PEMBATALAN DAN MUTASI CALON JAMA'AH HAJI

 

Mutasi Calon Jemaah Haji

 

Mutasi diperbolehkan dari satu daerah ke daerah yang lain atau antar zona dengan ketentuan; bergabung dengan keluarga (suami, istri, orang tua, anak dan saudara) dan kedinasan. Dilaksanakan selambat-lambatnya 10 hari setelah pendaftaran haji ditutup.

 

Prosedur mutasi calon jemaah haji diatur sebagai berikut :

 

1.       Calon jemaah haji dapat melakukan mutasi dari satu daerah ke daerah lain dalam satu propinsi selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah  waktu pendaftaran haji ditutup

2.       Mutasi antar propinsi dan/atau antar zona dapat dilaksanakan khusus bagi calon jemaah haji untuk menggabungkan suami istri dengan menyerahkan fotokopi Akta Nikah yang dilegalisir oleh KUA Kecamatan setempat, selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari setelah  waktu pendaftaran haji ditutup

3.       Mutasi dapat dilaksanakan bagi calon jemaah haji yang disebabkan karena calon jemaah haji tersebut dimutasikan dari dinas ke daerah lain dengan menyerahkan fotokopi surat keterangan mutasi dinas, selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari setelah  waktu pendaftaran haji ditutup

4.       Paspor jemaah haji yang mutasi dibuat dan dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi tempat mendaftar semula

5.       Calon jemaah haji biasa tidak dapat melakukan mutasi ke calon jemaah haji Khusus atau sebaliknya

 

BPIH Batal

 

1.       Calon jemaah haji yang batal berangkat menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan, meninggal dunia, atau alasan lain yang sah, maka BPIH yang telah disetorkan akan dikembalikan setelah dikurangi biaya administrasi pengurusan pendaftaran dan dokumen yang telah dikeluarkan oleh Departemen Agama sebesar 1% (satu per seratus) dari besarnya BPIH.

2.       Pengembalian BPIH batal dilakukan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama propinsi domisili

3.       Pengembalian BPIH batal bagi calon jemaah haji khusus dilakukan oleh Direktur Pelayanan Haji dan Umroh