KEPANDAIAN BERBICARA

(RETORIKA)

ARTI RETORIKA

Retorika adalah seni berbicara , baik di dalam pergaulan, di depan umum, di forum resmi. Seperti seorang da'I, pengacara, hakim, panelis protocol, negarawn, dan lain-lain

Berbicara yang baik dan tepat dapat mempengaruhi dan menggetarkan, dan menyentuh jiwa pendengar. Membuat mereka sedih, marah, terbakar , bahkan dapat merubah perangai seseorang.

 

DAPATKAH RETORIKA DIPELAJARI

Pada umumnya orang berpendapat, bahwa kepandaian berbicara (Retorika) adalah merupakan bakat. Namun perlu dingat bahwa bakat dan kemampuan tidak dapat berkembang tanpa melalui proses belajar dan latihan terlebih dahulu. Yang membedakan hanyalah tingkat kecepatanya saja. Alhasil, Retorika bukan hanya dapat dipelajari, tapi harus dipelajari.

 

PERSIAPAN MATERI

Untuk mencapai kualitas yang baik, hendaknya orang yang mau berbicara terlebih dahulu menyiapkan bahan yang berkaitan dengan apa yangb mau dibicarakan. Berkaitan dengan hal tersebut hendaknya diperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  1. Hendaknya ia memiliki tingkat penguasaan yang sempurn terhadap apa yang mau disapaikan, sebab pendengar pasti tidak akan mengerti apa yang ia bicarakan kalau ia sendiri  tidak mengerti pembicaraanya sendiri.
  2. Urutan pembicaraan harus diatur sedemikian rupa, dari awalertengahan, hingga ujungnya. Atau pembukaan, isi, dan kesimpulanya.
  3. Sifat penyampaian. Apakah bersifat penjelasan, penanaman kesan, dorongan beramal tau menghibur.
  4. Argumen atau dalil-dalil yang disampaikan harus sesuai dengan lawan bicaranya, baik dalil tersebut 'Aqliy maupun Naqliy.

 

BEBERAPA GAYA/LANGGAM

Ada beberapa langgam bicara yang dapat dipilih oleh seseorang yang hendak berbicara, sesuai dengan kontek dan sifat penjelasanya:

  1. Langgam Khotbah, keras, tegas, lugas, jelas, singkat, dan padat      
  2. Langgam sentimental, lembut disertai tegas, semangat tanpa kesan keras, dan menyentuh tanpa kesan cengeng. Biasanya langgam ini digunakan untuk memberi seruan, dan himbauan
  3. Langgam Agitator, explosive, agresif, argumentative, dan mantap. Biasanya langgam ini digunakan di dalam rapat-rapat politik
  4. Langgam Sandiwara, penuh expresi dan aksi
  5. Langgam Konfrensi, akrab, cair, familiar, dan jelas arahnya
  6. Langgam Didaktik, penuh kasih sayang, kesabaran, dan kelembutan

 

Seorang pembicara akhirnya tidak boleh mengabaikan ketepatan bahasa komunikasi yang digunakanya, baik bahasa tuibuh maupun bahasa lisan