"WHAT EVERY CHRISTIAN & JEW SHOULD KNOW"
TENTANG SANG PENCIPTA, KITAB SUCI & NABI-NABI
 

Oleh PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI B.D.

(Wafat 1940) Dahulu Uskup Uramiah, Kaldea.

Alih Bahasa Oleh: H.W. Pienandoro SH
download : www.pakdenono.com

KATA PENGANTAR


Berikut akan disajikan sejumlah artikel yang ditulis oleh Profesor David Benjamin Keldani B.D. seorang mantan Uskup Katholik dari Uramiah, Kaldea. Dalam artikel ini Profesor Benjamin mencoba untuk membuktikan bahwa semua ramalan atau nubuah dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tentang akan datangnya Al Masih itu sebenarnyalah hanya menunjuk kepada SATU ORANG yaitu NABI MUHAMMAD saw. Uraian Profesor Benjamin yang adalah mantan seorang archbishop Katholik berdasarkan peninjauan yang sangat mendalam atas Kitab Injil yang beliau kuasai, dengan di sana sini beliau mengutip beberapa ayat dari Al Qur'an.

Penterjemah yakin artikel ini penting bukan saja untuk ummat Kristen dan Yahudi agar dapat terbuka hatinya melihat kebenaran sejati atau yang seharusnya, tetapi juga untuk ummat Islam sendiri karena dengan memahami semua yang diuraikan beliau dalam artikel ini, tahulah kita bahwa kita sesungguhnya bisa "mengimami" Kitab Injil yang ada sekarang ini dengan cara yang sangat berlainan dengan ummat Kristen mengimaminya. Dari yang diuraikan oleh Profesor Benjamin kita menjadi tahu bahwa di dalam Injil itu, walaupun semuanya ditulis oleh orang-orang yang bukan murid langsung dari Nabi Isa a.s. dan ditulisnyapun sekian puluh tahun sesudah wafatnya Nabi Isa a.s. di samping di dalamnya dijumpai banyak pertentangan antara ayat-ayatnya, terdapat banyak "kebenaran Islami" yang tampaknya hanya bisa difahami dengan benar oleh orang seperti mantan uskup ini. Semoga saja banyak ummat Kristen dan Yahudi yang bisa memiliki kearifan seperti mantan uskup Keldani ini. Sungguh suatu anugerah Allah yang tidak terkira bahwa mantan uskup ini telah diberi izin oleh Allah untuk membuka tabir misteri yang begitu banyak di dalam Injil. Dengan demikian memberi petunjuk kepada kita betapa benarnya firman Allah yang turun pertama kali dan memerintahkan kita untuk "Iqra'" atau "membaca" dengan akal fikiran sehat yang kritis dan yang selalu harus dikembalikan kepada Prima Causa sehingga kita bisa insya Allah mendapatkan pengetahuan yang benar. Dengan selalu "membaca" itu insya Allah hati kita akan dibuka oleh Allah untuk mengetahui dan menerima kebenaran yang sesungguhnya. Bukankah berulang kali dalam Al Qur'an yang mulia ummat Islam diperintahkan untuk "ta'qilun" - "tafakkur" - pergunakan akal sehat kita -dsb.!

Penterjemah berusaha untuk menterjemahkan, dan bukan menyadur, sebaik mungkin untuk tidak mengubah apa yang telah ditulis oleh Profesor Benjamin, seperti misalnya beliau sudah terbiasa menyebut nabi Isa a.s. dengan Jesus Kristus atau Jesus atau Kristus saja. Namun sebagai orang Muslim penterjemah merasa tidak "sreg" bila menyebut nama Muhammad tidak ditambahi dengan "saw", dan karena itu semua "saw" adalah dari penterjemah. Banyak juga istilah-istilah Kristen Katholik yang penterjemah kurang memahaminya, jadi ada yang kami tuliskan seperti apa adanya. Memang dalam artikel ini nuansa Kristen masih sedikit terasa yang bisa kita maklumi karena penulis adalah mantan Uskup Katholik. Yang perlu diketahui juga adalah gaya bahasa penulis artikel ini yang tidak terlalu sederhana, sehingga sering untuk memahami arti kalimat, kita harus berulang kali membacanya.

Dalam menterjemahkan ini seringkali terasa betapa bahasa Indonesia itu tidak terlalu kaya dengan kamus perbendaharaan kata, sehingga beberapa kata dalam bahasa Inggris yang mempunyai arti hampir bersamaan tetapi dengan tekanan atau nuansa lain, dalam bahasa Indonesia ternyata sering hanya mempunyai satu arti saja. Harapan penterjemah semoga apa yang disajikan tidak terlalu jauh dari yang dimaksudkan sesungguhnya oleh Profesor Benjamin. Bila ada kekeliruan dan atau kesalahan arti atau terjemahan dari artikel mantan uskup ini, sepenuhnya adalah tanggung jawab penterjemah dan semata-mata hanya karena kekurangan yang ada pada penterjemah. Bagi yang memahami bahasa Inggris, penterjemah mohon kritik dan sarannya. Artikel yang menarik ini cukup panjang dan dibagi dalam 2 bab besar, di samping sebuah biografi dari Uskup Uramiah tersebut, yaitu:

 

 


 


pakdenono@yahoo.com