Islam dan Kehidupan

 

Manusia secara Biologis mengalami satu kali kematian sebagaimana mengalami satu kali kelahiran. Namun secara psikologis dan pemikiran ternyata manusia bisa mengalami beberapa kali kematian dan kelahiran. Dan kematian secara biologis tidak terlalu berbahaya dibanding kematian secara psikologis, karena apabila kematian secara biologis dialami oleh orang baik hanya akan menyebabkan kesedihan bagi keluarga dan karib kerabat yang ditinggal, sebaliknya apabila yang mengalami kematian itu orang jahat akan membuat orang yang disekitarnya bergembira karena mereka merasa telah terbebas dari kejahatan orang tersebut.

 

Namun akan lain jadinya apabila seorang manusia mengalami kematian secara psikologis, yang rusak bukan saja dirinya secara pribadi tetapi akan menjalar ke keluarganya bahkan kemasyarakatnya,apalagi kalau yang mengalami kematian seperti ini seorang pemimpin maka ia akan merusak komunitas masyarakat yang lebih luas.

 

Islam datang kepada manusia untuk memberikan kehidupan yang hakiki kepada manusia,yaitu menghidupkan manusia secara fisik dan psikologis.Maka Allah swt dalam al-quran dan Rasul saw dalam hadits sering memberikan perumpamaan Islam dengan sesuatu yang menjadi sumber kehidupan. Allah umpamakan Islam seperti udara atau oksigen (Qs.6:125), dalam ayat lain Allah analogikan Islam seperti cahaya (Qs.14:1). Dan Rasulullah dalam hadits memberikan perumpamaan Islam seperti air. “Matsalu ma ba’atsanillahu minal huda kamatsalil ghaoits..”