Abul Ata Jalandhari

D.E.B.A.T  K.A.I.R.O
- I
SLAM VERSUS KRISTEN -
 

dabelyudabelyudabelyupakdenonodotkom

back home next

 

APAKAH ADA MANUSIA YG TIDAK BERDOSA SELAIN YESUS
(PERDEBATAN PERTAMA) (3/3)

 

Ahmadi: Jelas, memang, bahwa Hadhrat Maryam lahir dari nutfah (bibit) laki-laki. Berdasarkan akidah Anda ini dia juga menjadi berdosa. Karenanya, puteranya, Almasih, juga berdosa, karena beliau lahir melalui rahim ibunya.

Kristen: Almasih maksum (tidak mempunyai dosa). Kami berpendirian maryam itu tidak bebas dari dosa.

Ahmadi: Ini bukanlah jawaban yang bererti. Kalau di dalam kepercayaan Anda, dosa itu dikaitkan kepada peristiwa Adam hanya semata-mata oleh karena mereka keturunan Adam, mengapakah Isa Almasih oleh karena dosa ibunya tidak berdosa? Baiklah, mari kita teruskan. Hawa makan buah pohon terlarang bersama-sama Adam. Tetapi, menurut Bibel, dosa Hawa lebih besar karena dialah yang mula-mula makan buah itu. Adam kemudian digoda untuk makan juga. Dikatakan:

“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya” (Kejadian 3:6).

Rasul Paulus mengatakan: “Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh dalam dosa” (I Timotius 2:14).

Di sini jelas bahwa dosa Hawa dibanding Adam dua kali lebih besar. Kalau landasan akidah Anda dianggap benar, maka anak yang lahir dari benih laki-laki dan perempuan dia akan dapat separo dari dosa laki-laki dan separo dari dosa bagian perempuan. Berarti dia berdosa tingkat menengah. Tetapi anak yang lahir dari seorang perempuan saja dia akan mewarisi seluruh bagian dosa. Dalam kata-kata yang lain, anak yang lahir dari seorang perempuan semata bukannya jadi bebas dosa, malahan dosanya lebih besar disbanding anak-anak yang lain.

Kristen: Bukannya menjawab bantahan tersebut di atas, malahan mengatakan dalam Mazmur dikatakan: “TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak” (Mazmur 14:2-3).

Ahmadi: Firman Tuhan ini ialah tentang kaum tertentu dari masa tertentu pula karena dalam Mazmur no. 80 juga tercantum: “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umatku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN? Di sanalah mereka ditimpa kejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar” (Mazmur 14:4-5). Maka kalimat: ”Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak” (Mazmur 14:3), tertuju hanya kepada kaum tertentu dan dialamatkan kepada orang-orang tertentu pula. Pada saat orang itu mencela atau mengejek, pemakaian bahasa menghendaki kata-kata yang bersifat umum.

Kristen: Hadhrat Daud seorang nabi, namun beliau mengambil isteri Uria dan berbuat zina dengannya. Apakah perbuatan ini bukan dosa?

Ahmadi: Saya tadinya berpikir Anda tak akan begitu berani berkata begitu dan menuduh Daud a.s. berbuat zina, karena kalimat pertama Inji mengatakan, “Yesus Kristus, yaitu anak Daud”. Kalau Anda mengatakan Hadhrat Daud seorang pezina (naudzubillah), lalu bagaimana dengan Yesus?

Kristen: Dalam silsilah keturunan Yesus yang diuraikan oleh Injil, terdapat beberapa neneknya dari pihak ayah mahupun ibu yang pernah berzina. Ini tidak mengapa, karena dia datang untuk menyelamatkan umat manusia. Demikian pula dia anak Daud dan tidak diragukan lagi Daud terlibat dalam perbuatan zina. Ini bukan saya yang mengatakannya, melainkan Bibel yang mengatakan.

Ahmadi: Saya memohon Anda merenung sejenak. Daud adalah seorang nabi pilihan Tuhan. Dia bercakap-cakap dengan Tuhan. Saya bukan seorang yang istimewa. Tetapi, saya tidak mungkin melakukan perbuatan tercela ini. Bagaimana mungkin seorang nabi Allah bisa melakukan perbuatan menjijikkan itu. Coba Anda katakan, dapatkah Anda tergoda untuk melakukan perbuatan seperti dia?

Kristen: Tidak diragukan lagi, saya tak mau melakukan perbuatan buruk seperti itu.Tetapi, tentang Daud, Bibel sendiri yang memberikan kesaksian. Apa yang dapat saya perbuat?

Ahmadi: Tuhan memberikan akal kepada kita. Melalui akal itu kita dapat membedakan antara barang tiruan dan asli, yang dusta dari yang benar. Bibel sendiri penuh dengan petunjuk yang membantah tuduhan-tuduhan terhadap Daud a.s. Cerita Bibel ini pasti dibuat-buat. Tak akan ada orang terhormat melakukan perbuatan rendah seperti ini. Apalagi satu wujud mulia, seorang nabi besar. Sebenarnya dalam Injil terdapat banyak keterangan yang menerangkan Yesus seorang berdosa. Sebagai misal:

  1. “Demikianlah Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Markus 1:4).

  2. “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain” (Yohanes 2:8). Padahal dikatakan tentang minuman keras; “Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir” (Hosea, 4:1).

  3. Menurut Injil, Yesus juga mengatakan yang dusta, karena pada Id Khayam dia menjawab kepada saudara-saudaranya: “Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktuKu belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam”. (Yohanes 7:8-10).

  4. Dari Injil juga jelas tampak Yesus menghardik dan dengan nada menghina ibunya berkata: “Mau apakah engkau daripadaKu, Ibu? SaatKu belum tiba” (Yohanes 2:4).

Selanjutnya dalam Injil banyak cerita yang merendahkan keluhuran dan kemuliaan Yesus. Jalan keluar yang terbaik dari pelbagai tuduhan ialah harus menolak cerita-cerita itu dan kita harus mengatakan bahwa keterangan-keterangan tersebut dibuat-buat. Kita harus percaya bahwa Hadhrat Daud dan Hadhrat Isa Almasih a.s. adalah nabi-nabi yang maksum (suci dan bersih dari dosa) seperti diyakini oleh umat Islam.

Kristen: Rasul Paulus adalah agamawan yang baik, dan menganggap dirinya bertakwa. Belakangan dia menyadari bahwa dia orang berdosa. Dan dia mengakui dosanya.

Ahmadi: Paulus memang seorang berdosa dan pengakuan dosa-dosanya itu pada tempatnya. Saya juga tidak berbeda pendapat dengan Anda tentang Paulus. Tetapi, yang menjadi pertanyaan ialah, adakah Bibel mengaitkan suatu perbuatan dosa kepada orang-orang yang telah saya sebut namanya, tentang mereka saya kemukakan, apakah Bibel menyebutkan dengan referensi-referensi (acuan-acuan) yang tepat? Anda telah menyita waktu lebih dari dua minggu memikirkan pokok ini.

Kristen: Yah, dari antara mereka ada seorang, Samson. Dikatakan dalam “Hakim-Hakim” bahwa dia pezina: “Pada suatu kali, ketika Samson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia. Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: “Simson telah datang kesini,” maka mereka mengepung tempat itu dan siap menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota itu, tetapi semalam-malaman itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa, karena pikirnya: “Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia”. Waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya diatas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkutnyake puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron” (Hakim-Hakim 16:1-3).

Ahmadi :

1. Ayat ini cuma menunjukkan bahwa, untuk menyelamatkan diri dari musuh-musuhnya, Samson berlindung di rumah seorang wanita yang kebetulan wanita gasang (nakal). Ini adalah kisah yang sama seperti yang diterangkan oleh Kitab Yusak, bunyinya: Yosua bin Nun diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho. ”Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.” (Yosua 2:1). Dua laki-laki ini bukan pezina melainkan karena ingin menyelamatkan diri dari musuh, mereka datang ke rumah seorang wanita nakal. Seperti itulah kejadiannya dengan Samson.

2. Kalaupun ini diterima, yaitu Samson berzina, maka nubuatan Tuhan bahwa: “Anak itu dari sejak masih dalam perut ibunya sampai wafatnya tetap jadi nazir Tuhan” harus dikatakan tidak benar.

3. Dalam surat kepada Orang Ibrani telah dikatakan: “Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceritakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa”. (Surat kepada Orang Ibrani 11:32-33).

 

Dari kata-kata ini jelaslah bahwa Samson adalah seorang jujur lagi suci dan sebagai orang yang menerima janji-janji dari Tuhan. Oleh karena itu, wahai Bapak Pendeta, penarikan kesimpulan Anda tidak tepat. Saya ingin mengatakan, kalau Anda sudi sekelumit berpikir maka akan tampak bahwa cerita mengenai Samson ini tidak ada artinya bila dibandingkan dengan cerita-cerita mengenai Yesus. Seperti dikatakan oleh Injil Lukas dengan terang dan jelas tercantum:

“Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu” (Lukas 7:37-38).

Atas dasar itu sama sekali tak dapat dibenarkan kalau Anda melemparkan tuduhan kepada Samson mengenai hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Selain itu saya ingin bertanya tentang mereka, orang-orang bersih lainnya, dapatkah Anda membuktikan di antara mereka itu siapa yang berdosa?

Kristen: Tidak, karena Alkitab tidak menyebutkan dosa siapa-siapa dari mereka.

Ahmadi: Bagaimanapun, di hadapan Anda paling kurang ada sepuluh orang mulia. Tentang mereka, Anda tak mampu membuktikan dosa apa pun. Malahan Bibel mengumandangkan kesucian mereka. Oleh karena itu, jelaslah pengakuan Anda bahwa kecuali Yesus Almasih semua orang berdosa tidak berdasar. Dan sekaligus akidah Anda tentang penebusan dosa ternyata dengan bukti telah batal.

 

* * *

 

Hingga di sini tukar pikiran pertama telah berakhir. Akhirnya Dr. Philips terpaksa memberikan pernyataan tertulis yang ditanda tangani dengan pengakuan bahwa Hadhrat Daud, yang sebelumnya dituduh olehnya berdosa, diakui tanpa sungkan:

 

{tulisan arab}

 

Artinya: Yohanes Pembaptis, Zakharia dan isterinya, Daniel, Yoshua, Yehezkiel, dan Habel tidak disebut berdosa dalam Bibel.

 

back home next