MENEJEMEN DAN BENTUK ORGANISASI

 

1.       Menejemen: Ilmu tentang upaya manusia untuka memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien

  1. Fungsi menejemen:
    1. Perencanaan[1]
    2. Pengorganisasian[2]
    3. Kordinasi
    4. Pengarahan
    5. Motivasi
    6. Komunikasi
    7. Kepemimpinan[3]
    8. Penanggungan resiko
    9. Pengambilan keputusan
    10. Pengawasan dan Pengendalian dsb.
  1. Proses menejemen: proses intraksi fungsi-fungsi menejemen
  2. Menejer professional: menejer yang mampu membuat kedua belah pihak merasa senang, bahagia dan bangga (SBB)
  3. Bentuk-Bentu Organisasi:
    1. ditinjau dari jumlah pucuk pimpinan:

1.       Bentuk Tunggal[4]

2.       Bentuk Jamak[5]

    1. Ditinjau dari saluran wewenang

1.       Bentuk Jalur[6]

2.       Bentuk Fungsional[7]

3.       Bentuk Jalur dan Staff[8]

4.       Bentuk Fungsional dan Staff[9]

5.       Bentuk Fungsional dan Jalur[10]

6.      Bentuk Jalur, Fungsional, dan Staff[11]



[1] Pada perinsipnya merupakan pilihan sasaran organisasi atau penentuan tujuan organisasi yang kemudian dijabarkan kedalam bentuk kerjasama dan pembagian tugas. Pembagian tugas tersebut merupakan peta petunjuk kerja yang menggambarkan dan menunjukan bagaimana tujuan organisasai dapat dicapai oleh seluruh anggotanya.

[2] Pada dasarnya sebagai alat yang dapat merealisasikan sasaran atau tujuan organisasi yang dibuat oleh menejer. Alat tersebut tentunya harus baik yaitu cocok dengan jenis perusahaan yang dikelolanya.

[3] Dilakukan oleh menejer untuk mengarahkan,  mengkoordinasikan dan mempengaruhi bawahan  untuk bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan perusahaan

[4] Organisasi yang pucuk pimpinanyan ada di tangan satu orang

[5] Organisasi yang pucuk pimpinanyan ada di tangan beberapa orang sebagai satu kesaatuan

[6] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan.

[7] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang tertentu.  Pimpinan tiap bidang dapat memerintah semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya

[8] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan dan di bawah pucuk pimpinan atau satuan pimpinan organisasi yang memerlukan, diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya memberi nasihat tentang bidang keaahlian tertentu.

[9] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu. Pimpinan  tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana sepanjang menyangkut bidang kerjanya, dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tapi  hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

[10] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu. Pimpinan  tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana sepanjang menyangkut bidang kerjanya, dan tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerjanya.

[11] Organisasi yang wewenang dari pucuk pimpinanyan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang  pekerjaan tertentu. Pimpinan  tiap bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana sepanjang menyangkut bidang kerjanya, dan tiap satuan pelaksana ke bawah memiliki wewenang  dalam semua bidang kerja, serta di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tapi  hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.