Khuthbah Jum'ah
,
, AN NIDA' 
 

 


  
H.Abu Royhan
Birrul Walidain

Petunjuk Quran

Awas ! Alam dapat menjadi Ancaman

Makna Kebinekaan Manusia

Rojab Wulan Bersejarah

Tuladane IsraNabi

Isra Miraj Kebak Hikmah

HayyaalashSholah

Khutbah Jumah Tsaniyah

 

 

1

 

Birrul Walidain

$ $ $ $ $ $ : $ $

 

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Taala, atas rahmat dan karuniaNya kepada kita sekalian, sehingga pada kesempatan siang hari ini kita berkumpul di tempat mulia masjid ini dengan selamat sejahtera.

Selanjutnya marilah bersama sama senantiasa kita perkokoh iman dan taqwa kita, dengan berupaya melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya, Insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat, dengan ridla Allah Subhanahu wa Taala. Amiin.

Sejenak mari kita arahkan ingatan kita kepada orang yang paling berjasa kepada kita dalam hidup ini, tak lain orang itu adalah orang tua kita. Naluri manusia tentu sama, memiliki kecintaan kepada kedua orang tua. Agama kita mewajibkan kepada kita selain menyembah kepada Allah dengan tanpa menyekutukan, juga berbakti kepada orang tua. Karena keduanya telah menjadi sebab yang nyata terhadap keberadaan kita tercipta didunia ini, Allah telah berfirman :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka

perkataan yang mulia (QS. Al Isra : 23).

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Allah telah memerintahkan supaya kita menyembah hanya kepada Allah, dan berbakti kepada kedua orang tua juga senantiasa menghormati mereka jangan sampai melakukan perbuatan yang mengakibatkan luka dihatinya, baik dalam bentuk tindakkan, ucapan maupun sikap yang tidak menyenangkan keduanya. Ini perintah wajib, yang berarti haram hukumnya jika sampai melakukan sesuatu yang menyakiti keduanya, artinya kita wajib selalu menjaga perasaan mereka. Karena mereka telah bersusah payah terutama ibu, sejak mengandung sampai melahirkan, merawat sampai membesarkan dengan penuh kasih sayang, tepat kiranya nyanyian lama, bahwa kasih ibu kepada kita bagai sang surya menyinari dunia. Sehingga Allah mewajibkan pula kepada kita agar bersyukur kepada keduanya. Firman Allah :

 

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu dan bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. Lukman : 14).

Perintah Allah selalu berantai, antara kwajiban menyembah Allah tanpa menyekutukan, dan berbakti kepada orang tua dan menghormati mereka tanpa menyinggung perasaan. Demikian pula perintah bersyukur kepada Allah bersamaan dengan bersyukur kepada kedua orang tua. Beribadah kepada Allah jika tidak berbakti kepada orang tua, ibadahnya akan sia sia belaka tidak diterima, demikian pula bersyukur kepada Allah tak akan diterima jika tidak bersyukur kepada orang tua. Bahkan menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar.

Saudaraku, Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Bagaimana cara kita berbakti dan bersyukur kepada Allah dan orang tua, banyak cara yang dapat kita lakukan, yang jelas kita jauhi yang dilarang, terutama yang termasuk dosa besar, kita tunaikan kwajiban sebagai penghambaan kepada Allah. Kepada orang tua kita patuhi keinginannya, kita hormati hak haknya, dan kita doakan agar mendapat maghfirah dan rahmat dari Allah Taala. Imam Sufyan Ats Tsauri mengatakan :

Barang siapa yang menunaikan shalat lima waktu, berarti ia telah bersyukur kepada Allah Taala. Dan barang siapa mendoakan kedua orang tuanya setelah menunaikan shalat lima waktu, berarti ia telah bersyukur kepada kedua orang tuanya.

Kwajiban menghambakan diri kepada Allah dengan mengEsakan dan tidak menyekutukanNya, serta berbakti kepada orang tua merupakan kwajiban yang harus ditunaikan bagi setiap manusia. Bahkan kewajiban berbakti kepada orang tua itu tidak sebatas ketika orang tua masih didunia saja, sampai orang tua sudah meninggalpun bagi setiap anak tetap berkwajiban berbakti kepada orang tua. Pernah Nabi ditanya oleh seorang shahabat, tentang bagaimana caranya berbakti kepada orang tua yang telah tiada. Nabi kemudian bersabda :

Sesungguhnya termasuk cara berbakti kepada kedua orang tua setelah meninggal dunia, hendaknya kau tunaikan shalat, dan tunaikan pula untuk kedua orang tuamu, dan laksanakan puasa, juga lakukan untuk kedua orang tuamu.

(HR.Daru Quthni).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,

Taat dan patuh kepada kedua orang tua adalah kwajiban bagi kita, apapun perintahnya, sejauh tidak perintah untuk berbuat maksiyat dan durhaka serta menyekutukan Allah. Jika orang tua memerintahkan perbuatan tersebut baru kita tidak boleh mentaatinya, tetapi kwajiban kita mempergauli mereka dengan baik, sampaikan penolakan dengan bijak dan halus, jangan sampai tersinggung perasaan mereka. Allah berfirman :

 

 

 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS.Lukman : 15).

 

Semoga Alllah selalu melimpahkan maghfirah dan rahmatnya kepada kedua orang tua kita, dan memberkati kita sekalian untuk dapat senantiasa menghambakan diri kepadaNya dan berbakti kepaa kedua orang tua kita.

* * * * * * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Petunjuk Quran

* * , * * * * * : * * *

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita Allah Taala, dengan menjalankan perintah perintah Nya serta dengan sekuat tenaga berupaya meninggalkan laranganNya. Dengan senantiasa berpegang teguh pada agama Allah akan menjamin keselamatan kita, dan tak akan tersesat dalam kehidupan ini. Kehidupan dunia yang penuh kemewahan yang menggiurkan ini, akan selalu memperdaya manusia, agar manusia semakin terbuai dalam kenikmatan dunia sehingga melupakan Tuhannya, melupakan akhiratnya, dimana segalanya hanyalah semu belaka. Akhiratlah tempat tujuan sesungguhnya. Dunia ini hanyalah tempat transit sementara. Tetapi akan bagai mana nanti kita disana akan ditentukan pada kehidupan dunia ini. Tiada lain untuk mencapai kebahagian dan selamat dari kesesatan hanyalah berpegang teguh pada agama Allah. Karena akan selalu mendapatkan petunjuk dari Allah di jalan yang lurus, sesuai firman Allah alamAl Quran surat Al Imran :


Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus (QS.Ali Imran :101).

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Al Quran kalamullah yang telah diturunkan kepada Rasulullah Sallallahualaihi wasallam, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, khususnya orang orang yang bertaqwa kepada Allah. Dibumi yang tandus, kering tanpa kesuburan, tanah pasir terhampar disekat bukit berbatuan. Disanalah Allah telah menyiram gersangnya kehidupan manusia dikala itu, dengan rahmat Allah, berupa wahyu Kalamullah Al Quran suci kepada UtusanNya Rasululah Sallallahualaihi wasallam. Untuk dipedomani oleh sekalian manusia agar terjamin kehidupannya dunia dan akhirat. Al Quran sesungguhnya memang sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, tidak terbatas umat Islam saja. Merasa atau tidak, mengakui atau tidak, setiap manusia tentu mengambil petunjuk dari Al Quran, karena tegas sekali Allah berfirman :

Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

(QS.Al Baqarah : 185).

Dalam hal hal yang bersifat umum, mengenai kehidupan, kemanusiaan, tentu semua orang mengikuti petujuk Al Quran. Misalnya tentang kwajiban anak berbakti kepada orang tua, setiap orang tua tentu tak ingin anaknya durhaka. Maka Al Quran mengatakan :

..........dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Orang tua mana yang tak ingin anaknya berbakti kepadanya ? Demikian pula dalam kehidupan sosial, pergaulan sejak dalam kehidupan berumah tangga dalam lingkungan keluarga, bermasyarakat sampai pada kehidupan bernegara, Al Quan mengatur semuanya. Maka benar adanya bahwa Al Quran sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.

Akan tetapi secara khusus Al Quran sebagai petunjuk bagi orang orang muttaqin, yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Taala. Sebagaimana firman Allah dalam permulaan surat Al Baqarah :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa . ( QS. Al Baqarah : 2 )

Maka marilah kita senantiasa berpegang teguh mempedomani petunjuk Al Quran, apalagi dalam kehidupan diera yang serba muka ini. Al Quran semakin banyak ditinggalkan oleh manusia, sehngga Al Quran tinggal sebagai simbul belaka, tinggal tulisannya yang semakin langka dibaca.

Mugkin memang telah tiba saatnya, apa yang pernah disabdakan oleh Nabi, bahwa hal ini termasuk diantara tanda tanda dekatnya hari kiyamat. Sabda Nabi :

,

Akan datang suatu masa, Islam tiada lagi kecuali tinggal sebutannya, dan juga Al Quran telah tiada kecuali tulisannya .

Kenyataan tak dapat kita ingkari, bahwa begitu banyaknya ummat Islam, tak kurang dari 200 juta dinegri kita ini, menurut statistik beragama Islam. Tetapi yang memenuhi kwajiban menunaikan ibadah shalat lima waktu, belum tentu mencapai 50 pesenya. Ini dibuktikan pada siang ini, dari berapa ribu warga masyarakat kita yang beragama Islam, tetapi hanya sekian ini yang memenuhi kwajiban shalat Jumat dimasjid ini. Di siang ini ternyata masih lebih banyak ummat Islam yang tidak menghadiri masjid menuaikan kwajiban shalat Jumat.

Dari ummat Islam yang rajin shalat , berapa yang dapat membaca Al Quran ? dari yang mampu membaca Al Quran, berapa yang mengerti makna dan artinya ?. Semua ini membuktikan bahwa sabda Nabi itu benar benar menjadi kenyataan.

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Demikian pula Al Quran tinggal tulisannya, masih banyak umat Islam yang mengabaikan Al Quran, terbukti bahwa ummat Islam tak mampu membaca kitab sucinya. Padahal ketika nikah mas kawinnya mushhaf Al Quran , akan tetapi sampai melahirkan beberapa anak, Al Quran yang dulu jadi mas kawin belum pernah dibaca. Ternyata memang tidak mampu membacanya. Termasuk anak anaknya juga tak pernah diajari atau disuruh belajar membaca Al Quran. Ada pula Quran yang sampai usang sama sekali belum pernah dibaca, Padahal konon kitab itu kerap dipakai. Ternyata mushhaf itu hanya berfungsi sebagai piranti untuk menyumpah pejabat pejabat ketika dilantik dan sumpah jabatan , Ini menjdi bukti bahwa Al Quran hanya tinggal tulisanNya.

Akhinya marilah kita tingkatkan kecintaan kita terhadap Al Quran, dengan jalan mempelajari dan memperbanyak membaca Al Quran, untuk mencapai ketenteraman dan kebahagiaan hidup ini. Sesuai apa yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. :

Perbanyaklah membaca Al Quran dirumah kamu, sebab sesungguhnya rumah yang tidak pernah Al Quran dibaca didalamnya, akan sedikit kebaikannya, tetapi banyak kejelekannya, dan merasa sempit bagi penghuninya selalu .

Akhiripun marilah kita berdoa memohon kepada Allah semoga kita seantiasa mendapat petunjuk Al Quran, juga anak cucu kita sebagai generasi yang mendapat cahaya pitunjuk Al Quran. Amiin.

$ $ $

 

3

 

 

Awas ! Alam dapat menjadi Ancaman

* * * * * * , * : : *

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Taala karena hanya dengan rahmatNyalah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul ditempat mulia ini untuk memenuhi panggilanNya, dengan selamat sejahtera . Harapan kita semoga ibadah kita saat ini maqbul diterima dan mendapat ridla dari sisi Allah Subhanahu wa Taala.

Selanjutnya marilah kita tingkatkan taqwa dan thaat kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintah Nya, dan juga meninggalkan segala yang menjadi larangan Nya, agar kita senantiasa mendapat rahmat dan anugerah Nya, mendapatkan kebahagyaan hidup dari Allah Taala, sejak di dunia yang fana ini sampai kelak di alam akherat yang baqa, Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya :

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Maidah : 9).

 

Bapak bapak, jamaah jumah rahimakumullah.

Manusia diciptakan oleh Allah di dunia ini, dan diciptakan alam ini dengan segala isinya semua merupakan anugerah dari Allah untuk kelangsungan hidup manusia. Semua manusia tanpa membedakan antara golongan satu dengan lainnya, atau satu bangsa dengan bangsa lainnya, iman atau kafir, bodoh atau pintar, semuanya dikarunia rizki oleh Allah lantaran bumi dan alam disekitarnya. Allah berfirman :

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu

(QS.Al Baqarah : 29 )

Segala yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia, merupakan anugerah Allah untuk seluruh manusia agar dikelola dengan baik tanpa menimbulkan kerusakan. Hanya saja manusia dalam memperoleh rizki itu, manusia diwajibkan untuk berusaha. Allah telah menyediakan alam semesta ini dengan segala isinya, sumberdaya alam sebagai sarana prasarana hidup yang tiada habis habisnya. Sementara Allah menciptakan manusia dengan segala perangkat kecerdasan akalnya agar dapat mengelola dan mengambil manfaat dari seluruh isi alam ini. Dari sinilah timbul berbagai ilmu pengetahuan agar manusia dapat mengambil manfaat dan alam ini tetap terjamin kelestariannya. Karena alam jika di exploitasi dengan semena mena tanpa mempertimbangkan ekosistem, akibatnya justru akan menimbulkan kerusakan alam dan akhirnya alam ini justru menjadi ancaman bagi manusia. Tanah, air, udara, api, angin, semuanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Tetapi oleh karena ulah tangan jahat manusia pula semua menjadi sumber malapetaka yang mengancam keselamatan manusia.

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Allah menciptakan segalanya tidaklah untuk disia siakan, dan tidak pula untuk main main. Al Quran menyeru manusia untuk menjelajahi alam, menyelidiki alam baik alam ulya seperti langit dan ruang angkasa dengan tata suryanya, maupun alam sufla seperti bumi, lautan, tumbuh tubuhan, gunung gunung dan sebagainya. Semuanya, bukanlah ilmu sebatas untuk pengetahuan, tetapi agar manusia dapat mengambil manfaat dengan sebesar besar manfaat, agar mengingatkan manusia untuk dapat bersyukur dan mengingatkan manusia akan tanda tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Allah berfirman :

* * * *

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan

(QS. Al Ghasyiyah : 17-21).

Telah Allah ciptakan bumi ini dengan segala lapisannya, langit dan cakrawala dengan tata suryanya, gunung gunung dengan batu batu dan seluruh isi perutnya, lautan dengan segala kekayaannya, tumbuh tumbuhan dengan segala buah dan kemanfaatannya, semua yang diciptakan bermanfaat bagi manusia. Tetapi sangat disayangkan manusia dengan akalnya, mengetahui nikmat Allah yang begitu besar bagi manusia, tetapi mereka mengingkarinya. Seperti yang digambarkan dalam firman Allah :

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. An Nahl : 83 ).

Manusia dengan akal dan kecerdasannya, ilmu pengetahuan yang tinggi seakan tanpa ada batasnya, semakin pandai memanfaatkan dan mengekploitasi alam ini untuk kepentingan manusia, tetapi mereka lupa bahwa semua adalah nikmat dan karunia Allah Taala. Kebanyakan manusia dalam menggunakan akalnya tidak membawa kepada iman kepada Allah, justru sebaliknya semakin kufur dan lupa kepada yang memberikannya, persis sebagaimana yang dilukiskan oleh Allah dalam firman Nya.

.........mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS.Al Araf :179 ).

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Manakala kita selalu mengkufuri dan ingkar tak pernah bersyukur atas nikmat Allah Taala. Dikaruniai bumi yang subur, air yang melimpah, sumberdaya alam yang sangat besar, tetapi tidak dikelola dengan baik, malah sebaliknya di ekploitasi secara berlebihan melampaui batas, memperkosa keadaan alam tanpa memperhitungkan bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan alam. Selayaknya jika kemudian Allah memberikan peringatan kepada kita. Dengan kata lain alam akhirnya menjadi ancaman dan sumber mala petaka bagi kehidupan manusia. Keadaan demikian sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran :

$

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

(QS. An Nahl: 112).

Firman Allah tersebut terasa jelas bahwa bangsa kita ini telah kafarat bi anumillah ; mengingkari nimat nimat Allah, maka kesuburan bumi ini tidak lagi membawa kesejahteraan dan katenangan, lantaran kita telah salah urus, sebagai bukti ketidak syukuran atas nikmat karunia Allah.

Oleh karenanya kita harus pintar mengelola dan membudidayakan alam ini, mengambil manfaat dengan tetap menjaga keseimbangan dan kelestariannya, Jangan sampai secara anargis membuat kerusakan yang akhirnya membawa bahaya dan bencana yang mengancam kehidupan kita. Demikian juga kita syukuri anugerah dan nimat pemberian Allah, dengan kita manfaatkan semestinya, sebagai sarana penghambaan kita, ibadah kita kepada Allah Taala.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita, meberikan maghfirah dan ridloNya. Amiin.

* * * * * * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

Makna Kebinekaan Manusia

* * * * * * * * : * * * *

 

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita Allah Taala, dengan menjalankan perintah perintah Nya serta dengan sekuat tenaga berupaya meninggalkan laranganNya. bagaimanapun, baik suka maupun duka, Dalam suasana apapun, sulit maupun mudah, sempit maupun lapang, sepi maupun ramai, kaya ataupun miskin tetaplah bertaqwa dan thaat kepada Allah, agar kita mendapatkan rahmat dan anugerah, keselamatan dari Allah Taala, sejak di dunia sampai di akhirat. Amiin. Allah telah menjanjikan dengan firman Nya

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa. (QS.Fushshilat : 18).

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah

Kita sebagai manusia telah diciptakan oleh Allah sebagai makhluk termulia, dan terbaik oleh karena karunia terbesar yang tak pernah diberikan kepada makhluk selain manusia, ialah akal. Ini merupakan karunia yang tidak nampak secara fisik, tetapi sangat kita yakini merupakan elemen terpenting dalam diri manusia. Manakala anugerah ini tiada sempurna, dengan kurang barang sedikit saja, akan mengurangi harkat kemuliaan manusia. Apa lagi jika manusia telah menyalah gunakan anugerah besar nikmat pemberian Allah dengan menggunakan nikmat itu untuk menentang peraturan dan perintahNya. Allah akan sangat murka dan akan membalikkan kemuliaan manusia menjadi kehinaan sehina hinanya, hewan melata lebih mulia dari padanya, neraka yang paling rendah adalah yang paling pantas sebagai tempat kembalinya. Firman Allah dalam Al

Quran :

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). (QS. Ath Thin : 5 ).

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah

Kehormatan dan kemuliaan manusia adalah hal yang sangat utama, yang harus selalu dijaga dan dipelihara. Kemuliaan dan sifat kemanusiaan pada dasarnya menyatu sebagai fitrah manusia. Kemuliaan yang diberikan kepada manusia adalah sifat yang umum, dan semua manusia mempunyai hak dan kedudukan yang sama dalam kemuliaannya. Tidak ada pembedaan antara warna kulit, bangsa dan ras, dan fisiknya. Kecuali karena ketaqwaan kepada Allah yang akan menempatkan manusia pada derajat yang lebih mulia. Allah berfirman :

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( QS.Al Hujurat : 13 )

Barometer kemuliaan manusia adalah kadar ketaqwaannya kepada Allah Taala. Islam memandang manusia pada dasarnya sama, sebagai ummat yang satu, umatan wahidah. Meskipun perbedaan keinginan dan kemauan telah memecah belah kesatuan mereka, tetapi asal mereka tetap satu. Kesatuan itu akan tetap menyeluruh, dan disatu saat akan menyatu dan bersatu. Perbedaan bahasa, suku bangsa, warna kulit merupakan manifestasi dari kekuasaan Allah dalam menentukan kejadian manusia. Menurut pandangan Islam perbedaan perbedaan manusia itu bukan suatu penghalang bagi kesatuan ummat. Karena perbedaan tersebut sebenarnya merupakan keniscayaan dan sunatullah.

Pengelompokan manusia dari berbagai bangsa dan suku, bukanlah untuk berpecah belah, bersilang sengketa dan bertikai serta bemusuhan, tetapi agar mereka saling mengenal , saling mengambil pelajaran satu sama lain demi kedamaian dan kemaslahatan bersama. Sebagaimana firman Allah :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. ( QS.Al Hujurat : 13 ).

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah

Rupanya benar Allah menjadikan kita bersuku suku dan berbangsa bangsa antara satu sama lain untuk agar dapat saling mengenal, yang dari proses interaksi sosial itu masing masing fihak dapat saling mengambil manfaat. Sehingga kekayaan dunia ini akan dapat dihayati dan dinikmati seluruh penduduk dunia. Keragaman kemampuan manusia dan budaya yang satu sama lain berbeda, tradisi adat istiadat yang tak sama jika bertemu ternyata dapat membawa hikmah yang sangat besar. Kelebihan yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu merupakan sarana beramal untuk orang lain. Begitupun kekurangan sesorang dapat mengambil kelebihan fihak lain dengan saling merasa tidak dirugikan. Dengan demikian selain untuk saling mengisi kebutuhan satu sama lain, perbedaaan perbedaaan itu merupakan sarana dan wahana untuk beramal dan berbagi manfaat kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai ujian bagi manusia. Bahwa perbedaan yang dikaruniakan Allah itu harus diterima tanpa harus komplain dan menggugat jika orang lain maendapat yang lebih dari yang kita terima dari anugerah Allah.

Firman Allah :

Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu .( QS. Al Anam ; 165 )

Perbedaan perbedaan anugerah Allah itu merupakan keniscayaan. Allah telah membagi sesuai dengan kehendakNya. Semuanya merupakan karunia dan rahmatNya untuk menuju kepada kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.

Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah

Demikianlah hikmah perbedaan tingkat kehidupan manusia, dan perbedaan perbedaan itu tidak membawa efek sedikitpun terhadap kwajibannya terhadap Allah. Tidak ada yang merasa diistimewakan dan tak ada yang merasa direndahkan karena perbedaan itu, justru yang muncul adalah kesadaran bahwa mereka saling membutuhkan.

Manusia adalah makhluk sosial yang satu sama lainnya saling menggantungkan diri untuk memenuhi hajat hidupnya. Oleh karena itu agar terjalin hubungan yang harmonis, manusia dituntut untuk saling menghormati, tolong menolong antar sesama manusia dalam satu komunitas tertentu, kendatipun mereka dalam perbedaan yang nyata dalam banyak hal, termasuk sekalipun beda keyakinan dan agama. Firman Allah :

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al Muthanah : 8 )

Berbuat baik di dalam kita hidup bermasyarakat yang penuh berbedaan dan dalam kemajemukan ternyata Allah juga tidak melarang kita untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Bahkan seyogyanya mempergauli sesama insan dengan sebaik baiknya, sebab pada hakikatnya kita berbuat baik kepada orang lain itu sama dengan kita berbuat baik kepada diri kita sendiri, demikian pula kita menghormati orang lain pada hakikatnya kita menghormati diri sendiri. Sehingga kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain itu, ibarat kita mempunyai infestasi kebaikan yang kelak pasti akan kita nikmati pula hasil dan balasannya dari Allah Taala. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita Aminn.

* * * * * * * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

Rojab Wulan Bersejarah

, * * * * * * * * * * , * * * * *

 

Para sederek Kaum Muslimin ingkang Minulya

Mangga kita sesarengan nambahi taqwa kita dateng Allah, kanti estu estu tansah netepi taat dateng sedaya perintah lan dawuh dawuhipun, saha nilar lan nebihi sedaya awisanipun. Ampun ngantos kumawantun nilar kwajiban lan nglirwaaken dawuh dawuhipun Allah, lan ugi ampun ngantos nerjang palang awisan ipun Allah.wonten ing kawontenan kados menapa kemawon, tansah netepana taqwa lan thaat dateng Allah, supados kita tansah pikantuk rahmat lan kanugerahan, kebahagyaan gesang saking ngarsa Dalem Allah Taala, wiwit ing alam dunya punika ngantos dumugining akherat, Amiin. Ringkesipun tansah nertepi iman lan taqwa, Inggih namung kanti sarana mekaten, kita bade manggihaken kawilujengan gesang dunya dumugining akhirat.

 

Para sederek Kaum Muslimin ingkang Minulya,

Gilir gumantosing mangsa mboten kraos sampun ndumugekaken kita dateng satunggaling mangsa, ingkang linangkung mulya menggahipun Allah sahingga pinilih minangka satunggaling wulan ingkang kadunungan prastawa agung ingkang mboten nate kedadosan wonten ing wulan sanes. Inggih wulan Rojab punika Allah ngersakaken nimbali dateng Kekasih lan utusanipun Inggih Kanjeng Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam wonten ing saminipun wulan menika. Pramila sampun sak mestinipun wulan ingkang agung lan bersejarah punika kita mulyakaken. Dene cara kita mulyaaken wulan menika antawisipun kanti ngatah ngatahaken dzikir, doa lan istighfar nyuwun pangapunten dateng Allah, Jalaran Allah dawuh ingkang sinebat ing hadits :

: ,

Allah dawuh ing saben saben dalu saking wulan Rojab, kanti pangandikanipun :

Wulan Rojab iku wulan Ingsun lan kawula iku kawula Ingsun, rahmat iku kawelasan Ingsun, Kanugerahan iku ing panguasa Ingsun. Lan Ingsun Allah iku Dzat kang Paring pangapura marang sapa wae kang nyuwun pangapura.lan Ingsun iku Dzat Kang Paring marang wongkang nyuwun marang Ingsun Ing sasi Rojab iki.

Maasyiral muslmin Rahimaumullah ,

Nitik dawuh punika kita ing sak lebetipun wulan Rojab punika kedah ngatah ngatahaken istighfar nyuwun pangapunten dateng Allah, sinaosa katah lan ageng dosa lepat kita dateng Allah kita mboten kenging putus asa kedah ngagengaen roja kita dateng rahmatipun Allah inggih namung panyuwunan pangapunten punika ingkang langkung trep kita kunjuk aken wonten ngarsanipun Allah. Agengipun dosa lepatipun kawula mboten sepintena kabanding rahmat lan maghfirahipun Allah. Sepinten mawon ageng lan katahipun dosa kita. Dawuh dalem Kanjeng Nabi ngriwayataken saking ngarsanipun Allah :

: , , , .

Allah Taala ngendika :

He, tedak turun Adam , selagine sira nyuwun marang Ingsun lan ngarep arep rahmat Ingsun, mesti wae Ingsun paring pangapura marang dosa dosa ira ora perduli. He anak putu Adam, kok umpama dosa ira iku nganti ngebaki awang awanging langit, nuli sira nyuwun pangapura marang Ingsun, Ingsun paring pangapura marang dosa dosa ira.

He anak putu Adam, kok umpama sira sowan ing ngarsa Ingsun kelawan nggawa kaluputan sak kebake bumi, nuli sira sowan ing ngarsa Ingsun kelawan tanpa nyekutokake ing Ingsun kelawan sawiji wiji, mesti Ingsun bakal paring marang sira kelawan pangapura sak kebake bumi uga

(HR. At Turmudzi).

Maasyiral muslmin Rahimaumullah ,

Minangka tiyang mukmin kita tentu tansah adang adang lan ngagengaken roja, harapan kita dateng rahmatipun Allah, jalaran inggih namung tiyang tiyang kafir mawon ingkang putus asa mboten wonten pangajeng ajengipun dateng rahmatipun Allah. Kados dawuhipun :

Ora putus harapan saka rahmate Allah kejaba wong wong kang pada kafir

Pramila kanti dumuginipun wulan Rojab punika mangga kita mulyakaken kanti ngatahaken istighfar saha ngaturaken donga panyuwunan dateng Allah, langkung langkung nyuwun kaparingana saget manggihi wulan Ramadlon mangke, nderek kados donga ingkang tansah kawaos Kanjeng Nabi nalika dumugi wulan Rajab ngaten punika :

*

Duh Allah mugi maringana barokah dateng kula ing wulan Rojab punika #

Lan wulan Syaban, lan ugi ndumugekna dateng kula ing wulan Ramadlon.

Mugi Mugi Allah maringana pitedah lan pitulung dateng kita saget nindakaken dawuh lan printahipun, nambahi thaat lan ibadah kita ing wulan mulya punika , ugi tansah kaparingan rahmat lan maghfirah saking ngarsa dalem Allah Taala.

$ $ $ : $ $ $ $

 

 

 

 

 

6

 

 

Tuladane IsraNabi

* * * * * * * * *

:

* * * * * , *

Para sederek kaum muslimin rahimakumullah

Mangga kita samiya tansah nambahi taqwa lan thaat kita dateng Allah, kanti sarana tansah nderek sedaya perintah lan dawuh dawuhipun, saha nilar sedaya cegah lan awisanipun , wonten ing pundi kemawon kawontenan kita, swasana kados menapa kemawon, kapan mawon, enjang lan sonten, rinten lan dalu nuju bingah utawi sisah, nuju sulit utawi gampil, ing kawontenan sepen utawi rame , tansah netepana taqwa lan thaat dateng Allah, supados kita tansah pikantuk rahmat lan kanugerahan, kebahagyaan gesang saking ngarsa Dalem Allah Taala, wiwit gesang ing alam dunya punika ngantos mbenjang dumugining akherat, Amiin. Allah sampun njanjekaken kanti

dawuhipun :

Allah wus paring janji marang wong wong kang pada iman lan pada nindakake amal shalih, tumrap wong wong mahu bakal oleh pangapura lan ganjaran kang agung saka ngarsane Allah (Al Maidah : 9).

Para sederek Kaum Muslimin ingkang Minulya,

Wulan punika kita kawuningani minangka wulan bersejarah ingkang sanget wigatos tumrap kita amergi minangka prastawa turunipun wahyu shalat ingkang tanpa lantaran Malaikat Jibril, inggih amergi sanget wigatosipun dawuh shalat punika sahingga Allah kepareng nimbali langsung dateng Kanjeng Nabi perlu maringaken wahyu perintah shalat punika. Estunipun tanpa kita pengeti kita tetep enget dateng prastawa punika, ananging mboten wonten awonipun kita ngawontenaken perengetan menika kangge nggugah semanget kita ngumawula dateng Allah kanti nindakaken ibadah shalat gangsal wedal. Menapa dene Prastawa Isra Miraj ingkang kebak piwucal lan tulada tumrap kita . Wiwit jengkaripun Kanjeng Nabi ing wanci dalu saking Masjidil Haram tumuju dateng Masjidil Aqsha, ingkang dipun wastani Isra. Lan ugi saking Masjidil Aqsha minggah ngantos dumugi ngayunan ndalem Allah Subhanahu wa Taala ingkang sinebat Miraj.

Tindak Israipun Kanjeng Nabi kanti titian ingkang sanget istimewa mboten cekap gumun lan ngungun kemawon, nanging kedah kita alap piwucal. Titian ingkang miturut riwayat sanget cepet lampahipun saha edinipun bilih Kanjeng Nabi mboten nate kraos menawi margi ingkang dipun lewati punika minggah utawi mandap, sinaosa ngliwati pareden utawi mandap jurang, amergi sukunipun titian ingkang saget modot lan menkeret. Ananging kawontenan tindakipun Kanjeng Nabi ingkang mekaten kedah kita alap piwucal, bilih nalika kita tumandang ibadah tumuju dateng ngarsa dalem Allah, kita kedah tansah ajeg lan rata kados tindak Isra ipun Kanjeng Nabi. Tegesipun kita kedah istiqamah tumandang ibadah. Wonten dawuh :

Sak becik becike amal iku amal kang ajeg senajan mung sitik

Pramila mangga tulada punika kita alap piwucal, ibadah kita sageta kita jagi menggah ajegipun sahingga saget dipun wastani istiqamah. Langkung langkung ibadah shalat fardlu kita, ampun ngantos kita shalat, nanging musiman, menapa malih menawi ngantos dipun wastani berling, nek kober ora eling , nek eling ora kober, ampun ngantos. Pramila mangga ibadah kita ampun ngantos kita lirwaaken langkung langkung shalat fardlu gangsal wekdal punika, dipun reksa kanti istiqomah, supadosa gesang kita tansah pikantuk rahmat kanugerahan saking ngarsa dalem Allah Taala. Kados dawuhipun Allah :

Sak temene wong kang pada ngucap : Pangeran kita iku Gusti Allah nuli pada istiqamah, mangka para malaikat pada turun ngaturake kanugrahan supaya sira kabeh aja pada wedi lan susah, lan pada bungaha sira kelawan swarga kang wis di cawisake kanggo sira kabeh.

Para sederek kaum muslimin rahimakumullah

Menika tulada tindak israipun Kanjeng Nabi kanti titian ingkang edi punika. Mekaten ugi katah goda rencana ingkang dipun panggihaken Kanjeng Nabi ing sak lebetipun Isra punika, minangka gambaran bilih tujuan utami lan sae punika tentu katah goda lan gangguanipun. Langkung langung menawi seja nindakaken ibadah dateng Gusti Allah goda mesti wonten. Hikmahipun ageng sanget kangge naker lan neter sepinten estunipun kiat lan ihlasipun paneja punika. Tentu kita minangka kawula ingkang ringkih, apes mboten anggadahi daya menapa menapa kangge nangkal lan nolak goda rencana punika, kejawi inggih awit saking pitulunganipun Allah Taala.

Pramila mboten wonten reka daya kangge ngadepi sedaya goda lan pepalang nalika kita bade tumindak tumuju kasaenan, kejawi kita pasrahaken dateng ngarsa dalem Allah Taala kanti tansah nyuwun pangreksa. Kados Kanjeng Nabi nalika isra menika ngadepi goda ingkang matumpa tumpa, kados nalika panjenenganipun dipun bujung bujung dening Efrit, lajeng dipun wucal dening Malaikat Jibril supados nyuwun pangreksa dateng ngarsa dalem Allah kanti donga :

Para sederek kaum muslimin rahimakumullah

Nalika kita ngadepi samu awis panggiri goda prayogi kta pasrahaken dateng Allah kanti maos taawudz kados ingkang kawucalaen dening Malaikat Jibril dateng Kanjeng Nabi kados

kasebet ngajeng.

Mugi mugi kita tansah kaparingana pangreksa saking samukawis goda sahingga kita saget netepi istiqomah tumindak ibadah dateng ngarsa dalem Allah Taala.

$ $ $ : $ $ , $

 

 

 

7

 

 

Isra Miraj Kebak Hikmah

* * * * * * * * * : * * * * * *

 

Para sederek Kaum Muslimin ingkang minulya,

Mangga tansah samiya netepi taqwa lan taat dateng ngarsa Dalem Allah kanti mbudi daya amrih saget nindakaken sedaya dawuh lan printahipun, saha nilar lan nebihi sedaya awisanipun, sarana tansah angrungkebi Iman lan Islam ing sak lebetipun gesang punika, ngantos pejah netepana Iman lan Islam sahingga pungkasan kita pinaringan khusnul khatimah.

Kados dawuhipun Allah :

 

He wong wong kang pada iman, Pada wediya sira kabeh ing Gusti Allah kelawan sak nyatane wedi ing Gusti Allah, lan aja mati temenan sira kabeh kejaba sira kabeh minangka wong Islam (QS. Ali Imran 102)

Para sederek Kaum Muslimin ingkang minulya,

Prastawa Isra Miraj ingkang kedadosan ing saminipun wulan menika inggih wulan Rojab setunggal tahun sakderengipun hijrah jengkar dalem Kanjeng Nabi Muhammad Sallallhualaihi wa sallam saking bumi wutah rahipun negari Makkah tumuju negari Madinah, ngrupekaken prastawa luar biasa ingkang irrasional mboten pinanggih dening akal, mila kalebet mujizat tumrap Kanjeng Nabi, nanging minangka ujian berat tumrap tiyang mukmin kala semanten. Jalaran perjalanan ingkang sanget tebih ewon Km lan minggah ngantos nembus lapisan langit 7, namung dipun tempuh setunggal dalu sampun pulang pergi. Nalaripun manungsa mboten dumugi mila mboten sekedik tiyang ingkang sampun iman Islam nanging malah dados murtad jalaran prastawa Isra Miraj punika. Tumrap tiyang Quraisy prastawa punika dados senjata kangge nyerang tiyang Islam lan Kanjeng Nabi. Nganggep menawi Kanjeng Nabi sampun mboten waras, Isra Miraj dados bahan kangge mencaci maki, ngolok olok lan ngina dateng Kanjeng Nabi . Dawuh dalem Allah ing Al Quran :

Lan Ingsun ora wus andadek ake ing impen kang wus Ingsun weruhake ing sira kejaba minangka pacoban tumrap para manungsa (Qs. Al Isra 60).

Para sederek Kaum Muslimin ingkang minulya,

Prastawa Isra Miraj pancen kedah kita tampi kanti manah, mboten cekap tinampi kanti akal kemawon, jalaran akal kemawon mboten dumugi, nanging manah ingkang pikantuk pitedah lan hidayah saking ngarsanipun Allah bade nampi bilih sedaya saking kuasa lan kersanipun Allah , mboten wonten perkawis ingkang mukal malih menawi Allah ngersakaken. Prastawa Isra Miraj pancen minangka kedadosan ingkang luar biasa, kerana Allah bade ngetingalaken tanda tanda panguwaosipun dateng kawulanipun ingkang pikantuk pitedah, supados saya kandel imanipun, kados dawuh dalem Allah ing Al Quran :

Kerana Ingsun meruhake ing Muhammad sebagian sangka tanda tanda Keagungan Ingsun, Sejatine Allah iku Dzat Kang Maha Midanget lan Maha Waspada (QS.Al Isra :1)

Pramila prastawa punika ndadosaken saya sasar tumrap tiyang ingkang mboten pikantuk pitedah, nanging kosok wangsulipun tumrap tiyang mukmin ingkang pikantuk pitedah bade saya kiyat, saya kandel lan tebel imanipun, sinaosa mboten gaduk nalaripun, nanging manahipun saget nampi dateng sedaya perkawis ingkang dipun kersaaken dening Allah. Nanging tiyang fasiq ingkang namung ngendelaken dateng akalipun, bade nolak sedaya perkawis ingkang mboten pinanggih dening akalipun, supe bilih akal punika sanget winates, mboten kongang njangkau sedaya panguwaosun Allah, sahingga tiyang menika saya tebih kejlungup dateng juranging kesesatan. Allah ing Al Quran paring dawuh :

Kelawan conto iki akeh wong kang disasarake , lan uga sebab conto iki akeh wong kang diparingi pituduh, lan ora ana wongkang disasarake dening Allah kejaba wong kang pada fasiq (Qs. Al Baqarah : 26).

Kaum Muslimin ingkang minulya,

Hikmah ingkang wigatos saking prastawa punika, supados iman kita saya kiyat lan kekah, langkung langkung ngadepi zaman ingkang sampun san saya majeng tingkat penalaran lan rasionalitasipun manungsa, ingkang samukawis mesti tansah dipun akal akal. Menawi mboten masuk akal ditolak, purun nampi menawi masuk akalipun. Ing mangka babagan keimanan punika bagian saking perkawis ingkang asifat ghoiru maqul, irrasional tegesipun perkawis ingkang mboten masuk akal. Terutami perkawis ingkang ghaib, tentu akalipun manungsa mboten nyandak. Pramila prastawa Isra Miraj punika mboten kedah tinampi dening nalar kita, nanging kita tampi kanti manah, kita imani minangka perangan perkawis ghaib ingkang kedah kita yaqini lan kita imani bilih sedaya ngrupekaken suatu kebenaran, mboten betah dateng pembuktian cekap kanti keyakinan bilih sedayanipun awit saking kuasa lan kersanipun Allah.

Sahingga prastawa Isra Miraj menika dados seleksi iman khususipun ing zamanipun Kanjeng Nabi rumiyin, mboten sekedik shahabat ingkang asalipun sampun mukmin nanging jalaran prastawa Isra Miraj punika prasasat imanipun dipun teter nanging wusananipun leder, lecek, oncat, minggat lan pecat imanipun wangsul dateng sifat asli kufuripun.

Wusananipun kita sesarengan nyuwun dateng Allah mugi mugi kita sedaya kaparingana tetep Iman Islamipun ngadepi kawontenan lan pacoben menapa mawon, syukur malah ndadosaken iman kita saya kiyat, kekah, rosa, kandel, tebel, kenceng, ngganteng, methentheng ngantos akhir hayat kita pinaringan khusnul khotimah.

$ $ $ : $ $

 

 

 

 

 

8

 

 

HayyaalashSholah

 

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ : : $

 

Para sederek jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Minangka purwakaning atur keparenga kula ngunjukaken puji lan syukur wonten ngarsa dalem Allah Taala awit peparingipun rahat lan kanugerahan kawilujengan dateng kita sedaya, sahingga ngantos dinten punika kita saget sesarengan makepal ing papan minulya punika, saperlu nindaaken kwajiban kita kanti wilujen mboten mangge rubeda satunggal menapa. Panyuwun kita mugi sedaya amal ibadah kita tinapi wonten ngarsa dalae Allah Taala. Saak lajenipun kita ngunjukaken shalawat lan salam mugi kunjuk katur wonten ngarsa dalem junjungan ita Kanjeng Nabi Muhamad Sallallahualaihi wasallam lan sedaya kaluwarga tuwin para sahabatipun, lumeberipun dateng sedaya para penderekipun, kalebetna ugi kita sedaya minangka ummat ingkang nampi syafaat mbenjang ing yaumil akhir. Amin.

Sak lajengipun kula ngajak dateng awak kula lan panjenengan sedaya, mangga sami kita tingkataken taqwa lan ajrih kita dumateng Allah, kanti ngestokaken dawuh dawuhipun , lan nebihi sedaya awisanipun, Inggih namung kanti taqwa dumateng Allah punika kita bade kaparingan rahmat lan kawilujengan gesang saking ngarsa Dalem Allah Taala, wiwit gesang ing alam dunya punika ngantos mbenjang dumugining akherat, Amiin. Jalaran inggih namung kanti iman lan taqwa punika kita sedaya bade manggih kawilujengan , Allah sampun njanjekaken kanti dawuhipun :

Lan Ingsun nyelametake marang wong wong kang pada iman lan wong kang pada tansah netepi taqwa. (QS : Fushshilat : !8).

Para sederek kaum muslimin rahimakumullah

Sampun sesarengan kita maklumi bilih kwajiban tumrap kita tumanduk ing ngarsanipun Allah Taala ingkang asifat harian lan mboten saget tinilar babar pindah inggih punika kwajiban shalat gangsal wekdal.

Dawuh wajibipun shalat gangsal wekdal punika kanti anggenipun Allah kepareng nimbali sarana langsung dateng Kanjeng Nabi perlu paring wahyu perintah shalat fardlu. Pramila kita sageta ngalap hikmah saking prastawa tumurunipun wahyu shalat punika supados kita langkung anggenipun njagi dateng kwajiban kita shalat gangsal wekdal. Upaya lan budi daya amrih tumandang ibadah tansah dipun tingkataken, kanti tansah nyinaoni ilminipun saha tatacara shalat ingkang langkung sae. Jalaran mboten sekedik antawis kita ingkang nindakaken shalat, nanging mboten kanti mangertosi ilmi ilminipun, syarat rukunnipun, makruh lan sunatipun lan ugi batalipun shalat. Tumindakipun namung sarana apalan lan kulinan, nanging tuntunan lan piwucalipun shalat mboten dipun mangertosi. Eman sanget tuwas kangelan wusananipun mboten keleresan. Saking punika mbok mangga, samiya purun nyinaoni ilmi peshalatan, mboten perlu lingsem. Amergi shalat kita menika mila tansah perlu dipun dandosi. Sinten mawon tiyangipun tetep perlu ningkataken kwalitas ibadah shalatipun. Menapa tiyang menawi sampun lawas anggenipun nindak aken shalat mesti shalatipun sampun sae ? Mboten. Malah kadang kadang langkung mboten kantenan tumandangipun. Amergi shalat mboten sekedar apal waosan saha gerakanipun, nanging kados pundi sagetipun nggaota lan manah saget manunggal kumadep, kumawula dateng ngarsanipun Allah. Ampun ngantos badanipun tumandang shalat, ruku sujud, lisanipun ndremimil maos lafadlipun waosan shalat, nanging manahipun suwung mboten nderek shalat, utawi malah kluyuran kesah ngetutaken pengangen angenipun. Sahingga katingalipun tiyang shalat, nanging piyambakipun supe menawi nembe shalat. Bab menika Allah maringaken pepenget :

* *

Saktemene neraka wail iku kanggo wongkang pada shalat, yaiku wong kang pada lali karo shalate ( QS.Al Maun : 4-5 ).

Pramila kita ampun ngantos lahiripun tumindak shalat, nanging nyatane supe dateng shalat ingkang dipun tindakaken. Caranipun, manah sageta dipun kencang ampun wonten pundi pundi, kanti angen angen dateng maknanipun lafadlipun shalat ingkang dipun waos. Menawi shalat saget ktindakaken kanti sahe, tentu bade beta hikmah lan faedah ingkang katah, ing antawisipun kangge ngresiki dosa kalepatan ingkang ngregeti dateng manah kita. Kados dene dawuh dalem Kanjeng Nabi :

Pepadane shalat limang wektu iku kaya dene bengawan kang mili tur akeh banyune ana ing ngarep omahe salah sewijinira kabeh, kang wong mau adus ing kono saben dinane limang ambalan. (HR.Muslim).

Dawuh menika minangka bebingah turmap kita bilih salat minangka kabetahan kita, kados dene betah kita bebersih siram saben dintenipun, tentu tiyang menika menawi rajin siram saben dinten menapa malih menawi ngantos ambal kaping gangsal saben dinten ipun, tentu tiyang menika ajeg kawontenanipun tansah bersih saking kotoran lan sak warnining rereget. Mekaten ugi shalat menawi kanti sahe lan rajin kita tindak aken saben dintenipun Insya Allah dosa lepat kita inggih tansah pinaringan pangapura dening Allah sahingga bersih kados mboten wonten dosa sekedik sekedika.

Mila kangge nggayuh kasampurnanipun ibadah shalat kita, sanget wigatos nyinaoni kanti ngaos, dateng sukaraos lafal ingkang sak lebetipun shalat kita waos, menapa ingkang kita waos supados kito ugi mangertos, mboten lisane nrocos, nanging atine kropos, jalaran mboten purun ngaos. Ing mangka shalat minangka sakanipun agami ingkang sanget wigatos, menawi sakanipun kropos, tentu bangunan menika ringkih tansah ndamel manah kuwatos, amergi gampil ambruk sak wanci wanci mboten usah lindu dipun srantos. Kanjeng Nabi paring pawartos :

Shalat iku minangka cagake agama, sapa wonge njejekake shalat, mangka ateges njejekake agama, Lan sapa wonge tinggal shalat ateges wong iku ngrubuhake agama

(HR. Muslim).

Para sederek kaum muslimin rahimakumullah

Shalat ingkang dados inti lan pokokipun agami Islam mila mboten kenging dipun sepelekaken, kedah tansah kita jagi lan kita reksa, syukur saget katindakaken kanti jamaah, amergi langkung enteng tanggung jawab kita, ugi ganjaran ingkang cetha kita mangertosi dipun tikel tikelaken dening Allah. Mugi kita kalebetna kawula ingkang tansah nuhoni kwajiban shalat kanti ajeg lan jejeg, pikantuk ridlanipun Allah Taala.

* * * * * * * *

*

 

9

 

 

Khutbah Jumah Tsaniyah

, * * * * * * * *

* * : * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

* *