemaah

e.        SPPH lembar kedua (warna merah muda)

8.       Petugas Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setelah menerima kelengkapan persyaratan pendaftaran bagi calon jemaah haji :

a.        Meneliti kelengkapan pendaftaran calon jemaah haji

b.        Mencatat nama dan identitas calon jemaah haji ke buku agenda pendaftaran, dan memberikan tanda bukti pendaftaran yang telah ditandatangani petugas haji Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota

c.        Membuat laporan pendaftaran calon jemaah haji ke Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi

 

Pendaftaran Haji Dengan Sistem Lunas

 

Prosedur pendaftaran calon jemaah haji dengan sistem lunas adalah sebagai berikut :

 

1.       Calon jemaah haji memeriksakan kesehatan di Puskesmas domisili calon jemaah haji untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat

2.       Calon jemaah haji datang ke Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili calon jemaah haji untuk mengisi formulir SPPH dan ditandatangani oleh calon jemaah haji yang bersangkutan dan petugas Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setempat

3.       Calon jemaah haji dengan membawa SPPH datang ke Kantor BPS BPIH tempat menyetor semula dengan membawa buku tabungan haji dan foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar untuk ditempel pada lembar bukti setor lunas BPIH

4.       Petugas BPS BPIH melakukan entry data calon jemaah ke SISKOHAT berdasarkan SPPH

5.       Petugas BPS BPIH mencetak bukti setor lunas BPIH sebanyak 5 (lima) lembar, meliputi :

a.       Lembar pertama asli (warna putih) dibubuhi materai Rp. 6.000,- dan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 untuk calon jemaah haji

b.       Lembar kedua (warna merah muda) dibubuhi pasfoto berwarna berukuran 3 x 4 untuk pemvisaan

c.        Lembar ketiga (warna kuning) untuk Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota

d.       Lembar keempat (warna biru) untuk lampiran SPMA, diserahkan kepada PPIH embarkasi pada saat calon jemaah haji masuk asrama

e.       Lembar kelima (warna putih) untuk BPS BPIH

6.       Calon Calon jemaah haji setelah menerima bukti setoran BPIH lunas tahun 2003 segera mendaftarkan diri kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah menerima lembar bukti setor lunas BPIH dengan menyerahkan :

a.       Surat keterangan kesehatan dari Puskesmas

b.       Fotokopi KTP yang masih berlaku dengan memperlihatkan aslinya

c.        Pasfoto berwarna terbaru, tidak berpakaian dinas dan tidak berkacamata hitam (boleh berjilbab bagi wanita dan berpeci bagi pria) ukuran 3 x 4 sebanyak 16 lembar dan 4 x 6 sebanyak 2 lembar untuk Paspor Haji, SPMA, dan tanda pengenal jemaah

7.       Petugas Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setelah menerima kelengkapan persyaratan pendaftaran bagi calon jemaah haji :

a.       Meneliti kelengkapan pendaftaran calon jemaah haji

b.       Mencatat nama dan identitas calon jemaah haji ke buku agenda pendaftaran, dan memberikan tanda bukti pendaftaran yang telah ditandatangani petugas haji Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota

c.        Membuat laporan pendaftaran calon jemaah haji ke Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi setiap hari Senin dengan menggunakan daftar nominatif

 

Pendaftaran Ibadah Haji Khusus

 

Prosedur Pendaftaran calon jemaah haji khusus adalah sebagai berikut :

 

1.       Calon jemaah haji memeriksakan kesehatan di Puskesmas domisili calon jemaah haji untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat

2.       Calon jemaah haji yang diwakili oleh penyelenggara ibadahhaji khusus mengambil SPPH pada Direktorat Pelayanan Haji dan Umroh. Pengisian SPPH dilakukan oleh calon jemaah haji yang bersangkutan dan ditandatangani oleh calon jemaah haji yang bersangkutan dan petugas Direktorat Pelayanan Haji dan Umroh

3.       Calon jemaah haji yang diwakili oleh penyelenggara ibadahhaji khusus datang ke kantor BPS BPIH yang tersambung dengan SISKOHAT untuk menyetor BPIH tahun 2003 sesuai Keputusan Meteri Agama RI

4.       Petugas BPS BPIH memasukkan data calon jemaah haji ke SISKOHAT sesuai SPPH

5.       Petugas BPS BPIH mencetak bukti setor lunas BPIH sebanyak 5 (lima) lembar, meliputi :

a.       Lembar pertama asli (warna putih) dibubuhi materai Rp. 6.000,- dan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 untuk calon jemaah haji

b.       Lembar kedua (warna merah muda) dibubuhi pasfoto berwarna berukuran 3 x 4 untuk pemvisaan

c.        Lembar ketiga (warna kuning) untuk Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota

d.       Lembar keempat (warna biru) untuk lampiran SPMA, diserahkan kepada PPIH embarkasi pada saat calon jemaah haji masuk asrama

e.       Lembar kelima (warna putih) untuk BPS BPIH

6.       Penyelenggaran Ibadah Haji Khusus setelah menerima bukti setoran BPIH lunas tahun 2003 segera mendaftarkan diri kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah menerima lembar bukti setor lunas BPIH dengan menyerahkan :

a.       Surat keterangan kesehatan dari Puskesmas

b.       Fotokopi KTP yang masih berlaku dengan memperlihatkan aslinya

c.        Pasfoto berwarna terbaru, tidak berpakaian dinas dan tidak berkacamata hitam (boleh berjilbab bagi wanita dan berpeci bagi pria) ukuran 3 x 4 sebanyak 16 lembar dan 4 x 6 sebanyak 2 lembar untuk Paspor Haji

7.       Petugas Direktorat Pelayanan Haji dan Umroh setelah menerima kelengkapan persyaratan pendaftaran bagi calon jemaah haji :

a.       Meneliti kelengkapan pendaftaran calon jemaah haji

b.       Mencatat nama dan identitas calon jemaah haji ke buku agenda pendaftaran, dan memberikan tanda bukti pendaftaran yang telah ditandatangani oleh pejabat yang ditunjuk

c.        Membuat laporan pendaftaran calon jemaah haji khusus kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji setiap hari Rabu