AN NIDA'

Khuthbah Jum'ah
 

 

 


  
H.Abu Royhan

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Keprihatinan Orang Tua

* * * * * * * * * * * * * * *

 

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah senantiasa kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah dengan berupaya memenuhi perintah Allah, dan meninggalkan segala yang dilarang, agar senantiasa kita mendapatkan anugerah rahmat dan kebahagiaan sejak kita hidup di dunia ini, sampai di akhirat kelak, dengan ridla Allah Subhanahu wa Taala , Amiin.

Marilah kita sejenak memperhatikan sabda Nabi Yaqub Alaihis salam, ketika mengumpulkan anak cucunya seraya bertanya, sebagaimana yang dikisahkan di dalam Al Quran :

Ketika Yaqub berkata pada putra putranya : Apa yang akan kalian sembah nanti sepeninggalku ?

(QS. Al Baqarah 133).

Pertanyaan Nabi Yaqub kepada putra putranya ini menggambarkan keprihatinan orang tua terhadap generasi penerusnya dalam hal agama, aqidah dan peribadatannya. Sebagai pelajaran bagi kita semuanya, bahwa kita harus senantiasa memperhatikan peribadatan anak cucu kita. Sedang kan Nabi Yaqub sebagai seorang Nabi saja, begitu menghawatirkan terhadap anak cucu keturunannya . Apalagi anak anak kita, dimana kita hanya sebagai manusia biasa , tentu keadaan anak anak kita akan lebih menghawatirkan. Kita tentu harus lebih memperhatikan, terlebih kita hidup dimasa sekarang ini, godaan lebih besar, pengaruh dan segala sesuatu sangat mengancam terhadap itiqad dan keyakinan kita. Tak dapat kita pungkiri kehidupan di masa sekarang ini terasa semakin sulit dan berat, persaingan dalam hidup semakin ketat. Semuanya lantaran pengaruh keadaan, hidup penuh dengan persaingan, sehingga mempengaruhi cara hidup, dan pola pikir masyarakat yang selalu tak pernah mau merasa kalah, juga tak pernah mau bersyukur menerima keadaan. Bahkan selalu merasa kurang, karena selalu melihat yang serba lebih dari kapasitas dirinya. Yang semuanya hanya diukur dengan materi dan kebendaan. Akhirnya masyarakat kita senantiasa silau menatap kehidupan yang serba glamour. Akhirnya kena penyakit matrialisme. Yang lebih dikhawatirkan oleh orang tua pada umumnya terhadap anak cucu hanyalah masalah masalah materi, khawatir jika tidak kebagian, mereka tidak seperti Nabi Yaqub :

tetapi

Apa yang akan kamu makan setelah aku tiada

 

Saudaraku kaum Muslimin yang berbahagia,

Jarang jarang orang tua di zaman dan saat ini, yang memberikan perhatian terhadap anak anaknya dalam hal keyakinan dan peribadatan seperti Nabi Yaqub AS. Oleh karena pemahaman tentang hidup yang telah kacau lantaran pengaruh kehidupan yang telah banyak

mempengaruhi pola pikir mayoritas masyarakat kita.

Paham yang serba materi dan kebendaan telah merasuki pikiran masyarakat pada ummnya, membuat keadaan memjadi berbalik dan kacau. Karena tuntutan materi dan persaingan, sehingga orang hidupnya untuk bekerja, bukan bekerja untuk hidup, untuk dapat memenuhi keinginan dan tujuan hidupnya. Sehingga tak pernah menghitung tujuan jangka panjangnya, menggapai kabahagian hidup di dunia ini sampai di akhirat kelak. Tetapi yang dikejar hanyalah tujuan jangka pendek, bagaimana agar dapat tercapai keinginan dan impianya, supaya dianggap orang sukses, hidup tidak kalah bersaing, harus selalu menang persaingan. Bahayanya orang semacam ini banyak melupakan ajaran dan tuntunan agama, tak lagi memperhitungkan halal haram, yang penting kesampaian dan tercapai keinginan. Selama tubuh sehat, mampu berbuat, tanpa kenal waktu untuk istirahat, siang malam terus bekerja, harus berkarya dan membawa hasil karya. Hidup hanya untuk bekerja. Bahkan sampai rela sekalipun harus mengorbankan jiwa dan raga. Akhirnya terbukti, harta benda yang sangat dicinta, ternyata tak mampu melanggengkannya, apa lagi mempertahankan hidupnya. Ternyata harta benda yang dihasilkan dengan susah payah , belum sempat dinikmatinya, terpaksa semua harus ditinggalkannya, hartanya tak mampu menghalangi kehendak Allah Yang Maha Perkasa, ia dipanggil menghadapNya sebelum usia tua. Atau sebaliknya justru harta benda yang meninggalkannya, karena dipaksa oleh keadaan yang harus menguras harta benda kekayaannya untuk menebus obat penyakit yang diderita, yang akhirnya hilanglah penyakitnya bersama nyawa yang hanya satu satunya.

Oleh karena itu marilah kita luruskan faham kita tentang hidup ini, bukan hidup untuk bekerja, tetapi bekerja untuk hidup. Sehingga bekerja tidak dengan rakus harus menghasilkan sebanyak banyaknya, tetapi sebatas sebagai sarana menyambung hidup, dan bukan sebagai tujuan hidup.

Adapun tujuan dan misi hidup ini adalah menghambakan diri beribadah kepada Allah Subhanahu wa Taala. Oleh karenanya perhatian dan rasa khawatir terhadap itiqad an keyakinan anak anak kita harus tertanam dalam hati setiap orang tua, agar menumbuhkan upaya dan budi daya orang tua, demi anak cucu generasi selanjutnya tetap melestarikan peribadatan dan keyakinan generasi pendahulunya, sebagaimana firman Allah :

Dan hendaknya takut dan khawatir orang orang yang apabila mereka meninggalkan generasi yang lemah. Supaya mereka khawatir terhadap anak cucunya, Dan hendaknya mereka takut kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucap dengan ucapan yang benar.(QS.An Nisa 9).

 

Saudara ku Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Allah telah memberi peringatan kepada kita para orang tua, jangan sampai kita keliru mendidik dan mengasuh anak anak kita, yang harus kita khawatirkan terhadap anak anak kita adalah lemahnya agama dan keyakinan anak anak kita. Adapun tentang materi, ekonomi dan kehidupan, kita yakin anak cucu kita nanti kan lebih pandai dari pada kita semua. Coba kita tengok kebelakang tentang kehidupan kita dimasa lampau, kita bandingkan dengan kehidupan sekarang. Mestinya kita harus bersyukur, keadaan saat sekarang serba lebih makmur. Akan tetapi kenyataan kita malah banyak ingkar, kufur tidak bersyukur. Padahal orang tua kita dahulu mendidik kita yang penting anak pintar, tak pernah membuat target tertentu. Kenyataan keadaan kita lebih baik ketimbang masa lampau. Artinya kita tak perlu berlebihan mengkhawatirkan masa depan ekonomi generasi kita, tetapi yang terpenting membekali dengan modal kepandaian dan ilmu pengetahuan. Yang harus kita khawatirkan adalah manakala anak cucu, kita tinggalkan dalam keadaan bodoh tanpa pengetahuan, lemah agamanya , lemah imannya. Karena yang akan menderita kerugian tidak hanya kereka tetapi kita semua sebagai orang tua. Kenapa kita tinggalkan generasi kita dalam keadaan bodoh, tentu oleh karena kita kurang memberi perhatian dan mengabaikan kwajiban. Kita membawa amanat, tidak hanya urusan sandang pangan , papan dan kesehatan saja, tetapi juga pendidikan, terlebih agama, akhlaq dan aqidahnya, menjadi kwajiban bagi orang tuanya .

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita sadar, kwajiban mendidik anak anak kita, kita bekali mereka pengetahuan, jangan sampai kita meninggalkan generasi yang bodoh tanpa pengetahuan agama. Nabi memperingatkan para orang tua,

Barang siapa yang meninggalkan anak dalam keadaan bodhoh (tidak mengerti agama) , niscaya dosa yang dilakoni anak oleh sebab bodhonya, dibebankan kepada orang tuanya

Semoga kita mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah Taala. Memenuhi amanat kwajiban mendidik anak anak kita, kelak kemudian menjadi generasi yang shalih shalihat, selamat dunia akhirat. Amin

* * * *

2

 

Perjalanan Manusia

* * * * * * * * : * * *

 

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yag sebenar benar taqwa, dengan senantiasa menunaikan perintah serta menjauhi yang dilarang, dalam keadaan seperti apapun, dimanapun dan kapanpun. Agar kita senantiasa mendapatkan rahmat dan kebahagiaan hidup didunia ini sampai di akherat.Amiin.

Saudaraku Kaum Muslimin yang berbahagia,

Perjalanan hidup manusia pada akhirnya tentu hanya menuju satu diantara dua tempat, surga atau neraka. Allah menciptakan keduanya tentu juga menciptakan calon penghuni yang bakal menempatinya. Kita juga tentu maklum siapa yang bakal menempati masing masing keduanya. Karena Allah telah menjanjikan akan menempatkan hambanya yang beriman di surga, dengan firman Nya :

 

Allah Taala telah menjanjan kepada orang orang mukmin laki laki maupun perempuan, bakal memasukkan di dalam surga , yang dari bawah surga itu mengalir bengawan merka akan langgeng selamanya, ditempat yang indah indah dan bagus di dalam surga Adn.. (QS. At Taubah : 72).

Janji ini sebagai berita gembira dari Allah bagi kita orang orang mukmin, akan mendapatkan anugerah kamulyaan yang kekal didalam surga Adn. Adapun yang bakal tinggal menghuni neraka, Allah juga telah berfirman, menyiapkan calon calon penghunininya, sebagai ancaman yang difirmankan dalam Al Quran :

Allah telah memberikan ancaman bagi orang orang munafiq laki maupun perempuan dan juga bagi orang orang kafir, akan dimasukkan di dalam neraka jahannam selama lamanya tak akan dikeluarkan di dalamnya . (QS. At Taubah : 68).

Sesungguhnya telah jelas siapa yang bakal mulia masuk kedalam surga, dan siapa yang akan celaka terjerumus kedalam neraka. Orang orang yang beriman laki maupun perempuan, akan bahagia hidupnya dialam surga selamanya, begitupun sebaliknya orang orang kafir yang tidak beriman, yang selalu membangkang dan menentang kepada peraturan Allah, akan hina dina dan disiksa dilembah neraka selamanya. Demikian pula orang orang munafiq, orang yang nampaknya Islam, melakukan shalat juga shiyam bahkan menunaikan haji, akan tetapi didalam hatinya sama sekali tiada iman, bahkan mungkin memusuhi Islam. Orang ini nampak lahirnya sangat baik, tetapi sesungguhnya hatinya sebaliknya. Ibarat ketela pohon yang direbus, matang diluarnya tetapi mentah didalamnya, kita menyebutnya ketela konyol. Orang semacam ini juga akan menghuni neraka Jahannam selamanya. Oleh karenanya berhati hatilah menghadapi orang semacam ini, jangan sampai kita terpedaya olehnya, terbujuk oleh penampilan lahir, yang menampakkan kebaikan tetapi sesungguhnya memusuhi Islam dari dalam Islam itu sendiri.

Apabila tela jelas siapa orang yang akan menghuni surga, dan siapa pula yang akan menghuni neraka, Maka marilah kita jaga diri kita, jangan sampai tidak termasuk orang orang yang akan menghuni surga. Singkatnya orang itu terbagi menjadi tiga :

1. orang mukmin, orang yang beriman kepada Allah dan utusanya, calon penghuni surga.

2. orang kafir, orang yang membangkang, menentang kepada Allah, tidak percaya kepadan Allah dan utusanya, calon penghuni neraka, sebagaimana janji dan ancaman Allah.

3. orang munafiq, calon penghuni neraka, orang yang lahirnya menampakkan keislamanya tetapi tidak ada iman didalam hatinya .

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Jelaslah janji dan ancaman Allah, oleh karena kita telah mendapatkan anugerah dari Allah berupa akal yang sempurna, kemampuan berdaya dan berupaya, marilah kita gunakan dengan pertimbangan akal dan fikiran kita, kemudian berikhtiyar, berupaya menggapai kebahagiaan hidup didunia ini sampai diakhirat kelak. Dengan cara melakukan amal amal shalih dan menambah thaat ibadah kita kepada Allah. Tersebut dalam kitab Nashaihud diniyah bahwa Nabi pernah bersabda :

, ,

Berbuatlah kamu, karena setiap manusia itu dimudahkan melakukan perkara yang menuju kearah dimana ia di ciptakan. Barang siapa yang diciptakan calon penghuni surga, niscaya akan dimudahkan berbuat amal sebagaimana ahli surga. Dan barang siapa yang diciptakan calon penghuni neraka, niscaya akan dimudahkan berbuat amal sebagaimana ahli neraka. (Nashaihud diniyah : 17).

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Manakala kita memang tercipta sebagai calon penghuni surga, tentulah mudah bagi kita berbuat baik, melakukan ibadah dan amal shalih, tanpa rasa malas dan terasa mudah dan ringan, seolah olah dituntun bagai air mengalir menuju tempat yang rendah, karena memang sudah beriman dan bersemangat untuk beramal baik, memang orang inilah calon ahli surga. Sebagaimana firman Allah :

Orang orang yang beriman dan beramal shalih, mereka itulah orang orang yang akan kekal di dalam surga Naim.

(QS. Al Hajj : 56).

 

Saudaraku Kaum Muslimin yang berbahagia,

Orang orang yang beriman dan bertaqwa , takut kepada

Allah dan juga beramal shalih, akan mendapatkan kegembiraan, kebahagiaan hidupnya sejak didalam dunia sampai dialam akhirat, sesuai dengan impian dan keinginan setiap manusia bahagya didunia dan akhirat, sebagaimana yang senantiasa dipohonkan dalam doa di setiap saat. Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah manakala benar benar memenuhi perintah Allah senantiasa beriman dan taqwa. Allah telah menjanjikan menjanjikan :

*

"Orang orang yang beriman dan bertaqwa, bagi mereka kebahagiaan di dalam hidupnya di dunia dan di akhirat, tiada pernah ada perubahan bagi janji Allah, Demikian itu semua sebagai angerah yang agung (QS.Yunus : 63-64).

 

Wusana kata semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dan pertolongan, sehingga mampu memenuhi kwajiban menghambakan diri kepada Allah, tetap iman Islam sampai akhir hayat, khusnul khatimah.

*

* * : * * * * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

Tarbiyatul Aulad

* * * * * * * * *

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, senantiasa memenuhi segala perintahNya dan menjahui segala yang diarangNya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, ramai maupun sepi, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta kebahagyaan dari Allah Taala, sejak kehidupan di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti, Amiin . Allah telah berfirman :

 

Dan sesungguhnya Allah itu senantiasa menyertai orang orang yang bertaqwa dan berbuat kebajikan.

(QS.An Nahl 128).

 

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah sejenak kita renungkan bahwa kita hidup ini sesungguhnya memikul beban tanggung jawab amanat dari Allah Taala. Karena kita sebagai hamba Allah yang dikaruniai akal. Oleh sebab itulah apa yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita hakikatnya adalah amanat yang harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Taala.

Amanat Allah kepada kita antara lain adalah anak. Kwajiban kita terhadap anak tidak hanya sekedar mencukupi sandang pangan, papan dan kesehatan saja, akan tetapi juga pendidikan. Artinya kita punya tanggung jawab untuk mendidik putra, terlebih pengetahuan tentang agama dan tatakrama. Agar kelak anak dapat memenuhi kwajiban sebagai seorang hamba dihadapan Allah, menunaikan kwajiban ibadah penghambaan diri secara baik, demikian pula memiliki bekal dalam hidup bergaul dengan sesama makhluq ciptaan Allah, anak harus kita ajari tatakrama, adab dan etika, supaya mampu menjaga hak haknya dalam pergaulan ditengah tengah masyarakat. Nasehat Nabi Ibrahim kepada para putra putranya, demikian juga Nabi Yaqub, sebagaimana dikisahkan dalam surat Al Baqarah 132,

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(QS.Al Baqarah :132)

Sebagai orang tua, kita harus menunaikan amanah ini, dengan mendidik anak supaya anak juga mengetahui dan menunaikan hak dan kwajibannya menghambakan diri beribadah kepada Allah dengan baik.

Demikian pula kita wajib mendidik anak kita, agar dapat menunaikan kwajibannya beribadah dengan benar, tidak sebatas melaksanakan tradisi, meniru praktek ritual dari lingkungan, keluarga dan nenek moyang semata. Akan tetapi harus didasarkan atas ilmu pengetahuan dan aqidah yang benar. Sesungguhnya anak kita akan bagaimana keadaannya, itu sangat tergantung kepada orang tua. Tanggung jawab orang tua terhadap putra putrinya terutama tentang agama dan tatakerama akan sangat menentukan pada mereka. Apa bila anak selalu taat dan patuh kepada orang tuanya, ini sesungguhnya lantaran upaya dan ikhtiyar orang tua juga. Demikian sebaliknya manakala anak durhaka, selalu menentang dan membangkang terhadap kedua orang tuanya, tentu hakikatnya karena kelalaian orang tua juga. Orang tua harus mawas diri kenapa anaknya demikian. Karena anak itu pada awalnya bagaikan adonan yang masih murni putih. Akan berwarna apa nantinya, dan akan jadi apa, sangat tergantung dari tanggung jawab dan usaha orang tua. Sebagaimana hadits Nabi :

, , ,

 

Semua bayi yang dilahirkan adalah dalam fithrah Islam. Hanya saja bapak ibunya yang menjadikan anaknya menjadi yahudi, utau nashrani, utau majusi. (HR. Muslim).

Oleh karenanya semenjak usia dini orang tua harus benar benar mendidik anak terutama dalam hal akhlaq dan aqidah anaknya. Agar kelak kemudian ketika anak tumbuh dewasa, orang tua tak akan khawatir lagi terhadap pengaruh yang mungkin mencemari atau merusak aqidah keyakinannya, dan tak akan susah payah memerintahkan kepada anak untuk memenuhi kwajibannya. Karena anak sudah cukup kuat pondasi keimanannya, tertanam sejak kecil tumbuh dan dibina menjadi semakin kuat ketika anak dewasa. Demikian pula ketaatan dan kepatuhannya terbiasa dan tertanam dalam dilubuk hatinya, dibarengi dengan pengetahuan agama sehingga mereka semakin memahami tentang hak hak dan kwajibannya.

Pada akhirnya harapan orang tua tehadap anak anaknya, jadilah mereka sebagai generasi dan dhurriyyah thoyyibah yang menjadi jariyah bagi orang tua dan para pendahulunya. Senantiasa mengalir kebaikannya kendatipun kedua orang tuanya telah tiada dan telah putus usahanya, akan tetapi tetap hidup kebaikannya oleh karena anak cucu yang ditinggalkannya, tetap melestarikan amal baik dan senantiasa berdoa untuk orang tua dan para pendahulunya. Firman Allah :

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka , berdoa :

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

( QS.Al Hasyr : 10 ).

Demikian juga hadits sabda Nabi yang sangat terkenal :

,

Ketika telah meninggal anak Adam maka putuslah semua amalnya kecuali tiga perkara shadaqah jariyah, atau ilmu yang manfaat, utau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.

Kaum Muslimin yang Mulia,

Oleh karena itu sebagai orang tua, marilah kita berfikir dan sejenak merenung, akan kemana lagi kita akhirnya, tentu kita akan meninggalkan generasi pewaris kita, jangan sampai kita meninggalkan mereka dalam keadaan bodhoh, terlebih ilmu pengetahuan agama akhlaq budi pakerti dan tatakrama. Harta benda mungkin sirna, rumah, sawah bisa berubah, sertipikat tanah, bisa sekolah. Tetapi ilmu pengetahuan akan membawa kemuliaan. Insya Allah dunia akhirat tak akan terhina. Menurut sabda Nabi tiga hal yang akan kekal tiada habisnya, bak air mengalir tiada henti, kendati kita mati tak mampu berbuat apa apa, tetapi pahala akal lestari tiada hentinya, selama ada salah satu dari tiga perkara :

Satu : Harta yang digunakan untuk shadaqah jariyah,

Kedua : Ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan di manfaatkan oleh banyak orang .

Tiga : Anak shalih yang mendoakan orang tua.

Tiga hal ini hendaklah ada yang kita miliki, yang dapat membawa kita kejalan keselamatan. Jangan sampai ketiga tiganya kita kehilangan tak kebagian. Barang kali yang terdekat bagi kita pada umumnya, yang telah tersedia modalnya adalah wujudnya anak anak kita. Harta tak setiap orang cukup untuk beramal jariyah, tak setiap orang mampu melakukannya. Ilmu yang bermanfaat yang memiliki umumnya para alim ulama yang mendidik ummat dan anak anak kita, kita tidak termasuk kelompok ke dua ini pula. Tetapi anak pada galibnya kita memilikinya, tinggal upaya dan budi daya agar putra putri kita menjadi anak yang shalih dan shalihah, yang senantiasa berdoa untuk orang tuanya. Padahal kenyataan tidak mudah anak itu menjadi shalih, tanpa didikan ilmu pengetahuan agama dan tatakrama. Anak anak kita sekarang, yang pandai dan cerdas tak tebilang, tetapi yang shalih shalihah ternyata jarang jarang. Apa sebabnya ?

Kalau kita runut dan kita jujur mengakui, jawabnya ada pada diri kita masing masing orang tua. Yaitu bahwa ternyata kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan agama dan tata krama bagi anak anaknya.

Kenapa orang tua hanya sedikit menaruh perhatian pada pendidikan agama buat anaknya ?.Jawabnya sederhana, karena agama tak dapat menjanjikan materi apa apa buat masa depan anaknya.

Dengan alasan inilah orang tua tidak tertarik mendidik anaknya pintar ilmu agama. Cukuplah belajar agama di masa kanak kanakya, kalau sudah dewasa harus pandai segala macam pengetahuan, meskipun pada akhirnya juga tak kebagian apa apa. Karena derajat, kedudukan terhormat, ternyata seakan akan hanya untuk kalangan terbatas dan bukan untuk umumnya masyarakat.

Semoga kita semua segera sadar, jangan ampai berlarut larut dalam kekeliruan memilih, agar tak menyesal dikemudian hari. Anak anak kita mendapat pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya dan untuk masyarakat, bagi hidupnya dunia akhirat.

 

* * * : * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

Syukkrun Nikmah

, * * * * * * * . * * * * * * : *

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan berupaya menunaikan perintahnya dan mejauhi larangan Nya. Dengan harapan semoga senantiasa kita mendapat rahmat dan hidayahNya. Dan kita termasuk hamba yang mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Amin.

Selanjutnya, marilah bersama sama kita sadari begitu banyak anugerah dan nikmat Allah yang terlimpah kepada kita, baik yang berupa material maupun in material yang kita gunakan didalam kehidupan di dunia ini. Saking banyaknya, hingga tak akan mampu kita menghitungnya. Allah telah berfirman :

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak akan mampu menghitungnya. (QS.Ibrahim : 34).

Lafadl Syukur diambil dari lafadl syakara, yang berarti membukak, sebagai kebalikan lafadl kafara (kufur) yang berarti menutup.

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dan menggunakan nikmat tersebut pada sesuatu yang di ridlai oleh Dzat Yang memberi nikmat. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Allah telah berfirman :

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

(QS: Ibrahim : 7)

Pada dasarnya segala bentuk kesyukuran itu harus ditujukan hanya untuk Allah Dzat yang memberi nikmat. Akan tetapi bukan berarti kita tidak boleh berterima kasih kepada sesama yang telah menjadi perantara datangnya nikmat tersebut, justru kita harus juga menyatakan syukur dan terima kasih kepada fihak yang telah menjadi perantara datangnya nikmat Allah.

Hal ini dapat kita fahami dari firman Allah, yang memerintahkan kita untuk berterima kasih kepada kedua orang tua kita, yang telah menjadi media wujud kita terlahir di dunia ini. Firman Allah Taala :

Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS.Luqman : 14).

Perintah bersyukur kepada kedua orang tua merupakan isyarat agar kita bersyukur kepada siapapun yang telah berjasa dan menjadi perantara atas datangnya nimat anugerah Allah tersebut. Barang siapa yang tak mau bersyukur dan tak mau berterima kasih kepada sesama manusia yang telah berjasa, berarti ia tak bersyukur kepada Allah. SWT. Secara tegas Nabi Muhammad Sallallahu alai wa sallam bersabda :

Barang siapa yang tak mau bersyukur dan tak mau berterima kasih kepada sesama manusia , berarti ia tidak bersykur kepada Allah

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Manfaat syukur, akan kembali kepada orang yang bersyukur. Allah tak akan mengambil keuntungan apapun dari syukur hambanya, sebagaimana Allah tak akan merugi dan tak akan berkurang kewibawaan dan keAgunganNya bila hambanya tak mau bersyukur dan kufur atas nikmat karunia Nya.

Ada berbagai cara untuk mensyukuri nimat Allah Taala, antara lain :

1.      Syukur bil qalbi :

Menyadari sepenuh hati semua nimat dan prestasi yang diterima seorang hamba, tidak hanya hasil oleh karena kepandaian, keahlian dan kerja keras, akan tetapi karena fadlal dan anugerah Allah Taala. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk tidak merasa kecewa dan tidak merasa berat menerima nimat Allah. Meskipun hanya kecil atau sedikit.

2. Syukur bil lisan :

Mengakui dan menyatakan dengan lisan melalui ucapannya bahwa segala nimat hanya dari Alah semata. Pengakuan inipun disertai memuji kepada Allah dengan ucapan Al Hamdulillah, ucapan ini merupakan manifestasi pengakuaan bahwa yang paling berhak menerima pujian hanyalah Allah semata.

  1. Syukur bil arkan :

Menggunakan nimat anugerah Allah untuk hal hal yang diridlani Allah SWT. Sebagai Dzat Yang Memberi nimat tersebut.

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Syikap syukur ini harus menjadi kepribadian kita kaum Muslimin. Sikap ini mengingatkan kita supaya mau berterima kasih kepada Dzat Yang Memberi nimat dan kesanggupan untuk berterima kasih kepada orang lain yang menjadi perantara datangnya nimat yang kita terima. Dengan bersyukur seseorang akan ridla terhadap nimat yang diterima, dengan tetap meningkatkan upaya dan ikhtiyar untuk mencapai nimat yang lebih baik.

Semoga Allah Taala senantiasa melimpahkan taufiq dan hidayah Nya kepada kita semua, sehingga kita pandai bersyukur kepada Allah dan sanggup berterima kasih kepada orang lain yang telah menjadi lantaran nimat yang kita terima.

* * * : * * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Slalat Jumah

, * * * * * * * * * : * *

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Taala karena hanya dengan rahmatNya lah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul ditempat mulia ini untuk memenuhi panggilanNya, dengan selamat sejahtera sehat wal afiat tiada satupun aral merintangi kita. Dengan harapan semoga pertemuan kita saat ini termasuk ibadah kita yang diterima disisi Allah Subhanahu wa Taala.

Selanjutnya marilah kita tingkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintah Nya, dan juga meninggalkan segala yang menjadi larangan Nya, agar kita senantiasa juga mendapat rahmat dan anugerah Nya, mendapatkan kebahagyaan hidup dari Allah Taala, sejak di dunia yang fana ini sampai kelak di alam akherat yang baqa, Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya :

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Maidah : 9).

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Kita telah memahami bahwa shalat Jumat ini adalah wajib hukumnya bagi kita semua, orang Islam yang akil baligh, shifat laki laki dan muqim berdomisili bukan sedang sebagai musafir dan dalam keadaan fisik yang sehat. Setelah dikumandangkan seruan untuk menunaikan shalat Jumat, wajib bagi kita meninggalkan segala aktifitas dan kesibukan, untuk segera menuju tempat peribadatan menunaikan kwajiban shalat Jumah. Bahkan sampai diharamkan melakukan aktifitas ekonomi, jual beli, dan segala bentuk kegiatan. Sebagaimana firman Allah di dalam surat Jumat tersebut didepan , yang artinya :

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumah : 9).

Di dalam ayat ini mengandung dua hal:

1. perintah , 2. larangan.

  1. Perintah untuk segera menunaikan shalat Jumat, perintah pada ayat ini mengandung makna wajib, sahingga berdosa bagi orang mukallaf yang mengabaikan kwajiban ini tanpa udzur.
  2. Larangan, Di dalam ayat ini mengandung makna haram, sehingga semua kegiatan dan kesibukan haram dilakukan, ketika telah terdengar panggilan shalat Jumat, oleh muadzin shalat Jumat.

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Perintah lan laranganipun Allah terebut, belum difahami dan ditunaikan oleh kebanyakan ummat Islam. Bukti tak dapat kita tutupi, bahwa kenyataan dari ummat Islam yang mayoritas di daerah kita ini, hanya sekian ini yang memenuhi perintah wajib shalat Jumat ini. Masih banyak yang belum mau melaksanakan kwajiban shalat Jumat. Andaikan ummat Islam semuanya menunaikan kwajiban ini, niscaya kapasitas masjid kita ini tak akan mampu menampung seluruh jamaah. Bahkan tak sedikit orang Islam yang tidak menunaikan shalat Jumat lantaran masih sibuk melakukan pekerjaannya. Bagi kita sekali kali, jangan sampai berani meninggalkan kwajiban shalat Jumah ini, kecuali karena udzur. Terlebih jika sampai meninggalkan shalat jumah tiga kali secara berturut turut tanpa ada udzur dan halangan yang merintanginya, orang ini akan tercatat sebagai orang munafiq, seperti sabda Nabi dalam hadits :

Barang siapa yang meninggalkan shalat Jumah sampai tiga kali dengan tanpa udzur, maka orang itu adalah munafiq.(HR. Ibnu Hibban lan Ibnu Huzaimah).

Padahal orang munafiq itu termasuk golongan orang yang akan menghuni neraka. Firman Allah :

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

(QS. An Nisa : 145).

 

Saudara saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Allah melarang segala kegiatan dan aktifitas ekonomi ketika waktunya shalat Jumat. Kecuali ketika shalat Jumat telah usai ditunaikan, kita diperbolehkan melanjutkan aktivitas ekonomi untuk mencapai anugerah Allah, sebagaimana firman Nya :

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

(QS. Al Jumah :10).

Saudara saudara sekalian, Rahimakumullah

Didalam ayat ini juga mengandung perintah supaya segera bertebaran, bubar untuk mencari anugerah Allah setelah kita tunaikan Shalat Jumat, Akan tetapi maksud perintah ini, bahwa perintah yang ada di dalam ayat ini tidak menunjukkan hukum wajib. Artinya tidak wajib bagi kita ketika telah selesai shalat Jumat, kemudian harus segera bubar melanjutkan aktifitas. Oleh karena perintah di dalam ayat ini ayat hanya menunjukkan makna ibahah ; artinya diperbolehkan, Karena perintah yang jatuh setelah larangan. Menurut para ulama ahli ushul, bahwa ketika ada perintah yang jatuh setelah larangan itu menunjukkan ibahah ; diperbolehkan, artinya boleh tidak wajib, ada suatu qaidah mengatakan :

Perintah yang datang setelah larangan itu menunjukkan makna ibahah ; diperbolehkan.

Untuk itu ketika kita telah selesai menunaikan shalat Jumat, kita tidak harus serta merta bubar karena perintah tersebut, tetapi kita cukupkan dulu amaliyah bakda shalat fardlu, seperti membaca aurad bakda shalat, kemudian berdoa, dan melakukan shalat sunat badiyah. Tidak harus tergesa gesa segera bubaran. Bahkan seyogyanya tunaikan dulu perintah Nabi, seperti membaca surat fatihah, surat ikhlash dan muauwidzatain ketika telah selesai shalat Jumat sebelum meninggalkan tempat duduk, Sabda Nabi yang diriwayatkan dari shahabat Aisyah RA :

: ( )

Hadits diriwayatkan dari Aisyah RA. Bahwa Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : Barang siapa yang membaca surat qul huwallahu ahad, quil audzu bi rabbil falaq lan qul audzu bi rabbinnas tujuk kali setelah shalat jumah, maka Allah Subhanahu wa Taala akan memberikan perlindungan kepada dirinya dari kejelekan sampai pada hari Jumat yang akan datang

(HR.Ibnus Sunniy).

Semoga kita mendapat petunjuk dan pertolongan, dapat memenuhi kwajiban shalat jumah, juga mau melakukan ibadah sunnah sebagaimana sabda Nabi. Setelah selesai shalat Jumah tidak tergesa bubar, lantaran kliru memahami perintah Allah. Akhirnya kita mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Taala.

$ $ $ $

 

 

6

Taubat

 

$ $ $ $ $ $ $ $ : : $

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Marilah kita bersama sama senantiasa meningkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah Taala, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan selalu melaksanakan semua perintah Allah, dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. Dalam setiap keadaan, baik ketika suka maupun duka, senantiasa tetap beriman dan taqwa serta beramal shalih, agar kita senantiasa mendapatkan rahmat, taufiq dan inayah dari Allah Subhanahu wa Taala. Amiin.

Selanjutnya marilah kita sadari bahwa didalam kehidupan kita dunia ini, tentu kita tak dapat lepas dari salah dan dosa, khilaf dan kliru, ini memang merupakan sifat manusia, Sebaliknya, Allah Taala Tuhan kita adalah Dzat Yang Maha Penyayang dan Pengasih kepada seluruh hambanya. Terutama kepada kita semua, sebagai makhluq yang paling mulia dibanding makhluq yang lain. Oleh sebab itu agar kita tetap sebagai makhluq paling mulia, hendaklah kita bertauat nashuha, karena dengan bertaubat nashuha, akan mendapatkan ampunan dan maghfirahipun Allah, juga kelak akan tetap mulia disisi Allah Taala dengan mendapat anugerah surga. Firman Allah Taala :

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (QS. At Tahrim : 8) .

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Tidak ada manusia yang bersih dari dosa, oleh sebab itu taubat bagi kita wajib dilakukan, sehingga menggenapkan Sifat Ghafur Allah, demikian pula kita tetap sebagai hamba yang mulia kendatipun kita menyandang salah dan dosa selama kita mau mengakui dosa yang kita lakukan dan menyesalinya kemudian memohon ampunan dengan bertaubat kepada Allah.

Sabda Nabi memberikan sugesti kepada kita :

:

Semua manusia anak cucu Adam tentu memiliki kesalahan, dan sebaik baik orang yang bersalah adalah orang yang mau beraubat.

Jadi kita tak boleh pessimis, kita jangan kecil hati, meskipun dosa kita teramat banyak, dan seberapapun besarnya dosa kita Allah akan tetap mengampuni dosa dan salah kita. Demikian juga kita tidak boleh sok bersih, merasa tidak pernah memiliki dosa dan kesalahan, karena Nabi kita Muhammad SAW. Yang jelas memliki sifat mashum artinya dijaga oleh Allah, itupun tetap melakukan pertaubatan, bahkan tiada henti henti Beliau bertaubat kepada Allah sehari semalam tidak kurang dari 100 kali. Apa lagi kita yang tidak ada jaminan penjagaan dari khilaf dan dosa, siang dan malam senantiasa durhaka kepada Allah, tentu kita harus lebih banyak bertaubat dan beristighfar mohon ampunan kepada Allah. Nabi kita bersabda :

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah , Sesungguhnya aku saja bertaubat kepada Allah setiap hari 100 kali ( HR : Muslim ).

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Taubat yang akan diterima oleh Allah itu manakala memenuhi tiga hal, seperti ungkapan Mandhumah Hidayatul Adzkiya :

*

*

 

1. Secara sadar bertaubat dengan mengucapkan istighfar mohon ampunan.

2. Menyesali perbuatan yang telah lalu, dan secara sadar pula mencabut semua perbuatan dosanya .

3. Secara sadar meninggalkan dosa, dengan niat tak akan mengulangi perbuatan dosa dimasa yang akan datang.

Semoga kita mendapatkan petunjuk serta meningkatkan ibadah dan thaat kita secara istiqomah, akhirnya mendapatkan husnul khatimah, Amiin.

* * : * * * *

 

 

 

7

 

Ikhlas

* * * * * * * , * : * *

 

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Taala, atas rahmat dan karuniaNya kepada kita sekalian, disiang hari ini kita berkumpul di masjid ini dengan selamat sejahtera, sehat wal afiat tiada kurang suatu apapun.

Selanjutnya marilah bersama sama senantiasa meningkatkan iman dan taqwa serta amal shalih kita, dengan senantiasa berupaya melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya, Insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat, dengan peruh ridla dari Allah Subhanahu wa Taala. Amiin.

Karena Allah telah benjanji, bahwa siapapun yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan kehidupan yang baik, aman sejahtera dunia dan akhirat, dengan firman Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

 

Kaum Muslimin sidang Jumat Rahimakumullah,

Selanjutnya marilah kita ihtiyar mengikhlaskan semua amal ibadah kita, segala amal ibadah yang kita lakukan harus bersih dari segala sesuatu tujuan dan pamrih lain, kecuali hanya untuk mencapai ridla Allah semata. Karena ikhlas itu merupakan jiwa amal, artinya amal yang dilakukan tanpa ikhlas ibarat tubuh tanpa ruh , tentu tidak akan ada gunanya sama sekali. Yang berarti amal yang akan diterima di sisi Allah hanyalah amal ibadah yang disertai ikhlas . Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. :

Allah tak akan menerima amal kecuali yang disertai ikhlas karena mengharap ridla Allah (HR.Ibnu Majah).

Adapun titik tolak amal ibadah itu berada pada niyat, niyat yang ikhlas akan menjadikan amal yang kecil menjadi besar, sebaliknya, niyat yang tidak ikhlas dapat menjadikan amal yang bsar menjadi kecil atau bahkan malah menjadikan amal itu sirna tanpa guna. Seorang Ulama pernah mengatakan :

,

Berapa banyak amal yang nampaknya hanya kecil, tetapi pahalanya menjadi besar lantaran niyat yang baik, dan Berapa banyak amal yang nampaknya besar, tetapi akhirnya menjadi kecil pahalanya oleh karena niyat yang keliru.

Melihat begitu penting peranan niyat didalam beramal, maka hendaknya apapun amal yang kita lakukan sayang sekali jika tidak diniyatkan dengan ikhlas. Karena wujud amal itu sama saja dilakukan dengan ikhlas atau tidak, akan tetapi pengaruh dan pahala serta diterimanya amal di sisi Allah hanya jika amal dilakukan dengan niyat yang ikhlas mengharap ridla Allah Taala.

Kaum Muslimin siding Jumat yang mulia,

Terutama amal ibadah yang memiliki dimensi sosial, itu lebih rentan terhadap masuknya tujuan tujuan lain yang akan mengurangi, atau bahkan merusak amal kita. Contohnya sodakah, memberikan pertolongan kepada sesama, dan lain sebagainya, akan sangat mudah kecampuran niyat dan tujuan kemanusiaan. Padahal menurut fatwa hadits yang sangat terkenal, Nabi mengingatkan dengan sabdanya :

Bahwa, bagi seseorang, akan mendapatkan pahala hanya menurut apa niyatnya .

Dan Nabi tak pernah bersabda :

Bahwa, bagi seseorang, akan mendapatkan pahala hanya menurut apa amalnya,

Tetapi sekali lagi, sesuai dengan niyatnya .

Di depan juga telah disampaikan firman Allah :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS.Al Bayyinah: 5).

Akhirnya marilah kita memohon semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dari Allah, mampu melakukan amal ibadah dengan ikhlas, hanya mengharap ridla dari Allah Taala. Amin

* * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

Durhaka

* * * * * * * * : : *

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Sebagai pembuka kata perkenankanlah kami mengajak diri saya sendiri dan saudara sekalian, marilah kita tingkatkan taqwa dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa Taala, dengan menjalankan semua perintah Nya, dan menjauhi apapun yang menjadi larangan Nya.

Karena hanya dengan bertaqwa kepada Allah kita akan mendapatkan rahmat dan kebahagiaan hidup dari Allah Subhanahu wa Taala, sejak hidup di duni ini sampai kelak di alam akhirat. Amiin.

Hanya dengan bertaqwa ini kita akan mendapatkan keselamatan , Allah telah berfirman :

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa

(QS : Fushshilat : 18).

Saudara saudara, jamaah jumah rahimakumullah ,

Harap diketahui bahwa perbuatan makshiyat, durhaka kepada Allah itu merupakan perkara yang menyebabkan jatuhnya beberapa siksa dunia dan akhirat. Dan juga akan membawa pengaruh jelek, bagi masyarakat dan Negara. Allah menggambarkan di dalam Al Quran berapa banyak ummat dan bangsa yang sirna ditimpa mala petaka. Tak pernah ada bala dan musibah, penyakit menular dan wabah, dan lain sebagainya segala macam bencana kecuali oleh karena dosa dan mashiyat masyarakatnya.

Adapun mashiyat adalah pebuatan durhaka, artinya pembangkangan terhadap Allah, baik yang shifat pembangkangan itu karena tidak taat kepada perintah Allah, ataupun karena pelanggaran terhadap larangan Allah. Contohnya seperti Iblis laknatullah, yang dikutuk oleh Allah karena pembangkangannya terhadap perintah Allah tak mau sujud kepada Nabi Adam Alaihis salam karena kesombongan dan takabburnya.

Qarun yang kaya raya bergelimang harta, ditelan bumi bersama harta kekayaannya lantaran pembangkangan dan pelanggarannya tak mau membayar zakat, ingkar terhadap kwajiban zakat. Bahkan telah membuat fitnah terhadap Nabi Musa Alaihis salam. Mereka disambar halilintar karena mereka mendustakan Nabi Shalih.

Demkian juga suku Tsamud bangsa Nabi Shalih Alaihis salam, ditumpas dengan angin puting beliung , angin bertiup menghempas kencang sekali dan menyebarkan hawa yang sangat dingin serta suara gemuruh sangat menakutkan yang disebut angin Shor shor.

Azab dan siksa dunia yang demikian itu semua tak lain oleh sebab mashiyat dan duraka mereka kepada Allah serta takabur dan mendustakan Nabinya. Sebagaimana firman Allah didalam Al Quran :

 

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
(QS. Fushshilat : 16).

Saudaraku Kaum Muslimin yang saya banggakan,

Melihat kenyataan saat sekarang ini kita sangat prihatin, karena begitu banyaknya bencana dan mushibah yang terjadi. Rasanya sangat sulit untuk merasakan suasana tenteram, penuh rasa kekhawatiran. Oleh sebab itu dengan teladan dan kisah kisah ummat masa lalu, di dalam Al Quran yang dapat kita rasakan, tentu kita akan sama sama mendapat pengetahuan, selanjutnya kita tentu akan lebih berhati hati, dengan meningkatkan thaat ibadah kita kepada Allah. Dan juga mengurangi bahkan berhenti sama sekali dari perbuatan mashiyat dan durhaka, agar Allah tidak menimpakan mala petaka dan kutukan kepada bangsa kita. Sesuai dengan firman Allah pada permulaan tadi tak kan ada jalan keselamatan kecuali dengan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Taala. Dengan peningkatan ini, memenuhi perintah, serta meninggalkan dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah. Jangan sampai berani melanggar larangan Allah. Semoga kita sekalian senantiasa tetap Iman Islam. Semakin tambah taat dan selamat dari malapetaka dan mendapatkan ridla dari Allah Taala.

* * : * * *

 

9

Rizki

* * * * * * * * : : *

Saudara sekalian jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Dalam kesempatan yang baik ini, marilah kita bersama sama senantiasa bertaqwa kepada Allah Taala dengan sungguh sungguh dalam menjalankan segala perintah dan meninggalkan semua larangan Nya. Hanya dengan taqwallah kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia ini sampai kelak di akherat, Amiin . Karena Allah telah berfiman :

*

"Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
(QS.Yunus : 63-64).

Saudara saudaraku jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Semua makhluk yang hidup tentu diberi rizki, terlebih kita manusia tentu selalu disiapi rizki oleh Allah, karena manusia sebagai makhluk mulya ketimbang makhluk yang lain. Allah berfirman dalam Al Quran :

 

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al Isra 70)

 

Kemurahan dan kasih sayang Allah kepada kita manusia juga dengan karunia Allah memberi kemulyaan kepada manusia dan memberi rizki yang baik baik. Syaikh Qadli Baedlawi mengatakan bahwa Allah memberi kemulyaan kepada manusia itu dengan dua perkara lahir lan batin. Artinya secara fisik manusia memiliki bentuk yang lebih baik ketimbang makluq lain. Adapun yang batin artinya anugerah yang tidak nampak oleh andangan mata adalah karunia berupa akal, Dengan akal inilah manusia dapat faham mengetahui segala hal yang diterima oleh panca indra. Demikian pula dengan akal ini manusia mendapatkan petunjuk untuk mencari kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat. Hanya dengan akalnya pula manusia dapat menguasai dan menaklukkan apa yang ada dibumi sebagai sarana menyambung hidupnya. Sahabat Ibnu Abas RA. mengatakan :

,

Bahwa semua hewan itu mendapatkan makanannya langsung dengan mulutnya, kecuali manusia, karena manusia mengangkat makanan ke mulut dengan tangannya.

Saudara saudaraku jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa kamulyaan manusia itu terletak pada akalnya. Jika hewan makan langsung dengan mulutnya, bagi hewan bangsa burung dengan paruhnya, hewan bangsa melata dengan mulutnya, tanpa ada upaya untuk mengubah keadaan karena memang tanpa akal tak ada kemampuan untuk itu, hewan makan langsung saja tanpa mengupas kulit makanan jika makanannya berkulit, secara mentah mentah tanpa di masak, maka manusia merasa sangat hina jika diserupakan seperti hewan. Sedangkan manusia makan dengan tangannya, artinya bahwa ini merupakan isyarat bahwa dengan akalnya manusia memiliki kemampuan mereka yasa, makan yang baik baik dan enak enak, jika berkulit dikupas kulitnya, jika mentah dimasak dulu, dan sebagainya. Ini semua dilakukan dengan tangan manusia yang digerakkan oleh akalnya.

Ini semua sebagai bukti kemuliaan manusia melebihi makhluk lain, sayangnya anugerah ini banyak dilupakan manusia, sehinga oleh karena nafsunya tak sedikit manusia yang kehilangan fithrah kemanusiaannya yang sangat mulya ini. Akhirnya justru menjadi hina, hewan melata lebih mulia dari pada manusia yang telah kehilangan fithrah insaniyahnya, lantaran sifat srakah dan rakusnya, sampai tak lagi memperdulikan baik dan buruk, halal haram , benar dan salah, yang penting terpenuhi keinginannya. Oleh sebab itu dengan akalnya seharusnya mampu mengendalikan keinginan nafsunya, bukan malah sebaliknya, justru dengan akalnya menjadi lebih buas dan lebih ganas ketimbang hewan melata. Maka marilah kita bekerja dan berusaha untuk memenuhi hajat hidup ini dengan tetap berpegang teguh pada tuntunan agama. Untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia sampai di akhirat nanti. Nabi telah bersabda :

,

Barang siapa yang mencari dunia dengan cara yang halal dan menjaga diri dari meminta minta, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, untuk menolong para tetangga , maka Allah akan membangkitkan orang tersebut besuk di hari kiyamat , dimana raut mukanya menjadi terang berseri seri bagaikan bulan purnama. Dan barang siapa mencari dunia dengan cara yang halal tetapi dengan tujuan untuk menumpuk numpuk harta, bangga banggaan diantara sesama, kelak dihari kiyamat akan menghadap kepada Allah mendapatkan murka dan kutukan dari Allah Taala

 

Sidang Jumat rahimakumullah,

Untuk itu marilah kita bangkit berkarya dengan niyat dan tujuan menempuh jalan perantaraan untuk mengharap rizki karunia Allah. Dengan niyat dan cara yang baik Insya Allah apa yang kita lakukan akan termasuk ibadah yang akan mendapat balasan pahala dari Allah Taala. Sebagai upaya mencapai kebahagiaan hidup sejak di dunia sampai di akhirat kelak.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufiq dan inayah Nya kepada kita sekalian, bahagia dalam hidup ini dengan ridlo Nya, Amiin,

* * * * * : * * * *

10

 

Sabar

* * * * * * * * * * * : * *

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita Allah Taala, dengan menjalankan perintah perintah Nya serta dengan sekuat tenaga berupaya meninggalkan laranganNya. bagaimanapun, baik suka maupun duka, Dalam suasana apapun, sulit maupun mudah, sempit maupun lapang, sepi maupun ramai, kaya ataupun miskin tetaplah bertaqwa dan thaat kepada Allah, agar kita mendapatkan rahmat dan anugerah, keselamatan dari Allah Taala, sejak di dunia sampai di akhirat. Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa. (QS.Fushshilat : 18).
Singkatnya dengan selalu beriman dan taqwa Allah akan memberikan keselamatan kepada kita.

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Allah telah berfirman :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (QS.Al Baqarah : 155 ).

Kita hidup di dunia ini tentu selalu menghadapi persoalan dan masalah kehidupan yang bermacam macam. Siapapun orangnya dinamika kehidupan pasti dialaminya, masalah setiap orang berbeda beda, beraneka ragam antara suka dan duka, miskin dan kaya, pejabat dan rakyat jelata, tua dan muda dan lain sebagainya, semuanya pasti pernah menghadapi persoalan.

Orang kaya khawatir jika berkurang hartanya, khawatir jika di curi dan di rampas hartanya oleh orang, terlebih yang miskin sangat khawatir jika tak ada yang dimakan.

Orang yan memiliki pangkat dan kedudukan khawatir jika difitnah dan lengser dari kedudukannya. Orang desa yang menggarap sawah ladangnya kawatir jika gagal panennya. Pedagang besar khawatir jika merugi dan berkurang keuntungannya, orang gagah perkasa sehat khawatir jatuh sakit kurang keperkasaannya. Orang yang sakit khawatir jika penyakitnya akan merenggut nyawanya, dan harus berpisah dengan keluarga, harta benda, dan segala yang sangat dicintainya. Demikian seterusnya, ujian dan segala cobaan hidup yang tidak mustahil akan menimpa siapa saja. Ada yang sangat ketakutan, ada yang tidak mempedulikan. Ada yang merasa sangat menderita, ada yang biasa biasa saja. Semua itu sebagai bunga rampai dan dinamika kehidupan.

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Agar kita dapat mengambil hikmah, hendaknya kita selalu berpegang teguh pada ajaran Allah untuk senantiasa bersabar menghadapi kenyataan. Mengembalikan segalanya kepada Allah Taala yang telah mengatur segalanya.

Firman Allah :

Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun "

(QS.Al Baqarah : 156 ).

Ayat ini cukup menjadi pegangan yang dapat membesarkan hati kita, karena datangnya musibah akan membawa hikmah dan pelajaran serta kegembiraan dari Allah, jika kita dapat menerima dengan penuh kesabaran dan ikhlas menerima ketentuan Allah, ini sangat jelas diberitakan oleh Allah dalam Al Quran :

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.Al Baqarah : 157 ).

Jadi secara dhahir musibah memang menimbulkan kasengsaran dan keprihatinan, Tetapi sesungguhnya akan membawa hikmah sangat besar manakala mampu menerima musibah dengan sabar , Dan harus mensikapi dengan hati yang lapang, khusnudzdzon berbaik sangka kepada Allah, bahwa musibah yang terjadi sungguh sebagai cobaan dan ujian bagi kita, dan bukan azab karena murka Allah, tetapi justru kasih sayang Allah kepada para hambanya. Selanjutnya harus kita fahami bahwa ujian ini tidak hanya menimpa hamba yang berdosa saja, tetapi rata merambah menimpa siapa saja. Kemudian bagaimana selanjutnya, sangat tergantung bagaimana cara mensikapinya. Bagi kita sebagai orang mukmin dan muslim, jangan kan musibah yang berat berat, sedangkan hal yang sangat ringan dan sepele saja, yang terjadi menimpa kita, akan membawa hikmah, sebagai tebusan dari dosa dan salah kita. Sebagaimana sabda Nabi :

Tidaklah menimpa seseorang yang Islam, kesusahan, kepayahan atau kesedihan, sampai hanya duri saja yang mengenahinya, melainkan Allah pasti akan memberikan tebusan dengan cobaan itu dari dosa dan kesalahannya.

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Itu semua apabila semua mushibah dan cobaan dapat diterima dengan lapang dada dan kesabaran, seraya mengembalikan kepada Allah Taala, bahwa semua sudah merupakan ketentuan Allah yang pasti terjadi. Tak satupun kekuatan yang mampu menolak jika Allah menghendaki apapun yang harus terjadi , terjadilah.

Semoga segala sesuatu yang terjadi menimpa kita sekalian, bertubi tubi, datang dan pergi silih berganti tiada henti ini, dapat kita terima dengan hati yang sabar ikhlas dan ridla. Sehingga akhirnya membawa hikmah yang besar bagi kita, semakin bertambah taat dan imannya, mengurangi makshiyat, perbuatan jahat dan dosa. Sehingga Allah akan menggati segala cobaan dengan kebaikan, dan akhirnya kita mendapat pertolongan dari Allah tetap istiqomah dalam beribadah, dan akhirnya khunul khotimah, dengan ridla

Allah Subhanahu wa Taala Amiin.

* *

*

 

 

 

 

 

 

 

 

11

 

Nimat Islam

$ $ $ $ $ $ $ $ $

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa dan taat kita kepada Allah, dengan berupaya untuk selalu dapat menjalankan perintah perintahNya, dan meninggalkan segala laranganNya, dengan senantiasa berpegang teguh dengan ajaran Islam dalam kehidupan kita. Jangan kita mati meninggalkan dunia ini kecuali sebagai seorang Muslim, sebagai mana firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

(QS. Ali Imran 102)

Ya, mati dengan tetap sebagai orang Islam, ini sebagai kesempurnaan nikmat karunia Allah, yang siang dan malam senantiasa kita mohon dalam doa kita. Sayyidina Ali pernah mengatakan :

Kesempurnaan nikmat adalah mati dalam keadaan Islam

 

Oleh karenanya kita harus berusaha untuk mendapatkan kesempurnaan nikmat itu, caranya kita selama hidup ini segala sesuatu seutuhnya harus selalu mengikuti ajaran agama yang telah ditentukan oleh Allah untuk kita semua.

Jangan sampai Islam kita hanya sebatas formalitas, hanya ketika di masjid, surau, musholla saja.

Tetapi dalam segala aspk kehidupan kita harus kita mengikuti aturan agama Islam. Bagaimana kita bekerja, bergaul bermasyarakat, adat istiadat, berbudaya dan sebagainya harus selalu mengikuti syariat agama Islam. Karena syariat agama itu memang sangat komplek, dari hal hal yang sangat pribadi dan nampak sepele, itu diatur oleh agama. Misalnya masalah yang sangat pribadi, seperti makan minum, tidur, dan lain sebagainya.

Apa lagi hal hal yang yang sangat penting terutama perkara yang menyangkut dan berhubungan dengan banyak orang, tentu diatur oleh Islam. Misalnya bagaimana kita berkeluarga, bermasyarakat, bekerja berserikat dan lain sebagainya.

Semua diatur oleh agama, agar hidup ini teratur tidak ada fihak yang dirugikan. Bahkan seluruh kehidupan kita ini dari aspek manapun jika dapat mengikuti ajaran agama tentu akan bernilai ibadah dan Allah menjanjikan pahala dan balasan kelak di akhirat.

Karena sesungguhnya Allah memberikan peraturan hidup berupa agama Islam ini, agar kehidupan manusia ini akan bahagia dan selamat beruntung dunia dan akhirat.

Jangan sampai kita terpengaruh oleh faham sekularisme, faham yang menganggap bahwa Islam itu hanya mengatur urusan urusan hubungan dengan Allah semata, seperti yang terkandung dalam rukun Islam yang lima saja , syahadat, shalat zakat puasa dan haji semata, selain itu dianggap tak ada urusannya dengan agama. Faham ini sangat menyesatkan kita, karena urusan hidup kita ini sangatlah komplek, tak hanya urusan ibadah mahdloh dan ritual murni saja yang diatur oleh agama, akan tetapi bagaimana kita hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain , juga ditata dan diteladani oleh Nabi kita. Sahingga seutuhnya hidup kita ini harus mengikuti syariat dan

ajaran agama kita Islam ini, sebagaimana firman Allah :

 

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS.Al-Baqarah 208).

Segala perjalanan hidup jika ingin selamat dan mendapatkan keuntungan, harus mengikuti tuntunan agama. Baik dalam hal yang nampaknya kecil dan sepele, apalagi hal yang sangat penting, baik dalam hal yang sangat pribadi apalagi yang berkaitan dengan orang lain. Janganlah sekali kali menyimpang dari ajaran agama.

Semoga Allah SWT. Senantiasa melimpahkan taufiq hidayah dan inayah Nya kepada kita semua, sahingga kita mampu menyempurnakan Iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yang akhirnya membawa kebahagiaan kita hidup di dunia dan akhirat. Amiin.

$

$

$

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

 

Sholat.

 

$ $ $ $ $ $ $ $ : : $

Saudara saudara jamaah Jumah Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang diarang-Nya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, ramai maupun sepi, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta kebahagyaan dari Allah Taala, sejak kehidupan di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti, Amiin . Allah telah berfirman :

Dan sesungguhnya Allah itu senantiasa menyertai orang orang yang bertaqwa dan berbuat kebajikan.

(QS.An Nahl 128).

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Selanjutnya marilah kita tingkatkan pemahaman dan kesadaran kita terhadap kwajiban shalat fardlu, yang menjadi tiang agama kita, juga sebagai media untuk munajat kepada Allah, menunaikan kwajiban penghambaan kita kepada Allah Taala, yang sudah ditentukan waktunya. Menunda nunda shalat sampai keluar dari batas waktu tanpa ada udzur termasuk dosa besar terhadap Allah. Firman Allah memberi peringatan kepada kita :

Celaka bagi orang orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai akan shalatnya. ( QS. Al-Maun: 4-5)

Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam. Menjelaskan :

 

Mereka itu adalah orang yang menunda shalat sampai keluar dari waktunya

Wail adalah siksa yang sangat berat, ada pendapat yang menerangkan bahwa wail adalah suatu jurang yang ada di neraka Jahannam, anda kata gunung-gunung dunia dimasuk kan kedalam jurang itu , niscaya akan hancur oleh karena sangat panasnya wail itu. Dan Wail akan menjadi tempat bagi orang orang yang menunda shalat sampai keluar

dari waktunya.

Jamaah Jumah Rahimakumullah,

Telah menjadi kwajiban bagi kita semua yang sifatnya harian, dan sangat umum, merambah wajib semua orang Islam. Kwajiban yang lain sama-sama rukun Islam sangat berbeda dengan kwajiban shalat fardlu. Shiyam hanya tiap bulan Ramadlan, orang yang tidak mampu boleh tidak shiyam. Kwajiban zakat hanya tiap setahun sekali, tertentu bagi umat Islam yang memang memiliki kemampuan, kaya harta benda, dan kekayaan miliknya mencapai nishab. Orang Islam yang miskin tidak wajib membayar zakat, justru boleh menerima dan diberi zakat. Demikian juga ibadah haji khusus hanya wajib bagi ummat Islam yang benar benar memiliki kemampuan membayar ongkos perjalanan juga memlki kemapuan fisik.

Akan tetapi kwajiban shalat meliputi seluruh ummat Islam yang mukallaf, dan harus ditunaikan setiap hari, meskipun orang sakit. dan lain sebagainya. Kesibukan apapun tidak dapat dijadikan alasan untuk meninggalkan shalat. Oleh sebab itu mari kita lebih berhati hati, untuk menjaga shalat fardlu, terutama shalat shubuh, agar kita terbebas dari sifat orang-orang munafiq yang selalu menunaikan halat diluar waktu yang telah ditentukan, terlebih lagi waktu subuhnya, Karena merasa sholat yang lebih berat bagi orang munafiq menunaikannya, adalah sholat isak dan shubuh. Sabda Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam :

Shalat yang paling berat bagi orang munafiq adalah shalat isak dan shubuh.

Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan pertolonganNya bagi kita, Setiap saat mampu menjaga kwajiban shalat lima waktu, dan juga selamat dari sifat sifat orang munafiq Amin.

 

$

$ $

 

 

13

 

Mushibah

 

$ $ $ $ $ $ $ $

$

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Taala karena hanya dengan rahmatNya lah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul ditempat mulia ini untuk memenuhi panggilanNya, dengan selamat sejahtera sehat wal afiat tiada satupun aral merintangi kita. Dengan harapan semoga amal ibadah kita saat ini diterima disisi Allah Subhanahu wa Taala.

Selanjutnya marilah kita tingkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintah Nya, dan juga meninggalkan segala yang menjadi larangan Nya, agar kita senantiasa juga mendapat rahmat dan anugerah Nya, mendapatkan kebahagyaan hidup dari Allah Taala, sejak di dunia yang fana ini sampai kelak di alam akherat yang baqa, Amiin.

 

Jamaah jumah rahimakumullah.

Sejenak marilah kita renungkan betapa besar dan banyak anugerah Allah yang telah dikaruniakan kepada kita, bumi ini diciptakan hanyalah untuk kita semua, bumi yang menjadi sumber kehidupan manusia, semua yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia bersumber dari bumi ini. Bumi dengan kesuburannya menumbuhkan pepohonan dan tumbuh tumbuhan, hasil bumi yang dinikmati manusia tidak sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, tetapi lebih dari itu keinginan manusia juga terpenuhi dengan mengambil dari sumber daya alam. Terlebih bumi kita nusantara ini, bumi yang ijo royo-royo, subur makmur loh jinawi.

Tetapi kenapa kenyataan kita kurang pangan, harga kebutuan pokok semakin mahal, faktanya Negara kita impor beras dari Negara lain, tak sedikit anak anak balita menderita gizi buruk, tak terhindarkan jatuhnya korban jiwa. Ironis memang, bagaikan tikus mati di lumbung padi.

Demikian pula mushibah dan bencana alam terjadi dimana mana, banjir, tanah longsor, angin ribut, puting beliung, dan sebagainya banyak menimbulkan kerusakan dan korban. Lahan pertanian , sawah ladang tak sedikit yang mengalami kerusakan dilanda mushibah sehingga gagal panen, kejadian inilah yang kemudian dipakai alasan terjadinya larang pangan. Rasa khawatir dan ketakutan selalu menghantui perasaan warga masyarakat. Alam yang menjadi sumber kehidupan manusia tetapi juga menjadi ancaman bagi manusia, menjadikan kita harus semakin prihatin, hidup ini terasa semakin berat dan sulit, ketenteraman semakin menjauh, tetapi kekawatiran semakin akrab. Mengapa demikian ?

 

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Barang kali ini lantaran kita semua yang tak pandai bersyukur atas nikmat anugrah pemberian Allah kepada bangsa kita ini. Artinya kita telah mengkufuri dan ingkar tak pernah bersyukur atas nikmat Allah Taala. Dikaruniai bumi yang subur, air yang melimpah, sumberdaya alam yang sangat besar, tetapi tidak dikelola dengan baik, malah sebaliknya di ekploitasi secara berlebihan melampaui batas, memperkosa keadaan alam tanpa memperhitungkan bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan alam. Akhirnya lantaran alam ini juga, Allah memberikan peringatan kepada kita. Dengan kata lain alam akhirnya menjadi ancaman dan sumber mala petaka bagi kehidupan manusia. Keadaan demikian sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran :

$

 

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

(QS. An Nahl: 112).

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Firman Allah tersebut terasa jelas bahwa bangsa kita ini telah kafarat bi anumillah ; mengingkari nimat nimat Allah, maka kesuburan bumi ini tidak lagi membawa kesejahteraan dan katenangan, lantaran kita telah salah urus, sebagai bukti ketidak syukuran atas nikmat karunia Allah.

Oleh karenanya kita harus pintar mengelola dan membudidayakan alam ini, mengambil manfaat dengan tetap menjaga keseimbangan dan kelestariannya . Jangan sampai secara anargis membuat kerusakan yang akhirnya membawa bahaya dan bencana yang mengancam kehidupan kita. Demikian juga kita syukuri anugerah dan nimat pemberian Allah, dengan kita manfaatkan semestinya, sebagai sarana penghambaan kita, dan ibadah kita kepada Allah Taala.

Adapun terhadap prahara musibah dan bencana yang terjadi dimana mana hendaklah kita ambil pelajaran, untuk berbenah diri dan lebih berhati hati dan mawas diri, serta muhasabatun nafsi, menghisap diri atas perjalanan yang telah kita lalui, untuk segera menyatakan pengakuan diri dan segera berbanyak istighfar memohon ampunan atas dosa yang telah kita lakukan, sehingga Allah memberikan hikmah dari semua mushibah ini, sebagai peringatan kepada kita. Karena tentu Allah tidak akan menimpakan mushibah kepada hambanya penduduk negeri ini sampai membawa keusakan, mana kala betul betul kita semua penduduk negri ini senantiasa melakukan amal saleh . Sebagaimana firman Allah:

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Hud 117).

Selanjutnya suasana prihatin ini segera mendapatkan ganti kenikmatan dan kegembiraan yang membawa kesejahteraan bagi kita sekalian. Menjadikan hikmah kita semakin taat dan dekat kita kepada Allah Taala. Semoga Allah mengabulkan permohonan kita. Amin .

$

$ $

$

14

 

Istighfar

 

 

$ $ $ $ $ $ $ $ : : $

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan menjalankan segala perintahNya dan berupaya menjahui segala yang diarangNya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, ramai maupun sepi, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta solusi dari persolaan dan permasalahan yang kita hadapi dengan pertolongan Allah Taala, Amiin .

Allah telah berfirman :

 

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya (QS. At-Thalaq : 4) .

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita bersama menyadari bahwa salah satu amaliyah agama yang sebaiknya kita jalankan setiap hari adalah, istighfar, mohon maghfirah dan ampunan kepada Allah SWT. Atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan. Ibarat orang sakit kita ini butuh kesembuan, dosa kita adalah penyakit, yang harus kita obati secara rutin, obat untuk penyakit ini adalah istighfar. Bagi kita Kaum muslimin, istighfar juga merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT. Sebab dengan istighfar kita mendapat maghfirah dan ampunan, dengan pengampunan ini kita dapat terbebas, lepas dari adzab dan siksa dari Allah Taala.

Berapa banyak di dalam al-Quran Allah memerintahkan kita agar senantiasa beristighfar. Bahkan sebagian perintah istighfar tersebut ada yang merupakan perintah lagsung junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Seperti dalam ayat :

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (An Nashr : 3)

 

Jamaah Jumah Rahimakumullah,

Perintah istighfar kepada Nabi ini sungguh merupakan suatu hal yang sebaiknya kita renungkan. Sebab sebagai Nabi dan Rasul, Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam, merupakan satu sosok figur yang mashum, pribadi yang terjaga dan terpelihara dari segala macam dosa dan kesalahan. Akan tetapi kenapa beliau masih mendapat perintah secara langsung untuk ber istighfar?

Jawabnya tak lain kecuali kita kaum Muslimin agar lebih terdorong untuk melaksanakan perintah itu lebih banyak lagi beristighfar kepada Allah. Artinya kalau beliau Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam yang mashum saja, senantiasa melakukan istighfar, bagai mana dengan kita sebagai manusia biasa yang tak pernah lepas dari dosa dan alpa, tentu saja kita harus lebih banyak lagi melakukan istighfar memohon ampunan dan maghfirah atas semua dosa yang telah kita lakukan.

Jamaah Jumah Rahimakumullah,

Lain dari itu, amaliyah istighfar juga mengandung hikmah dan makna yang sangat mendalam, antara lain, istighfar mendidik dan mengarahkan kita semua agar memiliki sikap tawadzu, rendah hati, karena adanya kesadaran bahwa tak seorangpun yang dapat terlepas dari perbuatan maksiyat dan dosa. Demikian pula dengan memperbanyak istighfar akan terlepas dari sikap tazkiyatun nafsi merasa suci . Satu sikap yang sangat di benci oleh Allah SWT, Firman Nya dalam Al Quran :

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

(QS. An Najm : 32 ).
Oleh karena itu , sesuai dengan kemampuan kita masing masing , marilah senantiasa memperbanyak istighfar, agar kita mendapatkan maghfirah dan pengampunan dari Allah Taala, Dzat Maha Pengampun dosa dosa.

Semoga Allah Taala melimpahkan petunjuk dan pertolonganNya kepada kita semua, senantiasa beristighfar untuk mendapatkan maghfirah dan ridla dari Allah Taala.

$ $ $

 

 

15

Taqwa

$ $ $ $ $ $ : $

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Taala, atas rahmat dan karuniaNya kepada kita sekalian, disiang hari ini kita berkumpul di masjid ini dengan selamat sejahtera, sehat wal afiat .

Selanjutnya marilah bersama sama senantiasa meningkatkan iman dan taqwa serta amal shalih kita, dengan senantiasa berupaya melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya, Insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat, dengan penuh ridla dari Allah Subhanahu wa Taala. Amiin.

Karena Allah telah benjanji, bahwa siapapun yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan kehidupan yang baik, aman sejahtera dunia dan akhirat, dengan firman Nya :

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

 

Kaum Muslimin sidang Jumat Rahimakumullah,

Kata : taqwa ini sangat tidak asing lagi bagi pendengaran kita, telah biasa kita dengar dan kita ucapkan, kalimat ini sangat ringan untuk kita ucapkan, tetapi untuk menjalankannya ternyata tak semudah mengucapkannya. Secara singkat taqwa itu harus mencakup dua unsur yang sangat penting, sebagaimana difinisi yang dirumuskan oleh Imam Al Ghazali, bahwa taqwa adalah :

Mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan

Kedua unsur pokok itu adalah : perintah dan larangan .

Apa yang diperintah, dan apa yang menjadi larangan,

Masing masing keduanya bagi kita cukup jelas. Tetapi

yang tidak cukup jelas bagi kita adalah kesanggupan

kita untuk menunaikannya.

Kenyataan memang dapat kita rasakan bahwa melaksanakan perintah itu lebih mudah dari pada meninggalkan larangan, ini menunjukkan bahwa kecenderungan manusia untuk taat perintah memang iya, tetapi ada kecenderungan lain, yaitu tak mudah untuk taat menjauhi yang dilarang, maunya bebas tanpa batas. Untuk itu kita harus mengetahui dasar dasar taqwa yang benar. Taqwa memang membutuhkan pengetahuan, tanpa ilmu tak mungkin seseorang mampu menjalani taqwa. Para Ulama mengatakan bahwa taqwa merupakan rangkaian dari ilmu, amal dan istiqamah. Maka disinilah tholabul ilmi menjadi wajib bagi kita. Karena ilmu sebagai dasar taqwa dan penghambaan kita kepada Allah Subhanahu wa Taala.

Setelah kita mengetahui dengan dasar ilmu itu , tentang apa perintah perintah Allah yang harus dijalankan, dan apa pula larangan larangan Allah yang harus ditinggalkan, kita dituntut untuk mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut. Maka hanya mengetahui saja tentang perintah perintah dan larangan Allah, tetapi tidak dijalankan sebagai pengamalan ilmu tersebut, ini tidak dapat dikatakan taqwa. Demikian pula orang yang berilmu dan juga mengamalkan ilmu pengetahuannya belum cukup untuk disebut sebagai orang yang taqwa, sepanjang belum dapat mengamalkan secara istiqamah, artinya secara rutin teratur dan konstant.

Yang lebih banyak adalah orang yang menjalankan perintah Allah, tetapi juga melanggar larangan Nya. Kwajiban ditunaikan, tetapi kesenangan menjalani perbuatan dosa yang menjadi larangan agama juga tetap jalan terus. Ini sebagai bukti bahwa taqwa itu betul betul tidak mudah. Tetapi apabila betul betul taqwa dapat dijalankan meskipun sangat berat dan tidak mudah, akan ada jaminan dari Allah kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat. Firman Allah:

*

"Orang orang yang beriman dan bertaqwa, bagi mereka

kebahagiaan di dalam hidupnya di dunia dan di akhirat,

tiada pernah ada perubahan bagi janji Allah, Demikian itu semua sebagai anugerah yang agung (QS.Yunus : 63-64).

Kaum Muslimin sidang Jumat Rahimakumullah,

Berarti taqwa, sesungguhnya merupakan kebutuhan bagi kita, kalau kita kita menginginkan kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat. Demikian juga dalam kehidupan yang serba sulit dan penuh dengan masalah ini, sesungguhnya taqwa juga sebagai jalan keluar untuk mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah Taala. Seperti firman Allah di dalam Al-Quran :

 

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. At-Thalaq : 4)

 

Maka kita harus menyadari bahwa taqwa sesungguhnya merupakan suatu tindakan dan amalan sebagai sarana mencapai kebahagyaan hidup kita.

Tetapi sebaliknya kalau hidup ini merasa repot tak mau teratur, ingin bebas sebebasnya, baik bebas dari kwajiban maupun larangan, dengan alasan ingin merdeka dan bebas untuk memenuhi yang diinginkan, tentu kelak kemudian akan mengetahui kerugian yang diterima. Sehingga hanya penyesalan yang akan dirasakan dikemudian hari, menerima akibat dari kebebasannya, menurutkan hawa dan keinginannya, yang ternyata merupakan perbuatan durhaka terhadap Tuhan Allah Taala, akhirnya akan tersesat dilembah kehinaan dan penyesalan selama lamanya.

Maka marilah kita berfikir dengan hati yang bersih, agar tak menyesal nanti, bahwa segala yang kita pebuat tentu akan membawa akibat, yang kita pasti akan menerimanya baik maupun buruk, Nabi penah memberikan peringatan dengan sabdanya :

 

Hiduplah sesukamu, tetapi ketahuilah bahwa kamu pasti akan mati. beruatlah sesukamu , tetapi ingatlah bahwa kamu pasti akan dibalas, Cintailah apa yang kamu suka, tetapi ingatlah semuanya pasti akan berpisah

 

Semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah, untuk dapat menjalankan kwajiban kita beribadah menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Taala. Serta menjauhkan diri dari segala yang dilarang Nya. Sehingga kita menapat rahmat dan Ridla Nya. Amiin.

 

$ $

$

 

 

 

 

 

16

 

Perjalanan hidup

* * * * * * * * : * * * * * *

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Marilah kita bersama sama senantiasa meningkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah Taala, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan selalu menjalankan semua perintah Allah, dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. Dalam setiap keadaan, baik ketika suka maupun duka, senantiasa tetap beriman dan taqwa serta beramal shalih, agar kita senantiasa mendapatkan rahmat, taufiq dan inayah dari Allah Subhanahu wa Taala. Amiin. Allah telah berfirman :

*

Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
(QS. Yunus 63-64).

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Kita diciptakan oleh Allah, dan hidup di dunia ini di anugerahi perangkat untuk memenuhi hajat hidup kita, agar dapat lestari kehidupan dunia ini. Baik perangkat dlahir yang nampak jelas, seperti anggauta tubuh kita ini, panca indra dan lain sebagainya, maupun perangkat yang ada didalam diri kita dan tidak kasat mata, seperti akal, hati perasaan dan lain lainnya. Termasuk keinginan dan segenap perangkatnya yaitu akal dan nafsu manusia.

Perangkat manusia itu semunya merupakan anugerah pemberian Allah kepada kita. Maka harus kita gunakan dengan semestinya, dan harus kita jaga dan kita pelihara dengan baik, karena semuanya sebagai amanat dari Allah Taala. Perangkat lahir wujudnya anggaota dan panca indra, sesungguhnya ini hanya alat perkakas yang digunakan untuk berbuat dan melakukan sesuatu, tetapi daya dan motor penggeraknya ada di dalam, yaitu akal pikiran dan keinginan. Keinginan ini sumbernya dari nafsu dan akal. Dua hal yang keberadaannya ada pada diri kita ini yang menguasai kehidupan manusia. Keduanya selalu berebut kekuasaan, siapa yang menang, itulah yang menguasai diri kita ini.

Seharusnya dua komponen ini harus bekerja sama dengan baik. Jika tidak, dan nafsu yang berkuasa dalam kehidupan manusia ini, niscaya akan sangat berbahaya. Tentu akan timbul kerusakan yang sangat besar. Karena nafsu itu tak ubahnya seperti api, dimana dalam kehidupan, kita sangat membutuhkannya. Api kalau dapat kita kuasai, akan sangat besar manfaatnya, setiap hari kita makan minum, dengan dimasak menjadi enak, lezat dan sehat karena daya api. Kita bekerja dengan menggunakan mesin karena api, kita naik kendaraan dapat berjalan cepat juga karena api, dimalam hari tiada sinar matahari, kita merasa terang tidak merasa kegelapan dengan lampu juga karena api.

Demikian seterusnya, tetapi jika api tak dapat kita kuasai, ibarat hewan liar, yang ganas dan buas, tentu akan sangat berbahaya dan mengancam keselamatan kita. Seluruh harta benda, rumah megah, kendaraan mewah, gedung, gudang, pabrik perusahaan, kantor kantor dan segala macamnya, tidak mustahil bisa ludes akibat amuk si jago merah.

Yang lebih menakutkan lagi adalah gunung berapi, karena daya api pula mampu meletus kan gunung, memuntahkan lahar , mahma lumpur panas, pasir panas, batu membara, yang pasti kan membawa kerusakan yang sangat besar, tak hanya harta benda tetapi juga korban jiwa.

Demikian gambaran nafsu didalam diri kita ibarat api, bila mana tak dapat kita tundukkan dan kita kuasai dengan akal kita justru akan sangat berbahaya dan menjadi ancaman bagi keselamatan kita.

Firman Allah mengkisahkan tentang Nabi Yusuf Alaihis salam :

 

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. (QS. Yusuf : 53).

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Jelas sudah bagi kita akan manfaat dan madlarat dari nafsu. Manakala mendapat rahmat Allah, lantaran kita dapat menundukkan dengan akal kita, niscaya akan membawa manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Tetapi sebaliknya jika nafsu yang berkuasa dalam pemerintahan diri kita, akal kita justru dikalahkan dan akhirnya tunduk kepada nafsu, tentu setiap gerak langkah dan aktifitas manusia itu hanya untuk memenuhi keinginan nafsu belaka. Akhirnya akalnya tak lagi mampu mengendalikan sehingga tak lagi mempedulikan halal haram, benar salah, baik buruk, yang penting keinginan tercapai dan terpenuhi.

Sehingga tak jarang menyebabkan timbulnya kerusakan kerugian bagi diri pribadi, keluarga dan lingkungan. Lebih berbahaya lagi jika yang mengumbar nafsu itu adalah orang yang memiliki kekuasaan, seperti para pemimpin, penguasa yang dengan kekuasaannya serba mudah menuruti keinginan nafsunya, ambisi, rakus dan serakahnya. Ibarat gunung berapi, pasti kalau meletus akan lebih besar kerusakan yang ditimbulkan.

Untuk itu segala tindakan yang kita lakukan hendaknya sesuai dengan tuntunan syariat agama sebagai peraturan hidup kita, agar kita tidak menderita kerugian dan penyesalan di kelak kemudian. Tindakan anggaota tubuh kita hanyalah sebatas sebagai alat perkakas, yang hanya bekerja jika digerakkan oleh motor penggerak yang ada dari dalam. Manakala penggerak itu baik, niscaya akan baik pula anggaota tubuh ini melakukan perbuatan. Akan tetapi jika anggaota ini melakukan kejelekan tentu oleh karena dorongan dan intruksi dari motor yang jelek pula. Sebagaimana sabda Nabi :

Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Ketika daging itu baik, maka akan baik pulalah seluruh tubuh ini. Tetapi mana kala daging itu jelek, niscaya akan jelek pula seluruh tubuh ini. Ingatlah daging itu adalah hati. (HR.Bukhari Muslim).

 

Kaum Muslimin sidang jumah rahimakumullah.

Hati adalah motor yang ada didalam tubuh kita, jika hati ini mendapat rahmat dan petunjuk Allah, tentu yang dilakukan oleh anggaota tubuh ini baik tak penah melakukan hal yang merugikan diri pribadi maupun orang lain. Tetapi sebaliknya timbulnya pekerjaan dari hati yang tidak baik, sudah tentu membuka peluang dan kesempatan bagi nafsu untuk memerintah agar semua anggaota tubuh ini berbuat untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Akhirnya marilah kita bersama memohon, semoga kita senaniasa mendapat rahmat serta ridla Allah Taala, Amiin.

$ $ $ $

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17

 

Ahlus Sunnah wal Jamaah

* * , * * * * * * * *

 

Kaum Muslimin Sidang Jum.at Rahimakumullah,

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Taala karena hanya dengan rahmatNya lah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul ditempat mulia ini untuk memenuhi panggilanNya, dengan selamat sejahtera sehat wal afiat tiada satupun aral merintangi kita. Dengan harapan semoga pertemuan kita saat ini termasuk ibadah kita yang diterima disisi Allah Subhanahu wa Taala.

Selanjutnya marilah kita tinkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintah Nya, dan juga meninggalkan segala yang menjadi larangan Nya, agar kita senantiasa juga mendapat rahmat dan anugerah Nya, mendapatkan kebahagyaan hidup dari Allah Taala, sejak di dunia ini sampai kelak di alam akherat. Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya :

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Maidah : 9).


Kaum Muslimin Sidang Jum.at Rahimakumullah,

Kita memaklumi di belakangan ini bahwa Islam terdiri dari beberapa golongan yang bermacam macam, setiap kelompok dan golongan masing masing mengklaim bahwa golongannya yang paling benar, anehnya mengapa munculnya baru pada akhir akhir ini, padahal kita tahu bahwa Islam itu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahualaihi wasallam sejak 14 abad yang lalu. Bahkan tak sedikit yang melakukan perubahan perubahan pada kita suci Al Quran, karena dianggap tidak relevan lagi dengan kehidupan sekarang yang sudah sedemikian modern.

Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan mempelajari secara sungguh sungguh serta memperkuat aqidah dan keyakinan kita, yang memang menjadi pondasi bagi bangunan Islam kita.

Karena memang kenyataan tak sedikit dimasyarakat kita syariatnya baik, ritualnya cukup kuat, tetapi ternyata pondasi aqidahnya masih sangat lemah, oleh karena tidak didasarkan ilmu dan pengetahuan tentang aqidah dan keimanan yang cukup sebagai dasar dan pondasi ke Islamannya. Ibarat bangunan yang indah, mewah dan megah, tetapi kalau tidak dibangun diatas pondasi yang cukup kuat, tentu bangunan itu juga sangat rapuh , lemah dan rentan . Sehingga tentu sangat mudah roboh diterpa bahaya.

Maka marilah kita belajar ilmu tentang keimanan dan ketauhidan agar iman dan aqidah kita kuat dan ilmiyah, berdasarkan ilmu pengetahuan yang cukup. Agar bangunan Islam kita kokoh dan kuat tak mudah rusak dan terkoyak oleh bahaya pengaruh kehidupan yang selalu mengancam terhadap keyakinan kita di zaman yang serba muka ini.

Syeikh Ibnu Ruslan di dalam muqaddimah matan Zubad mengatakan :

*

Permulaan perkara yang wajib bagi manusia, adalah mengetahui dan memahami tentang Tuhannya dengan yakin

 

Jadi sesungguhnya pengetahuan yang wajib kita pelajari sebelum belajar pengetahuan yang lain adalah belajar ilmu tahid dan aqidah. Agar iman kita itu memiliki dasar ilmu pengetahuan, tidak sekedar kepercayaan berdasarkan naluri dan angan angan belaka. Jangan sampai iman hanya karena tradisi dan pengaruh lingkungan yang kemudian menjadi kepercayaan yang dalam istilah jawa gugon tuhon karena tanpa pengetahuan.

Keyakinan yang tidak didasarkan ilmu itu sangat rentan terhadap pengaruh, mudah berubah ubah, karena pengaruh, tetapi keyakinan yang memiliki dasar ilmu pengetahuan akan sangat kuat tak mudah goyah dan berubah dalam setiap keadaan. Maka hendaklah anak anak kita juga kita bekali ilmu aqoid , iman yang kokoh, supaya diarahkan belajar aqoid semisal aqidatul awam, yang saat sekarang semakin langka diajarkan pada anak anak kita. Padahal pengaruh keadaan semakin komplek sangat berdampak pada keyakinan anak anak, sangat bahaya di kemudian hari jika anak anak kita menghadapi derasnya pengaruh dan perkembangan pengetahuan, apalagi dampak kebebasan pemikiran, jika tanpa kita bekali pondasi aqidah yang kuat, dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

 

Kaum Muslimin Sidang Jum.at Rahimakumullah,

Memang realitas telah memberikan bukti apa yang di prediksi oleh Nabi bahwa Umat Islam akan terpecah belah menjadi beberapa golongan. Sabda Nabi yang diriwayatkan dari Muawiyah RA. :

: , , : , : ( )

Hadist di riwayatkan dari Shahabat Muawiyyah Radliyallah anhu, dari Rasulillah Sallallahualaihi wa sallam, Beliau bersabda : Sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan di neraka, hanya satu golongan yang akan masuk surga.

Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, golongan mana yang satu itu?

Rasulullah menjawab :Yaitu itiqad dan keyakinan yang aku yakini bersama para shahabat ku

(HR.Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Riwayat lain mengatakan :

, , : : , : :

 

Bakal terpecah ummatku besok menjadi 73 golongan, semua golongan itu yang selamat hanya satu golongan, adapun selebihnya akan celaka .

Nabi ditanya : Golongan mana yang itu ?

JawabNabi : Ialah Ahlus sunnah wal jamaah.

Nabi ditanya lagi : Ahlussunnah wal jamaah itu apa ?

Nabi menjawab : Yaitu itiqad yang aku yakini bersama para shahabat ku.

 

Kaum Muslimin Sidang Jum.at Rahimakumullah,

Berhubung Ahlus sunnah wal jamaah sebagai satu satunya golongan yang selamat, tentu semua golongan mengklaim bahwa golongannyalah Ahlus sunnah wal Jamaah. Oleh sebab itu yang terpenting bagi kita adalah menjalankan tolabulilmi, terutama ilmu aqaid, yang mempelajari tentang hal hal yang berhubungan dengan iman kita. Agar iman kita semakin kuat dan kokoh, tak mudah terkena pengaruh yang macam macam. Berhati hati terhadap para putra dalam hal pergaulan, juga pendidikan. Jangan sampai sembarang memberikan kesempatan kepada putra putri kita belajar tentang agama dari kelompok dan orang yang tidak jelas silsilah perguruannya, termasuk organisasi yang membawa misi penyiaran kelompok baru. Tak sedikit yang akhirnya menjadi bumerang bagi orang tuanya, keluarga bahkan kadang bagi masyarakatnya.

Kita sesungguhnya mempunyi amanat dan kwajiban menjaga diri kita, putra putri dan keluarga kita, jangan sampai terjerumus di dalam lembah kesesatan. Allah telah memberikan peringatan :

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS.At Tahrim : 6).

 

Mudah mudahan kita senantiasa mendapatkan pemeliharaan dari pengaruh keadaan yang selalu mengancam aqidah dan itikad kita, dengan rahmat dan pertolongan Allah Taala.

$ $ $ $

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18

 

 

Nikmat Iman

$ $ $ $ $ $ $ $ $

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang diarang-Nya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, ramai maupun sepi, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta kebahagyaan dari Allah Taala, sejak kehidupan di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti, Amiin. Nabi pernah bersabda :

Takutlah kamu kepada Allah, di manapun kamu berada, ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan, karena kebaikan itu akan melebur kejelekan.

Takut kepada Allah jangan hanya karena keadaan dan lingkungan, tetapi dimanapun keberadaan kita meskipun sepi, tiada orang lain yang melihat, tetapi Allah Maha Mengetahui. Kita memang manusia biasa, titah sawantah, yang tak luput dari khilaf dan salah, bahkan tak jarang kita jatuh dalam perbuatan jelek tersandung perbuatan dosa. Tetapi ketika terlanjur berbuat dosa segeralah di ikuti dengan kebajikan, karena kebajikan itu akan melebur dan menghapus segala perbuatan dosa, demikian itulah maksud hadits Nabi didepan tadi. Sesuai pula dengan firman Allah :

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk.

(QS. Hud : 114).

Tindakan ini akan menjaga iman agar tidak rusak, karena berlarut larut dalam perbuatan jelek dan dosa jika tidak segera disadari dan diikuti dengan amal shaleh dan kebajikan.

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Iman sesungguhnya sebagai anugerah dan nimat yang sangat agung Allah Taala kepada kita semua, maka harus kita jaga dan kita pelihara dari segala perbuatan yang merusak iman kita. Nabi pernah bersabda :

Ada dua perkara yang tiada perkara lain yang melebihi keutamaan keduanya, yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada orang orang Islam

(Nashoihul ibad hal. 4).

Dua hal itu, merupakan pokok ajaran agama kita, keduanya mengandung dua ajaran pokok, hablun minallah lan hablum minas. Artinya keduanya tiada hal lain yang membandinya dalam keutamaannya. Oleh sebab itu kita harus mengupaya kan dapat menunaikan keduanya, jangan sampai hanya memenuhi salah satunya. Karena tentu tidak ada artinya orang yang merasa cukup dengan salah satu saja. Iman membutuhkan bukti, dengan mewujudkan amal shaleh. Berulang kali Allah memerintahkan di dalam Al Quran, setiap kali Allah menyeru kepada hambanya orang orang mukmin, kebanyakan tentu dilanjutkan dengan seruan untuk menjalankan amal shalih. Sebagai contoh Firman Nya dalam Al Quran surat Al Maidah :

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Maidah : 9).

Demikian juga amal yang berdimensi sosial, memberi manfaat kepada sesama tanpa di dasari iman kepada Allah, tak akan mendapatkan pahala balasan dari sisi Allah, kelak kemudian di akhirat tentu akan merasa sangat merugi, karena tidak mendapat balasan dari amal baik yang dilakukan ketika masih hidup di dunia.

Saat ini tak sedikit orang yang berfaham bahwa :

Didunia ini yang penting tidak membuat rugi orang lain, tidak mengambil hak orang lain, tidak berbuat jahat, tidak menyakiti orang lain, kalau mampu berbuat baik kepada orang lain, yang penting hidup layak, seperti warga yang lain, dinilai sebagai orang baik, dermawan, ringan tangan, agama cukup sebagai pengakuan, karena ternyata hanya merepotkan.

Faham demikian ini sesungguhnya berasal dari orang yang malas menjalankan syariat agama, meskipun orang ini mengaku Islam, tetapi islamnya sering disebut garingan. Tak mau bersusah susah, berbasah basah ambil air wudlu untuk beribadah. Bahayanya orang ini karena secara diam diam mencari kawan, dengan mempengaruhi orang lain dalam pergaulan, dari kawan dekat, tetangga dan sanak keluarganya.

Meskipun orang ini dimasyarakat dianggap baik, secara sosial, tetapi di kemudian hari akan menyesal karena kebaikan yang telah dilakukan tidak didasari iman, yang berarti ia tak percaya akan janji Allah yang akan memberi balasan hingga ia tak akan mendapat balasan dari amal baik yang pernah dilakukan. Motivasi dari amal baiknya hanyalah ingin disebut orang yang baik, dengan kata lain hanya ingin pujian dari orang lain.

Maka amal ibadah dan ritual kwajiban terhadap Allah tak pernah dilakukan, karena tak percaya dengan Tuhan, ia hanya percaya pada akal , angan angan, dan hartanya.

Kaum Muslimin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Meskipun suka berbuat baik dimasyarakat, dinilai cukup baik secara sosial, tetapi sesungguhnya sangat merugi orang semacam ini, karena tak pernah ada iman dalam hatinya kepada Allah, sebagaimana firman Allah

* *

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS.Al Ashr :2-3).

Ini merupakan bukti bahwa iman ternyata merupakan nikmat, dan karunia dari Allah Subhanahu wa Taala , Hanya karena iman inilah, segala perbuatan dan aktifitas kita akan mendapat penghargaan dan balasan pahala dari sisi Allah. Kendatipun perbuatan itu berupa aktifitas keduniaan, misalnya bekerja, makan, minum, sampai masalah yang sangat pribadi seperti tidur, dan lain lainnya, karena agama kita memang mengatur semuanya sampai urusan seperti itu. Apalagi kegiatan yang bersinggungan dengan fihak lain dan membawa manfaat bagi orang lain, baik dari lingkungan keluarga terbatas maupun masyarakat secara luas, niscaya akan tercatat disisi Allah sebagai ibadah, yang kelak akan menerima pahala dari Allah Taala. Ini aktifitas yang kita lakukan ditengah pergaulan yang bukan ritual murni, apa lagi kegiatan ritual yang memang berupa aktifitas ibadah mahdlah. Nabi bersabda :

, ,

Hamba yang paling dikasihi oleh Allah adalah manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia , adapun amal yang lebih utama adalah membuat senang hati orang mukmin, menolak rasa lapar, dan menghilangkan kesusahan (Nashoihul ibad hal. 4).

Kaum Muslimin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Allah telah menganugerahkan nikmat yang sangat agung bagi kita, karena kita telah dikaruniai iman juga piranti untuk memberikan manfaat kepada sesama. Manfaat ini tidak hanya dimiliki oleh orang yang kaya, atau harus pintar, atau kedudukan tinggi. Tetapi siapapun tentu dapat memberikan mafaat kepada orang lain, sesuai dengan bidang dan kemampuan. Siapapun orangnya, sesungguhnya dapat melakukan karena Allah telah memberikan modal dan piranti untuk memberi manfaat kepada orang lain. Tinggal kemauan untuk melakukannya ada atau tidak.

Padahal kalau telah mendapat karunia iman, dan mau beramal shalih, niscaya Allah akan memberikan balasan yang lebih baik, dan memudahkan segala urusannya, sebagaimana firman Nya :

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami." (QS. Al Kahfi : 88).

Harapan kita, semoga senantiasa kita mendapatkan petunjuk, dan pertolongan untuk menjaga iman kita, juga sanggup melakukan amal shalih sebagai bukti penghambaan kita kepada Allah Subhanahu wa Taala Amiin.

* *

* *

 

 

 

 

 

 

 

19

 

Musibah dan Hikmah

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

$

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, senantiasa memenuhi segala perintahNya dan menjahui segala laranganNya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, ramai maupun sepi, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta kebahagyaan dari Allah Taala, sejak kehidupan di dunia ini sampai kelak di akhirat nanti, Amiin . Allah telah berfirman :

*

 

"Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
(QS.Yunus : 63-64).

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Didalam kehidupan kita ini, sungguh kita tak akan mampu menghindar dari musibah dan cobaan hidup, tak akan pernah ada kekuatan apapun yang akan mampu menolak mushibah jika Allah menghendaki. Allah telah berfirman :

" Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

(Q.S. Ar-Radu: 11)

Kita yang telah beriman kepada Allah, apakah berarti kita telah aman dari cobaan dan musibah, serta segala macam bahaya ? tidak, kita pasti di uji oleh Allah untuk menakar dan membuktikan mana yang benar benar beriman, dan mana yang hanya berbohong dalam beriman. Seperti firman Allah :

* *

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Q.S. Al-Ankabut : 2-3)

 

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Musibah dan cobaan dari Allah itu tidak hanya berupa

hal hal yang nampaknya , menyusahkan seperti

kesengsaraan, kemiskinan, kesusahan dan kerusakan saja, misalnya gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran dan lain lainnya, tidak. Tetapi juga hal hal yang nampaknya menyenangkan, seperti harta melimpah, pangkat dan kedudukan tinggi, dan segala macam hal yang menyenangkan. Seperti disebutkan dalam Al-Quran:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(Q.S. Al-Anbiya : 35)

Ujian dan cobaan dari Allah yang diberikan kepada kita semua, yang mungkin berupa harta benda yang melimpah, pangkat dan kedudukan yang tinggi, juga kesenangan kesenangan lain, itu sesungguhnya merupakan ujian yang sangat berat, dari pada cobaan dan ujian yang mungkin menyusahan. Karena tak sedikit orang yang menerima kekayaan yang melimpah, drajat yang tinggi , tetapi akhirnya justru menjadikan dirinya jatuh di lembah kehinaan dan kasengsaraan, karena ia tak mampu menggunakan anugrah itu dengan semestinya, malah untuk durhaka kepada Allah. Tak mau bersyukur, tetapi justru kufur dan takabbur, dengan harta benda, atau kedudukan mulyanya. Tetapi sebaliknya, tak sedikit orang yang menerima ujian dan musibah dari Allah yang berupa kesengsaraan dan kesusahan hidup, tetapi justru menjadikan ia semakin dekat dengan Allah, dan semakin meningkat ibadahnya kepada Allah, juga semakin baik pergaulannya ditengah masyarakat.

Maka bagi kita, hendaknya dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari segala macam cobaan hidup ini. Hendaknya kita bersabar ketika menerima musibah, serta tawakkal kepada Allah. Demikian juga bersyukur kepaa Allah apabila musibah dan mara bahaya telah berlalu dan dijauhkan dari kita. Seperti kata Ibnu Ruslan Shahibuz Zubad:

*

Jadi atas anugerah Allah bersyukurlah,

Dan atas bala cobaan dari Allah bersabarlah

bagi kita orang mukmin, harus selalu husnudzhan kepada Allah dan mengambil manfaat dari semua musibah, harus yakin bahwa semuanya tentu membawa hikmah bagi kita semua, meskipun kita tidak mengetahui seketika itu, bahkan terkadang juga membawa faedah bagi orang lain. Seperti ungkapan ini :

Musibah bagi sekelompok orang , itu ternyata faedah bagi kelompok yang lain

Sampai sampai Rasulullah saw juga bersabda mengungkapkan rasa herannya :

,

Aku heran ketentuan Allah kepada orang mukmin, qadla itu semuanya menjadikan baik bagi orang mukmin,Takdir yang nampaknya menyusahkan tetapi akhirnya justru menyenangkan (H.R. Ahmad).

Mengapa demikian ? karena orang mukmin ketika menerima musibah selalu bersabar dan tawakkal, ikhlas dan ridla, sehingga menjadi kifarat dan penebus atas dosa dan kesalahannya, tentu Allah akan mengganti dengan anugrah yang lebih besar. Sesuai dengan sabda Nabi:

Tiada henti henti cobaan yang menimpa orang mukmin laki laki maupun perempuan, menimpa pada dirinya, harta benda dan anaknya, dia tetap bersabar, sehingga ketika ia menghadap kepada Allah ia bersih tiada dosa dan kesalahan baginya ( Al Hadits ).

Akhirnya, kita wajib meyakini, bahwa musibah itu sebagai peringatan dan ujian terhadap iman seseorang , agar ia inabah, mengembalikan segala sesuatu kepada Allah semata. Juga muhasabah, introspeksi dan mawas diri atas perbutan yang telah dilakukan, untuk berupaya mencapai kebaikan dimasa mendatang, sehingga semakin bertambah-tambah iman dan taqwa kita kepada Allah swt.

* * * : * : * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

 

 

Mencari Nilai Tambah

, * * * * * * * * * , * * * * :

 

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Taala karena hanya dengan rahmatNyalah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul ditempat mulia ini untuk memenuhi panggilanNya, dengan selamat sejahtera sehat wal afiat. Dengan harapan semoga ibadah kita saat ini maqbul diterima dan mendapat ridla dari Allah Subhanahu wa Taala.

Selanjutnya marilah kita tingkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintah Nya, dan juga meninggalkan segala yang menjadi larangan Nya, agar kita senantiasa mendapat rahmat dan anugerah Nya, mendapatkan kebahagyaan hidup dari Allah Taala, sejak di dunia yang fana ini sampai kelak di alam akherat yang baqa, Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya :

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Maidah : 9).

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Selanjutnya marilah kita perhatikan firman Allah didalam Al-Quran surat an-Naml ayat 38 dan seterusnya :