KHUTBAH PERTAMA

 

الحمد لله الذي اسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام الى المسجد الأ قصى أشهد أن لااله إلا الله وحده لا شريك له شهادةمعترفين بقصورهم وعن فضله غيرايسين وأشهد أن سيدنا ومولنا محمدا عبده ورسوله الذي أوضح سبيل السعادة لأمة أطاعت وارتقت اللهم صل وسلم وبارك علىسيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ما دام المسلمون في ترقيهم سالكين امابعد فيا ايها الحاضرون رحمكم الله اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan mencegah serta menjauhi segala larangan-Nya. Ketahulilah bahwasanya peningkatan taqwa kapada Allah dapat menumbuhkan kesadaran akan kekuasaan Allah Yang Mahatinggi.

Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rasulillah Muhammad saw. beserta seluruh keluarga, para sahabat dan seluruh kaum muslimin-muslimat sampai akhir zaman.

فيا اخواني الكرام اعلموا أن نبينا محمدا أسري من اليل السابع والعشرين من رجب من المسجد الحرام الى المسجد الأ قصى الذي بارك الله حوله ثم اعرج إلى السدرة المنتهى ليريه من اياته وليبلي المؤمنين والكافرين

Saudara-saudaraku yang dimuliakan oleh Allah.

Ketahuilah bahwa pada hari ke-27 bulan Rajab, Baginda Rasul telah diberangkatkan pada sebagian malamnya dari Masjidil Haram, Makkah sampai Masjidil Aqsha, Palestina yang daerah di sekelilingnya penuh dengan berkah dari Allah berupa tanaman dengan berbagai buah dan sungai-sungai yang mengalirkan air kesucian sebagai tanda kemurahan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Dari Masjidil Aqsha kemudian Nabi saw dinaikkan oleh Allah dengan perantaraan tangga spiritual menuju tujuh petala langit dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah setelah menempuh perjalanan dan bertemu dengan para Nabi, leluhurnya. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi merupakan tanda dan pesan akan sebagian keajaiban kekuasaan Allah dan sekaligus cobaan bagi orang-orang mu’min dan kafir.

Setelah peristiwa Isra’ dan Mi’raj tersebut, pada siang harinya beliau menceriterakan kepada kaum Quraisy. Namun apa tanggapan mereka? Mereka justru mengatakan bahwa Muhammad telah gila. Tidak lain dan tidak bukan mereka tidak memiliki sedikitpun keimanan yang tertanam pada hati mereka. Mereka hanya mengandalkan daya nalar yang menurut tingkatan rasionalitas mereka ketika itu tidak mampu mencerna peristiwa tersebut.

Tidak sedikit dari kalangan muslimin sendiri ketika itu, juga tidak percaya hingga akhirnya keluar dari agama Islam yang telah dianutnya. Begitulah keadaan orang-orang yang hanya mengandalkan daya rasionalitas tanpa disinergikan dengan keimanan agama dalam relung lubuk hati yang dalam. Musibah ini tidak berlaku bagi Abu Bakar ra. Setelah mendapatkan pemberitaan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi tanpa berpikir panjang ia langsung mempercayainya. Inilah yang menjadikannya diberi gelar Ash-Shiddiq.

 

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Hikmah terpenting yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. adalah perintah langsung dari Allah, sholat lima waktu, tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril as. Imam Ibnul ‘Arabi dalam Ahkamul Qur’annya mengatakan:

في هذه القصة كان فرض الصلاة وقد روي أن النبي صل الله عليه وسلم يصلي قبل الإسراء صلاة المشي والاشراق, ويتنفل في الجملة ولم يثبت ذالك من طربق صحيحة حتى رفعه الله مكانا عليا وفرض عليه الصلاة ونزل عليه جبريل فعلمه أعدادهاوصفاتها

Di dalam kisah Isra’ Mi’raj terdapat kewajiban sholat. Telah diriwayatkan bahwasanya Nabi saw.  sebelum Isra’ dan Mi’raj, melakukan sholat pada waktu sore dan pagi hari. Dan beliau mengambil kelebihan jumlah sebagai kesunahan dalam jumlahnya. Hal itu tidaklah ditetapkan melalui jalan yang sah (ketetapan Allah) sehingga beliau diangkat di tempat yang tinggi (pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj) dan diwajibkanlah sholat. Kemudian Jibril turun untuk mengajarkan akan bilangan dan sifat-sifat atau tata cara sholat.

 

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Pristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan puncak perjalanan spiritual Nabi saw. Tidak hanya berhenti pada langit ke-tujuh, batas perkenan ungkapan verbal yang terkandung oleh Malaikat, melainkan berlanjut kepada komunikasi batin tanpa kata namun justru sarat makna. Maka itulah sebabnya ibadah sholat seseorang yang di dalam perutnya terkandung makanan yang tidak halal, sholatnya untuk satuan waktu, taruh kata Nabi 40 hari, ditolak!!! Apakah itu artinya? Ia telah gagal berkomunikasi batini dengan Tuhannya. Betapa banyak orang yang hanya mementingkan tata kelahiran dan mengabaikan yang batini, misalnya ketika sholat justru mbatin perkara yang tidak-tidak, bukannya meniadakan hal yang terlalu mengada-ada, hati kacau dengan isi hati.

فيا ايها الحاضرون رحمكم الله وقد قال الله تعالى في كتابه الكريم أعوذبالله من الشيطان الرجيم واقم الصلوة إن الصلوة تنهى عن الفخشاء والمنكر

Dan dirikanlah sholat! Sesungguhnya sholat sekarang juga dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Seseorang yang mendirikan sholat berarti berusaha untuk berkomunikasi langsung baik secara lahir maupun batin kepada Ilahi Rabbi yang ada di luar jangkauan ruang dan waktu. Tidaklah cukup hanya melantunkan kalimah Agung Allahu Akbar kemudian ruku’ dan sujud sebagai simbol pengakuan, penghormatan dan peninggian Allah swt. Kita harus berusaha mencapai makna batini sholat. Sholat adalah wahana agar kita dapat Mi’raj, melintasi dunia lahir menuju tataran batin sebagai motor penggerak anggota tubuh yang mencerminkan kilauan pancaran sifat-sifat dan perbuatan Sang Pencipta. Kegagalan pencapaian makna batiniyah sholat, dengan mbatin yang tidak-tidak, akan berakibat pada lahirnya perbuatan yang menentang perintah syari’at. Keberhasilan pencapaian makna sholat atau mi’raj kita akan menuntun batin selalu berpikir akan Allah, batin yang berhati-hati, tidak saja melakukan perbuatan yang kontradiktif dengan peintah agama, berpikir untuk berbuat pun, tidak.

 

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Apabila seorang muslim melakukan sholat, namun sholatnya tidak menjadikan meningkatnya iman dan taqwanya kepada Allah, akhlaq dan budi pekertinya tetap buruk, maka sama saja bagaikan orang yang masuk ke kamar mandi setelah itu tidak jadi mandi. Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadis Rasulillah. Rasulullah bersabda:

أريتم لو أن نهارا بباب أحدكم يغتسل فيه كل يوم خمسا ماتقول ذالك يبقى من درنه؟ قالوا لا يبقى من درنه شيئا قال فذالك مثل الصلوة الخمس

Jikalau dihadapan pintu salah satu dari kamu semua terdapat sungai, pada hal ia setiap harinya mandi lima kali, bagaimanakah pendapatmu sekalian? Masihkah tersisa kotoran di badannya?  Para sahabat menjawab, “Tentu saja tidak ada kotoran yang tertinggal padanya.” Rasulullah bersabda,”Itulah perumpamaan sholat”

 

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Marilah kita bersama-sama selalu berihtiar meningkatkan kwalitas sholat sebagai proses perjalanan spiritual yang benar-benar dapat termanifestasikan dalam pola kehidupan sehari-hari. Dengan bertitik tolak pada mi’raj ketika sholat, kita berharap terbentuk pribadi Muslim yang betul-betul kaaffah.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله مناومنكم انه هو السميع العليم