TAWAF

  1. Apakah yang dimaksud dengan tawaf?
    Tawaf ialah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali (Ka'bah selalu berada di sebelah kiri) dimulai dan diakhiri pada arah sejajar dengan Hajar Aswad.

  2. Apakah orang yang memasuki Masjidil Haram harus tawaf ?
    Tidak harus tawaf, hanya saja apabila memungkinkan dapat melaksanakan tawaf sebagai pengganti shalat sunat tahiyatul masjid.

  3. Apakah melakukan tawaf harus suci dari hadas besar dan hadas kecil?
    Ya, melakukan tawaf harus suci dari hadas besar dan hadas kecil.

  4. Apakah jamaah haji yang batal wudhunya harus mengulangi tawafnya?
    Wajib berwudhu, kemudian melanjutkan dari tempat di mana ia batal (tidak mengulangi dari awal).

  5. Apakah bagi orang yang tawaf harus menghentikan tawafnya apabila datang waktu sholat wajib berjamaah?
    Apabila datang waktu sholat wajib berjamaah, maka bagi yang tawaf, harus menghentikan tawafnya untuk mengikuti sholat berjamaah dahulu dan putaran tawaf yang masih tersisa diteruskan setelah selesai sholat.

  6. Wajibkah menghadap sepenuh badan ke ka'bah ketika akan memulai tawaf?
    Menghadapkan sepenuh badan ke Ka'bah ketika akan memulai tawaf tidak wajib. Tetapi disunatkan apabila keadaan memungkinkan. Jika tidak mungkin cukup dengan memiringkan badan dan menghadap muka serta melambaikan tangan sambil membaca: Bismillahi Wallahu Akbar.

  7. Apakah hukumnya ramal (lari-lari kecil) bagi pria pada putaran ke-1 sampai ke-3?
    Disunatkan bila situasinya memungkinkan.

  8. Apakah sholat sunnat tawaf?
    Salat sunat tawaf ialah salat sunat dua rakaat yang dilakukan setelah selesai tawaf.

  9. Di manakah sholat sunnat tawaf dilakukan?
    Salat sunat tawaf dilakukan di belakang maqam Ibrahim. Bila tidak mungkin, maka dilakukan di mana saja asal di dalam Masjidil Haram.

  10. Apakah disunatkan mengusap atau isyarat pada waktu melewati Rukun Yamani ?
    Disunatkan tetapi tidak dikecup

  11. Apakah setiap Tawaf harus diikuti oleh Sa'i ?
    Tidak semua tawaf harus dikuti dengan Sa'i seperti tawaf sunat.

  12. Tawaf apa saja yang diikuti sa'i?
    Tawaf yang diikuti sa'i ialah :

    1. Tawaf qudum bagi haji ifrad dan qiran dan tidak perlu lagi sa'i pada waktu tawaf ifadah

    2. Tawaf ifadah (tawaf rukun haji) bagi haji tammatu' dan bagi haji ifrad/qiran yang belum sa'i pada waktu tawaf qudum.

    3. Tawaf umrah (setiap tawaf umrah diikuti sa'i).

  13. Apakah bersentuhan kulit antara pria dan wanita ketika sedang tawaf batal wudunya?
    Tidak batal bagi yang mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita tidak batal dan sebaliknya.

  14. Tawaf ada berapa macam ?
    Tawaf ada 4 macam, yaitu:

    1. Tawaf qudum

    2. Tawaf rukun (ifadah dan umrah)

    3. Tawaf sunat

    4. Tawaf wada'

  15. Apakah yang dimaksud dengan tawaf qudum?
    Tawaf yang dilakukan oleh orang yang baru tiba di Makkah sebagai ucapan selamat datang/bertemu dengan Ka'bah.

  16. Apakah semua orang yang baru tiba di Makkah melakukan tawaf qudum?
    Tidak semua orang yang baru tiba di Makkah melakukan tawaf qudum, seperti yang berhaji tammatu', tawaf qudumnya masuk ke dalam tawaf umrahnya.

  17. Apa yang dimaksud dengan tawaf ifadah?
    Tawaf ifadah adalah tawaf rukun haji, dikenal juga dengan tawaf sadr (inti).

  18. Apakah hukum tawaf ifadah?
    Hukumnya adalah sebagai salah satu rukun haji, dan apabila tidak dikerjakan, maka tidak sah hajinya.

  19. Kapan tawaf ifadah dikerjakan?
    Tawaf ifadah dikerjakan setelah lewat tengah malam hari nahar (tgl 10 Zulhijjah) sampai kapan saja, tetapi dianjurkan di hari-hari tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijjah.

  20. Bagaimana ketentuannya bagi orang yang telah selesai semua amalan hajinya, kecuali tawaf ifadah?
    Orang tersebut dapat dikatakan baru tahallul awal, belum tahallul tsani sehingga masih terkena larangan berkumpul dengan isteri.

  21. Apakah tawaf umrah itu?
    Tawaf yang dikerjakan setiap melakukan umrah wajib dan umrah sunat.

  22. Apakah tawaf sunat itu?
    Tawaf yang dilakukan setiap saat di Ka'bah dan tidak diikuti dengan sa'i.

  23. Apakah yang dimaksud dengan tawaf wada'?
    Tawaf wada' adalah tawaf pamitan yang dilakukan oleh orang yang telah selesai melakukan ibadah haji dan akan meninggalkan kota Makkah.

  24. Apakah hukum tawaf wada' ?
    Tawaf wada' adalah tawaf pamitan yang dilakukan oleh orang yang telah selesai melakukan ibadah haji dan akan meninggalkan kota Makkah.

  25. Kapankah tawaf wada' itu dilakukan?
    Tawaf wada' dilakukan setelah selesai pelaksanaan ibadah haji dan waktu akan meninggalkan kota Makkah, baik akan pulang ke Tanah Air atau akan ziarah ke Madinah yang tidak akan kembali lagi ke Makkah.

  26. Apakah jamaah haji yang telah melakukan tawaf wada' boleh kembali ke pondokan?
    Jamaah haji yang telah melakukan tawaf wada' boleh kembali ke pondokan untuk sesuatu keperluan, seperti untuk mengambil barang atau membuang hajat, atau untuk menghindari terik panas matahari.

  27. Apakah hukumnya jamaah haji yang haid/nifasnya berhenti sementara, lalu dia bersuci (mandi) dan melakukan tawaf?
    Tawaf yang dilakukan jamaah tersebut sah dan tidak dikenakan dam, sekalipun setelah mengerjakan amalan tersebut darah haid/nifasnya keluar lagi.

  28. Apakah hukum tawaf wada' bagi wanita haid/nifas?
    Tidak diwajibkan, cukup berdo'a di pintu Masjidil Haram.

  29. Apakah hukum tawaf wada' bagi jamaah sakit yang harus kembali ke tanh air?
    Tidak diwajibkan, dan tidak dikenakan dam.