, Hayya'alashsholah
,H.Abu Royhan
 

 

 


 

 

 

 

 

Risalah Pertama

Wahai saudaraku Muslimin semuanya, semoga Allah memberikan pemahaman agama kepada kita sekalian, dan Semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk agama serta kita mendapat perlindungan dari kejelekan pribadi kita.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya shalat adalah tiyang agama, barang siapa yang menegakkan shalat berarti menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat berarti merobohkan agama.

Sesungguhnya diantara bencana terbesar, malapetaka yang paling jelek dan kehancuran yang paling parah adalah mempermudah urusan shalat dan menyianyiakan shalat Jumah dan jamaah.

Padahal karena shalat itu Allah telah mengangkat derajat kemuliaan, menghapuskan kejelekan, dan para makhluk di bumi dan di langit menghambakan diri dengan shalat itu pula.

Tiada akan pernah berani meninggalkan shalat , dan tak akan pernah kesibukan membuat lalai shalat, kecuali orang yang memang terlanjur celaka yang sangat berat siksanya, merugi transaksinya, dan akan sangat lama penyesalannya.

Orang yang meninggalkan shalat akan mendapatkan murka dan akan mati tanpa memeluk Islam, neraka Jahim sebagai tempat kembalinya, neraka Hawiyah juga sebagai tepat tinggalnya, ia akan mendapat laknatdan utukan dari Allah, dan akan diusir dari bumi dan langit Allah.

Ali bin Abi Thalib Radliyallahu anhu telah mengatakan, bahwa ia mendengar Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam telah bersabda :

" "

Tiada seorang hamba yang beriman meninggalkan shalat dan ia tak menunaikannya, kecuali Allah akan menulis di dahinya : Ini lah orang yang keluar dari rahmat Allah, aku tak punya urusan dengan orang itu. Dan apa bila seorang hamba meninggalkan shalat fardlu sekali saja, akan dicatat namanya di pintu neraka.

Tersebut didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Shahabat Umar bin Khaththab dan Abi Hurairah RA. dari Nabi Sallallahu alaihi wasallam, Beliau telah bersabda pada akhir hadits : Bahwa Jibril telah datang pada ku dan berkata : Bacalah

Aku menjawab : Apa yang harus aku baca ?

Lalu Jibril membacakan ayat :

Dan datanglah setelah mereka golongan pengganti yang jelek, mereka itu menyia nyiakan shalat, dan menurutkan hawa nafsunya, kelak mereka akan menemui kesesatan kejurang neraka. (Q S. Maryam : 59).

Kemudian aku bertanya : Wahai Jibril, Apakah ummatku dibelakangku nanti akan menyia nyiakan shalat ?

Jibril menjawab : Ya.

Kelak akan datang diakhir masa kelompok manusia dari umatmu, mereka menyia nyiakan shalat, dan mengakhirkan dari waktunya, mereka hanya selalu menuruti keinginannya, satu dinar bagi mereka lebih baik dari pada shalat mereka.

Di dalam tafsir firman Allah :

Tak akan mendapatkan pertolongan kecuali orang yang telah mengikat janji kepada Allah Yang Maha Pemurah

Nabi bersabda :

Bahwa janji yang dimaksud adalah shalat lima waktu.

Lalu Nabi bersabda :

, , , .

Setelah bertauhid meng Esa kan Allah, tiada pernah Allah menfardlukan sesuatupun atas hambaNya yang lebih dicintai selain shalat. Andaikan ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain shalat, niscaya para Malaikat akan beribadah dengan sesuatu itu, maka diantara para Malaiat itu ada yang selalu ruku, ada yang sujud, ada yang berdiri, dan ada yang duduk.

 

Para malaikat dilangit yang senantiasa melakukan shalat, Mereka itu disebut dengan Khuddamur Rahman, Pelayan Allah yang Maha Penyayang, dan mereka merasa sangat bangga dengan sebutan itu melebihi malaikat malaikat yang lain.

Abu Darda R.A. berkata :

Sebaik baik hamba Allah adalah orang orang yang senantiasa menjaga matahari dan rembulan serta bayang bayang untuk senantiasa mengingat Allah maksudnya adalah shalat.

Diriwayatkan pula sebuah hadits dari Rasulullahi sallallahu alaihi wa sallam.

, .

Awal mula sesuatu yang akan dihisab dan diperhitungkan atas seorang hamba besuk dihari kiyamat adalah shalat. Apabila shalat diperiksa dan ternyata didapati sempurna, maka shalatnya akan diterima dan seluruh amal amal lainnya.Tetapi apabila ternyata shalatnya tidak sempurna maka akan ditolak shalatnya dan seluruh amal yang lainnya.

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Shahabat Abi Hurairah RA. :

 

Wahai Abi Hurairah, suruhlah keluargamu agar menunaikan shalat, niscaya Allah akan memberimu rizki dengan tanpa engkau mengira ira

Hadits ini sesuai dengan firman Allah :

Dan perintahlah keluargamu agar menunaikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya, Kami tidak pernah minta rizki darimu, bahkan Kami memberimu rizki. Akibat yang baik hanyalah bagi orang yang bertaqwa.

(QS.Thaha : 132).

Atha Al Khurasyan pernah berkata :

Tidak sujud kepada Allah seseorang hamba di suatu tempat diantara bumi ini dengan satu kali sujud kecuali bumi itu akan menjadi saksi bagi hamba itu kelak dihari kiyamat, dan ia akan menangis disaat hamba itu meninggal.

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Barang siapa yang secara sengaja meninggalkan shalat, maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam akan lepaskan tanggungannya

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

, .

Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah atas hamba hambanya, barang siapa yang menunaikannya pada waktu waktu yang telah ditentukan, maka shalat itu akan menjadi cahanya dan saksi baginya kelak dihari kiyamat, tetapi barang siapa yang menyia nyiakannya, kelak ia akan di kumpulkan bersama Firaun dan Haman.

Tersebut pula dalam sebuah hadits yang panjang bahwa Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan ia berkata :

Wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, Allah tidak akan pernah menerima amal ibadah dari orang yang meninggalkan shalat, puasanya, shadaqahnya, hajinya, dan amal amal lainnya juga zakatnya.

Orang yang meninggalkan shalat itu dilaknat didalam kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran.

Orang yang meninggalkan shalat setiap harinya siang dan malam selalu mendapat seribu kutukan. Bahkan juga para Malaikat juga mengutuknya dari atas lapisan langit tujuh.

Wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, Orang yang meninggalkan shalat, bukan termasuk golonganmu, juga tak akan mendapat bagian dari syafaatmu dan lagi bukan termasuk ummatmu.

Wahai Nabi Muhammad Orang yang meninggalkan shalat jika ia sakit ta boleh dibesuk, jika ia mati tak boleh diantar janazahnya, tak boleh mengucapkan salam kepadanya, tak boleh makan minum bersamanya juga tak boleh menemaninya. Tidak boleh pula menemani ditempat duduknya. Dia tak punya amanah, dia tak kan mendapat bagian dari rahmat Allah. Kelak ia akan bersama orang orang munafiq di kedalaman neraka yang paling bawah.

Orang yang meninggalkan shalat akan dilipat gandakan siksanya dua kali lipat, kelak dihari kiyamat akan akan di borgol tannya diatas lehernya. Sementara Malaikat akan menghajarnya, dan akan di bukakan neraka Jahannam untuknya. Ia akan memasui pintunya seperti anak panah meluncur lepas dari busurnya. Ia akan jatuh terjungkal disisi Qarun dan Haman di lembah neraka yang paling bawah.

Orang yang meninggalkan shalat, ketika ia mengangkat makanan ke mulutnya, makanan itu berkata :

Semoga Allah melaknatmu hai musuh Allah, kau makan rizki dari Allah tetapi tak pernah kau tunaikan kewajiban mu kepada Allah.

Orang yang meninggalkan shalat, pakaian yang dikenakan seandainya ia mampu, ia akan melepaskan diri dari tubuhnya. Ia berkata : Seandainya bukan karena Tuhanku telah memperlakukan aku untukmu, niscaya aku akan lari meninggalkanmu.

Orang yang meninggalkan shalat, ketika ia keluar meninggalkan rumahnya, rumah itu pun berkata :

Semoga Allah tak menyrertaimu dalan bepergianmu, dan semoga tiada pengganti sepeninggalmu, dan semoga kau tak kembali pada keluargamu dengan selamat.

Orang yang meninggalkan shalat, senantiasa akan dilaknat di masa hidup dan matinya.

Orang yang meninggalkan shalat ia akan mati dalam keadaan Yahudi, dan kelak akan dibangkitkan sebagai Nashrani.

Imam Asy Syarani berkata dalam kitab Al Uhud :

Kita telah mengikat janji kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam :

Hendaknya kita memberikan penjelasan kepada orang orang yang meninggalkan shalat dari para petani, orang orang awam dan orang orang bodoh lainnya, tentang keutamaan shalat lima waktu dan keutamaan menjaganya. Terutama dengan lebih menekankan agar shalat senantiasa dijaga, sebagaimana Allah dan utusanNya menekankan agar shalat senantiasa dijaga jangan sampai diabaikan. Saat sekarang hal ini banyak dilupakan oleh orang orang fakir dan para penuntut ilmu. Dapat dilihat bahwa diantara mereka bergaul bersama anak anak yang tidak shalat, para pembantu, teman bergaul dan lain lainnya yang semuanya tidak shalat, bahkan makan minum tertawa bersama mereka. Juga bekerja berdagang dan lain sebaginya bersama orang yang tidak shalat.

Ironisnya tak ada upaya sama sekali untuk memberikan penjelasan tentang dosa meningglkan shalat, dan pahala menunaikannya, yang seperti itu sesungguhnya termasuk yang merobohkan agama.

Maka sampaikan penjelasan hai saudaraku, kepada orang yang bodoh yang tidak tahu, tentang kwajiban agamanya serta apa yang merusakkan agamanya. Jika ini tak kau lakukan, maka kau adalah orang yang pertama kali akan merasakan api neraka sebagaimana dalam hadits dijelaskan. Dan kamu termasuk kelompok orang yang berilmu, mengerti tetapi tidak mengamalkan ilmunya . Karena setiap orang yang mengerti barang sedikit dari hukum hukum syariat, tetapi tidak mengamalkannya, juga tidak mengajarkannya kepada orang lain, maka ia termasuk orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya.

Ketahuilah bahwa shalat yang dilakukan secara baik dengan berjamaah secara kontinyu, adalah merupakan sebab untuk mencapai kebaian kebaikan, keberkahan, dan memperbanyak kebajikan, mengangkat derajat kemuliaan menghapuskan beberapa kejelekan, menghilangkan beberapa bencana dan malapetaka. Shalat adalah dasar pokok taqwa. Dimana taqwa itu adalah dasar kesempurnaan. Maka setelah berhasil menjaga shalat barulah berhasil mencapai taqwa, dan kebajikan kebajikan yang lain, seperti mencegah kemungkaran, kejahatan serta mencegah dari perbuatan perbuatan pelanggaran . Allah SWT berfirman :

*

"Sekiranya penduduk negara itu beriman dan taqwa, niscaya akan Kami bukakan barakah dari langit dan bumi. (Q.S. al-A'raf: 86).

Dan Allah berfirman :

Dan sekiranya mereka sungguh sungguh menjalanan hukum hukum kitab Taurat, Injil dan Al Quran yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka (QS. Al Maidah : 66).

Dan firman Allah :

Dan bahwasannya ; jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu (agama Islam), benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar.(QS.Jin : 16)

Sesungguhnya bala dan bencana akan meninggalkan suatu tempat dimana penduduknya menunaikan shalat. Sebagaimana bala bencana akan turun disuatu tempat dimana penduduknya tidak menunaikan shalat. Maka jangan merasa tenang dan aman dari terjadinya gempa bumi, tanah longsor, sambaran petir, angin puting di suatu tempat dimana penduduknya tidak menunaikan shalat. Dan jangan katakan aku telah menunaikan shalat, tanpa mempedulikan masyarakat lingkungannya. Dan juga aku bukan bagian mereka, karena bala dan malapetaka itu ketika turun akan menimpa semuanya baik orang yang shalih maupun orang yang jelek. Karena yang shalih juga tidak memerintahkan mereka yang jelek untuk menunaikan shalat, juga tidak mencegah mereka dari perbuatan jeleknya. Dan juga ia membiarkan mereka tidak meninggalkannya karena Allah. Padahal Allah senantiasa menyaksikan atas segala sesuatu.

Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda kepada para shabatnya di suatu hari:

: : : .

Berdoalah kamu sekalian :

Ya Allah jangan jadikan diantara kami orang yang celaka dan terhalang dari rahmat.

Lalu Nabi bertanya ; Tahukan kamu siapakah orang yang celaka dan terhalang dari rahmat Allah ?

Para shahabat balik bertanya :

Siapakah orang itu ya Rasulallah ?

Rasulullah menjawab :

Dia adalah orang yang meninggalkan shalat.

Tersebut dalam hadits Isra ketika Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam mendatangi sekelompok orang yang memukuli kepala mereka sendiri dengan batu, ketika kepala mereka hancur kemudian kembali seperti semula, lalu dipukulinya lagi sampai hancur, seperti itu terus menerus tiada henti. Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, lalu bertanya kepada Malaikat Jibril :

Wahai Jibril siapakah mereka itu?

Jibril pun menjawab : Mereka itu adalah orang orang yang merasa berat kepalanya untuk menunaikan shalat.

Firman Allah :

* *

 

Maka celakalah bagi orang orang yang shalat, yaitu orang orang yang lalai dari shalatnya (QS.Al Maun ; 4-5).

Badhul Mufassirin berpendapat ;

Yang dimaksudkan dalam ayat itu mereka adalah orang orang yang menyia nyiakan shalat bahkan telah mengeluarkan shalat dari waktunya artinya shalat dilakukan tetapi diluar waktu nya.

Adapun Wail adalah jurang di neraka Jahannam, seumpama gunung gunung di dunia ini di lemparkan di jurang itu niscaya akan hancur karena terlalu panasnya jurang itu. Wail itu adalah tempat orang orang yang menyepelekan shalat, kecuali bila orang itu bertaubat kepada Allah dan menyesali apa yang telah ia abaikan.

Shalat itu sebagai pembeda antara orang mukmin dan orang kafir. Telah diriwayatkan sebuah hadits dari Nabi Sallallahualaihi wasallam, bahwa beliau bersabda :

Barang siapa yang menjaga shalat, Allah akan memuliakannya dengan memberikan lima perkara :

1. Allah akan menghilangkan kesempitan penghidupannya.

2. Allah akan mengangkat siksa kuburnya.

3. Akan diberikan buku catatan amalnya, dan ia terima

dengan tangan kanannya.

4. Ia akan melewati shirat seperti kilat.

5. Ia akan masuk surga dengan tanpa dihisab amalnya.

 

Dan barang siapa menganggap mudah urusan shalat, maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksa, enam siksa di dunia, tiga ketika menjelang ajalnya, tiga ketika ia masuk ke alam kubur, dan tiga ketika menghadap Tuhannya, di hari kiyamat kelak.

Adapun siksa yang akan ia terima di dunia :

1.      Akan dicabut keberkahan umurnya.

2.      Akan dihapus tanda tanda orang shalih dari raut mukanya

3.      Seluruh amal perbuatan yang telah dilakukannya tidak akan dibalas dengan pahala oleh Allah.

4.      Doanya tidak akan diangkat kelangit.

5.      Ia tak akan termasuk doa orang orang shalih.

6.      Ia akan mati tanpa membawa iman.

 

Adapun siksa yang akan menimpanya ketika menjelang ajalnya,

1.      Ia akan mati secara hina.

2.      Ia akan mati dalam keadaan lapar.

3.      Ia akan mati dalam keadaan haus, andaikan

diminumkannya lautan sedunia ini tak akan

menghilangkan rasa hausnya.

Adapun siksa yang akan menimpanya di alam kubur,

1.      Allah akan menyempitkan kuburnya sehingga kuburnya akan menjepit sampai melesat tulang rusuknya.

2.      Akan dinyalakan kuburnya hingga ia akan bergelimang diatas bara api siang dan malam.

3.      Ia akan dikuasai didalam kuburnya oleh ular yang sangat besar namanya Syuja yang tuli, ular itu akan mematuknya, karena shalat yang telah diabaikannya. Ia akan disiksa sepanjang waktu seukur ia melalaikan shalat.

Adapun siksa yang akan menimpanya di saat ia menghadap Tuhannya,

1. Manakala langit terbelah, datanglah Malaikat , ditangannya seuntai rantai sepanjang 70 dhira, yang dililitkan dilehernya, lalu ujungnya dimasukkan dimulutnya sampai keluar dari duburnya . Malaikat itupun akan berteriak teriak mengumumkan :

Ini adalah balasan orang yang telah melalaikan kwajibannya terhadap Allah.

Menurut Shahabat Ibnu Abas RA. :

Bahwa seandainya satu mata rantai saja jatuh di muka bumi ini, niscaya akan hangus seluruh bumi ini.

2.      Allah tak akan berkenan melihatnya.

3.      Allah tak akan mengampuninya, bahkan baginya siksa yang sangat pedih.

Telah diriwayatkan bahwa : Di hari kiyamat kelak sesuatu yang pertama kali menjadi hitam adalah muka muka orang yang meninggalkan shalat . di neraka Jahannam ada jurang yang namanya Lalam yang didalamnya ada banyak ular , yang masing masing besarnya sebanding leher onta, panjangnya perjalanan jarak tempuh satu bulan, ular itu akan mematuk orang yang meninggalkan shalat, upasnya akan mendidih didalam tubuhnya selama tujuh puluh tahun sampai merontokkan seluruh daging tubuhnya.

Di dalam hadits yang lain disebutkan ;

: . . .

Barang siapa yang menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, Allah akan memberinya lima perkara :

1. Allah akan menghilangkan kesempitan penghidupannya.

2. Allah akan menghilangkan siksa kuburnya.

3. Akan diberikan buku catatan amalnya, dan ia terima

dengan tangan kanannya.

4. Ia akan lewati shirat seperti kilat yang menyambar.

5. Ia akan masuk surga dengan tanpa dihisab amalnya.

 

Dan barang siapa menganggap mudah urusan shalat dengan berjamaah, maka Allah akan mencabut keberkahan usaha dan rizkinya.

Seluruh amal perbuatan yang telah dilakukannya tidak akan diterima oleh Allah.

Akan dihapus tanda tanda kebaikan dari raut mukanya.

Dan ia akan membuat hati orang lain benci .

Ia akan mati dalam keadaan lapar dan dahaga, dan akan menjadi sangat berat pertanyaan kuburnya, disamping akan menjadi sangat sempit dan gelap gulita. Juga akan menjadi sangat berat hisabnya diakhirat nanti. Tuhannya akan sangat murka dan akan menyiksanya dengan masuk neraka.

Shahabat Qatadah berkata :

Tetaplah kamu menunaian shalat, karena shalat itu adalah budi pekerti seluruh orang mukmin.

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Ummatku adalah ummat yang dikasihani, malapetaka tak akan terelakkan dari mereka kecuali karena keikhlasan, doa, shalat dan orang orang lemah mereka.

Dan telah datang hadits hadits yang cukup banyak yang menunjukkan kekufuran bagi yang meninggalkan shalat, banyak hadits hadits yang diriwayatkan oleh beberapa shahabat Nabi diantaranya : Umar bin Khaththab, Abdur Rahman bin Auf, Muadz Bin Jabbal, Abu Hurairah, Ibn Masud, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah, dan abu Darda Radliyallahu anhum.

Juga sangat banyak para Ulama Salaf pengikut mereka, antara lain Imam Ahmad bin Hambal, Ishaq bin Rahawaih, Abdullah bin Mubarak, Imam Nakhai dan asih banyak Ulama yang lain.

Maka cukuplah wahai saudaraku, bagi anda sekalian untuk mengambil dalil dari hadits hadits tersebut yang menjelaskan tentang kufurnya orang yang meninggalkan shalat, demikian pula cukuplah dengan fatwa para shahabat dan para Imam yang telah meriwayatkan hadits hadits tersebut.

Andai kata orang yang meninggalkan shalat bukan karena karena berpaling dari Tuhannya, Yang telah menjadikan dirinya dengan sempurna, dan telah menegakkan, membimbing, memberi rizki makan dan minum, dan juga telah menunjukkan jalan keselamatan serta telah memberitahuan tentang tempat kembali bagi musuh musuhnya yaitu neraka.

Maka apakah pantas bagi seorang hamba yang lemah dan tercela apabila membangkang Tuhannya yang Maha Pemurah. Dan justru akan taat pada syetan yang terkutuk, yang telah mengeluarkan Bapak kita dari Sorga, dan mengajak menuju kepada jalan kerusakan.

Maka celakalah orang yang mengiuti dan memenuhi ajakannya, menentang perintah Tuhannya.

Alangkah kotornya orang yang mengikuti jalan hidup syetan, dan alangkah celakanya, alangkah kotornya dlohir batinnya, sepanjang hari pagi dan sore, orang yang mengikuti ajakan syetan.

Oleh karenanya wahai saudaraku bergegaslah ketika mendengar seruan adzan, untuk segera memenuhi panggilan Allah yang Maha Rahman.

Hati hatilah dari rayuan syetan dengan berbagai cara yang jadi senjata syetan, seperti dengan bermalas malasan dan menunda nunda, karena syetan itu jika diikuti menyebabkan kehinaan dan kerugian.

Dan ketahuilah wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan pertolongan dan petunjukNya kepada kita sekalian, Bahwa sesungguhnya bagi kamu sekalian ada kwajiban untuk memerintahkan kepada istri dan anak anak kamu agar mereka menunaikan shalat serta menjaganya, karena shalat adalah amanah dari Allah bagi kamu sekalian. Firman Allah Subhanahu wa Taala :

 

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

* *

,

 

,

3

 

Kebak Hikmah

* * * * * * : * * * * * *

 

 

(Qs. Al Baqarah : 26).

:

$

 

* * * * * * * : * *

 

( QS.Thaha : 124 )

: :

, * * * * * * * * * *

,

, ,

$ $ $ $

 

, * * * * * * * * * * : $

:

,

( QS.Al Hasyr : 7)

(QS.Adz Dzariyat : 56)

 

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ : : $

: . . . .

 

Sing sapa wonge shalat limang wektu kanti jamaah tur ajeg, mangka tumrap wong iku bakal di paringi limang perkara :

  1. Ora bakal ketaman faqir urip ana dunyane,
  2. Bakal di slametake dining Allah sangka siksa kubure.
  3. Bakal diparingi buku catetan amale ditampa kelawan tangan tengene.
  4. Bakal liwat ing shirat kelawan cepet kaya kilat kang nyamber.
  5. Allah bakal nglebokake swarga kelawan tanpa landrat lan tanpa ngrasakke siksa

Pada nyuwuna pitulung sira kabeh kelawan sabar lan shalat. (QS.Al Baqarah : 45)

(QS.Al Munafiqun : 9)

 

* * * , * * * * * * * * : $

(QS.Ath Thalaq : 2).

: , , .

*

 

Fadhilatusy Syaban

Tradisi ing Wulan Syaban

Nishfu Syaban

Marhaban Ya Ramadhan

Khutbah Jumah Tsaniyah

Khutbah Wulan Syaban 1428 H

* * * * * * * * * * *

(QS.Fushshilat : 18)

 

(QS.At Taubah 36).

.

, , ,

* * * * * *

2

,

* * * * * * * * * * * * * *

(QS. An Nahl 128).

, :

 

( An Nisa : 36 ).

.(QS.Al Hasyr : 10).

(QS. Muhammad : 19).

:

(HR.Abu Daud).