SAMBUTAN
 


MA, Abdulrahim Ph.D.
 

Alhamdullilah, segala puji dan puja hanyalah untuk Allah Yang telah menunjuki hamba-hambaNya yang dikehendakiNya sesuai dengan kwalitas hambaNya, Shalawat dan salam bagi rasulNya yang telah menghabiskan umurnya untuk memberikan teladan terbaik untuk hambanya yang paling disayangi olehnya. Dihadapan para pembaca telah tersaji suatu bacaan yang bermutu menyingkapkan rahasia yang sangat bernilai bagi ummat Muhammad dalam menghadapi situasi yang telah berkembang di tanah air kita pada masa ini. Tidak dapat disangkal suatu kenyataan, bahwa bangsa kita telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Bijaksana untuk hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita yang menganut agama Nasrani, yang menurut ajaran agama kita yang mulia adalah kelompok yang wajib kita hormati sebagai saudara kita sama-sama hamba Allah yang bernaung dibawah agama yang satu, yaitu sama­sama agama yang berasal dari agama Ibrahim AS. Yang mengesakan Allah SWT
 

Kalau terjadi perbedaan disana-sini, itu disebabkan oleh perbedaan penafsiran manusia saja. Kita disuruh oleh Allah mengakui perbedaan-perbedaan itu disamping meyaqini, bahwa agama yang kita anut adalah yang terbaik dalam keyaqinan kita. Sebagai Muslim hanyalah mengakui perbedaan itu ada dan merupakan akibat hukum sejarah yang berjalan berkelindan dengan tabi'at manusia (QS. 2:213)
 

Namun demikan kita wajib memahami dengan tepat akan perbedaan ini dan waspada akan akibat-akibatnya, terutama aspek-aspek negatifnya.
 

Kita para Muslim wajib merasa yakin, bahwa sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk menghormati hak setiap manusia untuk bebas memilih agama berdasarkan pilihan masing-masing individu tanpa campur tangan manusia lain, karena itu merupakan kehendak Allah SWT Haq setiap manusia untuk memilih agama menuruti kata hatinya sendiri adalah keyakinan kita berdasarkan firman Allah SWT (QS. 33:72). Disamping itu kita juga yakin, bahwa seluruh alam yang bukan manusia ini sudah Islam atas dekrit Allah sendiri (QS. 41 :11)
 

Disamping itu saudara-saudara kita para penganut Kristiani yakin pula, bahwa sebagai pengikut yesus yang beriman wajib bersalah kepada Tuhan jika tidak berusaha menyebarkan ajaran kitab suci mereka kepada seluruh makhluk dimuka bumi ini (Injil. Markus 16:15). Jika perlu untuk melaksanakan ayat ini mereka diizinkan memaksa, sampai membunuh kita yang berani membangkang.
 

Dengan mengetahui ajaran kita sebagai Muslim wajib berusaha membentengi diri dari kemungkinan ini. Jika terlena dengan menganggap ajaran mereka sama saja dengan ajaran agama kita dalam berda`wah, maka jangan heran kalau peristiwa yang terjadi diwaktu Syawal 1999 ditanah Ambon yang lalu, ketika umat Islam yang sedang bershalat Syawwalan diberondong oleh mereka dengan senapan mesin. Mereka sangat menjadikan diri mereka pengikut Jesus, sebagai juru selamat kemanusiaan dari api neraka. Mereka sangat yakin jalan satu­satunya mendekatkan diri kepada Tuhan hanyalah melalui Jesus, juru penyelamat kemanusiaan, yaitu Anak Tuhan yang sengaja dikorbankan ditiang salib dalam rangka menyelamatkan manusia dari dosa yang diperbuat Adam dan Eve (Hawa). Bagi mereka ditembak mati oleh mereka akan lebih baik dari pada masuk neraka nanti diakhirat. Oleh karena itu kita sebagai Muslim wajib sadar betul akan keyakinan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air di Ambon atau yang baru beberapa hari lalu di Poso itu. Inilah yang diperingatkan Allah SWT didalam surat AI-Baqarah ayat 120. bagi umat yang sering membaca Al-Qur'an kenyataan ini tentu menganggap peringatan Allah ini sudah cukup jelas dan karena itu dia tidak akan heran akan terjadinya peristiwa ini.
 

Dengan mempelajari buku yang saudara pegang ini hal tersebut akan lebih jelas lagi. Adapun penulis buku ini adalah bekas Biarawati yang dengan hidayah Allah SWT telah memeluk agama Islam. Beliau sangat menguasai pikiran dan ajaran Kristen oleh karena itu beliau merasa berkewajiban memperingatkan kita sesama Muslim dan Muslimah akan logika pemeluk agama ini secara tepat, karena itu saya beranggapan, bahwa buku ini sangat perlu dibaca untuk lebih menyadarkan kita yang disayanginya sesama Muslim dan Muslimah.
 

Mudah-mudahan maksud beliau yang suci ini mendapat sambutan dari para pembaca sekalian. Semoga maksud yang ingin dicapai saudara.penulis ini diridhai Allah SWT

 


Semoga senantiasa Istiqomah.  Amien


 

 

Dr. H. Bambang Sukamto DMSH
Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pembina Mu'allaf (FKLPM)

 

Segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan rahmat clan hidayahNya atas kita semua. Shalawat dan Salam kita panjatkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga clan sahabat sahabatnya yang insya Allah akan bertemu dan menjadi penolong kita di yaumil akhir. Amien !
 

Saya menyambut dengan gembira atas terbitnya buku yang ditulis oleh rekan saya Hj. Irena Handono dan kawan kawan sebagai jawaban atau tangkisan dari tulisan yang dibuat oleh golongan yang membenci Islam dan berniat untuk memadamkan Nur Islam dari hati para pengikutnya. Tulisan yang berisi fitnah, pemutarbalikan fakta dan interpretasi negatif terhadap Islam, Al Qur'an dan nabi Muhammad saw semakin banyak beredar melalui berbagai media, tujuannya adalah untuk mendangkalkan akidah dan memurtadkan umat Islam!
 

Penulis yang dahulunya adalah aktivis dari kelompok yang memusuhi Islam, alhamdullilah telah mendapatkan hidayah Illahi dan hijrah ke agama Islam. Predikat muallaf yang biasa dilekatkan pada mereka yang hijrah ke Islam ( Muhajirrin ) seperti halnya penulis dan para muallaf, tidak perlu membuat kecil hati atau rendah diri. Para sahabat Nabi seperti khalifah Umar bin khatab pun seorang muallaf yang sebelumnya sangat memusuhi Islam!
 

Saya dan rekan - rekan mantan non muslim (muallaf / muhajirin) merasa bangga atas aktivitas penulis dalam perjuangan membela agama Islam sehingga patut menyandang sebutan Mujahiddin (pembela agama Islam).
 

Buku ini patut dibaca oleh setiap muslim / muslimah guna memantapkan aqidah dan menangkal upaya - upaya pemurtadan yang semakin gencar belakangan ini. Bila buku

ini jatuh ketangan non muslim, semoga dapat meluruskan pemahaman yang salah terhadap Islam dan insya Allah mendapatkan hidayah Illahi untuk hijrah ke agama yang haq !
 

Akhirul kata, saya sampaikan semboyan dari filsuf Islam Muh. Abduh yaitu "Al Hayatu Aqidatun wal Jihaddun" (Hidup adalah untuk menegakkan aqidah dan berjuang dijalan Allah).


 

Dr. H. Qomari Anwar, MA
Rektor UHAMKA
Jakarta

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa memerlukan masukan, saran, ataupun pikiran dari siapapun termasuk manusia, dengan iradah dan kehendak-Nya sendiri, serta sifat rahman dan rahim­Nya yang utuh sempurna, menitahkan umat manusia hidup di muka bumi ini dengan dibekali berbagai fasilitas dan potensi yang diperlukan untuk menyembah-Nya.
 

"Aku tidak akan menciptakan jin dan manusia, kecuali agar menyembah-Ku"
 

Sekalipun begitu, manusia masih diberi kebebasan untuk memilih apakah benar-benar mau beriman atau ingkar:
 

"Beritahukan wahai Muhammad, kebenaran itu berasal dari Tuhan kalian, barangsiapa mau beriman silahkan dan barangsiapa mau ingkar juga silahkan". (Q.S. Al Kahfi : 29)
 

Jadi manusia mau beriman atau ingkar terhadap Allah dan kebenaran yang ada, sangat banyak dipengaruhi oleh pilihannya sendiri. Dalam diri mereka telah dilengkapi dua potensi besar yang saling berhadapan, yakni potensi untuk melakukan kebajikan (beriman) dan potensi untuk melakukan kejahatan (ingkar dan maksiat).

 

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa (manusia) itu, kecenderungan kefasikan dan ketaqwaan" (Q.S. As-Syams:8).

 

Sikap fasik dan sikap taqwa ini sepanjang sejarah umat manusia terus-menerus berhadapan, bukan hanya antar individu dengan individu lain, akan tetapi juga dalam satu individu itu sendiri. Kenyataan seperti ini terns berlanjut hingga kini, baik dalam skala kecil maupun besar, bahkan termasuk antar bangsa, antar ideologi, antar filsafat, dan terutama antar budaya.
 

Pertarungan budaya dalam bentuk clash of civilization pada abad ke 21 ini semakin nyata dan sulit dihentikan. Dari sekedar perbedaan wacana hingga hal-hal yang lebih jauh dari itu, termasuk juga hal-hal yang praktis dan pragmatis. Sekedar menyebutkan contoh ternyata juga terjadi pada ideologi-ideologi besar dunia, seperti Islam, Kristen, Kapitalisme, dan Komunisme, dan sebagainya.
 

Terbitnya buku ini merupakan respon cerdas secara akademis yang dapat dijadikan bacaan alternatif dalam menjawab berbagai gerakan yang memojokkan Islam dan buku­buku yang telah terbit, seperti buku yang berjudul The Islamic Invasion, karangan Robert Morey. Tentunya buku ini harus bersifat menjawab secara argumentative dari apa yang termuat dalam buku Robert Morey tersebut.
 

Dalam buku tersebut sangat kentara sekali ketakutan penulisnya terhadap Islam sebagai "agama kedua yang terluas dan tercepat penyebarannya di dunia". la menyaksikan pertumbuhan masjid yang menjamur di seluruh Amerika. Karena ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap bahaya "invasi Islam" ini, sang penulis ingin membekali umatnya dengan menyajikan apa ajaran Islam itu sebenarnya menurut versinya sendiri yang menyesatkan. Ia ingin membuktikan kepada pembacanya bahwa: `Allah bukan Tuhan-Nya Injil, Muhammad bukan nabi Tuhan, al-Qur'an bukan ucapan Tuhan" (Allah is NOT The God of the Bible, Muhammad was not God's Prophet, The Qoran doesn't contain the words of God).
 

Tidak perlu kita uraikan panjang lebar mengenai argumentasi penulis tentang ketiga hal tersebut. Karena dalam al-Qur'an sendiri memang demikianlah ucapan kaum kafir, terutama pemuka ahl al-Kitab yang dengki, dalam menolak kebenaran Islam yang seterang matahari. Di sini cukuplah contohkan bagaimana pandangannya tentang Islam:

 

"Tindakan sujud menyembah dalam sembahyang sehari lima kali menghadap Mekah Arabia hanyalah suatu tanda ujud pemaksaan cultural, yang sekaligus merupakan keberadaan imperialisme budaya yang menjiwai Islam"

 

Dia (Muhammad) mengajar dan mencontohkan kepada murid-muridnya untuk membunuh dan merampok demi nama Allah, dan memaksa orang­orang masuk Islam". (The Islamic Invasion, Robert Morey)

 

Paragraf-paragraf di atas hanyalah propaganda menyesatkan yang mengesankan ketakutan yang berlebih­lebihan terhadap Islam. Momentumnya bertepatan sekali dengan ketakutan Bush dan orang Amerika terhadap apa yang disebut teroris yang sekarang dikonotasikan dengan Islam. Penulis buku-buku yang bernuansa melemahkan atau menyudutkan Islam (kebenaran) sudah banyak terbit dan mungkin akan semakin banyak lagi. Penulis buku seperti itu boleh jadi disebabkan oleh ketidak tahuan mereka tentang kebenaran Islam, tetapi, juga mungkin secara sengaja untuk meredupkan dan memusuhi Islam. Karena muncul dan berkembangnya kebenaran (Islam) dan kejahatan telah menjadi sunnatullah.
 

Upaya membungkam dan menghentikan gerakan dakwah Islam terjadi dari berbagai arah dan oleh berbagai pihak yang secara diametral berseberangan dengan ajaran tauhid ini, ada yang dari dalam, dari samping, dan juga dari depan. Untuk kasus Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, invasi pihak zionis-kristen, kedua sekuler-kapitalistik, ketiga dendam komunisme, dan kempat sekulerisme-tradisionalis.
 

Gerakan Kristen di Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif sangat pesat. Kemungkinan hal ini ditopang oleh pengorganisasian yang cukup baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional; pendanaan yang "real and unlimited' ketersediaan SDM yang memadai; dan banyaknya faktor-faktor pendukung lainnya.
 

Terbitnya buku seperti ini secara konsepsional, dapat berfungsi sebagai suatu langkah "perlawanan" yang sangat tepat yang seharusnya diikuti dengan berbagai bentuk lain yang lebih efektif, misalnya: dengan menggencarkan dakwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran keberagamaan kaum muslimin, meningkatkan kesejahteraan umat, menyantuni Dakwah Islamiyah dengan dana yang memadai, penyiapan SDM juru dakwah yang handal, memanfaatkan teknologi mutakhir dalam berdakwah, dan mempergunakan posisi strategis dalam kebijakan politik. Hal terakhir ini penting mengingat kegiatan politik sama sekali tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pengharibaan kepada Allah SWT
 

Diantara langkah yang tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan minat baca bagi kaum muslimin, terutama bagi generasi muda. karena persoalan minat baca menjadi "penyakit" yang cukup parah bagi kebanyakan kaum muslimin. Untuk ini dibutuhkan distribusi buku yang luas dan merata disamping harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.
 

Selain buku ini, jelas masih sangat dibutuhkan buku-buku lain yang berfungsi memetakan posisi umat Islam kontemporer, mengetahui berbagai rencana musuh-musuh Islam, gerakan pemantapan aqidah umat Islam, dan menghadapi penyerangan yang dilakukan orang lain terhadap kaum muslimin.
 

Yang pasti stamina keimanan harus terus dijaga dan komitmen jihad harus terus disuburkan. Sehingga tidak ada kata bosan, malas, apalagi takut dalam menghadapi makar musuh­musuh Islam. Karena bagi seorang mukmin, pantang untuk bertekuk lutut pada musuh-musuh Allah.
 

Sekali lagi, umat Islam telah menerima amanah untuk membaca, merenungkan, memahami, melaksanakan, memperjuangkan, dan mendakwahkan (mempromosikan) ajaran Islam yang "rahmatan lilalamid' ini dengan berbagai upaya cerdas dan positif demi tegak dan terwujudnya kehidupan dunia yang damai, harmonis, adil, makmur, sejahtera mendapat ridha Allah, SWT

 

Jakarta, 20 Oktober 2003



 

Drs. H.M.Anwar R. Prawira, MA
Ketua Ta'mir Masjid Agung AI-Azhar
Jakarta

 

Para pembaca yang bijak.
 

Apa yang ditulis oleh ibu Dra. Hj. Irena Handono ini merupakan jawaban yang tegas terhadap tulisan Robert Morey yang berjudul THE ISLAMIC INVASION, ibu Hj. Irena Handono, Dkk mencoba menjawabnya dengan tulisan yang berjudul ISLAM DIHUJAT MENJAWAB BUKU THE ISLAMIC INVASION KARYA ROBERT MOREY Tulisan ini cukup mewakili pendapat kalangan muslim. Kalau saja kaum muslim mau menghujat INJIL yang ada sekarang, niscaya dapat disusun buku tiga kali lebih tebal dari bukunya Robert Morey. Tetapi dalam ajaran Islam ada batasan moral, dimana seorang tokoh atau sosok yang dihormati, atau "tuhan" yang disembah oleh suatu kaum tidak boleh (haram) dicaci, diejek atau dihina. Allah berfirman dalam Al-Qur' an sebagai berikut :

 

"Janganlah kamu caci orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah (karena dapat menyebabkan), mereka mencaci Allah secara berlebihan tanpa pengetahuan. " (QS. Al-An'am 6: 108)

 

Karena itulah maka segenap kaum muslimin dimanapun mereka berada dan dizaman apapun mereka hidup tidak pemah dan tidak akan menghina sesembaahan atau tuhan suatu golongan. Lebih-lebih lagi terhadap Yesus yang menjadi sesembahan umat Kristiani, karena Yesus itu sendiri (Nabi Isa AS) adalah sosok manusia suci yang wajib dihormati dan diimani dengan setulus hati. Jadi tidak mungkin orang Islam menghina "Yesus" seperti Robert Morey menghina Nabi Muhammad SAW.
 

Sejarah telah membuktikan bahwa tidak pernah ada pemerintahan yang Islami atau suatu negara yang mayoritas penduduknya beragam Islam yang memaksa penduduk yang beragama lain memeluk agama Islam, atau berlaku kasar terhadap mereka, atau membunuh mereka jika tidak memeluk agama Islam bahkan mencela saja pun Nabi Muhammad melarang keras, seperti dalam sabdanya:

 

"Siapa yang menyakiti kaum Zimmi (kaum non Islam yang hidup di negeri Islam) berarti ia menyakiti aku"

 

Robert Morey begitu teganya menghina, mencaci, dan mengata-ngatai Nabi Muhammad, sosok yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh segenap kaum muslimin diseluruh dunia dengan cara yang kotor. Kalau Robert Morey mempunyai agama yang menyakini bahwa injil adalah kitab seucinya yang dianggap autentik, itu adalah hak asasinya dan saya tidak menaruh keberatan apapun terhadap keyakinannya. Begitu juga jika ia menolak atau tidak mempercayai Al-Qur'an sama sekali tidak merugikan saya dan Umat Islam. Ajaran Islam telah menjelaskan:

 

Barang siapa yang mau percaya silahkan, dan barang siapa yang menalak (kufur) juga silahkan (QS. 18:29)

 

Tetapi manakala Robert Morey mengusik AI-Qur'an sebagai kitab suci yang ia ragukan keasliannya dengan alasan hafalan para sahabat Nabi Muhammad yang terbatas, dan ia juga mengakui adanya catatan wahyu oleh para sahabat selagi Nabi masih hidup, dengan logika apa Robert Morey menyakini keaslian kitab Injil yang ada sekarang. Padahal kitab itu baru dibakukan / dikodifikasikan lebih dari 300 tahun setelah Yesus tiada (Injil dibakukan / dikodifikasikan pada konsili Nicea tahun 325 M), sebagai bukti autentik bahwa Al-Qur'an itu dapat dihafal orang secara penuh, sekarang ini di Indonesia banyak anak umur 15 tahun sudah hafal Al-Qur'an seluruhnya 30 Juz, silahkan Robert Morey datang ke Indonesia atau negeri Islam yang lain untuk mengetes hafalan mereka. Kalau saja yang sudah terbelakang 1400 tahun, bisa menghafalnya, mengapa pada awalnya yang langsung mendengar dari Nabi Muhammad kok malah diragukan hafalannya ? Saya malah meragukan apakah ada diantara tokoh Kristen seperti Pendeta, Pastur, Biarawati, Penginjil, Uskup dan Paus dan lain-lain, yang hafal kitab injil secara penuh ? jika tidak, Injil itulah yang seharusnya Robert Morey meragukan keasliannya. Sebab kalau itu benar-benar wahyu Allah pasti mudah dihafal. Allah sendiri yang menjamin kemudahan itu dengan firman Nya dalam Al-Quran :

 

Sungguh telah Ku mudahkan Al-Qur'an itu untuk diingat bagi arang yang mau mengingatnya (menghafalnya). (QS. 54:17)

 

Jaminan Allah itu sekarang telah menjadi kenyataan yang sejelas-jelasnya seperti jelasnya matahari disiang hari. Itu membuktikan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar wahyu.
 

Agaknya Robert Morey sulit mempertahankan logikanya secara logis. Sekali lagi saya mengusik kepercayaan Robert Morey, sebab hal itu adalah hak asasi manusia yang paling dalam. Yang saya pertanyakan adalah tata pikirnya yang tidak logis, yang dengan itu ia menyerang dan mencaci-maki Nabi Muhammad pembawa Agama Islam.
 

 

Jakarta, 20 Oktober 2003.

Pemeluk Agama Islam yang senantiasa menghormati Nabi Isa (Yesus)



 

BACK

UP

NEXT

.