MELONTAR JAMRAH

  1. Apakah yang dimaksud melontar jamrah?
    Yang dimaksud ialah melontar jamrah Ula, Wusta dan 'Aqabah dengan bakerikil pada hari nahar dan hari-hari tasyrik.

  2. Mana yang dimaksud dengan jumrah Ula, Wusta dan Aqabah?

    1. Jamrah Ula (pertama) adalah jamrah yang terdekat dari arah Haratullisan

    2. Jamrah Wusta (tengah) adalah jamrah yang kedua (yang terletak di tengah-tengah antara jamrah Ula dan jamrah Aqabah).

    3. Jamrah Aqabah (qubra) adalah jamrah yang terjauh dari arah Haratullisan

  3. Kapankah waktu melontar tiga jamrah pada hari-hari tasyrik?

    1. Melontar jamrah aqabah pada hari nahar tanggal 10 Zulhijah adalah sebagai berikut :>

      1. Waktu afdol setelah terbit matahari.

      2. Waktu ikhtiar ba'da dzuhur sampai terbenam matahari.

      3. Waktu jawaz setelah lewat tengah malam sampai terbit fajar tanggal 11 Zulhijah.

    2. Melontar jamrah pada hari hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah) waktunya adalah sebagai berikut :

      1. Waktu afdol, ba'da zawal.

      2. Waktu ikhtiar, sore hari sampai malam

      3. Waktu jawaz, pagi hari (sebelum zawal) sampai dengan terbit fajar hari berikutnya.

  4. Apakah 7 batu kerikil boleh sekaligus dilontarkan untuk satu jamrah?
    Tidak boleh melontarkan 7 batu kerikil sekaligus untuk satu jamrah. Jika orang melontar 7 batu kerikil sekaligus untuk satu jamrah, maka dihitung hanya satu kali lontaran.

  5. Apakah melontar ketiga jamrah itu harus tertib dari Ula, Wusta dan 'Aqabah?
    Harus tertib dari Ula, Wusta dan 'Aqabah. Apabila tidak tertib, maka harus diulang dari awal.

  6. Apakah melontar jamrah boleh diwakilkan kepada orang lain?
    Melontar jamrah tidak boleh diwakilkan, kecuali uzur, baik karena sakit atau karena masyakat (kesulitan yang berat).

  7. Bagaimanakah cara mewakili melontar jamrah?
    Cara mewakili melontar jamrah dilakukan dengan melontar setiap jamrah untuk diri sendiri, kemudian untuk yang diwakili.

  8. Apakah melontar jamrah boleh diakhirkan (ditunda) lontarannya pada hari berikutnya?
    Boleh, apabila ada alasan-alasan darurat Syar'i, seperti sakit, menjadi petugas, dll.

  9. Bagaimana cara melontar jamrah yang pelontarannya tertunda?
    Dimulai dari jamrah Ula, Wasta dan 'Aqabah secara sempurna sebagai lontaran untuk hari pertama. Kemudian mulai lagi dari jamrah Ula, Wasta dan 'Aqabah untuk hari kedua, dan selanjutnya mulai dari jamrah Ula, Wasta dan 'Aqabah untuk hari ketiga.

  10. Bagaimana hukumnya bagi orang yang meninggalkan sebagian lontaran atau seluruhnya?

    1. Bagi orang yang meninggalkan satu lontaran dikenakan satu mud dan bagi yang meninggalkan 2 lontaran dikenakan 2 mud.

    2. Bagi orang yang meninggalkan 3 lontaran atau lebih, dikenakan dam

    3. Meninggalkan semua lontaran hari-hari tasyrik dikenakan dam

  11. Kapankah melontar jamrah 'Aqabah apabila terlambat tiba di Mina dari Arafah?
    Setiba di Mina langsung melontar jamrah 'Aqabah.