Kewajiban Hamba Oleh Ilzamul Wafik,A. Md

(dikutip dari khutbah kontemporer AnNida dengan sedikit tambahan)

 

 

 

 

 

* * * * * * * : * *

 

Hadirin, Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sesungguhnya, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam suasana seperti apapun, sampai kapanpun dan dimanapun. Baik dalam suasana suka maupun duka, lapang maupun sempit, senantiasa bertaqwa dan thaat kepada Allah Taala, dengan harapan kita selalu mendapatkan rahmat dan anugerah, serta maghfirah, ampunan dari Allah Taala, serta mendapat petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang batil, Amiin. Firman Allah :

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (Artinya: petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang batil) Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS.Al Anfal : 29).

 

Hadirin, Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah,

Kita tentu tahu bahwa sesungguhnya taat kepada Allah dengan menunaikan segala perintah Allah, serta meninggalkan dan menjauhi semua larangan Nya adalah untuk kebaikan kita. Sebaliknya meninggalkan dan mengabaikan kwajiban perintah Allah, serta melanggar peraturan Allah akan menjadi sumber kehancuran dan kesengsaraan hidup kita, dunia sampai akhirat. Tentang hal ini Allah telah memperingatkan kepada kita dengan firman Nya :

" Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." ( QS.Thaha : 124 ).

Firman ini sebagai peringatan bagi kita, jangan sampai kita mengabaikan perintah Nya. Karena kita sendiri yang akan merugi menderita hidup sengsara dunia dan akhirat. Tiada jalan untuk mencapai kebahagiaan hidup ini kecuali mengikuti aturan dan tuntunan Allah melalui syarat agama Islam. Demikian juga tak akan ada jalan untuk mencapai keselamatan dari semua malapetaka kecuali hanya mendekatkan diri, taqarrub kepada Allah Ta'ala .

Adapun sarana taqarrub kepada Allah itu banyak sekali yang dapat kita tempuh. Tetapi yang paling utama dan baik kita lakukan adalah dengan jalan memenuhi kwajiban dan menunaikan ibadah yang fardlu lebih dahulu.

Jangan sampai ibadah fardlu diabaikan, sementara yang sunnat justru di utamakan.

Seperti saat Ramadlan shalat tarawih sewulan suntuk dilakukan, sementara lima waktunya diabaikan. Shalat ied pasti berangkat, tetapi tak pernah shalat Jumat. Jamuan tamu hari raya misalnya, itu baik untuk memulyakan tamu, biasanya sangat diutamakan. Tetapi zakat fithrah itu wajib harus ditunaikan.

Maka ibadah sunnat itu baik dilakukan, tetapi ibadah fardlu harus lebih diutamakan jangan sampai terabaikan . Rasulullah pernah menyampaikan hadits Qudsi :

Allah berfirman :

"Tidaklah hambaKu melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Ku dengan sesuatu perbuatan yang lebih Aku cintai, dari pada melakukan perkara yang Aku wajibkan kepadanya" ( HR.Al Bukhari).

 

Maasyirol muslimin, jama'ah Jum'ah rahimakumullah

Ibadah fardlu yang dilakukan dapat sebagai media taqarrub pendekatan diri kepada Allah tentu harus memenuhi tata cara yang benar menurut tuntunan syari'at, dengan memenuhi syarat dan rukun, juga harus dilakukan dengan ikhlash mengharap keridlaan Allah. Jangan sampai melakukan ibadah tetapi terkontaminasi oleh niyat dan tujuan lain, karena itu akan merusak ibadah kita.

Allah berfirman didalam Al Qur'an :

 

" Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. " (QS.Al Bayyinah : 5).

Untuk itu segala aktifitas ibadah kita hendaklah disertai ikhlas karena Allah semata, sehingga maqbul diterima disisi Allah sebagai amal shalih. Selanjutnya Allah pasti membalas dengan limpahan nikmat bagi kita, kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, juga termasuk kekasih bagi Allah Ta'ala; Sebagaimana firman Nya :

 

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yunus 64).

Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa memenuhi kwajiban penghambaan diri kepada Allah dengan istiqamah, akhirnya mendapat ridla dari Allah Taala.

$ $ $

 

* *

Maasyirol muslimin rohimakumulloh.

Pada khutbah yag kedua ini, perkenankanlah saya mengingatkan kembali poin pokok khutbah pertama. Jadi, kita harus betul betul memperhatikan ibadah fardu kita. Apakah Sudah lengkap atau belum, apakah sudah memenuhi syarat dan rukun. Kita perhatikan terus ibadah fardu kita, sembari melengkapi ibadah fardu itu dengan ibadah ibadah sunnah.

Ingatlah, kita mendekatkan diri kepada Alloh hanya dengan cara menjalankan ibadah yang yang diperintahkaNya. Yang lebih dicintai Alloh adalah melakukan perkara yang difardukanya.

: . * * * *

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

* *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

. .