Asal Manusia (2/5)

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis

** Tulisan Arab & terjemahan berlatar belakang warna putih,
ditambahkan dari Al-Quran Digital **  pakdenono

DAFTAR ISI
 
19. ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN
    Asal-Usul Kehidupan
    Keberlangsungan Kehidupan
 
20. Asal Manusia DAN TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK 
      MANUSIA SEPANJANG ZAMAN
    Makna Spiritual Mendalam Penciptaan Manusia dari Tanah
    Komponen-Komponen Bumi (Tanah) Dan Pembentukan Manusia
    Transformasi-Transformasi Manusia Sepanjang Berabad-Abad
 
21. REPRODUKSI MANUSIA: AKIBAT-AKIBATNYA ATAS TRANSFORMASI-
      TRANSFORMASI SPESIES
    Pengingat Gagasan-Gagasan Tertentu Mengenai Reproduksi 
      Manusia
    Pernyataan-Pernyataan dalam Al-Quran
        Sejumlah Cairan Yang Dibutuhkan Untuk Pembuahan
        Kompleksitas Cairan Pembuah
        Penanaman Telur Dalam Organ-Organ Kemaluan Wanita
        Evolusi Embrio di Dalam Rahim
    Transformasi-Transformasi Bentuk Manusia Sepanjang Abad 
      dan Perkembangan Embrionik
 
------------------------------------------------------------
                 19. ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN
------------------------------------------------------------
 
Salah satu sifat  asli  Al-Quran,  yang  membedakannya  dari
Bibel  sebagaimana  disebutkan  di  atas, adalah bahwa untuk
mengilustrasikan  penegasan  yang   berulang-ulang   tentang
ke-Mahakuasaan  Tuhan,  Kitab  tersebut merujuk kepada suatu
keragaman gejala alam. Dalam hal sejumlah besar fenomena ini
ia   juga  memberikan  suatu  uraian  terinci  tentang  cara
fenomena-fenomena  itu  berevolusi  -penyebab-penyebab   dan
akibat-akibatnya.   Kesemua   rincian   ini   pantas   untuk
diperhatikan.  Pernyataan-pernyataan  yang  dikandung   oleh
Al-Quran  tentang  manusia,  adalah  di  antara  yang paling
mengejutkan saya ketika saya membaca  kitab  tersebut  untuk
pertama  kalinya  dalam  bahasa  Arab  aslinya.  Hanya  yang
aslinya  sajalah  yang   bisa   menjelaskan   makna   sejati
pernyataan-pernyataan  yang  amat  sering disalahterjemahkan
disebabkan alasan-alasan yang disebut di atas.
 
Yang menjadikan penemuan-penemuan ini sangat penting  adalah
bahwa  kesemuanya  itu  merujuk  pada banyak pengertian yang
belum dikenal  pada  saat-saat  Al-Quran  diwahyukan  kepada
manusia  dan  yang -baru empat belas abad kemudian- terbukti
sepenuhnya selaras dengan sains modern.  Dalam  konteks  ini
sama  sekali  tak  perlu  mencari-cari penjelasan-penjelasan
palsu yang cenderung muncul di beberapa publikasi dan bahkan
di  dalam  sejarah-sejarah  ilmu kedokteran yang di dalamnya
Muhammad  dianggap  sebagai   memiliki   kemampuan-kemampuan
kedokteran  (sebagaimana juga Al-Quran disebut-sebut sebagai
mengandung  resep-resep  kedokteran,  suatu   gagasan   yang
sepenuhnya tidak tepat).[1]
 
                                         Asal-Usul Kehidupan
------------------------------------------------------------
 
Al-Quran memberikan jawaban yang amat jelas pada pertanyaan:
Pada titik manakah kehidupan bermula? Dalam bagian ini, saya
akan   mengajukan   ayat-ayat   Al-Quran  yang  di  dalamnya
dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  (bersifat)  air.
Ayat  pertama  di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan
alam semesta.

"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa  lelangit  dan
bumi  disatukan,  kemudian  mereka  Kami  pisahkan  dan Kami
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka
tak beriman?" (QS 21:30)


Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS 21:30)
 
Pengertian  'menghasilkan  sesuatu  dari  sesuatu yang lain'
sama sekali tidak menimbulkan  keraguan.  Ungkapan  tersebut
bisa  juga  berarti  bahwa  setiap sesuatu yang hidup dibuat
dari air (sebagai  komponen  pentingnya)  atau  bahwa  semua
benda  hidup  berasal  dari  air. Kedua makna itu sepenuhnya
sesuai dengan data saintifik. Pada  kenyataannya,  kehidupan
berasal  dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang
paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa  air  hidup
menjadi  tidak  mungkin.  Jika  kemungkinan  kehidupan  pada
planet lain diperbincangkan, maka  pertanyaan  yang  pertama
selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat
tersebut?
 
Data modern membawa kita untuk berpikir  bahwa  wujud  hidup
yang    paling   tua   barangkali   termasuk   dalam   dunia
tumbuh-tumbuhan:  ganggang  telah  ditemukan  sejak  periode
pra-Cambria  yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua.
Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali  muncul
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.
 
Kata   yang   di   sini  diterjemahkan  sebagai  'air'  pada
kenyataannya adalah ma'[2] yang berarti baik air  di  langit
maupun  air  di  lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti
yang pertama air merupakan unsur yang penting  bagi  seluruh
kehidupan tumbuh-tumbuhan:

"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami[3]  tumbuhkan   (dari   air    itu)    berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda." (QS 20:53)





Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. (QS 20:53)
 
Inilah perujukan pertama kepada suatu 'pasangan'
tumbuh-tumbuhan. Nanti kita akan kembali kepada pengertian
ini.
 
Dalam  arti  keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk  tak-tentunya  untuk
menunjukkan  zat  yang berada pada dasar pembentukan seluruh
kehidupan hewan:

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis  hewan  dari  air."
(QS 24:45)



Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 24:45)

 

         

         
Sebagaimana  akan  kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa
diterapkan pada cairan mani.[4]
 
Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan,  apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum,
unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun
benih  hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data
saintifik modern.  Tak  satu  pun  mitos  tentang  asal-usul
kehidupan  yang  lazim  dianggap  benar oleh orang pada saat
Al-Quran diwahyukan kepada  manusia  disebutkan  dalam  teks
tersebut.
 
                                   Keberlangsungan Kehidupan
------------------------------------------------------------
 
Al-Quran  merujuk pada banyak aspek kehidupan di dalam dunia
hewan dan tetumbuhan. Saya telah menguraikan kesemuanya  itu
dalam  karya  saya  sebelum  ini yang diterbitkan pada tahun
1976 (edisi bahasa Inggris,  1978).  Dalam  studi  ini  saya
ingin  memusatkan  perhatian pada ruang yang diberikan dalam
Al-Quran kepada tema keberlangsungan kehidupan.
 
Berbicara secara umum, komentar-komentar yang diberikan atas
pembiakan  (reproduksi) dalam dunia tumbuh-tumbuhan bersifat
lebih panjang daripada yang merujuk kepada  pembiakan  dalam
dunia  hewan.  Meskipun demikian, ada banyak pernyataan yang
menggarap tema reproduksi  manusia,  sebagaimana  akan  kita
lihat di bawah ini.
 
Sudah  merupakan suatu pengetahuan yang diakui bahwa ada dua
metode reproduksi di dalam dunia tumbuh-tumbuhan: yaitu yang
bersifat  seksual  dan  aseksual  (contohnya, pelipatgandaan
spora-spora atau proses menyetek yang merupakan kasus-khusus
pertumbuhan).  Perlu kita perhatikan, bahwa Al-Quran merujuk
kepada bagian-bagian jantan dan betina tetumbuhan tersebut:

"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami    tumbuhkan    (dari    air    itu)   berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang saling terpisah." (QS 20:53)

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. (QS 20:53)
 

"Satu dari sepasang" merupakan penerjemahan dari  kata  zauj
(jamaknya azwaj) yang arti aslinya adalah "yang bersama-sama
dengan yang lainnya membentuk satu pasangan." Kata  tersebut
bisa  juga langsung diterapkan pada pasangan kawin (artinya,
manusia), sebagaimana juga pasangan sepatu.

"Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-
 pasangan." (QS 13:3)

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan[765], Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS 13:3)
 

         
Pernyataan  ini  berarti  kemaujudan  organ-organ jantan dan
betina dalam seluruh beragam spesies  buah-buahan.  Hal  ini
sepenuhnya  sesuai  dengan  data  yang  ditemukan pada kurun
waktu yang jauh lebih kemudian berkenaan dengan  pembentukan
buah,  karena  seluruh  tipe  berasal  dari  tetumbuhan yang
memiliki organ-organ seksual (sekalipun  beberapa  varietas,
seperti   pisang,  berasal  dari  bunga-bungaan  yang  tidak
dibuahi).
 
Pada  umumnya,  reproduksi  seksual  di  dunia  hewan  hanya
digarap  secara  ringkas  dalam Al-Quran. Pengecualian dalam
hal ini adalah berkenaan  dengan  manusia.  Karena,  seperti
yang  akan  kita  lihat  kemudian  dalam  bab  berikut  ini,
pernyataan-pernyataan mengenai topik  ini  berjumlah  banyak
dan sangat terinci.
 
-------------    
Catatan kaki:
 
1 Seluruh kandungan Al-Quran  merupakan  ketentuan-ketentuan
tertentu  mengenai  kebiasaan-kebiasaan  yang sehat seperti:
kebersihan diri, larangan  minum  alkohol;  suatu  ketentuan
seperti  berpuasa  di  bulan  Ramadhan juga merupakan bagian
yang jelas dari aturan-aturan ini. Penyebutan madu di  dalam
Al-Quran   tidak   mencakup   indikasi   apa   pun  mengenai
kasus-kasus khusus yang di situ  madu  ternyata  bermanfaat
bagi kesehatan manusia.
2  Pembaca  yang ingin mengetahui lebih lanjut transliterasi
bahasa Arab ke Latin, hendaknya melihat bagan  dalam  Bibel,
Quran, dan Sains Modern (Edisi Prancis).
3  Perubahan  dalam  struktur  gramatikal suatu ungkapan ini
bersifat umum atau lazim dalam Al-Quran. Tuhan  adalah  yang
mula  pertama  dirujuk  secara  tak  langsung, kemudian teks
tersebut mengaitkan Firman-Firman Langsung-Nya, sebab 'Kami'
dengan jelas berarti Tuhan.
4  Disimpan oleh kelenjar reproduksi, cairan mani mengandung
spermatozoa.
 
                                            (bersambung 2/5)


Asal Manusia Menurut Bibel, Al-Quran, Sains oleh Dr. Maurice Bucaille Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis