PARA MURID TIDAK PERCAYA


Perjalanan ke Emmaus

Pada hari itu juga, dua orang dari murid-murid Yesus yang sedang pergi menuju kampung bernama Emmaus, didekati oleh Yesus dan mereka berjalan bersama. Selama perjalanan sepanjang 5 mil, mereka bercakap-cakap dengan Yesus tanpa mengenali bahwa dia adalah Yesus! Penyamaran yang sempurna! Ketika hampir sampai di tujuan, murid-murid mendesak Yesus untuk ikut makan malam.

"Waktu ia duduk makan dengan mereka, ia mengambi1 roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka." (Injil - Lukas 24: 30).

Dari caranya memecah-mecah roti dan membaginya kepada mereka, 'barulah terbuka mata mereka' Apakah mereka berjalan dari Yerusalem ke Emmaus dengan mata tertutup? Tidak! Lukas meneruskan cerita bahwa ketika mereka mengenalinya "Dia lenyap dari tengah-tengah mereka" Apakah dia melakukan trik seperti perampok Indian? Jangan heran! Maksudnya adalah bahwa dia langsung kabur, lari dari pandangan mereka.

Reaksi yang Skeptis

Dengan penuh semangat, kedua orang murid tersebut memberitahukan murid-murid yang lain:

"Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya". (Injil - Markus 16: 13).

Apa yang salah dengan murid-murid Yesus ini? Mengapa mereka enggan percaya? Apa susahnya? Masalahnya adalah mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa Yesus masih hidup! Bukan bangkit kembali (secara spiritual). Hidup seperti mereka, dengan fisik, daging dan darah. Makan roti! Dalam penyamaran - bukan secara spirit dan roh. Hal ini sulit untuk dipercaya. Jika mereka diberitahu bahwa Maria telah melihat hantu Yesus, mereka akan percaya. Jika kedua murid itu juga berkata bahwa mereka bertemu dengan hantu Yesus, mereka tentu akan mempercayainya. Murid-murid itu adalah orang-orang yang sudah pernah melihat roh-roh jahat keluar dari tubuh manusia dan memasuki babi-babi yang jumlahnya dua ribuan - (Markus 5: 13). Mereka telah melihat kutukan terhadap pohon ara dan mengeringkan pohon tersebut hanya dalam waktu semalam (Markus 11: 20). Mereka telah melihat 'tujuh setan' keluar dari tubuh Maria Magdalena (Markus 16: 9). Semua ini sangat biasa bagi orang-orang seusia itu. Roh-roh, hantu-hantu dan setan-setan! Mereka bisa menerima semua itu. Tapi seorang Yesus yang hidup? Seorang Yesus secara fisik? Seseorang yang telah selamat dari sengsara maut (Kisah para rasul 2: 24)? Ini sangat berat bagi mereka yang kurang percaya (Matius 6: 30; 8: 26; 14: 31; 16: 8 dan Lukas 12: 28).

  • Maria Magdalena bersaksi bahwa Yesus masih hidup.

  • Murid-murid dari Emmaus bersaksi bahwa Yesus masih hidup.

  • Malaikat-malaikat mengatakan bahwa Yesus hidup (Lukas 24: 23).

  • Dua orang yang berdiri mengatakan kepada Maria "Mengapa kamu mencari dia yang hidup di antara orang mati? (Lukas 24: 4-5).

Tetapi mereka masih tidak percaya! Mari kita lihat apakah mereka percaya dengan kata-kata Tuhan dan Guru mereka pada bab selanjutnya.


YESUS BUKAN HANTU


Permainan Angka-angka

Dua orang dari Emmaus,

"Bangun ... dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka ". (Injil - Lukas 24: 33).

'Sebelas' yang mana? Mereka 'mendapati kesebelas'. Apakah mereka ini memasukkan diri mereka sendiri dalam jumlah tersebut? Bahkan jika murid-murid itu semua di sana (Keduabelas murid pilihan Yesus) maka tak mungkin lebih dari sepuluh karena pada kunjungan Yesus yang pertama ini, Yudas dan Tomas sudah pasti tidak ada. Tetapi Lukas bukanlah seorang saksi mata dari peristiwa ini. Dia dengan mudah meniru Markus 16: 14 yang mengatakan: "Dia (Yesus) menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan."

Sekarang kita dengarkan Paulus, yang mengaku sebagai rasul Yesus yang ketiga belas. Dia berkata bahwa sesudah kebangkitan di hari ketiga "Yesus menampakkan diri kepada Kefas (Simon Petrus) dan kemudian kepada kedua belas muridnya" (1 Korintus 15: 5). Yang mana yang 'dua belas'? Kata "kemudian" di sini berarti telah termasuk Petrus! Tetapi jika Anda tetap memasukkan Petrus, Anda masih belum mendapatkan "dua belas (murid) yang terpilih" yang melihat Yesus karena Yudas Sang Pengkhianat melakukan bunuh diri dengan menggantung diri (Matius 27: 5), jauh sebelum Yesus dianggap bangkit kembali.

Kita di sini berurusan dengan orang yang bermental aneh, dimana 'sebelas' bukan berarti sebelas - (Lukas 24: 33), 'dua belas' yang bukan berarti dua belas dan 'tiga' berarti dua dan satu! (Permainan angka ini akan kita bicarakan lebih jauh pada bahasan "Apakah tanda dari Yunus?) Yesus akan sangat setuju dengan kita:

"Sukar bagimu menendang kegalah rangsang". (Injil - Kisah Para Rasul 26: 14).

(Paulus mengatakan bahwa kata-kata ini diucapkan oleh Yesus kepadanya, dalam bahasa Yahudi. (Kisah para Rasul 26: 14))

Yesus Masuk

Sewaktu kedua orang itu bercerita pada murid-murid yang lain tentang kehadiran Yesus yang hidup secara fisik (seorang yang makan roti bersama mereka): "masuklah Yesus" (ini adalah kata-kata saya) melalui pintu-pintu yang ditutup karena takut pada kaum Yahudi. "Datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka ". (Yohanes 20: 19)

Kaum Kristiani yang kontroversial berkata, "Tidak! Kenyataannya adalah bahwa Yesus langsung 'berdiri di tengah-tengah' mereka, dia tidak masuk!" Ada suatu pertanyaan tentang menghilangnya Yesus dari Emmaus dan muncul kembali di Yerusalem - seperti "Invisible Man" (manusia yang tidak terlihat), seperti 'Trik Perampok Indian', seperti 'Star Trek' (suatu film cerita ilmiah dimana orang-orang bisa menggunakan cahaya untuk pindah dari kapal induk ke planet-planet atau kembali ke kapal induk). Anda sepertinya "melihat" orang-orang lenyap dengan tiba-tiba dan muncul di tempat lain. Orang-orang yang mempercayai bahwa hal ini bisa terjadi adalah orang-orang yang menjadi korban khayalan mereka sendiri. Mereka terlalu banyak menonton film dan program TV (Dalam Yohanes 20: 19, 24, 26 kata-kata "datang", "datang" dan "datang" menyangkal dugaan bahwa dia langsung muncul, yang berarti bahwa dia secara jasmaniah hilang dalam udara tipis).

Kelinci & Kura Kura

Tetapi mengapa Yesus membutuhkan waktu lama untuk sampai di ruang paling atas? Dia telah 'kabur' lebih dulu sebelum 'kedua' murid itu kembali ke Yerusalem, tetapi Yesus tetap tidak bisa mendahului mereka. Yesus datang terlambat. Hal ini mengingatkan kita tentang cerita kelinci dan kura-kura. Apakah karena ia merawat lukanya dulu di tengah perjalanannya?

Para pemuja membayangkan bahwa Yesus melayang dari suatu tempat ke tempat lain, muncul dan menghilang sesuka hatinya. Jeffry Hunter, seorang aktor muda yang tampan, yang memainkan peranan Yesus dalam film "King of the King" (Raja dari Para Raja) membuat suatu observasi yang bijak setelah mendaki Gunung Zion untuk adegan 'godaan' setan terhadap Yesus. Setelah mengangkat dan mendorong, berkeringat dan terengah-engah selama mendaki bukit, dia berkomentar, "Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyadari bagaimana manusiawinya Yesus".

Baik Lukas maupun Yohanes yang mencatat kejadian sewaktu Yesus datang ke ruang makan murid-muridnya, menggambarkan kepada kita bahwa Yesus dengan mudahnya "keluar" melalui lubang kunci atau bahwa dia "keluar" melalui celah-celah dinding. O! Tetapi mengapa mereka mengelabui kita dengan informasi penting ini? Karena tidak ada yang "keluar"! Tetapi masalah lain timbul - Bagaimana dia memasuki ruang tersebut jika 'pintu-pintu terkunci?' (Yohanes 20: 19). Anehnya, Lukas 24: 36, yang juga mencatat kejadian ini kata demi kata, tidak berpikir untuk menambahkan kata-kata 'pintu-pintu terkunci'. Kata-kata itu tidak penting bagi Lukas! Kenapa? Karena itu tidak masuk akal! Menyelidiki dengan seksama segala peristiwa - membukukannya dengan teratur, dia tidak akan merasa bingung akan. peristiwa ini. (Lukas 1: 3).

Ruangan Besar

Tempat terjadinya peristiwa ini digambarkan sebagai suatu "ruang tamu" dan sebagai suatu 'ruang makan besar' - (Markus 14: 14-15). Ruangan ini adalah bagian dari rumah yang besar. Apakah saya harus membuktikannya kepada Anda? Apakah ini satu-satunya ruangan di tingkat atas? Berdasarkan perhitungan, ini adalah ruangan yang berisi sebuah meja yang cukup besar bagi paling tidak 14 orang duduk di sekelilingnya - Yesus dan ke 12 murid-muridnya, serta murid ketiga belasnya yang "dikasihinya" yaitu Yohanes sebagai pemilik rumah dan murid yang bersandar dekat kepadanya (Yohanes 13: 23).

Bisakah Anda membayangkan ukuran dari ruangan ini? - dengan dapur, sepen dan fasilitas lainnya; dan di lantai bawah, dimana keluarga pemilik dan para pelayan tinggal. Ini seperti sebuah istana kecil! Yesus sudah sangat kenal dengan rumah besar ini. Dia sering mengunjungi Yerusalem selama Paskah. Ingat, bagaimana dia menunjukkan cara untuk menemukan tempat ini pada murid-muridnya - Lukas 22: 10. Gubuk tempat tinggal saya sendiri memiliki empat pintu masuk. Mungkin 'ruang tamu' Yohanes hanya memiliki satu pintu masuk utama dengan 2 daun pintu. Tetapi apakah perlu untuk mengunci ruangan-ruangan yang lain? Pintu bagian depan biasanya cukup bagi keperluan tamu - keluar dan masuk. Dan biasanya tamu-tamu di daerah Timur tidak akan mengintip gang-gang, loteng atau ruang tidur tuan rumahnya! Karena orang Timur hidup penuh dengan sopan santun dan tata krama. Tetapi Yesus tidak asing dengan rumah itu. Dia sudah seperti anggota keluarga muridnya ini: Dia tidak perlu mengetuk pintu untuk menakuti jamaahnya. Ada lebih dari satu jalan untuk masuk ke rumah itu. Ketika ada rasa kuatir pada diri murid-muridnya karena kemunculannya yang mendadak di tengah-tengah mereka, dengan cepat dia menerangkan.

"Kata Yesus kepada mereka, 'Damai sejahtera bagi kamu' tetapi mereka terkejut dan takut". (Injil - Lukas 24: 36-37)

Reaksi yang Berlawanan Ketika Mengenali Yesus

Ingat, ketika pagi-pagi sekali, Maria Magdalena sangat gembira mengenali Yesus di pemakaman. Dan dia harus menghentikan keinginannya untuk memeluk Yesus. Tetapi kesepuluh pahlawan yang membawa senjata ini terdiam membatu ketika mengenali Yesus. Kenapa ada reaksi yang bertolak belakang antara kesepuluh laki-laki ini dengan wanita tersebut? - yang laki-laki ketakutan, yang wanita tidak takut? Alasannya adalah karena yang wanita itu adalah saksi mata peristiwa penyaliban sampai pemakaman, sedang yang laki-laki tidak. Karenanya Maria pergi ke pemakaman dengan tujuan untuk bertemu dengan Yesus yang hidup dan ia gembira bertemu dengan Yesus. Sedangkan murid-muridnya tersebut bukanlah saksi mata kejadian tersebut, sehingga mereka mengira bertemu dengan hantu. Mereka secara fisik dan emosional berada di ambang kehancuran. Lukas dengan ringkas menggambarkan kondisi mereka:

"Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu" (Injil - Lukas 24: 37).

Alasan Untuk Takut

Mereka takut karena menyangka bahwa laki-laki yang mereka lihat berdiri di tengah-tengah itu bukanlah Yesus, tetapi hantunya. Tanyakan pada teman-teman Anda yang 'lahir kembali', mengapa murid-murid itu berpikir bahwa Yesus sudah menjadi hantu. Tanyakan pada mereka, "Apakah dia kelihatan seperti hantu?" Mereka pasti tidak bisa menjawab. Jadi tolong mereka. Bebaskan mereka dari konsep yang salah. Jika tidak, mereka akan selalu mengganggu kita dan umat kita sampai kerajaannya datang. Mereka akan mencuri anak-anak kita (seperti yang mereka lakukan sekarang di negara-negara Muslim), dengan kedok memberi makan pada anak-anak miskin. Pernahkan Anda mendengar 'Visi Dunia' dan sebagainya? Perang Salib kembali, tetapi tanpa senjata yang terlihat!

Murid-murid Yesus takut karena mereka telah mendengar 'kabar angin' bahwa guru mereka dibunuh dengan cara diikat di atas kayu - disalib! Mereka mendengar 'kabar angin' bahwa dia telah melepaskan nyawanya -bahwa dia telah mati. Mereka mendengar 'kabar angin' bahwa dia 'telah meninggal dan dikubur' selama tiga hari. Seorang yang sudah dikubur selama tiga hari dianggap sudah membusuk di kuburannya. Berdasarkan apa yang mereka dengar dari kabar angin! - Itulah yang mereka dengar! Karena tak satu pun data mereka yang menjadi saksi mata terhadap apa yang benar-benar terjadi terhadap Yesus di Golgota. Di saat yang paling genting dalam hidup Yesus:

"Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri". (Injil - Markus 14: 50)

Murid-murid Sejati

Markus membicarakan tentang 'kedua belas' murid pilihan. Bukan tentang murid-murid 'rahasia' Yesus seperti Yohanes yang membawa Maria (ibu Yesus) pulang, Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea dan lain-lain. Berdasarkan pandangan bahwa 'kedua belas' orang ini pengkhianat yang pengecut, saya segan menyebut mereka sebagai 'murid-murid'. Atau apakah Markus berbohong? Ketika dia mengatakan 'semua' tidak berarti 'semua'? Penulis Kitab Injil yang keempat menyebutkan jumlah wanita yang mengiringi Yesus. Di antara mereka ada 3 Maria, 'dan murid yang dikasihi Yesus'. Dia mengulang kalimat ini berulang kali tanpa secara jelas menyebutkan murid yang dikasihi ini adalah Yohanes, tuan rumah mereka di Yerusalem. Mengapa? Apabila Yohanes ini adalah Yohanes penulis Kitab Injil yang keempat, lalu mengapa dia tidak mengatakannya. Mengapa dia malu mengatakannya? Dia tidak segan ketika memohon Yesus untuk menempatkan dirinya dan saudaranya duduk di sebelah Yesus:

"Perkenankanlah kami duduk dalam kemulianmu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananmu dan yang seorang lagi di sebelah kirimu" (Injil - Markus 10: 37).

Alasannya untuk tutup mulut adalah ada persamaan namanya dengan 'murid yang dikasihi' Yesus itu, yaitu namanya juga Yohanes! Murid-murid yang lain entah berada dimana ketika Yesus sangat membutuhkannya. Seperti yang dikatakan Markus:

"Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Injil - Markus 14: 50).

 

BACK

UP

NEXT

.