- Modifikasi lay-out: pakdenono2006 -

KASUS2 TAMBAL-SULAM DALAM TEKS ALKITAB !!!



Sesungguhnya, ada banyak sekali kasus2 tambal-sulam dalam teks Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Lama, yang merupakan penggabungan teks dari berbagai sumber yang tidak jelas.  

Para
sarjana alkitabiah mengelompokkan sumber2 tersebut sebagai sumber J, E, P, dan D ditambah beberapa sumber-tak-dikenal ("?") dan catatan2 editorial. Namun demikian, masing2 dari sumber2 tersebut bukanlah dokumen yang tunggal dan utuh, tetapi merupakan kompilasi tambal-sulam dari berbagai sumber yang lebih kuno. 

Pada
website ini, kami hanya akan menyuguhkan beberapa contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa Alkitab adalah kumpulan berbagai dokumen/sumber yang sama sekali tidak berdiri di atas fondasi kebenaran!


TAMBAL SULAM TAURAT 1: Penciptaan Langit dan Bumi. 


Pemirsa akan melihat
penggabungan 2 teks dari sumber P (cetak biru) dan sumber J (cetak merah) dalam kisah penciptaan langit dan bumi menurut Kitab Kejadian berikut ini: 

1:1. Pada mulanya ELLOHIM menciptakan langit dan bumi. 
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh
ELLOHIM melayang-layang di atas permukaan air.  
1:3. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 
1:5 Dan
ELLOHIM menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.  
1:6. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 
1:7 Maka
ELLOHIM menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 
1:8 Lalu
ELLOHIM menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.  
1:9. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 
1:10 Lalu
ELLOHIM menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik. 
1:11 Berfirmanlah
ELLOHIM: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji.
ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik. 
1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari ketiga.  
1:14. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 
1:16 Maka
ELLOHIM menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 
1:17
ELLOHIM menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap.
ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik. 
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari keempat.  
1:20. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 
1:21 Maka
ELLOHIM menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. ELLOHIM melihat bahwa semuanya itu baik. 
1:22 Lalu
ELLOHIM memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari kelima.  
1:24. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 
1:25
ELLOHIM menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  
1:26. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 
1:27 Maka
ELLOHIM menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar ELLOHIM diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 
1:28
ELLOHIM memberkati mereka, lalu ELLOHIM berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  
1:29. Berfirmanlah
ELLOHIM: "Lihatlah, ANI memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa,
ANI berikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.  
1:31. Maka
ELLOHIM melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.  

2:1.
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika
ELLOHIM pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 
2:3 Lalu
ELLOHIM memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.  
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN JAHWEH menjadikan bumi dan langit, -- 
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab
TUHAN JAHWEH belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- 
2:7 ketika itulah
TUHAN JAHWEH membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.  
2:8. Selanjutnya
TUHAN JAHWEH membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 
2:9 Lalu
TUHAN JAHWEH menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 
2:15
TUHAN JAHWEH mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.  
2:16. Lalu
TUHAN JAHWEH memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."  
2:18.
TUHAN JAHWEH berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. ANOKHI akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 
2:19 Lalu
TUHAN JAHWEH membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.  
2:21. Lalu
TUHAN JAHWEH membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN JAHWEH mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 
2:22 Dan dari rusuk yang diambil
TUHAN JAHWEH dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.  

Perhatikan perbedaan penyebutan nama Tuhan yang sangat mencolok di kedua kelompok ayat di atas! Pada kelompok ayat pertama (sumber P), Tuhan disebut sebagai "ELLOHIM", sedangkan pada kelompok ayat kedua (sumber J), Tuhan disebut sebagai "JAHWEH".

Kata
"ELLOHIM" dalam ayat2 di atas merupakan bentuk jamak dari kata Ibrani: "ELLOHA", yang secara harfiah berarti "Allah-Allah". Pemirsa juga bisa melihat bentuk jamak lainnya dalam Kejadian 1:26, yakni penyebutan kata "Kita" yang menunjuk kepada "ELLOHIM". Namun demikian, oleh karena kata ganti orang pertama pada ayat2 di atas adalah "ANI" (Kejadian 1:29-30), maka ayat2 di atas diidentifikasi sebagai sumber P.
 
Perhatikan
frasa penutup dari sumber P di atas, "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya" (Kejadian 2:1), yang selanjutnya (setelah diselingi 2 ayat) disusul dengan frasa penutup dari sumber J, "Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan" (Kejadian 2:4). Kedua frasa ini merupakan bagian akhir dari masing2 sumber tersebut tentang peristiwa penciptaan langit dan bumi. Namun, penggabung Taurat lebih memilih sumber P untuk uraian pentahapan penciptaan langit dan bumi. 

Secara gamblang, penggabungan 2 sumber ini dapat terlihat begitu jelas, yang mengakibatkan pertentangan teks yang cukup signifikan antara Kejadian 1:9-13 (penciptaan hari ke-3) yang berasal dari sumber P, dengan Kejadian 2:4-7 (setelah hari ke-7) yang berasal dari sumber J. Pada kelompok ayat pertama, dijelaskan bahwa bumi sudah terbentuk berupa daratan dan lautan dan sudah dipenuhi segala macam tumbuh2an, tetapi pada kelompok ayat kedua, dijelaskan bahwa keadaan bumi masih belum ditumbuhi oleh tanaman apa pun karena Tuhan JAHWEH belum menurunkan hujan dari langit dan lautan pun belum terbentuk, hanya ada kabut (gas) naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi. Pertentangan kedua kelompok ayat ini cukup logis, mengingat pada kelompok ayat pertama, Tuhan telah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya (Kejadian 2:1), sementara menurut kelompok ayat kedua, tampaknya Tuhan baru menciptakan langit dan bumi saja tanpa isi (Kejadian 2:4). Karenanya, kisah Kitab Kejadian selanjutnya mengambil dari sumber J. Hal ini dapat terlihat dengan jelas dalam Kejadian 2:7 (sumber J), dimana Tuhan JAHWEH baru menciptakan manusia, padahal sebelumnya, menurut Kejadian 1:27 (sumber P), ELLOHIM telah menciptakan manusia.



Wassalaam.

 

Selanjutnya :
Tambal Sulam Taurat 2

Silahkan kembali ke menu.

- Modifikasi lay-out: pakdenono2006 -

DIKUTIP DARI : www.geocities.com/cicak_mdn/