TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN
Persepsi dan Salah Persepsi

oleh William Montgomery Watt


| Indeks Artikel | Tentang Pengarang |

 

Golongan Nestorian

Ketika kita kembali ke golongan Nestorian atau bangsa Syria Timur, maka kita menemukan titik sentral pemikiran bahwa Tuhan itu kekal abadi dan tidak dapat dilampaui. Berdasarkan alasan ini maka golongan ini memberi obyek kepada terma theodokos atau "Tuhan-beranak", yang dikembalikan kepada Maria. Oleh karena Tuhan itu kekal abadi maka Tuhan tidak mungkin menjadi seorang bayi yang pernah dilahirkan manusia. Nestorius dan para pengikutnya memberi titik tekan kepada hakekat kemanusiaan Yesus sebab pendapat kemanusiaan Yesus sebab yang membawa kemenangan atas setan, melalui "kesahajaan dirinya sendiri dan mengambil bentuk seorang hamba." [3] Sebagai makhluk manusia, dia digoda namun godaan-godaan yang diarahkan kepadanya itu selalu menemui kegagalan dan dalam perjuangan inilah dia tidak punya kemajuan yang tidak kita miliki juga. Rupanya Nestorius menyatakan bahwa bangsa manusia terdahulu itu tidak dapat mendeteksi tipu daya setan dan tidak percaya kalau hal itu mungkin terjadi bagi kemanusiaan untuk memenuhi perintah-perintah serta petunjuk-petunjuk secara sempurna, sehingga mereka yang tidak tunduk itu jatuh ke lembah kekufuran. Di balik itu, kini mereka mengetahui bahwa ketundukan itu adalah kemungkinan dapat terjadi bagi hakekat alam manusia dan lalu menjadi punya kemampuan untuk tunduk dan patuh. Kemanusiaan Kristus dan bagi kita membantu cinta kasih ketuhanan tanpa kecuali. Dalam kemanusiaannya itu, Kristus dapat menguasai setan, namun dalam kehampaan dirinya untuk mengambil bentuk seorang hamba yang terjadi bagi kemanusiaan Yesus adalah model kerendahan yang paling tinggi. Sungguhpun demikian, Nestorius mempunyai beberapa kesulitan dalam menjelaskan bagaimana keabadian Tuhan dan kemutlakannya dapat dipersatukan dengan kemanusiaan yang bersifat temporal (sementara), padahal Tuhan tidak mungkin dapat terkena sakit atau menderita. Nestorius meletakkan beberapa penekanan atas kesatuan kehendak, karena kehendak Tuhan tidak berlaku pada adat-kebiasaan yang temporal, melainkan kesatuan kehendak ini adalah suatu konsekuensi dari kesatuan kemanusiaan dan ketuhanan dan bukan dasarnya.

 

TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN Persepsi dan Salah Persepsi   William Montgomery Watt Penerjemah: Zaimudin   Hak Terjemahan pada Penerbit Gaya Media Pratama Jakarta Desain Sampul: Salimi Akhmad Diterbitkan Oleh: Penerbit Gaya Media Pratama Jakarta Dicetak Oleh: Percetakan Radar Jaya Jakarta Anggota IKAPI Cetakan 1, 1996   ISBN 979-578-007 7 Harga Rp. 9.500,-


| Indeks Artikel | Tentang Pengarang |