WUKUF

  1. Kapankah waktu wukuf dan berapa lama melakukannya?
    Waktu wukuf mulai dari tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijjah sampai dengan terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah. Wukuf dinilai sah walaupun dilaksanakan hanya sesaat selama dalam rentang waktu tersebut, tetapi diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan waktu malam.

  2. Apakah yang dilakukan jamaah haji pada masa wukuf tanggal 8 s/d 9 zulhijah ?
    Pada tanggal 8 Zulhijah jamaah haji berpakaian ihram (niat) haji bagi yang berhaji tamattu' dipemondokkan masing-masing, sedangkan bagi yang berhaji ifrad dan qiran tidak niat haji lagi karena masih dalam keadaan ihram sejak dari miqat saat tiba, setelah itu berangkat ke Arafah.
    Pada tanggal 9 Zulhijah bagi jamaah haji yang telah berada dalam kemah masing - masing menanti saat wukuf (ba'da zawal) sambil berdzikir dan ber do'a.

  3. Apakah yang harus dilakukan ketika jamaah haji sedang wukuf?
    Jamaah haji yang sedang melakukan wukuf dianjurkan untuk membaca do'a-do'a serta memperbanyak membaca Al-Quran, istifar, tahlil, zikir, dll.

  4. Apakah membaca do'a-do'a tersebut dilakukan sendiri-sendiri?
    Boleh membaca do'a sendiri-sendiri atau bersama-sama.

  5. Apakah jamaah haji yang melakukan wukuf disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil?
    Jamaah haji yang melakukan wukuf tidak disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil. Dengan demikian, wukuf jamaah haji yang sedang haid, nifas, junub dan hadas kecil tetap sah.

  6. Apakah wukuf itu harus di luar tenda?
    Wukuf tidak harus di luar tenda.

  7. Apakah tata cara melaksanakan shalat jama' qasar dzuhur dan 'ashar sama halnya dengan di tempat lain?
    Tidak ada perbedaan

  8. Apakah sah hukumnya wukuf orang yang tidak sadarkan diri (pingsan)?
    Sah wukuf orang yang tidak sadarkan diri apabila orang tersebut dalam keadaan ihram.

  9. Bagaimana hukumnya mabit di Mina pada malam tarwiyah
    Sebagian besar ulama mengatakan sunat hukumnya, sebagian yang lain menganjurkan agar lebih mengutamakan wukuf di Arafah yang merupakan rukun utama ibadah haji