MENJAGA AQIDAH DAN MENJAUHKAN KEMUSYRIKAN

 

 

 

 

 

Dewan juri yang terhormat

Para kawula muda yang kami banggakan,

            Kalau kita membuka lembaran sejarah perang Uhud, maka kami jadi teringat pula sebuah buku yang berjudul:

 

Mengapa umat Islam terbelakang, sedang umat lain (orang kafir dan musrik) semakin maju? Terjadinya kemunduran di kalangan umat Islam karena adanya jurang pemisah antara Allah sebagai sumber kekuasaan dan sikap serta amalan umat Islam yang semakin menjauhi perintah-perintah allah. Sebaliknya, semakin lama semakin merosot, terus merosot, dan merosot lagi, karena umat Islam semakin banyak yang berbuat maksiat. Akhirnya tidak PD, tidak percaya diri lagi. Hal ini terjadi karena rapuhnya aqidah umat Islam, malah-malah bercampur baur dengan ajaran kemusyrikan.

            Itulah sebabnya kami bertiga ingin sekali mengemukakan sebuah uraian singkat dengan judul: “MENJAGA AQIDAH DAN MENJAUHKAN KEMUSYRIKAN”. Dengan uraian tersebut diharapkan umat Islam bangkit semngatnya untuk beragama secara kaffah dan meninggalkan amal-amal syirik yang dilarang oleh Allah SWT.

Baiklah untuk mengawali uraian ini, marilah kita renungkan bersama firman Allah yang termaktub dalam surat Luqman ayat 13, yang akan dibacakan oleh rekan kami.

 

 

Artinya: “dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada putranya waktu memberi pelajaran kepadanya “hai anakku janganlah persekutukan Allah sungguh mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.

 

Hadirin yang berbahagia,

            Jelaslah bagi kita, umat Islam tidak boleh menjadi orang musyrik. Yakni orang-orang yang mempersekutukan, yang menyamnkan Allah dengan yang lainnya. Lalu akhirnya menyembah yang selain Allah. Jadi orang berbuat syirik juga dapat digolongkan orang kafir, karena tidak percaya dengan adanya Allah sebagai pencipta dan penguasa alam semesta.

            Aqidah artinya kepercayaan atau keimanan. Umat Islam dituntut untuk mempercayai enam rukun iman di samping wajib melakukan rukun Islam. Seorang muslim memandang Iman dan Islamsebagai rahmat dan nikmat. Hal ini perlu ditanamkan kepada setiap muslim, agar mereka dapat membentengi  aqidah Islam yang sudah sangat sempurna. Umat Islam tidak beoleh terpengaruh oleh ajaran orang kafir dan musyrik yang menyesarkan, dari berbagai filsafat hidup sekuler.

Banyak umat Islam yang trebius oleh oleh berbagai pengaruh baratm karena aqidahnya sangat rapuh. umaytIslam kadang-kadang silau melihat ikemajuan IPTEK dari barat, sehingga dirinya kurang PD lalu terbawa arus modern, bahkan kadang-kadang umat Islam meninggalkan kewajiban pokok berupa ibadah shalat, puasa ramadhan, zakat, dan lain-lain.

 

Hadirin rahimakumullah

            Mestinya umat Islam percaya diri, manta, dan tak tregoyahkan, karena orang-orang barat sudah mulai muak dengan aqidah agamanya. Mereka bingung dengan menyembah agama Yahweh atau Yehoya, menye,bah Uzair dan menyembah Namuz. Mereka bingung karena harus menyembah Trinitasl, atu tiga dan tiga itu satu. Sampai akhirnya cendekiawan kondang dari Inggris George Bernard Shaw mengatakan bahwa saya sependapat dengan Napoleon Bonaparte yang menyukai Islam modern. Dan dia yakin bahwa di masa mendatang orang-orang inggris akan berbondong-bodnong masuk Islam. Allahu Akbar, Allahu Akbar.

            Bahkan saudara-saudara, sejarawan Arnold Toynbe, berpendapat bahwa untuk menolong peradaban dunia hanya tinggal Islam saja. Karena Islam masih sehat, dan kuat. Karena kebenarnnya, terutama kebenaran aqidahnya belum dan tidak akan prenah dilumuri perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, yakni Tauhid, Allah Maha Esa, Qulhuwallahu Ahad, Allah Cuma satu. Tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah. Maka wajib bagi orang yang memeluk agama Islam mengucapkan dua kalimah bsyahadat. ASYHADU

 

“saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang waajib disembah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu utusan allah”.

 

Hadirin yang diberkati Allah

            Setelah kita memantapkan aqidah kita, maka kita beralih membahas usaha-usaha untuk menjauhkan berbuat syririk. Kkta maklumi bersama bahwa syirik artinya menyekutukan Allah. Orang yang yang melakukan perbuatan syirik disebut musyrik.

Ada dua macam syririk yaitu:

  1. syirik Hakiki atau syirik kubro alias syirik besar. Perbuatan syirik hakiki misalnya dengan terang-terangan seseorang menyembah selain Allah. Misalnya menyembah berhala atau patung, menyembah Yahweh dan lain sebagainya. Ingat saudara-saudara orang yang berbuat syirik hakiki termasuk kabair atau dosa besar, yaitu dosa yang tidak bisa diampuni oleh allah SWT. Sebagaimana dijelaskan Allah dengan firmanNya yang termaktub dalam surat an Nisa’ ayat 48, marilah kita simak bersama.

Artinya: “Allah tidak mengampuni perbuatan syirik terhadap diriNya tapi ia mengampuni yang selain itu bagi siapa yang ia kehendaki dan barang siapa yang mempersekutukan Allah ia telah berbuat dosa yang besar

 

Yakinlah sekarang saudara-saudara, bahwa berbuat syirik atau musyrik tergolong dosa besar. Allah akan mengampuni dosa-dosa yang lain, karena memang Allah maha Pengampun. Tapi untuk perbuatan syirik tidak ada ampunannya. Untuk itu kami mohon jaga aqidah kita, jangan sampai menjadi musyrik.

  1. Syirik Khafi atau syirik samar. Yaitu tidak terng-terngan menyembah selain Allah, tapi terselubung. Misalnya percaya bahwa batu akikny mengandung tuah, bisa mengonbati segala macam penykit, ataubyakin betul bahwa dengan mengenakan akiknya, tidak mempan peluru, dan sebagainya. Ada satu riwayat, seorang laki-laki memakai gelang kuningan, lalu Nabi bertanya: “Maa Hazihi?” laki-laki itu menjawab: “Minal Wahinah” penangkal lemah fisik. Nabi memerintahkan membuang gelangnya, karena gelang itu akan menambah kelemahan, dan kalau kau mati masih mengenakan gelang itu, kamu tidak bahagia selamanya.

Demikian pula masih banyak masyarakat yang percaya denga jumat-jimat. Padahal percaya dengan jimat termasuk perbuatan syrik. Nabi bersabda:

 

 

Artinya: “orang yang membuang jimat maka pahalanya seperti memerdekakan seorang budak

Kita secara bijaksana memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak usah percaya denga jimat. Masih banyak juga masyarakat yang suka sesaji. Bagaimana memberantasnya? Ini juga diperlukan kearifan, agarda’wah kita dapat diterima oleh masyarakat.

Ada satu kisah gara-gara sesaji lalat seseorang masuk neraka. “dua orang laki-laki melewati perkampungan, yang penghuninya menyembah berhala, tidak boleh lewat kampung itu sebelum ia sesaji. Lalu salah satu seorang tadi sesaji lalat di depan berhala, kemudian dibolehkan meneruskan perjalanan tapi orang tadi masuk neraka. Sedang yang seorang lagi tidak mau dipaksa sesaji walaupun hanya seekor lalat. Orang tadi tetap pada pendiriannya “aku tidak mau sesaji” lalu orang tersebut dipukul lehernya hingga ia mati. Tapi karena kuatnya aqidah orang tersebut, ia masuk surga.

Dari hadis Rasulullah tersebut, berarti kita umat islam dilarang sesaji berupa apapun kepada siapapun. Haram hukumnya sesaji. Masyarakat banyak yang bersesaji, kalau diingatkan sering tidak mau. Memang Allah juga telah memberi gambaran demngan firmanNya yang tertuang dalam surat az Zumar ayat 25 marilah kita dengarkan bersama.

 

 

 

Artinya: “orang-orang sebelum merekapun mendustakan rasul-rasul karena itu datang kepadanya siksaan dari jurusan yang tidak mereka sangka.

Hadirin rahimakumullah

Umat Islam, khususnya para juru da’wah atau mubaligh tidak usah masygul, tidak usah frustasi. Para nabi pun mendapatkan rintangan ingatkan saja kepada masyarakat kalau melawan ajaran Islam, berarti melawan ajaran nabi. Apa akibat yang akan ditanggungnya?

Ingat kisah umatnya nabi Nuh AS, banjir bandang yang mengerkan. Kaumnya nabi Yunus AS., terkena haw apanas yang mematikan. Kaumny anabi Luth AS>, tertimpa hujan batu yang sangat mengerikan. Dan masih banyak lagi kisah-kisah uma yang memusuhi para nabi, akhirnya merana dan sengsara dunia dan akhirat. Na’uzubillahi mim zalik. Sebenarnya masih banayk yang ingin kami kemukakan, namun waktu yang tidak mengijinkan.

Sebelum kami akhiri, marilah kita bertekad: “DENGAN JIWA PANCASILA DAN SEMANGAT API ISLAM LITA DIDIM TUNAS MUDA HARAPAN BANGSA YANG MAMPU MENJAGA AQIDAH DAN MENJAUHKAN KEMUSYRIKAN”. Billahitaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum wr. wb.