Tata tertib barang bawaan jamaah haji

TATA TERTIB BARANG BAWAAN

 

1.       Kunci koper, Paspor, Buku Kesehatan, dan barang berharga jangan dimasukkan ke koper/bagasi

 

2.       Setiap jamaah boleh membawa barang bawaan:

 

a.       Waktu berangkat ke Arab Saudi

-          1 koper dengan berat maximum 35 kilogram

-          1 tas tentengan

b.       Waktu kembali ke Tanah Air

-          1 koper dengan berat maximum 35 kilogram

-          1 tas tentengan

-          5 liter air zam-zam

c.        Hanya boleh membawa 1 koper dan 1 tas tentengan (khusus tas dan koper pemberian dari Perusahaan Penerbangan)

 

3.       Kelebihan barang bawaan dari yang ditentukan (35 kilogram) menjadi tanggung jawab jamaah haji, (khususnya pada waktu pulang) dikirim ke Indonesia melalui Cargo atas biaya jamaah haji yang bersangkutan dengan perincian:

 

a.       Melalui angkutan udara 10 Real persatu kilogram

b.       Melalui angkutan laut 7 Real persatu kilogram

 

4.       Setiap jamaah haji diizinkan membawa obat, namun harus mendapat rekomendasi dari Dokter Kloter

 

5.       Dilarang memasukkan benda-benda cair dan benda bahaya ke dalam koper (air zam-zam, minyak, gas, kompor, korek api, benda tajam dan yang semisal)

 

6.       Bagi jamaah gelombang II yang langsung ke Makkah, sebaiknya kain ihram jangan dimasukkan ke dalam koper/bagasi, tetapi dibawa dengan tas tentengan

 

7.       Dilarang menyimpan barang/tas tentengan di lorong/tempat lalu lintas jalan dan di depan pintu darurat

 

8.       Pemeriksaan barang bawaan baik pada waktu pemberangkatan maupun pemulangan diperiksa oleh petugas Bea Cukai

 

9.       Penimbangan barang bawaan dan pemeriksaan calon/jamaah haji melalui X-ray dilakukan oleh pihak penerbangan