Istighfar (Memohon Ampunan) Keutamaan, Waktu dan Lafazh-Lafazhnya
Rabu, 07 April 04

Segala puji bagi Allh, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasul-Nya yang terpercaya, keluarga, para shahabat serta orang yang mengikuti beliau hingga hari Kiamat, wa badu:
Berikut ini kami ketengahkan beberapa bahasan secara ringkas mengenai Istighfar: keutamaan, waktu dan lafazhnya. Kami memohon kepada Allh agar menjadikan tulisan ini bermanfaat.

I. Keutamaannya

  Ia merupakan bentuk ketaatan kepada Allh Azza Wa Jalla

  Istighfar merupakan sebab untuk diampuninya dosa, sebab turunnya hujan, mendapatkan harta dan anak serta masuknya manusia ke dalam surga. Nabi Nuh berkata ketika mendakwahi kaumnya, sebagimana firman Allah (artinya): Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Q.,s. Nh:10-12)

  Kekuatan menjadi bertambah dengan istighfar, Allah Taala berfirman (artinya), Dan (Hud berkata):"Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa".(Q.,s.Hd:52)

  Ia merupakan sebab mendapatkan kesenangan yang baik, serta menjadi sebab masing-masing orang yang memiliki keutamaan berhak mendapatkan keutamaannya. Allah Taala berfirman (artinya), "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. (Q.,s.Hd:3).

  Allah tidak akan mengazab orang yang selalu beristighfar. Dia telah berfirman (artinya), Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Q.,s.al-Anfl:33)

  Ia dibutuhkan oleh hamba-hamba Allh karena mereka selalu berbuat kesalahan sepanjang malam dan siang hari. Jadi, bila mereka beristighfar, Allh pasti mengampuni mereka.

  Rahmat akan turun dengan sebab istighfar. Allah Taala berfirman, Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat."(Q.,s.an-Naml:46)

  Istighfar merupakan kaffarat (penebus dosa) yang dilakukan dalam suatu majlis.

  Melakukannya berarti meneladani Nabi Shallallhu 'alaihi wasallam sebab beliau beristighfar di dalam satu majlis sebanyak 70 kali. Dalam riwayat yang lain disebutkan, sebanyak 100 kali.

 

II. Beberapa Ungkapan Mengenai Istighfar

  Diriwayatkan dari Luqman 'alaihissalm bahwa dia berpesan kepada anaknya, Wahai anakku! Biasakanlah lisanmu mengucapkan:

Ya Allh! ampunilah aku, sebab Allh menyediakan waktu-waktu dimana Dia Tala tidak menolak doa orang yang berdoa kepada-Nya.

  Aisyah radhiallaahu 'anha berkata, Beruntunglah orang yang mendapatkan di dalam shahfah (lembaran amalnya) istighfar yang banyak.

  Qatdah berkata, Sesungguhnya al-Quran ini menunjukkan kepada kalian penyakit dan obat; penyakit itu adalah dosa-dosa sedangkan obatnya adalah istighfar.

  Abu al-Minhl berkata, Tidak ada tetangga (teman dekat) yang lebih dicintai oleh seorang hamba kelak di kuburnya selain istighfar.

  al-Hasan berkata, Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, di hadapan hidangan-hidangan, di jalan-jalan, pasar-pasar serta majlis-majlis sebab kalian tidak tahu kapan ampunan-Nya akan turun.

  Seorang Arab Badui (orang yang biasa hidup di pedalaman gurun pasir) bertutur, Barangsiapa yang mendiami bumi kami ini, maka hendaklah dia memperbanyak istighfar sebab bersama istighfar itulah terdapat awan tebal yang membawa curahan hujan. (maksudnya istighfar itu merupakan sebab turunnya hujan-penj.,)

 

III. Waktu-waktu Beristighfar

Istighfar disyariatkan di dalam setiap waktu, tetapi ia menjadi wajib ketika melakukan dosa-dosa dan menjadi sunnah/sangat dianjurkan seusai melakukan perbuatan-perbuatan baik, seperti beristighfar 3 kali setelah shalat, setelah haji dan lain-lain.

Juga, dianjurkan pada waktu sahur sebab Allh memuji orang-orang yang beristighfar pada waktu-waktu sahur tersebut.

IV. Lafazh-lafazh Istighfar

  Lafazh paling utamanya adalah yang dikenal dengan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yaitu mengucapkan:


Ya Allh! Engkaulah Rabbku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain-Mu, Engkaulah Yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, aku berada diatas ikatan dan janji-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku buat, aku mengakui kepada-Mu atas nikmat-Mu kepadaku, dan aku juga mengakui kepada-Mu dosa-dosaku; maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau

  Lafazh:

  Lafazh:

  Lafazh:

Ya Allh! sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku, maka ampunilah aku; karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau

  Lafazh:

Tuhanku! Ampunilah aku dan berilah taubat kepadaku, sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun, (atau )Maha Penerima taubat lagi Maha Pengasih

  Ucapan:

Ya Allh! sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku dengan kezhaliman yang banyak dan tidak ada Yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allh, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih

  Ucapan:


"Aku memohon ampun kepada Allh Yang tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya


(Diambil dari artikel berjudul al-Istighfr: Fadl`iluh, Awqtuh, Shiyaghuh karya Muhammad bin Ibrahim al-Hamd oleh Abu Shofiyyah)