Abul Ata Jalandhari

D.E.B.A.T  K.A.I.R.O
- I
SLAM VERSUS KRISTEN -

dabelyudabelyudabelyupakdenonodotkom

back

home next

 

PERCAKAPAN BERSAMA TENTANG DALIL-DALIL ITU
(TANYA JAWAB)
 

Sekarang saya mengemukakan ringkasan percakapan yang terjadi mengenai dalil-dalil ini antara saya dan bapak-bapak pendeta, seperti berikut.

Kristen: Anda katakan Yesus digantung di kayu salib tapi tidak mati. Kalau ini benar, apa arti ayat Qur’an ini (tulisan arab) (Artinya: “Dia tidak dibunuh dan tidak disalib.”) Selain itu kepercayaan Anda ini bertentangan dengan pendapat mayoritas umat Islam yang mempercayai Yesus tidak pernah dinaikkan di kayu salib sama sekali.

Ahmadi: Kita sudah bersepakat bahwa perdebatan ini akan dilangsungkan berdasarkan Bibel. Karena itu, Anda tak berhak mencampur-adukkan materi perdebatan. Harus diingat bahwa arti (tulisan arab) ialah orang-orang Yahudi tak pernah berhasil membunuh Almasih melalui palang salib. Qur’an dan kamus-kamus bahasa mendukung arti tersebut. Di dalam surah Yusuf dikatakan:

(tulisan arab)

Artinya: “Satu di antara kamu akan memberi minum khamar kepada Tuhannya, yang satu ‘lagi akan disalib” (Fa yuslabu).

Dalam ayat ini kata “Fa yuslabu” hanya berarti “dia akan mati di kayu salib”. Dalam kamus “Taj Al-‘Arus” dikatakan:

(tulisan arab).

Artinya: Salib artinya qaji: Dalam “Sehah” dikatakan Arti salib sungsum. Orang yang disalib dinamakan “maslub” karena sungsumnya mengalir, “salb” adalah cara membunuh yang dikenal umum.’ Karena sungsum dan nanah keluar dari tubuh orang yang disalib (Periksa “lane” dan Aqrabul Mawarid”).

Singkatnya, Qur’an membantah kematian Almasih melalui salib atau pembunuhan, dan menegaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen hanya mengikuti persangkaan belaka. Di mata mereka Almasih dibuat menyerupai orang disalib atau terbunuh. Mereka tidak punya bukti yang meyakinkan bahwa dia terbunuh. Qur’an telah menegaskan bahwa orang-orang Yahudi telah berusaha membunuh Almasih, namun gagal dan hal ini saya telah memberikan bukti-buktinya menurut Bibel. Adapun yang Anda katakan, mayoritas orang Islam memahami pengertian yang berbeda, apakah maksud Anda membangkitkan perasaan orang-orang Islam dari perbedaan pendapat dalam umat Islam untuk menarik suatu keuntungan? Harus diingat, para hadirin di sini bukanlah orang-orang awam yang polos yang tidak mengerti iktikad Anda yang tidak baik. Saya ingin menganjurkan sebaiknya Anda tidak berusaha memasuki pintu ini. Hendaknya menjadi jelas bagi Anda, masalah yang kita bicarakan hari ini adalah: “Apakah Almasih mati disalib?” Umat Islam seluruhnya sepakat meyakini bahwa Almasih tidak mati disalib. Tinggal silang pendapat tentang bagaimana dia selamat dari maut di salib. Ada yang berpengertian dia ditinggikan ke langit dan tangan-tangan orang Yahudi tak menyentuhnya dan tak pernah ke tiang salib dan tidak pula mati. Menurut Qur’an dengan nash-nash yang jelas, Almasih memikul derita di jalan Allah dan orang-orang Yahudi mau membunuhnya, lalu mencoba dengan segala cara yang mungkin ditempuh. Tetapi Almasih tidak mati disalib. Tentang ini telah kami kemukakan butki-bukti yang kuat. Kalau Almasih terbukti tidak mati di kayu salib, hanya sekadar sempat dinaikkan di kayu salib, tidak akan memberi faedah apa-apa kepada umat Kristen. Kepercayaan penebusan dosa dan kematian di kayu salib akan hancur berkeping-keping. Itu merupakan tantangan kepada orang-orang Kristen untuk mencoba mematahkan dalil-dalil yang saya kemukakan itu.

Kristen: Tanda Nabi Yunus dan tanda Almasih keserupaan, keduanya bukan dalam arti hidup dalam perut ikan dan dalam kubur melainkan karena keserupaan tiga hari tiga malam.

Ahmadi: Keserupaan yang Anda akui tidak pula menjadi genap karena Yesus menurut kepercayaan (akidah) Anda Yesus tinggal dalam kubur cuma satu hari, bukan tiga hari dan dua malam; bukan pula tiga malam. Dengan itu tanda Yesus yang unik itu menjadi gugur. Apakah ada kemungkinan bagi seorang Kristen untuk membuktikan bahwa Yesus tinggal dalam kubur selama tiga hari tiga malam?

Kristen: Orang Yahudi juga tidak mengatakan bahwa Yesus dalam keadaan pingsan dan tidak pula terdapat data dalam pemerintah Romawi mengenai kenyataan itu.

Ahmadi: Kalau orang Yahudi mengatakan begitu maka anggapan mereka bahwa Yesus itu pendusta dan terkutuk akan batal. Begitu pula sekiranya Pilatus berterus terang mengatakan Yesus masih hidup, dia berarti menelanjangi diri sendiri dan bisa dituntut sebagai pelaku kejahatan oleh penguasa. Maka tidak aneh kalau pengakuan Yahudi dan keterangan Pilatus tidak bertentangan. Bahkan ini pun hanya dapat dipercaya apabila keterangan-keterangan itu utuh dan terpelihara. Saya tegaskan bahwa keterangan yang berasal dari orang-orang Yahudi tidak dapat dijadikan dalil tentang Yesus. Dapatkan orang berakal sehat menjadikan pernyataan dari seorang musuh sebagai pernyataan resmi terhadap musuh yang lainnya mengenai suatu kenyataan? Apabila Anda mau mempercayai keterangan orang-orang Yahudi, Anda harus mempercayai pengakuan orang-orang Yahudi itu yang mengatakan bahwa murid Yesus telah mencuri mayat Yesus (Matius 28:13-15). Anda juga tahu tentang apa yang dikatakan orang Yahudi mengenai kelahiran Yesus. Maukah Anda mempercayainya?

Kristen: Murid-murid Yesus telah dibunuh dan ditimpa siksaan-siksaan yang paling keras. Apakah mereka mengelabui mata orang dengan mengatakan, Yesus mati disalib lalu hidup kembali?

Ahmadi: Murid-murid itu disiksa karena mempercayai Yesus, ini bukan masalah baru. Semua orang yang beriman masa permulaan dihadapkan pada kesusahan-kesusahan berat yang bisa membuat besi sekali pun meleleh dan membuat hati teriris.

Adapun perihal mereka beriman kepada penyaliban Yesus, itu dikarenakan orang polos dan lugu, seperti yang diutarakan oleh juru tafsir Matius. Karena mereka tidak berada di tempat waktu terjadi peristiwa salib dan mereka orang-orang lemah, maka mereka mmpercayai propaganda orang-orang Yahudi. Tetapi orang-orang cerdik dan pandai seperti Paulus, mereka merancang gambaran dan memberi keterangan lain lagi baru tentang peristiwa penyaliban Yesus.

Kristen: Kalau Yesus dalam keadaan pingsan, bagaimana dia bisa keluar dari kubur, padahal kubur itu ditutup oleh sebuah batu besar?

Ahmadi: Saya tidak mengatakan dia keluar sendiri, melainkan berdasarkan petunjuk, Yusuf Arimatea dan Nikodemus yang mengeluarkannya. Yesus dibuat siuman kembali berkat ramuan rempah-rempah dan kedua orang inilah yang saling membantu dan kerjasama menyukseskan rencana Pilatus. Kuburnya cukup luas, bisa muat empat sampai lima orang. Saya sendiri pernah melihatnya.

Kristen: Orang-orang Yahudi meminta supaya pemerintah menempatkan laskarnya menjaga kubur Yesus. Kalau penjaga juga ada, bagaimana Yesus bisa keluar?

Ahmadi: Orang-orang Yahudi mengajukan permintaan penjagaan kubur sesudah hari Sabtu. Malam dan siang hari Sabtu sudah cukup lama untuk menyelesaikan segala urusan. Dua orang murid Yesus yang setia, atas isyarat dari Pilatus, memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan itu. Karena itulah permintaan orang-orang Yahudi itu segera diterima baik oleh Pilatus. Dengan berpura-pura baik ia kata mereka mempersilahkan mereka pergi dan menjaga sebaik mungkin. Dalam pikiran, dia mentertawakan kebodohan mereka.

Kristen: Dalam Injil disebutkan, Yesus telah bangkit di antara orang mati. Kepala pasukan memberi kesaksian atas kematiannya.

Ahmadi: Tentang kesaksian kepala pasukan banyak sekali pertentangan. Saya baru saja menjelaskan tentang hakikat kesaksiannya itu. Adapun Paulus dan lain-lainnya yang mengatakan bahwa dia bangkit di tengah-tengah orang mati sekali-kali bukan bukti. Kita memerlukan bukti yang jelas dan berlandaskan fakta-fakta sejarah. Perkataan-perkataan ini ditafsirkan dalam artian “penderitaan keras” seperti dikatakan oleh Paulus bahwa ia “mati setiap hari.”

Kristen: Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya selama empat puluh hari dan memperlihatkannya kepada mereka. Bagaimana Anda dapat menolak kematiannya di kayu salib?

Ahmadi: Kalau Yesus menampakkan diri dalam mimpi mereka, itu tidak dapat dipercaya. Kalau dalam kenyataan, ini membuktikan bahwa memang dia tetap hidup ketika diturunkan dari tiang salib. Apalagi jika Injil itu penuh dengan ketidakkonsekuenan.

Kristen: Kami tidak mengatakan Injil itu seluruhnya, seperti yang ada sekarang, dari Tuhan. Kepercayaan kami ialah, penulis-penulis Injil menulis Injil dalam lingkungan hidup mereka masing-masing dan memperhatikan tujuan masing-masing. Karena itu terdapat pertentangan-pertentangan dalam keterangan-keterangan mereka. Setiap orang di antara mereka memenuhi maksud khusus yang disesuaikan dengan kejadian yang disebutnya.

Ahmadi: Kalau begitu keterangan-keterangan Injil tidak ada yang dapat dipercayai. Mengenai satu kejadian saja begitu banyak pertentangan. Hal itu menunjukkan bukti bahwa cerita-cerita itu tidak murni. Satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi dan menyelesaikan pertentangan ini adalah apa yang saya sampaikan itu. Anda tidak perlu mempercayai kematian Tuhan di kayu salib.

Kristen: Kami tidak mengatakan yang dibunuh itu Tuhan. Yesus disalib selaku seorang manusia.

Ahmadi: Kalau yang dibunuh itu manusia, maka yang menjadi penebus dosa Bani Adam pun adalah manusia juga. Dalam keadaan seperti itu tidak perlu sama sekali Tuhan menjelma selaku manusia, merubah diri menjadi manusia yang amat lemah. Saya menegaskan, hakikat yang sebenarnya adalah, Almasih tidak mati disalib. Dapatkah penulin Injil memberikan kesaksian bahwa dia melihat sendiri Yesus telah mati di tiang salib? Adapun kesaksian Paulus, sedikit pun tidak akan memberi faedah. Dia tidak termasuk murid Yesus, tidak pula menyaksikan kejadian salib itu sendiri. Karena itu, kata-katanya tidak dapat dibenarkan, karena cerita itu kabar angin. Paulus menyimpan satu tujuan dalam keterangannya itu. Dia ingin menanam akidah kematian Yesus di kayu salib sebagai penebusan dosa, kemudian dijadikan alat digunakan sebagai dalil ketuhanan Yesus.

Kristen: Dalam sebuah surat Paulus dikatakan, tanpa penumpahan darah ampunan tidak mungkin tercapai.

Ahmadi: Ini adalah perkataan Paulus. Allah Taala menghendaki, “Bukan kurbanan tetapi kasih saying yang Kukehendaki” (Hosea). Meskipun begitu, kalau kita menerima perkataan Paulus, apa buktinya bahwa Yesus mati disalib. Adalah kewajiban Anda membuktikan bahwa Yesus mati disalib. Sesudah itu harus memberi tafsiran dan penjelasan tentang kematiannya. Saya telah buktikan bahwa berdasarkan Bibel Yesus tidak mati disalib.

Kristen: Kalau Yesus tidak mati disalib, penyebaran ajaran kami (tabligh) berarti sia-sia dan musibah-musibah yang kami pikul tidak berarti apa-apa dan percuma. Apa gunanya kami meninggalkan kampung halaman menjadi penginjil menyebarkan agama Kristen?

Ahmadi: Apapun adanya, tabligh Anda berarti atau tidak punya arti apa-apa, Almasih a.s. sekali-kali tidak mati disalib. Dalil-dalil yang saya kemukakan merupakan bukti yang nyata. Petunjuk Ilahi:

 

“Dia tidak dibunuh secara pasti” terbukti benar dan mazhab Kristen yang sekarang batal dan palsu. Kata akhir ialah, segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam!

 

back home next