Abul Ata Jalandhari

D.E.B.A.T  K.A.I.R.O
- I
SLAM VERSUS KRISTEN -
 

dabelyudabelyudabelyupakdenonodotkom

back home next


P
ENGANTAR PENTERJEMAH
 

Buku yang di tangan pembaca ini punya latar belakang sejarah yang penting, tukar pikiran tentang Al-masih a.s. yang jarang terjadi. “Debat Kairo”, tukar pikiran yang terjadi di Mesir antara Maulvi Abul Ata Jalandhari, Mubaligh Ahmadiyah di Timur Tengah waktu itu dan tiga orang pendeta Kristen. Umat Islam menghormati dan memuliakan Almasih tetapi berbeda pendapat tentang misi dan pribadinya sendiri. Terdapat tiga masalah dasar yang tidak dibenarkan oleh Al-Qur’an, dianut orang-orang Kristen. Tiga masalah dasar itu yang didiskusikan oleh kedua belah pihak.

Diskusi telah terjadi dalam bahasa Arab. Maulvi Abul Ata Jalandhari menawarkan pendiriannya secara terbuka, namun belum ada yang tampil membantah isi buku ini sampai sekarang.

Buku ini telah tersiar dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Urdu, berbagai bahasa Afrika dan lain-lain. Kami merasa ada baiknya buku ini dibaca oleh orang yang berbahasa Indonesia. Kami terjemahkan dari bahasa Urdu. Keterangan dari Bibel diambil dari Alkitab, terbitan Lembaga Alkitab, Indonesia, Jakarta, 1991. Mudah-mudahan isi buku kecil ini bermanfaat bagi peminat dan pencari kebenaran, amin.

 

Jakarta, 25-11-1991.

Penterjemah

 


 

PRAKATA

 

Saya memperoleh kesempatan dan kehormatan bertugas sebagai Mubaligh Islam di negeri-negeri Arab dari Tahun 1931 sampai tahun 1936. Yang terpenting dari tugas seorang Mubaligh Ahmadiyah di negeri Arab ada dua: Membela Islam dari serangan gencar misionaris-misionaris Kristen dan menghidupkan kembali semangat sejati Islam di tengah kaum muslimin. Selama bertugas di sana saya melakukan perlawanan keras terhadap kegiatan-kegiatan misionaris-misionaris itu di Palestina, Syria, Lebanon, dan Mesir. Saya memberikan jawaban-jawaban jitu terhadap tuduhan-tuduhan mereka dengan berbagai cara seperti ceramah dan selebaran-selebaran lalu menerbitkan majalah bulanan bernama “AL-BUSYRA” dalam bahasa Arab, yang dengan karunia Allah terbit secara teratur, sejak itu sampai sekarang di Palestina.

Pusat misi Ahmadiyah yang tetap, ada di Jabal al-Karmal, Haifa, dari tempat itu saya mengadakan perjalanan dakwah keliling ke berbagai negara Arab. Tahun 1933 saya berada di Mesir. Di sini, di kota Kairo, terjadi tukar pikiran mengenai masalah-masalah keagamaan, yang laporannya saya paparkan dalam buku kecil ini dan saya persembahkan kepada para pembaca.

Mula-mula saya terbitkan segala yang terjadi dalam tukar pikiran itu dalam majalah bahasa Arab tersebut di atas, disertai tantangan yang ditujukan kepada semua misionaris Kristen. Tetapi, tidak seorang pun dari antara mereka yang berada di tanah Arab tampil dan menerima tentangan itu. Tahun 1933 itu juga topik ini diterbitkan oleh “Review of Religion” edisi bahasa Urdu yang terbit di Qadian, India, dengan memberikan tantangan yang berulang-ulang, tetapi tak seorang pun juru dakwah Kristen di India yang berani tampil dan menerima tantangan itu.

Di Pakistan dewasa ini orang-orang Kristen telah melipatgandakan usaha untuk membuat orang Islam menjadi Kristen. Maka, demi memenuhi kebutuhan orang-orang Islam di negeri ini kami menerbitkan lagi dalam bentuk buku dalam bahasa Urdu, demi memudahkan orang Islam menghadapi argumen orang Kristen dengan sebaik-baiknya. Silakan orang-orang Islam memanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya dalil-dalil ini dan memberikan tantangan kepada orang-orang Kristen. Percayalah, tak ada orang Kristen yang mampu menerima tantangan ini.

Sekarang, bersamaan dengan anjuran yang tepat dari Ibu Ketua Lajnah Imaillah Pusat, kami menerbitkan dalam bahasa Inggris. Seraya mengucapkan terima kasih kepada Sayid Kamal Yusuf, H. A., Mubaligh Ahmadiyah di Skandinavia, salah seorang murid saya yang patut dihormati yang telah menterjemahkan buku ini ke dalam bahasa Inggris, dan juga kepada Prof. Qazi Muhammad Aslam dari Universitas Punjab di Lahore yang bermurah hati memeriksa naskah terjemah buku ini dan mencatat berbagai perbaikan yang perlu.

 

Rabwah, 11 Desember 1963.

Abul Ata Jalandhari

 


 

MENUJU PERDEBATAN

 

Dalam bulan Januari sampai Maret 1933 saya berada di Kairo. Saya kunjungi beberapa pendeta untuk tabligh Islam. Dr. Philips, seorang bangsa Amerika, yang pada waktu itu kepala misi di Kairo, menarik perhatian saya. Dia seorang Kristen yang sangat kuat dalam membela akidahnya.

Sejak mula percakapan dia memberikan tekanan-tekanan terhadap masalah penebusan dosa. Dia menegaskan bahwa tanpa mempercayai penebusan dosa dan kematian atas salib, tak ada jalan bagi manusia untuk membebaskan diri dari dosa. Saya menegaskan bahwa pengakuan ini tidak punya dasar karena tidak didukung oleh bukti-bukti dari kitab agama atau alasan-alasan yang masuk akal. Lagi pula tidak ada hubungan antara kematian Almasih diatas salib dengan keselamatan manusia (najat). Karena itu, kepercayaan Anda ini tidak dapat dipertahankan.

Dr. Philips tidak bersedia menerima kebenaran secepat itu, malahan menekankan lebih jauh dengan gigih bahwa tidak ada seorang manusia pun dari keturunan Adam yang tidak berdosa, kecuali Yesus, anak Tuhan. Dia, dengan kematian di atas salib, telah menebus dosa kita.

Akidah ini merupakan masalah yang membedakan antara Islam dan Kristen. Akhirnya, didapat kata sepakat antara Dr. Philip dan saya untuk mengadakan tukar pikiran tentang tiga soal:

  1. Apakah, kecuali Yesus Almasih, ada orang yang tidak berdosa?

  2. Apakah Yesus Almasih itu Tuhan hakiki?

  3. Benarkah Almasih mati di atas salib?

Dr. Philips menghendaki supaya tukar pikiran itu dilakukan menurut Bible. Dalil atau keterangan-keterangan lain yang diambil dari luar Bible akan ditolak. Syarat ini saya terima dengan baik. Sebab, bahkan Bibel dalam kondisinya yang sekarang pun cukup mendukung pendirian kita, meskipun sudah mengalami interpolasi (penyisipan) dan pemutarbalikan. Penelitian-penelitian ilmuwan sepakat bahwa Bibel mengalami perubahan-perubahan.

Kesepakatan antara kedua belah pihak telah dicapai. Lalu berlangsunglah tukar pikiran dalam suasana aman tentram kira-kira satu minggu untuk membahas tiap-tiap masalah. Hasil dari tukar pikiran tersebut ialah, akidah Kristen terbantah dengan telak dan kebenaran akidah Islam terbukti.

Teman-teman meminta kepada saya agar mereka diizinkan menerbitkan ringkasan tukar pikiran itu supaya orang awam juga dapat mengetahui betapa lemahnya dalil-dalil Kristen yang dibantah oleh kitab-kitab ilhami yang dipercayai oleh mereka sendiri.

Saya terima baik usul itu dan sekarang saya akan mengemukakan laporan secara singkat mengenai proses tukar pikiran itu. Tukar pikiran yang sebenarnya berlangsung sesuai dengan batas-batas waktu yang ditentukan.

Perlu saya diutarakan bahwa Dr. Philips bersikap ragu-ragu dan dengan susah payah memberi jawaban. Mereka yang mengikuti tukar pikiran kami akan jadi saksi. Bahkan rasa kalah dan menyerah tampak jelas pada Dr. Philips dan air muka teman-temannya tak dapat menyembunyikan perasaan itu.

Kalau ada yang meragukan apa yang saya kemukakan, dipersilahkan membaca ringkasan jalannya perdebatan itu dengan cermat. Kalau ada yang merasa sanggup membantah dalil-dalil ini, ada kewajiban baginya. Biarlah dia tampil di depan dan membuktikan kebenarannya.

 

 

back home next