Abul Ata Jalandhari

D.E.B.A.T  K.A.I.R.O
- I
SLAM VERSUS KRISTEN -
 

dabelyudabelyudabelyupakdenonodotkom

back

home next

 

MENELITI RIWAYAT INJIL TENTANG KISAH SALIB
(1/3)

Keenam belas: Siapa yang menggali kubur Yesus dan di mana?

1. Yohanes mengatakan:

“Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka (Yusuf dan Nikodemus) meletakkan mayat Yesus ke situ” (Yohanes 19:41-43).

 

2. Lukas mengatakan:

“Dan sesudah ia (Yusuf) menurunkan mayat itu, ia mengafaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat” (Lukas 23;53).

 

3. Markus mengatakan:

“Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengafaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu” (Markus 15:46).

 

4. Matius mengatakan:

“Yusuf membawa mayat…. dan letakkan dalam cadar diletakkan dalam kubur baru yang digali dalam batu” (Matius 27:59,60).

 

Tiga saksi tidak menyebutkan sama sekali, kubur itu digali atas perintah siapa. Malahan dalam bagian akhir keterangan Lukas diisyaratkan seolah-olah kubur itu sudah ada sejak lama. Tetapi untung ada keterangan Matius yang layak mendapat pujian secara blak-blakan mengatakan bahwa Yusuf Arimatea telah menyuruh orang menggali kubur itu.

Keterangan-keterangan tersebut mengandung petunjuk-petunjuk penting seperti di bawah ini:

1. Taman tempat kubur itu berada terletak dekat tempat penyaliban dilakukan.

2. Digali di batu, yaitu tempat yang luas.

3. Kubur itu belum pernah diisi oleh sesiapa pun, berarti udara di situ bersih, tidak tercemar.

4. Baru saja digali.

5. Digali sengaja atas perintah Yusuf Arimatea.

 

Apabila kelima butir tersebut di atas ditambah dengan keterangan bahwa Nikodemus yang telah menjadi mitra Yusuf Arimatea dalam pertualangan ini pergi mendapatkan Yesus malam sebelum penyaliban dilaksanakan (Yohanes 19:39), dan mengingat bahwa Yesus sendiri tahu tentang upaya ini, masalahnya menjadi terang seperti siang hari bolong. Kalau ada orang merenungkan secara adil semua hal tersebut, ia akan mengakui bahwa, untuk menyukseskan rencananya, Pilatus membekali Yusuf dan Nikodemus denan segala yang perlu untuk kerjasama. Keduanya menyimpan sejak dini rempah-rempah dan sebagainya yang diperlukan. Pilatus berhasil dengan baik dan Yesus segera pulih dari keadaan pingsannya pada waktu yang tepat dan diselamatkan dari bahaya maut.

Ketujuh belas: Dimana perempuan-perempuan berada ketika Yesus diletakkan dalam kubur?

1. Matius mengatakan:

“Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu” (Matius 27:61).

2. Markus mengatakan:

“Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan” (Markus 15:47).

3. Lukas mengatakan:

“dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayatNya dibaringkan” (Lukas 23:55).

4. Yohanes dalam hal ini diam seribu bahasa.

 

Terdapat lagi perbedaan yang cukup mencolok dalam cerita-cerita ketiga saksi. Matius dan Markus menyebut dua wanita yang kedua-duanya bernama Maria. Lukas mengatakan, semua perempuan Galilea yang ada, hadir di sana. Terdapat perselisihan pula tentang “duduk dalam kubur” dan “melihat di mana diletakkan.”

Kedelapan belas: Cerita tentang permintaan menjaga kubur.

Matius mengatakan, orang-orang Yahudi datang ke Pilatus dan mengatakan:

“Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidupNya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari ketiga; jikalau tidak, murid-muridnya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang ppertama.” Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya” (Matius 27:63-65).

Selain Matius tak seorangpun merekam kejadian ini. Diamnya tiga orang saksi mengenai satu kejadian yang begitu penting merupakan salah satu rahasia Injil. Bagaimanapun dari cerita ini telah menjadi jelas bahwa Pilatus telah memandang remeh permintaan orang-orang Yahudi tersebut. Dia mengatakan: “Pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya” (Matius 27:65). Jawaban Pilatus ini jelas menunjukkan bahwa dia mentertawakan tingkah laku orang-orang Yahudi itu karena mereka datang hari kedua sesudah peristiwa itu, bahkan sesudah hari Sabat berlalu, sedang jasad Yesus sudah tidak lagi di situ.

Kesembilan belas: Siapa yang paling dahulu datang ke kubur Yesus, mengapa dan bila?

Cerita-cerita Injil mengenai kisah ini amat berbeda-beda:

1. Matius mengatakan:

“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsing fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu” (Matius 28:1).

 

2. Markus mengatakan:

“Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur” (Markus 16:1-2).

 

3. Lukas mengatakan:

“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempar-rempah yang telah disediakan mereka” (Lukas 24:1).

 

4. Yohanes mengatakan:

“Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur” (Yohanes 20:1).

Dari cerita-cerita ini muncul kejelasan-kejelasan di bawah ini:

  1. Orang pertama yang datang di kuburan hanya Maria Magdalena. Ini menurut keterangan Yohanes. Menurut Lukas, yang pertama datang ke kuburan adalah perempuan-perempuan Galilea bersama kaum laki-laki. Menurut Markus yang pertama-tama datang adalah Maria ibunya James, Salome, dan Maria Magdalena; mereka datang bersama-sama. Jelas bahwa pertentangan keterangan ini tidak mungkin dapat dikompromikan.

  2. Menurut Matius, dua perempuan datang hanya untuk “melihat-lihat”, sedang menurut Markus dan Lukas mereka datang untuk membalsam Yesus dengan rempah-rempah. Adapun Yohanes tidak mengambil pusing tentang soal kedatangan tersebut.

  3. Keterangan tentang waktu kedatangan juga terdapat pertentangan. Yohanes mengatakan: “Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap.” Markus mengatakan: ‘Pagi-pagi benar…Setelah matahari terbit.” Singkatnya tentang siapa yang datang lebih dulu ke keubur, maksud kedatangan mereka, dan tentang waktu kedatangan tersebut terdapat pertentangan cerita yang cukup mencolok.

 

Pengkianatan Para Pendeta Hindustan.

Dalam Injil bahasa Arab, Lukas 24:1 disebutkan bahwa bersama-sama perempuan-perempuan Galilea ada pula laki-laki. Hari saat saya sedang menterjemahkan makalah ini dari bahawa Arab ke bahasa Urdu, saya lihat dalam Lukas (cetakan 1908) sebutan “laki-laki” di Lukas 24:1 itu dihilangkan.*). Saya pikir, barangkali sebutan tersebut adalah tambahan dalam Bahasa Arab. Saya periksa Injil bahasa Inggeris di sana tertera kata-kata tersebut itu seperti ini: “and certain others with them.” Dalam bahasa Ibrani juga kata-kata itu tertera perempuan bersama laki-laki. Kecuali bahasa Urdu dalam bahasa-bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani jelas ada tercantum bahwa orang-orang lain juga pergi ke kubur bersama perempuan-perempuan Galilea. Dalam penterjemah ke bahasa Urdu para pendeta melakukan pengkhianatan yang patut disesalkan. Semoga Tuhan memimpin mereka ke jalan yang benar.

 

Kedua puluh: Apa yang terjadi setelah orang pertama datang ke kubur?

Cerita panjang diuraikan dalam Yohanes 20:1-10, Injil Lukas 24:2-7, Injil Markus 16:3-7 dan Matius 28:1-7. Kalau rujukan-rujukan itu kita kutip kata demi kata, karangan ini akan jauh membengkak dan disitu sarat dengan pertentangan. Saya ingin meminta perhatian para pembaca lebih dahulu terhadap keterangan Yohanes. Dia mengatakan tentang murid-murid Yesus:

“Sebab selama ini mereka belum mengerti isi kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati” (Yohanes 20:9).

Keterangan ini membantah seluruh keterangan dan cerita yang kemudian dinisbahkan kepada Yesus bahwa Dia mengatakan: “Aku akan bangkit” (Matius 27:63). Begitu pula keterangan-keterangan itu bertentangan dengan dalil-dalil kitab-kitab Injil yang dipakai untuk membuktikan bahwa Yesus hidup kembali. Yesus tidak pernah mengatakan yang demikian kepada murid-muridnya. Sekiranya dia mengatakan kepada mereka, niscaya mereka menunggu-nunggu untuk melihatnya hidup kembali (karena kematian Yesus di kayu salib tidak ditakdirkan, maka dengan sendirinya tidak timbul soal kehidupannya kembali).

Sesudah itu saya akan menyinggung satu saja dari pertentangan-pertentangan itu.

Yohanes mengatakan bahwa Maria Magdalena pergi berlari memberitahukan kepada Petrus dan murid-murid khusus Yesus. Di situ dia tidak melihat malaikat dan tidak pula yang lainnya. Ini pertama kali. Yang keduanya dia melihat kubur itu ada dua malaikat, yang satu dekat kepada dan yang satu lagi dekat kaki Yesus. Dalam Lukas kita dapatkan keterangan bahwa perempuan-perempuan Galilea itu masuk dalam kubur itu dan melihat di situ dua laki-laki berpakaian putih-putih. Dua laki-laki ini tidak memberikan pesan apa-apa kepada perempuan-perempuan itu untuk murid-murid Yesus. Akan tetapi kesaksian yang diberikan Markus ialah, perempuan-perempuan itu melihat satu pemuda duduk sebelah kanan dia dan dia mengatakan kepada mereka, pergilah dan katakan kepada para murid supaya mereka pergi ke Galilea. Matius mengatakan, dua perempuan yang bernama Maria itu melihat gempa bumi dahsyat dan melihat satu malaikat sedang turun yang menyuruh mereka mengatakan kepada murid bahwa Yesus akan berada di Galilea sebelum mereka. Inilah ringkasan pertentangan itu. Tidak ada tempat untuk keterangan lebih rinci.

Kedua puluh satu: Apakah perempuan-perempuan itu atau para malaikat menyampaikan pesan-pesan malaikat kepada murid-murid itu?

Matius dan Yohanes tidak menyebutkan tentang perempuan-perempuan menyampaikan berita kejadian tadi kepada murid-murid Yesus. Markus dan Lukas memberkan keterangan yang saling bertentangan.

“Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu” (Markus 12:8).

Tetapi Lukas mengatakan:

“Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceritakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain” (Lukas 24:9).

Kedua puluh dua: Kepada siapa dan bagaimana pertama kali Yesus menampakkan diri?

Menurut Markus pertama-tama Yesus tampak pada Maryam Magdalena.

“Setelah Yesus bangkit pada pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan” (Markus 16:9). Yohanes mendukung Markus (Yohanes 20:13-17).

Keterangan Lukas sebaliknya. Lukas mengatakan, murid-murid Yesus yang dalam perjalanan dari Yerusalem ke Emaus kepada mereka mula-mula Yesus muncul dan dalam percakapan bersama-sama murid-murid mengatakan:

“Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat” (Lukas 24:24).

Mungkinkah pertentangan keterangan ini dikompromikan?

Kedua puluh tiga: Apakah para murid mempercayai kabar bahwa Yesus bangkit hari ketiga?

Yohanes dan Matius tidak menyebutkan apa-apa tentang masalah ini. Markus mengatakan bahwa para murid itu dua kali menolak kebenaran berita itu (Markus 16:11-13).

Lukas memberikan kesaksian dalam kata-kata:

“…tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan omong-omong kosong dan mereka tidak percaya” (Lukas 24:11).

 

Pembaca yang saya hormati! Pertentangan-pertentangan yang mencolok hanya menyangkut satu kejadian menunjukkan bahwa keterangan-keterangan itu bukan dari Allah Taala. “Kesaksian-kesaksian” yang dikemukakan oleh para saksi bukan saja dipercayai oleh orang-orang Kristen, bahkan mereka bersikeras membuat orang-orang lain juga mempercayainya. Kesaksian-kesaksian itu tidak diletakkan atas dasar kenyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Tidak akan ada seorang hakim yang adil di dunia ini dapat menerima keterangan-keterangan ini dan menjadikannya dasar menjatuhkan keputusan. Jelas, keterangan-keterangan itu salah. Adapun kebenaran itu jelas, sedangkan pengakuan (claim) orang-orang Kristen itu palsu.

 

back home next