. . . . . .

. . . . . . , .

 

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Ramadhan telah berakhir dan Idul Fitri pun tiba. Idul Firti, hari raya yang memberi berita gembira akan kebersihan dan kesucian bagi mereka yang menyertai kelas pendidikan bulan suci Ramadhan selama satu bulan penuh, kini adalah waktunya untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan yang telah memberinya kehidupan yang suci dan bahagia.

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Umat Islam di akhir bulan Ramadhan merasakan satu kemenangan yang begitu bernilai yaitu usaha besar dalam menaklukkan hawa nafsu yang secara langsung menariknya ke arah keinginan dan kecenderungan yang tidak baik. Memang sedikit orang yang sadar akan keberadaan musuh yang tersembunyi dalam dirinya, yakni hawa nafsu yang menyeretnya ke arah penyimpangan.

Diriwayatkan, ketika Rasulullah dan para sahabat baru pulang dari salah satu perang besar, beliau berkata :"Kita baru saja melakukan suatu jihad kecil dan akan menghadapi jihad yang besar dan berat". Para sahabat heran, karena mereka menyangka baru saja mereka melakukan perang yang sangat berat dan meminta banyak pengorbanan, lantas mereka bertanya "Jihad apa lagi ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah : "Puasa, yaitu jihad memerangi hawa nafsu".

 

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Bulan Ramadhan adalah bulan melawan dan menundukkan hawa nafsu dalam jiwa manusia. Oleh yang demikian akhir dari perjuangan ini, adalah perayaan dan kegembiraan yang oleh Imam Ali Krw disebut sebagai hari raya. Dalam pandangan beliau, setiap hari di mana manusia tidak melakukan dosa adalah hari raya. Akhir Ramadhan adalah hari raya bagi jiwa-jiwa suci yang telah dibersihkan dari kotoran dan dosa dan seakan-akan kembali dilahirkan ke dunia.

Jika Allah menjanjikan pada yang berpuasa karena keikhlasan dan keimanannnya ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah lalu, maka pada hakekatnya kita telah dikembalikan pada kondisi fitrah kita. Seperti layaknya bayi yang baru lahir. Itulah sebabnya hari raya setelah Ramadhan disebut Hari Raya Fitri. Fitri, karena kita seperti selembar kertas yang putih tampa bercak kotor dari dosa. Dengan modal itu, kita jalani hari-hari, bulan dan tahun yang akan datang dengan lebih baik, lebih sedikit berbuat dosa dan kesalahan sehingga pada bulan Ramadhan tahun depan kalau umur kita sampai, kita bisa tidak terlalu repot membersihkannya

Menyambut kedatangan hari raya Idul Fitri ini, Umat Islam pada hari pertama bulan Syawal dan sejak pada malam sebelumnya telah menyiapkan diri mereka untuk hadir dalam perayaan penuh kegemilangan ini. Mula-mula mereka menyediakan beras/makanan pokok atau sejumlah uang sebagai zakat fitrah untuk diberikan kepada miskin fakir di hari raya. Dengan cara ini, langkah pertama bagi memasuki hari raya ialah dengan memberi perhatian kepada para fakir miskin demi mengikis kemiskinan dari masyarakat Islam. Sebab, kemiskinan merupakan akar dari banyak penyimpangan akhlak dan sosial. Imam Ali Krw dalam sebuah ungkapan kepada salah seorang anaknya berkata:

Wahai anakku, aku mengkhawatirkan kemiskinan bagimu, karena kemiskinan mencacatkan agama, mengganggu fikiran dan akal manusia serta melahirkan buruk sangka masyarakat terhadapnya dan dirinya terhadap masyarakat.

Sayyid Qutb, salah seorang cendikiawan Islam menyinggung tujuan lain zakat dan mengatakan: Zakat adalah kebersihan dan kemajuan. Ia membersihkan jiwa dengan membayar hak yang wajib dan juga membersihkan jiwa dan hati dari ketamakan dan kesombongan. Harta dan kekayaan merupakan hal yang disayangi oleh manusia. Ketika manusia merelakan dan memberikannya kepada orang lain, jiwanya menjadi bersih dan bercahaya.

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Penunaian kewajiban zakat kepada kelompok masyarakat tertentu atau kepada mereka yang berhak bukan merupakan kemurahan hati dari pihak penuai, tetapi merupakan keharusan yang setaraf dengan hutang yang harus dipenuhi. Bahkan menurut Imam Ghazali, untuk mencapai kesempurnaan penunaian zakat beberapa ketentuan etis harus dipenuhi. Diantaranya, pertama: adalah sikap wajar, dalam arti tidak menyinggung apalagi mempermalukan si penerima. Dan kedua, kerendahan hati untuk memilih harta yang baik (yang disukai) dari harta yang akan diberikan kepada si miskin.

Selanjutnya, penunaian zakat oleh al Quran diibaratkan sebagai pemenuhan kualitas mukmin sejati. Karena itu, ia merupakan satu dari tiga syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk dapat dinilai sebagai saudara seagama. Zakat juga dapat dikategorikan sebagai aksi atau bukti nyata atas keimanan seseorang kepada Allah. Karena barang siapa telah mengucapkan syahadah tapi dengan sadar dan sengaja tidak menunaikan kewajiban zakatnya ia digolongkan keluar dari garis keimanan dan keislaman (murtad).

Dalam persoalan ini, Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq pernah menyatakan perang kepada beberapa suku Arab yang menolak menunaikan zakat setelah Nabi wafat. Orang orang yang ingkar zakat, kata beliau- termasuk orang orang yang keluar dari Islam, alis murtad. Mereka telah mengingkari Islam karena mengingkari kewajiban zakat. Oleh karenanya, sebaiknya kita harus hati hati dalam memposisikan persoalan dan pengamalan zakat, agar tidak menjadi persoalan bagi kita sendiri di masa datang, terutama di hadapan Allah SWT.

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Pada hari ini umat Islam mendapat pahala setelah sebulan melakukan pembinaan diri dan meniti jalan ketaqwaan. Imam Ali Krw berkata:

Wahai hamba Allah swt, ketahuilah bahawa pahala terdekat yang diperuntukkan bagi lelaki dan wanita yang berpuasa ialah bahwa di akhir bulan Ramadhan, malaikat akan berseru: Wahai hamba Allah, Tuhan menyatakan telah memaafkan kesalahan kalian di masa lampau. Kini fikirkanlah masa depan kalian bagaimana untuk memulakan kehidupan baru. Ketika hilal bulan syawal terlihat, para malaikat berseru: wahai orang-orang mukmin, kemarilah dan dapatkan pahala kalian.

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Disamping kewajiban zakat fitrah, umat Islam untuk bersilaturrahim atau menyambung tali persaudaraan antara sesama saudara seagama. Ada janji Rasulullah yang patut untuk direnungkan. Beliau bersabda

. : ( )

Ada tiga hal yang apabila kalian melakukannya maka Allah akan memperhitungkan amalnya dengan mudah dan memasukkannya ke surga dengan kasih sayangnya. Para sahabat bertanya: apakah tiga hal tersebut wahai Rasul ? Beliau menjawab: engkau memberi kepada orang yang tak mau memberi padamu, engkau menyambung persaudaraan kepada orang yang memutus persaudaraan denganmu dan kau memaafkan orang yang berbuat aniaya kepadamu. Jika kau lakukan tiga hal tersebut, maka kau akan masuk surga (HR. Al Hakim dan ath Thabrani).

Dengan adanya silaturrahim ini diharapkan terwujud persatuan antara orang Islam hingga mereka seakan akan satu bangunan kokoh dimana satu bagian menguatkan bagian yang lain. Hal ini sebagaimana terganbar dalam hadis Rasulullah SAW

Orang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah bagaikan satu bangunan yang satu bagian darinya menguatkan bagian yang lain.

Dalam mewujudkan persatuan ini ada hal yang harus kita perhatikan yaitu adanya sikap saling menghormati, menghargai dan menerima perbedaan yang ada. Sudah merupakan sunnatullah kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang berbeda baik bentuk, warna kulit dan bahasa. Semua itu merupakan tanda kekuasaan Allah dan agar mereka saling mengenal, bukan untuk saling menonjolkan identitas pribadi hingga sampai pada taraf memandang rendah terhadap manusia yang berbeda dengannya. Janganlah perbedaan ini menyebabkan kita saling bertentangan dan berselisih karena jika sampai hal ini terjadi, maka sama saja kita akan menjadi umat jahiliyah sebelum kedatangan agama Islam.

Allah berfirman dalam surat Al Imran 103 :

(#qßJÅÁtGã$#ur È@ö7pt¿2 !$# $YÏJy_ Ÿwur (#q%xÿs? 4 (#rãä.øŒ$#ur |MyJÏR !$# öNä3øn=tæ øŒÎ) LäZä. [ä!#yãr& y#9r's tt/ öNä3Î/q=% Läóst7r's ÿÏmÏFuKÏZÎ/ $ZRºuqzÎ) LäZä.ur 4n?tã $xÿx ;otøÿãm z`ÏiB Í$Z9$# Nä.xs)Rr's $pk]ÏiB 3 y7Ï9ºxx. ßÎit6ムª!$# öNä3s9 ÏmÏGtƒ#uä /ä3ª=ys9 tbrßtGöksE ÇÊÉÌÈ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

 

 

Hadirin jama'ah sholat Ied yang berbahagia !

Sungguh banyak keutamaan yang terkandung dalam Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan bagi mereka yang menundukkan hawa nafsu yang biasanya susah dikendalikan, baik nafsu makan, minum dan berbagai nafsu lainnya. Idul Fitri hari bermaaf-maafan hari mempererat tali silaturrahim sesama keluarga dan masyarakat sekeliling sehingga seolah-olah kita lahir kembali dengan semangat baru, hidup baru sebagai orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

. . . .

. . . . . .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

. . . . . . . . . . :

. . . . ǡ . . . . .

. .